Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 01 Januari-Juni 2025 EVALUASI KEBIJAKAN SUMATIF AKHIR SEMESTER (SAS) BERBASIS DIGITAL: STUDI PADA SISWA TINGKAT PENDIDIKAN MENENGAH Syarif Hidayatullah Z 1. Dina Hermina 2. Nuril Huda 3 syarif_hidayatullahz@iaidukandangan. id1, dinahermina@uin-antasari. nurilhuda@uin-antasari. IAI Darul Ulum Kandangan1. UIN Antasari Banjarmasin23 Abstract: This study aims to evaluate the implementation of digital-based summative final assessment policy using Google Forms at the secondary education level. The research focuses on identifying student self-confidence, anxiety, belief, time management, and technological comfort during digital-based assessments. Employing a quantitative research method with descriptive statistical analysis techniques, the findings reveal that students adapt well to digital assessments, though they still require a guidance and psychological support enhancement in undergoing digital-based evaluations. Kata kunci: Digital Assessment. Secondary Education. Final Summative Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan asesmen akhir sumatif berbasis digital dengan menggunakan Google Form di tingkat Pendidikan menengah. Fokus penelitian adalah mengidentifikasi kepercayaan diri, kecemasan, keyakinan, pengelolaan waktu, dan kenyamanan teknologi saat siswa menjalani penilaian . berbasis digital. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan Teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dapat beradaptasi dengan baik terhadap penilaian berbasis digital, meski tetap perlu pembinaan dan penguatan terhadap aspek psikologis siswa dalam menjalani penilaian berbasis digital. Keywords : Penilaian Digital. Pendidikan Menengah. Sumatif Akhir Semester Pendahuluan Dalam era digital, penerapan teknologi pendidikan menjadi semakin umum, termasuk dalam proses penilaian. Laporan UNESCO tahun 2023 (UNESCO, 2023, . merekomendasikan untuk mengevaluasi kebijakan teknologi pendidikan dengan melibatkan guru dan pelajar untuk memastikan cukup terlatih dalam memahami cara menggunakan teknologi digital. Termasuk penggunaan teknologi pendidikan dalam rangka melakukan asesmen sumatif akhir semester (SAS). Baik guru dan pelajar masing-masing menyesuaikan diri dengan teknologi dalam Pada dasarnya. Assesmen sumatif (Brown, 2004, h. bertujuan untuk mengukur sejauh mana raihan belajar siswa. Penilaian sumatif tentang mengukur implikasi proses pembelajaran yang melihat sebaik apa raihan tujuan belajar yang diraih oleh siswa. Meski begitu, sumatif tidak menjanjikan progres yang sama Assesment Sumatif Akhir Semester (SAS) yang dilakukan oleh sekolah-sekolah merupakan bentuk dari Penilaian Sumatif. Pada saat menghadapi assesmen. Persiapan siswa dalam menghadapi Penilaian Akhir Semester berkaitan dengan struktur kepribadian. Menurut Bandura dalam Suwartini(Suwartini, 2. , struktur kepribadian manusia terdiri Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 01 Januari-Juni 2025 atas empat aspek, yaitu: Sistem Diri (Self Syste. Regulasi Diri (Self Regulatio. Efikasi Diri (Self Evacuatio. , dan Efikasi kolektif (Collective Efacuatio. Sehingga, asesmen atau penilaian erat berkaitan dengan kesiapan siswa itu sendiri. Menurut Munir (Munir, 2017, h, . penilaian dalam pembelajaran penting untuk dilakukan, sebab penilaian berfungsi untuk mengukur tingkat keberhasilan Bagi pembelajar yang tidak memiliki hambatan dalam pembelajaran memungkinkan melanjutkan ke modul pembelajaran selanjutnya, sedangkan bagi pembelajar yang mengalami hambatan bisa mengulangi penguasaan modul. Perkembangan teknologi dalam pendidikan menggeser sistem penilaian tradisional menuju sistem digital guna meningkatkan kualitas pendidikan. Teknologi perlu digunakan sebagai penunjang dalam proses penilaian hasil belajar siswa, karena selama ini pendidik melaksanakan penilaian terhadap siswa menggunakan sistem tradisional, yakni berbasis kertas . aper based tes. Sistem penilaian tradisional memiliki beberapa kelemahan seperti perlunya biaya yang besar, soal yang sudah di foto copy belum tentu hasilnya bagus, dan bisa menyebabkan kesulitan dalam memaknai tampilan gambar soal penilaian(Finy Fitriani, 2021, h, . Penilaian berbasis teknologi digital berkebalikan dengan penilaian tradisional, di mana permasalahan biaya dan kejelasan soal dapat teratasi dengan Penggunaan teknologi digital dalam penilaian dapat mendukung guru dalam administrasi dan pengelolaan data. Seperti pengumpulan data asesmen yang cepat dapat menghasilkan pendekatan dan evaluasi pengajaran yang cepat pula(Penilaian Kompetensi Siswa Abad 21. Pdf, n. , h, . Berdasar penelitian Febriani (Febriani. Zakir. Ilmi, & Setia Pramana, 2024, h, . di sekolah yang telah menerapkan program sekolah digital menunjukkan penggunaan teknologi dengan baik dalam pembelajaran secara menyeluruh. Namun, ternyata ada hambatan yang membuat motivasi belajar siswa rendah, seperti jaringan internet yang fluktuatif, kemampuan guru yang masih kurang dalam penggunaan teknologi, serta monotonnya penggunaan aplikasi Mengikuti pandangan Abbas (Abbas. Ismail, & Kholifatun, 2024, h, . dan Liriwati (Yustiasari Liriwati. Marpuah. Wasehudin, & Zulhimma, 2024, . terkait hambatan-hambatan tersebut membutuhkan penguatan kapasitas guru, meningkatkan infrastruktur teknologi, serta menyediakan kontek materi ajar yang beragam. Sebab, evaluasi berbasis digital pada dasarnya memang memberikan manfaat yang signifikan. Terutama dalam meningkatkan partisipasi siswa dan akurasi penilaian. Penelitian terdahulu banyak menyoroti penerapan penggunaan teknologi digital pada pembelajaran yang memberikan hasil signifikan terhadap partisipasi dan motivasi siswa serta akurasi penilaian. Sedangkan pada penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan penilaian digital terhadap persiapan dan hasil belajar siswa di tingkat pendidikan menengah. Dengan mengeksplorasi pengalaman guru dan siswa, penelitian ini memberikan Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 01 Januari-Juni 2025 rekomendasi berbasis data untuk meningkatkan kualitas kebijakan penilaian berbasis teknologi. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode statistik Statistik deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran mengenai kesiapan siswa dalam menghadapi ujian digital serta persepsi mereka terhadap kebijakan ini. Analisis dilakukan dengan menghitung distribusi frekuensi, persentase, mean, dan standar deviasi dari hasil kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa tingkat pendidikan menengah yang mengikuti SAS berbasis digital. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling, yaitu siswa yang memiliki pengalaman dalam mengikuti ujian digital minimal satu semester terakhir. Jumlah sampel yang diambil adalah 51 siswa terdiri dari 28 orang perempuan dan 23 laki-laki yang telah mengikuti SAS berbasis digital di tingkat pendidikan menengah. Sebab peneliti menjanjikan kerahasiaan bagi responden akan jaminan keamanan data yang telah diisi (Guest. Namey, & Mitchell, 2013, h, . , serta untuk menjaga martabat dan privasi responden atau institusi (Fitzpatrick. Sanders, & Worthen, 2010, h, . maka peneliti memilih untuk tidak mempubliskan data responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang disebarkan secara daring menggunakan Google Form. Kuesioner ini terdiri dari empat bagian utama, yaitu: . Kesiapan mental siswa, . Kesiapan teknis siswa, . Kesiapan fisik dan kebiasaan belajar, dan . Persepsi terhadap penilaian digital. Data dianalisis menggunakan statistic descriptive diperbantukan chatgpt. Hasil dan Pembahasan Kesiapan pembelajaran tidak hanya bersifat fisik, melainkan juga melibatkan proses mental. Kemampuan mental sangat diperlukan dalam mendukung kesiapan Sebab, mental dapat menyebabkan perubahan tingkah laku yang dapat mengakibatkan terganggunnya proses hingga hasil belajar (Ilyas & Jasman Jinggo, 2017, h, . Hal ini juga terlihat pada orientasi pembelajaran, baik motivasinya untuk mencapai target belajar maupun meningkatkan performa pembelajaran(Slavin, 2018, h, . Semua itu berkaitan sekali dengan kesiapan siswa dalam pembelajaran terutama dalam menghadapi ujian. Berikut data kesiapan siswa dalam menghadapi ujian berbasis digital. Tabel 1. Statistik Kesiapan Siswa Dalam Menghadapi Ujian Berbasis Digital(Syarif Hidayatullah Z, n. Standar Skor 1-2 Netral Skor 4-5 Indikator Rata-rata Deviasi (%) (%) (%) Percaya Diri Kecemasan Ujian Keyakinan Jawaban Pengelolaan Waktu 3. Kenyamanan Teknologi Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 01 Januari-Juni 2025 Percaya Diri Dalam Menghadapi Ujian Berbasis Digital Indikator percaya diri menunjukkan mayoritas siswa . 1%) menunjukkan rasa percaya diri . kor 4-. saat menghadapi ujian berbasis digital, dengan ratarata skor sebesar 3. Meskipun 49% siswa berada pada posisi netral, hanya 7. yang merasa kurang percaya diri. Ini menunjukkan bahwa secara umum siswa memiliki sikap positif terhadap format ujian berbasis digital. Meski demikian, masih diperlukan upaya untuk meningkatkan keyakinan diri secara menyeluruh. Kecemasan Saat Mengerjakan Ujian Online Pada aspek kecemasan, sebanyak 39. 2% siswa tidak merasa cemas . saat mengerjakan ujian online, dengan rata-rata 3. 43 dan standar deviasi relative rendah . Meski demikian, sebanyak 56. 9% berada pada posisi netral, mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa belum sepenuhnya bebas dari tekanan psikologis saat ujian berbasis digital berlangsung. Sehingga, tantangan psikologis seperti kecemasan perlu menjadi perhatian. Keyakinan dalam Menjawab Soal Ujian Digital Pada aspek keyakinan menjawab soal, mayoritas siswa . 1%) merasa yakin dengan kemampuan menjawab soal ujian berbasis digital. Rata-rata skor 57 mencerminkan tingkat keyakinan menjawab soal yang cukup baik. Hanya 9% siswa yang merasa tidak yakin. Data ini mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa telah memiliki kepercayaan terhadap kompetensi kognitifnya terutama keterampilan yang diperlukan dalam konteks ujian berbasis digital. Pengelolaan Waktu Selama Ujian Pada pengelolaan waktu, sebanyak 52. 9% siswa merasa mampu mengatur waktu dengan baik saat ujian berbasis digital, hal ini terlihat pada skor rata-rata 59 hal ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa telah mengembangkan kemampuan manajemen waktu yang relatif efektif, meskipun 41. 2% masih berada di posisi netral. Kenyamanan Dengan Ujian Berbasis Digital Pada indikator kenyaman dalam ujian berbasis digital, indikator ini memiliki skor rata-rata tertinggi, yakni 3. 75 dengan 56. 9% siswa merasa nyaman menggunakan teknologi saat ujian. Ini menunjukkan bahwa siswa telah beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan ujian berbasis digital, meskipun 8% siswa yang masih kurang nyaman. Kesimpulan Pada dasarnya, siswa telah mampu menyesuaikan diri dengan penilaian . berbasis digital dengan baik. Meski perlu peningkatan pada aspek kecemasan yang mana sebagian siswa belum terbiasa dengan penilaian berbasis digital sehingga timbul gejala-gejala psikologis yang dapat mengganggu konsentrasi siswa dalam menjalani penilaian berbasis digital. Jurnal Al Ulum Vol. 03 No. 01 Januari-Juni 2025 Saran bagi Lembaga Pendidikan ketika akan menerapkan penilaian berbasis digital agar lebih dikuatkan lagi aspek persiapan pelaksanaan penilaian berbasis Supaya mental siswa dalam menghadapi asesmen berbasis digital lebih siap dan kuat. Daftar Pustaka