PENELITIAN ASLI PELATIHAN PUBLIC SPEAKING BAGI REMAJA DI SMAN 1 PANTAI LABU Defhany*1. Rachel Mia Lorenza Lumbantoruan2. Evi Enitari Napitupulu3. Nurhawati Simamora4. Mega Ulva Sari Sihombing5. Oktavia Dabukke6 1,2,3,4,5 Fakultas Komunikasi dan Perpustakaan Universitas Sari Mutiara Indonesia Jalan Kapten Muslim No. 79 Medan Info Artikel Riwayat Artikel: Diterima: 16 Juni 2025 Direvisi: 21 Juni 2025 Diterima: 28 Juni 2025 Diterbitkan: 09 Juli 2025 Kata kunci: public speaking, remaja, komunikasi Penulis Korespondensi: Rachel Mia Lorenza Lumbantoruan Email: rachelmialorenza@gmail. Abstrak Kemampuan berbicara di depan umum . ublic speakin. merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh remaja, terutama dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan pendidikan lanjutan. Namun, banyak siswa SMK yang masih merasa kurang percaya diri dan belum memiliki teknik berbicara yang efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan public speaking kepada siswasiswi SMK Negeri 1 Pantai Labu agar mereka mampu meningkatkan kemampuan komunikasi lisan secara efektif dan percaya diri. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah interaktif, simulasi, dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keberanian berbicara, struktur penyampaian, dan penggunaan bahasa tubuh. Pelatihan ini memberikan dampak positif dalam membentuk karakter percaya diri dan komunikasi yang baik pada Jurnal Abdimas Mutiara e-ISSN: 2722-7758 Vol. 06 No. Juli, 2025 (P268-. Homepage: https://e-journal. sari-mutiara. id/index. DOI: https://10. 51544/jam. Copyright A 2025 by the Authors. Published by Program Studi: Sistem Informasi Fakultas Sain dan Teknologi Informasi Universitas Sari Mutiara Indonesia. This is an open access article under the CC BY-SA Licence (Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Licens. Pendahuluan Kemampuan komunikasi merupakan aspek fundamental dalam kehidupan manusia, terutama dalam era globalisasi yang ditandai oleh keterbukaan informasi dan interaksi lintas budaya. Salah satu bentuk komunikasi yang paling penting dan sering dihadapi dalam kehidupan akademik maupun profesional adalah public speaking. Public speaking bukan hanya berbicara di depan orang banyak, tetapi merupakan proses menyampaikan pesan secara terstruktur, persuasif, dan menarik kepada audiens (Lucas, 2. Menurut teori komunikasi interpersonal DeVito . , efektivitas komunikasi sangat dipengaruhi oleh pesan, saluran, dan kepercayaan diri komunikator. Dalam konteks pendidikan, kemampuan public speaking memberikan pengaruh besar terhadap keberhasilan siswa dalam menyampaikan ide, mempresentasikan tugas, berargumentasi, bahkan dalam wawancara kerja. Hal ini menjadi semakin relevan bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dipersiapkan untuk langsung terjun ke dunia kerja maupun melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi. Namun kenyataannya, banyak siswa SMK yang belum memiliki kecakapan berbicara di depan umum secara efektif. Berdasarkan observasi awal dan wawancara singkat dengan guru di SMK Negeri 1 Pantai Labu, sebagian besar siswa mengaku canggung, gugup, bahkan menghindari berbicara di depan kelas. Hal ini diperkuat oleh riset Kemendikbudristek . yang menunjukkan bahwa 60% siswa SMK merasa tidak percaya diri ketika harus tampil di forum terbuka. Kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: belum adanya pelatihan khusus public speaking di sekolah, metode pembelajaran yang kurang mendorong ekspresi lisan siswa, serta kurangnya pembiasaan berbicara di depan publik sejak dini. Selain itu, dalam konteks digital saat ini, remaja lebih terbiasa berkomunikasi secara daring dan pasif melalui media sosial, yang berdampak pada penurunan keterampilan komunikasi lisan secara Oleh karena itu, diperlukan sebuah intervensi edukatif melalui kegiatan pelatihan public speaking yang dirancang secara praktis, komunikatif, dan menyenangkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada siswa SMK Negeri 1 Pantai Labu dalam meningkatkan kemampuan public speaking mereka, baik secara verbal maupun nonverbal, serta menumbuhkan kepercayaan diri untuk tampil di depan umum. Metode Pelaksanaan Kegiatan pelatihan public speaking ini dilaksanakan dalam satu hari pada 27 Mei 2025, bertempat di aula SMK Negeri 1 Pantai Labu. Peserta pelatihan adalah 50 siswa kelas XI dari berbagai jurusan yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru. Pelatihan dirancang dalam bentuk sesi interaktif yang dibagi ke dalam beberapa tahapan agar materi tidak hanya dipahami secara teoritis tetapi juga dapat langsung dipraktikkan oleh peserta. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh kepala sekolah dan perkenalan fasilitator dari tim dosen dan mahasiswa Universitas Sari Mutiara Indonesia. Selanjutnya, pelatihan dimulai dengan sesi ceramah interaktif mengenai pengertian public speaking, pentingnya kemampuan berbicara di depan umum, unsur-unsur dalam komunikasi efektif, serta cara mengatasi rasa gugup dan membangun kepercayaan diri. Dalam sesi ini, peserta juga diajak berdiskusi mengenai pengalaman pribadi mereka saat tampil di depan kelas. Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi dan praktik langsung. Peserta diminta menyusun dan menyampaikan pidato singkat berdasarkan tema yang mereka pilih, misalnya AuPentingnya DisiplinAy. AuPeran Remaja dalam Era DigitalAy, atau AuMotivasi BelajarAy. Setiap peserta diberi waktu tampil selama 3Ae5 menit. Penampilan mereka direkam dan dievaluasi oleh fasilitator berdasarkan tiga aspek utama: isi dan struktur pidato, teknik penyampaian . ntonasi, artikulas. , serta ekspresi nonverbal . estur, mimik, dan kontak mat. Di akhir kegiatan, dilakukan refleksi bersama dan pemberian umpan balik konstruktif terhadap penampilan peserta. Setiap siswa diberikan catatan perbaikan serta motivasi untuk terus mengasah kemampuan mereka melalui latihan mandiri atau kelompok di sekolah. Hasil Dan Pembahasan Pelaksanaan pelatihan public speaking dilaksanakan pada hari Selasa, 27 Mei 2025. Pelatihan tersebut diikuti oleh 50 orang peserta yang dimulai pada pukul 08. 30 WIB sampai 11. WIB. Acara pelatihan dimulai dengan pembukaan oleh MC, kata sambutan oleh perwakilan guru SMK Negeri 1 Pantai Labu, perkenalan singkat tim Pengabdian Masyarakat, penyampaian materi pelatihan, sesi diskusi interaktif, praktek public speaking, foto bersama serta penutupan acara pelatihan. Gambar 1: kata sambutan oleh perwakilan guru SMK Negeri 1 Pantai Labu Pelatihan public speaking yang dilaksanakan ini menghasilkan sejumlah capaian positif yang signifikan, baik dari sisi peningkatan keterampilan siswa maupun dari antusiasme mereka dalam mengikuti kegiatan. Materi pelatihan disampaikan secara bertahap, dimulai dari pemahaman teori dasar hingga praktik langsung. Materi pelatihan disusun secara sistematis dan disampaikan menggunakan pendekatan Tahapan pertama adalah penyampaian teori dasar public speaking, termasuk pengertian, tujuan, dan urgensinya dalam kehidupan pelajar dan profesional. Fasilitator menjelaskan bahwa public speaking tidak terbatas pada pidato formal, tetapi mencakup semua bentuk komunikasi lisan yang dilakukan di hadapan orang banyak, seperti presentasi tugas, wawancara, dan kegiatan organisasi. Selanjutnya, siswa dibekali materi tentang struktur pidato atau presentasi yang efektif, yang terdiri atas tiga bagian utama: pembukaan . , isi . , dan penutup . Peserta diajak berdiskusi mengenai cara membuat pembukaan yang menarik perhatian . ttention grabbe. , mengembangkan isi yang logis dan mendalam, serta menyampaikan penutup yang ringkas dan kuat. Setelah memahami struktur, peserta diperkenalkan pada teknik vokal dan artikulasi, termasuk pentingnya mengatur intonasi, kecepatan bicara, volume suara, serta kejelasan dalam Latihan pernapasan dan artikulasi sederhana dilakukan bersama-sama sebagai pembuka sebelum sesi praktik. Tidak kalah penting, pelatihan juga menekankan komunikasi nonverbal, seperti ekspresi wajah, gerakan tangan, postur tubuh, dan kontak mata. Fasilitator memberikan contoh nyata dan membandingkan cara penyampaian yang efektif dengan yang tidak efektif, sehingga peserta bisa secara langsung memahami dampak bahasa tubuh dalam komunikasi lisan. Gambar 2: Penyampaian Materi oleh Pemateri Adapun materi utama yang dibawakan selama pelatihan meliputi: Pengertian dan pentingnya public speaking: siswa diberikan pemahaman bahwa public speaking adalah seni berbicara di depan umum dengan tujuan menyampaikan informasi, membujuk, atau menghibur audiens. Disampaikan bahwa kemampuan ini sangat penting dalam dunia kerja, pendidikan, bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Mengatasi rasa takut dan grogi: materi ini menekankan pada pengendalian emosi dan cara-cara praktis mengurangi rasa gugup, seperti teknik pernapasan, positive self-talk, dan persiapan matang sebelum tampil. Struktur pidato atau presentasi yang baik: peserta diajarkan membuat kerangka pidato yang terdiri dari pembukaan . ttention grabbe. , isi . enjabaran ide utam. , dan penutup . esimpulan atau ajaka. Penekanan juga diberikan pada logika penyusunan pesan yang runut dan mudah dipahami. Teknik vokal dan artikulasi: peserta diajak mengenali pentingnya intonasi, volume suara, kecepatan berbicara, serta kejelasan pengucapan agar pesan yang disampaikan terdengar meyakinkan. Komunikasi nonverbal: disampaikan pula pentingnya bahasa tubuh, seperti kontak mata, ekspresi wajah, gerakan tangan, dan postur tubuh dalam memperkuat pesan yang disampaikan. Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi presentasi. Masing-masing peserta diminta menyusun pidato singkat berdasarkan tema tertentu yang telah disepakati bersama, misalnya: AuPeran Remaja dalam Menjaga LingkunganAy. AuPentingnya Disiplin di SekolahAy, dan AuImpian Saya di Masa DepanAy. Setiap peserta tampil di depan kelas dan diberi waktu 3Ae5 menit untuk menyampaikan pidatonya. Simulasi ini menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar peserta. Meskipun beberapa masih terlihat gugup, secara umum mereka menunjukkan peningkatan kepercayaan diri yang signifikan dibandingkan kondisi awal. Penampilan peserta kemudian dievaluasi secara langsung oleh fasilitator dan rekan sebaya, berdasarkan tiga aspek utama yaitu isi pidato, penyampaian vokal, dan komunikasi nonverbal. Gambar 3: Simulai Pidato Singkat Berdasarkan evaluasi hasil pelatihan, terdapat beberapa perkembangan signifikan yang diamati oleh fasilitator: Peningkatan kepercayaan diri: Sebelum pelatihan, mayoritas siswa merasa malu atau takut tampil. Setelah sesi simulasi dan latihan singkat, sekitar 85% peserta menyatakan lebih percaya diri untuk berbicara di depan teman-temannya. Hal ini didukung oleh pengamatan langsung saat siswa tampil di depan umum dengan ekspresi yang lebih . Kemampuan menyusun dan menyampaikan pidato: Melalui panduan struktur tiga bagian . embukaan, isi, dan penutu. , siswa mulai memahami cara menyampaikan pesan secara runtut. Pada awal pelatihan, pidato mereka cenderung spontan dan acak, namun setelah diberikan contoh dan latihan, struktur pidato mereka menjadi lebih sistematis dan komunikatif. Penggunaan bahasa tubuh dan ekspresi nonverbal: Banyak peserta yang awalnya berdiri kaku dan tidak melakukan kontak mata, mulai menunjukkan peningkatan dengan gestur tangan yang mendukung, senyum, serta arah pandang ke audiens. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran siswa terhadap komunikasi nonverbal meningkat. Antusiasme dan keterlibatan aktif: Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat sangat antusias, aktif bertanya, dan memberikan respon yang positif terhadap kegiatan. Mereka juga mampu memberikan umpan balik terhadap penampilan teman sekelompoknya, menunjukkan bahwa mereka mulai memahami kriteria presentasi yang baik. Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi siswa, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan komunikasi yang esensial dalam kehidupan akademik maupun sosial. Adanya pendekatan praktik langsung, diskusi, dan umpan balik menjadikan pelatihan ini menyenangkan serta mudah diserap oleh siswa SMK. Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari pendekatan yang digunakan, yaitu menggabungkan teori dengan praktik secara langsung, serta menciptakan suasana belajar yang inklusif dan Selain meningkatkan keterampilan teknis, pelatihan ini juga berkontribusi pada pembentukan karakter, terutama aspek keberanian, percaya diri, dan kemampuan Kesimpulan Kegiatan pelatihan public speaking bagi siswa SMK Negeri 1 Pantai Labu memberikan hasil yang positif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi lisan siswa. Dalam waktu satu hari, kegiatan ini berhasil menciptakan perubahan perilaku komunikasi siswa, terutama dalam hal kepercayaan diri, penyusunan materi lisan, serta pemahaman terhadap ekspresi verbal dan Pelatihan ini menunjukkan bahwa pendekatan interaktif dan berbasis praktik sangat efektif dalam mengembangkan keterampilan public speaking, khususnya pada remaja SMK yang selama ini belum mendapatkan perhatian khusus dalam bidang ini. Tidak hanya memberikan manfaat dalam konteks akademik, keterampilan ini juga sangat penting untuk bekal mereka memasuki dunia kerja atau jenjang pendidikan lebih tinggi. Disarankan agar pelatihan serupa dapat dilaksanakan secara berkala, bahkan dijadikan program ekstrakurikuler atau muatan lokal di sekolah. Pelibatan guru sebagai fasilitator internal juga penting agar keberlanjutan program dapat terjaga. Selain itu, pengembangan media pembelajaran seperti video latihan, modul mandiri, dan kelas presentasi mingguan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan kemampuan public speaking siswa SMK. Saran Agar pelatihan public speaking berdampak lebih luas dan berkelanjutan, disarankan agar kegiatan serupa dilaksanakan secara rutin di sekolah. Pihak sekolah dapat mengintegrasikan materi public speaking ke dalam kegiatan ekstrakurikuler atau pembelajaran muatan lokal. Selain itu, guru perlu dilibatkan sebagai fasilitator lanjutan agar siswa mendapatkan pendampingan yang berkesinambungan. Pembuatan media belajar sederhana dan kerja sama berkelanjutan antara sekolah dan perguruan tinggi juga direkomendasikan untuk menunjang pengembangan keterampilan komunikasi siswa secara menyeluruh. Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada SMK Negeri 1 Pantai Labu yang telah memberikan izin untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Referensi