Jurnal Peduli Masyarakat Volume 7 Nomor 4. Juli 2025 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM PENINGKATAN KUALITAS HIDUP MELALUI PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI EFFECTIVE COMMUNICATION TRAINING SERVICE PADA KADER POSYANDU Dwi Sulisetyawati*. Atiek Murharyati. Setiyawan Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Kusuma Husada Surakarta. Jl. Jaya Wijaya No. Kadipiro. Kec. Banjarsari. Kota Surakarta. Jawa Tengah 57136. Indonesia *dwi. sulisetyawati@ukh. ABSTRAK Kualitas hidup kader posyandu sangat penting sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat terutama di wilayah desa. Peningkatan kualitas hidup kader posyandu ditunjukkan dengan kualitas kesehatan fisik, mental maupun kesejahteraan sosial. Peran besar dari kader posyandu dalam pelayanan kesehatan masyarakat bisa dilaksanakan dengan meningkatkan kemampuan kader posyandu dalam melakukan pembinaan masyarakat khususnya dibidang kesehatan, menyampaikan informasi dengan baik, sehingga kader posyandu harus mampu melakukan ketrampilan komunikasi dengan baik dan Fenomena tersebut menjadi penting dilakukan pengabdian kepada masyarakat khususnya kader posyandu tentang kualitas hidup perawat dan komunikasi efektif baik secara teori maupun ketrampilan Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Balai Pertemuan Kelurahan Plesungan wilayah kerja Puskesmas Gondangrejo pada bulan Mei 2025. Pengabdian kepada masyarakat akan diberikan dalam bentuk sosialisasi dengan diberikan materi tentang komunikasi efektif, peran kader posyandu dalam implementasi komunikasi efektif, dan kualitas hidup kader posyandu. Jumlah kader posyandu yang hadir sebagai peserta sejumlah 25 orang. Setelah dilaksanakan sosialisasi tersebut diikuti dengan evaluasi dan monitoring di bulan Juni 2025 sehingga tujuan kegiatan bisa diukur dengan baik dalam upaya peningkatan kualitas hidup dengan meningkatkan kemampuan kader posyandu dalam effective communication sehingga pemberdayaan masyarakat lebih optimal. Setelah kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan maka diketahui kualitas hidup kader posyandu meningkat dari kategori cukup . %) menjadi baik . %), hal ini salah satunya ditunjukkan dengan meningkatnya ketrampilan kemampuan berkomunikasi efektif, melalui berbicara dengan jelas, menyusun kalimat dengan baik, sesuai inti pembicaraan, mudah dimengerti dan dipahami oleh lawan bicara serta kesejahteraan social. Kata kunci: kader posyandu. komunikasi efektif. kualitas hidup IMPROVING QUALITY OF LIFE THROUGH GUIDANCE IN IMPLEMENTING EFFECTIVE COMMUNICATION TRAINING SERVICES ON POSYANDU CADRES ABSTRACT The quality of life of Posyandu cadres is very important as the front guard in public health services, especially in rural areas. Improving the quality of life of Posyandu cadres is indicated by the quality of physical, mental and social welfare health. The major role of Posyandu cadres in public health services can be implemented by improving the ability of Posyandu cadres in conducting community development, especially in the health sector, conveying information well, so that Posyandu cadres must be able to carry out communication skills well and effectively. This phenomenon makes it important to carry out community service, especially Posyandu cadres, regarding the quality of life of nurses and effective communication, both in theory and communication skills. This community service was carried out at the Plesungan Village Meeting Hall in the Gondangrejo Health Center working area in May 2025. Community service will be provided in the form of socialization by providing material on effective communication, the role of posyandu cadres in implementing effective communication, and the quality of life of posyandu cadres. The Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group number of posyandu cadres who attended as participants was 25 people. After the socialization was carried out, it was followed by evaluation and monitoring in June 2025 so that the objectives of the activity could be measured properly in an effort to improve the quality of life by improving the ability of posyandu cadres in effective communication so that community empowerment is more optimal. After the community service activities were carried out, it was discovered that the quality of life of the Posyandu cadres had increased from the sufficient category . %) to good . %). This was indicated by an increase in effective communication skills, through speaking clearly, constructing sentences well, according to the main point of the discussion, easy to understand and comprehend by the person you are talking to, and social welfare. Keywords: effective communication. posyandu cadres. quality of life PENDAHULUAN Kualitas hidup adalah sebuah konsep yang menggambarkan persepsi seseorang terhadap pemenuhan kebutuhan melalui pengalaman kerja dalam organisasi, sehingga tujuan dari kualitas kehidupan kerja dapat selaras dengan fungsi manajemen untuk mengelola SDM yang unggul dan memiliki produktivitas kerja yang maksimal serta karyawan tersebut mendapat kepuasaan pribadi atas pemenuhan kebutuhannya (Brooks & Anderson, 2. kualitas hidup ini penting bagi kader posyandu dalam menjalankan tugas di masyarakat. Kualitas hidup kader posyandu yang baik maka akan berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat melalui pengelolaan program Posyandu (Andriawan dkk, 2. Posyandu diartikan sebagia kegiatan yang dipromosikan sebagai Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) adalah posyandu. Untuk mendorong masyarakat dan memudahkan akses ke layanan kesehatan dasar, kegiatan ini dilakukan dan diberikan kepada Pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan tersebut adalah kader. Kader memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat, mendorong orang untuk pergi ke posyandu, dan menganjurkan gaya hidup bersih dan sehat (Permendagri, 2. Posyandu adalah upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang dimiliki oleh masyarakat dan masuk ke dalam budaya mereka. Ini berfungsi sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dengan menyampaikan informasi dan keterampilan petugas kepada masyarakat dan antar sesama masyarakat, serta mendekatkan masyarakat pada layanan kesehatan dasar. Dengan kata lain, posyandu adalah "perpanjangan tangan" lembaga kesehatan yang memiliki keunggulan yang memungkinkan mereka secara langsung berinteraksi dengan anggota masyarakat (Kemenkes, 2. Di Indonesia, ada 266. 827 posyandu yang tersebar di seluruh negeri, dengan sekitar 3Ae4 kader per posyandu, atau lebih dari 1 juta kader. Data Riskesdas menunjukkan bahwa hampir 78% penimbangan balita dilakukan di posyandu. Kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya kader posyandu sebagai orang pertama yang membantu masyarakat melalui posyandu. Namun, banyak staf yang tidak memiliki pemahaman dan kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas (Kemenkes, 2. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dewi dan Anisa pada tahun 2018 menemukan bahwa pelatihan komunikasi meningkatkan pengetahuan kader poyandu tentang Peningkatan kredibilitas Sumber Daya Manusia, dalam hal ini kader posyandu balita, dapat memengaruhi peran serta atau partisipasi masyarakat. Keterampilan komunikasi kader posyandu dalam memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat dapat memengaruhi kredibilitas kader posyandu. Kegiatan pengabdian masyarakat oleh Sartika dan Susilawati . menemukan bahwa kader posyandu lebih baik dalam berkomunikasi dan memberikan konseling kepada ibu di posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Garuda. Kota Pekanbaru. Karena kader posyandu dibekali dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan komunikasi dan konseling, hal ini dapat dicapai. Kader Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group posyandu bertanggung jawab untuk menyampaikan informasi kesehatan, dan mereka harus dapat berkomunikasi dengan baik agar ibu-ibu posyandu dapat memahami masalah dan solusinya. Berdasarkan fenomena yang muncul pada kader posyandu di masyarakat adalah terdapat kendala berkomunikasi berupa munculnya perasaan tidak nyaman atau pekewuh . alam Bahasa Jaw. ketika kader muda mengomunikasikan keperluan yang berkaitan dengan posyandu kepada kader yang lebih tua. Begitu pula ketika kader muda diharuskan berkomunikasi dengan masyarakat. Kader muda merasa kurang mampu memberikan penjelasan terkait pertanyaan tertentu yang diajukan oleh masyarakat terkait pelaksanaan posyandu. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah kader posyandu mampu memahami tentang effective communication sehingga bisa meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan effective communication sehingga kualitas hidup bisa meningkat dan mampu meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui program-program posyandu. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada tanggal 07 - 08 Mei 2025 kepada kader posyandu sebanyak 25 orang yang berada di wilayah Kelurahan Plesungan Kecamatan Gondangrejo. Koordinasi dalam penentuan jumlah kader posyandu dibantu oleh bidan desa sebagai fasilitator dan koordinasi bersama dengan kepala desa dan puskesmas, semua perijinan dan penyiapan kegiatan bisa dilakukan dengan baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dalam bentuk pemberian materi tentang kualitas hidup, komunikasi efektif serta tahapan atau langkah-langkah dalam komunikasi efektif. Pemaparan materi diikuti dengan diskusi dan praktik diantara peserta sesuai dengan konsep yang sudah disampaikan dengan pendampingan terhadap kader posyandu. Kegiatan penyampaian materi ini juga diikuti dengan adanya pre test dan post test dengan alat ukur berupa kuesioner kualitas hidup berjumlah 17 pertanyaan dan kemampuan komunikasi efektif ada 6 pernyataan, untuk mengetahui dan mengukur pemahaman kader posyandu terhadap materi yang disampaikan dan memberikan gambaran upaya kader posyandu dalam meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara baik sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan pada tanggal 08 Mei 2025 kepada kader posyandu sejumlah 25 kader posyandu yang tersebar di wilayah kerja Puskesmas Gondangrejo, khususnya wilayah Kelurahan Plesungan. Pemilihan di Kelurahan Plesungan karena jumlah penduduk terbesar nomor 2 . di Wilayah Kerja Puskesmas Gondangrejo. Selain itu juga di Wilayah ini masih diperlukan pembekalan terhadap kader posyandu. Berdasarkan tabel 1 diatas maka diketahui bahwa seluruh kader posyandu yang hadir sebagai peserta kegiatan PkM adalah perempuan sebanyak 25 orang . %) dengan tingkat pendidikan SMA sebanyak 9 orang . %) dan SMP . %), sebagian besar berusia di rentang 26-45 tahun . ewasa akhi. sebanyak 9 orang . %). Hal ini menunjukkan bahwa secara tingkat pendidikan sudah memenuhi syarat bagi kader posyandu yaitu bisa menulis dan membaca dengan baik. Pada usia dewasa merupakan rentang usia yang paling panjang untuk bisa membentuk kepribadian seseorang, pada usia ini seseorang berusaha untuk matang pada peran dan produktifitas baik secara individu maupun secara sosial. Kader posyandu didominasi oleh ibu rumah tangga, hal ini menjadi fenomena yang sangat penting karena kader diharapkan memiliki waktu yang fleksibel dan leluasan dalam menjalankan peran dan pelaksanaan program posyandu di masyarakat (Angelina dkk, 2. Selain itu, sebagian besar kader memiliki pengalaman kerja sebagai kader posyandu lebih dari 5 tahun sehingga hal ini menjadi penting dalam menyikapi setiap permasalahan yang berkaitan dengan peran kader posyandu di masyarakat (Kemenkes RI, 2. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group Tabel 1. Distribusi Frekuensi Peserta Pengabdian kepada Masyarakat n=. Karakteristik Jenin kelamin Usia Tingkat pendidikan Pekerjaan Pengalaman Keterangan Perempuan 26-35 tahun . ewasa awa. 36-45 tahun . ewasa akhi. 46-55 tahun . ansia awa. 56-65 tahun . ansia akhi. SMP SMA Diploma i Sarjana Tidak bekerja/ IRT Petani/ Buruh Wiraswasta PNS/ Swasta < 5 tahun 6-10 tahun > 10 tahun Tabel 2. Komunikasi Efektif Kader Posyandu Pernyataan Orang yang saya ajak berkomunikasi mengerti apa yang saya sampaikan Lawan bicara saya menanggapi pembicaraan sesuai dengan harapan saya Ucapan saya jelas saat berkomunikasi Saya dapat menangkap semua yang dikatakan oleh lawan bicara Saya dapat menyusun kata-kata dengan baik ketika saya berbicara Saya mampu berbicara langsung pada inti Sebelum Sesudah Keterangan: 1 = Tidak pernah. 2= Kadang-kadang. 3= Sering Berdasarkan tabel 2, diketahui bahwa kemampuan komunikasi efektif yang dimiliki oleh kader posyandu sebelum diberikan materi dan ketrampilan adalah sebagian besar berada pada kondisi masih kurang dalam menyusun kata-kata dengan baik saat berbicara dan ketika berbicara belum mampu langsung pada inti pembicaraan tetapi masih meggunakan kalimat yang panjang dan terkesan membingungkan. Kemudian seteah dilakukan pemberian materi tentang komunikasi efektif, langkah-langkah dalam melakukan komunikasi efektif maka kemampuan komunikasi efektif kader meningkat yaitu 88% orang yang diajak berbicara mengerti apa yang disampaikan, lawan bicara menanggapi pembicaraan sesuai haapan, kalimat yang disusun jelas dan mudah dimengerti, serta mampu berbicara langsung pada inti pembicaraan. Hal ini bisa dilihat dari kader saat melakukan komunikasi antar kader. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group Tabel 3. Kualitas Hidup Kader Posyandu sebelum dan sesudah diberikan Materi dan Pendampingan Pelatihan Komunikasi Efektif Kualitas Hidup Baik Cukup Kurang Sebelum Sesudah Berdasarkan Tabel 3 diketahui bahwa sebelum diberikan materi dan ketrampilan mayoritas dari kader posyandu memiliki kualitas hidup dengan kategori cukup sebanyak 19 orang . %). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar kader posyandu cukup memiliki ketrampilan dalam memberikan pelayanan kesehatan, kemampuan dalam komunikasi yang baik dalam pelayanan kesehatan, cukup bisa dalam melaksanakan peran dalam menyampaikan informasi kesehatan di masyarakat dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan di posyandu yang berkualitas. Setelah diberikan pendampingan dan materi ketrampilan komunikasi efektif dalam menjalankan peran sebagai kader posyandu, maka diperoleh hasil yang signifikan yaitu sebagian besar kader memiliki kualitas hidup yang baik sebesar 92%. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas hidup kader meningkat seiring dengan kemampuan kader dalam ketrampilan memberikan pelayanan kesehatan, melakukan komunikasi yang efektif dalam pelayanan kesehatan maupun menjalankan peran tugas yang lain serta hal ini penting dalam meningkatkan kualitas hidup kader posyandu baik secara kualitas kesehatan secara umum maupun kesejahteraan sosial. Pemberian materi berlangsung dengan sangat baik, dimana dipaparkan mengenai komunikasi efektif, pentingnya peran kualitas hidup kader posyandu yang meliputi kesehatan fisik, kesehatan mental, kesehatan sosial dan kesejahteraan secara umum sehingga salah satu peran kader posyandu akan berjalan baik melalui komunikasi efektif. Pelaksanaan PkM diikuti oleh peserta kader posyandu dengan antusias dan lancar. Hasil pre test yang diisikan oleh kader posyandu, sebagian besar memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang masih kurang tentang komunikasi efektif serta kualitas hidup dari kader posyandu diketahui sebagian besar dalam kategori sedang. Setelah diberikan materi baik teori maupun gambaran praktik komunikasi efektif maka kemampuan dan pengetahuan kader posyandu meningkat, diketahui dari hasil post tesnya yaitu pengetahuan kader posyandu tentang komunikasi efektif dan ketrampilan komunikasi efektif dalam kategori baik . %), serta terjadi peningkatan kualitas hidup kader posyandu menjadi tinggi . %). Dalam upaya memaksimalkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu dengan sasaran kader posyandu ini menjadi penting dalam meningkatkan kualitas hidup kader posyandu dengan memfasilitasi peningkatan kompetensi dalam komunikasi efektif sehingga diperlukan adanya pelatihan terkait keterampilan komunikasi pada kader Posyandu di Puskesmas Gondangrejo sebagai penunjang keberlangsungan kegiatan Posyandu di daerah kader masing-masing. Kualitas hidup kader posyandu yang baik maka akan berdampak pada optimalnya peran kader posyandu dalam menjalankan tugas dan perannya memberikan pelayanan kesehatan, menyampaikan informasi, melakukan pendataan, meningkatkan kualitas kesehatan di masyarakat. SIMPULAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Kelurahan Plesungan dengan peserta 25 kader posyandu melalui pendampingan pelatihan komunikasi efektif mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader posyandu dalam menjalankan tugas dan peran di masyarakat, yaitu kader posyandu mampu meningkatkan kemampuan dalam ketrampilan berkomunikasi effektif, menyampaikan informasi, menyusun kalimat yang sesuai dan jelas serta berkomunikasi langsung Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group pada inti pembicaraan. Hal ini menjadi upaya yang penting dalam meningkatkan kualitas hidup kader posyandu. Peningkatan ketrampilan dalam komunikasi efektif mampu meningkatkan kualitas hidup kader posyandu dari kategori cukup . %) menjadi kategori baik . %). Pelatihan ketrampilan komunikasi efektif bisa dilakukan secara kontinyu agar memfasilitasi kader posyandu dalam meningkatkan kemampuan dan kualitas hidupnya. DAFTAR PUSTAKA