Jurnal Pendidikan. Bahasa dan Budaya Volume. Nomor. Tahun 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. DOI: https://doi. org/10. 55606/jpbb. Available online at: https://journal. id/index. php/jpbb Peningkatan Motivasi Belajar Siswa dengan Menggunakan Media Buku Cerita Bergambar Edukatif di Sekolah Dasar 1*Arisma Salwa Hilmana, 2Muhaiminah Jalal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi. Indonesia Korespondensi penulis : arismasalwa02@gmail. Abstract: This research is Class Action Research (PTK), set at State Elementary School 125/IX Simpang Selat. The objects of this research were class i students at State Elementary School 125/IX Simpang Selat, and the aim of this research was to apply educational picture story book media to the learning of Natural and Social Sciences (IPAS), animal life cycle material. This research was carried out in two cycles and four stages, including: . planning, . implementation, . observation, . Data was obtained through observation, interviews and documentation. Using qualitative and quantitative data analysis. The results of the research show that the application of educational picture storybook media can increase students' learning motivation in the learning Increased learning motivation can be measured from assessments in Cycle I and Cycle II. The student learning motivation score in cycle I was 52% in the high category, and the student learning motivation score in cycle II was 82% in the very high category. Therefore, the research results at State Elementary School 125/IX Simpang Selat have been well realized. Keywords: Motivation. Learning. Education Abstrak: Penelitian ini adalah Penelitian Tidakan Kelas (PTK), berlatar belakang Sekolah Dasar Negeri 125/IX Simpang Selat. Objek pada penelitian ini adalah siswa kelas i Sekolah Dasar Negeri 125/IX Simpang Selat, dan tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan media buku cerita bergambar edukatif pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), materi siklus hidup hewan. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus dan empat tahap, meliputi: . perencanaan, . pelaksanaan, . observasi, . Data diperolah melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media buku cerita bergambar edukatif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran. Peningkatan motivasi belajar dapat diukur dari penilaian pada siklus I dan Siklus II. Nilai motivasi belajar siswa pada siklus I adalah 52% dengan kategori tinggi, dan nilai motivasi belajar siswa pada siklus II adalah 82% dengan kategori sangat tinggi. Oleh sebab itu. Hasil penelitian di Sekolah Dasar Negeri 125/IX Simpang Selat sudah terealisasi dengan baik. Kata Kunci: Motivasi. Pembelajaran. Edukasi PENDAHULUAN Pada hakikatnya kegiatan pembelajaran merupakan suatu proses komunikasi, proses komunikasi harus diciptakan atau diwujudkan melalui kegiatan penyampaian dan pertukaran pesan atau informasi oleh guru terhadap siswa. Dalam proses pembelajaran, pesan atau informasi dapat berupa pengetahuan, keahlian, skill, ide, pengalaman dan sebagainya. Melalui proses komunikasi, pesan atau informasi dapat diserap dan dihayati oleh orang lain. Agar tidak terjadi kesalahan dalam proses komunikasi perlu digunakan sarana yang membantu proses komunikasi, salah satu sarana yang dapat digunakan adalah media (Junaidi, 2. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti terhadap proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas i SDN 125/IX Simpang Selat, ditemukan bahwa kegiatan pembelajaran IPAS di kelas berlangsung dengan baik dan semestinya. Tetapi Received: Desember 30, 2024. Revised: Januari 30, 2025. Accepted: Februari 08, 2025. Online Available: Februari 10, 2025. Peningkatan Motivasi Belajar Siswa dengan Menggunakan Media Buku Cerita Bergambar Edukatif di Sekolah Dasar kebanyakan siswa kurang menunjukkan antusiasme dalam proses pembelajaran. Bahkan terdapat beberapa siswa yang mengantuk, bermain dan bergurau dengan rekan sebaya selama proses pembelajaran. Berdasarkan pengamatan peneliti, hal tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya seperti suasana kelas yang kurang nyaman, penggunaan strategi/ metode pembelajaran yang kurang sesuai dengan cara belajar siswa, atau kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik sebagai upaya untuk untuk meningkatkan motivasi belajar pada siswa. Berdasarkan uraian di atas maka peneliti menawarkan beberapa solusi untuk memperbaiki proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas. Salah satu solusi yang ditawarkan oleh peneliti yaitu dengan mengadakan perbaikan dalam penggunaan media pembelajaran selama proses pembelajaran. Salah satu media yang dapat diterapkan di kelas adalah media buku cerita bergambar edukatif. Karena media buku cerita bergambar edukatif dinilai tidak hanya dapat mengatasi beberapa permasalahan yang terjadi di kelas, tetapi juga dapat meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran. Karena media buku cerita bergambar edukatif memiliki gambar yang menarik serta materi yang dikemas dalam bentuk cerita, sehingga materi pembelajaran akan lebih mudah tersampaikan dan suasana pembelajaran akan menjadi lebih menyenangkan. KAJIAN TEORI Teori Media Pembelajaran Kata media berasal dari bahasa Latin, yaitu Medius yang bermakna AuTengahAy. AuPerantaraAy atau AuPengantarAy. Jadi. Media dapat disimpulkan sebagai perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Media dapat berupa sesuatu seperti bahan . dan alat . (Jalinus & Ambiyar, 2. Secara umum, media dapat dipahami sebagai perantara dari suatu informasi untuk diterima oleh penerima. Informasi tersebut dapat berupa apapun, baik yang bermuatan pendidikan, politik, teknologi maupun informasi atau yang biasa disebut dengan berita (Nunuk et al. , 2. Media pembelajaran adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan jenis media yang digunakan oleh pendidik selama proses pembelajaran. Media dibagi menjadi dua jenis berdasarkan fungsinya: . media dalam arti luas adalah segala jenis benda yang digunakan oleh seseorang untuk melakukan perubahan dengan harapan perubahan tersebut bertahan lama, yang terjadi melalui pengalaman langsung maupun tidak langsung. media pembelajaran digunakan oleh pendidik selama proses belajar mengajar untuk menyelesaikan masalah dalam proses pembelajaran (Junaidi, 2. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa media JPBB- VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang sangat penting dalam proses Penggunaan media yang tepat dapat berdampak pada kualitas proses dan hasil yang akan didapatkan. Teori Buku Cerita Bergambar Edukatif Media buku cerita bergambar merupakan sebuah media yang memiliki beberapa unsur berupa garis, bentuk, warna, dan tekstur dalam penyajiannya. Media pembelajaran buku cerita bergambar dapat menampilkan keterkaitan isi materi yang ingin disampaikan dengan kenyataan (Juniza et al. , 2. Sedangkan Muh. Nur Mustakim mengemukakan bahwa buku bergambar adalah buku yang memuat suatu cerita melalui gabungan antara teks dan ilustrasi. Pendapat ini sejalan dengan pendapat Huck, yang mendefiniskan buku bergambar . icture book. sebagai buku yang menyampaikan pesan lewat dua cara, yaitu lewat ilustrasi dan tulisan (Miranda, 2. Edukasi menurut kamus besar Bahasa inggris disebut education yang artinya pendidikan. Sedangkan Nugroho, menyatakan bahwa edukasi adalah suatu proses belajar yang memiliki tujuan sebagai pengembang potensi diri pada murid dan proses belajar yang baik (Budiman et , 2. Berdasarkan definisi di atas, buku cerita bergambar edukatif dapat didefinsikan sebagai buku yang menggabungkan elemen cerita dengan ilustrasi atau gambar yang menarik, serta mengandung nilai-nilai pendidikan atau informasi yang bermanfaat. Teori Motivasi Belajar Motivasi belajar adalah perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang mendorong bangkitnya kekuatan untuk belajar dengan senang dan sungguh- sungguh, yang pada akhirnya akan terbentuk cara belajar yang sistematis, penuh konsentrasi dan dapat menyeleksi Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak didalam diri peserta didik yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Dorongan akan menjadi kekuatan energi untuk memungkinkan pembelajar bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan atau tujuan yang dicapai (Bastari, 2. Peningkatan Motivasi Belajar Siswa dengan Menggunakan Media Buku Cerita Bergambar Edukatif di Sekolah Dasar Motivasi ditinjau berdasarkan sumbernya dibedakan menjadi dua macam, motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi Intrinsik Motivasi intrinsik adalah motif yang timbulnya tidak memerlukan rangsangan dari luar karena telah ada dalam diri individu sendiri, yaitu sesuai atau sejalan dengan kebutuhannya. Motivasi intrinsik yaitu dorongan yang datang dari hati, umumnya karena kesadaran akan pentingnya sesuatu, atau karena dorongan bakat apabila ada kesesuaian dengan bidang yang Motivasi Ekstrinsik Motivasi ekstrinsik merupakan hal atau keadaan yang datang dari luar individu yang mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar. Motivasi ekstrinsik yaitu dorongan yang datang dari luar diri . , misalnya dari orang tua, guru, teman-teman dan anggota Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. Sebagai contoh seseorang belajar karena besok akan menghadapi ujian, mereka belajar dengan harapan mendapatkan nilai baik sehingga akan dipuji oleh orang tua, guru, maupun temannya (Masni, 2. METODE PENELITIAN Prosedur Penelitian Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini Adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Researc. dengan menggunakan model Kurt Lewin. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah kegiatan ilmiah yang melibatkan proses berpikir sistematis dan empiris untuk memecahkan masalah. Ini adalah proses pembelajaran yang dihadapi oleh pendidik saat melakukan tugas utamanya, yaitu mengajar (Sanjaya, 2. Dengan jenis penelitian ini peneliti akan memberikan Tindakan kepada subjek yang diteliti. Konsep pokok penelitian Tindakan model Kurt Lewin terdiri dari empat komponen, yaitu: perencanaan . Tindakan . , pengamatan . dan refleksi . (Juanda, 2. Subjek dan Objek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas i SDN 125/IX Simpang Selat Kelurahan Pijoan kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi. Jumlah siswa sebanyak 18 orang, 4 perempuan dan 14 orang laki-laki. Dan Objek penelitian ini adalah peningkatan motivasi belajar siswa dengan menggunakan media buku cerita bergambar edukatif pada mata pelajaran IPAS siswa kelas i SDN/125/IX Simpang Selat. JPBB- VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah: . wawancara guru kelas dan siswa, . observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran, . dokumentasi, baik berupa catatan, foto, atau gambar. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah: . analisis data kualitatif, yaitu mendeskripsikan data yang telah diperoleh dari hasil observasi tentang aktifitas siswa dan guru, penerapan media buku cerita edukatif bergambar edukatif dan keterlaksanaan modul ajar oleh observer dalam proses pembelajaran, . Analisis data kuantitatif, data kuantitatif diperoleh dari data observasi aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran dengan menerapkan media buku cerita bergambar edukatif sebagai media pembelajaran siswa (Arikunto, 2. Kriteria penilaian aktivitas guru, aktivitas siswa dan motivasi belajar siswa dapat diperoleh dengan rumus sebagai berikut: Skor maksimal : 12 x 5 = 60 Skor minimal : 12 x 0 = 0 ycIycoycuyc ycAycaycuOeycIycoycuyc ycAycnycu Menentukan interval = yaycycoycoycaEa yaycoycaycycnyceycnycoycaycycn = 60Oe0 = 15 Tabel 1 Kriteria Penilaian Aktivitas Guru Skor Interval Presentasi 76% - 100% 51% - 75% 26% - 50% 1% - 25% 46 Ae 60 31 Ae 45 16 Ae 30 0 Ae 15 Kriteria Sangat Baik Baik Cukup Kurang Skor maksimal : 15 x 5 = 75 Skor minimal : 15 x 0 = 0 ycIycoycuyc ycAycaycuOeycIycoycuyc ycAycnycu Menentukan interval = yaycycoycoycaEa yaycoycaycycnyceycnycoycaycycn = 75Oe0 = 18,75 Tabel 2 Kriteria Penilaian Aktivitas Siswa Skor 56,26 - 75 37,6 Ae 56,25 18,76 Ae 37,5 0 Ae 18,75 Interval Presentasi 76% - 100% 51% - 75% 26% - 50% 1% - 25% Skor maksimal : 18 x 5 = 90 Skor minimal : 18 x 0 = 0 Kriteria Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Peningkatan Motivasi Belajar Siswa dengan Menggunakan Media Buku Cerita Bergambar Edukatif di Sekolah Dasar Menentukan interval = ycIycoycuyc ycAycaycuOeycIycoycuyc ycAycnycu yaycycoycoycaEa yaycoycaycycnyceycnycoycaycycn 90Oe0 = 22,5 Tabel 3 Kriteria Motivasi Belajar Siswa Skor 68,6 - 90 46 Ae 67,5 22,6 Ae 45 0 Ae 22,5 Interval Presentasi 76% - 100% 51% - 75% 26% - 50% 1% - 25% Kriteria Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian di atas, terdapat beberapa hasil yang didapatkan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPAS materi siklus hidup hewan dengan menggunakan media buku cerita bergambar edukatif pada kelas i SDN 125/IX Simpang Selat. Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2025 sampai 22 Januari 2025. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan media, metode dan tema yang sama, serta subtema pembelajaran yang berbeda pada siklus I dan II. Gambar 1 Proses Pembelajaran pada Siklus I dan Siklus II Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan buku cerita bergambar edukatif cukup efektif dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas i SDN 125/IX Simpang Selat. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan aktivitas dan motivasi belajar siswa berdasarkan tabel di bawah ini: Table 4 Nilai Observasi Aktivitas Guru pada Siklus I dan Siklus II Nilai Aktivitas Siklus I Siklus II Peningkatan JPBB- VOLUME. NOMOR. TAHUN 2025 Rata-rata e-ISSN : 2962-1143. dan p-ISSN : 2962-0864. Hal. Berdasarkan tabel di atas ditunjukkan bahwa terdapat peningkatan aktivitas guru dari siklus I ke siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa media buku cerita bergambar edukatif dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPAS di SDN 125/IX Simpang Selat. Table 5 Nilai Observasi Motivasi Belajar Siswa Nilai Akhir Pra Siklus Siklus I Siklus II Peningkatan Rata-rata Table 6 Nilai Observasi Aktivitas Belajar Siswa Nilai Akhir Pra Siklus Siklus I Siklus II Peningkatan Rata-rata Sebagaimana ditunjukkan pada tabel di atas, dapat dilihat bahwa adanya peningkatan motivasi belajar siswa dari pra siklus, siklus I dan siklus II dengan peningkatan nilai sebanyak 26% . ilai pra siklus ke siklus I) dan 28% . iklus I ke siklus II). Peningkatan motivasi ini menunjukkan bahwa indikator keberhasilan telah tercapai. Berdasarkan tabel di atas, maka gambaran motivasi belajar siswa pada tahap pra siklus adalah sebagai berikut: Nilai Pra Siklus Siklus I Siklus II Gambar 2 Gambar Diagram Motivasi Belajar Siswa Selain itu, berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti terhadap guru dan siswa, diketahui bahwa media buku cerita bergambar edukatif sangat diterima dengan baik ketika proses pembelajaran, selain menarik dan membuat pembelajaran lebih menyenangkan, media buku cerita bergambar juga dapat membuat siswa lebih semangat dan terlibat selama proses Peningkatan Motivasi Belajar Siswa dengan Menggunakan Media Buku Cerita Bergambar Edukatif di Sekolah Dasar Bahkan guru dan beberapa siswa berharap buku cerita bergambar edukatif dapat diperbanyak dan dibuat dalam bentuk materi-materi yang lain. Jadi, berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa media buku cerita bergambar edukatif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPAS materi siklus hidup hewan siswa kelas i SDN 125/IX Simpang Selat. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPAS materi siklus hidup hewan dengan menggunakan media buku cerita bergambar edukatif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Setelah diterapkannya media buku cerita bergambar edukatif, dapat dilihat siswa yang malas saat proses pembelajaran mejadi lebih aktif, siswa yang tidak pernah bertanya menjadi aktif bertanya dan siswa yang suka bercanda di kelas sudah dapat menyimak pembelajaran dengan baik. Pada pra siklus nilai rata-rata motivasi belajar siswa hanya mencapai 28% dengan kategori Setelah dilakukan proses pembelajaran dengan menggunakan media buku cerita bergambar edukatif, pada siklus I motivasi belajar siswa meningkat menjadi 54% dengan kategori tinggi, dan setelah pelaksanaan siklus II, motivasi belajar siswa meningkat menjasi 82% dengan kategori sangat tinggi. DAFTAR PUSTAKA