MABNY : Journal of Sharia Management and Business Vol. 2 No. 2 Oktober 2022 Relokasi Pedagang Kaki Lima Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi (Studi Pedagang Kaki Lima Di Arek Lancor Pamekasa. Ah. Shibghatullah Mujaddidi. Institut Agama Islam Negeri Madura. Pamekasan. Indonesia Corresponding author: ramujaddidi@gmail. Abstract: Relocation is one of the government's activities covering the field of spatial planning, improving social economic welfare and others. So that local governments have the right to relocate in sectors controlled by local governments, including public facilities. In its implementation, relocation covers various fields including urban spatial planning, socio-economic dynamics and adaptation to new things. It also has an impact on the socioeconomic conditions of traders who experience comparisons or differences from before relocation to after relocation in terms of Income. Employment, and Education indicators. The method used is a descriptive or analysis method using a qualitative approach. Researchers used three data collection procedures, namely: interviews, observations and documentation. This study concluded that, the socioeconomic conditions of Arek Lancor Pamekasan Street Vendors for selling conditions and incomes were still more crowded and higher before moving from Arek Lancor. In the employment indicator, some traders choose to find a side job after being relocated given the quiet selling conditions that have an impact on declining income. On the indicators of education the trader still strives for education for his family. After being relocated even though the income or economic conditions are declining, there are no significant problems for traders for the educational aspect and there are even their families who continue to the S2 college level Keywords: Merchant. Relocation. Socioeconomic Abstrak: Relokasi merupakan salah satu dari kegiatan pemerintah yang mencakup bidang perencanaan tata ruang, peningkatan kesejahteraan ekonomi sosial dan lainnya. Sehingga pemerintah daerah memiliki hak untuk melakukan relokasi pada sektor-sektor yang dikuasai pemerintah daerah termasuk fasilitas umum. Dalam implementasinya relokasi mencakup berbagai bidang termasuk tata ruang kota, dinamika sosial ekonomi maupun adaptasi pada hal yang baru. Hal itu juga berdampak pada kondisi sosial ekonomi para pedagang yang mengalami perbandingan atau perbedaan dari sebelum direlokasi hingga setelah direlokasi ditinjau dari indikator Pendapatan. Pekerjaan, dan Pendidikan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif atau analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti menggunakan tiga prosedur pengumpulan data yaitu: wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa, kondisi sosial ekonomi pedagang Kaki Lima Arek Lancor Pamekasan untuk kondisi berjualan dan pendapatan masih lebih ramai dan lebih tinggi sebelum pindah dari Arek Lancor. Pada indikator pekerjaan para pedagang sebagian memilih untuk mencari kerja sampingan setelah direlokasi mengingat kondisi berjualan yang sepi yang berimbas pada menurunnya Pada indikator pendidikan para pedagang tetap mengupayakan pendidikan untuk Setelah direlokasi meskipun kondisi pendapatan atau ekonomi menurun tidak ada masalah yang berarti bagi pedagang untuk aspek pendidikan bahkan ada keluarganya yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi S2. Kata Kunci: Pedagang. Relokasi. Sosial Ekonomi Ah. Shibghatallah Mujaddidi PENDAHULUAN Sektor ekonomi merupakan salah satu sektor yang sangat berpengaruh pada suatu daerah baik pada masyarakat dan pada pembangunan ekonomi suatu daerah, sektor ini dapat berpengaruh pada kondisi sosial pada masyarakat di suatu daerah tertentu dan juga bisa dikaitkan sebagai tolak ukur makmurnya kehidupan masyarakat. Dalam pembangunan ekonomi daerah yang menjadi pokok permasalahannya yaitu terletak pada kekhasan daerah yang bersangkutan dengan menggunakan potensi sumber daya manusia, kelembagaan, dan sumber daya fisik secara lokal . Selain itu ekonomi juga berkaitan dengan hubungan antara ekonomi dan masyarakat yang bisa disebut dengan sosiologi ekonomi yang di dalamnya terjadi interaksi sosial dengan ekonomi. Dalam hubungan tersebut, dapat dilihat bagaimana masyarakat mempengaruhi ekonomi. Sebaliknya juga, bagaimana ekonomi mempengaruhi Tingkat penduduk yang semakin meningkat di suatu daerah juga berdampak pada kurangnya lapangan pekerjaan yang tersedia hal ini dapat menyebabkan bertambahnya tingkat Faktor lain yang menyebakan meningkatnya jumlah pengangguran juga bisa disebabkan karena pemerintah yang kurang mampu untuk membuka lapangan pekerjaan baru. Semakin meningkatnya jumlah pengangguran dan terbatasnya lapangan pekerjaan yang disediakan oleh pemerintah serta besar kuatnya desakan akan kebutuhan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup disisi yang lain tentu saja memaksa sebagian masyarakat untuk mencari alternatif pekerjaan lain selain pekerjaan formal sebagai solusinya. Pedagang adalah usaha sektor informal yang dapat menjadi alternatif dari masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan. Sektor informal ini muncul karena sektor formal tidak memberikan ruang lingkup yang cukup sehingga kegiatan ekonomi berlangsung diluar sektor yang terorganisasi. Terdapat beberapa jenis pedagang salah satunya yaitu pedagang kaki lima. Pedagang kaki lima merupakan realita yang tidak bisa dilepaskan dari perkembangan pertumbuhan kota atau suatu daerah. Keberadaannya merupakan konsekuensi dari konsepsi pembangunan Kota sentris yang kita anut dimana roda pembangunan selalu dimulai dan terpusat di Kota. Dilihat dari keadaan kondisi sosial ekonomi masyarakat Kota menjadi "pusat segala pusat" sehingga "sensualitasnya" mampu menarik setiap orang untuk berbondongbondong untuk datang guna mewujudkan mimpi hidup sejahtera yang selama ini tidak pernah mereka peroleh di desa. Keberadaan pedagang kaki lima juga dapat mejadi alternatif lapangan pekerjaan yang membuat angka pengagguran dapat ditekan dan keberadaannya dibutuhkan oleh sebagian masyarakat kelas bawah karena harga yang relatif lebih murah jika dibandingkan dengan beberapa toko besar ataupun retoran dan kafe. Namun keberadaan pedagang kaki lima selain menguntungkan juga mendatangkan masalah baru. Kegiatannya seringkali dianggap sebagai kegiatan liar karena penggunaan ruang yang tidak sesuai dengan peruntukannya sehingga dapat mengganggu kepentingan umum. Relokasi PKL menjadi kebijakan yang banyak dipilih oleh Pemerintah Daerah dalam menata dan mengelola PKL, akan tetapi pada prakteknya, kebijakan relokasi ini sering mendapat penolakan dari PKL kelompok sasaran kebijakan. Melalui UU No. 5/1995 yang diperbaharui dengan UU No. 20/2008 tentang usaha kecil dan menengah Pemerintah Pusat menghimbau kepada seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota untuk segera mengimpletasikan keberpihakan terhadap PKL dengan mengeluarkan Perda Khusus tentang PKL. Peraturanperaturan pemerintah bertujuan agar kegiatan-kegiatan ekonomi dapat dijalankan secara wajar dan tidak merugikan khalayak ramai. Sebagai contoh peraturan-peraturan mengenai lokasi 1 Damsar. Pengantar Sosiologi Ekonomi (Jakarta: Prenamedia, 2. , 11. 2 David Cardona. Strategi Komunikasi Pembangunan Dalam Penataan Pedagang Kaki Lima (Surabaya: Scopindo Media Pustaka, 2. , 2. 3 Ita Novita. AuAnalisis Dampak Relokasi Pasar Tradisional Pada Pedagang (Studi Kasus Pasar Karangampel Indramayu Tahun 2015Ay (Cirebon. Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati, 2. , 43. Relokasi Pedagang Kaki Lima Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi (Studi Pedagang Kaki Lima Di Arek Lancor Pamekasa. pengembangan perusahaan yang bertujuan agar kegiatan industri-industri tidak dikembangkan secara sembarangan. Pemerintah Pamekasan sendiri memiliki peraturan penertiban PKL Arek Lancor yang mengacu pada Peraturan Bupati Nomor 31 tahun 2016 tentang perubahan atas Perbup No. Tahun 2009 tentang petunjuk pelaksanaan Perda No. 5 Tahun 2008 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL. Dalam aturan tersebut, diamanatkan PKL kawasan Arek Lancor diperbolehkan berjualan pada hari jumat, sabtu, dan minggu, mulai pukul 16. 30 WIB sampai dengan pukul 22. 00 WIB tetapi faktanya. PKL tidak mengindahkan regulasi tersebut dengan berjualan seenaknya sendiri. Tak hanya itu masalah lain yang terjadi adalah masalah penataan ruang Kota yang seakan-akan terlihat kumuh dan banyakya sampah setiap hari yang merusak keindahan dan kecantikan tatanan Kota terlebih lagi di Taman Monumen Arek Lancor yang sedianya diperuntukkan untuk memperindah Monumen yang menjadi ikon dari Kabupaten Pamekasan. Pemerintah Kabupaten Pamekasan pada akhirnya merelokasi para pedagang di areal Monumen Arek Lancor ke tempat yang baru karena semakin membludaknya para pedagang kaki lima yang berjualan di area Monumen Arek Lancor. Dengan adanya kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan tersebut Pedagang diharuskan untuk pindah dari area Monumen Arek Lancor, kebanyakan dari pedagang berpencar berjualan di beberapa lokasi yang berbeda karena menunggu lokasi baru di Jalan Kesehatan diresmikan oleh Pemerintah. Selama direlokasi dari monumen Arek Lancor beberapa pedagang mengalami penurunan pendapatan dan jumlah pembeli dikarenakan harus beradaptasi dengan tempat yang baru dan juga pelanggan yang belum banyak mengetahui lokasi berjualan yang baru selama direlokasi dari monumen arek lancor. Berdasarkaan uraian maka peneliti berkeinginan untuk membahas lebih dalam berkaitan tema tersebut dimana judul penelitian yang digunakan yakni "Relokasi Pedagang Kaki Lima Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi (Studi Pedagang Kaki Lima di Arek Lancor Pamekasa. METODE PENELITIAN Pada penelitian ini pendekatan yang digunakan oleh peneliti yaitu menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif studi kasus dan beberapa Pertama, menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan dan mengungkapkan hubungan yang alami antara peneliti dengan informan. Kedua, metode ini menyajikan secara langsung hakikat hubugan antara peneliti dan responden, dan ketiga, metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak berpengaruh terhadap pola pola nilai yang sedang dihadapinya. 6 Penelitian ini merupakan penelitian pengamatan lapangan yang bersifat kualitatif. Pada penelitian lapangan ini menggunakan data deskriptif yang berupa wawancara, catatan lapangan yang diamati, foto, dokumen pribadi atau dokumen resmi lainnya. Penelitian kualitatif lebih menekankan pada analisis terhadap dinamika hubungan antara fenomena yang diamati dengan menggunakan logika ilmiah. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif studi kasus, yaitu menyajikan fakta secara sistematik tentang "Analisis Relokasi Pedagang Kaki Lima Arek Lancor Pamekasan Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Pedagang" kemudian dianalisa sehingga dapat lebih mudah untuk dipahami dan disimpulkan. Peneliti mengambil sumber data primer yang diperoleh secara langsung pada saat melakukan proses observasi dan wawancara yang didukung dengan data sekunder berupa bahan kajian pustaka, literatur, dan penelitian terdahulu yang dikutip dari buku maupun artikel ilmiah dengan kriteria data dari tahun 2013 sampai dengan 2022. Subjek atau informan pada penelitian ini adalah 10 Pedagang yang direlokasi dari Monumen Arek Lancor Pamekasan. 4 Sukirno. Mikro Ekonomi Teori Pengantar (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2. , 45. 5 AuPeraturan Daerah Kab. Pamekasan No 5 Tahun 2010,Ay 2010, http://sekwan. id/produkhukum/index/45#PERATURAN DAERAH KAB P AMEKASAN NOMOR 5 TAHUN 2008. 6 Lexy J Moleong. Metode Penelitian Kualitatif (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2. , 11. Ah. Shibghatallah Mujaddidi Dalam mengumpulkan data di lapangan berkaitan dengan teknik menggali data, dan berkaitan dengan sumber data maupun jenis data, yang sudah dijelaskan sebelumnya. Sumber data utama . pada penelitian ini akan dicatat oleh peneliti melalui tulisan atau melalui rekaman suara atau video, dan pengambilan gambar. Sedangkan sumber data tambahan diperoleh melalui kajian pustaka seperti buku dan jurnal ilmiah. Setelah data didapat kemudian peneliti melakukan reduksi data, yaitu upaya memilah-milah data hasil wawancara dalam satuan konsep tertentu. Hasil reduksi data tersebut kemudian diolah dan selanjutnya peneliti memaparkan serta menarik kesimpulan supaya data lebih mudah dipahami. HASIL DAN PEMBAHASAN Monumen Arek lancor Pamekasan terletak di Kelurahan Barurambat Kota Kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan Jawa Timur. Monumen ini dikelilingi beberapa bangunan diantaranya Kantor Bakorwil Madura yang terletak disebelah utara, dan Masjid Agung AsySyuhada di sebelah barat. Monumen Arek lancor merupakan suatu Monumen hasil dari perjuangan para syuhada yang merupakan bangunan tugu peringatan kepahlawanan rakyat Madura dalam mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bentuk dari Monumen yang menggambarkan kobaran api nan tak kunjung padam yang terpencar dari perpaduan senjata tradisional rakyat Madura Arek Lancor sebagai lambing dinamika yang menyala-nyala dari hasil perjuangan dari para syuhada dan rakyat Madura. Monumen Arek Lancor berdiri tegak diatas landasan yang kokoh yang melukiskan keteguhan dan kesiap siagaan rakyat Madura dalam menghadapi setiap tantangan. Kondisi Sosial Ekonomi Pedagang Kaki Lima Arek Lancor Pamekasan sebelum direlokasi Bagi para pedagang lokasi berjualan juga berpengaruh terhadap penjualan dagangannya, namun seringkali lokasi yang ditempati para pedagang tidak mengantongi izin secara resmi. Hal inilah yang juga dapat mempengaruhi omset atau penghasilan berjualan dari pedagang kaki Berikut beberapa indikator Kondisi Sosial Ekonomi Pedagang Kaki Lima Arek Lancor Pamekasan sebelum direlokasi dari kawasan Monumen Arek Lancor Pamekasan. Pendapatan Pedagang Kaki Lima sebelum direlokasi dari Arek Lancor Pamekasan Dalam kegiatan berwirausaha atau berdagang pendapatan merupakan faktor yang paling penting bagi para pedagang, karena sejatinya para pedagang melakukan kegiatan berwirausaha atau berdagang untuk mencari keuntungan atau pendapatan demi memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya. Dalam penelitian ini akan disebutkan hasil penelitian kepada pedagang kaki lima mengenai pendapatan setelah direlokasi dari kawasan monumen Arek Lancor Pamekasan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan pedagang saat sebelum direlokasi dan setelah direlokasi dari Arek Lancor Pamekasan. Berikut hasil wawancara kepada Bapak Totok salah satu pedagang yang terkena AuSebelum direlokasi pendapatan saya masih bagus rata-rata perharinya saya bisa membawa pulang uang sampai 300 ribu bahkan lebih. Berbeda saat pindah dari Arek Lancor mungkin karena selain dari dampak relokasi juga karena dampak Pandemi Covid dan juga mungkin karna dampak dari pindah lokasi juga atau relokasi ke tepat saat ini sehingga pendapatan saya jadi menurun drastis. Kalau dulu Alhamdulillah pendapatan saya bagus sekali kondisi jualan ramai berbanding dengan setelah direlokasi yang berangsur sepi kondisi jualan sayaAy. Pendapat juga diungkapkan oleh mas Faruk pedagang kaki lima yang berjualan AyWaktu saya masih berjualan di Arek Lancor omset atau pendapatan saya bisa mencapai 300 ribu bahkan terkadang bisa tembus sampai 500 ribu dan pada saat saya pindah berjualan ke tempat yang sekarang ini sejak tahun 2020 pendapatan saya menurun drastis saking sepinya pembeli pada waktu itu. Saya rasa lebih nyaman berjualan di Arek Lancor karena pendapatan saya lumayan pada waktu itu tidak seperti pada saat ini di tempat yang sekarang ini sangat sepi pembeli tapi Relokasi Pedagang Kaki Lima Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi (Studi Pedagang Kaki Lima Di Arek Lancor Pamekasa. untuk akhir-akhir ini Alhamdulillah mulai bangkit kembali pendapatan atau penghasilan dari berjualan sandal saya mulai berangsur normal kembali walaupun masih belum se normal waktu berjualan di kawasan monumen Arek Lancor beberapa tahun yang lalu. Saya harap untuk tempat berjualan pedagang agar segera di pindah dan diresmikan ke tempat yang baru agar kondisi jualan para pedagang berangsur normal kembali seperti dulu lagiAy. Pendapat hampir sama juga diungkapkan mas Hendra yang berjualan jasa pancing dan mainan anak. AuSaya berjualan dari tahun 2015 di Arek Lancor sebelum tahun 2020 pindah ke lokasi ini . karena direlokasi oleh pemerintah. Penghasilan saya untuk waktu itu waktu masih berjualan di Arek Lancor berkisar di angka 300ribu bahkan kadang lebih tergantung ramainya pelanggan karena kalau dulu itu sering ramai tidak seperti sekarang yang sangat sepi kondisi jualan saya rasanya saya ingin pindah ke tempat dan suasana jualan yang seperti dulu lagi, enak kalau sering ramai jualan seperi dulu. Ay Kesimpulan dari beberapa wawancara di atas yaitu pedagang sebelum direlokasi dari Arek Lancor kondisi berjualan para pedagang kaki lima masih ramai dan pendapatannya masih tergolong tinggi, tapi ketika direlokasi pendapatan mengalami penurunan, salah satu sebabnya masih sedikitnya masyarakat yang berbelanja di tempat relokasi yang baru. Pekerjaan Pedagang Kaki Lima sebelum Direlokasi dari Arek Lancor Pamekasan Pekerjaan akan menentukan kondisi sosial atau status sosial ekonomi karena dari bekerja segala kebutuhan akan dapat terpenuhi. Pekerjaan tidak hanya mempunyai nilai ekonomis namun juga merupakan usaha manusia untuk mendapatkan kepuasan dan mendapatkan imbalan atau upah berupa uang, barang ataupun jasa akan terpenuhi kebutuhan hidupnya. Pekerjaan seseorang akan mempengaruhi kemempuan ekonominya, untuk itu bekerja merupakan suatu keharusan bagi setiap individu sebab dalam bekerja mengandung dua segi, kepuasan jasmani dan terpenuhinya kebutuhan hidup. Berikut hasil wawancara kepada mas Hendra selaku pedagang jasa pancing dan mainan anak di Arek Lancor AySejak saya berjualan dari tahun 2015 untuk pekerjaan yang saya tekuni hanya ini saja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga saya ya kadang ada orang mengajak kerja yang lainnya kadang saya ikut tetapi seringkali saya tolak kalau pekerjaannya bisa mengganggu aktivitas jualan saya, jadi untuk pekerjaan utama saya hanya berfokus pada usaha jualan mainan anak dan pancing iniAy. Pendapat juga diungkapkan oleh mas Fery selaku pedagang yang berjualan makanan ringan. AuPada saat masih berjualan di Arek Lancor dulu untuk pekerjaan yang saya tekuni bukan hanya berjualan pentol saja waktu itu juga saya mempunyai usaha lain yaitu jasa sewa mocin yang waktu itu masih banyak peminatnya yang menyewa waktu masih di Arek Lancor, dan juga orang tua saya bekerja berjualan bakso dan makanan ringan di Terminal lama Pamekasan. Pendapat juga diungkapkan oleh mas Faruk pedagang kaki lima yang berjualan AuSaya berjualan sejak masih sekolah SMA waktu itu sambil bantu kakak sekitar tahun 2013 sampai sekarang. Saya berjualan di Arek Lancor sampai pada tahun 2020 atau awal adanya pandemi covid dan pada saat itu saya direlokasi dari Arek Lancor karena adanya pembatasan sosial dan juga karena Pamerintah ingin merelokasi pedagang dari kawasan Arek Lancor. Saya memilih untuk berjualan di tempat yang saya tempati saat ini karena menurut saya tempat ini lumayan ramai dan lebih dekat juga dengan kawasan Arek Lancor meskipun kendalanya tempat yang sempit dan kurang tempat parkir saya memilih tempat ini untuk berjualan Ah. Shibghatallah Mujaddidi Untuk usaha saya sendiri Alhamdulillah saya dan kakak tidak hanya bergantung pada usaha jualan sandal ini saja Alhamdulillah masih punya usaha yang lain seperti usaha rental mobil. Saya dan kakak tidak hanya menekuni usaha jualan sandal ini saja karena kalau hanya fokus ke jualan sandal saja tidak nututi penghasilannya mengingat kondisi jualan sandal sejak 2020 lalu yang berangsur sepi pembeli. Kalau kondisi jualan seperti sekarang kalau hanya fokus ke jualan sandal saja kurang mencukupi untuk kebutuhan saya dan kakak harus pintar mengelola hasil jualan saja Alhamdulillah saat ini sudah punya usaha lain yang bisa memenuhi kebutuhan kami. Ay Kesimpulan dari wawancara yang telah dilakukan peneliti adalah rata-rata dari pedagang hanya mengandalkan pekerjaan sebagai pedagang kaki lima di Arek Lancor, ada sebagian yang mempunyai pekerjaan atau usaha ganda di lokasi yang sama yaitu Arek Lancor Pamekasan Faktor Pendidikan Keluarga Pedagang Kaki Lima sebelum direlokasi dari Arek Lancor Pamekasan Pendidikan merupakan hal yang paling penting dan mendasar dalam upaya untuk meningkatkan pengetahuan penduduk, karena pada pembangunan sekarang ini sangat diperlukan partisipasi daripenduduk yang terdidik dan terampil agar dapat berpartisipasi penuh dalam pembangunan. Berikut hasil wawancara kepada bapak Totok salah satu Pedagang yang direlokasi dari Arek Lancor Pamekasan yang saat ini sudah berjualan di Eks RSUD Lama Pamekasan di Jalan Kesehatan Pamekasan. AuSaya memiliki anak yang masih bersekolah, untuk saat itu jualan masih sangat ramai sehingga tidak khawatir untuk masalah pendidikan anak. Untuk saya sendiri saya pernah menempuh pendidikan sampai kuliah juga saya juga sempat menjadi aktivis pada waktu itu sehingga sampai sekarang saya yang diadalkan oleh teman-teman untuk mewakili para pedagang jika ada urusan penting atau jika ada panggilan dari Pemerintahan saya yang sering mewakili teman-teman pedagangAy. Pendapat ini juga diungkapkan oleh mas Faruk. AuUntuk waktu itu saat masih berjualan di Arek lancor saya masih bersekolah dan kakak sudah lulus kuliah. Waktu itu melihat kondisi jualan yang masih ramai kakak tidak pernah khawatir untuk urusan pendidikan karena penghasilan waktu itu masih lumayan untuk menyekolahkan saya dan juga kakak sampai bisa Lulus kuliah dari hasil berjualan Sandal di Arek LancorAy. Pendapat lainnya juga diungkapkan oleh mas Hamam. AuWaktu masih di Arek Lancor untuk pedidikan saya masih bersekolah SMA dan adik saya masih SD waktu itu. Saat itu untuk masalah pendidikan saya dan adik keluarga saya tidak khawatir karena kondisi jualan saya waktu itu masih ramai dan pendapatanya masih lumayan sehingga untuk masalah pendidikan terutama untuk adik saya tidak khawatir meskipun mau bersekolah di sekolah unggulan. Ay Kesimpulan dari wawancara yang telah dilakukan yaitu rata-rata pedagang kaki lima Arek Lancor untuk pendidikan lulusan SMA saat masih berjualan di Arek Lancor dan sangat memperhatikan masalah pendidikan terlebih pada anak-anaknya. Kondisi Sosial Ekonomi Pedagang Kaki Lima Arek Lancor Pamekasan setelah direlokasi Pendapatan Pedagang Kaki Lima setelah direlokasi dari Arek Lancor Pamekasan Berikut hasil wawancara kepada Bapak Totok salah satu pedagang yang direlokasi dari Arek Lancor Pamekasan yang saat ini berjualan di Eks RSUD Lama di jalan Kesehatan Pamekasan. Relokasi Pedagang Kaki Lima Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi (Studi Pedagang Kaki Lima Di Arek Lancor Pamekasa. AySejak direlokasi dari Arek Lancor tahun 2022 yang lalu, kondisi jualan saya berangsur sepi diakibatkan oleh Pandemi Covid-19 yang belum selesai dan juga karena dampak dari relokasi yang dirasakan oleh saya sebagai pedagang kaki Pendapatan saya menurun terlebih pada tahun 2020 tahun yang sangat sulit pendapatan saya sejak direlokasi hanya berkisar di angka 100 ribu saja menurun dari jumlah pendapatan saat berjualan di Arek Lancor, intinya jualan mendadak sepi setelah pindah kesini (Eks RSUD) dan juga bersamaan dengan adanya wabah corona yang menjadikan tahun 2020 lalu tahun yang sangat sulit, namun untuk saat ini mulai normal lagi walaupun jauh tidak sebanyak pendapatan waktu masih di Arek Lancor. Ya harus disyukuri saja. Ay Pendapat juga diungkapkan oleh mas Faruk Pedagang yang berjualan Sandal. AuSetelah dipindah dari Arek Lancor pendapatan saya berangsur terus menurun kondisi berjualan semakin sepi pembeli kebetulan juga waktu itu dalam masa pandemi covid. Sejak pindah dari Arek Lancor tahun 2020 pendapatan saya menurun drastis ke angka 100 ribuan saja bahkan pernah hanya mendapatkan penghasilan dibawah 100 ribu saja saking sepinya pembeli pada waktu itu. Saya rasa lebih nyaman berjualan di Arek Lancor karena pendapatan saya lumayan pada waktu itu tidak seperti pada saat ini di tempat yang sekarang ini sangat sepi pembeli walaupun sekarang mulai bangkit kembali tapi tidak seramai waktu di Arek Lancor dulu semoga bisa ramai kembali jualan saya dan pendapatan saya dapat menigkat juga seperti dulu lagi. Ay Pendapat hampir sama juga diungkapkan oleh mas Hendra yang juga berjualan jasa pancing dan mainan anak. AuSetelah pindah dari Arek Lancor ke tempat ini (Eks RSUD lam. pendapatan saya hampir sama dengan teman-teman yang berjualan disini yang pasti menuurun drastis kondisi jualan sering sepi tidak seperti dulu yang sering ramai. Untuk pendapatan harian saya seringkali saya membawa pulang uang 100 ribuan kadang lebih sedikit pernah juga kadang tidak sampai 100 ribu kalau sudah sangat sepi intinya pendapatan berjualan disini tidak sebagus dulu waktu masih di Arek Lancor terlebih pada saat tahun 2020 yang merupakan tahun yang paling sulit bagi hampir semua orang terlebih para pedagang. Ay Pendapat lain juga diungkapkan oleh mas Hamam pedagang yang berjualan es jus buah. AuPendapatan saya setelah pindah dari Arek Lancor yang pasti menurun bisa dikatakan juga menurun drastis karena kondisi jualan yang berangsur sepi tidak seperti dulu. Untuk saat ini saya sering membawa pulang uang sebesar 150 ribu hingga paling ramainya 350 ribu turun hampir sepauh atau 50 persen dari pendapatan waktu masih berjualan di Arek Lancor apalagi waktu masih awalawal pindah di tahun 2020 sangat sepi sekali waktu itu terlebih juga bersamaan dengan adanya wabah corona dan para pedagang Arek Lancor direlokasi. Intinya pendapatan sekarang tak sebagus dan sebanyak pendapatan dulu. Ay Kesimpulan dari wawancara di atas yaitu kondisi berjualan para pedagang kaki lima setelah direlokasi dari Arek Lancor Pamekasan berangsur sepi dan untuk pendapatannya berangsur menurun tidak seperti sebelum direlokasi dari Arek Lancor Pamekasan, salah satu penyebabnya adalah karena kurang minatnya konsumen untuk berkunjung ke lokasi yang baru disebabkan akses ke lokasi yang baru sedikit sulit di jangkau. Pekerjaan Pedagang Kaki Lima setelah direlokasi dari Arek Lancor Pamekasan Berikut hasil wawancara kepada Bapak Totok pedagang yang direlokasi dari Arek Lancor Pamekasan. AuUntuk pekerjaan yang saya tekuni setelah direlokasi dari Arek Lancor masih fokus pada berjualan jasa pancing dan mainan anak saja tidak memiliki pekerjaan lain, pekerjaan ini menjadi pekerjaan utama dan sumber pendapatan utama di keluarga kami meskipun kondisi jualan berangsur sepi, harus pintar dalam Ah. Shibghatallah Mujaddidi mengelola pendapatan karena hanya pekerjaan ini yang menjadi sumber pendapatan utama di keluarga kami. Ay Pendapat lainnya juga diungkapkan oleh mas Faruk. AuUntuk pekerjaan yang saya tekuni setelah pindah dari Arek Lancor saya dan kakak tidak hanya terfokus di jualan sandal ini karena kondisi jualan yang berangsur sepi setelah direlokasi. Saya dan kakak memilih utuk membuka usaha baru sebagai tambahan penghasilan saya di modalkan dari kakak untuk berjualan Es buah dan Es cincau Alhamdulillah saat ini penghasilan dari berjualan Es buah dan Es cincau saya sedikit bisa membantu tambahan pendapatan dan kakak juga membesarkan bisnis rental mobilnya karena jika hanya fokus pada jualan sandal saja tidak nututi mengingat sejak pindah dari Arek Lancor kondisi berjualan sangat sepi dan pendapatan menurun drastis. Ay Pendapat hampir sama juga diungkapkan oleh mas Hendra. AuMeskipun kondisi jualan saat ini sepi saya masih tetap terfokus pada pekerjaan jualan mainan ini Alhamdulillah masih cukup untuk sehari-hari meskipun harus pintar-pintar megelola pendapat yang di dapat dari hasil berjualan setiap Ay Pendapat yang lainnya juga diugkapkan oleh mas Hamam. AuUntuk pekerjaan saat ini selain berjualan Es jus saya juga bekerja di depo air isi ulang sebagai pengantar ke pelanggan. Saya mencari pekerjaan sampingan di siang hari mengingat setelah pindah dari Arek Lancor kondisi berjualan menurun sepi dan pendapatan dari hasil jualan menurun sehingga mau tidak mau saya harus mencari pekerjaan sampingan lainnya untuk memenuhi kebutuhan seharihari. Ay Kesimpulan dari wawancara diatas yaitu rata-rata dari pedagang adalah memilih untuk mencari pekerjaan sampingan demi memenuhi kebutuhan hidupnya mengingat kondisi berjualan yang berangsur sepi setelah direlokasi dari Arek Lancor Pamekasan ke tempat yang baru. Pendidikan Pedagang Kaki Lima setelah direlokasi dari Arek Lancor Pamekasan Berikut hasil wawancara kepada Bapak Totok. Au Meskipun setelah pindah dari Arek Lancor kondisi jualan cenderung sepi pembeli dan pendapatan saya menurun untuk masalah pendidikan anak Alhamdulillah masih bisa terpenuhi sampai sekarang masih bisa menyekolahkan dua anak dengan harus pintar-pintar mengatur keuangan mengingat pendapatan yang sekarang tak sebagus dulu, jadi harus diatur sebaik mungkin agar anak-anak bisa bersekolah dan bisa berprestasi di sekolahnya. Ay Pendapat yang lainnya juga diungkapkan oleh mas Faruk AuUntuk masalah pendidikan setelah pindah dari Arek Lancor Alhamdulillah saya bisa bersekolah sampai lulus SMA berkat dari usaha berjualan ini meskipun tak seramai dulu tapi Alhamdulillah disyukuri bisa untuk bersekolah sampai lulus. Untuk melanjutkan ke jenjang kuliah saya memang tidak ada niatan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi mungkin karena sudah nyaman jualan ini. Ay Pendapat hampir sama juga diungkapkan oleh mas Hendra AuSaya sekarang punya anak yang masih bersekolah untuk masalah pendidikan anak itu sangat penting bagi saya meskipun kondisi jualan tak seramai dulu tapi Alhamdulillah masih bisa menyekolahkan anak sampai lulus nanti kalau bisa juga sampai ke perguruan tinggi suatu saat nanti. Ay Pendapat lainnya juga diungkapkan oleh mas Hamam AuSetelah pindah dari Arek Lancor Alhamdulillah saya sudah lulus SMA sehingga beban saku dari orang tua berkurang karena saya sudah lulus terlebih pada waktu awal pindah pendapatan kami berjualan sangat menurun. Saat ini tanggungan pendidikan tinggal satu yaitu adik saya yang semester depan akan melanjutkan ke tingkat SMA. Ay Relokasi Pedagang Kaki Lima Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi (Studi Pedagang Kaki Lima Di Arek Lancor Pamekasa. Kesimpulan dari wawancara diatas yaitu meskipun kondisi berjualan para pedagang setelah direlokasi berangsur sepi dan pendapatannya menurun untuk masalah pendidikan tetap menjadi prioritas utama terlebih pendidikan anak, ada juga dari pedagang yang berencana ingin melanjutkan ke jenjang Strata 2. Dampak yang dirasakan oleh Pedagang Kaki Lima Arek Lancor Pamekasan setelah Langkah Pemerintah Pamekasan untuk merelokasi pedagang kaki lima yang berjualan di Arek Lancor untuk kepada tempat yang baru sangat terasa dampaknya kepada pedagang. Berikut merupakan hasil wawancara mengenai dampak yang dirasakan oleh Pedagang Kaki Lima Arek Lancor Pamekasan setelah direlokasi. Berikut hasil wawancara kepada Mas Fery selaku pedagang yang terkena dampak relokasi. AuDampak yang saya rasakan dengan adanya kegiatan Relokasi ini saya kesulitan mencari lokasi pengganti yang nyaman untuk kegiatan berjualan saya sehingga saya harus pindah dari tempat satu ke tempat yang lainnya untuk mendapatkan pelanggan baru karena saya banyak kehilangan pelanggan lama saya setelah pindah dari Arek Lancor sehingga saya harus beradaptasi dengan tempat baru yang saya tempati untuk berjualan. Ay Pendapat lain juga diungkapkan oleh mas Faruk. AuDampak dari adanya relokasi ini yang saya rasakan yaitu jualan menjadi mendadak sepi, saya kehilangan banyak pelanggan karena lokasi yang saya tempati berjualan masih banyak pelanggan saya yang kurang mengetahui jika saya pindah ke tempat yang saya tempati saat ini di Jl. Jokotole Pamekasan. Ay Bapak Totok juga memberikan pendapatnya. AuSetelah dipindah dari Arek Lancor dampak yang saya rasakan yaitu saya kehilangan banyak pelanggan lama saya, otomatis jualan saya menjadi sepi setelah pindah ke tempat yang sekarang ini (Eks RSUD Lama Jl. Kesehata. sehingga saya harus beradaptasi lagi dengan tempat yang saya tempati sekarang Ay Dari beberapa hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa, setelah terjadinya relokasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pamekasan kepada para pedagang kaki lima di Arek Lancor ke tempat yang baru di Jl. Kesehatan . ekas RSUD. Lam. menyebabkan penjualan mereka jadi sepi, tidak seramai ketika berjualan di Arek Lancor, salah satu penyebabnya adalah kurang fahamnya masyarakat kepada tempat yang baru tersebut. PENUTUP Sebelum direlokasi dari Arek Lancor Pamekasan kondisi berjualan Pedagang Kaki Lima masih ramai pembeli dan untuk pendapatannya masih tergolong tinggi tergantung ramainya pembeli pada saat itu, pedagang lebih merasa nyaman waktu masih berjualan di Arek Lancor Pamekasan karena lokasinya yang strategis sehingga mudah untuk di jangkau para pelanggannya yang membuat kondisi berjualannya ramai dan pendapatannya tergolong tinggi. Untuk masalah pendidikan kebanyakan dari para pedagang mengenyam pendidikan hingga lulus SMA namun ada juga yang hingga sampai ke jenjang perguruan tinggi hingga menjadi sarjana. Kondisi berjualan Pedagang Kaki Lima setelah direlokasi dari Arek Lancor Pamekasan berangsur sepi pembeli tidak seramai dulu waktu sebelum direlokasi dan pendapatannya juga berangsur menurun karena berkurangnya pelanggan atau sepinya pembeli setelah direlokasi. Para pedagang lebih merasa nyaman waktu masih berjualan di tempat yang dulu. Mengenai pekerjaan para pedagang setelah direlokasi dari Arek Lancor kebanyakan dari pedagang memilih untuk mencari usaha atau pekerjaan sampingan atau lain mengingat kondisi jualan yang tidak seramai dulu dan pendapatan yang menurun. Untuk masalah pendidikan meskipun setelah direlokasi kondisi berjualannya tidak seramai dulu dan pendapatannya tidak setinggi dulu para pedagang masih tetap memproritaskan masalah pendidikan terlebih pendidikan anak-anaknya bahkan ada dari pedagang yang ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi S2. Dampak yang dirasakan oleh Pedagang Kaki Lima setelah direlokasi dari Arek Lancor Ah. Shibghatallah Mujaddidi Pamekasan Pedagang mengeluh karena berkurangnya dan hilangnya pelanggan lama sehingga kondisi berjualan menjadi sepi pembeli dan Pedagang kesulitan untuk beradaptasi dengan lokasi yang ditempati saat ini untuk berjualan. Maka disarankan bagi pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk lebih gencar mensosialisasikan dan menghimbau kepada masyarakat untuk berkunjung kepada tempat penjualan yang baru, agar para penjual merasakan jualannya kembali ramai dikunjungi para konsumen. DAFTAR PUSTAKA