Pengaruh Edukasi terhadaap Pengetahuan IbuA (Hikmah Ifayanti. Ara Nadia. Rika Agustin. Pengaruh Edukasi terhadap Pengetahuan Perkembangan Bahasa Balita usia 2-3 Tahun Ibu Effect of Education on Mothers' Knowledge about Development of Toddlers Aged 2-3 years Stimulasi Stimulation in Language Hikmah Ifayanti1. Ara Nadia2. Rika Agustina3 Universitas Aisyah Pringsewu. Lampung. Indonesia Korespondensi Penulis: hikmahifayanti@aisyahuniversity. ABSTRACT Stimulation or efforts to introduce something new to children are crucial in enhancing their Lack of stimulation from parents can result in developmental delays in Based on the assessment of child development at Beringin Raya Health Center in Bandar Lampung City in 2023, out of 435 children, 11 . 5%) experienced developmental The objective of this research is to determine the effect of education on mothers' knowledge about verbal stimulation for children aged 2-3 years in kindergartens within the working area of Beringin Raya Health Center. Bandar Lampung City. This study is quantitative with a pre-experimental research design using a one-group pretest and posttest approach. The sample consisted of 39 participants selected using accidental sampling technique. Data collection was done using observation sheets. Univariate and bivariate analysis . -tes. were employed. The research findings revealed that the average knowledge score of mothers regarding verbal stimulation for children aged 2-3 years before receiving education was 56. 9, while after receiving education, it increased to 78. There is an influence of education on mothers' knowledge about stimulation in language development of toddlers aged 2-3 years in kindergartens within the Beringin Raya village. Bandar Lampung City. Keywords : mothersAo knowledge, education, language stimulation, todlers ABSTRAK Berdasarkan penilaian perkembangan anak di Puskesmas Beringin Raya. Kota Bandar Lampung pada tahun 2023, dari 435 anak, diperoleh 11 . ,5%) mengalami keterlambatan Tujuan dari penelitian ini adalah dimengetahuinya pengaruh edukasi dengan media Booklet terhadap pengetahuan ibu tentang stimulasi dalam perkembangan bahasa anak usia 2-3 tahun di Taman Kanak-kanak di Kelurahan Beringin Raya. Kota Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan praeksperimental menggunakan pendekatan one-group pretest dan posttest. Sampel terdiri dari 39 peserta yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ratarata skor pengetahuan ibu tentang stimulasi bahasa pada balita usia 2-3 tahun sebelum menerima edukasi adalah 56,9, sedangkan setelah menerima edukasi meningkat menjadi 78,0. Terdapat pengaruh edukasi dengan media booklet terhadap pengetahuan ibu tentang stimulasi dalam perkembanagn bahasa balita usia 2-3 tahun di Taman Kanak-kanak Kelurahan Beringin Raya. Kota Bandar Lampung. Kata Kunci : pengetahuan ibu, edukasi, stimulasi bahasa, balita PENDAHULUAN Parenting interaksi antara orang tua dan anak bertujuan untuk merangsang berbagai aspek perkembangan anak, seperti emosional, fisik, sosial, kognitif, dan Pola asuh yang optimal oleh orang tua dalam mendampingi anak dari lahir hingga dewasa membantu anak kehidupannya, sehingga dapat diterima dengan baik dalam masyarakat sesuai dengan norma yang ada. (Elamala. Salah satu yang mendukung Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 13 No. April 2024, hal 152-158 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Pengaruh Edukasi terhadaap Pengetahuan IbuA (Hikmah Ifayanti. Ara Nadia. Rika Agustin. perkembangan anak. Orang tua perlu memiliki pemahaman dasar tentang aspek perkembangan bayi dan anak, tahapan perkembangan, serta jenis teknik pengasuhan yang mendorong anak mencapai aspek ini untuk tumbuh kembang yang optimal. Studi yang negara-negara menemukan bahwa pengetahuan ibu tentang tahap perkembangan anak mereka berkorelasi positif dengan kemampuan mereka membantu anak mereka berkembang lebih baik. Studi telah menunjukkan bahwa orang tua perkembangan anak sering kali lebih atau kurang dalam memperkirakan kapan usia ketika anak memperoleh keterampilan tertentu. Penelitian yang dilakukan di Uni Emirat Arab (UEA) mengungkapkan bahwa dua pertiga tentang keterampilan motorik kasar . % ibu tahu usia ketika anak dapat mengangkat kepalany. Kurang dari setengah dari ibu-ibu ini memiliki keterampilan motorik halus seperti menulis dan menggambar . % tahu usia ketika anak harus bisa mencoretcoret di atas kerta. Responden juga menunjukkan kurangnya pengetahuan tentang keterampilan berbicara dan bahasa anak-anak (Saleh et al. , 2. Berdasarkan Riskesdas . diketahui bahwa perkembangan literasi numerasi anak di Indonesia usia 36-59 bulan rata Ae rata sebesar 64,6%, untuk perkembangan kemampuan fisik 97,8%, kemampuan sosial emosional 9% dan kemampuan belajar 95,2%. Dari perkembangan literasi numerasi anak merupakan perkembangan yang masih dibandingkan dengan perkembangan Provinsi Lampung perkembangan literasi numerasi dibawah rata-rata Nasional yaitu sebesar 59,5%. Dan untuk anak usia 36-47 bulan diketahui sebanyak 53,33% anak dengan perkembangan literasi numerasi yang baik artinya sebanyak 46,67% anak dengan literasi yang kurang baik (Kemenkes RI, 2. Sebuah studi yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pembantu Gulingan di Bali pada tahun 2021 menemukan bahwa ada pengaruh edukasi dengan media booklet terhadap sikap para ibu dalam melakukan stimulasi perkembangan bayi usia 0-12 bulan (Aryantini, 2. Pengetahuan yang dimiliki orang tua terutama pengetahuan tentang hal yang berkaitan perkembangan anak akan berpengaruh Dengan memiliki pengetahuan, maka orang tua akan melakukan stimulasi perkembangan pada anak nya dan berkembang sesuai usianya (Maghfuroh. Stimulasi adalah rangsangan yang berasal dari lingkungan sekitar anak, seperti penglihatan, ucapan, pendengaran, dan sentuhan. Stimulasi akan lebih efektif jika disesuaikan dengan kebutuhan anak sesuai dengan tahapan perkembangannya. Anak-anak yang diberikan stimulasi terarah akan berkembang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang menerima sedikit atau tidak ada stimulasi. Otak anak yang berkembang dengan pesat memiliki membentuk triliunan sambungan antar sambungan-sambungan stimulasi (Neherta, 2. Usia dini merupakan periode krusial dalam perkembangan anak. Pada rentang usia 0-4 tahun, kecerdasan anak berkembang hingga 50%, pada usia 4-8 tahun berkembang sebesar 30%, dan pada usia 8-18 tahun berkembang sebesar 20%. Oleh karena itu, masa emas perkembangan anak terletak pada usia dini. Orang tua harus mampu selama periode ini (Kertamuda, 2. Keterlambatan dalam perkembangan anak dapat disebabkan oleh kurangnya stimulasi dari orang tua. maka orang tua atau pengasuh perlu diinformasikan menstimulasi anak (Sri Ariani & Indriana. Berdasarkan perkembangan anak di Taman Kanakkanak Kelurahan Beringin Raya Kota Bandar Lampung pada Bulan Februari 2023, ditemukan bahwa 2,5% anak Observasi awal yang dilakukan oleh peneliti dari 5 Mei hingga Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 13 No. April 2024, hal 152-158 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Pengaruh Edukasi terhadaap Pengetahuan IbuA (Hikmah Ifayanti. Ara Nadia. Rika Agustin. 10 Mei 2023 didapatkan adanya kemampuan bahasa anak-anak yang Hal anak-anak, menunjukkan bahwa dari 5 anak usia 23 tahun, 1 anak tampak mengalami keterlambatan bicara. Bahasa integral dari perkembangan intelektual Masing-masing anak berkembang melalui tahap perkembangan bahasa berbedabeda(Guntur, 2. Setiap bentuk komunikasi terdiri dari dua komponen, yaitu reseptif dan ekspresif. Bahasa reseptif mencakup kemampuan anak ekspresif mencakup kemampuan mereka untuk berkomunikasi secara simbolis, baik melalui representasi visual maupun Kemampuan dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari dalam diri anak dan faktor yang berasal dari lingkungan anak. Faktor eksternal meliputi rangsangan yang diterima anak, kata-kata mereka, serta pengetahuan orang tua tentang perkembangan bahasa (Ari Adiputri, 2. Hasil dari wawancara dengan 5 ibu dari anak tersebut mengungkapkan bahwa tidak ada satupun dari mereka yang tahu apa stimulasi perkembangan yang tepat untuk anak seusia mereka. Padahal pengetahuan ini sangat penting karena pada anak-anak usia 2-3 tahun mulai menunjukkan ciri-ciri kepribadian mengekspresikan apa yang mereka Dalam penelitian ini, booklet mengedukasi ibu tentang stimulasi Tujuan penelitian adalah diketahuinya pengaruh edukasi terhadap pengetahuan para ibu tentang stimulasi dalam perkembangan bahasa anak usia 2-3 tahun di Taman Kanak-kanak Kelurahan Beringin Raya Kota Bandar Lampung. Diharapkan upaya ini akan memiliki dampak signifikan terhadap kualitas dan masa depan anak-anak. METODE Jenis penelitian dalam studi ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pra-eksperimen menggunakan pendekatan one-group pretest-posttest. Penelitian ini dimulai dengan observasi awal . untuk memungkinkan peneliti mengidentifikasi perlakuan diberikan. Dalam desain ini, tidak ada kelompok kontrol yang digunakan untuk perbandingan. Tujuan pengaruh edukasi terhadap pengetahuan perkembangan bahasa balita usia 2-3 tahun, yang dilaksanakan sejak Oktober November Populasi penelitian terdiri dari ibu dengan anak usia 2-3 tahun di Taman Kanak-kanak Kelurahan Beringin Raya Kota Bandar Lampung, dengan total 64 orang. Jumlah sampel sebanyak 39 responden, teknik pengambilan sampel dengan accidental Teknik pemilihan siapa saja yang kebetulan ditemui oleh peneliti sebagai sampel (Sugiono, 2. Edukasi diberikan menggunakan booklet sebagai media, sementara instrumen untuk mengukur pengetahuan para ibu stimulasi bahasa adalah kuesioner. Kuesioner tersebut telah diuji validitas dengan 16 pertanyaan yang dinyatakan valid, dengan nilai antara 0,452 sampai 0,959. Hasil uji reliabilitas sebesar 0,957 yang menunjukkan bahwa kuesioner tersebut reliabel. Para ibu diberikan . sebelum sesi edukasi dengan ceramah dan booklet. Sesi edukasi ini dilakukan dalam satu pertemuan yang berlangsung selama 60 menit. Setelah sesi edukasi selesai, para ibu diberikan kuesioner kembali . ost-tes. Hasil kuesioner dianalisis menggunakan uji dependent ttest. HASIL Tabel 1. Rata-rata Pengetahuan Ibu tentang Stimulasi Perkembangan Bahasa sebelum dan sesudah diberikan Edukasi Pengetahuan ibu Mean SD Min Max Frequency Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 13 No. April 2024, hal 152-158 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Pengaruh Edukasi terhadaap Pengetahuan IbuA (Hikmah Ifayanti. Ara Nadia. Rika Agustin. Sebelum diberikan Edukasi Setaleh diberikan Edukasi Berdasarkan Tabel 1 di atas, diketahui bahwa rata-rata pengetahuan perkembangan Bahasa pada anak usia 23 tahun sebelum diberikan edukasi adalah rendah, yaitu 56,6. Setelah rata-rata Ini menunjukkan adanya peningkatan dalam pengetahuan ibu setelah menerima edukasi. Hasil uji normalitas diperoleh p value pengetahuan ibu tentang stimulasi diberikan edukasi sebesar 0,064 dan setelah edukasi sebesar 0,197, sehingga data menunjukkan berdistribusi normal. Maka dilanjutkan dengan analisis bivariat dengan hasil sebagai Tabel 2. Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahun Ibu tantang Stimulasi Perkembangan Bahasa untuk anak Usia 2-3 Tahun Variabel Mean P- Value Pengetahuan Ibu sebelum diberikan edukasi Pengetahuan Ibu setelah diberikan edukasi Berdasarkan hasil analis bivariat dependen t-test pada Tabel 2 di atas, edukasi terhadap pengetahuan ibu tentang stimulasi dalam perkembangan bahasa pada balita usia 2-3 tahun di TK Kelurahan Beringin Raya. Kota Bandar Lampung. PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk terhadap pengetahuan ibu mengenai stimulasi dalam perkembangan bahasa pada anak usia 2-3 tahun. Temuan penelitian menunjukkan peningkatan setelah mengikuti program edukasi. Sebelum diberikan edukasi, sebagian besar ibu memiliki pengetahuan terbatas tentang stimulasi bahasa untuk anak, terutama dalam hal penggunaan bahasa dan interaksi verbal yang mendorong perkembangan bahasa pada anak. Namun, setelah mengikuti edukasi yang terstruktur, terdapat peningkatan yang signifikan dalam pemahaman mereka tentang teknik dan pentingnya stimulasi bahasa dalam pembelajaran anak. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan dilakukan oleh Torquato yang memperlihatkan bahwa intervensi dengan edukasi terbukti pengetahuan ibu tentang stimulasi dalam perkembangan bahasa balita. Hal ini berdampak pada kemungkinan penerapan praktik stimulasi tersebut di rumah dengan anak-anak mereka (Torquato et al. , 2. pendidikan dan pelatihan yang terstruktur dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan pemahaman orang tua. Kurangnya kalangan orang tua, terutama ibu, dalam menyebabkan gangguan dini yang tidak Pengetahuan yang terbatas ini juga dapat mengakibatkan pemberian stimulasi yang tidak memadai, yang dapat berdampak pada perkembangan balita kurang optimal. Pengetahuan tentang jenis stimulasi yang tepat dapat membantu orang tua mengidentifikasi tanda-tanda perkembangan pada balita. Penelitian lain menunjukkan bahwa sekitar 80% penyebab keterlambatan perkembangan balita disebabkan oleh stimulasi yang tidak memadai (Ari Adiputri, 2. Pendidikan kegiatan edukatif yang bertujuan untuk menyebarkan pesan dan menanamkan keyakinan sehingga masyarakat tidak hanya sadar, tahu, dan mengerti, tetapi juga mau dan mampu menjalankan Salah satu bentuk pendidikan Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 13 No. April 2024, hal 152-158 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Pengaruh Edukasi terhadaap Pengetahuan IbuA (Hikmah Ifayanti. Ara Nadia. Rika Agustin. kesehatan adalah edukasi kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam memelihara serta meningkatkan Oleh diperlukan upaya dalam penyediaan dan mengembangkan perilaku positif. Media edukasi kesehatan digunakan sebagai sarana dalam melaksanakan pendidikan kesehatan (Setyorini et al. , 2. Dalam penelitian ini upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang stimulasi perkembangan balita yang sesuai dengan usia dilakukan melalui kegiatan edukasi kesehatan. Maka, agar penyampaian edukasi menjadi efektif maka diperlukan dukungan media. Media berfungsi sebagai alat komunikasi yang memudahkan penyebaran informasi. Booklet merupakan salah satu media edukasi yang telah terbukti efektif karena memberikan penjelasan yang didukung oleh ilustrasi serta membantu responden memahami informasi dengan lebih baik. Keuntungan lain adalah booklet lebih fleksibel karena dapat dibawa dan digunakan dalam berbagai Dalam Penelitian sebelumnya dengan brosur atau leaflet (Okiningrum & Handayani, 2. Temuan mempunyai pemahaman lebih baik mengenai perkembangan pada anak cenderung lebih aktif dalam melakukan kegiatan stimulasi di rumah. Hasil ini sejalan dengan kerangka teoritis dan bukti empiris yang menunjukkan bahwa ketika ibu meremehkan kemampuan anak mereka atau memiliki pengetahuan yang tidak akurat tentang kapan tahap perkembangan muncul, sering kali berkorelasi dengan tingkat stimulasi yang lebih rendah dan gaya pengasuhan yang lebih otoriter. Selain itu, penelitian keterlibatan ibu dalam kegiatan stimulasi berkorelasi positif dengan kemampuan kognitif anak, keterampilan bahasa reseptif, dan perkembangan motorik Penelitian ini mengasumsikan berkorelasi dengan perkembangan anak melalui stimulasi orang tua. Oleh karena itu, memberikan informasi pada ibu pengasuhan dapat menjadi pendekatan yang menjanjikan untuk meningkatkan perkembangan anak melalui tingkat stimulasi yang lebih tinggi. Mengingat plastisitas otak yang tinggi dan responsif terhadap pengaruh lingkungan selama masa kanak-kanak awal (Cuartas et al. Penelitian bagaimana stimulasi oleh keluarga anak usia dini yang dinilai secara langsung menggunakan data longitudinal dari Bangladesh. Bhutan. Kamboja. Ethiopia, dan Rwanda. Hasil penelitian tersebut menunjukkan hubungan positif yang kuat antara stimulasi oleh keluarga dan hasil perkembangan anak usia dini. Secara anak-anak menerima stimulasi ekstra dari ibu, ayah, atau pengasuh lainnya, melalui kegiatan seperti membaca, menghitung, dan bermain, menunjukkan skor ratarata keterampilan numerasi awal, literasi, sosial-emosional, eksekutif (Cuartas et al. , 2. Berdasarkan penelitian di TK wilayah kerja Puskesmas Beringin Kemiling, jelas bahwa pendidik . aitu yang memberikan edukasi tentang keberhasilan edukasi. Pendidik harus disampaikan dan lebih komunikatif dalam menyampaikan pesan agar mudah dipahami dan diserap oleh sasaran. Penting untuk menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh berbagai tingkat pendidikan. Penggunaan alat bantu visual, seperti booklet dapat merangsang indra visual, dan secara efektif untuk disampaikan ke otak. Selain itu, ilustrasi yang menarik dapat Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa edukasi yang telah dilaksanakan meningkatkan pengetahuan ibu tentang stimulasi dalam perkembangan bahasa Stimulasi mencakup penggunaan kata-kata, percakapan, dan kegiatan verbal lainnya yang memperkaya bahasa Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 13 No. April 2024, hal 152-158 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Pengaruh Edukasi terhadaap Pengetahuan IbuA (Hikmah Ifayanti. Ara Nadia. Rika Agustin. Dengan pengetahuan yang lebih baik, ibu akan cenderung lebih aktif terlibat dalam interaksi verbal yang bermakna dengan balita mereka. Hal ini keterampilan bahasa dan komunikasi Pengetahuan yang lebih baik meningkatkan perkembangan bahasa balita, termasuk kosakata, kemampuan berbicara, dan pemahaman bahasa. Peran orang tua dalam membangun dasar bahasa yang kuat untuk anak-anak mereka sejak usia dini sangat penting, yang dapat berdampak positif pada pencapaian akademik dan sosial di masa Menurut keberhasilan program edukasi atau penyuluhan ini tidak hanya dipengaruhi disampaikan, tetapi juga karena metode dan media yang digunakan. Selain itu keberhasilan edukasi juga berkaitan dengan latar belakang pendidikan ibu, yang dengan pendidikan menengah dan tinggi mereka, memiliki pola pikir yang pemahaman dan penyerapan materi yang disampaikan. Mereka juga mampu memberikan respons terhadap edukasi yang diberikan, baik melalui pertanyaan atau umpan balik. Selanjutnya, setelah menerima edukasi tentang stimulasi bahasa pada perkembangan anak, terjadi peningkatan pengetahuan. Maka peningkatan skor pengetahuan pada edukasi yang diberikan. Meskipun temuan penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah, perlu dicatat beberapa keterbatasan. Pertama, ruang lingkup studi ini terbatas pada satu wilayah puskesmas dan kota, yang membatasi generalisasi temuan. Kedua, konten atau format booklet mungkin tidak sepenuhnya memadai untuk mengubah pengetahuan atau praktik ibu terkait stimulasi perkembangan bahasa pada balita. Durasi intervensi mungkin tidak cukup untuk mengukur perubahan pengetahuan secara menyeluruh. Selain itu, edukasi hanya fokus pada satu aspek Keterbatasan lain yaitu faktor-faktor perancu tidak sepenuhnya terkontrol, seperti perbedaan dalam latar belakang sosio-ekonomi responden, yang dapat mempengaruhi cara mereka menerima informasi yang diberikan selama sesi edukasi. SIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi efektif dalam meningkatkan stimulasi dalam perkembangan bahasa anak usia 2-3 tahun. Penggunaan menyajikan penjelasan yang didukung oleh ilustrasi, sehingga membantu responden memahami informasi dengan lebih baik. Selain itu, booklet memiliki keuntungan fleksibilitas karena mudah dibawa dan dapat digunakan dalam berbagai situasi. Oleh karena itu, terdapat pengaruh positif dari edukasi perkembangan bahasa pada anak usia 23 Taman Kanak-kanak Kelurahan Beringin Raya. Kota Bandar Lampung. SARAN Penelitian diharapkan dapat mempertimbangkan kontrol lebih lanjut terhadap variabel untuk mengevaluasi dampak edukasi secara lebih komprehensif. Penting untuk penelitian lanjutan dengan rancangan penelitian seperti eksperimen terkontrol dan pemeilihan sampel secara acak serta memperluas generalisasi hasil dengan ukuran sampel yang lebih besar. Upaya pendidikan kesehatan atau edukasi sebaiknya tidak hanya booklet tetapi juga workshop tentang stimulasi perkembangan di seluruh aspeknya. Disarankan untuk perkembangan anak melalui edukasi kesehatan primer dan Pendidikan Anak Usia Dini untuk membantu orang tua dan pengasuh dalam menerapkan stimulasi yang sesuai sehingga perkembangan anak. DAFTAR PUSTAKA