(JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 . Oktober 2024 DOI: 10. 36086/medlabscience. PREVALENSI PENDERITA TUBERKULOSIS DI POLI DIRECTLY OBSERVED TREATMENT SHORT-COURSE (DOTS) RSUD CIDERES PREVALENCE OF TUBERCULOSIS PATIENTS IN DIRECTLY OBSERVED TREATMENT SHORT - COURSE (DOTS) POLYCLINIC RSUD CIDERES Crystian Dwi Prananda1*. Iis Kurniati 2. Hafizah Ilmi Sufa 3. Mohamad Firman Solihat 4 1,2,3,4 Poltekkes Kemenkes Bandung. Indonesia (* Email korespondensi: crystiandwiprananda30@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Berdasarkan laporan kegiatan layanan TB Directly Observed Treatment. Short-course (DOTS) di Rumah Sakit Umum Daerah Cideres penemuan suspek penderita BTA tahun 2021 ada 339 kasus yang dicurigai menderita BTA, 32 di antaranya positif BTA. Tahun 2022, 160 kasus dicurigai menderita BTA, 100 di antaranya positif BTA. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan prevalensi penderita Tuberkulosis paru BTA Positif di Rumah Sakit Umum Daerah Cideres pada bulan Agustus-Oktober 2023 berdasarkan faktor usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pengetahuan tentang TB, kepadatan hunian rumah dan pencahayaan rumah. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif. Sampel merupakan penderita Tuberkulosis paru BTA positif di RSUD Cideres Majalengka pada bulan Agustus Ae Oktober 2023. Hasil: Terdapat 3 karakteristik Pasien kejadian TB positif dengan persentase yang sama yaitu 70%, ada pada karakteristik pendidikan pasien dari SD - SMP, kurangnya pengetahuan tentang TB serta pencahayaan di dalam rumah. Kemudian untuk pasien yang memiliki hunian tak layak didapatkan kejadian TB positif sebesar 67%, pasien dengan rentang usia 41-70th keatas sebesar 63%. Kesimpulan: Terdapat korelasi antara kejadian TB positif di RSUD Cideres Majalengka pada bulan Agustus-Oktober 2023 dengan faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan tentang TB dan kepadatan hunian. Kata kunci : Tuberkulosis. DOTS. BTA Positif ABSTRACT Background: Based on the activity report of the TB Directly Observed Treatment. Short-course (DOTS) service at the Cideres Regional General Hospital, the discovery of suspected BTA sufferers amounted to 339 cases in 2021 and the positive BTA was 32 cases. In 2022, there were 160 cases of suspected BTA sufferers, and 100 positive BTA cases. The aim of this study was to determine the prevalence of BTA Positive pulmonary tuberculosis sufferers at the Cideres Regional General Hospital in August-October 2023. Methods: This was a correlative descriptive research. The samples in this study were BTA-positive pulmonary tuberculosis sufferers at Cideres Majalengka Regional Hospital in August Ae October 2023. Results: It was found that the percentage of positive TB patients with a percentage of 70% were patients with the characteristics of elementary-middle school education, lack of knowledge about TB and did not require lighting in the house. Then for patients who have inadequate housing, the incidence of positive TB was 67%, for patients aged 41-70 years and above it was 63%. Conclusion: Based on age, the majority of positive TB patients at Cideres Regional Hospital were aged 41 to 70 years, totaling 19 people . %). Based on gender, the majority of positive TB patients were male and female equally, and 21 people . %) based on educational characteristics, and 9 people . %). Based on education level, the majority of positive TB patients were aged 41 to 70 years, totaling 19 people . %) | 17 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 . Oktober 2024 DOI: 10. 36086/medlabscience. Keywords : Tuberculosis. DOTS. BTA Positive PENDAHULUAN Infeksi tuberkulosis paru BTA positif, tes dilakukan dengan alat Genexpert dan foto rontgen dada. disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis Pemeriksaan Tes Cepat Molekular jika (M. , juga dikenal sebagai dibandingkan dengan pemeriksaan dengan bakteri tahan asam (BTA), adalah penyebab metode mikroskopis, ini jauh lebih sensitif tuberkulosis (TB). Orang dengan BTA negatif dan spesifik untuk diagnosis TB. Tes dan penderita TB paru yang memiliki BTA molekuler cepat, metode deteksi molekuler positif melalui percik renik dahak masih berbasis nested real-time PCR, menjadi memiliki kemungkinan untuk menularkan prioritas utama untuk pemeriksaan TB karena penyakit ini kepada orang lain. (Pedoman Nasional Pengendalian Tuberculosis, 2. sensitivitas tinggi dan hasil dapat diketahui Berdasarkan laporan kegiatan layanan TB dalam waktu kurang lebih dua jam. Apabila Directly Observed Treatment. Short-course positif maka dilanjutkan pemeriksaan follow (DOTS) di Rumah Sakit Umum Daerah up secara mikroskopis dengan pengecatan Cideres, mereka menemukan orang yang Ziehl Neelsen (ZN). Hasil pemeriksaan dahak menderita BTA pada tahun 2021: 339 kasus menunjukkan tuberkulosis paru-paru BTA ditemukan, 32 di antaranya positif BTA. Tahun 2022: 160 kasus ditemukan, 100 di spesimen dahak SP pada pagi hari. BTA juga antaranya positif BTA. (Dinas Kesehatan dan rontgen dada menunjukkan Kabupaten Majalengka 2. Prevalensi tuberkulosis aktif. (Ramadhan, 2. penderita TB merupakan indikator untuk sekurang-kurangnya Faktor lingkungan seperti suhu dan mengukur beban penyakit TB di suatu kelembaban udara dapat Prevalensi didefinisikan sebagai penyebaran dan penularan. Usia, jenis persentase penduduk suatu wilayah yang kelamin, pekerjaan, pendidikan, pengetahuan, terinfeksi oleh TB, baik yang bergejala . kepadatan hunian, dan kondisi rumah adalah . beberapa faktor kependudukan yang dapat Prevalensi TB di Indonesia masih tergolong meningkatkan risiko terkena tuberkulosis. tinggi, terutama jika dibandingkan dengan Tidak negara-negara maju. memfokuskan pada faktor-faktor yang dapat Tes Cepat Molekular (TCM) menyebabkan kasus TB baru dalam keluarga. Sangat | 18 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 . Oktober 2024 DOI: 10. 36086/medlabscience. tuberkulosis di Rumah Sakit Umum Daerah Cideres. BAHAN DAN METODE Penelitian deskriptif korelatif, dan rancangan penelitian cross-sectional digunakan. Sampel penelitian adalah pasien TB yang ditemukan positif di RSUD Cideres dari Agustus hingga Oktober Tabel 1. Karakteristik subjek penelitian berdasarkan jenis kelamin Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Persen (%) Karakteristik berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa jumlah kasus TB positif laki-laki dan perempuan sama, yaitu lima belas orang lakilaki . %) dan lima belas orang perempuan HASIL . %). Penelitian ini dilakukan di RSUD Cideres dari Agustus hingga Oktober 2023, dan menemukan bahwa 30 orang yang didiagnosis menderita tuberkulosis telah Usia, jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan tentang tuberkulosis, kepadatan Tabel 2. Karakteristik subjek penelitian berdasarkan pendidikan Pendidikan SD- SMP SMA Keatas Total Persen (%) hunian, dan pencahayaan rumah adalah Pada kelompok pendidikan yang atribut yang membedakan setiap subjek terbanyak dengan pasien kejadian TB positif adalah kelompok dengan Pendidikan SD- Tabel 1. Karakteristik subjek penelitian berdasarkan usia Usia 20 - 40 Th 41 - 70 th ke atas Total Sedangkan kelompok dengan Pendidikan Persen (%) SMA ke atas berjumlah sebanyak 9 orang Tabel 3. Karakteristik subjek penelitian berdasarkan pengetahuan tentang TB Kelompok usia yang terbanyak pada pasien kejadian TB positif adalah kelompok usia 41 Ae 70 tahun keatas yang berjumlah sebanyak 19 orang . %). Sedangkan yang usia 20-40 tahun berjumlah sebanyak 11 orang . %). SMP berjumlah sebanyak 21 orang . %). %), dan sebagian besar . %). Pengetahuan Mengetahui Tidak Mengetahui Total Persen (%) Pasien kejadian TB positif tidak mempunyai pengetahuan tentang TB dan | 19 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 . Oktober 2024 DOI: 10. 36086/medlabscience. %) yang mempunyai pengetahuan memilikinya, lalu 70% pasien TB positif tidak tentang TB. membutuhkan pencahayaan, seperti lampu di Tabel 4. Karakteristik subjek penelitian berdasarkan kepadatan hunian Kepadatan Hunian Layak Tidak Layak Total positif yang memiliki tempat tinggal yang Tabel 4. 5 Karakteristik subjek penelitian berdasarkan pencahayaan rumah Persen (%) Kemudian hanya 33% pasien TB Pencahayaan Rumah Tidak Total Persen (%) PEMBAHASAN Hasil 19, dan lain-lain. Kontak dengan orang lain bahwa karakteristik pasien kejadian TB dapat meningkat seiring bertambahnya usia. Positif yang terbanyak kelompok usia 41 Ae karena adanya kebutuhan sosial, pekerjaan, atau 70th ke atas yang berjumlah 19 orang perawatan kesehatan. Kontak dengan orang lain . %). Walaupun demikian untuk usia yang terinfeksi penyakit dapat meningkatkan dibawahnya hanya terpaut sedikit dan risiko tertular penyakit (Kemenkes RI, 2. relatif sama. Usia Hasil penelitian di RSUD Cideres sejalan beberapa faktor risiko penyakit karena usia dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, mobilitas, dan kontak dengan orang lain yang berpotensi terinfeksi penyakit. Sistem kekebalan tubuh adalah mekanisme pertahanan tubuh yang dapat melawan berbagai macam mikroorganisme penyebab Mobilitas adalah kemampuan seseorang untuk bergerak dan melakukan aktivitas sehari-hari. Kontak dengan orang lain adalah salah satu cara penularan penyakit menular, seperti TB, flu. Covid- dengan temuan penelitian kohort Gustafon et al. pada tahun 2004. Hasilnya menunjukkan efek dosis respons: usia yang lebih tua memiliki risiko menderita TB lebih tinggi, dengan odd rasio 1,36 pada kelompok usia 25 hingga 34 tahun dan 4,08 pada kelompok usia 41 hingga 71 tahun. Pedoman DEPKES RI tahun menyatakan bahwa 75% pasien TB berada pada usia produktif, yaitu kelompok usia 15-44 Temuan penelitian ini bertentangan dengan pedoman ini. Hasil ini juga berbeda dengan penelitian data WHO tahun 2012 yang menemukan bahwa banyak kasus TB di negara | 20 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 . Oktober 2024 DOI: 10. 36086/medlabscience. berkembang pada usia produktif, yaitu dalam interaksi sosial daripada perempuan. Dari kelompok usia 15-54 tahun, dan beberapa hasil penelitian didapatkan pasien di RSUD Cideres dilihat dari karakteristik pendidikan (Safira et al. , 2. di RS AL-Islam SD-SMP berjumlah 21 orang . %), dan SMA Bandung dengan usia produktif sebanyak ke atas 9 orang . %). Pasien dengan 99 orang, yang merupakan hasil yang pendidikan SD-SMP kebanyakan pekerjaan positif berdasarkan usia . ,1%). Penelitian yang mereka jalani dikategorikan pekerjaan (Konde et al. , 2. di Puskesmas dengan penghasilan status ekonomi rendah dan Tuminting Kota Manado dimana sebagian kebiasaan pola makan yang tidak teratur. Hal ini besar responden dengan hasil pemeriksaan sejalan dengan teori Crofton bahwa 90 persen TB positif termasuk dalam rentang usia orang dengan status ekonomi rendah menderita produktif . ,5%). Perbedaan ini terjadi Selain itu, menurut penelitian karena sampel pasien kejadian TB positif di Desmon, individu dengan pendapatan di bawah RSUD Cideres yang diambil sedikit. rata-rata pendapatan perkapita nasional berisiko Dari hasil penelitian yang dilakukan 1,64 di RSUD cideres jenis kelamin pasien tuberkulosis dibandingkan dengan individu kejadian TB positif laki-laki maupun dengan pendapatan yang lebih tinggi. Hal ini perempuan sama, hal ini dikarenakan interaksi sosial keduanya sama, karena rata- pengetahuan pasien kurang mengetahui tentang TB, dalam penelitian ini didapatkan 21 orang Sedangkan menurut laporan WHO tahun . %) yang tidak mengetahui tentang TB. 2015, laki-laki mengalami 1,7 kali lebih Menurut penelitian yang dilakukan oleh Xianqi banyak TB paru daripada perempuan. et al, pada tahun 2010 di Nofizar. Provinsi Disebabkan fakta bahwa laki-laki lebih Shaanxi di Cina, yang merupakan salah satu sering berada di luar rumah dan lebih sering wilayah yang kurang maju di negara itu, tingkat berinteraksi dengan lingkungan rumah pendidikan berkorelasi dengan penghentian yang lebih besar daripada perempuan, serta faktor biologi, sosial, dan budaya. disebabkan oleh fakta bahwa banyak orang di Laki-laki memiliki risiko 2,58 kali lebih besar daripada perempuan untuk penelitian yang dilakukan oleh Gustavo et Ini mungkin karena laki-laki lebih rentan Ini daerah tersebut tidak sekolah dan tidak tahu banyak tentang tuberkulosis. Menurut penelitian lain di Cina, salah satu penyebab prevalensi TB Multi Drug Resisten (MDR) yang tinggi adalah kurangnya pengetahuan. Ini disebabkan oleh | 21 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 . Oktober 2024 DOI: 10. 36086/medlabscience. fakta bahwa dua karakteristik responden per orang. Luas minimum per orang berbeda- yang signifikan yang merupakan faktor beda tergantung pada kualitas dan fasilitas yang MDR Luas rumah yang disediakan untuk setiap orang anggota\keluarga yaitu 8 mA. Sedangkan yang tidak memenuhi persyaratan yaitu luas rumah untuk tiap orang anggota Hasil penelitian Pasien di RSUD Cideres kejadian TB positif dilihat dari kepadatan hunian dimana kondisi tempat tinggal yang sebagian besar yaitu 67% atau 20 orang mempunyai tempat tinggal yang tidak layak seperti kurangnya ventilasi yang ada di dalam rumah menyebabkan kurangnya sirkulasi udara yang masuk kedalam rumah, dan jumlah orang yang tinggal di dalam satu rumah melebihi kapasitas ukuran rumah tersebut yang sangat kecil dimana dalam satu kamar dihuni lebih dari 5 orang. Sehingga Basil TB mudah terhirup, seperti kita ketahui TB dapat tertular melalui pernapasan. Kepadatan berdasarkan luas lantai bangunan dengan banyaknya orang yang mendiaminya. Luas lantai sebuah rumah sehat harus cukup untuk menampung semua penghuninya, jadi luas lantainya harus cukup untuk menampung semua penghuninya. Jika ini tidak dipenuhi, konsumsi oksigen akan berkurang, dan infeksi dapat dengan mudah menyebar ke anggota keluarga lainnya. Persyaratan kepadatan hunian seluruh rumah biasanya diukur dalam meter persegi keluarga kurang dari 8 mA (Chandra, 2. Hasil penelitian ini memiliki kesesuaian dengan beberapa penelitian diantaranya yaitu penelitian (Singh et al. , 2. di India dengan hasil pada para penderita TB paru positif terdapat 75,3% dengan hunian yang padat dimana dalam satu kamar dihuni lebih dari 5 Hasil yang diperoleh terkait dengan adanya responden dengan kepadatan hunian tersebut dapat dimungkinkan karena penduduk yang ada di wilayah RSUD Cideres yang juga masih banyak dengan tingkat ekonomi yang rendah sehingga mereka juga bertempat tinggal di rumah yang sederhana dan dengan penghuni yang padat. Kemudian untuk karakteristik pencahayaan didapatkan sebagian besar . %) mendapatkan pencahayaan seperti lampu pada siang hari di dalam rumah dan hanya . %) yang perlu mendapatkan pencahayaan. Keadaan tersebut sehingga memungkinkan tertular TB. KESIMPULAN DAN SARAN Kejadian TB positif di RSUD Cideres berdasarkan usia sebagian besar pasien TB positif berusia 41 hingga 70 tahun, yang | 22 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 . Oktober 2024 DOI: 10. 36086/medlabscience. berjumlah 19 orang . %). Kejadian TB positif berdasarkan jenis kelamin sebagian besar pasien TB positif laki-laki dan perempuan sama. Kejadian TB positif berdasarkan karakteristik pendidikan 21 orang . %), dan 9 orang . %). Kejadian TB positif di RSUD Cideres berdasarkan tingkat pendidikan SD-SMP berjumlah 21 orang . %), dan SMA ke atas 9 orang . %). Pada penelitian ini terlihat bahwa pendidikan rendah serta masyarakat yang mempunyai hunian tak layak lebih banyak terkena TB Paru. Pendidikan rendah dapat DAFTAR PUSTAKA