JIEB: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis pAeISSN: 0000-0000 e-ISSN: 0000-0000 Vol. No. Juni 2024 Arah Baru Pendidikan Manajemen Madrasah Sistem Pendidikan Islam di Era Globalisasi Candra Kirana STAI Raudhatul Ulum Sakatiga Email: candrakirana@stit-ru. id faiz@stit-ru. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep Arah Baru Pendidikan Berbasis Madrasah Dalam Orientasi Pendidikan Islam di Era Globalisasi. Metode dalam penelitian ini lebih menekankan pada jenis penelitian kepustakaan . ibrary researc. diperoleh dari buku yang berhubungan dengan definisi & system dan orientasi Pendidikan islam di era globalisasi, sejarah & kedudukan madrasah dalam system pendidikan nasional, & peranan madrasah dalam membentuk moral & akhlak anak bangsa. Teknik pengambilan data melalui sumber buku, jurnal, artikel maupun majalah dan internet yang berhubungan dengan definisi & system orientasi Pendidikan islam di era globalisasi, sejarah & kedudukan madrasah dalam system pendidikan nasional, & peranan madrasah dalam membentuk moral & akhlak anak Analisis data menggunakan teknik analisis yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan . Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pendidikan islam berbasis madrasah diorientasikan pada penyadaran, humanisasi, dan pembinaan akhlakul karimah. Kedudukan madrasah baru menjadi sangat jelas ketika keluar Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 1990 sebagai penjelasan UUSPN 1989 yang salah satu diktumnya menyatakan bahwa Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama yang berciri khas Islam Agama yang diselenggarakan Departemen Agama masing-masing disebut Madrasah Ibtidaiyah. Madrasah Tsanawiyah . asal 4 ayat . Selain itu sistem madrasah sebagai perpaduan antara Pendidikan system pondok yang khusus mengajarakan agama Islam dengan system Pendidikan yang mengajarakan ilmu pengetahuan umum. Melihat hakikat pendidikan madrasah yang mencoba mengintegrasikan antara agama dan ilmu pengetahuan dan kedudukannya yang kuat dalam sistem pendidikan nasional, maka madrasah memainkan peran sebagai Media Sosialisasi Nilai-Nilai Ajaran Agama. Pemelihara Tradisi Keagamaan . aintenance of Islamic traditio. Membentuk Akhlaq dan Kepribadian. Benteng Moralitas Bangsa. Lembaga Pendidikan Alternatif. Kata Kunci : Pendidikan. Manajemen. Madrasah. Globalisasi Abstract This study aims to determine the concept of New Direction of Madrasah-Based Education in the Orientation of Islamic Education in the Era of Globalization. The method in this study emphasizes more on the type of library research obtained from books related to the definition & system and orientation of Islamic Education in the era of globalization, history & position of Page 51 of 72 Arah Baru Pendidikan Manajemen Madrasah Sistem Pendidikan Islam di Era Globalisasi Candra Kirana madrasahs in the national education system, & the role of madrasahs in shaping the morals & ethics of the nation's children. Data collection techniques through sources of books, journals, articles or magazines and the internet related to the definition & system of orientation of Islamic Education in the era of globalization, history & position of madrasahs in the national education system, & the role of madrasahs in shaping the morals & ethics of the nation's children. Data analysis uses analysis techniques proposed by Miles and Huberman with the stages of data reduction, data presentation and drawing conclusions . The results of the study show that madrasah-based Islamic education is oriented towards awareness, humanization, and fostering of noble morals. The position of the new madrasah became very clear when Government Regulation No. 28 of 1990 as an explanation of the 1989 UUSPN, one of the dictums of which states that Elementary Schools and Junior High Schools that are characterized by Islamic Religion organized by the Ministry of Religion are respectively called Madrasah Ibtidaiyah. Madrasah Tsanawiyah . rticle 4 paragraph . In addition, the madrasah system is a combination of the Islamic boarding school education system that specifically teaches Islam with the education system that teaches general knowledge. Seeing the nature of madrasah education that tries to integrate religion and science and its strong position in the national education system, madrasahs play a role as a Media for the Socialization of Religious Teaching Values. Maintainers of Religious Traditions . aintenance of Islamic traditio. Forming Morals and Personality. Fortress of National Morality. Alternative Education Institutions. Keywords: Education. Management. Madrasah. Globalization PENDAHULUAN Pendidikan Islam dari sudut etimologi atau ilmu akar kata sering digunakan istilah taklim dan tarbiyah dari kata Auallama dan robba yang dipergunakan di dalam Al-QurAoan. Sekalipun kata tarbiyah lebih luas konotasinya yaitu mengandung arti memelihara, membesarkan, mendidik Sekaligus mengandung makna mengajar (Nata. Dalam struktur pendidikan di Indonesia pendidikan agama Islam mendapat tempat terhormat. Mata pelajaran agama bersifat wajib dan menjadi bagian integral dari kurikulum lembaga persekolahan di semua jenjang pendidikan, mulai dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi. Di luar lembaga pendidikan umum juga tersedia dan tersebar sedemikian banyak lembaga pendidikan Islam yang tentu saja lebih terkonsentrasi atau setidak-tidaknya memberikan posisi lebih besar kepada mata pelajaran agama Islam. Hal itu suatu cerminan kentalnya sikap religiusitas masyarakat di bumi nusantara ini dan sudah seharusnya dimaknai secara positif dengan menyuguhkan praktik pendidikan agama yang sebaik mungkin, baik dalam segi kualitas maupun relevansinya. Hal tersebut tentunya menjadi kepedulian para ahli, perencana, dan praktisi pendidikan agama Islam di Indonesia (Imam, 2. Page 52 of 72 JIEB: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis. Vol. No. Juni 2024 Sesuai dengan tuntunan era globalisasi sebagaimana yang telah dipaparkan diatas, pendidikan Islam di lembaga persekolahan rasanya perlu diposisikan sebagai program andalan dan ruh bagi pembentukan moralitas warga negara yang berbasiskan nilai-nilai dasar keagamaan. Dengan demikian, bahwa pendidikan agama Islam adalah pembangun watak, pembinaan etika dan moral. Dalam konteks ini, agama Islam tentu saja lebih dimaknai sebagai sumber nilai dan pegangan hidup. Ukuran keberhasilannya terletak pada indeks perbaikan moral. Dengan begitu pendidikan agama Islam tidak hanya tampil dan berperan sebagai pemberi pegangan hidup di level masing-masing Individu, tetapi juga sebagai pemberi kesejukan dan keselamatan bagi kehidupan masyarakat, bangsa dan negara secara keseluruhan. METODE PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep Arah Baru Pendidikan Berbasis Madrasah Dalam Orientasi Pendidikan Islam di Era Globalisasi. Metode dalam penelitian ini lebih menekankan pada jenis penelitian kepustakaan . ibrary research (Subagyo, 1. diperoleh dari buku yang berhubungan dengan definisi & system dan orientasi Pendidikan islam di era globalisasi, sejarah & kedudukan madrasah dalam system pendidikan nasional, & peranan madrasah dalam membentuk moral & akhlak anak bangsa. Teknik pengambilan data melalui sumber buku, jurnal, artikel maupun majalah dan internet yang berhubungan dengan definisi & system dan orientasi Pendidikan islam di era globalisasi, sejarah & kedudukan madrasah dalam system pendidikan nasional, & peranan madrasah dalam membentuk moral & akhlak anak bangsa. Analisis data menggunakan teknik analisis yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan . (Sugiyono, 2. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pendidikan islam berbasis madrasah diorientasikan pada penyadaran, humanisasi, dan pembinaan akhlakul karimah. Kedudukan madrasah baru menjadi sangat jelas ketika keluar Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 1990 sebagai penjelasan UUSPN 1989 yang salah satu diktumnya menyatakan bahwa Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama yang berciri khas Islam Agama yang diselenggarakan Departemen Agama masing-masing disebut Madrasah Ibtidaiyah. Madrasah Tsanawiyah . asal 4 Page 53 of 72 Arah Baru Pendidikan Manajemen Madrasah Sistem Pendidikan Islam di Era Globalisasi Candra Kirana ayat . Selain itu sistem madrasah sebagai perpaduan antara Pendidikan system pondok yang khusus mengajarakan agama Islam dengan system Pendidikan yang mengajarakan ilmu pengetahuan umum. Melihat hakikat pendidikan madrasah yang mencoba mengintegrasikan antara agama dan ilmu pengetahuan dan kedudukannya yang kuat dalam sistem pendidikan nasional, maka madrasah memainkan peran sebagai Media Sosialisasi Nilai-Nilai Ajaran Agama. Pemelihara Tradisi Keagamaan . aintenance of Islamic traditio. Membentuk Akhlaq dan Kepribadian. Benteng Moralitas Bangsa. Lembaga Pendidikan Alternatif. HASIL & PEMBAHASAN Orientasi Pendidikan Islam di Era Globalisasi Sejalan dengan pemikiran Prof. Dr. Said Agil bahwa krisis moneter diikuti oleh krisis ekonomi yang telah melanda bangsa Indonesia, boleh jadi berpangkal pada krisis akhlak. Banyak kalangan menyatakan bahwa persoalan bangsa ini akibat merosotnya moral bangsa dengan mewabahnya korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Diberbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara karena itu, tuntutan untuk melakukan reformasi secara menyeluruh harus menyentuh pada aspek yang berkaitan dengan bidang akhlak, sebab, akhlak yang buruk serta kualitas keimanan dan ketakwaan masyarakat yang buruk merupakan factor utama tumbuh suburnya praktik- praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (Mustofa, 2. Selain itu, realitas di masyarakat sampai saat ini dapat kita saksikan, bahwa di satu sisi dapat dikatakan pendidikan berhasil mencetak para ilmuan dan cendikiawan, namun sisi lain dapat dikatakan belum berhasil membentuk generasi yang berkarakter akhlak mulia, karena masih banyak sekali perilaku tidak terpuji yang terjadi di masyarakat. Mulai dari kalangan tingkat tinggi sampai pada kalangan bawah, sebagai contoh penyalagunaan wewenang, korupsi, manipulasi, perampokan, pencurian, pembunuhan, pelecehan seksual dan merebaknya pengguna narkoba yang tidak hanya merusak si pemakai akan tetapi juga akan berakibat kepada orang lain. Perubahan zaman yang berjalan sangat pesat menuntut adanya perubahanperubahan mendasar dalam penyelenggaraan pendidikan. Karena itu, di era globalisasi ini perlu ada rumusan orientasi pendidikan Islam yang sesuai dengan Page 54 of 72 JIEB: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis. Vol. No. Juni 2024 perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Maka pendidikan Islam harus diorientasikan kepada tiga hal, yaitu : Pendidikan Islam sebagai proses penyadaran Pada dasarnya Pendidikan nasional yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan serta harkat dan martabat bangsa, mewujudkan manusia serta masyarkaat Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berkualitas, mandiri, sehingga mampu membangun dirinya dan masyarakat sekelilingnya serta dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Tujuan pendidikan manusia Indonesia itu, diwujudkan melalui sistem pendidikan nasional (Neviyarni, 2. Pendidikan Islam sebagai proses penyadaran ini menghendaki sebuah system pendidikan yang dialogis, bukan system pembelajaran ala bank . anking educatio. Melalui pendidikan yang dialogis, peserta didik sejak semula sudah terasah untuk mencurahkannya pikiran-pikirannya dalam menganalisis pengalaman-pengalaman atau realitas social yang mengitarinya. Dalam pendidikan yang dialogis ini, guru tidak lebih superior daripada murid. Keduanya didudukkan dalam posisi yang sama, sehingga tidak ada yang namanya subyek dan obyek. Baik guru atau murid sama sama menjadi subyek belajar, sedangkan yang menjadi obyeknya adalah pengalaman masing-masing dan kondisi social yang berkembang ketika itu. Pendidikan sebagai proses penyadaran di sini tidak saja diimplementasikan dalam institusi-institusi pendidikan formal, akan tetapi juga harus dipraktikkan dalam lingkugan keluarga dan masyarakat sebagai institusi pendidikan informal dan nonformal. Pendidikan Islam sebagai proses humanisasi Proses humanisasi dalam pendidikan Islam dimaksudkan sebagai upaya mengembangkan manusia sebagai makhluk hidup yang tumbuh dan berkembang dengan segala potensi . yang ada padanya. Manusia dapat dibesarkan . otensi jasmaniya. dan diberdayakan . otensi rohaniya. agar dapat berdiri sendiri dan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena itu, upaya humanisasi melalui pendidikan Islam harus dimulai dengan humanisasi semua unsur, seperti : tujuan, kurikulum, proses, kepemimpinan, tenaga pendidik, lingkungan pendidikan, dan Page 55 of 72 Arah Baru Pendidikan Manajemen Madrasah Sistem Pendidikan Islam di Era Globalisasi Candra Kirana Pendidikan juga merupakan salah satu wahana dalam mengembangkan potensi akal manusia. John Dewey berpendapat bahwa pendidikan merupakan suatu proses pembentukan kemampuan dasar, baik menyangkut daya piker . maupun daya perasaan . menuju ke arah tabiat dan manusia biasa (Armai, 2. Menurut Aburrahman Saleh Abdullah sebagaimana dikutip oleh Armai Arief bahwa tujuan pendidikan dibangun atas tiga komponen sifat dasar manusia yaitu. tubuh, ruh dan akal (Arief, 2. Dengan demikian secara konseptual pendidikan berusaha untuk menciptakan pertumbuhan dan perkembangan yang seimbang antara semua potensi jiwa manusia, yaitu menyelaraskan fungsi fisik, akal perasaan atau daya spiritual manusia untuk menjadi baik secara individual maupun secara kolektif yang pada akhirnya membawa manusia tersebut sempurna dalam hidupnya. Pendidikan Islam sebagai pembinaan akhlaq al-karimah Pembinaan akhlaq sebagai salah satu orientasi pendidikan Islam di era globalisasi ini adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar. Sebab eksis tidaknya suatu bangsa sangat ditentukan oleh akhlak masyarakatnya. Jika akhlaknya baik, maka bangsa tersebut akan eksis, sebaliknya jika akhlaknya bobrok maka bangsa tersebut akan segera musnah. Untuk itu, pendidikan Islam harus dikembalikan al-karimah, mengesampingkan dimensi-dimensi penting lainnya yang harus dikembangkan dalam institusi pendidikan, baik formal, informal maupun nonformal (Ahmad, 2. Di dalam dunia Pendidikan Islam moral yang baik biasa disebut akhlak Mahmudah, yaitu segala tingkah laku yang terpuji, dapat disebut juga akhlak fadhillah, (A)AOEA, akhlak yang utama. Al-Ghazali menggunakan istilah munjiyat (A )IIOAyang berarti segala sesuatu yang memberikan kemenangan atau kejayaan (Yatimin, 2. Akhlak yang baik dilahirkan oleh sifat-sifat yang baik. Oleh karena itu, hal jiwa manusia dapat menelurkan perbuatan-perbuatan lahiriah. Tingkah laku zahir dilahirkan oleh tingkah laku batin berupa sifat dan kelakuan (Tualeka, 2. Selain itu juga Toto Tasmara dalam bukunya AuKecerdasan RuhaniahAy mengemukakan bahwa karakteristik yang terkandung dalam jiwa Fathanah antara Page 56 of 72 JIEB: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis. Vol. No. Juni 2024 The man of wisdom. Mereka tidak hanya menguasai dan terampil melaksanakan profesinya, tetapi juga sangat berdedikasi dan dibekali dengan hikmah kebijakan (QS Al-Baqarah 2:. High in integrity. Mereka sangat bersungguh-sungguh dalam segala hal, khususnya dalam meningkatkan kualitas keilmuan dirinya. Mereka tidak hanya memikirkan apa yang tampak, tetapi mampu melihat apa dibalik yang tampak tersebut melalui proses perenungan atau takafur (QS Ali Imran 3:. Willingness to learn. Mereka memiliki motivasi yang sangat kuat untuk terus belajar dan mampu mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang dihadapinya (QS Yusuf 12:. Proactive stance. Mereka bersikap proaktif, ingin memberikan konstribusi positif bagi lingkungannya. Melalui pengalaman dan kemampuan dirinya, ia telah menjadikannya sebagai sosok yang mampu mengambil keputusan yang terbaik dan menjauhi hal-hal yang merugikan (QS Al-Maidah 5:. Faith in god. Mereka sangat mencintai orang Tuhannya dan karenya selalu mendapat petunjuk dari-Nya. Hidupnya bagaikan telah dihibahkan untuk Allah sehingga tumbuh rasa optimis untuk menjadikan Allah sebagai tempat dirinya bersandar atau bertawakal (QS Al-Imran 3:7, 30-31, al-Baqarah 2:. Creditable and reputable. Mereka selalu berusaha untuk menempatkan dirinya sebagai insan yang dapat dipercaya sehingga tidak pernah mau mengingkari janji atau mengkhianati amanah yang dipikulkan kepada dirinya (QS Ar -RaAod 13:19-. Being the best. Selalu ingin menjadikan dirinya sebagai teladan . he excellent exemplar. dan menampilkan untuk kerja yang terbaik (QS Ali Imran 3:. Empathy and compassion. Mereka menaruh cinta kepada orang lain sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri (QS. At-Taubah 9:. Emotional maturity. Mereka memiliki kedewasan emosi, tabah, dan tidak pernah mengenal kata menyerah serta mampu mengendalikan diri dan tidak pernah terperangkap dalamd keputusan yang emosional (QS Luqman 31:. Balance. Mereka memiliki jiwa yang tenang, sebagaimana dikenal dalam AlQurAoan sebagai nafsul Mutmainah (QS al-Fajr 89:27-30. Asy-SyuAoara 26:. Sense of mission. Mereka memiliki arah tujuan atau misi yang jelas dalam kehidupannya (QS at-Taubah 9:33, al-Fath 48:28, ash-Shaff 2:. Page 57 of 72 Arah Baru Pendidikan Manajemen Madrasah Sistem Pendidikan Islam di Era Globalisasi Candra Kirana Sense of competition. Mereka memiliki sikap untuk bersaing dengan sehat. Karena mereka sadar bahwa setiap umat memiliki kiblat dan martabatnya dengan memiliki sense of competition (QS Al-Baqarah 2:. (Tafsir, 2. Pada giliran proses menempuh Pendidikan bertujuan untuk ber-tafaqquh fi addin(Anis, 2. Dasar pokok perspektif dalam Pendidikan Islam adalah sebagai berikut: Ia memandang manusia sebagai makhluk termulia yang ditempatkan di bumi sebagai khalifah Allah SWT. Dan ia . perlu diberi persiapan untuk memenuhi tugas dan tanggung jawab itu. Keistimewaan, kedudukan dan tanggung jawab yang dipegang oleh manusia Kepadanyalah Tuhan menghembuskan roh-Nya dan memberi akal untuk mengetahui dan daya nalar untuk membuat pilihan cerdas. Kualifikasi manusia untuk misinya di bumi bergantung pada pemahaman yang wajar terhadap wahyu dan alam jagat. Hanyalah apabila wahyu dan alam jagat menjadi dua sumber ilmu manusia memiliki ilmu yang menyeluruh dan Melalui akalnya, manusia dapat memperoleh ilmu . untuk memahami alam jagat. Melalui rasul-rasul manusia akan memahami dirinya, nasibnya dan makna tujuan hidup ini. Nabi-nabi adalah guru-guru dan guru-guru adalah wahli waris bagi nabi-nabi. Profesi keguruan adalah kelanjutan dari berbagai misi nabi-nabi. Jadi hanyala orang-orang yang memiliki akhlak yang mulia dan memiliki kemampuan yang tinggi hendak memasuki profesi dan pekerjaan ini. Rasulullah yang selalu menjadi teladan. Kualitas-kualitas utama yang penting dimiliki oleh guru-guru ada dua macam. yaitu pertama yang bersangkut paut dengan watak dan karakter, iman, sikap dan akhlak dan kedua yang berkaitan dengan persiapan saintifiknya (Langgulung, 2. Berbicara tentang Pendidikan tentu sebaiknya dimulai dari membiacarakan apa sebetulnya esensi Pendidikan tersebut. Dipandang dari sudut defenisi Pendidikan yang dikemukakan oleh para pakar Pendidikan, dari sekian banyak itu Page 58 of 72 JIEB: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis. Vol. No. Juni 2024 dapat diambil kesimpulan bahwa hakikat Pendidikan itu adalah proses pembentukan manusia kea rah yang dicita-citakan. Dengan demikian. Pendidikan Islam, proses pembentukan manusia sesuai dengan tuntunan islam. Dalam teori Pendidikan dikemukakan paling tidak ada tiga hal yang ditransferkan dari si pendidik ke si terdidik, yaitu transfer ilmu, transfer nilai dan transfer perbuatan . ransfer of knowledge, transfer of value, transfer of skil. di dalam proses pentransferan nilai berlangsungnya Pendidikan. Disebabkan itulah proses Pendidikan itu bisa berlangsung secara formal, nonformal, dan informal. Bila Pendidikan itu diatur, dilaksanakan dengan peraturanperaturan yang ketat seperti lamanya belajar, materi pelajaran, waktu, tingkatan, umur, pendidik, sertifikat, dan lain sebagainya hal yang seperti ini dapatlah disebutkan sebagai pendidik formal. Selain itu ada juga proses Pendidikan itu yang tidak diatur sedemikian rigitnya seperti disebutkan terdahulu, maka hal itu dapat disebutkan sebagai pendidik nonformal. Di samping itu ada pula jenis Pendidikan yang lebih memberikan kepada proses pergaulan yang mendalam yang bersifat mempribadi antara si pendidik dengan si terdidik, seperti hubungan orang tua dengan anaknya di rumah tangga. Pada saat tertentu si orang tua, tanpa disengaja dan dirancang menumbuhkan nilai-nilai . kepada anaknya, hal yang seperti ini digolongkan kepada Pendidikan informal. Berdasarkan ungkapan di atas, dapat dimaklumi betapa luasnya ruang lingkup Pendidikan, sehingga setiap perbuatan yang pada intinya pentransferan ilmu, nilai, aktivitas, dan keterampilan dapat disebut dengan Pendidikan. Karena itu, dapat dipastikan Pendidikan Islam itu telah berlangsung di Indonesia sejak mubaligh pertama melakukan kegiatannya dalam rangka menyampaikan keislaman baik dalam bentuk pentransferan pengetahuan, nilai, dan aktivitas maupun dlaam pembentukan Jika demikian, pemahaman yang diberikan terhadap Pendidikan, maka para pedagang dan/atau mubaligh tersebut adalah pendidik sebab mereka melaksanakan tugas-tugas kependidikan. Dengan demikian, pulai dimaklumi bahwa Pendidikan adalah kunci utama dalam proses islamisasi yang efektif di Indonesia (Haidar, 2. Untuk mencari makna dan hakikat Pendidikan, maka perlu dicari ciri-ciri esensial aktivitas Pendidikan, sehingga dapat dipilah mana aktivitas Pendidikan dan mana yang bukan, untuk itu perlu dicari unsur dasar Pendidikan. Noeng Muhadjir Page 59 of 72 Arah Baru Pendidikan Manajemen Madrasah Sistem Pendidikan Islam di Era Globalisasi Candra Kirana menjelaskan ada lima unsur dasar, yaitu adanya unsur pemberi dan penerima. Unsur pemberi dan penerima baru bermakna Pendidikan kalau dibarengi dengan unsur ketiga, yaitu adanya tujuan baik. Jika hanya hubungan pemberi dan penerima saja yang ada ini belum dapat dikatakan aktivitas Pendidikan, tanpa dibarengi dengan tujuan baik, sebab hubungan antara pemberi dan penrima dan hubungan yang seperti itu belum dikatakan aktivitas Pendidikan. Unsur berikutnya yakni unsur keempat cara atau jalan yang baik. Hal ini terkait Selanjutnya unsur kelima adalah konteks yang positif upaya pendidik adalah menumbuhkan konteks positif dengan menjauhi konteks negatif. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dari unsur dasar tersebut. Pendidikan dapat diteruskan sebagai aktivitas interaktif antara si pendidik dan subjek didik untuk mencapai tujuan baik dengan cara baik dalam konteks positif. Dengan diungkapkannya unsur dasar Pendidikan dapat dijadikan acuan tentang apakah aktivitas pedagang dan mubaligh yang melakukan aktivitas proses Islamisasi di Indonesia ini dapat digolongkan sebagai aktivitas Pendidikan? Pertama dilihat dari proses pemberi dan penerima. Dalam hal ini pedagang dan/atau mubaligh sebagai pemberi, masyarakat penduduk pribumi yang dijadikan objek sebagai Kedua, tujuan baik. Aktivitas yang dilakukan mengandung unsur tujuan Ajaran Islam yang disampaikan jelas mengundang tujuan baik, mencakup tujuan keilmuan . , tujuan keimanan . , tujuan pengabdian . , dan tujuan akhlak . Unsur cara/jalan keterkaitannya dengan nilai. Pedagang dan mubaliqh di dalam menyampaikan ajaran-ajaran Islam terkait dengan menimbulkan nilai-nilai baik bagi subjek didik. konteks positif adalah konteks yang dapat memberi pengaruh atau efek pada aktivitas Pendidikan. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa aktivitas yang dilakukan oleh para mubaliqh awal yang datang ke Indonesia, baik hanya sebagai mubaligh an sich, maupun hanya sebagai pedagang yang berperan sebagai mubaligh adalah kegiatan yang dapat digolongkan kepada aktivitas Pendidikan. Degnan demikian. Pendidikan Islam di Indonesia ini telah berlangsung sejak masuknya Islam Page 60 of 72 JIEB: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis. Vol. No. Juni 2024 ke Indonesia, dan dengan demikian pula Pendidikan Islam telah memainkan peranannya dalam proses. Islamisasi di Indonesia. Kedudukan Madrasah dalam Sistem Pendidikan Nasional Pada masa penjajahan hingga tahun 1950-an madrasah memiliki konotasi sebagai lembaga pendidikan formal yang dibedakan dengan AusekolahAy yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta. Kebijaksanaan pemerintah, dalam hal ini Departemen Agama RI, untuk meningkatkan kualitas pendidikan madrasah di mulai dengan program Madrasah wajib belajar . sebagai upaya menjabarkan ide dalam UU No. 4 tahun 1950. Orang Indonesia baru tercatat ada yang belajar di madrasah di Jazirah Arab pada abad ke-19 M. mereka umumnya berasal dari Sumatera. Sulawesi dan sedikit pelajar dari Jawa yang belajar di Madrasah Darul Ulum Mesir. Madrasah Shaulatiyah. Madrasah Al-Falah serta Madrasah Nasyr Al-MaAoarif al-Diniyyah di Makkah. Memasuki abad ke 20 Pendidikan Keagamaan Islam mengalami perkembangan baru yakni dengan diperkenalkannya system madrasah. Kemunculan madrasah dalam banyak hal berkaitan erat dengan Gerakan modernisme Islam yang juga menemukan momentumnya pada awal abad ke 20. Pada lapangan Pendidikan, gagasan modernism ini direalisasikan modern yang mengadopsi system Pendidikan colonial Pemrakarsa pertama dalam hal ini adalah organisasi-organisasi AumodernisAy Islam seperti JamoAoat Khair, al-Irsyad. Muhammadiyah. Sumatera Thawalib dan lainlain. Pada gilirannya organisasi-organisasi Islam lain yang bergerak di bidang Pendidikan juga mendirikan madrasah dan sekolah dengan nama, jenis dan jenjang yang bermacam-macam. Mathlaul Anwar di Menes Banten mendirikan Madrasah Ibtidaiyah. Tsanawiyahj. Aliyah, dan Diniyah. PUI pada tahun 1927 mendirikan Madrasah Diniyah. Tsanawiyah dan Madrasah Pertanian. Perti tahun 1928 mendirikan madrasah dengan berbagai nama, diantaranya Madrasah Tarbiyah Islamiyah. Madrasah Alawiyah. Ibtidaiyah. Tsanawiyah. Muallimin Wustha dan Muallimin Ulya. Sementara Tapanuli Medan, al-Washliyah menyelenggarakan Madrasah Tajhiziyah. Ibtisaiyah. Tsanawiyahj. QisamulAoali dan Tahassus. Disamping itu ada madrasah yang menggunakan nama formal Islam Page 61 of 72 Arah Baru Pendidikan Manajemen Madrasah Sistem Pendidikan Islam di Era Globalisasi Candra Kirana (Kuliah Muallimin Islamiya. didikan oleh Mahmud Yunus di Padang . dan Islamic College didikan oleh Pesantren Muslim Indonesia (Perm. Perhatian pemerintah RI terhadap madrasah dan pesantren semakin terbukti Ketika kementerian agama resmi berdiri pada 3 Januari 1946. Dalam struktur organisasinya, bagian C adalah bagian Pendidikan dengan tugas pokoknya mengurus masalah-masalah Pendidikan agama di sekolah umum dan Pendidikan agama di sekolah agama . adrasah dan pesantre. Menindaklanjuti saran BPKNIP agar madrasah dan pesantren memperoleh bantuan materil, kementerian agama mengeluarkan peraturan Menteri Agama No. 1 tahun 1946. Menurut ketentuan ini, yang dinamakan madrasah Autempat Pendidikan yang telah diatur sebagai sekolah dan membuat Pendidikan dan ilmu pengetahuan agama Islam menjadi pokok Jenjang Pendidikan dalam madrasah menurut ketentuan ini tersusun dari: 1. Madrasah rendah atau sekarang lazim dikenal sebagai madrasah Ibtidaiyah dengan lama Pendidikan 6 tahun. Madrasah lanjutan tingkat pertama atau sekarang dikenal dengan Madrasah Tsanawiyah dengan lama Pendidikan 3 tahun, dan 3. Madrasah lanjutan atas atau Madrasah Aliyah dengan lama Pendidikan 6 tahun. Pentingnya Pendidikan agama Islam dalam system Pendidikan nasional mendapat pengakuan lebih tegas lagi dengan lahirnya undang-undang Noi. 4 tahun 1950 tentang Dasar-Dasar Pendidikan dan Pengajaran di Sekolah. Pasal 10 ayat 2 menyebutkan Aubelajar di sekolah agama yang mendapat pengakuan Menteri Agama saat itu. KH. Moh. Ilyas, yang mengadakan pembaharuan system Pendidikan di madrasah dengan memperkenalkan madrasah wajib belajar (MWB) 8 tahun. Lama belajar 8 tahun ini dengan pertimbangan bahwa pada umur 6 tahun anak sudah berhah sekolah dan pada umur 15 tahun sesuai dengan undang-undang yang berlaku, anak telah diijinkan mencari nafkah (Mohammad, 2. Menurut UUSPN, pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani,kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan . Tujuan pendidikan ini secara jelas telah menganut pendekatan intregatif antara ilmu pengetahuan dan agama. Page 62 of 72 JIEB: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis. Vol. No. Juni 2024 Madrasah dalam kerangka ini ditempatkan sebagai Aupendidikan keagamaanAy yakni jenis pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan khusus tentang ajaran agama yang bersangkutan . asal 11 ayat 1 dan . Kedudukan madrasah baru menjadi sangat jelas ketika keluar Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 1990 sebagai penjelasan UUSPN 1989 yang salah satu diktumnya menyatakan bahwa Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama yang berciri khas Islam Agama yang diselenggarakan Departemen Agama masing-masing disebut Madrasah Ibtidaiyah. Madrasah Tsanawiyah . asal 4 ayat . Sedangkan Madrasah Aliyah dalam hal ini diatur berdasarkan PP No. 29 Tahun 1990 yaitu sebagai pendidikan menengah Atas dasar UUSPN dan PP 28 DAN PP 29 Tahun 1990. Menteri Agama menetapkan kurikulum pendidikan menengah keagamaan (Madrasah Aliyah dan Madrasah Aliyah Keagamaa. masing-masing dengan KMA No. 373 dan KMA No. Dalam KMA ini kurikulum yang diberlakukan di madrasah sama dengan di sekolah umum sebgaimana terlihat dalam lampiran keputusan Menteri Agama yang menyertainya (Husni, 2. Setelah Indonesia merdeka, maka salah satu di antara Departemen yang dibentuk adalah Departemen Agama sebagai perwujudan dari falsafah hidup bangsa Indonesia yang religious. Departemen Agama didirikan pada tanggal 3 Januari 1946. Salah satu bidang Garapan Departemen Agama adalah bidang Pendidikan agama, seperti madrasah, pesantren dan mengurus Pendidikan agama di sekolah -sekolah umum (Haidr, 2. Dalam rangka upaya meningkatkan madrasah, maka pemerintah melalui Kementerian Agama memberikan bantuan-bantuan kepada madrasah dalam bentuk material dan bimbingan, untuk itu Kementerian Agama mengeluarkan peraturan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 1946 dan disempurnakan dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 7 Tahun 1952. Di dalam peraturan tersebut dicantumkan yang dinamakan madrasah, ialah: Tempat Pendidikan yang diatur sebagai sekolah dan membuat Pendidikan dan ilmu pengetahuan agama Islam menjadi pokok pengajaran. Menurut ketentuan ini juga jenjang Pendidikan pada madrasah terdiri dari: Madrasah rendah, sekarang Namanya disebut Madrasah Ibtidaiyah Page 63 of 72 Arah Baru Pendidikan Manajemen Madrasah Sistem Pendidikan Islam di Era Globalisasi Candra Kirana Madrasah Lanjutan Tingkat Pertama, sekarang disebut Namanya dengan Madrasah Tsanawiyah. Madrasah Lanjutan Atas, sekarang disebut Namanya Madrasah Aliyah Upaya pemerintah selanjutanya untuk meningkatkan status madrasah adalah dengan jalan menegerikan madrasah-madrasah swasta yang dikelola oleh masyarakat, baik berbentuk pribadi maupun organisasi. Tercatat sejumlah ratusan madrasah swasta yang dijadikan madrasah negeri yang meliputi tingkat ibtidaiyah dengan nama MIN (Madrasah Ibtidayah Neger. , tingkat Tsanawiyah dengan nama Madrasah Tsanawiyah Agama Islam Negeri (MTsAIN), dan Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN). Dalam perkembangan sejarah madrasah di Indonesia tercatat pula bahwa pemerintah pernah mendirikan apa yang disebut Madrasah Wajib Belajar atau MWB. Madrasah ini lama belajarnya 8 tahun, materi pelajaran terdiri dari mata pelajaran agama, umum dan keterampilan dalam lapangan ekonomi, industry dan transmigrasi. Tujuan dari madrasah ini adalah agar setamat dari madrasah ini anak didik Kembali ke desa untuk berproduksi atau bertransmigrasi dengan swadaya dan keterampilan yang diperolehnya selama 8 tahun, di madrasah MWB. Kurikulum MWB merupakan keselarasan tiga perkembangan, yaitu perkembangan otak dan akal, kedekatan/keterampilan. Dalam kenyataan konsepsi Madrasah Wajib Belajar tidak berjalan sebagainya yang diprogramkan. Ada juga madrasah yang menanamkan dirinya dengan madrasah wajib belajar, tetapi kegiatannya tidak sesuai dengan kurikulum MWB. Menurut peraturan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 1946 dan Peraturan Menteri Agama Nomor 7 Tahun 1950, madrasah mengandung makna: Tempat Pendidikan yang diatur sebagai sekolah dan membuat Pendidikan dan ilmu pengetahuan agama Islam menjadi pokoknya pengajarannya. Pondok dan pesantren yang memberi Pendidikan setingkat dengan madrasah. Dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga Menteri Tahun 1975, bab 1 pasal 1 Page 64 of 72 JIEB: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis. Vol. No. Juni 2024 AuYang dimaksud dengan madrasah dalam Keputusan Bersama ini ialah: Lembaga Pendidikan yang menjadikan mata pelajaran agama Islam sebagai dasar yang diberikan sekurang-kurangnya 30% di samping mata pelajaran umumAy Berdasarkan diktum-diktum di atas, baik Peraturan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 1946 dan peraturan Menteri Agama Nomor 7 Tahun 1950 maupun SKB Tiga Menteri Tahun 1975, dapat dipahami bahwa madrasah adalah Lembaga Pendidikan yang menjadikan mata pelajaran Agama Islam sebagai mata pelajarann pokok atau dasar di samping itu juga, diajarkan mata pelajaran umum. Sistem dan isi madrasah diupayakan adanya penggabungan antara system pesantren dengan sekolah umum. Penyusunan ensiklopedi Indonesia, pada pasal yang membicarakan madrasah sebagai perpaduan antara Pendidikan system pondok yang khusus mengajarakan agama Islam dengan system Pendidikan yang mengajarakan ilmu pengetahuan umum. Sejak lahirnya system pendidkan madrasah di Indonesia, telah memiliki ciri khas yang membedakannya dari pesantren dan sekolah umum, yaitu upaya untuk mengkonversikan antara mata pelajaran umum dengan mata pelajaran agama. Dalam usaha memadukan itu tidak dapat kesamaan antara satu madrasah dengan madrasah lainnya, seperti yang diungkapkan terdahulu. Walapun terdapat keanekaragaman dalam upaya menggabungkan antara mata pelajaran agama dengan mata pelajaran umum, namun madrasah tetap sebagai Lembaga Pendidikan Islam yang menjadikan mata pelajaran agama sebagai mata pelajaran pokok atau dasar. Pengertian mata pelajaran pokok atau dasar, adalah mata pelajaran yang menentukan dalam memberi penilaian terhadap status seseorang siswa baik pada waktu penentuan naik kelas atau penentuan ujian akhir. Struktur program kurikulum Madrasah Aliyah tahun 1984. Pendidikan agama terdiri dari mata pelajaran: QurAoan Hadits Akidah Akhlak Fikih Sejarah dan Peradaban Islam Bahasa Arab, semua mata pelajaran ini digolongkan kepada program inti. Makna dari program inti adalah jenis program yang dimaksudkan untuk memenuhi tujuan Pendidikan pada madrasah Aliyah, yakni mendidik siswa menjadi Page 65 of 72 Arah Baru Pendidikan Manajemen Madrasah Sistem Pendidikan Islam di Era Globalisasi Candra Kirana manusia pembangunan seutuhnya yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai warga negara Indonesia yang berpedoman pada Pancasila, dan sekaligus merupakan perwujudan upaya untuk menempatkan pada suasana Program ini merupakan program pendidkan yang wajib diikuti oleh semua sisa dengan mengacu pada kepentingan pencapaian tujuan Pendidikan nasional, kepentingan agama, tujuan masyarakat, serta penguasaan pengetahuan bagi semua Peranan Madrasah dalam Memperkukuhkan Etika dan Moral Bangsa Sebagai sub sistem pendidikan nasional, madrasah tidak hanya dituntut untuk dapat menyelenggarakan pendidikan dasar dan menengah yang berciri khas keagamaan tetapi madrasah dituntut pula memainkan peran lebih sebagai basis dan benteng tangguh yang akan menjaga dan memperkukuh etika dan moral bangsa. Melihat hakikat pendidikan madrasah yang mencoba mengintegrasikan antara agama dan ilmu pengetahuan dan kedudukannya yang kuat dalam sistem pendidikan nasional, maka madrasah memainkan peran sebagai berikut: Media Sosialisasi Nilai-Nilai Ajaran Agama Sebagai lembaga pendidikan yang berciri khas keagamaan, madrasah mempunyai peluang lebih besar untuk berfungsi sebagai media sosialisasi nilai-nilai ajaran agama kepada anak didik secara efektif karena diberikan secara dini. Sifat yang melekat pada kelembagaannya menjadikan madrasah mempunyai mandat yang kuat untuk melakukan peran tersebut. Pemelihara Tradisi Keagamaan . aintenance of Islamic traditio. Sebagai intitusi pendidikan yang berciri keagamaan, salah satu peran penting yang diemban oleh madrasah adalah memelihara tradisi-tradisi keagamaan. Pemelihara tradisi keagamaan ini dilakukan di samping secara formal melalui pengajaran melalui ilmu-ilmu agama seperti al-qurAoan, hadits, aqidah, akhlaq, fiqih, bahasa arab dan sejarah kebudayaan islam, juga dilakukan secara informal melalui pembiasaan untuk mengajarkan dan mengamalkan syariAoat agama sejak dini. Misalnya, anak-anak sejak kecil dibiasakan untuk mengerjakan shalat dan puasa pada Page 66 of 72 JIEB: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis. Vol. No. Juni 2024 bulan Ramadhan, mengunjungi teman yang sakit atau kena musibah, mengucapkan salam ketika bertemu dengan teman, dan sebagainya. Membentuk Akhlaq dan Kepribadian Peran kultural madrasah dan pondok pesantren telah diakui oleh banyak pihak bahkan sampai sekarang. Sistem pendidikan pondok pesantren masih dianggap satu satunya lembaga yang dapat mencetak calon ulama. Banyak ulama dan pemimpin nasional yang menjadi panutan masyarakat dan bangsa lahir dari sistem pendidikan Islam ini. Hal ini bisa terjadi karena sistem pendidikannya di samping menekankan penguasaan pengetahuan yang luas juga sangat memperhatikan pendidikan etika dan moral yang tinggi. Tujuan pendidikan madrasah atau pesantren tidak semata-mata untuk memperkaya pikiran murid dengan pengetahuan-pengetahuan, tetapi untuk meninggikan moral, melatih dan mempertinggi semangat, menghargai nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan, mengajarkan sikap dan tingkah laku jujur dan bermoral, dan menyiapkan para murid untuk hidup sederhana dan berhati bersih. Benteng Moralitas Bangsa Pesatnya kemajuan pembangunan nasional telah membawa pengaruh positif bagi kemajuan dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia, terutama tingkat kesejahteraan pesat dengan tingkat pertumbuhan yang bersifat materi. Pendapatan perkapita masyarakat Indonesia telah meningkat pesat dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Sekarang ini, masyarakat relatif mudah untuk mendapatkan pangan dan sandang. Namun, disisi lain kemajuan ekonomi ini pada gilirannya juga melahirkan masalah-masalah baru, seperti kesenjangan sosial, meningaktnya tindak kriminalitas, seperti pembunuhan, perampokan, meningkatnya jumlah kenakalan remaja, berkembangnya pergaulan bebas dan praktek prostitusi, merosotnya kepedulian sosial masyarakat. Kondisi ini menyebabkan masyarakat mulai melirik kembali kepada lembaga pendidikan islam seperti madrasah atau pondok pesantren, yang diyakini dapat menjadi benteng yang ampuh untuk menjaga kemerosotan moralitas masyarakat. Lembaga Pendidikan Alternatif Page 67 of 72 Arah Baru Pendidikan Manajemen Madrasah Sistem Pendidikan Islam di Era Globalisasi Candra Kirana Modernisasi kehidupan masyarakat akibat perkembangan dan kemajuan ilmu dan teknologi yang diwujudkan dalam kegiatan pembangunan, telah melahirkan kemajuan dan peningkatan kesejahteraan kehidupan masyarakat. Peningkatan kualitas pendidikan telah mempercepat tumbuhnya tingkat kesejahteraan ekonomi sebagian masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat menengah ke atas. Namun, peningkatan kualitas kesejahteraan ekonomi ini sayangnya tidak di ikuti dengan peningkatan kesejahteraan spiritual dan mental masyarakat. Di satu sisi mereka berkelebihan secara materi, tetapi disisi lain mereka kosong secara mental spiritual. Menyadari kehidupan mereka yang kurang bahagia ini, mereka menyiapkan anakanaknya agar tidak mengalami keadaan yang sama. Mereka mulai mencari lembaga pendidikan alternatif yang mampu memberikan pendidikan yang seimbang antar ilmu pengetahuan agama. Membaca kecenderungan ini nampaknya madrasah dan pesantren memiliki kesempatan untuk berkembang sebagai alternatif pendidikan di masa datang. Pada poin ini bila dikaitkan dengan Pendidikan adalah sebuah inovasi yang diartikan sebagai suatu ide, barang, metode, yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang baik berupa penemuan . , atau discovery, yang digunakan untuk mencapai tujuan atau memecahkan masalah Pendidikan (Sulthon, 2. Eksistensi Madrasah dan Arah pengembangan Madrasah di Era Globalisasi Globalisasi yang telah membawa kemakmuran ekonomi dan kemajuan iptek, telah pula membawa dampak krisis spiritual dan kepribadian, sehingga lebih memunculkan kesenjangan dan kekerasan sosial, ketidak adilan, dan demokrasi. Sementara itu madrsah yang selama ini lebih menitikberatkan kepribadian, dianggap kurang berhasil dalam meningkatkan kecerdasan, keterampilan dan profesionalisme. Tantangan inilah yang dihadapi madrasah memasuki abad ke-21, agar menyiapkan madrasah yang berkualitas dan mampu bersaing dengan tuntutan zaman. Upaya peningkatan mutu madrasah merupakan tuntutan yang semakin mendesak dan tidak dapat dihindari. Untuk memberi gambaran madrasah pada masa depan, maka perlu dirumuskan gambaran tentang visi madrasah dalam alam Page 68 of 72 JIEB: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis. Vol. No. Juni 2024 globalisasi. Visi madrasah tersebut adalah menjadi madrasah sebagai Ausekolah plusAy yang mampu memadukan kekuatan iptek dan imtak. Madrasah plus adalah madrasah yang menyiapkan anak didik mampu dalam sains dan teknologi, namun tetap dengan identitas keislamannya. Ini sesuai dengan konsep madrasah adalah sekolah umum yang berciri khas Islam. Arah pengembangan madrasah adalah memperkuat dan memberi makna terhadap pengakuan bahwa madrasah adalah sekolah umum berciri khas Islam. Secara formal ciri khas madrasah dinyatakan dalam kurikulum berbentuk mata pelajaran agama. Kurikulum agama pada madrasah ini lebih banyak dibandingkan dengan pelajaran agama di sekolah umum. Selain itu sebagai media Pendidikan juga berfungsi sebagai basis dakwah sekaligus media control terhadap prilaku budaya dan pengawal umat menuju maslahat (Fuad, 2. Guna memberikan ciri khas Islam pada madrasah tidak cukup hanya ciri formal dalam kurikulum. Karena itu, ditetapkan tiga program utama yaitu Program mafikibi dengan nuansa Islam. Program mafikibi dengan nuansa Islam dimaksudkan untuk mengembangkan bidang kajian matematika, fisika, kimia, biologi, dan bahasa Inggris yang lebih bernuansa dan berkaitan dengan kajian keislaman. Program ini untuk menopang AuproyekAy reintegrasi ilmu-ilmu umum dengan ilmu agama. Pada masa kemajuan Islam, kedua ilmu tersebut diperkenalkan dan dikembangkan oleh ilmuwan Islam tanpa mendikhotomikan secara tajam. Namun, akibat dominannya filsafat Barat yang sekuler, kedua ilmu tersebut dibedakan lagi secara tajam. Program pelajaran agama dengan nuansa iptek Melalui program ini dilakukan pula upaya menjembatani pemanduan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, bagaimana pun teknologi dapat membantu pengalaman beragama. Pemanduan konsep mafikib dengan nuansa agama dan konsep agama dengan nuansa iptek dimaksudkan agar dapat diserap nilainilai mafikibb yang agamis dan nilai-nilai agama yang kontekstual dalam perilaku siswa, sebagai wujud penghayatan terhadap keagungan Allah Swt. Program penciptaan suasana keagamaan di madrasah. Penciptaan suasana keagamaan ini harus didukung dengan perbaikan fisik dan sarana bangunan maupun dalam pergaulan dan pakaian siswa. Suasana keagamaan Page 69 of 72 Arah Baru Pendidikan Manajemen Madrasah Sistem Pendidikan Islam di Era Globalisasi Candra Kirana ini dapat pula berupa symbol dan pelaksanaan aktivitas keagamaan di dalam Selain itu system-system baru mulai bermunculan serta bagaimana modelmodel pelajaran itu bisa diadakan. Perkembangan Pendidikan ditentukan dengan ukuran sama ratanya system pola pembelajaran di masing-masing Lembaga Pendidikan. Realitas seperti ini berarti lebih memudahkan masyarakat untuk melakukan pilihan-pilihan yang terbaik bagi putra-putrinya (Headari, 2. SIMPULAN Setelah membahas berbagai uraian dan penjelasan hasil penelitian tentang Arah Baru Pendidikan Madrasah Dalam Orientasi Pendidikan Islam di Era Globalisasi, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa: Pendidikan islam berbasis madrasah diorientasikan pada penyadaran, humanisasi, dan pembinaan akhlakul karimah. Kedudukan madrasah baru menjadi sangat jelas ketika keluar Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 1990 sebagai penjelasan UUSPN 1989 yang salah satu diktumnya menyatakan bahwa Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama yang berciri khas Islam Agama yang diselenggarakan Departemen Agama masing-masing disebut Madrasah Ibtidaiyah. Madrasah Tsanawiyah . asal 4 ayat . sistem madrasah sebagai perpaduan antara Pendidikan system pondok yang khusus mengajarakan agama Islam dengan system Pendidikan yang mengajarakan ilmu pengetahuan umum. Melihat hakikat pendidikan madrasah yang mencoba mengintegrasikan antara agama dan ilmu pengetahuan dan kedudukannya yang kuat dalam sistem pendidikan nasional, maka madrasah memainkan peran sebagai Media Sosialisasi Nilai-Nilai Ajaran Agama. Pemelihara Tradisi Keagamaan . aintenance of Islamic traditio. Membentuk Akhlaq dan Kepribadian. Benteng Moralitas Bangsa. Lembaga Pendidikan Alternatif. DAFTAR PUSTAKA