JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9797 VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2024 (Halaman 19-. Diterima: Desember 2023 Disetujui: Januari 2024 Dipublikasikan: April 2024 PELATIHAN SENI KHUTBAH BAGI KADER MUBALIGH MUHAMMADIYAH SE-KECAMATAN DAU MALANG Ahmad Fatoni 1. Murdiono2. Program Studi Pendidikan Bahasa Arab. Fakultas Agama Islam. Universitas Muhammadiyah Malang * e-mail Korespodensi : murdiono@umm. ABSTRAK Program "Pelatihan Seni Khutbah bagi Kader Mubaligh Muhammadiyah Se-Kecamatan Dau. Malang" bertujuan meningkatkan keterampilan berbicara dan penulisan khutbah para kader. Metodenya melibatkan pelatihan interaktif dengan teknik seperti role-playing dan simulasi khutbah, memungkinkan peserta mengasah kemampuan berbicara secara praktis. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam seni berbicara, struktur khutbah, pemilihan tema, keterampilan penulisan, dan interaksi dengan Program ini tidak hanya menciptakan perubahan pada tingkat individu, tetapi juga memberikan dampak positif pada kegiatan dakwah di komunitas, terlihat dari peningkatan partisipasi masyarakat, pemahaman nilai-nilai keIslaman, dan perubahan perilaku. Melalui jejaring, kader berhasil membangun kolaborasi dan solidaritas, menciptakan lingkungan yang mendukung pertukaran ide. Rekomendasi untuk menjaga dampak positif mencakup memperluas jangkauan pelatihan, memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk memperluas jejaring, serta melibatkan pemangku kepentingan lain. Kesimpulannya, program ini berhasil mencapai tujuan utamanya, membentuk kader yang mampu menjadi agen perubahan dan pemimpin berdaya dalam memperkaya kehidupan beragama di Kecamatan Dau. Malang. Kata kunci: Pelatihan Seni Khutbah. Kader Mubaligh Muhammadiyah. ABSTRACT The program "Training in the Art of Sermon for Mubaligh Muhammadiyah Cadres in Dau District. Malang" aims to enhance the speaking and sermon-writing skills of the cadres. The method involves interactive training with techniques such as role-playing and sermon simulations, allowing participants to sharpen their speaking skills practically. Evaluation results demonstrate a significant improvement in public speaking, sermon structure, theme selection, writing skills, and interaction with the audience. The program not only instigates changes at the individual level but also yields positive impacts on community preaching activities, evident in increased public participation, enhanced understanding of Islamic values, and behavioral changes. Through networking, cadres successfully establish collaborations and solidarity, creating an environment supportive of idea exchange. Recommendations to sustain these positive impacts include expanding the training outreach, utilizing technology and social media to broaden the network, and involving other In conclusion, the program successfully achieves its primary objective, molding cadres capable of being change agents and empowered leaders in enriching religious life in Dau District. Malang. Keywords: Sermon Art Training. Mubaligh Muhammadiyah Cadres. Fatoni et al. Pelatihan Seni Khutbah Bagi Kader Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9797 VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2024 (Halaman 19-. Diterima: Desember 2023 Disetujui: Januari 2024 Dipublikasikan: April 2024 Kedua. Pemilihan Bahasa yang Tidak Tepat: Beberapa Mubaligh mungkin kurang . PENDAHULUAN memperhatikan pemilihan kata-kata yang Mubaligh . engkhotbah tepat dalam khutbah mereka(Santoso, 2. Ini bisa membuat pesan menjadi sulit menyampaikan ajaran agama Islam dan dipahami oleh jamaah atau bahkan nilai-nilai moral kepada jamaah. Di dalam menimbulkan salah pengertian. Terdapat Muhammadiyah. Islam masalah serius yang dihadapi oleh kader terkemuka di Indonesia, para Mubaligh Mubaligh Muhammadiyah sekecamatan berperan penting dalam penyebaran ajaran Dau. Malang, terkait pemilihan bahasa yang Islam yang sejalan dengan prinsip-prinsip tidak tepat dalam khutbah mereka. Sebagian organisasi ini. Dalam konteks Kecamatan Mubaligh mungkin kurang memperhatikan Dau. Malang, keberadaan Mubaligh betapa pentingnya memilih kata-kata yang Muhammadiyah sangat signifikan, sesuai dalam menyampaikan pesan agama mereka bertanggung jawab atas penyebaran kepada jamaah(Arfandi, 2. Dampak dari ajaran agama Islam di masyarakat pemilihan bahasa yang tidak tepat dalam setempat(Baidhawy, 2. Namun, seiring khutbah bisa sangat merugikan, dan ini dengan perubahan zaman, tuntutan terhadap mencakup beberapa masalah utama. Mubaligh semakin kompleks. Mereka harus Kesulitan Pemahaman. Salah menghadapi beragam tantangan dalam konsekuensi utama dari penggunaan bahasa menjalankan tugas penyampaian ajaran yang tidak tepat adalah kesulitan dalam agama, terutama dalam bentuk khutbah. pemahaman pesan yang disampaikan oleh Beberapa masalah yang dihadapi oleh Mubaligh. Jamaah mungkin kesulitan Mubaligh Muhammadiyah di Kecamatan mengikuti atau memahami khutbah secara Dau. Malang. Yaitu pertama. Penyampaian benar jika bahasa yang digunakan terlalu Tidak Efektif: Terkadang, rumit atau tidak sesuai dengan pemahaman penyampaian khutbah oleh Mubaligh kurang Mereka mungkin tidak memiliki Penggunaan bahasa yang tidak tepat keterampilan berbicara yang baik, seperti dapat menyebabkan kesalahan pemahaman. intonasi yang tepat, volume suara yang Jamaah mungkin menginterpretasikan pesan Mubaligh secara berbeda dari yang mempertahankan perhatian jamaah(Bachtiar dimaksudkan, yang dapat menyebabkan et al. , 2. Hal ini dapat membuat pesan kebingungan atau bahkan pemahaman yang yang disampaikan tidak sampai dengan baik salah tentang ajaran agama(Jamuin, 2. kepada audiens. Seperti Khutbah yang Ketidaknyamanan atau Tidak Nyaman, terlalu panjang dapat mengakibatkan Penggunaan kata-kata beberapa dampak negatif yang perlu merendahkan, atau kontroversial dapat membuat jamaah merasa tidak nyaman atau Kehilangan Perhatian Jamaah. Ketika bahkan tersinggung selama khutbah. Hal ini khutbah berlangsung terlalu lama, jamaah dapat merusak suasana dalam masjid dan dapat kehilangan minat dan konsentrasi mengganggu fokus ibadah. Kurangnya Daya Tarik Pesan. Bahasa yang kurang menarik Ini atau kreatif dapat membuat pesan khutbah efektivitas pesan yang ingin disampaikan menjadi kurang menarik. Jamaah mungkin oleh Mubaligh(Alfian, 2. kehilangan minat dalam mendengarkan Selain itu. Jamaah juga memiliki khutbah jika bahasa yang digunakan tidak keterbatasan waktu, terutama pada hari mampu memikat dan mempertahankan Jumat ketika mereka perlu kembali bekerja perhatian mereka(Ali, 2. Untuk atau melanjutkan aktivitas lainnya setelah mengatasi masalah ini, perlu dilakukan shalat Jumat. Khutbah yang terlalu panjang upaya serius dalam meningkatkan pemilihan dapat menghambat mobilitas mereka. bahasa yang tepat dalam khutbah oleh kader Fatoni et al. Pelatihan Seni Khutbah Bagi Kader Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9797 VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2024 (Halaman 19-. Diterima: Desember 2023 Disetujui: Januari 2024 Dipublikasikan: April 2024 Mubaligh Muhammadiyah sekecamatan Dau. Malang. Solusi-solusi yang dapat diterapkan Mubaligh tentang betapa pentingnya bahasa yang tepat, memahami audiens dengan baik, menggunakan bahasa yang sederhana, relevan, dan menghindari bahasa yang merendahkan atau kontroversial(Abdullah. Selain itu, pelatihan bahasa, sesi umpan balik, dan mempelajari contoh khutbah yang baik dapat membantu Mubaligh dalam meningkatkan kemampuan mereka dalam memilih kata-kata yang sesuai dalam menyampaikan pesan agama kepada Ketiga . Struktur Khutbah yang Kurang Baik: Khutbah yang tidak memiliki struktur yang baik dapat mengurangi daya Pemahaman tentang bagaimana membangun khutbah yang memiliki pengenalan menarik, penyampaian pesan utama yang kuat, dan penutup yang efektif adalah kunci untuk mempertahankan perhatian jamaah. Keempat . Konten Khutbah yang Kurang Bermutu: Mubaligh perlu memastikan bahwa konten yang mereka sampaikan dalam khutbah memiliki nilai dan relevansi yang tinggi. Terkadang, khutbah mungkin tidak cukup terhubung dengan kehidupan sehari-hari jamaah atau kurang menggali ajaran agama yang Al-Quran Hadis(Murdiono et al. , 2. Kelima. Ketidakrelevan dengan Masalah Sosial: Dalam menghadapi perubahan zaman, penting bagi Mubaligh untuk dapat menghubungkan ajaran agama dengan masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat setempat. Terlalu fokus pada aspek-aspek teologis tanpa mengaitkannya dengan konteks kontemporer dapat membuat khutbah terasa jauh dari kehidupan seharihari(Taufiq et al. , 2. Pengabdian masyarakat merupakan suatu bentuk komitmen untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui pemecahan masalah yang dihadapi oleh kelompok atau komunitas tertentu. Salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang signifikan adalah program pelatihan, khususnya dalam konteks "Pelatihan Seni Fatoni et al. Pelatihan Seni Khutbah Bagi Kader Khutbah Kader Mubaligh Muhammadiyah se-Kecamatan Dau. Malang. " Program ini dirancang dengan tujuan utama untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para kader Mubaligh Muhammadiyah di wilayah Kecamatan Dau. Malang, sebagai lingkungan yang kaya akan potensi dan keanekaragaman masyarakat, memiliki tantangan tersendiri terutama dalam upaya menyampaikan pesan agama melalui Melalui pelatihan seni khutbah. Mubaligh Muhammadiyah dapat mengembangkan keterampilan komunikasi dan keahlian berbicara yang lebih baik, sehingga mereka dapat menjadi pemimpin spiritual yang efektif dan mampu memberikan pandangan agama secara jelas dan persuasif kepada Pentingnya pelatihan seni khutbah ini dapat dilihat dari beberapa aspek. Pertamatama, menyampaikan pesan dengan baik adalah keterampilan kunci bagi seorang kader Mubaligh Muhammadiyah. Dengan memiliki keahlian ini, mereka dapat lebih efektif dalam menyebarkan ajaran agama dan nilai-nilai Islam kepada masyarakat. Sebuah khutbah yang baik bukan hanya mampu menyampaikan informasi, tetapi juga mampu memotivasi dan menginspirasi Selain itu, pelatihan seni khutbah juga dapat membantu para kader Mubaligh Muhammadiyah dalam memahami berbagai isu kontemporer yang dihadapi oleh Dengan pemahaman yang mendalam tentang kondisi sosial, ekonomi, dan politik, mereka dapat mengaitkan ajaran agama dengan kehidupan sehari-hari, memberikan solusi konkret, dan menjadi pemimpin yang relevan dalam konteks Program ini juga memiliki dampak positif dalam memperkuat jaringan dan Mubaligh Muhammadiyah. Melalui sesi pelatihan, mereka dapat berbagi pengalaman, belajar satu sama lain, dan membangun hubungan yang erat. Solidaritas yang terbentuk dapat Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9797 VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2024 (Halaman 19-. Diterima: Desember 2023 Disetujui: Januari 2024 Dipublikasikan: April 2024 menjadi pondasi yang kuat untuk pelayanan mereka kepada masyarakat. Selain memberikan manfaat bagi para kader Mubaligh Muhammadiyah, pelatihan seni khutbah ini juga dapat memberikan dampak positif secara lebih luas kepada Khutbah yang berkualitas dapat menjadi sarana penyuluhan dan edukasi yang efektif, membantu masyarakat untuk memahami ajaran agama dengan lebih baik, meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai moral, dan mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Dengan demikian, perlunya pelatihan seni Mubaligh Muhammadiyah se-Kecamatan Dau. Malang, menjadi sangat penting dalam konteks pengabdian masyarakat. Program ini bukan hanya sebagai investasi dalam pengembangan pribadi para kader, tetapi juga sebagai kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas spiritual dan moral masyarakat secara keseluruhan. METODE Pengabdian masyarakat yang fokus pada pelatihan seni khutbah bagi kader Mubaligh Muhammadiyah di Kecamatan Dau. Malang, meningkatkan keterampilan berbicara dan pemahaman isi khutbah. Program ini dirancang untuk memberdayakan kader Mubaligh Muhammadiyah menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara lebih efektif kepada masyarakat. Berikut adalah metode pengabdian masyarakat yang dapat diterapkan dalam konteks ini: Pertama: Identifikasi Kebutuhan : Pertama-tama, tim pengabdian masyarakat kebutuhan(Amin, 2. Ini dilakukan melalui survei atau wawancara dengan kader Mubaligh Muhammadiyah untuk menentukan area-area di mana mereka merasa perlu meningkatkan keterampilan berbicara dan pemahaman isi Kedua : Desain Program Pelatihan : Berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan, desain program pelatihan yang Fatoni et al. Pelatihan Seni Khutbah Bagi Kader Ini mencakup pemilihan materi pelatihan, penyusunan modul, dan penentuan metode pengajaran yang sesuai. Fokus pada pengembangan keterampilan berbicara, penulisan khutbah, serta pemahaman mendalam terhadap konten yang disampaikan. Tabel 1: Rincian Materi Pelatihan No Materi Pelatihan Seni Berbicara Deskripsi Teknik-teknik dan gestur untuk meningkatkan daya tarik dan pemahaman Struktur Langkah-langkah Khutbah khutbah dengan benar Pemilihan Cara memilih tema Tema dan dan konten khutbah Konten yang relevan dan Keterampilan Teknik Penulisan yang efektif untuk yang padat dan jelas Interaksi Cara berinteraksi dan merespons tanggapan Pendengar Ketiga Pelaksanaan Pelatihan : Setelah selesai direncanakan desain program, pelaksanaan pelatihan akan dilakukan secara Metode aktif seperti role-playing, diskusi kelompok, dan simulasi khutbah akan digunakan untuk memberikan pengalaman praktis kepada peserta. (Murdiono, 2. Keempat Pembimbingan dan Evaluasi : Sesi pembimbingan akan diberikan secara teratur untuk memberikan umpan balik dan Mubaligh Muhammadiyah. Selain itu, evaluasi berkala perkembangan mereka dan menyesuaikan program pelatihan sesuai kebutuhan yang Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9797 VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2024 (Halaman 19-. Diterima: Desember 2023 Disetujui: Januari 2024 Dipublikasikan: April 2024 Tabel 2: Tahapan Pelaksanaan Pelatihan No Tahap Pelaksanaan Pendahuluan . HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Sosialisasi Pelatihan Intensif Sesi-sesi dengan metode materi oleh ahli Pembimbingan dan Sesi-sesi Umpan Balik kelompok untuk dan bimbingan kepada peserta Evaluasi Akhir Evaluasi untuk kader Mubaligh Muhammadiyah Kelima Penyebaran Hasil Dokumentasi : Setelah selesai dilaksanakan pelatihan, hasilnya disebarluaskan kepada komunitas sekitar(Murdiono et al. , 2. Dokumentasi berupa laporan kegiatan, rekaman video pelatihan, dan materi pelatihan dibuat untuk diakses oleh kader Mubaligh Muhammadiyah sebagai referensi di masa mendatang. Melalui metode ini. Mubaligh Muhammadiyah keterampilan berbicara dan pemahaman isi menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan lebih efektif dan memotivasi Pengabdian masyarakat ini dirancang untuk memberikan pelatihan seni khutbah kepada kader Mubaligh Muhammadiyah di Kecamatan Dau. Malang. Melalui program ini, fokus diberikan pada peningkatan keterampilan berbicara dan pemahaman isi Evaluasi dan dampak positif dari kegiatan ini memberikan gambaran yang mendalam tentang keberhasilan program. Meningkatan Keterampilan Berbicara dan Penulisan Khutbah Program pelatihan seni khutbah memberikan dampak yang nyata pada peningkatan keterampilan berbicara dan penulisan khutbah para kader. Metode pelatihan yang interaktif, seperti simulasi memberikan peserta pengalaman langsung Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan pada aspek-aspek kunci, termasuk seni berbicara, struktur khutbah, pemilihan tema dan konten, keterampilan penulisan, serta interaksi dengan pendengar. Tabel Evaluasi Peningkatan Keterampilan Berbicara dan Penulisan Khutbah. Aspek Keteram Seni Berbicara Struktur Khutbah Pemilihan Tema dan Konten Keterampi Penulisan Interaksi Pendengar Sebelu Pelatih Rendah Setela Pelati Tinggi Peningk Sedang Tinggi Rendah Tinggi Sedang Tinggi Rendah Tinggi Peningkatan keterampilan berbicara dan penulisan khutbah merupakan inti dari program pelatihan seni khutbah bagi kader Fatoni et al. Pelatihan Seni Khutbah Bagi Kader Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9797 VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2024 (Halaman 19-. Diterima: Desember 2023 Disetujui: Januari 2024 Dipublikasikan: April 2024 Mubaligh Muhammadiyah di Kecamatan Dau. Malang. Melalui berbagai metode dan pendekatan yang terstruktur, program ini berhasil memberikan dampak positif yang signifikan pada kemampuan para kader dalam menyampaikan pesan keagamaan secara lebih efektif dan meyakinkan( Murdiono, 2. Pertamatama, seni berbicara menjadi fokus utama dalam upaya peningkatan keterampilan para kader. Metode pelatihan yang interaktif, seperti simulasi khutbah dan role-playing, kesempatan untuk mengasah kefasihan berbicara dan memperluas repertoar ekspresi verbal mereka. Sesi latihan ini tidak hanya memperbaiki intonasi dan artikulasi, tetapi juga membantu peserta mengatasi rasa gugup dan meningkatkan kepercayaan diri dalam menyampaikan Sementara khutbah juga menjadi fokus kritis dalam program ini. Para kader diajarkan mengenai struktur khutbah yang efektif, cara pemilihan tema dan konten yang relevan, serta teknik penulisan yang dapat menggugah perasaan pendengar. Dengan menyertakan pendekatan praktis dalam sesi-sesi latihan, peserta belajar menyusun khutbah dengan narasi yang kuat, argumentasi yang meyakinkan, dan pesan yang dapat diingat oleh pendengar. Salah satu aspek yang mencolok dari peningkatan keterampilan berbicara adalah peningkatan kemampuan peserta dalam membangun struktur khutbah yang terorganisir dengan baik. Sebelum pelatihan, banyak peserta cenderung memiliki kesulitan dalam menyusun khutbah yang jelas dan terstruktur. Namun, setelah terlibat dalam sesi pelatihan yang mendalam, mereka dapat mengidentifikasi dan mengaplikasikan langkah-langkah penting dalam menyusun khutbah, seperti pendahuluan yang menarik, pengembangan isi yang sistematis, dan kesimpulan yang Pemilihan tema dan konten khutbah menjadi elemen penting dalam menarik minat pendengar. Dalam sesi pelatihan, para kader diajarkan untuk memahami Fatoni et al. Pelatihan Seni Khutbah Bagi Kader kebutuhan dan kepentingan audiens Mereka belajar untuk memilih tema yang relevan dengan situasi dan masalah yang dihadapi oleh masyarakat Pemilihan konten yang tepat juga ditekankan, sehingga khutbah yang disampaikan memiliki daya tarik dan relevansi bagi pendengar. Keterampilan penulisan khutbah ditekankan melalui pengenalan teknik penulisan yang efektif. Para peserta dilibatkan dalam latihan menulis khutbah dengan bahasa yang jelas, persuasif, dan memotivasi. Mereka diajarkan untuk menggunakan gaya bahasa yang sesuai dengan audiens mereka dan membangun argumen yang kuat untuk mendukung pesan keagamaan yang ingin Evaluasi yang dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan menunjukkan peningkatan yang konsisten dalam semua penulisan khutbah. Angka-angka yang tercatat pada tabel evaluasi mencerminkan kesuksesan program dalam membentuk para kader menjadi pemimpin yang mampu menyampaikan pesan keagamaan dengan lebih bermakna dan memotivasi. Secara keterampilan berbicara dan penulisan khutbah ini bukan hanya memberikan dampak positif pada para peserta secara individu, tetapi juga mengukir perubahan positif pada kegiatan dakwah di komunitas. Para kader yang memiliki keterampilan berbicara dan penulisan khutbah yang baik menyampaikan ajaran agama secara masyarakat dengan nilai-nilai keagamaan yang kuat. Dengan demikian, program pelatihan seni khutbah ini telah membawa kontribusi yang positif dalam membentuk dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama di Kecamatan Dau. Malang. Dampak Positif pada Kegiatan Dakwah di Komunitas Dampak positif pada kegiatan dakwah di komunitas menjadi salah satu poin krusial yang menggambarkan Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9797 VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2024 (Halaman 19-. Diterima: Desember 2023 Disetujui: Januari 2024 Dipublikasikan: April 2024 keberhasilan dan relevansi dari program pelatihan seni khutbah bagi kader Mubaligh Muhammadiyah di Kecamatan Dau. Malang. Program pelatihan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan individu para kader, tetapi juga untuk memberikan kontribusi yang signifikan pada tingkat komunitas dalam penyampaian pesan keagamaan yang lebih Seiring keterampilan berbicara dan penulisan khutbah para kader, terjadi perubahan nyata dalam cara pesan-pesan keagamaan disampaikan dan diterima oleh masyarakat. Kemampuan para kader dalam merancang dan menyampaikan khutbah yang kuat meningkatkan daya tarik dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan dakwah. Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan menjadi lebih dapat diterima dan memiliki dampak yang lebih besar, membentuk persepsi positif tentang agama dan nilainilai keIslaman masyarakat(Murdiono. Ahmad Fatoni. Salah satu dampak yang paling terlihat adalah peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan. Keterampilan berbicara yang ditingkatkan menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan lebih jelas, menggugah perasaan, dan memotivasi masyarakat untuk terlibat Kehadiran yang lebih besar dalam kegiatan shalat, ceramah, dan kegiatan keIslaman dorongan positif yang berasal dari penyampaian pesan yang lebih kuat dan Selain itu, terjadi peningkatan dalam pemahaman masyarakat terhadap nilainilai keIslaman. Keterampilan penulisan khutbah yang lebih baik membantu para kader untuk merancang khutbah dengan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari Pesan-pesan keIslaman yang disampaikan tidak hanya bermuara pada teori, tetapi juga memberikan pandangan praktis yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari Fatoni et al. Pelatihan Seni Khutbah Bagi Kader keluarga hingga pekerjaan. Efek jangka panjang dari peningkatan partisipasi masyarakat dan pemahaman terhadap nilainilai keIslaman tersebut juga tercermin dalam perubahan perilaku. Masyarakat yang lebih terlibat dan terdorong oleh pesan-pesan keIslaman yang disampaikan oleh para kader menjadi lebih cenderung menjalani kehidupan yang lebih sesuai dengan ajaran agama. Hal ini menciptakan budaya keIslaman yang lebih kuat di komunitas, di mana nilai-nilai moral dan etika agama menjadi landasan utama dalam pengambilan keputusan dan interaksi sosial. Selain itu, dampak positif pada kegiatan dakwah di komunitas juga dapat diukur dari peningkatan kepedulian masyarakat terhadap isu-isu sosial dan Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan melalui khutbahkhutbah yang lebih persuasif dan relevan mendorong masyarakat untuk lebih peka terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh komunitas. Para kader Mubaligh Muhammadiyah menjadi agen perubahan yang menginspirasi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, menciptakan dampak positif yang lebih luas di luar ranah agama. Terakhir, dampak positif pada kegiatan dakwah di komunitas juga tercermin dalam penguatan nilai-nilai sosial dan kerukunan antarumat beragama. Para kader yang pesan-pesan keIslaman dengan bijak dan toleran membantu membangun citra agama yang damai dan menghargai keberagaman di tengah masyarakat. Dengan demikian, program pelatihan seni khutbah tidak hanya menciptakan perubahan pada tingkat individu dan masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada harmoni dan kerukunan sosial di Kecamatan Dau. Malang. Peran Jejaring Penguatan Komunitas Dakwah Peran jejaring dalam penguatan komunitas dakwah menjadi aspek penting yang turut menandai kesuksesan dari program pelatihan seni khutbah bagi kader Mubaligh Muhammadiyah di Kecamatan Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9797 VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2024 (Halaman 19-. Diterima: Desember 2023 Disetujui: Januari 2024 Dipublikasikan: April 2024 Dau. Malang. Jejaring, dalam konteks ini, bukan hanya melibatkan hubungan antarindividu, tetapi juga melibatkan membangun di antara para kader Dalam masyarakat, jejaring menjadi pendorong utama dalam pembentukan lingkungan yang mendukung pertukaran ide dan Diskusi kelompok, forum, memungkinkan para peserta untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh selama pelatihan. Jejaring ini tidak hanya terbatas pada lingkup lokal, tetapi juga dapat melibatkan jejaring yang lebih luas, seperti melibatkan kader dari kecamatan lain atau jaringan dakwah yang lebih besar. Peran jejaring ini menciptakan efek positif pada penguatan komunitas dakwah dalam beberapa cara. Pertama, melalui pertukaran ide, para kader dapat menggali lebih dalam konsep-konsep keagamaan dan memahami metode dakwah yang telah terbukti efektif di tempat lain. Pengalaman berbagi ini membantu para kader untuk melihat keragaman dalam praktik dakwah dan menyesuaikan pendekatan mereka sesuai dengan karakteristik unik komunitas Jejaring juga memungkinkan para kader untuk menjalin kolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan dakwah yang lebih besar dan berkelanjutan. Misalnya, lembaga-lembaga keagamaan, organisasi sosial, atau pemerintah setempat untuk mendukung program-program dakwah yang lebih luas dan berdampak. Kolaborasi semacam ini membuka pintu bagi sumber daya dan dukungan yang lebih besar, memperkuat efek positif yang dapat dicapai dalam skala yang lebih besar. Jejaring juga memainkan peran kunci dalam membangun solidaritas Dengan membentuk jejaring yang kuat, para kader dapat merasa didukung dan saling memotivasi satu sama lain. Dukungan ini tidak hanya bersifat praktis, seperti berbagi Fatoni et al. Pelatihan Seni Khutbah Bagi Kader sumber daya atau pengalaman, tetapi juga bersifat moral dan psikologis. Ketika para kader merasa terhubung dan saling berkontribusi pada kegiatan dakwah meningkat, menciptakan lingkungan yang dinamis dan bersemangat. Selain itu, jejaring memungkinkan adanya program pelatihan atau kegiatan dakwah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Para kader dapat merencanakan kegiatan bersama, seperti seminar, lokakarya, atau kampanye dakwah, yang melibatkan lebih banyak peserta dan memberikan dampak yang lebih besar. Dengan demikian, jejaring tidak hanya memberikan manfaat dalam hal pertukaran informasi, tetapi juga pengembangan kegiatan yang lebih besar dan bervisi. Penting juga untuk dicatat bahwa jejaring ini tidak terbatas pada para kader saja, melainkan dapat melibatkan seluruh Jejaring yang melibatkan masyarakat secara keseluruhan dapat menjadi platform untuk memperluas dampak kegiatan dakwah. Melibatkan warga komunitas dalam proses pembuatan keagamaan, atau melibatkan mereka dalam proyek-proyek memperdalam ikatan antara para kader dakwah dan masyarakat yang mereka Secara keseluruhan, peran jejaring dalam penguatan komunitas dakwah bukan hanya memperkaya keterampilan dan pengetahuan para kader, tetapi juga menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan kegiatan Dengan terjalinnya jaringan kerjasama yang kuat, para kader tidak hanya dapat meraih kesuksesan di tingkat individu, tetapi juga memperluas dampak positifnya ke seluruh komunitas. Saran Pengabdian Rekomendasi