PERAN PENGAWASAN INSPEKTORAT TERHADAP AKUNTABILITAS KEUANGAN MELALUI MEDIASI TATA KELOLA PEMERINTAH DAERAH DI KABUPATEN ROKAN HILIR Bahrul1. Dini Onaisis2. Rizqa Anita3 Magister Manajemen. Sekolah Pascasarjana. Universitas Lancang Kuning. Indonesia Jln. Yos Sudarso Km 08 Rumbai Telp. 52581 Fax. E-mail : bahrul@gmail. com (Korespondin. Abstract: This study aims to analyze the role of Inspectorate supervision on financial accountability through mediation of regional governance in Rokan Hilir Regency. Public financial accountability is the main focus in efforts to create transparent and accountable governance, while internal supervision by the Inspectorate plays a strategic role in ensuring the implementation of financial management in accordance with applicable regulations. This study uses a quantitative approach with data collection techniques through the distribution of questionnaires to relevant regional government officials. The data analysis method is carried out using the Structural Equation Modeling (SEM) approach to test the direct and indirect relationships between variables. The results show that Inspectorate supervision has a significant effect on regional governance, and good governance plays a mediating role that strengthens the relationship between Inspectorate supervision and financial accountability. These findings emphasize the importance of improving the internal supervision function and implementing good governance principles to realize accountable regional financial Keywords: Inspectorate Supervision. Financial Accountability. Governance Pengawasan merupakan suatu bentuk pengendalian yang memastikan bahwa semua aktivitas organisasi berjalan sesuai dengan jalur yang telah direncanakan. Selain itu, pengawasan juga berfungsi sebagai alat untuk mengukur kinerja memperbaiki Henry Fayol dalam (Novita. Lembaga pengawas internal yang akuntabilitas dan integritas penyelenggaraan pemerintahan adalah inspektorat. Menurut (Tuidano et al. , 2. Inspektorat daerah merupakan suatu lembaga pengawasan di mamainkan peran yang sangat penting dan signifikan untuk kemajuan dan keberhasilan pemerintah daerah untuk mencapai tujuan dan sasaran. Petunjuk teknis penataan organisasi perangkat daerah. Inspektorat merupakan Pemerintahan, baik di Provinsi maupun di Kabupaten dan Kota diatur Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia No. Tahun 2007 Inspektorat Daerah kewenangan dan tanggungjawab untuk mengungkapkan potensi penyimpangan, memberikan rekomendasi perbaikan, serta penyelesaian atas rekomendasi yang telah Namun, konsultansi yang dilakukan oleh Inspektorat Daerah terhadap penyelenggaraan urusan pemerintahan belum mencapai hasil yang Inspektorat Daerah Kabupaten Rokan Hilir memiliki tugas utama untuk mengawasi pelaksanaan tugas pemerintahan daerah, pembinaan pemerintahan daerah, dan pelaksanaan tugas lainnya seperti kegiatan audit intern, pada saat ini tidak sekedar audit keuangan, audit ketaatan dan audit kinerja, tetapi perhatian lebih ditujukan pada semua aspek yang berpengaruh terhadap kinerja organisasi dan Peran Pengawasan Inspektorat Terhadap Akuntabilitas Keuangan Melalui Mediasi Tata Kelola Pemerintah Daerah Di Kabupaten Rokan Hilir (Bahrul. Dini Onaisis. Rizqa Anit. bisnis/manajemen. Tata kelola pemerintahan yang baik merupakan salah satu elemen kunci dalam Inspektorat Daerah merupakan Lembaga yang memiliki peran penting dalam Tiga aspek utama yang mendukung terciptanya kepemerintahan yang baik . ood pengendalian, dan pemeriksaan. Kebijakan untuk mewujudkan good governance pada sektor publik antara lain meliputi penetapan standar etika dan perilaku aparatur pemerintah, penetapan struktur organisasi dan proses pengorganisasian yang secara jelas mengatur tentang peran dan tanggung jawab serta akuntabilitas organisasi kepada publik, pengaturan sistem pengendalian organisai yang memadai, dan pelaporan eksternal yang disusun berdasarkan sistem akuntansi yang sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan. Dengan demikian Pengawasan Inspektorat Akuntabilitas Laporan Keungan beserta Tata kelola pemerintahan saling berhubungan satu sama Dengan keterbukaan informasi public tuntutan masyarakat terhadap pelaksanaan akuntabilitas organisasi publik menjadi ketidakpuasan terhadap transparansi dan akuntabilitas merupakan syarat adanya efektivitas tata kelola . ffective governanc. Isu lain Rendahnya tindak lanjut atas temuan pemeriksaan menciptakan risiko bahwa masalah serupa akan terus terjadi. Akibatnya, tujuan pengawasan tidak tercapai, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah tetap lemah. Ini menuntut perbaikan peran Inspektorat sebagai pengawas internal yang efektif. Penerapan tata kelola pemerintahan yang baik hanya dapat dicapai melalui pengawasan yang optimal. Dengan pengawasan yang baik, program-program Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. perencanaan dan mengurangi risiko Berdasarkan fenomena tersebut, muncul pertanyaan penting yang relevan dengan topik tesis: Apakah Inspektorat benar-benar memainkan peran strategis dalam mendorong akuntabilitas keuangan daerah? Dan apakah peran ini dimediasi atau diperkuat oleh kualitas tata kelola pemerintahan daerah itu sendiri? Fenomena dilapangan sering terjadi temuan terkait laporan keuangan, seperti keterlambatan pelaporan keuangan di akhir tahun anggaran, disamping terkadang sudah di anggarakan namun tidak terrealisasi karena keterbatasan anggaran. Bahhkan ada anggaran yang sudah terealisasikan pengaggaran namun kegiatan belum Terjadinya pergantian bendahara yang sering menimbulkan masalah dalam laporan pertanggungjawaban. Disinilah peran dari pengasan agar tidak terjadi temuan sehingga tidak berurusan dengan aparat penegak hukum. Berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan maka peneliti tertarik melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengevaluasi akuntabilitas keuangan serta sejauhmana peran Inspektorat Daerah sebagai pengawas internal di Kabupaten Rokan Hilir. METODE Penelitian Teknik pengumpulan data menggunakan Kuesioner yang disebarluaskan melalui Google form. Pendekatan kuantitatif dipilih karena fokus penelitian adalah menguji hubungan antar variabel secara empiris dan objektif melalui data numerik. Populasi yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah APIP (Aparat Pengawas Internal Pemerinta. yang bekerja di Inspektorat Kabupaten Rokan Hilir Teknik sampling yang di gunakan adalah total sampling yaitu keseluruhan populasi yang di jadikan sampel yang berjumlah 34 orang. Camat sekabupaten ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Peran Pengawasan Inspektorat Terhadap Akuntabilitas Keuangan Melalui Mediasi Tata Kelola Pemerintah Daerah Di Kabupaten Rokan Hilir (Bahrul. Dini Onaisis. Rizqa Anit. rokan hilir 18 orang. Penghulu atau Kepala Desa sebanyak 159. Jadi total populasi dalam penelitian ini 211. HASIL Penelitian ini mengumpulkan data pada waktu dan sumber yang sama. Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa data tersebut masih berpotensi menghasilkan common method variance (CMV) (Podsakoff et al. , 2003, 2. Untuk memastikan bias metode umum dapat dikendalikan, penelitian ini menggunakan full collinearity variance inflation factors (VIF. untuk mengevaluasi apakah data dalam penelitian memiliki masalah CMV atau tidak (Kock, 2. Tabel 4. 4 Hasil pengujian full collinearity VIFs Kecerdasan Emosional Kinerja Kreativitas Kerja Hasil (Tabel 4. hasil pengujian full collinearity VIFs menunjukkan bahwa Kecerdasan Emosional pada angka 2. Kinerja pada angka 2. 376 dan Kreativitas pada angka 2. Masing-masing variabel memiliki nilai full collinearity VIFs lebih rendah dari 3. Dengan demikian, data dalam penelitian ini tidak berpotensi menghasilkan common method variance (CMV) (Kock, 2. Hasil pengujian model fit and quality Tabel 4. 5 menampilkan pengujian model fit and quality indices dalam analisis PLS pada penelitian ini meliputi average R-square (ARS), average path coefficient (APC), dan average variance inflation factor (AVIF). Hasil pengujian menunjukkan bahwa model ARS =0. P<0. 001=0. 553,APC , 0. 523, (P<0. AVIF =1. Nilai VIF yang lebih rendah 3 menunjukkan bahwa model tersebut bebas dari masalah multikolinearitas (Hair et , 2. Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. Tabel 4. Hasil pengujian model fit and quality indices Parameter Nilai Rule of thum Avarage coefficien (APC) Avarage R-squared (ARS) Avarage block VIF (AVIF) Tenenhaus GoF (GoF) P<0. P<0. p-value<0,05 Ou 0,10 . mall effect siz. 0,25 (Medium dan Ou 0,36 . arge effect Q-Square Kinerja Kreativ p-value<0,05 <3,3 (QA) Hasil pengujian juga menghitung indeks Goodness of Fit (GoF). Indeks GoF bertujuan untuk mengevaluasi kecocokan model outer dan inner pada PLS (Tenenhaus et al. , 2. Nilai batas untuk GoF adalah 0. , 0,25 . , dan 36 . (Wetzels et al. , 2. Nilai GoF dalam penelitian ini adalah 0. yaitu berada pada kategori sedang dari nilai ambang batas 052. Hasil ini menunjukkan bahwa model dalam penelitian ini berkinerja baik (Wetzels et al. , 2. Selain itu, koefisien Q2 pada tabel 4. menunjukkan nilai yang lebih besar dari nol, yang menjelaskan bahwa model memiliki nilai prediksi yang dapat diterima (OAoCass & Weerawardena, 2. Hasil pengujian model pengukuran Pada analisis SEM-PLS, pengujian model pengukuran bertujuan untuk mengevaluasi validasi skala pengukuran setiap variabel (Hair et al. , 2. Evaluasi model pengukuran dilakukan dalam tiga ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Peran Pengawasan Inspektorat Terhadap Akuntabilitas Keuangan Melalui Mediasi Tata Kelola Pemerintah Daerah Di Kabupaten Rokan Hilir (Bahrul. Dini Onaisis. Rizqa Anit. Tabel 4. 6 Evaluasi model pengukuran Variabel PENGAWASAN INSPEKTORAT AKUNTABILITA S KEUANGAN Kreativitas kerja Ite Loading AVE X10 Catatan: CR = Composite reliability, = Cronbarch alpha. AVE = average variances *** signifikan pada level 0,001 Tahap pertama adalah menguji atau mengevaluasi konsistensi internal dari reliabilitas setiap variabel. Sebuah skala pengukuran variabel dikatakan reliabel apabila memiliki nilai composite reliability (CR) dan nilai cronbach alpha () diatas 0,7. Hasil pada table 4. 6 dapat dilihat bahwa seluruh nilai CR dan pada setiap variabel berada diatas 0,7. Hal ini dapat dijelaskan bahwa skala pengukuran variabel dalam penelitian ini memiliki konsistensi reliabilitas yang baik. Tabel 4. 7 Hasil Loadings dan Crossloading PENG AWAS INSPE KTOR AKU NTAB ILITA KEUA NGA TATA KELO PEME RINT AHA Type P value Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. Reflec Reflec Reflec Reflec Reflec Reflec Reflec Reflec Reflec Reflec <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. Reflec Reflec Reflec Reflec Reflec Reflec Reflec Reflec Reflec Reflec Reflec Reflec Reflec Reflec Reflec <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. <0. Dari dua pengujian: . uji validitas . uji validitas diskriminan. Pada pengujian validitas konvergen, setiap item pertanyaan dikatakan valid apabila memiliki nilai loading diatas sama dengan 0,50 (Chin, 2. Pada table 4. 6 dapat dilihat bahwa seluruh item pertanyaan yang ada pada penelitian ini memiliki nilai loading diatas 0,50 Selain itu, pengujian validitas konvergen juga dapat dilihat dari nilai average variances extracted (AVE). Sebuah variabel dikatakan valid secara konvergen apabila memiliki nilai AVE diatas sama dengan 0,50 (Chin, 2. Pada ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Peran Pengawasan Inspektorat Terhadap Akuntabilitas Keuangan Melalui Mediasi Tata Kelola Pemerintah Daerah Di Kabupaten Rokan Hilir (Bahrul. Dini Onaisis. Rizqa Anit. 6 dapat dilihat bahwa nilai AVE setiap variabel adalah diatas 0,50. Berdasarkan kedua hasil tersebut . ilai loadings dan AVE), maka dapat disimpulkan bahwa item pertanyaan yang ada pada skala pengukuran variabel pada penelitian valid secara konvergen. Table 4. Hasil Pengujian Hipotesis. Model 1:Full Model Pengaruh Langsung Pengawasan Inspektorat Ie Akuntabilitas Keuangan Pengawasan Inspektorat Ie Tata Kelola Pemerintahan Akuntabilitas KeuanganIe Tata Kelola Pemerintahan Model 2: Pengaruh Tidak Langsung P<0. P<0. P<0. Signi Signi Signi Akuntabilitas KeuanganIe Tata Kelola PemerintahanIe Akuntabilitas Keuangan <0. Signi signifikan pada level 0,001. Hasil pengujian model struktural Setelah melakukan evaluasi terhadap model pengukuran, penelitian ini selanjutnya mengevaluasi model struktural. Seperti yang telah disebutkan pada bab sebelumnya bahwa evaluasi pada model struktural bertujuan untuk menguji seluruh hipotesis yang telah Selanjutnya. Tabel 4. Gambar 4. dan Gambar 4. mengungkapkan nilai koefisien jalur yang dihasilkan oleh analisis SEM-PLS dari model penelitian yang diusulkan dalam penelitian ini. Hipotesis pertama (H. Pengawasan Inspektorat Berpengaruh Positif dan Signifikan terhadap Akuntabiltas keuangan. Hasil pada table 4. 9 Tabel tersebut menunjukkan bahwa tanpa variabel mediasi, secara langsung pengawasan Inspektorat secara positif dan Signifikan Akuntabilitas Keuangan dengan angka statistik . P<0. Hipotesis kedua (H. memprediksi bahwa Pengawasan Inspektorat Berpengaruh Positif dan Signifikan terhadap Tata kelola Keuangan. Hasil pada table 4. 9 dan gambar 5 menunjukkan bahwa hipotesis ini didukung secara statistik . P<0. Tabel tersebut menunjukkan bahwa variabel Pengawasan Inspektorat secara positif Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. meningkatkan Tatakelola Pemerintahan. Hipotesis ketiga (H. memprediksi Tata Kelola Pemerintahan berpengaruh Positif dan Sifnifikan terhadap Akuntabilitas Keuangan. Hasil pada table 9 dan gambar 4. 5 menunjukkan bahwa hipotesis ini didukung secara statistik ( = 275, p < 0. Tabel tersebut menunjukkan bahwa variabel Tata Kelola Pemerintahan secara positif menyebabkan Akuntabilitas Keuangan. Hipotesis (H. Tata Kelola Pemerintahan berpengaruh Positif dan Sifnifikan dalam memediasi hubungan Pengawasan Inspektorat Akuntabilitas Keuangan. Hasil pada table 9 dan gambar 4. 5 menunjukkan bahwa hipotesis ini didukung secara statistik . <0. Tabel menunjukkan bahwa variabel Tata Kelola secara positif memediasi hubungan Pengawasan Inspektorat Akuntabilitas keuangan. PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pengawasan Inspektorat, tata kelola pemerintahan, dan akuntabilitas keuangan. Berdasarkan hasil analisis SEM-PLS pada Tabel 4. 9 dan Gambar 4. 5, seluruh hipotesis yang diajukan didukung secara statistik. Temuan ini memberikan pemahaman penting mengenai bagaimana peran pengawasan internal dan tata kelola yang baik dapat keuangan di lingkungan pemerintahan H1: Pengaruh Pengawasan Inspektorat terhadap Akuntabilitas Keuangan Hasil analisis menunjukkan bahwa pengawasan Inspektorat berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas keuangan ( = 0. p < 0. Temuan ini sejalan dengan teori pengawasan internal dan akuntabilitas publik yang menyatakan bahwa keberadaan pengawasan ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Peran Pengawasan Inspektorat Terhadap Akuntabilitas Keuangan Melalui Mediasi Tata Kelola Pemerintah Daerah Di Kabupaten Rokan Hilir (Bahrul. Dini Onaisis. Rizqa Anit. yang efektif akan meningkatkan transparansi dan tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan publik. Artinya, ketika fungsi pengawasan Inspektorat berjalan dengan baik, maka pelaporan dan penggunaan anggaran akan lebih sesuai dengan aturan dan prinsip akuntabilitas. berpengaruh terhadap akuntabilitas, efeknya akan jauh lebih besar jika didukung oleh sistem tata kelola pemerintahan yang Dengan demikian, tata kelola menjadi jalur penting dalam mengalirkan dampak pengawasan terhadap peningkatan H2: Pengaruh Pengawasan Inspektorat terhadap Tata Kelola Pemerintahan Hipotesis kedua juga didukung secara statistik ( = 0. p < 0. , menunjukkan bahwa pengawasan Inspektorat secara langsung dapat memperbaiki tata kelola Hal ini menunjukkan bahwa pengawasan yang dilakukan oleh Inspektorat tidak hanya bersifat represif, tetapi juga bersifat preventif dan konstruktif dalam membentuk sistem administrasi yang lebih tertib, transparan, dan partisipatif. Dengan kata lain, pengawasan berkontribusi dalam membangun budaya tata kelola yang baik. Interpretasi dan Implikasi Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memberikan beberapa poin penting: Pengawasan Inspektorat bukan hanya sekadar alat kontrol, tetapi juga motor penggerak reformasi birokrasi melalui penguatan tata Tata Kelola Pemerintahan berperan sebagai kunci keberhasilan dalam membangun akuntabilitas keuangan secara sistematis. Sinergi antara pengawasan dan tata strategis yang perlu dipertahankan dan diperkuat untuk mewujudkan transparan, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat fungsi Inspektorat dan menerapkan prinsipprinsip good governance secara konsisten agar akuntabilitas keuangan dapat tercapai secara optimal H3: Pengaruh Tata Kelola Pemerintahan terhadap Akuntabilitas Keuangan Hasil pengujian menunjukkan bahwa tata kelola pemerintahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas keuangan ( = 0. p < 0. Hal ini membuktikan bahwa prinsip-prinsip good akuntabilitas, partisipasi, dan efektivitas benar-benar memiliki pengaruh nyata terhadap kualitas laporan dan pengelolaan keuangan publik. Pemerintahan yang dikelola dengan baik secara otomatis akan lebih penggunaan anggarannya kepada publik. H4: Tata Kelola Pemerintahan sebagai Mediator Hipotesis keempat menguji peran tata kelola pemerintahan sebagai variabel mediasi Inspektorat akuntabilitas keuangan. Hasil menunjukkan bahwa pengaruh tersebut diperkuat secara signifikan melalui peran tata kelola ( = p < 0. Ini menunjukkan bahwa walaupun pengawasan secara langsung Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. SIMPULAN Berdasarkan hasil pengujian model struktural menggunakan analisis SEM-PLS, penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan penting terkait pengaruh Kecerdasan Emosional. Kreativitas Kerja, dan Kinerja Pegawai pada ASN di Kabupaten Rokan Hilir: Kecerdasan Emosional Berpengaruh Positif dan Signifikan terhadap Kinerja Pegawai Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh langsung yang positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Peran Pengawasan Inspektorat Terhadap Akuntabilitas Keuangan Melalui Mediasi Tata Kelola Pemerintah Daerah Di Kabupaten Rokan Hilir (Bahrul. Dini Onaisis. Rizqa Anit. dengan nilai koefisien = 0. 664 dan p < Artinya, semakin tinggi tingkat kecerdasan emosional yang dimiliki pegawai, maka semakin tinggi pula lingkungan kerja. Kecerdasan Emosional Berpengaruh Positif Signifikan Kreativitas Kerja Kecerdasan emosional juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kreativitas kerja pegawai, dengan nilai koefisien = 0. 719 dan p < Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan pegawai dalam mengelola emosi, empati, dan hubungan sosial turut mendorong lahirnya ide-ide inovatif dan solusi kreatif dalam penyelesaian tugas. Kreativitas Kerja Berpengaruh Positif dan Signifikan terhadap Kinerja Pegawai Kreativitas kerja memberikan kontribusi peningkatan kinerja, dengan koefisien = 0. 275 dan p < 0. Pegawai yang produktif, dan mampu menghadirkan pendekatan kerja yang lebih adaptif terhadap perubahan. Kreativitas Kerja Memediasi Hubungan antara Kecerdasan Emosional dan Kinerja Penelitian ini juga menemukan bahwa kreativitas kerja memediasi secara positif dan signifikan hubungan antara kecerdasan emosional dan kinerja pegawai, dengan nilai koefisien = 197 dan p < 0. Artinya, kecerdasan emosional tidak hanya berdampak langsung terhadap kinerja, tetapi juga peningkatan kreativitas kerja DAFTAR RUJUKAN Abdillah. Metode Penelitian: Perspektif Sains Organisasi. Pekanbaru. Riau: Unilak Press. Abdillah. Effects of Altruistic Leadership on Knowledge Hiding Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. among Subordinates: Testing a Dual Mediation Mechanism. (Doctoral dissertation. Da-Yeh University. Taiwa. Retrieved https://hdl. net/11296/g3e8u Abdillah. Anita. , & Anugerah. Dampak iklim organisasi terhadap stres kerja dan kinerja Jurnal Manajemen, 20. , 121-141. Anita. Abdillah. , & Zakaria. Authentic leader and internal whistleblowers: testing a International Journal of Ethics and Systems, 37. , 3552. https://doi. org/10. 1108/IJOES03-2020-0036 Aprillia. , & Usman. Pengaruh keuangan dan pengawasan atas kualitas pengendalian intern terhadap tata Jurnalku, 3. , 408-425. Berg. , & Arif. Peran Inspektorat Daerah Sebagai Konsultansi Dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih di Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara. Manor: Jurnal Manajemen dan Organisasi Review, 6. , 315329. Dewi. Peran Standar Akuntansi Pemerintahan Dan Sistem Pengendalian Internal Terhadap Kualitas Informasi Laporan Keuangan Dan Akuntabilitas Keuangan. Jurnal Profiet, 5. , 290-301. Fadhli. Alam. , & Rajab. Pelaksanaan Fungsi Pengawasan Inspektorat ota Kendari dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kota Kendari. PAMARENDA: Public ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Peran Pengawasan Inspektorat Terhadap Akuntabilitas Keuangan Melalui Mediasi Tata Kelola Pemerintah Daerah Di Kabupaten Rokan Hilir (Bahrul. Dini Onaisis. Rizqa Anit. Administration and Government Journal, 4. , 425-433. Faozan. Tata Kelola Pemerintahan Daerah yang Baik dan Pertumbuhan Lokal Menimbulkan Pembangunan Daerah:: Haris Faozan Jurnal Ilmu Administrasi Volume VII No. Desember 2010 Tata Kelola Pemerintahan Daerah Yang Baik Dan Pertumbuhan Ekonomi Lokal Yang Menimbulkan Pembangunan Daerah. Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi, 7. , 06-06. Fujilestari. Rochaeni. , & Ramdani, . Memperkuat Pengawasan: Metakan Kedudukan Inspektorat Dalam Menjamin Akuntabilitas Dan Integritas Pada Era Transparansi. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 11. Feng. Chen. , & Chen. Does the central environmental protection inspectorate accountability system Sustainability, 14. Goo. , & Sanda. Analisis pelaksanaan tata kelola rencana strategis, kuntabilitas dan transparansi dana desa terhadap pengelolaan keuangan desa (Studi Desa Magepanda Kecamatan Magepand. Accounting UNIPAJurnal Akuntansi, 1. Kiat. Madubun. , & Selanno. Peran Inspektorat Daerah Sebagai Pengawas Internal Pemerintah Daerah Provinsi Maluku. Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial. Politik, dan Humaniora, 9. , 11561163. Masdar. Furqan. Masruddin. , & Meldawaty. The role of Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. transparency and professional assistance in regional financial management in Indonesian Journal of Public Affairs, 21. , e2666. Pratolo. Transparansi Dan Akuntabilitas Tata Kelola Pemerintahan Daerah Dalam Hubungannya Dengan Perwujudan Keadilan Dan Kinerja Pemerintah Daerah: Sudut Pandang Aparatur Dan Masyarakat Di Era Otonomi Daerah. Journal of Accounting and Investment, 9. , 108-124. Rahmah. , & Helmi. Pengaruh Pengawasan Keuangan Oleh Inspekda Terhadap Akuntabilitas Laporan Keuangan Pemerintah Nagari Melalui Pemanfaatan TI Sebagai Variabel Intervening. Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa, 6. , 13-13. Rizal. Pengaruh Pengawasan Inspektorat Kabupaten Lampung Tengah dan Partisipasi Masyarakat Terhadap Pengelolaan Dana Desa:(Studi Kasus Pada Desa Joharan Kecamatan Putra Rumbia Lampung Tenga. EKONOMIKA45: Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi Bisnis. Kewirausahaan, 11. Riswati. Implementasi Tata Kelola Pemerintahan Daerah Berbasis Digitalisasi Teknologi Di Indonesia. Jurnal Media Birokrasi, 1-15. Suripatty. , & Edyanto. Institutionalizing local government accountability: a case of Nabire. Indonesia. Otoritas: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 13. , 440-453. Rustan. Pengaruh Penyajian Laporan Keuangan. Aktivitas Pengendalian. Dan Transpar Ansi Terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Inspektorat. Jurnal ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356 Peran Pengawasan Inspektorat Terhadap Akuntabilitas Keuangan Melalui Mediasi Tata Kelola Pemerintah Daerah Di Kabupaten Rokan Hilir (Bahrul. Dini Onaisis. Rizqa Anit. Pelopor Manajemen Indonesia (JPMI), 2. , 375-389. Susano. Rachmawati, . Transparansi Dan Akuntabilitas Keuangan Desa Melalui Sistem Keuangan Desa (Siskeude. EKOBIS: Jurnal Ilmu Manajemen Dan Akuntansi, 12 . , 50Ae58. Yaumi. Pengaruh Kompetensi. Independensi. Dan Integritas Terhadap Kualitas Audit Dalam Pengawasan Keuangan Daerah (Inspektorat Pemkab Lamonga. Jurnal Ekbis, 22. , 88106 Jurnal Daya Saing (Vol. XI. No. i Oktober 2. ISSN: 2407-800X ISSN: 2541-4356