Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 IDENTIFIKASI BAKTERI VIBRIO SP PADA KOREAN FOOD YANG BELUM DIOLAH MENGGUNAKAN METODE KULTUR DAN PCR (POLYMERASE CHAIN REACTION ) Sanatang1,Toto Surianto2,Ummy Sri Mulyani3 1,2,3 D-IV Teknologi Laboratorium Medis Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Mandala Waluya email: ummysrimulyani107@gmail. com, 2Chemist_ana82@yahoo. ABSTRAK Korean food merupakan jenis makanan yang telah banyak diminati oleh masyarakat di Indonesia. Umumnya bahan dasar yang terdapat pada Korean food adalah seafood (Makanan hasil lau. Proses pengolahan Korean food yang kurang higenis dapat menyebabkan kontaminasi bakteri salah satunya adalah bakteri vibrio sp. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi adanya bakteri Vibrio sp pada Korean food. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriftif. Populasi pada penelitian ini makanan Korea yang belum diolah yang di ambil dari 3 toko di Kota Kendari. Pengambilan sampel dilakukan secara acak. Pada penelitian ini sampel yang digunakan adalah daging . , baso udang, kerang, salmon dan tuna. Metode yang digunakan yaitu dilakukan proses pengenceran, penanaman pada media NA dan TCBS, uji biokimia, isolasi DNA, pengukuran konsentrasi DNA dan Amplifikasi DNA 16S rDNA. Hasil penelitian didapatkan 5 sampel ditemukan ciri bakteri genus Vibrio sp pada media TCBS dan TSIA, pada uji katalase 5 isolat positif, sedangkan pada uji biokimia MR-VP diperoleh 4 isolat positif dan VP 5 Isolat negatif, serta uji SIM pada 5 Isolat negatif dan untuk uji Molekuler dengan gen 16S rDNA pada 5 isolat didapatkan pita DNA dengan panjang 1500 bp. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa dengan metode kultur diperoleh semua sampel Korean food yang belum diolah terkontaminasi bakteri Vibrio sp serta dengan menggunakan metode molekuler diperoleh pita DNA berukuran 1500 bp. Saran untuk penelitian selanjutnya dilakukan sekuensing pada isolat bakteri yang diperoleh pada penelitian ini. Kata Kunci : Vibrio : sp. Korean Food. Kultur. Gen 16S rDNA Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 ABSTRAK Korean food is a type of food that has been in great demand by people in Indonesia. Generally, the basic ingredients found in Korean food are seafood. Korean food processing that is not hygienic can cause bacterial contamination, one of them is Vibrio sp. The purpose of this study was to identify the presence of Vibrio sp bacteria in Korean food. The type of study was descriptive. The population was unprocessed Korean food taken from 3 shops in Kendari City. The sampling was done randomly. In this study, the samples used were beef, prawn meatballs, clams, salmon, and tuna. The method used was the dilution process, planting on NA and TCBS media, biochemical tests. DNA isolation, measurement of DNA concentration, and 168 rDNA DNA amplification. The results of the study showed that 5 samples found characteristics of bacteria of the genus Vibrio sp. in TCBS and TSIA media, in the catalase test 5 isolates were positive, while in the MR - VP biochemical test, 4 isolates were positive and VP 5 isolates were negative, as well as the SIM test on 5 isolates was negative. Moreover, a Molecular test with 16S rDNA gene on 5 isolates obtained DNA bands with a length of 1500 bp. Based on this study, it was concluded that by using the culture method, all samples of Korean food that had not been processed were contaminated with Vibrio sp. bacteria, and by using the molecular method. DNA bands measuring 1500 bp were obtained. The suggestions for further research are sequencing of the bacterial isolates obtained in this study. Kata Kunci : Vibrio : sp. Korean Food. Culture. Gen 16S rDNA Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 biasa disebut K-pop, drama (K-drama PENDAHULUAN Makanan merupakan kebutuhan dasar bahasa, teknologi, animasi, dan film. Selain bagi hidup manusia (Ningsih, 2. Untuk itu, dari enam hal tersebut, popularitas makanan khasnya pun juga banyak digemari oleh memenuhi kriteria bahwa makanan tersebut masyarakat saat ini. Di Indonesia sendiri, aman untuk dikonsumsi. Makanan aman adalah sudah mulai banyak restoran khas Korea makanan yang bebas dari komponen-komponen yang tersedia khususnya dikota-kota besar Indonesia. Jumlah peminatnya pun tidak menyebabkan keracunan atau menimbulkan bisa dibilang sedikit. Banyak masyarakat penyakit . ood-borne diseas. Namun, pada dari usia remaja hingga dewasa berebut kenyataannya tidak semua makanan merupakan untuk mencoba makanan dari negeri ginseng makanan aman, sehingga menimbulkan penyakit tersebut semenjak adanya Korean Wave akibat makanan . oodborne-diseas. (Fitriyana, dkk,2. Pada Kasus keracunan makanan dan penyakit (Zahara infeksi karena makanan cenderung meningkat, kematian pasien di Korea jauh lebih tinggi. contohnya yaitu diare (Ningsih, 2. Diare Perbandingan tingkat keracunan makanan masih menjadi masalah di semua golongan umur menurut fasilitas persiapan makanan di terutama pada balita. Menurut Badan Kesehatan Korea, wabah di Korea paling sering Dunia (WHO) diare menduduki peringkat kedua melibatkan makanan buatan sendiri . % sebagai penyebab kematian Balita di dunia padahal penyakit ini dapat dicegah dan diobati. menyumbang 32,7%. Makanan yang paling Setiap tahun, diare membunuh 525. 000 balita sering dituduhkan di Korea adalah makanan dan menyebabkan 1,7 juta anak menderita diare laut, daging dan produk hewani, biji-bijian di dunia. Diare merupakan gejala infeksi di dan sayuran, termasuk jamur. Berdasarkan saluran usus, yang dapat disebabkan oleh penelitian yang telah dilakukan, bahwa berbagai organisme bakteri, virus dan parasite keracunan makanan asal bakteri di Korea (WHO, 2. adalah 58,6% dari total kasus, termasuk Pada masa ini Korea Selatan telah Vibrio . ,6%). Salmonella dikenal akan tren Korean Wave atau Hallyu . ,1%). Staphylococcus spp. ,9%). Wave, coli patogen . ,8%) Clostridium spp. ,5%) penyebaran popularitas budaya musiknya yang dan spesies lainnya . ,1. Wabah keracunan makanan di Korea disebabkan Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 dalam mendiagnosa penyakit diare yang oleh penanganan makanan (Lee dkk. ,1. Sementara itu warga Indonesia memiliki disebabkan oleh infeksi bakteri Vibrio sp. kegemaran mengkonsumsi makanan hasil laut Pemeriksaan . Mereka memiliki kebiasaan untuk memperoleh hasil laut tersebut di pasar terdekat. sensitivitas dan spesifisitas yang cukup Namun, kurang hegienisnya proses penyediaan Kelebihan metode kultur adalah bahan baku tersebut dapat mengakibatkan anggaran pemeriksaan adanya kontaminasi dari berbagai bakteri seperti . Vibrio sp. Reaction (PCR) merupakan pengembangan Metode Polymerase Chain Vibrio merupakan bakteri gram negatif diagnosa terkini dari keterbatasan metode berbentuk batang melengkung . eperti kom. diagnosa konvensional. PCR adalah metode hidup anaerob fakultatif di air asin, tidak pemeriksaan berdasarkan pada amplifikasi membentuk spora, dan uji positif pada oksidase. urutan basa tertentu . DNA (Sachse. Semua anggota bakteri ini aktif bergerak . Penggunaan pemeriksaan dengan dengan flagel di ujung sel dan mempunyai metode PCR dapat melihat ada tidaknya Beberapa spesies bakteri Vibrio sp mikroorganisme patogen yang diinginkan, bersifat patogen yang sering menyebabkan gastroenteritis (Soedarto, 2. Adapun gejala mikrooganisme tersebut akan memperkuat yang sering timbul, yaitu berupa sakit perut, hasil diagnosa suatu penyakit. Kelebihan diare cair hingga berdarah, mual, muntah, dari metode PCR ini memiliki kemampuan demam, menggigil, sakit kepala dan dehidrasi, spesifitas PCR untuk mengamplifikasi DNA dengan masa inkubasi pada Vibrio cholerae selama 1Ae3 hari dan Vibrio parahaemolyticus sejumlah siklus. Sebasar 200. 00 kali setelah selama 2Ae48 jam (Rahayu, 2. Vibrio sp dilakukan 20 siklus reaksi selama 220 menit (Yusuf, 2. menghasilkan produk melalui ditemukan di permukaan air di seluruh dunia. Seperti yang diketahui sekarang Vibrio sp dapat ditemukan di perairan dangkal bahwa Korean food sedang terkenal dengan Untuk tersedia seperti olahan hasil laut hingga (Jawetz. Vibrio daging-daging menggunakan metode kultur dan Polymerase Olahan makanan hasil laut yang masih Chain Reaction (PCR). Metode kultur merupakan baku emas pemasakan terlebih dahulu atau yang tidak Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. diolah dengan sempurna dan melewati proses p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Hasil pembiakan Sampel dalam pengawetan dapat dengan mudah terkontaminasi media NA dan TCBS, didapatkan hasil oleh bakteri patogen seperti Vibrio sp. Korean sebagai berikut : food yang sering dijual biasanya disajikan mentah tanpa proses pemanasan dengan suhu beberapa bakteri. Dengan melihat minat masyarakat Indonesia khususnya di Kota kendari terhadap drama Korea yang Gambar 1. Pertumbuhan koloni bakteri pada media NA. berbanding lurus dengan popularitas Korean food, dan penelitian yang sehubungan dengan mikroorganisme Vibrio sp pada Korean food belum ada di kota kendari, maka peneliti ingin mengakaji permasalahan dengan judul Identifikasi bakteri Vibrio sp pada korean food yang belum diolah menggunakan Gambar 2. Koloni pada media TCBS Hasil Pewarnaan Gram Koloni metode kultur dan PCR . olymerase chain TCBS selanjutnya dilakukan pewarnaan gram METODE PENELITIAN dan didapatkan hasil sebagai berikut : Jenis penelitian ini merupakan penelitian Dengan populasi terjangkau (Accessible population. Tabel 1. Hasil Pewarnaan gram source popultai. Populasi dalam penelitian ini adalah makanan Korean food yang belum diolah yang diambil dari 3 toko Korean food yaitu QK Food Mart. MTM Frozen, dan sushi O. Korean food yang belum diolah yang diambil dari 3 toko Korean food dengan jumlah sampel 5 sampel. Dengan pengambilan sampel secara acak. HASIL Hasil Pembiakan Media NA dan TCBS Jenis Sampel Koloni Daging Koloni Baso udang Koloni Kerang Koloni Koloni tuna Hasil Hasil Pewarnaan basil, merah, bakteri gram negatif basil, merah, bakteri gram negatif basil, merah, bakteri gram negatif basil, merah, bakteri gram negatif basil, merah, bakteri gram negatif Pembiakan Uji Biokimia Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Setelah incubator 1 x 24 jam, didapatkan hasil sebagai Metode Kultur Media Nutrient Agar (NA) Sebelum Jenis Koloni Daging Baso Kerang Salmon Tuna Uji Katala Identifikasi Bakteri Uji Uji Uji TSIA media NA terlebih dahulu dilakukan Tabel. 2 Hasil uji Biokimia No. proses pengenceran yang bertujuan Uji SIM mendapatkan mikroba yang tersuspensi dalanm cairan, dibuat dengan cara melarutkan sampel yang telah halus ke dalam tabung yang berisi NaCl sebagai pengganti medium Alkaline Peptone Water (APW) (Wayan,2. Hasil Pengukuran Konsentrasi DNA Berdasarkan Hasil pengukuran konsentrasi DNA pada sampel Korean food dapat dilihat pada tabel. telah dilakukan pada ke 5 sampel Tabel 3. Pengukuran konsentrasi DNA Korean food yang ditumbuhkan pada Sampel Konsentrasi DNA(AAg/mL) A260 A280 Ratio media NA didapatkan hasil koloni berwarna putih yang menyebar pada media pertumbuhan. Hasil Isolasi pada Media Thiosulfate Sitrate Bile Salt Sucrose (TCBS) Hasil penelitian yang telah dilakukan pada Amplifikasi Gen 16S rDNA pada Isolat ke 5 sampel Korean food yaitu bakteri yang terdapat pada Korean food . , baso udang, kerang. Hasil visualisasi menggunakan UV Transluminator ditemukan pita 1500 bp pada didapatkan ciri-ciri koloni berbentuk ke 5 isolat. sedang, halus elevasi cembung yang berarti positif Vibrio sp. Media TCBS adalah salah satu media yang selektif bakteri genus Vibrio sp antara lain Vibrio cholerae. Vibrio fulnificus. PEMBAHASAN dan Vibrio parahaemolyticus. Media Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. ini memiliki komposisi yang terdiri dari p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 merah yang berarti dari media TCBS menghambat pertumbuhan bakteri non bakteri dari golongan Vibrio sp. Koloni dari bakteri Vibrio di media Adapun TCBS mempunyai karakteristik koloni pewarnaan gram yaitu ditemukan berwarna hijau dan kuning. Hal ini sesuai bakteri gram negatif dengan bentuk dengan penelitian dari (Mailoa dan Setha, batang pendek seperti koma (Hidayat, 2. yang meyatakan bahwa koloni bakteri yang berwarna hijau dari bakteri Uji Penegasan (Uji Biokimi. Vibrio di akibatkan karena sifat bakteri Uji Katalase Berdasarkan uji katalase dari 5 sukrosa dan koloni yang berwarna kuning sampel berupa daging . , baso didapatkan hasil katalase positif 5 TCBS (Retnaningrum, 2. Hasil Penelitian sampel . %) yang berarti isolat dari media TCBS terdeteksi adanya terdeteksinya bakteri Vibrio sp dengan bakteri patogen Vibrio sp. munculnya isolat bakteri yang tumbuh Berdasarkan dengan warna yang dimiliki yaitu hijau sebelumnya yang dilakukan oleh Burhanuddin Ihsan karaketeristik bakteri Vibrio sp pada dengan judul Identifikasi bakteri umumnya yang tumbuh pada media patogen (Vibrio sp dan salmonella selektif TCBS. Selanjutnya dilakukan uji s. yang mengontaminasi ikan layang penegasan (Pewarnaan gra. dan uji dan bandeng di pasar tradisional Biokimia untuk mengonfirmasi seberapa menyatakan pada uji katalase bersifat positif dengan adanya gas atau PCR Vibrio sp. Uji Penegasan (Pewarnaan Gra. gelembung udara, hal tersebut terjadi karena adanya enzim katalase pada Berdasarkan hasil yang diperoleh bakteri yang mampu mengubah H2O pada pewarnaan gram, dapat dilihat pada menjadi oksigen. Uji katalase ini tabel 1 hasil pewarnaan gram pada setiap sampel uji ditemukan bakteri gram negatif (-) berbentuk batang berwarna hidrogen peroksida (H2O. melalui Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 uji TSIA pada slant berwarna merah produksi enzim katalase. Uji TSIA TSIA juga mengandung Natrium Hal ini menunjukan bahwa thiosulfate, substrat untuk mengetahui pembentukan gas hydrogen sulfide (H2S) yang ditandai dengan adanya warna hitam dengan indikator dari bakteri Vibrio. pada media (Dewi, 2. Menurut Sesuai Uji MR-VP Amelia . , terjadi fermentasi glukosa Uji methyl red dilakukan untuk akan menunjukkan adanya warna merah dalam mengoksidasi glukosa dengan . media dan warna kuning yang bersifat asam dibagian butt . sebagai produk akhir (Ika, 2. dari media. Hasil yang didapatkan pada uji ini Dari tabel 2 dapat dilihat hasil menunjukkan pada sampel daging pembiakan reaksi uji TSIA didapatkan . , baso udang, sushi salmon, hasil pada ke 5 sampel menunjukkan sushi tuna didapatkan hasil positif slant . berwarna merah ( ) ( ), sedangkan pada sampel kerang sedangkan butt yang menunjukkan warna didapatkan hasil negatif . Hasil ini kuning pada media hanya ditemukan pada sampel daging. Hal ini menunjukan (Suliyaningsih, sampel daging, menghasilkan fermentasi glukosa. Akan MR1. MR2, dan MR4 didapatkan tetapi hanya sampel daging yang dapat hasil positif , sedangkan pada kode menunjukan sifat basa yang ditandai MR3 dengan perubahan warna kuning pada Menurut (Wagey et al. , 2. hasil butt . positif pada media MR, yang berarti Berdasarkan penelitian sebelumnya didapatkan hasil negatif. bakteri mampu melakukan fermentasi yang dilakukan oleh Suliyaningsih tahun 2021 tentang identifikasi bakteri Vibrio mengoksidasi glukosa sebagai produk cholera pada kerang hijau yang dijual Sedangkan pada hasil yang dipasar Legi Jombang didapatkan hasil negatif (-) media akan menetap dari pembiakan reaksi uji biokimia pada Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. disebabkan asam yang terbentuk akan p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 motilitas menggunakan media SIM. Media SIM merupakan media semi lainnya seperti etanol ataupun asetil metil karbinol dan pH media akan menjadi basa . Pada uji ini hasil positif ditandai (Bridson, 2. Dari tabel 8 dapat dengan adanya perubahan warna media dilihat bahwa pertumbuhan Vibrio sp pada media SIM didapatkan hasil indikator metil red (Suarjana, 2. Hasil dari uji VP dapat dilihat pada negatif (-) tidak adanya pergerakan kuman maupun pembentukan H2O tabel 8 yang menunjukan semua sampel Korean food didapatkan hasil negatif warna hitam pada media. Hal ini yang ditandai dengan tidak terjadinya berbanding terbalik dengan penelitian perubahan warna media menjadi merah setelah penambahan alpha-napthol dan KOH, hal ini dikarenakan bakteri tidak dapat memproduksi diasetil atau asetion (Wagey et al. , 2. Hasil dari uji VP didapatkan hasil negatif yang ditandai seperti akar. Adapun untuk uji indol dengan tidak terjadi perubahan warna tidak dilakukan pemberian reagen media menjadi merah, hal ini dikarenakan bakteri Vibrio tidak dapat memproduksi reagen dilaboratorium. Uji diasetil atau asetoin. Hal ini sesuai dengan penelitian (Suliyaningsih dkk. Hasil dari uji VP pada kerang hijau mikroorganisme dari sampel untuk di dapatkan negatif yang ditandai dengan menghasilkan indol dari triptofan. tidak terjadinya perubahan warna media Asam amino triptofan merupakan menjadi merah, hal ini dikarenakan komponen asam amino yang lazim bakteri tidak dapat memproduksi diasetil atau asetoin. Bakteri jenis Vibrio akan asam amino dengan mudah dapat memberikan hasil negatif pada uji ini (Wagey et al. , 2. akibat penguraian protein (Sarah et Uji SIM Pemeriksaan berikutnya adalah uji Vibrio SIM dalam protein, sehingga ,2. Terdapat beberapa faktor yang Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 konsentrasi DNA yang dihasilkan dalam proses isolasi dapat di sebabkan oleh preparasi spesimen yang tidak steril, beberapa faktor salah satunya yaitu suhu keadaan lingkungan atau nutrisi bakteri yang tidak cukup serta ketersediaan campurkan dengan larutan lysis buffer di inkubasi pada suhu tertentu. Jika suhu Menurut (Wain. , dkk 2. inkubasi yang digunakan terlalu tinggi menyatakan bahwa kegagalan dalam maka dapat merusak DNA, sedangkan isolasi/biarkan dapat disebabkan oleh jika suhu terlalu rendah maka membran keterbatasan media yang digunakan. serta jaringan sel tidak dapat hancur Sampel Hasil yang diperoleh pada uji kultur yang mengakibatkan DNA di dalam sel serta dilakukan uji penegasan dengan tidak keluar. Waktu inkubasi yang pewarnaan gram dan uji biokimia bahwa terlalu lama maka dapat merusak DNA ke 5 sampel terdeteksi bakteri Vibrio sp. dan jika terlalu cepat tidak dapat Selanjutnya menghancurkan membrane dan jaringan dengan gen 16S rDNA. Oleh karena itu baik suhu dan waktu Amplifikasi Gen 16S rDNA pada Isolat harus diatur dengan sebaik mungkin bakteri yang terdapat pada Korean food agar diakhir diperoleh konsentrasi DNA Untuk menunjang hasil pemeriksaan Kombinasi dilakukan tes yang lebih sensitif dengan lama, waktu dan suhu inkubasi yang PCR (Polymerase Chain Reactio. Metode tepat dapat menghasilkan isolat DNA PCR spesifitas yang tinggi dalam sekali proses digunakan untuk melakukan tahapan Teknik ini banyak di aplikasikan selanjutnya yaitu PCR. untuk deteksi virus, bakteri, jamur dan agen infeksi lainnya. Berdasarkan Dari hasil amplifikasi gen 16S rDNA PCR menggunakan primer universal yaitu konsentrasi DNA pada sampel Korean food 27_f . '-AGA GTT TAG TTC TGG CTC A - 3') dan primer 1495_f . '-ACG konsentrasi DNA tertinggi adalah sampel C GTA CCT TGT TTA GGA CTT -3') (Keran. 931 AAg/mL dan konsentrasi diperoleh pita 1500 bp pada semua isolat paling rendah adalah sampel B . aso udan. bakteri yang terdapat pada sampel 038 AAg/mL. Tinggi atau rendahnya Korean food. Hal ini menunjukan bahwa Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. ke 5 isolat positif memiliki pita DNA 1500 p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 dan mudah digunakan dalam kegiatan bp akan tetapi belum bisa dipastikan bahwa hasil yang diperoleh merupakan spesies Bakteri Vibrio sp adalah jenis Vibrio. Hal ini di karenakan primer yang bakteri patogenik yang dapat hidup pada digunakan bukan merupakan primer spesifik Vibrio sp. Salah satu faktor penting yang Mikroorganisme mempengaruhi kualitas deteksi molekuler patogenik dalam makanan dapat memicu berbasis PCR ialah pemilihan primer yang timbulnya penyakit Foodborne diesease tepat (Rychlic 1. (Devi et al. , 2. Foodborne diasease Penelitian (Azwai dkk. , 2. , dengan metode PCR disebabkan setelah memakan makanan dengan menggunakan teknik sekuen 16S yang telah terkontaminasi oleh bakteri. rDNA dari sampel makanan laut, daging. Makanan Korea sendiri banyak berasal dan produk daging di Libya, hanya 11 dari olahan laut yang memungkinkan sampel dari 48 isolat Vibrio yang dicurigai adanya kontaminasi dari bakteri Vibrio . ,9%). Sebuah penelitian sebelumnya. Biasanya bakteri ini ada pada produk yang meneliti keberadaan Vibrio pada seafood yang masih mentah, belum kerang yang dipanen dari Laut Adriatik, matang hingga proses pencuciannya menemukan sampel positif Vibrio sp, di menggunakan air yang terkontaminasi antaranya Vibrio alginolyticus paling sering oleh bakteri Vibrio sp. Vibrio Untuk penyajian makanan Korean parahaemolyticus paling jarang ditemukan. food agar terhindar dari kontaminasi (Ripabelli et al. , 1. bakteri Vibrio sp dapat dimasak dengan Primer PCR suhu tinggi agar dapat membunuh DNA. Usahakan cegah makanan yang sudah Keberadaan primer PCR tersebut, maka gen masak tercemar oleh daging dan seafood target akan teramplifikasi sepanjang reaksi PCR berlangsung. Analisis PCR dengan Kendala Vibrio primer spesifik merupakan langkah terbaik adalah kurangnya sarana penunjang untuk kepentingan deteksi bakteri patogen penelitian seperti ketersediaan alat dan karena dapat menghasilkan penentuan secara cepat keberadaan gen target, cukup sensitif penggunaan ruang laboratorium yang Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. penelitian karena banyaknya mahasiswa p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 bersifat mentah maupun yang sudah kontaminasi mikroorganisme. yang melakukan penelitian di laboratorium dan juga bersamaan dengan mahasiswa DAFTAR PUSTAKA