1555 J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 PENYULUHAN PENGENALAN DAGUSIBU OBAT PADA SISWA-SISWI SEKOLAH INDONESIA KUALA LUMPUR (SIKL) DI MALAYSIA Oleh Himyatul Hidayah1. Surya Amal2. Dedy Frianto3 1,2,3Program Studi Farmasi. Fakultas Farmasi. Universitas Buana Perjuangan Karawang 1,2,3Jl. HS. Ronggowaluyo. Desa Sirnabaya. Kecamatan Telukjambe Timur. Kabupaten Karawang. Jawa Barat E-mail: 1himyatul. hidayah@ubpkarawang. id, 2surya. amal@ubpkarawang. 3dedyfrianto@ubpkarawang. Article History: Received: 22-09-2025 Revised: 18-10-2025 Accepted: 25-10-2025 Keywords: DAGUSIBU. Drug Education. Students. Indonesian School Kuala Lumpur. Gema Cermat. Abstract: The inappropriate and irrational use of medicines is a public health issue that needs to be addressed early on. Students, as the next generation at risk of self-medication, need adequate medicine literacy. The DAGUSIBU (Obtain. Use. Store, and Dispos. program launched by the Indonesian Pharmacists Association and the Indonesian Ministry of Health is an important guide to the smart use of medicines. This community service activity aims to increase the knowledge and awareness of students at the Indonesian School in Kuala Lumpur (SIKL) about the DAGUSIBU principles so that they are able to use drugs safely and rationally. The activity was carried out using interactive counseling methods, question and answer sessions, and simulations, which began with a pre-test and ended with a posttest to measure the increase in knowledge. There was a significant increase in the average knowledge score of students after receiving education. The average pre-test score of 73. increased to 93. 3% on the post-test. DAGUSIBU education was effective in improving SIKL students' understanding of proper and correct medication use, thereby supporting the creation of a generation that uses medication wisely in accordance with the Gema Cermat program PENDAHULUAN Literasi kesehatan, khususnya terkait obat, merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki setiap individu untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga. Di Indonesia, swamedikasi atau pengobatan mandiri sering dilakukan oleh masyarakat, termasuk pada usia sekolah, untuk mengatasi keluhan ringan . Namun, swamedikasi yang tidak didasari pengetahuan yang benar berpotensi menyebabkan kesalahan penggunaan obat . edication erro. , seperti ketidaktepatan dosis, cara penggunaan, hingga interaksi obat yang berbahaya . Untuk mengatasi isu tersebut, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah mencanangkan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cerma. yang salah satu pilarnya adalah sosialisasi program DAGUSIBU (Dapatkan. Gunakan. Simpan, http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Buan. obat dengan benar . Program DAGUSIBU ini memberikan panduan komprehensif mulai dari cara mendapatkan obat di tempat yang legal, menggunakan sesuai dosis dan aturan, menyimpan agar kualitasnya terjaga, hingga membuang obat yang kadaluarsa secara aman . Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) merupakan salah satu komunitas sekolah di luar negeri yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan pengetahuan siswa Indonesia. Edukasi Dagusibu di lingkungan sekolah sangat relevan untuk menanamkan pemahaman bijak terhadap obat sejak dini, mencegah penyalahgunaan, dan mendukung upaya pencegahan resistensi antibiotik . , . Berdasarkan observasi awal, sebagian siswa masih belum mengetahui secara detail mengenai perbedaan penggolongan obat, cara penyimpanan yang benar, dan tata cara pembuangan obat kadaluarsa yang aman. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan utama untuk memberikan edukasi yang terstruktur dan interaktif mengenai prinsip DAGUSIBU kepada siswa-siswi SIKL. Diharapkan setelah kegiatan ini, siswa dapat menjadi agen perubahan (Duta Obat Cerda. yang mampu menerapkan dan menyebarluaskan pengetahuan DAGUSIBU kepada keluarga dan lingkungannya. METODE Persiapan Kegiatan Penyuluhan Koordinasi dengan Pihak Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) Pembukaan Kegiatan Pelaksanaan Pretest Pembagian Leaflet Pemaparan Edukasi Pengenalan Dagusibu Obat Pelaksanaan Post Kegiatan Selesai Gambar 1. Kerangka Kerja Kegiatan Pengabdian Penyuluhan pengenalan Dagusibu obat pada siswa-siswi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur. Malaysia menggunakan media leaflet dan presentasi . Efektivitas penyuluhan dinilai dari hasil evaluasi pretest dan post-test. Materi penyuluhan berisi definisi Dagusibu, tip mendapatkan, penggunaan, menyimpan obat dengan benar, penggolongan obat. ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Gambar 2. Leaflet Penyuluhan Target Sasaran dan Tempat Pelaksanaan Penyuluhan diberikan kepada siswa-siswi kelas 12 Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Malaysia, bertempat di jalan Lorong Tun Ismail. Kuala Lumpur, 50480 Kuala Lumpur. Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur. Malaysia. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Kelas Sekolah Indonesia Kuala Lumpur pada Selasa, 21 Oktober 2025 pukul 11. 00 WIB. Pelaksanaan Pembukaan kegiatan penyuluhan dilakukan oleh Ka Humas Bapak Budi Siswanto dan Ibu Dwi, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan oleh Tim Penyuluh. Terdapat pretest yang harus dikerjakan oleh peserta sebelum dilakukan penyuluhan. Setelah itu, pembagian leaflet dan pemaparan materi mengenai pengenalan Dagusibu Obat. Pada sesi terakhir, peserta harus mengikuti post-test untuk mengetahui efektivitas dari kegiatan penyuluhan HASIL http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Gambar 3. Kegiatan penyampaian materi Terdapat 30 peserta yang mengikuti kegiatan penyuluhan mengenai pengenalan DAGUSIBU obat pada siswa-siswi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Malaysia (SIKL). Proses penyuluhan terdiri dari pretest, pemaparan materi, dan post-test. Pretest dilakukan dengan cara peserta mengisi kuesioner yang terdiri dari beberapa pertanyaan mengenai DAGUSIBU Setelah itu, kuesioner yang sudah diisi oleh peserta akan langsung dinilai oleh tim Kemudian, pemaparan materi dilaksanakan. Pemaparan materi dilakukan menggunakan media leaflet dan presentasi . Tahap akhir untuk menilai efektivitas kegiatan penyuluhan, para peserta diminta untuk melaksanakan post-test berupa mengisi kuesioner yang sama seperti saat pretest. Hasil perbandingan pretest dan post-test menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta mengenai DAGUSIBU (Dapatkan. Gunakan Simpan dan Buan. Peserta jadi mengetahui tip mendapatkan, penggunaan, menyimpan obat dengan benar serta penggolongan obat yang meliputi obat bebas, bebas terbatas, keras, narkotika dan psikotropika dan cara membuang obat yang telah kadaluarsa agar tidak disalahgunakan. Media leaflet yang diberikan mudah dipahami dan dapat dibawa pulang oleh peserta. Selama kegiatan, peserta penyuluhan sangat antusias untuk mendengarkan pemaparan materi dan melakukan konsultasi/ bertanya kepada Apoteker . mengenai bagaimana cara mendapatkan obat yang benar, penggunaan obat, penyimpanan obat dan membuang obat yang telah kadaluarsa. Apoteker . kemudian memberikan informasi yang dibutuhkan oleh peserta sesuai dengan kompetensinya secara profesional. Pembahasan Peningkatan signifikan pada nilai rata-rata post-test . 3%) dibandingkan pre-test . 3%) menunjukkan bahwa metode edukasi yang digunakan, yaitu penyuluhan interaktif yang didukung dengan media visual dan simulasi, sangat efektif dalam mentransfer pengetahuan DAGUSIBU kepada siswa-siswi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang juga membuktikan bahwa edukasi Dagusibu mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat dan siswa secara signifikan . Fokus pada prinsip DAGUSIBU memberikan siswa panduan praktis yang mudah diingat. Pada aspek Dapatkan, siswa menjadi lebih paham bahwa obat harus diperoleh dari sumber resmi (Apote. dan pentingnya memeriksa tanggal kadaluarsa dan izin edar . Pada aspek ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Gunakan, pemahaman mengenai penggolongan obat dan penggunaan antibiotik rasional meningkat, yang krusial untuk mencegah resistensi antibiotik. Poin Simpan dan Buang juga menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, di mana siswa kini mengerti risiko menyimpan obat di tempat yang tidak tepat dan bahaya membuang obat sembarangan terhadap lingkungan dan potensi penyalahgunaan . Keterlibatan aktif siswa dalam simulasi, seperti membedakan kemasan obat dan mempraktikkan cara membuang sediaan, memperkuat retensi informasi. Penggunaan metode yang sesuai dengan jenjang usia sekolah merupakan kunci keberhasilan, karena materi yang kompleks dapat disederhanakan dan divisualisasikan . Dengan peningkatan pengetahuan ini, siswa SIKL diharapkan tidak hanya menjadi pengguna obat yang cerdas tetapi juga mampu memberikan informasi yang benar kepada teman sebaya dan keluarga, sehingga program ini berkontribusi aktif terhadap Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cerma. di lingkungan komunitas Indonesia di Kuala Lumpur . Tabel pengolahan data Hasil Pretest Tabel 1. Tabel Pengolahan Data Pretest Skor Frekuensi Presentase (%) Total Berdasarkan tabel. 1 pada saat pretest sebanyak 22 responden mendapatkan skor 0 . 3%), 5 peserta mendapatkan skor 35 . 7%), dan 3 peserta mendapatkan skor 50 . %). Tabel 2. Pengolahan Data Pos Test Skor Frekuensi Presentase (%) Total Berdasarkan tabel. 2 pada saat post-test sebanyak 2 responden mendapatkan skor 80 . 7%), dan 28 responden mendapatkan skor 100 . 3%). Gambar 4. Lokasi kegiatan http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi pengenalan DAGUSIBU Obat pada siswa-siswi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) berhasil mencapai tujuannya. Terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata nilai post-test meningkat 3% dari nilai pre-test. Hal ini membuktikan bahwa edukasi interaktif mengenai prinsip DAGUSIBU efektif dalam meningkatkan literasi obat pada usia sekolah. Disarankan agar kegiatan serupa dapat diintegrasikan secara berkala dalam program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) SIKL untuk memastikan keberlanjutan pemahaman dan praktik penggunaan obat yang rasional. DAFTAR REFERENSI Yunita. , dan Atmadani. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Mengenai Penggunaan Obat Dengan Perilaku Swamedikasi Di Desa Kembangsari. Jurnal Riset Farmasi, 2. , . Hakim. Saputri. , dan Mustaqimah. Edukasi Dagusibu Obat Pada Kelompok Palang Merah Remaja SMAN 1 Gambut. Majalah Cendekia Mengabdi, 1, 16Ae20, 2023. Kementerian Kesehatan RI. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK. 02/Menkes/427/2015 tentang Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat, . Ihwan. Tani. Ndoen. , dan Abuk. Edukasi Pengenalan Apoteker Cilik Dan Dagusibu Pada Siswa SDN 4 Di Desa Bahomoleo Kecamatan Bungku Tengah Kabupaten Morowali. Jurnal Pengabdian Farmasi dan Sains (JPFS), 2. , 38Ae43. https://doi. org/10. 22487/jpsf. , 2024. Sari. , dan Kusumawardhani. Upaya Edukasi Kefarmasian Sejak Dini Melalui Apoteker Cilik di Mojosongo. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 3. , 635Ae640, 2023. Karminingtyas. Oktianti. Eningsari. , dan Mahyuni. Pengaruh Pemberian Edukasi Dagusibu Obat Terhadap Tingkat Pengetahuan Menggunakan Media Video. Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, 5. , 2024. Kementerian Kesehatan RI. Dapatkan. Gunakan. Simpan. Buang (DAGUSIBU). Diakses dari https://keslan. id/view_artikel/2025/dapatkan-gunakansimpan-buang-dagusibu . Mawaddah. , dan Setiawati. Edukasi DAGUSIBU (Dapatkan. Gunakan. Simpan, dan Buan. Journal Transformation of Mandalika, 4. , 495Ae498, 2023. Ramadhiani. Paradilawati. , dan Widyasari. Pengaruh Pemberian Edukasi terhadap Pengetahuan Masyarakat tentang DAGUSIBU (Dapatkan. Gunakan. Simpan Buan. Obat Desa Kerujon. Farmaseutik, 19. , 48Ae54. https://doi. org/10. 22146/farmaseutik. v19, 2023. Nurul. Nurjayanti. , dan Trijayanti. Pengaruh Penyuluhan Dagusibu terhadap Pengetahuan Penggunaan Obat Rasional pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat, 3. , 65-72, 2023. Tobi. Beno. Boli. Dewi. , dan Pratiwi. Penyuluhan DAGUSIBU: Pengelolaan dan Penggunaan Obat yang Baik dan Benar di Panti Bina Lanjut Usia Sentani. Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat, 5. , https://doi. org/10. 35311/jmpm. 399, 2024. ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 . Widiyantoro. Alfarisi. , dan Putri. Edukasi Dagusibu pada Siswa Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 04 Sembung Jatimulyo. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3. , 585Ae593, 2023. Yulandari. , dan Handayani. Edukasi Penggunaan Obat Rasional Berdasarkan Prinsip DAGUSIBU Pada Siswa-Siswi SMP. Jurnal Pengabdian Farmasi dan Sains, 2. , 18-23, 2024. Alrosyidi. Dewi. , dan Wahyudi. Penyuluhan Dagusibu Sediaan Farmasi Kepada Siswa SMA PP Al-Amien Pamekasan. Seminar Nasional Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat (SENIAS), 121Ae127, 2023. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI