Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6. p-ISSN : 2655-657X http://jurnal. id/index. php/IJEC Analisis Penanaman Nilai Moral Agama di RA Miftahul Falah melalui Hafalan Surat Pendek Zulfatun Muhhana1. Muhammad Nofan Zulfahmi2 Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara. Indonesia Email Korespondensi : 211340000197@unisnu. ABSTRAK Penanaman nilai-nilai moral agama pada anak-anak di usia dini merupakan bagian penting dari pengembangan diri anak. Ini dilakukan sejak usia dini karena dianggap sebagai waktu terbaik untuk membangun kebiasaan yang baik. Penelitian ini dilakukan di RA Miftahul Falah Batealit Jepara, dan metode kualitatif deskriptif digunakan, yang mencakup dokumentasi, wawancara, dan observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif teknik ini dalam membangun karakter anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dapat menghafal ayat-ayat pendek dan berdoa sebelum belajar. Di mana orang tua dan guru menunjukkan sikap yang positif, nilai-nilai moral agama diterapkan. Studi ini menekankan betapa pentingnya mendapatkan dukungan dari orang tua dan lingkungan dalam proses pembelajaran nilai-nilai agama dan moral, serta menemukan faktor yang mendukung penghafalan surat-surat pendek seperti daya ingat yang kuat dan mudah menerima informasi baru, media dan metode menghafal yang menarik dan mudah untuk dipraktikkan oleh anak-anak. Selain factor pendukung tentu juga ada factor penghambat menghafal surat pendek berupa kurangnya motivasi dan minat anak, anak yang sulit fokus dan konsentrasi. Oleh karena itu, diharapkan dengan menghafal surat-surat pendek dapat membentuk karakter yang baik dan sesuai dengan ajaran agama. Kata kunci: Moral. Agama. Hafalan. Surat Pendek Analysis of the Instillation of Religious Moral Values at RA Miftahul Falah through Memorizing Short Letters ABSTRACT Instilling religious moral values in children at an early age is an important part of a child's self-development. This is done from an early age because it is considered the best time to build good habits. This study was conducted at RA Miftahul Falah Batealit Jepara, and a descriptive qualitative method was used, which included documentation, interviews, and observations. This study aims to determine how effective this technique is in building children's character. The results showed that children can memorize short verses and pray before studying. Where parents and teachers show a positive attitude, religious moral values are applied. This study emphasizes the importance of getting support from parents and the environment in the process of learning religious and moral values, and finding factors that support memorizing short letters such as strong memory and easy to accept new information, media and memorization methods that are interesting and easy to practice by children. In addition to supporting factors, of course there are also inhibiting factors for memorizing short letters in the form of lack of motivation and interest in children, children who have difficulty focusing and concentrating. Therefore, it is hoped that memorizing short letters can form a good character and in accordance with religious teachings. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Keywords: Moral. Religion. Memorization. Short Letter Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini is licensed under a Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International License. A Tahun Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini PENDAHULUAN Pendidikan anak usia dini sangat penting untuk pembentukan karakter dan perkembangan moral. Masa keemasan, atau golden age, yaitu dari lahir hingga usia enam tahun, adalah fase penting dalam pembentukan karakter karena anak-anak dengan mudah menyerap pengetahuan dari lingkungannya (Latifah, 2. Dengan pendidikan karakter, orang diharapkan untuk meningkatkan kemampuan mereka dan memperbaiki kehidupan mereka (Harahap, 2. Pendidikan karakter harus diterapkan di rumah dan di sekolah, dengan orang tua dan guru bertindak sebagai contoh. Perkembangan moral anak sangat dipengaruhi oleh lingkungannya, yang terdiri dari keluarga, sekolah, dan komunitas (Aisyah. Pendidikan karakter berfokus pada aspek moral, pembentukan kepribadian yang religius, sikap baik, dan kepedulian terhadap lingkungan. Untuk membangun landasan moral dan etika yang efektif, pendidikan karakter harus dimulai dari usia dini dan dilakukan secara berkelanjutan melalui proses yang panjang, teliti, dan sistematis (Supiyardi. Selamet. Andrivat. Tjasmini, & Hasanah, 2. RA Miftahul Falah adalah salah satu institusi pendidikan Islam untuk anak usia dini di Batealit. Jepara yang bertujuan mengajarkan nilai-nilai Islam dan membentuk karakter pada anak-anak kecil. RA Miftahul Falah menggabungkan kearifan budaya lokal ke dalam dasar filosofisnya dan melaksanakan pendidikan karakter melalui berbagai aktivitas, seperti rutinitas berdoa dan kajian Al-Qur'an (Aprily. Maulana, & Purwati, 2. Sebagai elemen dalam sistem manajemen pendidikan Islam. RA memiliki peranan yang signifikan dalam perkembangan anak usia dini, mendukung aspek pertumbuhan fisik, kognitif, sosial, emosional, dan spiritual (Masita, 2. Berbeda dengan lembaga pendidikan anak usia dini lainnya seperti Taman Kanak-kanak (TK) dan Aisyiah Bustanul Athfal (ABA). RA secara khusus berada di bawah Kementerian Agama dan berafiliasi dengan organisasi Nahdlatul Ulama. Tujuan RA adalah untuk mendidik dan mengembangkan potensi anak usia dini (Munafiah & Lukman, 2. Studi menunjukkan bahwa penghafalan Al-Qur'an, terutama surat-surat pendek, sering diabaikan dalam pendidikan anak usia dini, terutama di wilayah perkotaan. Ini adalah cara pendidikan yang penting bagi anak-anak prasekolah untuk mencapai perkembangan kognitif dan nilai-nilai moral-religius (Sutarto, 2. Sima'i, yang melibatkan membaca dan mendengarkan secara berulang, adalah salah satu metode yang telah digunakan untuk membantu anak-anak menghafal Al-Qur'an (Arfah, 2. , dan metode tallaqi, yang menitikberatkan pada kedekatan interaksi antara guru dan siswa (Tentiasih & Ahmadi, 2. Perangkat teknologi seperti Smart Hafiz telah terbukti dapat membuat hafalan Al-Qur'an lebih menarik dan mudah diakses oleh siswa muda (Masithah, 2. Metode ini tidak hanya memperbaiki kemampuan mengingat anak-anak tetapi juga mendukung pertumbuhan moral dan spiritual mereka, menyediakan dasar yang kokoh untuk masa depan mereka. Pengetahuan Al-Qur'an anak-anak dan perkembangan karakter mereka secara keseluruhan dapat diperbaiki dengan cara ini. Studi terbaru menekankan signifikansi pendidikan karakter bagi anak usia dini, terutama dalam konteks PAUD Islam di Indonesia. RA Miftahul Falah menjalankan kegiatan harian untuk menanamkan nilai-nilai agama dan kesadaran sosial dengan aktivitas seperti mengucapkan Asmaul Husna dan melaksanakan ibadah (Marwiyati, 2. Dengan cara yang sama. RA Mafatihul Huda berusaha untuk mengembangkan karakter religius sesuai dengan Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X kurikulum KTSP, dengan menekankan pada nilai-nilai seperti kejujuran, rasa syukur, dan Keluarga, sekolah, dan masyarakat berkontribusi pada keberhasilan pendidikan Dalam pendidikan Islam, berbagai pendekatan pengajaran, termasuk kuis kelompok, bimbingan sejawat, perilaku teladan, dan pembiasaan, telah terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa dan pengembangan karakter mereka (Janah. Yuhdiyani, & Wahyuni, 2. METODE Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif Menurut Sugiyono, penelitian kualitatif deskriptif adalah metode penelitian yang menjadikan peneliti sebagai alat utama. Metode ini menggunakan teknik pengumpulan data campuran dan melakukan analisis induktif pada data (Sugiyono, 2. Penelitian ini menggunakan sampel dari RA Miftahul Falah Mindahan. Batealit. Jepara dengan subjek penelitian anak kelas B sebanyak 29 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan . observasi yang dilakukan dengan cara mengamati serta mencatat fenomena atau perilaku secara langsung dalam konteks yang alami. Pengamatan ini ditujukan untuk memahami arti, pola, serta dinamika sosial yang berlangsung di suatu lingkungan tertentu dan . wawancara kepada guru dan kepala sekolah memperoleh pemahaman mendalam tentang penanaman nilai moral agama di RA Miftahul Falah. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel Instrumen Pedoman Observasi Indikator Hasil Pengamatan Kelancaran Anak mampu mengucapkan doa sebelum atau sesudah melakukan hafalan surat pendek, menunjukkan adanya kebiasaan dan ketaatan dalam praktik berdoa. Kelenturan Anak mampu membiasakan hafalan surat pendek dapat diintegrasikan dengan kehidupan sehari-hari melalui praktik-praktik yang langsung berkaitan dengan ajaran Keaslian Anak mampu menghafal dan memahami pesan-pesan moral dalam surat-surat pendek, anak-anak secara perlahan membangun fondasi karakter yang kokoh berdasarkan ajaran agama. Elaborasi Anak mampu mamahami nilai-nilai yang terkandung dalam surat-surat pendek tidak hanya dikenalkan kepada anak-anak. Sehingga dapat membentuk karakter yang baik dan sesuai dengan prinsip moral agama. Tabel observasi menunjukkan empat elemen utama: kelancaran, kelenturan, keaslian, dan elaborasi. Hal tersebut menunjukkan kemajuan anak dalam menghafal surat pendek. Pertama, kelancaran terlihat dari kemampuan anak untuk mengucapkan doa sebelum atau sesudah hafalan, yang menunjukkan kebiasaan dan kepatuhan dalam berdoa, yang menunjukkan pengertian anak tentang pentingnya doa dari perspektif spiritual. Selanjutnya, kelenturan terlihat dari kemampuan anak untuk memasukkan hafalan surat pendek ke dalam aktivitas sehari-hari, yang menunjukkan fleksibilitas dalam menerapkan prinsip agama. Anakanak yang memiliki kemampuan ini tidak hanya memiliki kemampuan untuk mengingat secara mekanis, tetapi mereka juga memiliki pemahaman tentang nilai-nilai yang diajarkan. Pada Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X aspek keaslian, terlihat dari anak untuk mengingat dan memahami pesan moral dalam pesan singkat menunjukkan aspek keaslian. Ini membangun dasar karakter yang kuat untuk mereka. Terakhir, elaborasi menunjukkan bahwa anak-anak tidak hanya memahami nilai-nilai itu, tetapi mereka juga dapat merenungkan dan menginternalisasi mereka, yang sangat penting untuk membangun karakter yang baik yang sesuai dengan ajaran moral agama. Secara garis besar, temuan ini menunjukkan bahwa proses menghafal surat pendek bukan hanya aktivitas itu juga membantu anak-anak menjadi lebih kreatif, memiliki kebiasaan baik, dan memahami moral yang mendalam. Gambar 1. Wawancara dengan kepala sekolah RA Miftahul Falah Wawancara dengan guru kelas B dan kepala sekolah di RA Miftahul Falah adalah bagian dari temuan dan diskusi penelitian ini. Sebelum melakukan penelitian, peneliti melakukan observasi dan wawancara pada 15 Januari 2024 untuk mengidentifikasi beberapa peristiwa penting di RA Miftahul Falah Mindahan. Batealit. Jepara. Guru dan kepala sekolah diwawancarai tentang penanaman nilai moral agama melalui hafalan surat pendek. 29 siswa berpartisipasi dalam penelitian ini. Informasi ini digunakan untuk memilih dua orang yang mewakili populasi. Hasil dari wawancara berikut ini memberikan penjelasan tentang pelaksanaan hafalan surat pendek dan dampak hafalan surat pendek terhadap perkembangan moral agama siswa. Implementasi Hafalan Surat Pendek dalam Penanaman Nilai Moral Agama Menghafal surat-surat pendek dari Al-Qur'an di RA Miftahul Falah adalah cara yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai moral agama kepada anak-anak di usia dini. Penerapan penghafalan surat-surat pendek dalam menanamkan nilai-nilai moral agama pada anak-anak prasekolah merupakan cara yang efektif untuk membentuk karakter dan akhlak yang baik. Dengan kebiasaan membaca surat pendek secara teratur, anak-anak dapat menumbuhkan nilainilai moral dan agama sejak usia dini. Aktivitas ini bisa digabungkan dengan aktivitas seharihari seperti berdoa dan membaca Asmaul Husna (Salasiah, 2. Metode talaqqi, yang menekankan interaksi langsung antara pengajar dan murid, diterapkan untuk memastikan bahwa anak-anak tidak hanya mengingat, tetapi juga memahami arti dari surat-surat yang mereka hafalkan. Penelitian (Sutarto, 2. menemukan bahwa menghafal Al-Qur'an dapat meningkatkan perkembangan kognitif dan moral anak. Ini sesuai dengan tujuan pendidikan karakter RA Miftahul Falah. Dengan bimbingan guru yang terus-menerus, anak-anak diajarkan untuk mengaitkan nilai-nilai moral yang terkandung dalam surat pendek dengan tindakan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan dan teladan yang ditunjukkan oleh guru sangat penting dalam penerapan prinsip agama dan moral (Mujiburrohman, 2. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Gambar 2. Kegiatan hafalan surat pendek Aktivitas menghafal surat pendek dilakukan secara teratur dalam kegiatan sehari-hari di sekolah, yang menciptakan suasana belajar yang mendukung. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Masita . , rutinitas dalam pendidikan anak usia dini sangat penting untuk membangun kebiasaan dan kedisiplinan yang baik. Menghafal surat pendek adalah kebiasaan spiritual RA Miftahul Falah yang membantu membangun karakter religius anak. Dengan melibatkan orang tua dalam proses menghafal di rumah, anak-anak menerima dukungan tambahan yang menguatkan pemahaman mereka tentang prinsip moral yang diajarkan di Nilai Moral Agama yang Ditanamkan RA Miftahul Falah mengajarkan nilai-nilai moral agama melalui penghafalan ayat-ayat pendek Al-Qur'an, yang mencakup berbagai aspek penting yang membentuk karakter anak. Penanaman nilai-nilai moral agama pada anak di usia dini sangat penting untuk perkembangan etika dan karakter mereka (Ningsih, 2. Wahyu QS. Al-Asr menunjukkan pentingnya saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran, yang merupakan salah satu nilai penting yang Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Aisyah, 2. , pendidikan karakter yang menekankan prinsip-prinsip moral seperti kejujuran dapat membantu anak-anak memahami pentingnya integritas dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan anak-anak dapat menerapkan nilai-nilai ini dalam interaksi sosial mereka karena surat-surat ini mengandung pesan moral. Selain kejujuran. RA Miftahul Falah juga mengajarkan nilai kesabaran. Menurut artinya dalam QS. Al-Insyirah, anak-anak diajarkan untuk tetap sabar saat menghadapi tantangan dan Studi (Marwiyati, 2. , menemukan bahwa pengajaran nilai kesabaran sangat penting untuk membangun karakter anak, terutama dalam situasi yang tidak menyenangkan. Dengan menginternalisasi nilai-nilai ini, anak-anak diharapkan dapat membangun ketahanan psikologis dan emosi yang tangguh, yang akan bermanfaat bagi mereka di masa mendatang. Berbagai pendekatan yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai ini mencakup kebiasaan, teladan, menyanyi, serta penggunaan media seperti buku panduan (Meilasari & Ichsan, 2. Penanaman nilai moral agama sejak usia dini melalui hafalan surat pendek terbukti efektif dalam membentuk karakter anak, seperti disiplin dalam ibadah, peningkatan kepercayaan diri, serta perilaku yang lebih santun dan bertanggung jawab (Putri. Darmiyanti, & Munafiah. Penghafalan ayat-ayat pendek seperti Al-Fil dan Al-Kautsar juga membantu menumbuhkan rasa syukur dan ketakwaan. Ketakwaan adalah dasar menjalani kehidupan sehari-hari, dan rasa syukur diajarkan sebagai cara untuk menghormati anugerah yang diberikan oleh Allah. Pendidikan yang berpusat pada nilai syukur dan ketaatan dapat meningkatkan kesadaran spiritual anak, yang berkontribusi pada pertumbuhan moral dan etika Dengan demikian. RA Miftahul Falah ingin membangun karakter anak yang tidak Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X hanya pintar secara akademis tetapi juga memiliki nilai-nilai moral agama yang akan membimbing mereka sepanjang hidup mereka. Gambar 3. Guru menerangkan nilai moral agama dengan hafalan surat pendek Dampak Hafalan Surat Pendek terhadap Perkembangan Moral Siswa Menghafal surat pendek Al-Qur'an memberikan pengaruh baik terhadap pertumbuhan moral siswa. Pendidikan membaca dan menghafal ayat-ayat pendek dapat meningkatkan moral siswa serta berpengaruh signifikan terhadap perkembangan nilai-nilai agama anak (Aini. Armanila, & Harahap, 2. Pelaksanaan pembelajaran Al-Qur'an juga berperan dalam kemajuan nilai-nilai agama dan moral anak-anak usia dini, seperti kemampuan memahami doadoa singkat sehari-hari, surat-surat yang dibaca dalam shalat, serta menampilkan sikap santun dan hormat (Aprida & Suyadi, 2. Oleh karena itu, menghafal surat-surat pendek dapat membantu meningkatkan moral dan etika siswa. Kemajuan moral siswa sangat dipengaruhi oleh memorisasi surat-surat pendek dalam pendidikan RA Miftahul Falah. Dengan membiasakan diri menghafal ayat-ayat Al-Qur'an, siswa tidak hanya meningkatkan kemampuan kognitif mereka, tetapi mereka juga meningkatkan sikap dan perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari yang mencerminkan nilai-nilai moral yang terkandung dalam ajaran Islam. Perubahan yang terjadi pada siswa setelah melakukan penghafalan surat-surat pendek terlihat pada sikapnya yang lebih sopan, santun, sabar dan tenang, selain itu siswa juga lebih semangat dan disiplin dalam beribadah setelah menghafal dan memahami makna tiap ayat dari surat pendek. Surat-surat pendek dalam Al-Qur'an mengajarkan pentingnya berbuat baik kepada orang lain, termasuk orang tua, guru, dan teman. Dengan mengingat dan memahami arti dari surat-surat tersebut, siswa menjadi terbiasa berperilaku sopan dan hormat baik di dalam maupun di luar sekolah. Siswa dapat lebih dekat dengan prinsip keagamaan dengan menghafal surat pendek. Mereka mulai memahami apa itu ketuhanan, mengapa berdoa, dan melakukan hal-hal baik sebagai cara untuk beribadah kepada Allah. Ketika kita memiliki kesadaran spiritual ini, kita dapat membangun prinsip moral yang lebih kokoh dalam kehidupan sehari-hari kita. Siswa lebih termotivasi untuk menggunakan hafalan dalam ibadah sehari-hari, seperti shalat, jika mereka menghafal dan mengulang surat-surat pendek secara teratur. Dengan demikian, disiplin dalam melakukan ibadah dan ketaatan terhadap ajaran agama meningkat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa menghafal surat pendek RA Miftahul Falah bukan hanya tugas Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X itu juga merupakan cara yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai moral agama kepada siswa. Oleh karena itu, ini mungkin salah satu metode terbaik untuk membangun karakter anak sejak usia dini. SIMPULAN Penelitian ini menekankan betapa pentingnya menanamkan nilai-nilai moral keagamaan melalui penghafalan surat-surat pendek RA Miftahul Falah. Hasilnya menunjukkan bahwa metode ini berhasil membentuk karakter anak-anak sejak usia dini. Anak-anak tidak hanya dapat mengingat kosa kata, tetapi mereka juga dapat menerapkan prinsip-prinsip etika dalam kehidupan sehari-hari, seperti disiplin, kejujuran, kesabaran, dan ketakwaan. Dukungan dari orang tua dan guru sangat penting untuk keberhasilan metode ini. Selain itu, menghafal lebih baik dengan metode seperti talaqqi. Proses ini menghadapi tantangan, seperti konsentrasi anak yang terbatas dan kurangnya partisipasi orang tua dalam belajar di rumah. Secara keseluruhan, menghafal surat pendek tidak hanya berfungsi sebagai tugas akademis, tetapi juga membantu anak-anak membentuk karakter yang baik sesuai dengan ajaran agama, yang diharapkan dapat membantu mereka di masa depan. DAFTAR PUSTAKA