JOURNAL OF SYARIAH ECONOMIC AND HALAL TOURISM Vol. 3 No. , pp. https://journal. sties-alifa. id/index. php/jseht ANALISIS EKONOMI BISNIS SYARIAH INDUSTRI PARIWISATA DAN PERHOTELAN DI KEPULAUAN SERIBU DKI JAKARTA Tia Putri Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Alifa Pringsewu. Indonesia Email: tiaputri3624@gmail. Andi Thahir Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Alifa Pringsewu. Indonesia Email: andithahir@alifa. Rahmahwaty Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Alifa Pringsewu. Indonesia Email: rahmahwaty@alifa. Abstract: The Syariah Hospitality and Tourism Industry of the Administrative Regency located in the Kepulauan Seribu. DKI Jakarta, conducted research to analyze the influence of conditions, services, governance, access, socio-cultural and tourism impacts on tourist visits to the Kepulauan Seribu. The method in this research uses an Explorative Research Design which is descriptive bottom-up, the researcher uses transparent, objective insights and thoughts and does not use an idealistic view in obtaining primary data from correspondents in conducting in-depth interviews accompanied by filling in a research questionnaire and the model used is Regression. double linear. Partially, the only variables influenced by the research results are socio-cultural and tourism impacts. Meanwhile, research simultaneously shows that all variables consisting of tourism conditions, tourism services, tourism management, tourism access, social culture, as well as the impact of Sharia-based tourism and hotels influence the satisfaction of tourists visiting Kepulauan Seribu tourism. Keywords: Sharia business. Tourism industry. Hotel industry. and Tourists. Introduction Industri perhotelan dan pariwisata merupakan industri terbesar di dunia, dimana nilai pariwisata sebesar 4,7 triliun dollar AS (Rp 67 kuadriliun kira-kir. atau setara 5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) global (Kompas. Di Indonesia Sektor pariwisata dan perhotelan salah satu sektor jasa dan ekonomi yang potensial, pada saat ini pemerintah menjadikan pariwisata dan perhotelan sebagai industri pariwisata sebagai prioritas dalam pembangunan Nasional. Pariwisata pulau adalah salah satu tujuan wisata potensial yang memiliki warna berbeda dengan wisata daratan, kondisi geografis pulau memiliki ciri yang khas tersendiri yang banyak diminati, apalagi para pelaku pariwisata kepulauan dapat menyediakan kebutuhan dasar sarana dan prasarana wisatawan (Sukmawijaya 2. Subtitusi objek wisata dan hotel ditunjang oleh potensi alam, bahari dan inovatif, (Yoeti 20. Perbedaan iklim wisata alam daratan dan kepulauan . isata bahar. mampu menumbuhkan serta menimbulkan variasi wisata yang menarik (Sujali, 2. Konsumen wisata syariah bukan hanya dimiliki dan diminati oleh agama islam saja, tetapi juga oleh masyarakat agama lainnya, karena konsep pariwisata dan perhotelan syariah memiliki produk dan jasa dengan karakteristik bersifat universal (World Tourism Organization/WTO). pariwisata dan perhotelan syariah dengan dasar budaya yang mengutamakan norma dan nilai-nilai JOURNAL OF SYARIAH ECONOMIC AND HALAL TOURISM Vol. 3 No. , pp. https://journal. sties-alifa. id/index. php/jseht syariah sebagai dasar utamanya dan produk yang tersedia tidak bertentangan dengan budaya dan syariat dari bermacam-macam agama, sehingga output pariwisata dan perhotelan berbasiskan syariah dapat dimanfaatkan oleh banyak kalangan. Indonesia mempunyai penduduk muslim terbesar di dunia, tahun 2021 sebanyak 000 jiwa penduduk muslimnya, dengan porsi 86,9% dari total penduduk 273,320. orang dan penduduk Ibu Kota Republik Indonesia DKI Jakarta mayoritas berpenduduk muslim dimana penduduk DKI Jakarta Tahun 2021 berjumlah 12. 067 orang dan 76,97 persennya Jumlah penduduk DKI Jakarta berdasarkan agamanya yaitu Islam 9. 575 orang. Kristen 963. 190 orang. Katholik 438. 128 orang. Hindu 20. 343 orang. Budha 396. 906 orang. Konghucu 1. 665 orang, dan aliran kepercayaan 260 orang. (BPS Provinsi Jakarta 2. DKI Jakarta memiliki Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu yang memiliki pariwisata pantai, pariwisata cagar alam, pariwisata sejarah dan pariwisata bawah laut yang unik yang menarik. Memiliki 6 kelurahan dan 2 kecamatan, dimana terdapat pariwisata pantai 45 pulau, pariwisata cagar alam 2 pulau, pariwisata religi & sejarah 4 pulau dan pariwisata bahari/bawah laut 59 pulau. (Miswan. Uuh Sukaesih, 2. Potensi wisata tersebut, tentu akan menjadi peluang besar untuk mengembangkan ekonomi bisnis industri pariwisata dan perhotelan berbasis syariah di Kepulauan Seribu. Wisata kepulauan seribu ditunjang juga oleh wisata religi dan sejarah yang berada pada kawasan pulau Onrust, terdapatnya makam ulama tersohor pejuang Islam terkenal asal Hadramaut yang pernah berjaya di masanya yaitu makam, (Al-Habib Ali Bin Ahmad Bin Zein Aiidid. Syarif Maulana Syarifuddin, beserta Sultan Mahmud Zakari. (Abdur Razak dan Rimadewi Suprihardjo, 2. Luas area kepulauan seribu 3,0432 Km2. Letak pulau-pulau yang berada pada kepulauan seribu seperti tabel 1 dibawah ini, (Miswan. Uuh Sukaesih, 2. Tabel. Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu DKI Jakarta Ibu Kota Kabupaten Kecamatan Ibukota Kecamatan Kepulauan Tidung Besar Seribu Selatan Pulau Pramuka Kepulauan Seribu Utara Pulau Harapan Kelurahan Pulau Pulau Tidung Pulau Pari Pulau Untung Jawa Pulau Panggang Pulau Kelapa Pulau Harapan Jumlah Jumlah . Sumber : Pemda DKI 2022 Penelitian Miswan. Uuh Sukaesih . Bahwa Kabupaten Kepulauan Seribu memiliki Destinasi pariwisata bahari Nasional yang menarik dengan memiliki tiga jenis utama wisata yaitu pariwisata pantai . ariwisata bahar. , pariwisata cagar alam dan pariwisata sejarah yang berdampak secara langsung terhadap bisnis pariwisata dan perhotelan. Penelitian Abdur Razak dan Rimadewi Supriharjo . Bahwa wisata kepulauan seribu belum terkondisikan maksimal, dimana yang dikunjungi pulau-pulau pantai saja. JOURNAL OF SYARIAH ECONOMIC AND HALAL TOURISM Vol. 3 No. , pp. https://journal. sties-alifa. id/index. php/jseht Dari latar belakang diatas bahwa industri pariwisata dan perhotelan adalah industri terbesar di dunia, sementara wisatawan syariah bukan yang beragama Islam saja, tetapi juga oleh masyarakat kalangan agama lain, karena konsep industri pariwisata dan perhotelan syariah, produk beserta jasanya yang bersifat universal serta tak berlawanan pada nilai syariat dan budaya dan dari bermacam-macam agama, sehingga hal ini menjadi Trend Issues Terkini (State of The Art. Dari trend issues terkini dan hasil dari penelitian yang sudah pernah dilakukan di Kepulauan Seribu sebelumnya, bahwa penelitian yang akan dilakukan ini baik dari segi tujuan, metode dan alat analisis tidak sama dan jauh berbeda dengan penelitian sebelumnya tersebut, sehingga menjadi suatu kebaikan (Novelt. dalam penelitian yang akan dilakukan, yaitu. Secara parsial berapa besar pengaruh kondisi, layanan, tata kelola, akses, sosial budaya serta dampak wisata dan hotel berbasis syariah terhadap kepuasan kunjungan wisatawan pariwisata Kepulauan Seribu dan secara simultan berapa besar pengaruh kondisi, layanan, tata kelola, akses, sosial budaya, serta dampak wisata dan hotel berbasis syariah terhadap kepuasan kunjungan wisatawan pariwisata Kepulauan Seribu. Method Metode dalam penelitian ini memakai Desain Eksploratif Research yang bersifat deskriptif bottom-up, peneliti menggunakan wawasan dan pikiran transparan, objektif dan tidak menggunakan pandangan idealis dalam memperoleh data primer dari koresponden dalam melakukan wawancara yang mendalam dengan disertai pengisian kuesioner penelitian serta model yang digunakan adalah Regresi linier yang berganda. (A. Kosasih. Glaser dan Strauss, 2. Dari data yang suda ada didalam penelitian menggunakan data yang primer, diperoleh dengan menggunakan instrumen kuesioner . yang disertai uji validitas dan reliabilitas Dari hasil jawaban pengisian kuesioner . yang disertai wawancara atas seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden yang diukur dengan menggunakan skala Likert (Sugiyono, 2. Pada skala likert yaitu berupa analisis tingkat harapan serta kepuasan. , kuat . , cukup kuat . tidak kuat . dan paling tidak kuat . Kawasan pariwisata dan perhotelan kepulauan seribu merupakan populasi dalam penelitian ini. Sampel penelitian yang dilakukan akan didapat dari (Yamane, 1. dengan rumus: n = 2N/( Nd . n : jumlah pada sampel N : jumlah populasi. D : % tingkat presisi atau tingkat toleransi. Analisis Structural Equation Modeling (SEM) untuk mengetahui hubungan data variabel laten yang komplek pengaruh kondisi, mutu pelayanan, tata kelola dan akses terhadap kunjungan wisatawan serta dampak industri pariwisata dan perhotelan terhadap lapangan kerja Ekonomi Masyarakat. Lingkungan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Sosial Budaya pariwisata kepulauan seribu, yang akan diuji secara empiris dibantu software LISREL (Wijanto, 2. Persamaan Struktural SEM didapat dari turunan dari diagram jalur, seperti pada persamaan berikut. Y = 0 1X1 2X2 3X3 4X4 5X5 6X6 A Keterangan: Yit = Kunjungan Wisatawan Wisata dan Hotel Pariwisata Kepulauan Seribu JOURNAL OF SYARIAH ECONOMIC AND HALAL TOURISM Vol. 3 No. , pp. https://journal. sties-alifa. id/index. php/jseht 0 = Intercept/konstanta Sedangkan untuk pengujian Validitas dan pengujian Reliabilitas memakai Product Moment Pearsons, melalui program SPSS. Discussion Uji Normalitas Dari hasil uji normalitas yang terlihat pada gambar 1, nilai probabilitas sebesar 0. dimana lebih kecil dari nilai alpha yaitu 0. 05, artinya residual berdistribusi tidak normal. Gambar 1. Uji Normalitas menggunakan Eviews 12 Uji autokorelasi Berdasarkan tabel 2, hasil uji autokorelasi menunjukan nilai obs R-Squared sebesar 0. yang mana lebih besar daripada nilai alpha adalah 0. 05, artinya tidak ada masalah autokorelasi. Tabel 2. Uji pada Autokorelasi menggunakan Eviews 12 F-statistic Obs*R-squared Prob. Prob. Chi-Square. Uji Multikolinearitas Pada tabel 3, ditunjukan pada nilai centered VIF kurang dari pada 10, serta dapat dijelaskan data tidak terdapat masalah multikolinearitas. Tabel 3. Uji Multikolinearitas Menggunakan Eviews 12 Variable LN_X1 LN_X2 LN_X3 LN_X4 LN_X5 LN_X6 Coefficient Variance Uncentered VIF Centered VIF JOURNAL OF SYARIAH ECONOMIC AND HALAL TOURISM Vol. 3 No. , pp. https://journal. sties-alifa. id/index. php/jseht Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan tabel 4, nilai obs R-squared sebesar 0. 1149 yang mana lebih besar dari nilai alpha yaitu 0. 05, sehingga bisa dinyatakan dalam data terdapat tidak ada masalah Tabel 4. Uji Heteroskedastisitas Menggunakan Eviews 12 F-statistic Obs*R-squared Scaled explained SS Prob. Prob. Chi-Square. Prob. Chi-Square. Regresi Linear Berganda Tabel 5. Koefisien Regresi Linear Berganda Menggunakan Eviews 12 Variable Coefficient LN_X1 LN_X2 LN_X3 LN_X4 LN_X5 LN_X6 Dari hasil pengujian regresi linear berganda pada tabel 5 dengan variabel dependen yaitu Y, diketahui persamaan regresi sebagai berikut: Y = 2. 215893*LN_X1 0. 342758*LN_X2 - 0. 2484467*LN_X3 164237*LN_X4 0. 533756*LN_X5 1. 51290*LN_X6 Dari persamaan regresi yang di atas, dan bisa dijelaskan dari persamaan regresi sebagai . Nilai yang konstanta sebesar 2. 134738 menunjukan bahwa bila semua variabel yaitu X1 . X2. X3. X4. X5, serta X6 ternilai 0 atau tidak mengalami perubahan, maka nilai dari variabel Y adalah besarnya 2. Nilai koefisien variabel X1 sebesar 0. 215893, ialah jika X1 mengalami kenaikan yang besarnya 1%, maka Y akan mengalami kenaikan yang besarnya 0. Nilai koefisien variabel X2 sebesar 0. 342758, artinya jika X2 mengalami kenaikan yang besarnya 1%, maka Y akan mengalami kenaikan yang besarnya 0. Nilai koefisien variabel X3 besarnya -0. 248447, artinya jika X3 mengalami kenaikan yang besarnya 1%, maka Y akan mengalami penurunan yang besarnya 0. Nilai koefisien variabel X4 sebesar 0. 164237, artinya jika X4 mengalami kenaikan yang besarnya 1%, maka Y akan mengalami kenaikan yang besarnya 0. Nilai koefisien variabel X5 sebesar 0. 533756, artinya jika X5 mengalami kenaikan yang besarnya 1%, maka Y akan mengalami kenaikan yang besarnya 0. Nilai koefisien variabel X6 besarnya 1. 512910, artinya jika X6 mengalami kenaikan yang besarnya 1%, maka Y akan mengalami kenaikan yang besarnya 1. JOURNAL OF SYARIAH ECONOMIC AND HALAL TOURISM Vol. 3 No. , pp. https://journal. sties-alifa. id/index. php/jseht Uji Statistik Uji statistik dibagi menjadi yaitu uji hipotesis dan koefisien determinasi (R. Pada uji hipotesis yang dapat digunakan untuk mengetahui signifikansi, koefisien, regresi yang diperoleh, secara statistik koefisien regresi tidaklah sama dengan nol, sehingga jika terdapat sama dengan nol maka bisa dikatakan tidak kuat bukti yang menyatakan bahwa variabel bebas dapat berpengaruh pada variabel yang lainnya. Uji hipotesis yang terdiri dari uji F serta uji T (Napitupulu et al. , 2. Sedangkan koefisien determinasi terdapat ukuran yang sangat penting dalam suatu regresi, sehingga bisa memberitahu baik atau tidaknya model regresi yang dapat Nilai-nilai yang ada pada koefisien determinasi menggambarkan betapa besarnya perubahan variasi dari suatu variabel terikat yang bisa dilihat dan diterangkan oleh perubahan variasi variabel bebasnya. Tabel 6. Hasil Uji Statistik Sumber Menggunakan Eviews 12 Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. LN _X1 LN _X2 LN _X3 LN _X4 LN _X5 LN_X6 R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log-likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Uji F (Simulta. Berdasarkan tabel 6 menunjukan bahwa pada nilai Prob (F-statisti. , besarnya 0. dan mana yang lebih kecil dari 0. 05, maka keputusan dari hasilnya adalah tolak H0 serta terima H1, maka dapat diartikan secara simultan variabel X1,X2,X3,X4,X5, serta X6 berpengaruh signifikan pada variabel Y. Uji T (Parsia. Berdasarkan tabel 6 bisa dapat disimpulkan hasil sebagai berikut: Variabel X1 memiliki nilai Prob yang besarnya 0. 4809 > 0. 05, maka tolak H1 dan terima H0, artinya secara uji parsial variabel X1 terdapat tidak memiliki pengaruh pada variabel Y. Variabel X2 memiliki nilai Prob yang besarnya 0. 1964 > 0. 05, maka dapat tolak H1 serta terima H0, artinya secara uji parsial variabel X2 terdapat tidak berpengaruh pada variabel Y. JOURNAL OF SYARIAH ECONOMIC AND HALAL TOURISM Vol. 3 No. , pp. https://journal. sties-alifa. id/index. php/jseht Variabel X3 memiliki nilai Prob yang besarnya 0. 1964 > 0. 05, maka tolak H1 dan terima H0, artinya uji secara parsial variabel X3 terdapat tidak memiliki suatu yang berpengaruh terhadap variabel Y. Variabel X4 mempunyai nilai Prob yang besarnya 0. 7519 > 0. 05, maka tolak H1 dan terima H0, artinya secara parsial variabel X4 terdapat tidak berpengaruh terhadap variabel Y. Variabel X5 mempunyai nilai Prob yang besarnya 0. 0055 < 0. 05, maka menolak H0 dan menerima H1, maka dapat diartikan secara parsial variabel X5 dapat berpengaruh signifikan terhadap variabel Y. Variabel X6 memiliki nilai Prob yang besarnya 0. 0000 < 0. 05, maka dapat menolak H0 dan menerima H1, artinya secara parsial variabel X6 berpengaruh pada signifikan terhadap variabel Y. Koefisien Determinasi Berdasarkan pada tabel 6 dapat dilihat bahwa nilai koefisien determinasi yang bisa disesuaikan (Adjusted,R-square. yang besarnya 0. ini semua dapat menunjukan suatu variabel bebas terdiri dari X1. X2. X3. X4. X5. & X6 mempunyai pengaruh terhadap variabel Y 56%, sedangkan sisa besarnya 15. 44% berpengaruh terhadap variabel yang lain tidak dimasukan kedalam sistem penelitian. Mutu Pelayanan Wisata Terhadap Kepuasan Kunjungan Wisatawan Berdasarkan hasil temuan penelitian, variabel pelayanan wisata (X. memiliki nilai Prob yang besarnya 0. 1964 > 0. 05, maka menolak H1 dan menerima H0, maka secara parsial variabel X2 tidak berpengaruh terhadap variabel kepuasan kunjungan wisatawan (Y). Temuan tersebut tidak sejalan dengan pendapat Edward Inskeep . yang mana mengatakan bahwa layanan/fasilitas wisata merupakan sumber daya seharusnya digunakan oleh wisatawan yang Layanan atau fasilitas wisata merupakan suatu hal yang dapat melengkapi wisatawan dan berguna untuk memenuhi kebutuhan wisatawan dalam berwisata. Karena selain daya tarik pada wisata, kegiatan yang dilakukan wisatawan membutuhkan fasilitas dan layanan yang dapat menunjang kegiatan pada wisata tersebut. Sehingga pada setiap indikator itu saling berhubungan dalam rangkaian wisata, serta dari daya tarik wisata, kegiatan wisata, hingga fasilitas atau layanan wisata (Sarim & Wiyana, 2. Layanan atau fasilitas wisatawan adalah sebagai usaha yang dapat dilakukan secara langsung maupun secara tidak langsung dan dapat memberikan layanan yang baik terhadap wisatawan disuatu daerah. Menurut Edward Inskeep . sarana yang baik harus terdapat akomodasi, restoran, tempat belanja, dan fasilitas publik. Akomodasi dapat mendorong para wisatawan yang datang untuk ber berkunjung serta mempunyai waktu yang cukup lama untuk menikmati objek serta daya tarik wisata. Restoran atau cafy, sangat dibutuhkan oleh wisatawan dalam berwisata. Sembari menikmati objek wisata, wisatawan dapat menikmati makanan dan minuman yang tersedia, sehingga menjadi pertimbangan bagi para wisatawan dalam berkunjung. Selanjutnya yaitu tempat belanja yang juga diperlukan sebagai pengeluaran wisatawan untuk membeli suatu produk . arang serta jas. yang diinginkan. Terakhir yaitu fasilitas publik. JOURNAL OF SYARIAH ECONOMIC AND HALAL TOURISM Vol. 3 No. , pp. https://journal. sties-alifa. id/index. php/jseht merupakan suatu hal yang harus tersedia untuk menunjang wisatawan dalam berkunjung, misalnya seperti tempat parkir, toilet, sarana ibadah, tempat duduk, dan lain sebagainya. Tata Kelola Wisata Terhadap Kepuasan Kunjungan Wisatawan Berdasarkan hasil temuan penelitian, variabel tata kelola wisata (X. memiliki nilai Prob 1964 > 0. 05, maka tolak H1 dan terima H0, artinya secara parsial variabel X3 tidak memiliki pengaruh terhadap variable Y. dapat dilihat hal ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Sidabutar & Hidayat . menyatakan bahwa tata kelola . hususnya terhadap lingkunga. tidak berpengaruh terhadap kepuasan wisatawan. Faktor tata kelola meliputi antara dua aspek yang memiliki suatu pengaruh terhadap ketidaknyamanan serta ketidakamanan wisatawan mempunyai aspek yang berpengaruh sangat besar yang berkelanjutan terhadap para pariwisata ada di di wilayah sekitar kajian dikarenakan pengelolaan bagian parkiran yang serta kebersihan pada lingkungan wisata Kebersihan di tempat objek wisata, kondisi pada landscape, serta kualitas kebersihan air dan polusi udara di kawasan wisata yang dapat mendukung naiknya para pariwisatanya (Ginting et al. , 2. Akses Wisata Terhadap Kepuasan Kunjungan Wisatawan Berdasarkan hasil temuan penelitian, variabel akses wisata (X. memiliki nilai Prob 7519 > 0. 05, maka tolak H1 dan terima H0, artinya secara parsial variabel X4 tidak berpengaruh terhadap variabel kepuasan kunjungan wisata (Y). Hal tersebut tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Handayani et al . dan Wulandari . yang menyatakan bahwa aksesibilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan. Aksesibilitas adalah unsur terutama dalam salah satu produk yang telah mendorong terjadinya pasar yang potensial bisa jadi pasar yang nyata. Salah satu aksesibilitas yaitu unsur yang utama didalam sebuah produk yang dapat mendorong pasar yang potensialnya tidak nyata menjadi pasar yang nyata, yang mencakup aksesibilitas transportasi masuk ke dalam negara, inter serta intra region atau daerah yang ada di sekitaran dalam kawasan, serta memudahkan mencari informasi yang berkaitan dengan destinasi yang ada ( Suryadana. Octavia, 2. Dalam kasus pariwisata di Kepulauan Seribu, aksesibilitas yang dimaksud adalah kendaraan atau transportasi yang digunakan wisatawan dalam bepergian dari pulau jawa menuju ke Kepulauan Seribu yaitu kapal atau perahu. Hal tersebut dikarenakan Kepulauan Seribu adalah wilayah yang terdiri dari berbagai jajaran pulau-pulau kecil, sehingga dihubungkan dengan menggunakan transportasi laut yaitu kapal ataupun perahu. Sosial Budaya Terhadap Kepuasan Kunjungan Wisatawan Berdasarkan hasil temuan penelitian, variabel sosial budaya (X. memiliki nilai Prob yang 0000 < 0. 05, maka menolak H0 dan menerima H1, maka secara parsial variabel X6 berpengaruh terhadap signifikan pada variabel kunjungan wisata (Y). Hal tersebut seiring dilakukannya penelitian oleh (Kirom et al. , 2. yang mengatakan bahwa suatu kebudayaan yang berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan. Oliver . mengatakan keindahan suatu alam serta pengembangan budaya yang sangat khas berbeda juga bisa meningkatkan selera kepuasan para wisatawan yang berkunjung. Kotler juga berpendapat bahwa faktor budaya dapat JOURNAL OF SYARIAH ECONOMIC AND HALAL TOURISM Vol. 3 No. , pp. https://journal. sties-alifa. id/index. php/jseht memberikan pengaruh yang paling luas dalam kepuasan konsumen. peranan yang sudah ditetapkan dan dimainkan oleh kebudayaan tersebut harus diketahui perusahaan , para pembeli kelas sosial serta sub budaya. Budaya ialah merupakan suatu kumpulan dan keinginan, persepsi perilaku yang telah dipelajari oleh para anggota masyarakat dan keluarga serta nilai-nilai dasar yang ada, dan lembaga penting lainnya. Setiap budaya mempunyai sub-budaya tersendiri. Sub budaya memberikan identifikasi yang lebih kecil serta harus lebih spesifik untuk sosialisasi para Jenis Sub budaya yang dibedakan terdapat menjadi empat bagian . kelompok nasionalisme, . kelompok keagamaan, . kelompok ras, . area geografis. Banyaknya sub budaya penting membentuk segmen pasar serta pemasar sering kali melakukan perancangan pada program pemasaran serta produk yang dipasarkan telah disesuaikan dengan kebutuhan yang dibutuhkan konsumen. masyarakat yang relatif permanen serta masyarakat permanen yang bertahan lama dalam suatu masyarakat yang diartikan sebagai kelas sosial, yang sudah disusun dengan keanggotaannya secara hierarki yang mempunyai minat serta nilai perilaku yang sama ataupun serupa. Dalam kelas sosial seperti pendapatan, tapi yang dapat diukur dari kombinasi pendapatan, pekerjaan, pendidikan, kekayaan, serta variabel yang lainnya tidak dapat ditentukan oleh satu faktor tunggal. Conclusion Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui layanan, pengaruh kondisi tata kelola, akses, sosial budaya serta dampak industri wisata dan hotel berbasis syariah terhadap kepuasan kunjungan wisatawan pariwisata Kepulauan Seribu. Dengan simpulan yaitu. Pengaruh kondisi, layanan, tata kelola, akses, sosial budaya serta dampak industri wisata dan hotel berbasis syariah terhadap kepuasan kunjungan wisatawan pariwisata Kepulauan Seribu secara Dengan temuan . variabel kondisi wisata (X. tidak berpengaruh terhadap variabel kepuasan kunjungan wisatawan (Y). variabel pelayanan wisata (X. tidak berpengaruh terhadap variabel kepuasan kunjungan wisatawan (Y). variabel tata kelola wisata (X. tidak berpengaruh terhadap variabel kepuasan kunjungan wisatawan (Y). variabel akses wisata (X. tidak berpengaruh terhadap variabel kepuasan kunjungan wisatawan (Y). variabel sosial budaya (X. memiliki pengaruh terhadap signifikan variabel kepuasan kunjungan wisatawan (Y). Variabel dampak wisata (X. memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel kepuasan kunjungan wisatawan (Y). Pengaruh kondisi, layanan, tata kelola, akses, sosial budaya serta dampak industri wisata dan hotel berbasis syariah terhadap kepuasan kunjungan wisatawan pariwisata Kepulauan Seribu secara parsial. Dengan temuan secara simultan, variabel kondisi wisata, layanan wisata, tata kelola wisata, akses wisata, sosial budaya, serta dampak wisata dan hotel berbasis syariah berpengaruh terhadap kepuasan kunjungan wisatawan pariwisata Kepulauan Seribu. JOURNAL OF SYARIAH ECONOMIC AND HALAL TOURISM Vol. 3 No. , pp. https://journal. sties-alifa. id/index. php/jseht Bibliography