Excelencia Journal of Islamic Education & Management Volume: 4. Nomor: 1. Tahun 2024 IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB) DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI SMK PEMKAB PONOROGO Risdamayanti Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Email: risdamayantihanafi@gmail. Dr. Tintin Susilowati. Pd. Dosen Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Email: tintinsusilowati@gmail. Received 29 January 2024 Revised 13 May 2024 Accepted 13 May 2024 Published 15 May 2024 Abstract Continuous professional development is a teacher's effort to improve his or her career and profession which is carried out systematically and continuously using various methods and vehicles, such as discussions among peers. KKG/MGMP and the like, online learning, attending training/seminars, scientific publications, and innovative work. Professional teachers can drive the dynamics of the progress of national education. So that a continuous, targeted and effective coaching process is The process of producing professional teachers needs the support of all elements related to These elements can be combined to produce a system that can work towards the formation of professional teachers in sufficient quality and quantity. This study aims to :. Describing and analyzing the forms of teachers' PKB implementation program in improving professional competence at SMK PEMKAB. Explaining and analyzing the implementation of the PKB program in improving teachers' professional competence at SMK PEMKAB Ponorogo. Explaining and analyzing the implications of the PKB program in improving teachers' professional competence at SMK PEMKAB Ponorogo. This research is a type of field research using a qualitative approach. Data collection techniques are through interviews, observation and documentation. The data analysis technique is an interactive model proposed by Matthew and A. Michael Huberman with four stages, namely data collection, data condensation and conclusion drawing or verification. The findings obtained from the implementation of PKB in improving teachers' professional competence are . The forms of teachers' PKB implementation program in improving professional competence at SMK PEMKAB include selfdevelopment through teacher education and training which is reflected in learning, scientific publications with module preparation activities and research preparation in the field of education and innovative work with the activity of making teaching aids and preparing exam question guidelines in the form of grids. Teachers' PKB at SMK PEMKAB Ponorogo is implemented into ongoing The training attended by teachers begins with planning through annual performance meetings attended by all education stakeholders. The next stage is implementation and evaluation. The PKB program in improving the professional competence of teachers at SMK PEMKAB Ponorogo is supported by several factors such as teachers, institutions and educational agencies so that it has positive implications that are beneficial for teachers in increasing knowledge and skills so as to improve their professional competence. Keywords: Implementation of Continuous Professional Development. Professional Competence Excelencia : Journal of Islamic Education & Management Vol. 4 No. Tahun 2024 . Abstrak Pengembangan profesi berkelanjutan merupakan upaya guru untuk meningkatkan karier dan profesinya yang dilakukan secara sistematik dan berkelanjutan dengan menggunakan berbagai cara dan wahana, misalnya diskusi antar teman sejawat. KKG/MGMP dan sejenisnya, belajar daring, mengikuti diklat/seminar, publikasi ilmiah, dan karya inovatif. Guru profesional dapat menggerakkan dinamika kemajuan pendidikan nasional. Sehingga diperlukan suatu proses pembinaan berkesinambungan, tepat sasaran dan efektif. Proses dalam menghasilkan guru profesional perlu dukungan semua unsur yang terkait dengan guru. Unsur-unsur tersebut dapat dipadukan untuk menghasilkan suatu sistem yang dapat bekerja menuju pembentukan guru-guru yang profesional dalam kualitas maupun kuantitas yang mencukupi. Penelitian ini bertujuan untuk: Mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk program implementasi PKB guru dalam meningkatkan kompetensi profesional di SMK PEMKAB. Memaparkan dan menganalisis implementasi program PKB dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di SMK PEMKAB Ponorogo. Menjelaskan dan menganalisis implikasi program PKB dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di SMK PEMKAB Ponorogo. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data model interaktif yang dikemukakan Matthew dan A. Michael Huberman dengan empat tahapan yaitu pengumpulan data, kondensasi data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Temuan yang diperoleh dari implementasi PKB dalam meningkatkan kompetensi profesional guru yaitu . Bentuk-bentuk program implementasi PKB guru dalam meningkatkan kompetensi profesional di SMK PEMKAB yang meliputi pengembangan diri melalui pendidikan dan pelatihan guru yang direfleksikan dalam pembelajaran, publikasi ilmiah dengan kegiatan penyusunan modul dan penyusunan penelitian dalam bidang pendidikan dan karya inovatif dengan kegiatan pembuatan alat peraga serta penyusunan pedoman soal ujian berupa kisi-kisi. PKB guru di SMK PEMKAB Ponorogo diimplementasikan ke dalam pelatihan-pelatihan secara Pelatihan yang diikuti oleh guru tersebut dimulai dari adanya perencanaan melalui rapat kinerja tahunan yang diikuti oleh seluruh pemangku pendidikan. Tahap berikutnya adalah pelaksanaan, refleksi serta evaluasi. Program PKB dalam meningkatkan kompetensi profesional guru SMK PEMKAB Ponorogo didukung oleh beberapa faktor seperti guru, lembaga dan dinas kependidikan sehingga memberikan implikasi positif yang bermanfaat bagi guru dalam menambah pengetahuan dan keterampilan sehingga mampu meningkatkan kompetensi profesionalnya. Kata Kunci: Implementasi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Kompetensi Profesional Pendahuluan Pendidikan merupakan bidang yang sangat penting bagi suatu negara. Negara maju dan negara berkembang dapat dilihat dari bidang pendidikannya yang memiliki kualitas yang baik atau pendidikannya belum merata di negara tersebut. Selain itu pendidikan juga penting dalam kehidupan manusia, karena dengan pendidikan dapat mendorong kualitas dan kompetensi yang dimiliki oleh manusia itu sendiri. Dunia pendidikan pada saat ini menuntut agar menghasilkan Sumber Daya Manusia yang sesuai dengan perkembangan dan kemajuan di bidang teknologi dan informasi. Tujuan manajemen SDM yang ada di dunia pendidikan lebih mengarah kepada pengembangan dan pembangunan pendidikan yang bermutu, membentuk SDM yang dapat diandalkan serta kreatif, inovatif, produktif, dan berprestasi. Agar menghasilkan SDM yang bermutu tentu dibutuhkan juga bagi guru mengikuti pelatihan dan pengembangan terhadap profesi mereka untuk menambahkan ilmu pengetahuan dan wawasan serta meningkatkan kualitas dan kemampuan guru dalam mengajar. Guru yang mempunyai peranan penting dalam dunia pendidikan harus memiliki kompetensi seperti yang tercantum dalam UU sisdiknas. Seorang pendidik juga harus aktif 90 | Risdamayanti. Tintin Susilowati /Implementasi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan mengembangkan suasana pembelajaran dan iklim kelas yang lebih menarik dan dapat mendorong siswa merasa nyaman untuk belajar serta mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dan mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi di era 0 ini untuk mengembangkan diri. Tentusaja hal yang demikian itu tidak dapat di tempuh dengan cara cepat dan mudah. guru harus menempuh pendidikan untuk menjadi seorang guru yang berkualitas dan kelak dapat mencetak lulusan pendidikan yang berkualitas Oleh sebab itu guru di tuntut untuk selalu mengembangkan dan meningkatkan kualitas diri salah satunya dengan mengikuti program peningkatan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Pemerintah telah menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan guru. Komitmen yang dimaksud diwujudkan melalui ditetapkannya UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. UU No. 14 Tahun 2005 tentang UUGD. PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional yang mengamanatkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan Di samping itu, ditetapkannya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru dalam Jabatan pada tanggal 4 Mei 2007 dimaksudkan untuk mengatur pelaksanaan uji kompetensi guru. Permendiknas No. 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru dalam Jabatan. PP No. 74 Tahun 2008 tentang guru, dan Permeneg PAN dan RB No. 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Tujuan kegiatan pengembangan profesi guru adalah untuk meningkatkan mutu guru agar guru lebih profesional dalam me!aksankan tugas dan tanggung jawabnya. Selanjutnnya, sebagai penghargaan kepada guru yang mampu meningkatkan mutu profesionalnya, diberikan penghargaan, di antaranya dengan kenaikan pangkat/ golongannya. Setiap guru profesional wajib melakukan berbagai kegiatan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, antara lain melakukan kegiatan pengembangan profesi. Salah satu bentuk kegiatan ini adalah menulis karya tulis ilmiah hasil penelitian tindakan kelas (PTK). Tantangan profesi guru dari waktu ke waktu terus bergerak secara dinamis. Untuk mampu menghadapi dan menjawab tantangan masa depan tersebut, guru harus mampu menyesuaikan diri. Penyesuaian diti itu, bisa dilakukan dengan melaksanakan program PKB secara konsisten dan berkesinambungan. Apabila tidak, guru tidak akan mampu memelihara pengetahuan dan kompetensi lainnya untuk dapat menunjang pelaksanaan tugas, fungsi dan peranan secara profesional. Dengan sendirinya, guru seperti itu akan tergilas Itulah sebabnya dalam buku Pedoman Pengelolaan PKB Kementrian Pendidikan Nasional, disebutkan bahwa program PKB Audiarahkan untuk dapat memperkecil jarak antara Darmiatun dan Nurhafizah. AuPeningkatan Kompetensi Pedagogig Dan Profesional Guru Tk Melalui Program Diklat Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ( PKB ) Di Kabupaten Dharmasraya,Ay Jurnal Pendidikan Tambusai, 3, no. : 706. https://doi. org/10. 31004/jptam. Suyoto et all. AuPKB Guru Pasca Sertifikasi Berbasis Publikasi Ilmiah atas Hasil PTK Bagi Guru Anggota PGRI di Kabupaten Demak,Ay Seminar PKM: Universitas PGRI Semarang. Volume 3. No. 4, . : 135. Excelencia : Journal of Islamic Education & Management Vol. 4 No. Tahun 2024 . pengetahuan, keterampilan, kompetensi sosial dan kepribadian yang mereka miliki sekarang dengan apa yang menjadi tuntutan ke depan berkaitan dengan profesinya itu. Pengembangan profesi berkelanjutan adalah upaya guru untuk meningkatkan karier dan profesinya yang dilakukan secara sistematik dan berkelanjutan dengan menggunakan berbagai cara dan wahana, misalnya diskusi antarteman sejawat. KKG/MGMP atau sejenisnya, belajar daring, mengikuti diklat/seminar, publikasi ilmiah, dan karya inovatif. Istilah PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjuta. merupakan semua pengalaman belajar yang dialami dan kegiatan-kegiatan yang secara sadar dan terencana yang dimaksudkan untuk dapat memberi manfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung kepada individu, kelompok atau sekolah, yang berkontribusi pada kualitas pendidikan di 5 Pelatihan dan pengembangan adalah upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan melalui peningkatan kemampuan dan pengetahuan dengan mengikuti pelatihan atau pembelajaran. PKB secara tidak langsung sudah direkomendasikan sejak bergulirnya usul kenaikan pangkat dan jabatan bagi guru, namun dalam pelaksanaannya belum mendapat perhatian setiap guru, karena PKB hanya dipahami untuk kepentingan pangkat dan jabatan pada golongan tertentu terutama guru pegawai negeri dengan bergulirnya sertifikasi terhadap guru negeri maupun guru swasta yang telah memenuhi syarat uji kompetensi maupun masa kerja PKB merupakan bagian penting untuk dilaksanakan. Pada tataran realitas atau pelaksanaan di SMK PEMKAB Ponorogo ditemukan 85% Guru melakukan pengembangan profesi berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan di sekolah/madrasah. Hal ini sesuai dengan hasil dokumen analisis supervisi guru di SMK PEMKAB Ponorogo pada tahun 2021 yang mengatakan bahwa 75% guru belum melaksanakan pengembangan keprofesian berkelanjutan untuk meningkatkan keprofesioanalan guru. 6 Dan merujuk pada hasil penelitian terdahulu yaitu penelitian yang dilakukan oleh Nunung Siti Hamidah . menunjukkan implementasi PKB Guru pada komponen pengembangan diri guru lebih banyak direalisasikan dibanding komponen publikasi ilmiah dan karya inovatif. Demikian halnya hasil yang sama pada Implementasi PKB Guru di SDIT Atikah Musaddad Kabupaten Garut. Manfaat dari PKB Guru dapat dirasakan oleh guru, siswa dan pihak sekolah dari kedua sekolah tersebut. Realitas implementasi dalam pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) guru adalah masalah yang perlu diteliti dan bagaimana solusinya. Jika masalah ini tidak dicari solusinya maka kinerja guru akan semakin menurun. Guru adalah ujung tombak dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Guru memiliki peran dalam kemajuan dan peningkatan kualitas pendidikan karena guru adalah pusat perubahan. Oleh karena itu guru haruslah Tune Sumar dan Tune Sumar. AuImplementasi Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi,Ay Pedagogika, 10, no. 2, . : 84-94. https://doi. org/10. 37411/pedagogika. Kemendikbudristek. AuKeputusan Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi Republik Indoneia Nomor 209 Tahun 2021 Tentang pengembangan profesi berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan wawasanAy . : 1-120. Adi Wijaya and Sumarno. AuEvaluasi Dampak dan Pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru Matematika di pTK Matematika Yogyakarta,Ay Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan,: Yogyakarta. UNY. No. Volume 2, . : 1-15. https://doi. org/10. 21831/pep. Dokumen. AuDokumen Analisis Hasil Supervisi GuruAo, 2021, pp. 1Ae3 . Nunung Siti Hamidah. AuImplementasi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Guru,Ay Tesis UIN Syarif Hidayatullah (Jakarta: Manajemen Pendidikan Islam, . : . 92 | Risdamayanti. Tintin Susilowati /Implementasi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan memiliki kompetensi yang di standartkan oleh pemerintah guna mendukung adanya peningkatan kualitas pendidikan. Salah satu cara yang dilakukan guru untuk meningkatan kualitasnya sebagai pendidik profesional. Dengan mengikuti PKB diharapkan guru dapat mengimplementaikan hail kegiatan PKB guru di dalam kegiatan mengajar, serta mampu mengikuti perkembangan IPTEK dan sebagai penambahan pengetahuan, keterampilan dan sikap bagi guru untuk melaksanakan Tupoksinya sesuai standar kompetensi yang diharapkan. Untuk mengatasi permasalahan diatas, maka perlu dilakukan penelitian tentang pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru agar mencetak guru yang profesional. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti tentang implementasi pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) guru di SMK PEMKAB Ponorogo. Landasan Teori Teori Implementasi Horn Tahir Aumengartikan implementasi sebagai tindakan-tindakan yang dilakukan oleh baik individu-individu/pejabat-pejabat atau kelompok-kelompok pemerintah atau swasta yang diarahkan pada pencapaian tujuan-tujuan yang telah digariskan dalam kebijakanAy. Implementasi biasanya dilakukan setelah perencanaan sudah dianggap fix. Implementasi juga bisa berarti pelaksanaan yang berasal dari kata bahasa Inggris Implement yang berarti 8 Menurut Suyanto, implementasi adalah perluasan aktivitas yang saling menyesuaikan proses interaksi antara tujuan dan tindakan untuk mencapainya serta memerlukan jaringan pelaksana birokrasi yang efektif. 9 Bahwa dapat disimpulkan implementasi ialah suatu kegiatan yang terencana, bukan hanya suatu aktifitas dan dilakukan secara sungguh-sungguh berdasarkan acuan normanorma tertentu untuk mencapai tujuan Oleh karena itu, impelementasi tidak berdiri sendiri tetapi dipengaruhi oleh objek berikutnya yaitu kurikulum. Implementasi kurikulum merupakan proses pelaksanaan ide, program atau aktivitas baru dengan harapan orang lain dapat menerima dan melakukan perubahan terhadap suatu pembelajaran dan memperoleh hasil yang diharapkan. Teori Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Menurut Payong pengembangan profesional adalah proses di mana para guru baik secara individu maupun bersama-sama dengan orang lain mengkaji, membaharui, dan memperluas komitmen mereka sebagai pelaku perubahan terhadap tujuan-tujuan pengajaran. dan di mana mereka belajar dan mengembangkan secara kritis pengetahuan, keterampilan dan intelegensi emosional mereka bagi perencanaan, pemikiran, dan praktik profesional yang baik dengan para siswanya, guru yang lebih muda . , dan para pihak terkait melalui setiap tahap proses belajar mengajar mereka. Kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan merupakan sebuah tuntutan mutlak bagi para guru dan menjadi salah satu syarat penting bagi guru untuk mengembangkan diri dan memperbarui praktik profesionalnya. Dengan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan ini diharapkan pengetahuan dan keterampilan guru dapat meningkat, sehingga para guru mampu melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. Pengembangan keprofesian berkelanjutan meliputi siklus kegiatan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi. Adapun unsur Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Menurut Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Mulyasa. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Jakarta. Bumi Aksara, 2. , 56. Guntur Setiawan. Implemtasi dalam Birokrasi Pembangunan, (Jakarta: Balai Pustaka, 2. ,39. SMAN 2 Tebing Tinggi. AuMeningkatkan Kompetensi Guru melalui PKBAy, 31 Desember 2019, http://w. com/2019/12/meningkatkan-kompetensi-guru-melalui-pkb. Excelencia : Journal of Islamic Education & Management Vol. 4 No. Tahun 2024 . Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009, unsur kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan meliputi pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif. Teori Kompetensi Profesional Guru Slamat dalam Sagala, mengemukakan wacana mengenai istilah kompetensi. Menurut beliau kompetensi profesional diganti dengan kompetensi bidang studi . ubject matter Istilah kompetensi kepribadian diganti dengan istilah kompetensi etika profesi. Guru juga harus diberikan kepercayaan. Di samping untuk melaksanakan tugasnya sebagai guru, yakni melakukan proses belajar mengajar yang baik. Kepada mereka juga perlu diberikan dorongan dan suasana yang kondusif untuk menemukan berbagai alternatif metode dan cara mengembangkan proses pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan guru dan perkembangan jaman. Jadi. Kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan. Kompetensi profesional merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh guru yang profesional. Kompetensi tersebut harus dikembangkan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran di sekolah. Kompetensi profesional dipandang penting untuk dikembangkan oleh para guru karena kompetensi profesional mencakup kemampuan guru dalam penguasaan terhadap materi pelajaran dan kemampuan guru dalam pengelolaan Metode Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskritif. Alasan peneliti menggunakan metode kualitatif adalah karena peneliti ingin mendeskripsikan keadaan yang akan diamati di lapangan dengan lebih spesifik, transparan, dan mendalam. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah tentang kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam meningkatkan kompetensi guru, kegiatan implementasi PKB guru, sampai pada kendala dalam mengimplementasikan PKB guru sebagai bahan masukan atau rekomendasi bagi pihak- pihak yang terlibat dalam program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru. Sumber data pada penelitian ini dibedakan menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder. Data Primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari objek yang diteliti. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Dalam hal ini data primer diperoleh melalui wawancara dengan pihak lembaga SMK PEMKAB Ponorogo. Sedangkan Data Sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumentasi. Data jenis ini diperoleh penulis dari dokumen-dokumen dan buku-buku literature yang memberikan informasi tentang masalah yang menyangkut dengan penelitian. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari data lapangan yaitu data tentang implementasi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru di SMK PEMKAB Ponorogo. Agus Dudung. AuPelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Guru Se Jakarta TimurAy. Jurnal Sarwahita. Volume 11. No 1, . : 19. Agus Dudung. AuKompetensi Profesional GuruAy. Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan. Volume 5. No. : 12. http://doi. org/10. 21009/JKKP 94 | Risdamayanti. Tintin Susilowati /Implementasi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan Dalam penelitian ini analisis data dilakukan secara berkesinambungan dari awal sampai akhir penelitian. Ada tiga langkah dalam menganalisis data: pengayaan data . ondensation dat. , penyajian data . ata displa. , dan penarikan kesimpulan atau validasi . onclusion drawing and validatio. Hasil dan Pembahasan Bentuk-Bentuk Program PKB dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru di SMK PEMKAB Ponorogo Pengembangan profesional merujuk pada pendidikan berkelanjutan dan pelatihan untuk profesi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan keprofesian berkelanjutan merupakan suatu kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru. Kegiatan ini penting karena guru perlu mengembangkan kompetensinya, baik kompetensi professional, pedagogis, sosial, maupun kepribadian di tengah-tengah perubahan jaman karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang sangat mempengaruhi semua bidang kehidupan termasuk bidang pendidikan. Kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan merupakan sebuah tuntutan mutlak bagi para guru dan menjadi salah satu syarat penting bagi guru untuk mengembangkan diri dan memperbarui praktik profesionalnya. Profesionalisme guru terkait karya pengembangan profesi. Karya pengembangan profesi menunjukkan suatu karya yang dilakukan oleh guru. Karya pengembangan profesi tersebut merupakan salah satu ciri guru profesional melalui budaya menulis dan meneliti yang berkaitan dengan kualitas pembelajaran . yang pada gilirannya meningkatkan mutu pendidikan . Pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan melalui pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan/atau karya inovatif. Pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Direktur Jenderal. Pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah proses dan kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional guru yang dilaksanakan berjenjang, bertahap, dan berkesinambungan dalam rangka meningkatkan manajemen dan mutu pendidikan. Berdasarkan hasil wawancara dengan waka kurikulum selaku perwakilan coordinator SDM, dan guru mengenai pelaksanaan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan di SMK PEMKAB Ponorogo dapat disimpulkan dalam pelaksanaan pengembangan diri, menghasilkan karya tulis, maupun membuat karya inovatif berjalan dengan cukup baik. Bentuk pertama yang berupa pengembangan diri merupakan suatu kegiatan yang berupaya untuk meningkatkan profesionalisme guru agar memiliki kompetensi sesuai dengan peraturan perundangundangan atau kebijakan tentang pendidikan nasional serta perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni. Pengembangan diri dengan sebagian besar guru SMK PEMKAB Ponorogo dapat dikatakan telah berjalan cukup baik. Pengimplemantasian PKB dalam pengembangan diri telah dilakukan melalui kegiatan pendidikan latihan. MGMP maupun workshop. Dengan demikian pelaksanaan PKB dalam kegiatan pengembangan diri ini dilaksanakan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan Excelencia : Journal of Islamic Education & Management Vol. 4 No. Tahun 2024 . Bentuk yang kedua dalam pelaksanaan program PKB berupa karya atau publikasi ilmiah di lingkungan SMK PEMKAB Ponorogo juga mengatakan cukup berhasil. Sebagian guru telah mampu membuat karya ilmiah seperti makalah untuk seminar, artikel ilmiah untuk jurnal pendidikan yang dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ponorogo. Sebagian guru SMK PEMKAB Ponorogo ini telah mampu membuat karya ilmiah, seperti artikel ilmiah yang berhasil dimuat di website resmi SMK PEMKAB Ponorogo yang bisa di akses oleh semua orang dan dimuat juga di salah satu website blog wawasan pendidikan. Karya ilmiah tentu dapat disusun berkat kepemilikan pengetahuan, wawasan, maupun bahan-bahan berupa teori, konsep, maupun wawasan yang memadai. Bentuk ketiga yakni karya inovatif. Salah satu indikator profesionalisme guru adalah diwujudkan dalam bentuk karya inovatif. Selain kegiatan pendidikan dan pelatihan guru juga dituntut untuk memiliki karya inovatif. Berdasarkan hasil temuan peneliti bahwa karya inovatif terlaksana meski tidak semua guru di SMK PEMKAB Ponorogo menghasilkan karya inovatif. Adapun alasan mengapa guru belum semua memiliki karya inovatif dikarenakan oleh minat guru untuk melaksanakan pengembangan dan karya inovatif belum ada serta padatnya beban tugas mengajar guru sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk menciptakan karya inovatif, meskipun begitu, program PKB untuk guru-guru guru di wilayah SMK Pemkab Ponorogo juga dapat dikatakan cukup berhasil. Hal tersebut ditunjukkan oleh beberapa karya inovatif yang telah dapat dihasilkan oleh beberapa guru. Karya-karya yang beragam tersebut menunjukkan ketertarikan, kemampuan, maupun tingkat kompleksitas yang berbeda. Karya inovatif guru juga telah menciptakan bahan ajar dan buku ajar. Implementasi Program PKB dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru di SMK PEMKAB Ponorogo Pengembangan keprofesian keberlanjutan (PKB) merupakan kewajiban guru untuk meningkatkan kinerja dan kompetensinya yang dilaksanakan secara mandiri atau kegiatan kolektif guru dengan kegiatan, yaitu: Pengembangan diri, kegiatan publikasi ilmiah, dan karya inovatif. Implementasi PKB guru dilaksanakan dengan tiga tahapan yakni melalui proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan PKB bagi guru di SMK PEMKAB Ponorogo yang telah ditetapkan oleh kepala sekolah selanjutnya diimplementasikan oleh guru pelaksana PKB. Guru menerima rencana program pengembangan keprofesian berkelanjutan yang mencakup kegiatan yang akan dilakukan di dalam dan/atau luar sekolah. Rencana kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan juga mencakup sasaran yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu setelah guru mengikuti program pengembangan keprofesian Sedangkan pelaksanaan PKB dilakukan sesuai dengan perencanaan PKB. Dalam pelaksanaan PKB tentu tidak terlepas dari unsur kegiatan PKB, yang telah dipaparkan dalam pembahasan sebelumnya. Pelaksanaan program PKB dapat dilakukan oleh guru dengan melaksanakan penelitian khususnya Penelitian Tindakan Kelas atau lebih dikenal dengan PTK. Hasil penelitian PTK diseminarkan dan dipublikasikan melalui jurnal ilmiah. Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan di dalam kelas menggunakan suatu tindakan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar agar diperoleh hasil yang lebih baik dari sebelumnya. 96 | Risdamayanti. Tintin Susilowati /Implementasi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Setelah tahap pelaksanaan PKB, maka tahap selanjutnya yaitu evaluasi. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian pada pelaksanaan PKB yang telah dilakukan. Evaluasi program PKB yang dilakukan oleh guru sekolah dasar dipusatkan pada forum KKG. Kegiatan pertemuan rutin yang diadakan oleh forum KKG sekaligus melakukan evaluasi secara berkesinambungan para guru yang telah melaksanakan program PKB yang ditunjukkan dengan evaluasi diri guru. Laporan tersebut kemudian diserahkan kepada forum KKG sebagai bahan perencanaan program PKB di masa mendatang. Laporan tersebut juga disampaikan kepada kepala sekolah sebagai laporan untuk selanjutnya disampaikan kepada Dinas Pendidikan. Implikasi Program PKB dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru di SMK PEMKAB Ponorogo. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) guru menjadi salah satu langkah dalam pengembangan profesionalisme. Guru sering mengharapkan bahwa perubahan pada adminsitrasi cenderung jauh dari kebutuhan dan permasalahan. Penggiringan pada norma selanjutnya akan menjadi langkah yang besar dalam perubahan. Pengembangan keprofesionalan berkelanjutan itu sendiri tidak akan berjalan dengan lancar jika tidak ada motivasi mau berubah ke arah yang lebih baik dari pendidik itu tersendiri. Dampak PKB juga dirasakan oleh kalangan pendidik besar atau sedikitnya tergantung dari masing masing individu pendidik. Profesionalisme guru harus didukung oleh keahlian dan kemampuan khusus serta selalu mengadakan peningkatan kemampuan secara berkelanjutan sehingga mendapatkan upah dan gaji sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku yang ditetepkan pemerintah. Puncak dari upaya ini akan timbul keyakinan sebagai guru professional. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan penelitian ini berimplikasi pada perbaikan pengelolaan serta peningkatan pelaksanaan kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) baik dalam tingkat sekolah. Dinas maupun guru yang bersangkutan. Dinas, sekolah dan guru harus bekerja sama dengan baik untuk menemukan solusi dari permasalahan dalam pengembangan profesi guna meningkatkan profesionalitas dari kepala sekolah, dan guru. Implikasi dari implementasi PKB guru di SMK PEMKAB Ponorogo dapat menjadikan guru menjadi guru profesional bukan hanya sekedar memiliki ilmu pengetahuan yang luas, tetapi juga memiliki kepribadian yang matang. Menjadikan guru memiliki kemampuan kecakapan guru untuk mempelajari materi pembelajaran yang berisi tentang mendidik siswa-siswi guna memenuhi standar kompetensi yang sudah ditetapkan. minimal menjadikan guru berkinerja yang baik terlebih dalam peningkatan kompetensi mampu mengelola waktu tidak mengganggu tugas pokok. sabar, bijak, banyak mendengar, tidak menggurui, dapat mengajak guru untuk berbuka hati, dan dapat bekerja sama dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar sekolah. serta guru mampu menumbuhkembangkan minat dan bakat peserta didik sesuai dengan bidangnya dalam menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Implikasi dari pengembangan keprofesian berkelanjutan juga merupakan wahana pembinaan keprofesian bagi guru-guru yang dapat meningkatkan harkat dan martabat di masyarakat sebagai guru yang profesional sehingga perlu adanya tindakan secara bertahap, berkesinambungan dan kepedulian pemangku kepentingan. PKB dapat memberikan Excelencia : Journal of Islamic Education & Management Vol. 4 No. Tahun 2024 . dampak positif berbagai pihak guru, siswa dan sekolah dalam upaya mencapai tujuan Dapat disimpulkan bahwa dampak positif adanya program PKB adalah guru dapat meningkatkan wawasannya, menambah teman dari kecamatan lain, dan juga bisa saling sharing mengenai permasalahan yang ada saat mengajar untuk dipecahkan bersama. Tidak kalah pentingnya yaitu membuat guru menjadi lebih bersemangat untuk meingkatkan kualitas diri agar menjadi seorang guru yang profesional. Kesimpulan Pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) merupakan kegiatan pengembangan pengetahuan dan profesionalitas. Bentuk-bentuk kegiatan yang telah dilakukan guru dalam kegiatan pengembangan Keprofesian Berkelanjutan meliputi : yang pertama kegiatan pengembangan diri meliputi kegiatan MGMP, seminar, serta pelatiahn pendidikan. Yang kedua, publikasi ilmiah berupa di lingkungan SMK PEMKAB Ponorogo yaitu membuat artikel, jurnal ilmiah lalu dipublikasikan ke dalam berbagai website resmi pendidikan. Dan yang ketiga karya inovatif yaitu berupa pengembangan karya seni lukis/gambar pembuatan media pembelajaran seperti motor listrik, dan penyusunan soal tingkat Kabupaten. Implementasi dari program PKB ini yakni melalui proses perencanaan dalan kurun satu tahun, sedangkan pelaksanaan PKB yang dilakukan oleh guru berupa PTK (Penelitian Tindakan Kela. , dan evaluasinya berupa laporan yang diserahkan kepada kepala sekolah. Implikasi dari program PKB yang telah dilaksanakan di SMK PEMKAB Ponorogo yaitu memiliki dampak positif serta manfaat terhadap guru. Implikasinya yang lain yaitu menjadikan guru memiliki kemampuan kecakapan guru untuk mempelajari materi pembelajaran yang berisi tentang mendidik siswa-siswi guna memenuhi standar kompetensi yang sudah ditetapkan. minimal menjadikan guru berkinerja yang baik terlebih dalam peningkatan kompetensi profesional. Daftar Pustaka