Journal of Human and Corporate Behavior Vol. No. 1 (Agustus 2. : 1-9 Pengaruh Profitabilitas dan Struktur Aktiva Terhadap Harga Saham pada Sub Sektor Logam dan Sejenisnya Muhammad Nizom Rizky1*. Sri Wahyuni Jamal2 1,2Fakultas Ekonomi Bisnis Dan Politik. Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Abstrak Perusahaan logam merupakan perusahaan yang menyita perhatian publik karena menjadi penopang untuk sektor lain seperti elektronik, otomotif, manufaktur dan permesinan, karena sektor-sektor ini sangat bergantung pada barang-barang logam dasar sebagai sumber utama bahan bakunya. Harga saham perusahaan logam mengalami peningkatan dan penurunan yang tidak dapat diduga dan merupakan saham yang banyak diminati para calon investor. Tujuan riset ini diadakan untuk menganalisis pengaruh variabel profitabilitas dan struktur aktiva terhadap harga saham perusahaan manufaktur sub sektor logam dan sejenisnya yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia. Teknik analisis data yang diaplikasikan pada penelitian ini yakni regresi linier berganda dan jumlah sampel yang digunakan 14 perusahaan manufaktur sub sektor logam serta sejenisnya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2016-2023. Hasil riset menunjukan bahwa profitabilitas tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham, sedangkan struktur aktiva memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham secara parsial. Secara simultan profitabilitas dan struktur aktiva berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Kata Kunci: logam. struktur aktiva. harga saham *Corresponding authorAos e-mail: 2011102431413@umkt. E-ISSN: x-x Link jurnal: https://paper-rta. id/index. php/JHCB Journal of Human and Corporate Behavior Ae Agustus. Vol. No. 1, 2025 PENDAHULUAN Perusahaan yang melakukan produksi baja dan/atau produk terkait merupakan perusahaan yang berada di sub sektor logam. Kini terdapat 18 perusahaan manufaktur sub sektor logam dan sektor industri lainnya di Bursa Efek Indonesia . Sektor industri logam dasar tumbuh lebih cepat yang tercatat pada tahun 2020 yaitu dengan angka 20,26%, bahkan pada tahun 2021 lebih tinggi yaitu mencapai sebesar 22,84%, akan tetapi pada tahun 2022 mengalami penurunan yaitu sebesar 18,01%. Tiongkok menerima ekspor non-migas sebesar US$6,28 miliar pada bulan November 2022. Jepang US$1,90 miliar, yang keduanya menyumbang 44,73 persen dari total ekspor. Di sisi lain, ekspor ke 27 negara Uni Eropa dan ASEAN masing-masing sebesar US$1,55 miliar dan US$4,25 miliar (Badan Pusat Statisitik, 2. Penyebab utama pertumbuhan ekspor tahun 2020 adalah meningkatnya permintaan produk timah, didorong oleh menguatnya permintaan elektronik dan meningkatnya harga timah internasional, yang kemudian meningkatkan biaya barang olahan. Mengingat barang logam dasar merupakan sumber utama bahan baku bagi industri lain, termasuk elektronik, otomotif, peralatan industri, dan permesinan, sektor ini mendukung sektor-sektor tersebut. Hal ini juga berpengaruh terhadap peningkatan investasi di sektor industri logam dan sejenisnya. Kenaikan nilai investasi membuat laba pertahun perusahaan meningkat dan stabil, sehingga memberikan pengaruh pada harga saham di perusahaan manufaktur yang menjalankan di sub sektor logam serta sejenisnya. Berdasar atas teori ekonomi, dinamika penawaran dan permintaan inilah yang menyebabkan nilai saham naik dan turun. Secara umum, sejumlah faktor mempengaruhi fluktuasi harga saham perusahaan. Elemen-elemen ini terbagi dalam dua kategori, eksternal dan internal. Faktor internal ini bersumber dari dalam perusahaan. Di sisi lain, kekuatan eksternal berasal dari sumber di luar organisasi. Volatilitas, atau fluktuasi saham, tidak selalu dapat diprediksi. Kadang-kadang, gerakan terjadi tanpa terduga. Selain pemintaan dan penawaran yang mempengaruhi harga saham, profitabilitas juga berpengaruh terhadap harga saham suatu perusahaan (Wijayanti et al. , 2. Signaling theory adalah gagasan bahwa manajer dan pemegang saham tidak mempunyai akses yang sama terhadap data perusahaan. Menurut Abdullah . Beberapa informasi bersifat rahasia dan hanya manajer yang mengetahuinya. pemegang saham Dengan demikian, manajer dan pemegang saham mempunyai akses yang tidak setara terhadap informasi. Akibatnya, perusahaan dapat memberi nasihat kepada pemegang saham tentang perubahan profitabilitas dan struktur asetnya, yang akan mengubah nilai perusahaan. Profitabilitas serta struktur aktiva perusahaan akan berkembang sebagai akibat dari peningkatan laba perusahaan. Akibatnya, perusahaan akan membutuhkan modal dari saham, yang akan menaikkan harga saham. Minat investor terhadap suatu perusahaan akan meningkat berbanding lurus dengan nilainya, ketika investasi meningkat maka harga saham juga meningkat. Beberapa peneliti sebelumnya juga telah melakukan penelitian pengaruh ROA terhadap harga saham. Seperti penelitian terdahulu yang dilaksanakan oleh. Lumingkewas . Sambelay et al. secara parsial ROA mempengaruhi dengan signifikan atas harga saham, hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya ROA mempengaruhi secara signifikan terhadap harga saham. Sedangkan penelitian lain yang diteliti oleh Putri . Utami & Rizky & Jamal Darmawan . , memperlihatkan bahwasanya variabel ROA tidak mempunyai pengaruh signifikan harga saham. Selain itu, peneliti sebelumnya juga telah melaksanakan penelitian pengaruh struktur aktiva terhadap harga saham. Seperti penelitian yang dilakukan Mahapsari & Taman . Wardani . , dalam penelitian ini peneliti menyebutkan jika, struktur aktiva berpengaruh signifikan terhadap harga saham di sebuah perusahaan. Penelitian lain yang dilaksanakan oleh Novianti & Hakim . , mengatakan bahwasanya secara parsial struktur aktiva tidak mempengaruhi dengan signifikan terhadap harga saham. Tujuan pada penelitian ini, antara lain: . untuk menganalisa pengaruh profitabilitas terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur subsektor logam serta sejenisnya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, . untuk menganalisa pengaruh struktur aktiva terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur subsektor logam dan sejenisnya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, . untuk menganalisa pengaruh secara simultan antara profitabilitas dan struktur aktiva terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur sub sektor logam dan sejenisnya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. METODE PENELITIAN Subjek penelitian ini ialah perusahaan sub sektor logam serta sejenisnya yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, yang dapat diakses pada w. Metode kuantitatif diterapkan untuk mengetahui bagaimana struktur aktiva dan profitabilitas pada perusahaan sub sektor logam juga sejenisnya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia mempengaruhi harga saham. Pengambilan sampel secara purposif, suatu strategi pengambilan sampel berlandaskan pertimbangan dan kriteria tertentu, diaplikasikan dalam penelitian ini. Data sekunder, atau kompilasi informasi yang telah dipublikasikan sebelumnya yang digunakan sebagai data penelitian, berfungsi sebagai sumber data HASIL Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Berikut merupakan hasil uji normalitas Tabel 1. Hasil uji normalitas Unstandardized Residual Asymp. Sig. -taile. 0,000 (Sumber: Olah data, 2. Berlandaskan Tabel 1 hasil pengujian One-Sample Kolmogorov-Smirnov nilai probabilitas menunjukan 0,000 yakni lebih kecil dari 0,05. Maka bisa dinyatakan bahwasanya data tidak terdistribusi normal. Sehingga penelitian ini menghilangkan data yang outlier atau berbeda jauh dengan sampel, dengan menggunakan uji outlier box plot. Tabel 2. Hasil uji normalitas setelah outlier Unstandardized Residual Asymp. Sig. -taile. 0,200 (Sumber: Olah data, 2. Journal of Human and Corporate Behavior Ae Agustus. Vol. No. 1, 2025 Berdasarkan Tabel 2 untuk uji normalitas yang telah dilakukan pembuangan data outlier dengan pengujian eleminasi outlier box plot, data berkurang menjadi 84 dengan total 28 data yang dibuang, menunjukkan nilai signifikansi 0,200 melebihi besaran 0,05. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa data itu memenuhi asumsi normalitas atau berdistribusi Uji Multikolinearitas Berikut ini adalah hasil untuk uji multikolineritas. Tabel 3. Hasil uji multikolinaeritas Tolerance Variabel Profitabilitas Struktur aktiva 0,959 0,959 Nilai VIF 1,043 1,043 Keterangan Tidak terjadi multikolinearitas Tidak terjadi multikolinearitas (Sumber: Olah data, 2. Berdasarkan Tabel 3 terlihat bahwasanya nilai tolerance dari profitabilitas dan struktur aktivia lebih dari 0,1 dan nilai VIF dari profitabilitas dan struktur aktiva kurang dari 10, maka dapat dinyatakan tidak terjadi masalah multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Berikut ini adalah hasil untuk uji heteroskedastisitas. Gambar 2. Hasil uji heteroskedastisitas (Sumber : Olah data, 2. Berlandaskan Gambar 2 terlihat bahwasanya titik-titik tidak menyerupai gelombang yang semakin menyempit atau melebar. Maka dapat dikatakan tidak ada heteroskedastisitas sehingga lolos dalam pengujian. Uji Autokorelasi Berikut ini adalah hasil untuk uji autokorelasi. Tabel 4. Hasil uji autokorelasi Durbin Watson 2,102 (Sumber : Olah data, 2. Rizky & Jamal Berlandaskan Tabel 4 nilai Durbin-Watson adalah d = 2,103. Nilai tersebut lalu dibandingkan menggunakan tabel Durbin-Watson pada taraf 5% dengan menggunakan rumus perbandingan . , dimana n ialah jumlah total data dan k adalah jumlah variabel Nilai k = 2 dan n = 84 diketahui. Pada tabel taraf 5% Durbin-Watson menghasilkan nilai dU = 1,6942 dan dL = 1,5969. Misalnya, 4 - dU = 4 - 1,6942 = 2,3058. Berdasarkan tabel Durbin-Watson yang memperlihatkan d = 2,103, maka bisa dikatakan bahwasanya tidak ada autokorelasi didalam data penelitian karena 1,6942 < 2,103 < 2,3058. Regresi Linier Berganda Berikut ini adalah hasil untuk uji regresi linier berganda. Tabel 5. Hasil regresi linier berganda Model Konstanta Profitabilitas Struktur Aktiva Unstandardized coefisien B 12,002 1,490 -2,893 (Sumber: Olah data,2. Persamaan regresi linier berganda seperti berikut : Y = 7,118 - 0,004profitabilitas Ae 0,283struktur aktiva Berdasarkan persamaan regresi linier berganda tersebut, maka: . variabel harga saham bernilai 5,836 jika variabel struktur aktiva dan profitabilitas sama-sama nol. nilai koefisien regresi variabel profitabilitas bertanda positif dengan besaran 0,108, hal ini memperlihatkan bahwasanya jika profitabilitas meningkat sebesar 1 satuan maka akan mengakibatkan harga saham meningkat dengan besaran 0,108. nilai koefisien regresi variabel struktur aktiva bertanda negatif yang besarnya 0,289, berarti bila struktur aktiva tumbuh 1 satuan maka harga saham akan menurun dengan besaran 0,289, atau Uji Parsial (Uji . Berikut adalah hasil untuk uji parsial . Tabel 6. Hasil uji parsial Model Konstanta Profitabilitas Struktur Aktiva 12,002 1,490 -2,893 Sig. 0,000 0,104 0,014 (Sumber: Olah data, 2. Berlandaskan Tabel 6 maka bisa diketahui bahwasanya: . profitabilitas tidak mempengaruhi harga saham secara signifikan, sebab menghasilkan nilai signifikan sebesar 0,104, dimana lebih besar dari 0,05, . sementara struktur aktiva mempengaruhi harga saham secara signifikan, sebab nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05. Uji Simultan (Uji F) Berikut ini adalah hasil untuk uji simultan . ji F) Journal of Human and Corporate Behavior Ae Agustus. Vol. No. 1, 2025 Tabel 7. Hasil uji simultan Model Regression 2,249 Sig. 0,013 (Sumber: Olah data, 2. Berlandaskan Tabel 7 maka bisa diketahui bahwasanya profitabilitas (X. juga struktur aktiva (X. secara simultan memberi pengaruh secara signifikan terhadap harga saham sebab mempunyai nilai signifikan lebih kecil dari nilai signifikansi 0,05. Uji Koefesien Determinasi (R. Berikut ini adalah hasil untuk uji koefesien determinasi (R . Tabel 8. Hasil uji koefisien determinasi (R. Model Adjusted R Square 0,293 (Sumber: Olah data, 2. Berlandaskan Tabel 8 maka dapat dikatakan variabel independen . rofitabilitas dan struktur aktiv. secara simultan memberi pengaruh atas variabel dependen . arga saha. dengan menggunakan nilai adjusted R square yang besarnya 0,293 ataupun 29,3%. Maka dapat dikatakan profitabilitas serta struktur aktiva secara simultan mempengaruhi sebesar 29,3% atas harga saham. PEMBAHASAN Pengaruh Profitabilitas Terhadap Harga Saham Berlandaskan hasil olah data yang menggunakan output SPSS hasil uji regresi linear berganda dan hasil uji F, profitabilitas berpengaruh atas harga saham namun pada hasil uji t atau uji parsial nilai signifikan dari variabel profitabilitas di atas nilai signifikansi 0,05 maka bisa dikatakan bahwasanya profitabilitas yang diukur menggunakan rasio ROA secara parsial tidak mempengaruhi dengan signifikan atas harga saham, dengan begitu H1 ditolak. Pengaruh tidak signifikan yang dihasilkan sejalan dengan penelitian Amalya . yang menyatakan harga saham tidak dipengaruhi signifikan oleh ROA. Akan tetapi. ROA memiliki pengaruh yang berlawan terhadap harga saham. Meskipun ROA mencerminkan kemampuan perusahaan saat menciptakan ROA yang terlalu tinggi justru menunjukan bahwasanya perusahaan minim menginvestasikan keuntungan yang dimilikinya ke dalam aset yang memiliki potensi dalam menghasilkan keuntungan lebih besar. Dengan kata lain, perusahaan belum mampu memaksimalkan potensi reinvestasi laba. Harga saham dapat menurun akibat berkurangnya minat investor untuk membeli saham. Pengaruh Struktur Aktiva Terhadap Harga Saham Berdasarkan pengujian yang dilaksanakan pada output SPSS maka dapat dikatakan struktur aktiva mempengaruhi dengan signifikan atas harga saham sehingga H2 diterima. Harga saham berkorelasi terbalik dengan struktur aset. Aset tetap perusahaan akan meningkat seiring dengan struktur aset yang lebih tinggi, yang akan mengurangi modal kerja dan kapasitas perusahaan untuk membayar utang yang jatuh Akibatnya, perusahaan akan membutuhkan modal saham, yang bisa Rizky & Jamal menyebabkan nilai saham turun. Hasil penelitian ini berkesinambungan dengan penelitain yang dilakukan oleh Kesuma . , struktur aktiva berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jatuh tempo akan menurun sebagai akibat dari peningkatan aset tetap, yang akan meningkatkan modal kerja. Akibatnya, perusahaan akan membutuhkan uang tunai dari Harga saham dipengaruhi secara signifikan oleh struktur aset, sehingga perubahan struktur aset berdampak pada perubahan harga saham. Hal ini memperlihatkan bahwasanya harga saham terpengaruh secara signifikan oleh struktur Pengaruh Profitabilitas Dan Struktur Aktiva Terhadap Harga Saham Berdasarkan pengujian yang dilakukan pada output SPSS dapat dikatakan bahwasanya harga saham terpengaruh secara signifikan oleh struktur aktiva sehingga H 3 Profitabilitas dan struktur aktiva tentu tidak dapat dipisahkan karena jika perusahaan ingin menaikan profitabilitasnya tentu harus menambah aset yang Karena perusahaan tidak mungkin menaikan jumlah produksi tanpa menambah aset yang dimilikinya. Dengan meningkatnya profitabilitas dan struktur aktiva para investor akan percaya menamkan modalnya kepada perusahaan sehingga harga saham juga turut meningkat. Hal ini sepadan dengan penelitian oleh Ariwibowo & Amalia . , yang menunjukkan bahwasanya harga saham secara simultan mempengaruhi dengan signifikan atas harga saham. Perusahaan dengan profitabilitas serta struktur aktiva yang baik menjadi suatu jaminan untuk investor dalam menanamkan modalnya di perusahaan itu. SIMPULAN Profitabilitas yang diukur menggunakan rasio ROA secara parsial mempengaruhi tidak signifikan atas harga saham. Hal ini karena para investor tidak melihat profitabilitas sebagai keputusan untuk membeli saham, karena profitabilitas mempunyai kelemahan yaitu cenderung berfokus pada jangka pendek. Profitabilitas tidak mampu menunjukan bahwa kedepannya perusahaan manufaktur sub sktor logam serta sejenisnya bakal mampu mendapatkan keuntungan. Harga saham sangat dipengaruhi oleh struktur aset. Di sisi lain, struktur aset memengaruhi harga saham dengan cara yang berlawanan. Perusahaan dengan struktur aset yang lebih besar akan mempunyai lebih banyak aset tetap, yang akan mengurangi modal kerja dan kapasitas perusahaan untuk membayar utang yang jatuh tempo. Akibatnya, perusahaan akan membutuhkan modal saham, yang akan menyebabkan harga saham menurun. Harga saham sangat dipengaruhi oleh struktur aktiva dan profitabilitas secara bersamaan. Perusahaan yang menguntungkan dan terstruktur dengan baik akan menarik investor yang bersedia menaruh uangnya di Peningkatan laba usaha di sub sektor logam dan industri sejenis tentunya akan menarik perhatian calon investor karena mempengaruhi struktur aktiva dan profitabilitas mereka, yang keduanya akan mendorong kenaikan harga saham. DAFTAR PUSTAKA