Moneter : Jurnal Keuangan Dan Perbankan, 10 . 52-61 Published by: Universitas Ibn Khaldun Moneter : Jurnal Keuangan Dan Perbankan Journal homepage: http://ejournal. uika-bogor. id/index. php/MONETER/index E-ISSN : 2615-514. P-ISSN : 2302-2213 Determinasi Akses Kredit Formal UMKM Sektor Makanan Minuman Masa Pandemi Renea Shinta Aminda1. Widhi Ariyo Bimo2. Asti Marlina3. Khalisah Surend Mahmud4. Tias Handayani5 1,2,3 Universitas Ibn Khaldun Bogor, 4,5Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta E-mail Coresponden Author : renea. rsa@gmail. INFORMASI ARTIKEL Sejarah Artikel: Diterima: Agustus 2022 Diperbaiki: September 2022 Diterima: Oktober 2022 Kata Kunci : Akses Kredit. Makanan minuman. Literasi Keuangan. Persyaratan Kredit. Pandemi ABSTRAK Pada penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi literasi keuangan dan pengaruhnya pada akses kredit formal, menganalisis serta mengkaji persyaratan kredit pada akses kredit formal dan melakukan kajian mendalam faktor akses kredit formal termasuk pengaruh dari literasi keuangan dan persyaratan kredit UMKM sektor makanan dan Dapat diketahui bahwa jumlah keseluruhan kelompok UMKM usaha kuliner sejumlah 1541 di kota bogor terdaftar di dinas UKM dan koperasi Kota Bogor yang terdata di web resmi UMKM Kota Bogor. Salah satu masalah utama yang sering dihadapi UMKM adalah terbatasnya aspek keuangan terhadap pengelolaan modal awal serta akses untuk modal kerja, pendanaan jangka panjang terhadap investasi yang dibutuhkan yang akan berdampak kepada pertumbuhan produktif jangka Pandemi COVID-19 memberikan masalah baru terhadap perkembangan kelompok UMKM usaha kuliner khususnya ketika pengajuan pembiayaan kelompok UMKM usaha kuliner kepada Lembaga Keuangan sehingga TKT dalam studi ini dalam bentuk melakukan eksplorasi dan tipologi orientasi pada klasifikasi pengaruh literasi keuangan UMKM sektor makanan dan minuman, menganalisis serta mengkaji faktor apa saja yang ada pada persyaratan kredit pada sektor makanan dan minuman, menganalisis dan mengkaji lebih dalam lagi akses kredit formal UMKM yang beroperasi di sektor makanan dan minuman selama masa pandemi. Pendahuluan Perekonomian dunia sejak tahun 2019 menuju tahun 2020 digemparkan oleh virus covid19 yang menyebabkan seluruh dunia mengalami kontraksi keseimbangan. Virus covid-19 ini menyebar secara luas dan menurunkan stamina kesehatan masyarakat dengan penyakit menular yang berakibat tertularnya sindrom pernapasan akut SARS-CoV-2 atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2. Virus ini bermula dari penyerangan terhadap hewan, tetapi pada saat memasuki akhir tahun 2019 virus ini mulai menjangkiti manusia sehingga menyebabkan masyarakat terkena penyakit infeksi pada saluran pernapasan, seperti flu. Sars dan Mers. Pada akhir di tahun 2019, virus covid19 ini merupakan virus korona jenis baru yang telah ditemukan di Wuhan. Tiongkok (Ilmiah, 2. Menurut Kementerian Keuangan yang dituangkan dalam sebuah bentuk kajian yang menyatakan bahwa pandemi korona ini menyebabkan perekonomian dalam negeri mengalami implikasi yang negatif terhadap penurunan daya beli masyarakat yang berakibat terhadap menurunnya konsumsi masyarakat, menurunnya kinerja perusahaan yang berakibat terhadap kebangkrutan, krisisnya sektor perbankan dan keuangan yang menjadi terancam, dan eksistensi masyarakat yang kesulitan dalam UMKM (Santoso, 2. Moneter : Jurnal Keuangan Dan Perbankan Akreditasi SINTA 5. Moneter is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License (CC BY-NC 4. Pernyataan ini selaras dengan penelitian yang telah dilaksanakan Lembaga Ilmu Pengetahuan . yang menyampaikan bahwa krisis pandemi ini sangat berdampak kepada penurunan penjualan usaha secara rata-rata sebesar 94,69% yang sebagaimana hal ini meliputi penurunan usaha mikro sebesar 43,3%, penurunan usaha kecil sebesar 40%, serta penurunan usaha menengah sebesar 45,83%. Kondisi ini yang menyebabkan pemerataan pendapatan mengalami goncangan yang mengakibatkan stabilitas perekonomian menjadi terganggu, pasalnya UMKM itu sendiri memiliki peran yang sangat penting terhadap perekonomian dalam melakukan proses pemerataan pendapatan terhadap golongan masyarakat yang perekonomiannya masih dibawah rata-rata pendapatan nasional. Oleh karena itu. UMKM ini sangat diperlukan dalam meningkatkan dorongan pertumbuhan perekonomian karena UMKM ini menggunakan basis sumber daya lokal sehingga penggunaan sumber daya ini hanya berfokuskan apa yang dimiliki dan tidak menggantungkan diri terhadap negara lain yang artinya bahwa masyarakat Indonesia yang tergabung dalam UMKM ini secara nyata memiliki kemampuan dalam pembuatan barang yang dapat diekspor dengan keunikannya masing-masing. Maka, proses pembangunan UMKM ini dipercayai dapat meningkatkan pondasi perekonomian nasional dengan bantuan dari kemampuan masyarakat dalam menciptakan citra BERDIKARI (Berdiri Di Atas Kaki Sendir. (Widyaresti, 2. APBN tahun 2012 berhasil mencatat bahwa PPh (Pajak Penghasila. dari sektor non migas sebanyak Rp445,7 triliun dan PPN (Pajak Pertambahan Nila. sebanyak Rp336,1 triliun yang sebagaimana kedua pajak ini berhasil didapatkan dari usaha besar yang secara nyata menyumbang kontribusinya terhadap PDB. Pada tahun 2010. Usaha Besar berhasil menyumbangkan sebanyak 43% terhadap PDB dengan jumlah unit sebesar 4. 800, sedangkan UMKM berhasil menyumbangkan sebanyak 56% terhadap PDB dengan jumlah unit sebesar 53 juta. 99% UMKM berhasil menyumbangkan kontribusinya terhadap PDB yang berdampak kepada terciptanya lapangan pekerjaan yang semakin banyak dalam menurunkan angka pengangguran dan mampu mengadopsi tenaga kerja sebesar 99,4 juta, sedangkan usaha besar hanya dapat menyerap tenaga kerja sebesar 2,8 juta. Dengan adanya fakta yang luar biasa ini dari UMKM yang memiliki banyak keunggulan yang dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi, tetapi dari jumlah UMKM tersebut hanya sebanyak 25% atau 13 juta yang bisa mengakses lembaga keuangan sehingga hal ini sangat disayangkan jika melihat kontribusi yang diberikan sangat luar biasa dan secara mampu dapat melakukan pemerataan pendapatan masyarakat yang dapat berdampak kepada penurunan permasalahan kemiskinan hingga pengangguran . ttp://w. Jika ditarik secara garis besar. UMKM ini merupakan suatu komponen yang secara nyata mampu mewujudkan perekonomian masyarakat yang dapat meningkatkan kesempatan lapangan pekerjaan yang sebagaimana hal ini dapat berdampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mampu berkontribusi penuh terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negara. Proporsi UMKM di Indonesia sebanyak 99,99% atau 56,54 juta dari total pelaku usaha (Bank Indonesia, 2. Urgensi Penelitian diantaranya: Menganalisis faktorAefaktor apa saja komponen pembentukan pemahaman pada literasi keuangan, menganalisis komponen pada persyaratan kredit pada UMKM Sektor Makanan dan Minuman, menganalisis faktor pada akses kredit untuk UMKM Sektor Makanan dan Minuman. Metode Penelitian ini menggunakan jumlah populasi yang termasuk ke dalam kelompok UMKM usaha kuliner yang ada di Kota Bogor sejumlah 1541 yang masuk sebagai anggota UMKM Kota Bogor. Dalam melakukan penelitian ini, penulis memperkecil jenis populasi yaitu jumlah kelompok UMKM usaha kuliner sebanyak 1541 UMKM dengan menghitung jumlah sampel yang akan diteliti berdasarkan penggunaan teknik Slovin menurut sudut pandang Sugiyono . Teknis penelitian ini menggunakan rumus Slovin sebagai metode perhitungan dalam mempersempit jumlah sample yang sebagaimana jumlah samplenya harus representative sehingga hasil penelitian yang didapatkan bisa digeneralisasi dan hitungannya tidak membutuhkan tabel karena hanya perlu dilakukan dengan perhitungan sederhana dari rumus Slovin yang dapat dilihat sebagai berikut ini : Keterangan: Moneter : Jurnal Keuangan Dan Perbankan Akreditasi SINTA 5. Moneter is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License (CC BY-NC 4. n = Jumlah responden atau jumlah sample N = Jumlah populasi e = Persentase kelonggaran terhadap ketelitian peneliti yang berhubungan dengan kesalahan dalam pengambilan sampel yang masih bisa ditolerir dengan nilai e = 0,1 Dalam rumus Slovin ada ketentuan sebagai berikut : Nilai e = 10% . untuk jumlah populasi yang besar Nilai e = 20% . untuk jumlah populasi yang kecil Jadi kisaran sampel yang dapat diambil dari teknik Slovin adalah antara rentang 10-20% Penelitian ini mempunyai jumlah populasi adalah sebesar 1541 kelompok UMKM usaha kuliner sehingga persentase kelonggaran yang diberikan adalah 0,1 dan hasil akhir dari perhitungan dapat dibulatkan untuk mencapai target yang disesuaikan. Sehingga jumlah sampel yang diambil dari 1541 kelompok UMKM usaha kuliner sebagai berikut : Sampel yang digunakan berpatokan dengan teknik simple random sampling dan probability sampling yang di mana peneliti membagikan peluang yang sama besar nilainya bagi setiap anggota populasi atau para pelaku UMKM yang terpilih menjadi sampel dan pemilihan ini secara acak tanpa membandingkan strata yang ada pada populasi itu. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik insindental, seperti yang diusulkan oleh Sugiyono . yang menyampaikan bahwa sampling insindental ialah menentukan suatu sampel berdasarkan kondisi yang tidak disengaja. Operasionalisasi Variabel Variabel Literasi Keuangan (X. Persyaratan Kredit (X. Akses Kredit Formal (Y) Definisi Indikator Keterampilan dan kemampuan yang dikuasai untuk memanajemen hutang, simpanan dan kredit, serta memiliki pengetahuan terkait teknik perencanaan keuangan di masa yang akan tiba (Lusimbo & Muturi, 2. Manajemen Hutang Suatu sistem standar yang ditetapkan oleh lembaga pemberi pinjaman untuk diikuti oleh peminjam dan digunakan sesuai dengan persyaratan tersebut oleh lembaga pemberi pinjaman untuk mengetahui dan menentukan solvabilitas peminjam (Susan, 2. Jaminan Tidak ada biaya administrasi lembaga pemberi pinjaman formal atau hambatan terkait prosedur yang diketahui UMKM saat mengajukan Lembaga Keuangan Formal Skala Pengukuran Perencanaan Kredit Perencanaan Keuangan Nominal Assest Nominal Simpanan Imbalan/Insentif Nominal Keputusan Kredit Moneter : Jurnal Keuangan Dan Perbankan Akreditasi SINTA 5. Moneter is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License (CC BY-NC 4. Variabel Definisi Indikator kredit (Muturi dan Lusimbo, 2. Skala Pengukuran Peraturan Kredit Jumlah Kredit Sumber: dari beberapa referensi Instrumentasi Uji eksploratif ini dilakukan untuk mengetahui adanya hubungan atau pengaruh pada masing-masing variabel instrumen. Arikunto . menyatakan bahwa instrumen dikatakan reliable saat data yang akan diungkapkan bisa dipercaya. Oleh karena itu, instrumen-instrumen yang dibuat tersebut dilakukan pengujian statistik berdasarkan validitas dan realibilitasnya. Analisis Data Pengelolaan data pada penelitian ini akan menggunakan Software SPSS versi 22 dengan terlebih dahulu melakukan analisis deskriptif pada respon yang ada, kemudian dilanjutkan pengolahan data melalui melakukan uji validas data dan uji reliabilitas ujioutlier, dilanjutkan uji asumsi klasik meliputi ujia normalitas, uji heterokedastisitas, uji multikolnieritas dan uji autokorelasi kemudian melakukan uji ANOVA dan regresi berganda. ANOVA Anova merupakan uji pengaruh variable independent pada variable dependent secara serempak Menurut Cohen & Cohen . Jika Kriteria Fhitung > Ftabel, maka variabel bebas dikatakan berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat dan memiliki nilai signifikansi < Ftabel. 0,05 ( = 5%). Seandainya hasil ANOVA memperlihatkan adanya pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat, maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisis regresi, sedangkan seandainya hasil ANOVA memperlihatkan bahwa tidak adanya pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat, maka langkah selanjutnya tidak dapat melakukan analisis regresi. Analisis Regresi Berganda Metode ini adalah teknik regresi yang akan diaplikasikan untuk mengukur imbas suatu variabel bebas terhadap variabel terikat. Tetapi, dalam regresi linier berganda, biasanya ada beberapa variabel Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah akses terhadap kredit formal (Y. dan variabel bebasnya adalah kebutuhan kredit (X. dan literasi keuangan (X. Model persamaannya adalah ycU = yca yca1ycU1 yca2ycU2 Keterangan : b1 = koefisien variabel X1 b2 = koefisien variabel X2 a = bilangan konstan Model regresi linear berganda untuk variabel literasi keuangan (X. dan persyaratan kredit (X ) terhadap akses ke kredit formal (Y) adalah sebagai berikut: Independent Sample T Test Dalam penelitian ini dilakukan uji independent sample t-test atau uji lainnya dalam mengetahui perbedaan respon UMKM berdasarkan kelompok tidak berpendidikan keuangan dan kelompok berpendidikan Berbagai pengujian dilakukan dengan mempertimbangkan hasil signifikansi uji Levene. Seandainya hasil uji Levene > 0,05 ( = 5%), signifikansi uji-t diasumsikan variansnya sama, dan seandainya hasil uji Levene tidak > 0,05% . , signifikansi uji-t adalah tidak seharusnya memiliki Moneter : Jurnal Keuangan Dan Perbankan Akreditasi SINTA 5. Moneter is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License (CC BY-NC 4. varian yang sama. Jika hasil uji-t sampel independen menunjukkan bahwa signifikansi uji-t <0>0,05 ( = 5%), ini menandakan bahwa setiap kelompok sampel memberikan respon yang sama. Hasil Terkait instrumen pembentuk variabel akses kredit formal hasil kehandalan instrumen pembembentuknya terlihat pada tabel 1 berikut: Tabel 1. Hasil Uji Validitas Terhadap Akses Kredit Formal (Y) Item Pertanyaan Y10 Y11 Pearson Correlation Sig . Taile. Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Data primer. iolah, 2. Berdasarkan tabel 1 di atas terlihat hasil analisis terhadap pertanyaan yang berhubungan dengan akses kredit formal . yang menggunakan Pearson Correlation yang terlihat bahwa seluruh variabel signifikan karena nilai Sig. -taile. lebih kecil dari 5%. Tabel 2. Hasil Uji Validitas Terhadap Literasi Keuangan (X. Item Pertanyaan X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 X18 X19 X110 X111 Pearson Correlation Sig . Taile. Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Data primer . iolah, 2. Berdasarkan tabel 2 di atas terlihat hasil analisis terhadap pertanyaan yang berhubungan dengan literasi keuangan . yang menggunakan Pearson Correlation yang terlihat bahwa seluruh variabel signifikan karena nilai Sig. -taile. lebih kecil dari 5%. Moneter : Jurnal Keuangan Dan Perbankan Akreditasi SINTA 5. Moneter is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License (CC BY-NC 4. Tabel 3. Hasil Uji Validitas Terhadap Persyaratan Kredit (X. Item Pertanyaan Pearson Correlation X21 X22 X23 X24 X25 X26 X27 X28 X29 X210 Sumber : Data primer . iolah, 2. Sig . Taile. Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel 3 di atas terlihat hasil analisis terhadap pertanyaan yang berhubungan dengan persyaratan kredit (X. yang menggunakan Pearson Correlation yang terlihat bahwa seluruh variabel signifikan karena nilai Sig. -taile. lebih kecil dari 5%. Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Terhadap Akses Kredit Formal (Y) CronbachAos Alpha N of ItemAos Sumber : Data primer . iolah, 2. Berdasarkan tabel 4 di atas yang memperlihat hasil uji reabilitas terhadap akses kredit formal . memiliki nilai Cronbach's Alpha 0. 973, lebih besar dari 0. 6, menunjukkan bahwa item-item pertanyaan dari Y1 sampai dengan Y11, reliable mewakili varibel Y. Tabel 5. Hasil Uji Reliabilitas Terhadap Literasi Keuangan (X. CronbachAos Alpha N of ItemAos Sumber : Data primer . iolah, 2. Berdasarkan tabel 5 di atas yang memperlihat hasil uji reabilitas terhadap literasi keuangan (X. memiliki nilai Cronbach's Alpha 0. 843, lebih besar dari 0. 6, menunjukkan bahwa item-item pertanyaan dari X11 sampai dengan X111, reliable mewakili varibel X1. Tabel 6. Hasil Uji Reliabilitas Terhadap Persyaratan Kredit (X. CronbachAos Alpha N of ItemAos Sumber : Data primer . iolah, 2. Moneter : Jurnal Keuangan Dan Perbankan Akreditasi SINTA 5. Moneter is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License (CC BY-NC 4. Berdasarkan tabel 6 di atas yang memperlihat hasil uji reabilitas terhadap persyaratan kredit (X. memiliki nilai Cronbach's Alpha 0. 927, lebih besar dari 0. 6, menunjukkan bahwa item-item pertanyaan dari X21 sampai dengan X210, reliable mewakili varibel X2. Tabel 7. Hasil Uji ANOVA ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square 1 Regression Residual Total Sig. Sumber : Data primer . iolah, 2. Berdasarkan tabel 7 di atas yang seperti kita ketahui bahwa jika nilai sig. dari F lebih kecil dari alfa . %) berarti tolak Ho yang artinya koefisien regresi dari X1 tidak sama dengan koefisien regresi dari X2. Berdasarkan hasil uji Anova pada tabel 7 di atas terlihat bahwa nilai Sig. dari F sebesar 0. 000 yang artinya nilai tersebut lebih kecil dari alfa . %) sehingga penelitian ini mendapatkan variabel koefisien regresi X1 (Literasi Keuanga. tidak sama dengan koefisien regresi X2 (Persyaratan Kredi. Tabel 8. Hasil Pengujian Koefisien Regresi Secara Individu Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model 1 (Constan. Std. Error Beta Sig. Sumber : Data primer . iolah, 2. Berdasarkan tabel 8 di atas yang memperlihatkan hasil pengujian koefisien regresi secara individu yang memperlihatkan bahwa nilai thit X1 (Literasi Keuanga. 546 dan nilai thit X2 (Pengendalian Kualitas Produ. Diketahui jika nilai thitnya lebih besar dari t tabel, maka tolak Ho yang artinya variabel bebas tersebut memiliki pengaruh terhadap variabel terikat. Untuk mengetahui nilai t tabel dibutuhkan perhitungan manual menggunakan excel dengan rumus ycyca/2 . ccyce=ycuOeycoOe. Nilai alfa yang digunakan pada penelitian ini adalah 5% sehingga nilai t tabel pada variabel X1 adalah 1. Oleh karena itu, nilai thit X1 lebih kecil dari t tabelnya yang menandakan tolak Ho yang artinya variabel X1 (Literasi Keuanga. tidak memiliki pengaruh terhadap variabel Y (Akses Kredit Forma. , sedangkan untuk variabel X2 (Persyaratan Kredi. memiliki nilai tersebut lebih besar dari t tabel sehingga variabel bebas tersebut memiliki pengaruh terhadap variabel terikatnya. Moneter : Jurnal Keuangan Dan Perbankan Akreditasi SINTA 5. Moneter is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License (CC BY-NC 4. Tabel 7. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Sumber : Data primer . iolah, 2. Berdasarkan tabel 7 di atas yang memperlihat hasil uji normalitas menunjukan nilai sig. -taile. sebesar 000 yang di mana nilai tersebut kurang dari alfa . %) sehingga data tersebut tidak lolos uji normalitas. Tabel 8. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF 1 X1 Sumber : Data primer . iolah, 2. Berdasarkan tabel 8 di atas yang memperlihat hasil uji multikolinearitas menunjukan nilai vif kedua variabel independent sebesar 3. 713 yang di mana nilai tersebut kurang dari 10 sehingga data tersebut lolos masalah uji multikolinearitas. Tabel 9. Hasil Uji Heterokedastisitas (Metode Spearma. Correlations Spearman's Correlation Coefficient Unstandardized Residual 822** . Sig. -taile. Moneter : Jurnal Keuangan Dan Perbankan Akreditasi SINTA 5. Moneter is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License (CC BY-NC 4. Correlation Coefficient 822** 1. Sig. -taile. Correlation Coefficient 969** . 831** 1. Sig. -taile. Correlation Coefficient 064 -. Sig. -taile. Unstandardized Residual Sumber : Data primer . iolah, 2. Berdasarkan tabel 9 di atas yang memperlihat hasil uji heterokedastisitas menunjukan nilai sig. -taile. variabel y sebesar 0. 540 yang di mana nilai tersebut lebih besar dari alfa . %) yang artinya variabel ini lolos uji heterokedastitas, nilai sig. -taile. variabel X1 sebesar 0. 219 yang di mana nilai tersebut lebih besar dari alfa . %) yang artinya variabel ini lolos uji heterokedastitas, sedangkan nilai sig. -taile. variabel X2 sebesar 0. 036 yang di mana nilai tersebut lebih kecil dari alfa . %) yang artinya variabel ini tidak lolos uji heterokedastitas dan memiliki masalah heterokedastisitas. Kesimpulan Pada masa pandemi COVID-19, seluruh kegiatan ekonomi menurun akibat adanya tingkat konsumsi dan daya beli masyarakat yang mengalami penurunan yang sebagaimana hal ini juga berdampak terhadap UMKM karena mengalami penurunan penjualan, tetapi dengan tetap menyokong berdirinya UMKM dapat berpengaruh positif untuk menstabilkan kembali ekonomi nasional, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan kredit usaha terhadap UMKM yang ada di Indonesia, dengan adanya UMKM yang terus menerus dimasifkan. Berdasarkan hasil temuan data terkait determinasi akses kredit formal UMKM sektor makanan dan minuman di masa pandemi yang sudah dianalisis, bahwa . variabel independen cenderung mempengaruhi variabel dependen, dimana variabel independent adalah persyaratan kredit (X. dan literasi keuangan (X. , sedangkan variabel dependen adalah kredit formal (Y. ), hasil tersebut diperoleh dengan melibatkan 94 responden dalam penelitian. Adanya pengaruh pemahaman literasi keuangan dan persyaratan kredit pada pelaku UMKM dalam mengambil pinjaman usaha selama masa pandemi menunjukkan bahwa peningkatan ekonomi melalui pinjaman usaha dapat ditingkatkan melalui bantuan dana dan strukturisasi syarat kredit yang dilakukan pemerintah untuk memudahkan peminjaman dana bagi UMKM. Dengan adanya pinjaman kredit usaha kepada para pelaku UMKM sangat berdampak positif terhadap pendapatan ekonomi Indonesia yaitu mampu menstabilkan kembali pendapatan nasional serta teratasinya resesi ekonomi yang sempat terjadi di tahun 2020 akibat wabah COVID-19. Daftar Pustaka