Agro Bali: Agricultural Journal Vol. 3 No. 2: 194-201. December 2020 e-ISSN 2655-853X DOI: 10. 37637/ab. PENGARUH JENIS PUPUK CAIR DAN CARA PERLAKUAN TERHADAP PERTUMBUHAN STEK DAUN Begonia glabra Aubl. I Putu Agus Hendra WibawaC. I Nyoman Lugrayasa Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya Kawasan Bali - LIPI Candikuning. Baturiti. Tabanan Bali 82191 CEmail korespondensi: agus. hen9@gmail. Abstract. One way to multiply Begonia is vegetatively using plant parts such as leaves, stems, branches or roots. The success of plant propagation is influenced by various factors, such as the type of cuttings and environmental factors such as temperature, humidity, light intensity and nutrients from the planting medium. The quality of the planting medium can be improved by adding fertilizers. This study aims to determine the effect of several types of liquid fertilizers, as well as their treatment methods on the growth of B. glabra leaf cuttings. The study was conducted using a randomized block design using several organic fertilizers including. Liquid Organic Fertilizer (POC). Super Nasa Fertilizer (SPR) and Green Star Fertilizer (GRS), by means of each treatment is soaked (R) and watered (S). The results showed that the POC/R treatment had a significant effect on the speed of shoot growth and plant height. POC/R treatment showed better growth, which was significantly different from other treatments. All fertilizer treatments affected the growth rate of shoots, but they had no significant effect on root length parameters. Different types of liquid fertilizers and their treatment methods give different results. Keywords: Begonia glabra, liquid fertilizer, functional microbes Abstrak. Salah satu cara perbanyakan Begonia adalah dengan cara vegetatif menggunakan bagianntanaman seperti daun, batang, cabang atau akar. Keberhasilan perbanyakan tanaman dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti jenis setek serta faktor lingkungan seperti temperatur, kelembaban, intensitas cahaya dan nutrisi dari media tanam. Kualitas media tanam dapat ditingkatkan dengan penambahan pupuk. Penelitian ini bertujuannuntuk mengetahui pengaruh beberapa jenis pupuk cair, serta cara perlakuannya terhadap pertumbuhan stek daun B. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok dengan menggunakan beberapa pupuk organik diantaranya. Pupuk Organik Cair (POC). Pupuk Super Nasa (SPR) dan Pupuk Green Star (GRS), dengan cara perlakuan masing-masing adalah direndam (R) dan disiram (S). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan POC/R berpengaruh nyata terhadap kecepatan tumbuhnya tunas dan tinggi Perlakuan POC/R menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik, yang berbeda nyata dengan perlakuan Semua perlakuan pupuk berpengaruh terhadap kecepatan tumbuhnya tunas, namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter panjang akar. Perbedaan jenis pupuk cair dan cara perlakuannya memberikan hasil yang berbeda pula. Kata kunci: Begonia glabra, pupuk cair, mikroba fungsional PENDAHULUAN Begonia (Begoniacea. adalah salah satu marga besar dalam kelompok Angiospermae yang banyak ditemukan di hutan tropis (Tebbitt, 2. , dengan kekhasan karakter daun asimetris. Begonia juga dapat mudah dikenal dengan kombinasi karakter perawakan herba, dengan variasi bentuk, ukuran, corak dan warna daun yang menarik serta bunga yang berwarna-warni. Keistimewaan Begonia terutama terletak pada daunnya yang indah, berlekuk, berkerut, berumbai-rumbai atau berbulu menjadikannya sangat cocok dijadikan tanaman hias (Hartutiningsih, 2. Selain sebagai bahan obat, masyarakat di Bali . ekitar pinggir danau Buyan dan Tamblinga. menggunakan jenis begonia dengan nama daerah bacem kebo sebagai sayur lalapan dan penghilang dahaga. Masyarakat Jawa Barat juga menggunakan salah satu jenis begonia (Begonia multangula dan Begonia robust. sebagai pengganti asam dalam membuat sayur, sedangkan Di Cina Begonia fimbristipulata minuman segar serupa teh (Hartutiningsih & Siregar, 2. Begonia glabra Aubl. adalah salah satu jenis Begonia yang diperjualbelikan dan digunakan sebagai tanaman hias. Untuk menjamin ketersediaan tanaman Begonia dalam jumlah yang cukup, diperlukan adanya upaya perbanyakan dan budidaya. Agro Bali: Agricultural Journal Vol. 3 No. 2: 194-201. December 2020 Salah satu cara perbanyakan Begonia adalah dengan cara vegetatif menggunakan bagian tanaman seperti daun, batang, cabang atau Moko . menyatakan bahwa perbanyakan tanaman secara vegetatif memiliki beberapa keuntungan seperti, diperolehnya tanaman baru dengan sifat genetik yang sama dengann induknya, pertumbuhan yang seragam, serta dapat Setek adalah salah satu teknik perbanyakan tanaman dengan menggunakan potongan tanaman yang ditumbuhkan menjadi individu baru (Sakai & Subiakto. Wudianto . menyatakan bahwa Begonia adalah salah satu jenis tumbuhan yang dapat diperbanyak dengan setek daun. Perbanyakan stek daun B. glabra sering terkendala oleh stek yang mudah busuk dan pertumbu tunas yang relatif lama. Keberhasilan perbanyakan tanaman dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti jenis setek serta faktor lingkungann seperti temperatur, kelembaban, intensitas cahaya dan nutrisi dari media tanam. Kualitas media Pupuk mengandung mikroba berguna dapat menghasilkan nutrisi dan hormon tumbuh yang dapat mendukung pertumbuhan Mukhlis dan Lestari . menyatakan bahwa mikroba dalam pupuk hayati dapat memproduksii hormon, terutama Indole Acetic Acid (IAA) yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuii pengaruh beberapa jenis pupuk cair, serta cara perlakuannya terhadap pertumbuhan stek daun B. METODE Lokasi penelitian Penelitian dilakuakan di rumah kaca Unit Pembibitan. Kebun Raya Au Eka KaryaAy Bali dari bulan September Ae Nopember Tempet peneltian terletak pada ketinggian 1250-1450 dpl, dengan suhu e-ISSN 2655-853X DOI: 10. 37637/ab. disiang hari antara 17A - 25A C dan malam hari 10A - 15A C, dan kelembaban 70 - 90%. Rancangan percobaan Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok. Setiap perlakuan menggunakan kompos sebagai media tumbuh. Percobaan terdiri atas 7 macam perlakuan yaitu: POC/R: Pupuk Organik Cair/direndam selama 30 menit dalam larutan pupuk SPR/R: Pupuk Super Nasa/direndam selama 30 menit dalam larutan pupuk GRS/R: Pupuk Green Star/direndam selama 30 menit dalam larutan pupuk POC/S: Pupuk Organik Cair/disiram dengan larutan pupuk SPR/S: Pupuk Super Nasa/disiram dengan larutan pupuk GRS/S: Pupuk Green Star/disiram dengan larutan pupuk K: Kontrol (Langsung Ditanam Tanpa Perlakua. Masing-masing perlakuan terdiri atas sepuluh ulangan. Pengamatan dilakukan seminggu sekali, pencatatan data dimulai sejak tunas pertama muncul. Parameter yang diamati antara lain : persentase tanaman yang hidup, jumlah tunas yang muncul, tinggi tanaman, dan panjang akar. Pupuk Organik Cair Isolat pupuk organik cair yang berbahan dasar mikroba fungsional diperoleh dari Pusat Penelitian Biologi-LIPI diperbanyak di Laboratorium Pemuliaan dan Potensi Tumbuhan. Kebun Raya AuEka KaryaAy Bali dengan menggunakan media gula aren, air kelapa dan molase . esuai manual pembuatan pupuk cai. Biakan pupuk cair yang telah diinkubasi selama A 7 hari dipanen dan diencerkan menggunakan air bersih . ebas kapori. sesuai dengan dosis perlakuan. Bahan dasar pupuk cair ini adalah mikroba fungsional tahan salinitas yang biasanya tumbuh pada lahan atau perairan dekat pantai. Mikroba jenis ini dapat hidup di lahan yang bersifat basa serta mengandung garam (Biswas et al. Agro Bali: Agricultural Journal Vol. 3 No. 2: 194-201. December 2020 e-ISSN 2655-853X DOI: 10. 37637/ab. Gambar 1. Stek daun pada awal percobaan Pupuk Greenstar Nasa Pupuk Greenstar Nasa adalah pupuk organik yang merupakan produk dari PT. Nasa, diklaim merupakan pupuk organik dengan fungsi multiguna. Kandungan unsur hara macro maupun micro yang terkandung di dalamnya berperan dalam perkembangann Fungsi utama pupuk ini adalah meningkatkan kuantitas dan kualitas Greenstarr dapat diaplikasikan pada tanaman tahunan, tanaman semusim, tanaman hias maupun pembibitan. Greenstar juga mengandung hormon/zat pengatur tumbuh yang sangat dibutuhkan tanaman. Pupuk ini diklaim dapat mengurangi NPK sampai dengan 25%. POP Supernasa POP Supernasa (Pupuk Organik Padat Supernas. merupakan produkk dari PT. Nasa, diklaim merupakan formula alami . khusus yang berguna untuk . , menyediakan semua unsur haraa essensial bagi tanaman dan membantu meningkatkan perkembangan mikro-organisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman. Supernasa dapat mengurangi penggunaan pupuk NPK berbahan kimia. Fungsi lain POP Supernasa adalah dapat meningkatkan produksi tanaman baik secara kualitas maupun kuantitas, melarutkan sisaAe sisa bahan kimia yang berasal dari pupuk maupun pestisida dalam tanah, sehingga dapat dimanfaatkan kembalii oleh tanaman, dapat memacu pertumbuhan tanaman, merangsang perkembangan bunga dan pembuahan serta mengurangi kerontokan bunga dan buah. Analisis data pengamatan Data pengamatan dicatat pada tabel, hasill pengamatan dianalisis dengan analisis varians = 5%, apabila terdapat beda nyata, dilanjutkann dengan DMRT = 5%. Analisis data dilakukan dengan program SAS/STAT Versi 9. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan POC/R dapat mempercepat tumbuhnya tunas, lebih cepat dibandingkan dengan perlakuan lain. Tunas tercepat muncul pertama kali pada minggu keempat setelah perlakuan, sedangkan tunas yang paling lambat muncul pada minggu ketigabelas setelah perlakuan Semua perlakuan yang menggunakan Pupuk Agro Bali: Agricultural Journal Vol. 3 No. 2: 194-201. December 2020 menunjukkan tumbuhnya tunas lebih cepat dibandingkan dengan Kontrol tanpa Pertumbuhan tunas tercepat e-ISSN 2655-853X DOI: 10. 37637/ab. berturut-turut ditunjukkan oleh POC/R. GRS/S. SPR/S. SPR/R. POC/S dan T (Gambar . Gambar 2. Diagram batang rata-rata munculnya anakan Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa, pada parameter jumlah tanaman yang hidup, persentase tertinggi ditunjukkan SPR/S. Sedangkan persentase terendah ditunjukkan oleh perlakuan GRS/R, hasil ini bahkan lebih rendah dari Kontrol tanpa perlakuan. Hal ini kemungkinan terjadi karena Pupuk GRS mengandung mikroorganisme hidup yang bersifat sebagai pengurai atau perombak, sehingga perlakuan perendaman dapat membuat stek tanaman menjadi rusak atau mati (Gambar . Pada parameter jumlah tunas, rata-rata jumlah tunas tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan POC/R diikuti oleh perlakuan SPR/S. Sedangkan pada perlakuan lain tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (Gambar . Gambar 3. Diagram batang persentase stek yang hidup pada masing-masing perlakuan Perlakuan pupuk tidak berpengaruh nyata terhadap parameter panjang akar (Lampiran Perlakuan POC/R berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan jumlah tanaman yang tumbuh per periode Perlakuan POC/R menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik, dibandingkan dengan perlakuan lainnya (Gambar 5 & . Agro Bali: Agricultural Journal Vol. 3 No. 2: 194-201. December 2020 e-ISSN 2655-853X DOI: 10. 37637/ab. Gambar 4. Diagram batang persentase rata-rata jumlah tunas Pertumbuhan tanaman yang lebih baik POC disebabkan oleh kandungan hormon IAA yang dihasilkan oleh mikroba yang terdapat pada pupuk cair. Wibawa & Lugrayasa . menyatakan bahwa pemberian Pupuk Organik Cair pada stek batang Begonia menunjukkan pertumbuhan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan tanpa perlakuan. Menurut Mahfudz . adanya hormon tumbuh pada stek tanaman dapat meningkatkan laju pertumbuhannya. Moko . menyatakan bahwa hormon tumbuh adalah senyawa kimia bukan nutrisi yang dalam konsentrasi rendah dapat memacu pertumbuhan tanaman, seperti pembentukan akar, pertumbuhan batang dan tunas. Adinugraha & Setiadi . menyatakan bahwa keberhasilan pertumbuhan setek dipengaruhii oleh kecepatan terbentuknya akar sehinggaa proses fisiologis tanaman dapat berlangsung dengan sempurna Gambar 5. Matrik pertumbuhan tinggi tanaman setiap kali pengamatan. Mikroba fungsional dapat memproduksi hormon tumbuh yang berperan dalam membantu pertumbuhan tanaman, serta dapat menyediakan unsur hara seperti nitrogen dan fosfat (Widawati, 2. Mikroba fungsional berperan sebagai biofertilizer yang dapat memperbaiki kualitas tanah secara biologis (Wijebandara et al. Banig et al. menyatakan bahwa mikroba fungsional berperan penting dalam siklus biogeokimia seperti siklus karbon, sulfur, nitrogen dan fosfor. Agro Bali: Agricultural Journal Vol. 3 No. 2: 194-201. December 2020 e-ISSN 2655-853X DOI: 10. 37637/ab. Gambar 6. Matrik pertumbuhan tanaman setiap kali pengamatan. Gambar 7. Pertumbuhan tunas dari stek daun umur 8 minggu Kelompok mikroba fungsional, mampu memperbaiki kesuburan tanah karena menghasilkan hormon tumbuh yang dapat memacu pertumbuhan tanaman. Nurosid et . menyatakan bahwa bakteri dari jenis Azospirillum memiliki kemampuan sebagai penambat Nitrogen, mampu merombak bahan organik seperti selulosa, amilosa, lemak serta protein yang terkandung dalam tanah. Widawati . menyatakan bahwa bakteri tersebut juga Agro Bali: Agricultural Journal Vol. 3 No. 2: 194-201. December 2020 mampu memproduksi hormon pertumbuhan seperti IAA serta melarutkan P terikat pada Ca3(PO. Mikroba fungsional dapat menghambat pathogen secara tidak langsung melalui pembentukan senyawa yang bersifat antibiotik (Saraswati & Sumarno 2. Menurut Widawati . bakteri pelarut fosfat dari genus Pseudomonas. Bacillus, dan Cerratia adalah bakteri yang dapat memproduksi hormon IAA. Bakteri pelarut fosfat adalah satu-satunya kelompok bakteri yang dapat melarutkan P yang terikat dalam oksida besi (Fe-P) dan oksida almunium (Al-P) dengan memproduksi enzim fosfatase (Hartono, 2. Widawati dan Muharam . menyatakan bahwa bakteri pelarut fosfat adalah bakteri yang mampu hidup dalam lingkungan dengan salinitas tinggi. SIMPULAN Perlakuan POC/R pertumbuhan yang lebih baik pada parameter kecepatan tumbuhnya tunas dan tinggi tanaman. Semua perlakuan pupuk berpengaruh terhadap kecepatan tumbuhnya tunas, namun tidak berpengaruh terhadap parameter panjang akar. Perbedaan jenis pupuk cair dan cara perlakuannya memberikan hasil yang berbeda pula. DAFTAR PUSTAKA