Dinamika: Volume 9 . 2026 Jurnal Bahasa. Sastra. Pembelajarannya e-issn 2715-8381 Kesantunan Berbahasa dalam Novel Dunia Nadhira Karya Alnira: Kajian Pragmatik Brown dan Levinson Ningrum Amalia Putri. Mahmudah & Faisal Universitas Negeri Makassar. Indonesia ningrunamaliah@gmail. mahfud@unm. id: faisalcokercoker@unm. Dikirim:17 Desember 2025 Direvisi: 22 Desember 2025 Diterima:23 Desember 2025 Diterbitkan: 28 Februari 2025 How to Cite: Putri. Ningrum Amalia, eta. AuKesantunan Berbahasa dalam Novel Dunia Nadhira Karya Alnira: Kajian Pragmatik Brown dan LevinsonAy Dinamika: Jurnal Bahasa. Sastra, dan Pembelajarannya. Vol. 9, no. 1, 2026, pp. 66Ae75. Published by Program Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Suryakancana Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. ABSTRACT This article will describe the forms of politeness strategies in utterances or quotations in the novel and identify the most frequently used strategies in Alnira's novel "Dunia Nadhira" using Brown and Levinson's pragmatics. This research is a qualitative descriptive study using content analysis techniques. The data sources in this study are utterances or quotations contained in the novel published in 2018. Data collection techniques used include documentation techniques, namely listening, reading, and note-taking. The results show that four politeness strategies found by Brown and Levinson in utterances or quotations in the novel: positive politeness strategies, negative politeness strategies, direct strategies, indirect strategies, with the most dominant strategy found being positive politeness strategies. It can be concluded that in this study, politeness is not only found in everyday life but is also applied in literary works, novels, and to understand each context of speech, to whom, when, and where the speaker is communicating. Keywords: language. ABSTRAK Artikel ini akan mendeskripsikan bentuk strategi kesantunan berbahasa pada tuturan atau kutipan dalam novel dan mengidentifikasi strategi yang paling sering digunakan dalam novel AuDunia NadhiraAy karya Alnira dengan menggunakan kajian pragmatik Brown dan Levinson. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan atau kutipan yang terdapat dalam novel yang diterbitkan pada tahun 2018. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi teknik dokumentasi yaitu simak, baca, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan empat strategi kesantunan Brown dan Levinson yang terdapat pada tuturan atau kutipan dalam novel, yaitu strategi kesantunan positif, strategi kesantunan negatif, strategi langsung, strategi tidak langsung, dan strategi yang paling dominan yang ditemukan adalah strategi kesantunan positif. Dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini kesantunan berbahasa tidak hanya terdapat dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga diterapkan dalam karya sastra novel dan untuk memahami setiap konteks tuturan kepada siapa, kapan, di mana penutur berkomunikasi. Kata kunci: berbahasa. Ningrum Amalia Putri, dkk. : Kesantunan Berbahasa dalam A PENDAHULUAN Secara umum pragmatik merupakan salah satu cabang ilmu bahasa yang mempelajari makna dalam konteks tertentu. Oleh karena itu, dalam menafsirkan makna dibutuhkan studi pragmatik untuk menafsirkan perkataan penutur dengan apa yang dimaksudkan dan bagaimana konteks tuturan tersebut. dengan demikian, dibutuhkan pertimbangan untuk menyesuaikan bahasa yang digunakan penutur berdasarkan kepada siapa, kapan, di mana, dan keadaan seperti apa penutur berbicara dengan lawan tutur. Lebih lanjut, pragmatik dibutuhkan untuk mengetahui bagaimana pendengar atau lawan tutur dapat menginterpretasikan makna yang disampikan oleh penutur (Yule, 2006: 3-. Pragmatik merupakan studi mengenai makna dalam tuturan yang digunakan dalam suatu bahasa sebagai komunikasi sosial dalam suatu konteks, seperti yang dikemukakan oleh (Levinson, 1. yang mendefinisikan pragmatik sebagai studi tentang bahasa yang dan perspektif fungsional, yaitu sebagai bahasa yang menjelaskan aspek-aspek struktur linguistik terhadap hubungan bahasa dan konteks yang digramatikalisasikan dalam struktur bahasa. Menurut Leech, pragmatik sebagai cabang ilmu bahasa yag terdiri dari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Masyarakat Indonesia dikenal sangat menjunjung kesantunan dalam berbahasa. Setiap anggota masyarakat percaya bahwa kesantunan yang diterapkan mencerminkan budaya suatu masyarakat, termasuk kesantunan berbahasa (Aprilina et al. , 2. Bahasa merupakan alat komunikasi yang tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan informasi, tetapi juga membangun hubungan sosial di antara penutur. Dalam interaksi sosial, penggunaan bahasa yang santun menjadi aspek penting untuk menjaga keharmonisan dan menghindari konflik. Kesantunan berbahasa mencerminkan sikap hormat terhadap lawan tutur, serta dipengaruhi oleh faktor sosial seperti usia, status, dan peringkat tindak tutur. Kesantunan berbahasa merupakan aspek penting dalam memengaruhi bagaimana penutur menjaga hubungan interpersonal dengan lawan tutur. Dengan demikian, dalam konteks sosial kesantunan berbahasa digunakan untuk menghindari konflik-konflik dan menjaga hubungan antara penutur dan lawan tutur dalam berkomunikasi. Dalam kehidupan bermasyarakat, kesantunan berbahasa sangat penting, apalagi dalam sebuah Novel sebagai karya sastra yang menghadirkan realitas kehidupan manusia, termasuk bagaimana karakter dalam novel berinteraksi dengan menggunakan bahasa yang santun atau tidak santun. Kesantunan menurut Lakoff . alam Pramujiono et al. , 2. mendefinisikan kesantunan sebagai seperangkat norma perilaku yang kooperatif dalam mengurangi perselisihan dalam interaksi interpersonal. Ditegaskan oleh Leech bahwa sopan santun tidak hanya dimaknai sebagai tindakan yang sekadar beradab saja, setapi mempunyai makna yang lebih penting, yaitu sebagai mata rantai yang hilang antara dengan masalah sebagaimana mengaitkan daya dengan makna (Leech, 1993: . Dalam novel, kesantunan berbahasa berperan untuk menggambarkan interaksi interpersonal dalam memahami hubungan, konflik-konflik, dan emosi tokoh-tokoh. Oleh karena itu, sangat penting adanya bentuk penerapan strategi kesantunan berbahasa, salah satunya adalah novel Dunia Nadhira karya Alnira (Alnira, 2. merupakan salah satu karya sastra yang menggambarkan kehidupan sosial dalam masyarakat, khususnya menghadirkan cerita kehidupan manusia misalnya hubungan percintaan, pekerjaan, dan hubungan orang tua dengan anak. Komunikasi di masyarakat mencerminkan strategi-strategi kesantunan dalam berbahasa, di antaranya strategi langsung dan strategi tidak langsung, hingga strategi kesantunan positif dan strategi kesantunan negatif. Oleh karena itu, strategi ini memengaruhi bagaimana penutur berinteraksi dengan lawan tutur, membangun hubungan, dan menyelesaikan konflik. Dalam kehidupan sehari-hari komunikasi ini terjadi dalam interaksi sosial maupun dalam dalam 68 Dinamika: Jurnal Bahasa. Sastra, dan Pembelajarannya Volume 9 . Februari 2026, halaman 66-75 Kesantunan sebagai etiket seseorang dalam bertutur kata dengan menggunakan pilihan kata yang baik dan santun, serta memperhatikan di mana, kepada siapa, kapan, serta tujuan kita berbicara (Adillah et al. , 2. Hal ini juga termasuk lazim apabila kita memperlakukan kesantunan sebagai suatu konsep yang tegas, sebagai gagasan tingkah laku sosial yang sopan atau itikad yang terdapat dalam budaya (Elmi & Fatmawati, 2. Alasan peneliti memilih novel Dunia Nadhira karya Alnira untuk diteliti adalah yang pertama karena dalam novel tersebut menggambarkan realitas komunikasi seperti kehidupan sehari-sehari yang ada di Kedua, belum ada penelitian yang menggunakan teori kesantunan Brown dan Levinson pada novel Dunia Nadhira karya Alnira. Oleh karena itu, penelitian ini layak untuk diteliti untuk mengetahui strategi kesantunan yang terdapat pada tuturan atau dialog yang digunakan tokoh-tokoh dalam novel. Ketiga, latar belakang sosial yang berbeda, dalam konteks hubungan romantis dan sosial memberikan peluang untuk mengkaji strategi kesantunan berbahasa yang digunakan berdasarkan hubungan interpersonal. (Angraini & Permana,2. mendefinisikan novel yang dituliskan dari imajinasi seseorang yang berisi tentang kisah hidup seseorang secara mendalam yang dituangkan dalam bentuk tulisan yang mengandung unsur intrinsik dan ekstrinsik. Salah satu novel yang menarik untuk diteliti dari perspektif kesantunan berbahasa adalah novel Dunia Nadhira karya Alnira. Beberapa hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian, adapun hasil penelitian relevan pertama yang dilakukan oleh (Nurwahara dkk. yang berjudul AuStrategi Kesantunan Pemain Game dalam Saluran YouTube Jess No LimitAy. Pada penelitian tersebut, peneliti berfokus pada tuturan yang digunakan pemain game pada saluran YouTube Jess No Limit yang mengandung strategi kesantunan. Dari hasil penelitian, ditemukan strategi kesantunan yang paling dominan digunakan. Adapun persamaan penelitian yang dilakukan oleh Nurhawara dkk. terletak pada teori yang digunakan yaitu teori kesantunan berbahasa Brown dan Levinson, sedangkan perbedaan penelitian yang digunakan peneliti sebelumnya menggunakan tuturan atau dialog pemain game pada saluran YouTube. Penelitian relevan selajutnya yang dilakukan oleh (Dewanti, 2. yang berjudul AuPoliteness Strategies of the Main Characters In The Fault In Our Stars NovelAy atau Strategi Kesantunan Tokoh Utama dalam novel Fault In Our Stars. Penelitian ini berfokus pada tuturan tokoh utama pada novel dalam menggunakan strategi kesantunan yang paling sering digunakan dalam novel. Persamaan penelitian yang dilakukan oleh penelitian sebelumnya adalah teori yang digunakan adalah teori kesantunan Brown dan Levinson, sedangkan perbedaan penelitian adalah fokus penelitian hanya menggunakan tuturan tokoh utama dengan menggunakan empat strategi kesantunan, di antaranya ditemukan strategi kesantunan positif yang paling sering digunakan jumlah seratus data, strategi tidak langsung dengan jumlah lima puluh sembilan data, strategi langsung dengan jumlah lima puluh empat data, dan strategi kesantunan negatif sebanyak lima puluh data. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh (Amaliavanti & Wulandari, 2. dengan judul AuStrategi Kesantunan Berbahasa dalam Film Gara-Gara Warisan. Ay Penelitian ini berfokus untuk mendeskripsikan strategi-strategi yang digunakan dalam dialog pemain film Gara-Gara Warisan. Setelah mengetahui penelitian yang dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya, maka penelitian ini masih celah untuk melakukan penelitian tentang kesantunan berbahasa. Penelitian ini berfokus pada bentuk penerapan strategi kesantunan berbahasa. METODE Jenis penelitian yang digunakan peneliti merupakan jenis penelitian kulalitatif yang bersifat deskriptif. Dalam bukunya, (Moleong, 2. mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai penelitian dalam bentuk tulisan atau lisan yang dihasilkan melalui pengamatan perilaku sehingga menghasilkan data-data deskriptif. Pada penelitian ini, data yang digunakan adalah Ningrum Amalia Putri, dkk. : Kesantunan Berbahasa dalam A data kualitatif yang disajikan dalam bentuk verbal atau kata-kata. Sehingga, pada penelitian ini data yang digunakan berupa kutipan atau tuturan dalam novel yang menggunakan strategi kesantunan berbahasa berdasarkan teori Brown dan Levinson. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Teknik ini merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mengkaji dokumen tertulis. Adapun langkah-langkah yang digunakan yaitu membaca dan memahami novel, mengidentifikasi tuturan atau kutipan yang mengandung strategi kesantunan berbahasa, mencatat setiap tuturan atau kutipan yang relevan berdasarkan strategi kesantunan berbahasa, dan mengelompokkan setiap tuturan atau berdasarkan strategi kesantunan berbahasa Brown dan Levinson. HASIL DAN PEMBAHASAN Penggunaan strategi kesantunan oleh tokoh-tokoh dalam novel Dunia Nadhira dipengaruhi oleh beberapa faktor situasional dan relasional. Strategi Kesantunan Positif . : Strategi ini paling banyak digunakan . karena interaksi dalam novel didominasi oleh tokoh-tokoh yang memiliki jarak sosial rendah atau keakraban. Tokoh menggunakan pujian dan pernyataan keakraban untuk memelihara Aumuka positifAy lawan tutur yaitu keinginan untuk dihargai dan disukai sehingga hubungan interpersonal tetap harmonis. Strategi kesantunan negatif digunakan sebanyak . ketika tokoh berada dalam situasi formal atau harus membahas topik sensitif yang berpotensi memicu konflik. Alasan penggunaannya adalah untuk menjaga jarak sosial dan menghormati kebebasan lawan tutur . uka negati. agar tidak merasa dipaksa atau disalahkan secara langsung. Strategi langsung (Bald on Recor. : Hanya ditemukan sedikit . karena strategi ini bersifat menyerang muka tanpa mitigasi. Tokoh hanya menggunakannya dalam situasi mendesak/darurat . asa khawati. atau ketika memiliki kekuasaan . yang jauh lebih tinggi sehingga tidak perlu memperhalus kata-kata. Sedangkan strategi tidak langsung (Off Recor. jarang digunakan . karena sebagian besar tokoh lebih suka berbicara terus terang namun tetap santun. Strategi ini hanya muncul saat tokoh ingin menyampaikan maksud tersirat atau keluhan tanpa ingin menyinggung lawan tutur secara frontal. Dari beberapa temuan dalam penelitian ini memiliki persamaan dan perbedaan dengan penelitian-penelitian terdahulu yang relevan, yaitu ketiga penelitian ini sama-sama menemukan bahwa strategi kesantunan positif adalah yang paling sering digunakan. Hal ini menunjukkan kecenderungan penutur . aik di karya sastra maupun media sosia. untuk mengedepankan Sedangkan perbedaan penelitian terdahulu antara lain yaitu fokus pada seluruh tokoh dan skala sosial . arak, status, situas. dalam konteks masyarakat Indonesia, fokus hanya pada tokoh utama dan mencatat frekuensi data yang lebih besar pada setiap kategori strategi, dan fokus pada komunikasi lisan dalam platform digital YouTube yang memiliki karakteristik bahasa berbeda dari teks novel. Strategi Kesantunan Positif Memberikan Pujian Data 1 Nadhira: AuKamu pinter banget milih tempat. Ay (Alnira, 2018: . Konteks: Nadhira memberikan pujian kepada Arsakha karena memilih tempat yang bagus yaitu Labuan Bajo sebagai destinasi honeymoon mereka. Kalimat Aukamu pinter banget milih tempatAy merupakan kalimat pujian yang diberikannya kepada lawan tutur. 70 Dinamika: Jurnal Bahasa. Sastra, dan Pembelajarannya Volume 9 . Februari 2026, halaman 66-75 Dalam tuturan yang disampaikan Nadhira mengandung strategi kesantunan positif dengan sub strategi memberikan pujian. Kalimat yang disampaikan Nadhira Aukamu pinter banget milih tempatAy menunjukkan pujian. Berdasarkan tuturan yang disampaikan Nadhira kepada Arsakha, maka tuturan tersebut termasuk strategi kesantunan positif yaitu memberikan pujian secara Hal ini ditegaskan dalam kalimat yang disampaikan sebagai bentuk pujian yang Adapun bentuk skala kesantunan yang digunakan Nadhira merupakan jarak sosial rendah . , karena hubungan antara penutur dengan lawan tutur merupakan hubungan dekat sebagai pasangan yang akrab. Penutur menyampaikan pujian terhadap lawan tutur. Data 2 Nadhira: AuYang penting kerja dulu, supaya nggak nyusahin orang tua. Cita-cita urusan Aneh y acara mikir aku?Ay Arsakha: AuKamu mandiri banget, ya! Aku salut sama kamu. Ay (Alnira, 2018: . Konteks: Dalam konteks tuturan di atas merupakan kalimat pujian yang diberikan Arsakha kepada Nadhira sebagai bentuk apresiasi. Dalam strategi kesantunan positif, memberikan pujian adalah cara untuk mempererat hubungan dan menunjukkan rasa hormat. Tuturan yang disampaikan oleh Arsakha kepada Nadhira merupakan tuturan yang mengandung strategi kesantunan positif sub strategi memberikan pujian. Dalam kalimat tersebut. Arsakha memberikan pujian kepada Nadhira karena ia merupakan perempuan yang mandiri dan terkesima dengan ucapan Nadhira tentang bagaimana ia mendapatkan pekerjaan terlebih dahulu dengan mengesampingkan cita-citanya. Adapun skala kesantunan yang mencerminkan hubungan interpersonal antara Arsakha dan Nadhira yaitu memiliki hubungan interpersonal jarak sosial rendah . Hal ini dipertegas karena keduanya memiliki hubungan yang akrab dan dekat sebagai pasangan. Strategi kesantunan positif adalah bentuk strategi yang digunakan penutur untuk menunjukkan keakraban, dan adanya keinginan untuk diterima oleh lawan tutur. Strategi ini didasarkan pada muka positif . ositive fac. , yaitu keinginan seseorang agar tindakannya disukai, dihargai, dan diakui dalam berkomunikasi. Menurut (Brown & Levinson, 1987: . strategi ini merupakan strategi yang digunakan untuk menjaga dan menghargai muka positif lawan tutur yang ingin dihargai dan diterima. Dengan demikian, dalam novel Dunia Nadhira strategi ini berperan dalam menciptakan tuturan-tuturan yang mencerminkan keakraban antara penutur dan lawan tutur. Dalam novel Dunia Nadhira karya Alnira, strategi kesantunan positif banyak digunakan oleh tokoh-tokoh dalam novel, terutama interaksi yang menunjukkan kedekatan emosional. Hal ini sejalan dengan jarak sosial yang ada pada hubungan interpersonal antartokoh, sehingga semakin dekat jarak sosial . penutur dan lawan tutur, maka strategi yang diterapkan ketika berkomunikasi menunjukkan hubungan yang ingin disukai dan diterima, maupun dihargai. Strategi Kesantunan Negatif Menempatkan Tindakan Mengancam Muka Sebagai Aturan Yang Berlaku Umum Data 3 Ibu Nadhira: AuKeluarga kami juga susah kalau mau ke sana Mbak. Ay Ibu Arsakha: AuYah, ini memang risiko kalau nikahnya beda daerah. Ay (Alnira, 2018: Ningrum Amalia Putri, dkk. : Kesantunan Berbahasa dalam A Konteks: Dalam konteks situasi tuturan tersebut, kedua pihak keluarga sedang membahasa tanggal dan tempat yang akan dilangsukannya pernikahan Arsakha dan Nadhira. Tuturan yang disampaikan oleh Ibu Arsakha merupakan tuturan yang mengandung strategi kesantunan negatif yaitu sub strategi menempatkan tindakan mengancam muka sebagai aturan yang berlaku umum. Dari tuturan yang disampaikan pada kalimat AuYah, ini memang risiko kalau nikahnya beda daerah. Ay Dengan demikian, tuturan yang disampaikan ibu Arsakha adalah sebagai fakta umum, dan bukan sebagai kritik langsung terhadap seseorang. Oleh karena itu, penutur menggunakan strategi tersebut untuk menghindari kesan menyalahkan lawan tutur secara langsung. Adapun skala kesantunan dalam mencerminkan hubungan interpersonal yaitu memiliki jarak sosial yang bersifat formal, hal tersebut dipertegas untuk menjaga jarak sosial, menyatakan pendapat tanpa konfrontasi langsung, dan menghindari kesan memaksakan pendapat kepada lawan tutur. Data 4 Nadhira: AuGimana persiapan pernikahanmu, lang?Ay Gilang: AuSudah beres, tinggal tunggu ijab kabul sama resepsi ajaAy Nadhira: AuKalau laki-laki nggak ribet ya, beda banget sama perempuan. Ay Gilang: AuNggak juga sih, soalnya kami berdua nyerahin semua ke orangtua. Biar tetua aja yang ngurusin, gue sama calon gue taunya beres, sah dan halalan toyyiban. Ay (Alnira, 2018:. Konteks: Dalam konteks tuturan tersebut. Nadhira mengatakan kepada Gilang apabila jika lakilaki yang menikah maka tidak ribet atau rumit, berbeda halnya dengan perempuan yang rumit. Tuturan yang disampaikan oleh Nadhira termasuk strategi kesantunan negatif sub strategi menempatkan tindakan mengancam muka sebagai atauran yang berlaku umum. Tuturan yang disampaikan Nadhira tentang AuKalau laki-laki nggak ribet ya, beda banget sama perempuanAy menyatakan sebagai bentuk perbandingan perbedaan antara perempuan dan laki-laki. Adapun skala kesantunan yang digunakan adalah bentuk peringkat tindak tutur . yang digunakan penutur karena memiliki potensi ancaman muka yaitu membandingkan kelompok tertentu. Akan tetapi, karena disampaikan sebagai bentuk aturan umum, maka dampaknya lebih netral. Strategi kesantunan negatif merupakan strategi yang digunakan penutur untuk menunjukkan rasa hormat dan menjaga jarak dengan lawan tutur. Strategi ini didasarkan pada konsep muka negatif . egative fac. , yaitu keinginan seseorang untuk bebas dari paksaan, tekanan, dan gangguan terhadap kebebasan dalam bertindak. Dalam novel Dunia Nadhira, strategi ini muncul dalam situasi-situasi yang menuntut kehati-hatian dalam berbicara, sopan santun, dan formalitas dalam berkomunikasi dalam membahas hal-hal sensitif, mengungkapkan pendapat yang bisa memicu konflik antara penutur dan lawan tutur, serta berinteraksi dengan tokoh yang memiliki status sosial yang berbeda. Strategi kesantunan negatif dalam novel Dunia Nadhira menunjukkan bahwa penutur memiliki sensivitas sosial yang tinggi. Tokoh-tokoh dalam novel menggunakan strategi ini untuk menjaga hubungan tetap harmonis meskipun membahasa topik-topik yang berpotensi memunculkan konflik. Strategi Langsung (Bald on recor. Data 5 Arsakha: AuKamu di mana?Ay 72 Dinamika: Jurnal Bahasa. Sastra, dan Pembelajarannya Volume 9 . Februari 2026, halaman 66-75 Arsakha: AuNadhira, kamu di mana?Ay Nadhira: AuAkA Aku di MedistraAy Arsakha: AuTunggu di sana, jangan kemana-mana sampai aku datang!Ay (Alnira, 2018: Konteks: Arsakha bertanya keapada Nadhira di mana dia sekarang, setelah mengetahui keberadaan Nadhira ia memberi perintah kepada Nadhira untuk tidak meninggalkan rumah sakit Medistra sampai Arsakha datang. Tuturan yang diucapkan oleh Arsakha merupakan tuturan yang mengandung strategi kesantunan langsung . ald on recor. Tuturan ini digunakan penutur untuk memberikan perintah kepada orang yang dianggap memiliki kedekatan yang akrab. Pada situasi tersebut, dalam kalimatnya Arsakha mengatakan AuTunggu di sana, jangan kemana-mana sampai aku datangAy. Dalam hal ini, penutur menggunakan strategi langsung karena dalam konteks tuturan tersebut penutur berada pada situasi yang mendesak dan merasa khawatir sehingga Arsakha memberikan perintah untuk tidak meninggalkan rumah sakit tersebut sampai ia datang untuk menjemput Nadhira. Adapun bentuk penerapan strategi kesantunan yang mencerminkan hubungan interpersonal yang digunakan Arsakha merupakan bentuk penerapan jarak sosial rendah . sebagai pasangan. Data 6 Ibu Lita: AuSudah! Sudah! Mentang-mentang Bu Susi lagi meeting di KCU, semua pada ribut, ayo briefing!Ay (Alnira, 2018:. Konteks: Ibu Lita menegur pegawai yang sedang ribut untuk berhenti. Hal ini terjadi karena Ibu Susi yang sedang melakukan meeting di KCU sehingga mereka berani bersuara lebih keras sehingga Ibu Lita menegur mereka karena selain jabatan yang di kantor lebih tinggi dan memiliki kekuasaan untuk mengambil alih tanggung jawab untuk menegur pegawai Tuturan yang diucapkan Ibu Lita merupakan tuturan yang mengandung strategi langsung . ald on recor. Kalimat AuMentang-mentang ibu Susi lagi meeting di KCU, semua pada rebut, ayo briefing!Ay Pada tuturan yang disampaikan dalam bentuk perintah secara langsung dan tegas tanpa memperhalus kata-kata menunjukkan bahwa Ibu Lita menggunakanbahasa secara langsung dan professional dan untuk menghentikan segala bentuk perilaku yang menganggu tanpa khawatir mengancam muka lawan tutur . egative fac. Adapun bentuk penerapan strategi kesantunan yang mencerminkan hubungan interpersonal yang digunakan Ibu Lita merupakan bentuk penerapan status sosial tinggi . sebagai bentuk kekuasaan pemimpin yang memiliki kuasa dalam situasi tersebut. Strategi langsung atau bald on record merupakan strategi kesantunan berbahasa yang digunakan penutur untuk menyampaikan maksud secara tegas, langsung, dan tanpa basa-basi. Strategi ini tidak berusaha menyamarkan ancaman terhadap muka lawan tutur. Dalam novel Dunia Nadhira, hanya terdapat dua data yang menunjukkan penggunaan strategi bald on record. Hal ini menunjukkan bahwa situasi dan bentuk penerapan strategi kesantunan digunakan sebagai bentuk ekspresi langsung penutur dalam menyampaikan keinginannya. Tuturan ini merupakan bentuk perintah langsung dan tegas tanpa upaya untuk mengurangi dampak emosionalnya. Penutur menyampaikan keinginan tanpa menyamarkannya melalui bahasa yang sopan atau tidak Sedangkan dalam penelitian yang dilakukan oleh (Subhan Husain et al. , 2. Strategi ketidaksantunan bald on record mengacu pada bentuk tuturan yang langsung menyerang lawan Ningrum Amalia Putri, dkk. : Kesantunan Berbahasa dalam A tutur tanpa adanya mitigasi atau strategi kesantunan dan cenderung mengabaikan sisi negatif dan Strategi Tidak Langsung (Off Recor. Data 7 Ibu Susi: AuNadi, mobil kamu di kantor?Ay Nadhira: AuIya. BuAy Ibu Susi: AuNah, ini mobil mau saya bawa pulang, si Timo kan nggak ikut ke sini. Kalau mau ikut saya, kita putar arah dan pasti kena macet. Ay Nadhira: AuNggak apa-apa. Bu, nanti saya naik taksi saja ke kantor. Ay (Alnira, 2018: . Konteks: Dalam konteks tuturan tersebut. Nadhira dan Ibu Susi sedang berada di parkiran. Ibu Susi akan membawa pulang mobil kantor, tetapi tidak akan memberikan tumpangan kepada Nadhira karena tujuan yang berbeda arah. Tuturan yang diucapkan oleh Ibu Susi merupakan tuturan yang mengandung strategi tidak langsung . ff recor. , yang berarti penutur menyampaikan informasi yang bersifat tersirat sehingga lawan tutur harus menafsirkan maksudnya. Dalam kalimatnya, ibu Susi mengatakan AuKalau kamu ikut saya, kita putar arah dan pasti kena macet. Ay Penutur tidak mengatakan secara langsung kepada lawan tutur, tetapi lebih menyarankan agar lawan tutur tidak ikut dan dapat menafsirkan bahwa jika Nadhira ikut, maka mereka harus putar arah dan akan terkena macet. Data 8 Nadhira: AuDuh, kadang kasihan ini rambut disiksa setiap hari. Tapi, kalau dipendeki, nanti pacar gue nggak bisa ngusap-ngusap rambut gue dong. Ay Fera: AuIdih! Tahu deh yang sering-sering dielus-elus. Ay (Alnira, 2018: . Konteks: Dalam konteks tuturan tersebut. Nadhira mengatakan bahwa ia merasa kasihan dengan keadaan rambutnya yang setiap hari harus diksa setiap hari. Tuturan yang diucapkan oleh Nadhira mengandung strategi tidak langsung . ff recor. Tuturan tersebut merupakan tuturan yang mengandung ambiguitas dan menyatakan keluhan yang bersifat humor. Strategi kesantunan tidak langsung dapat diidentifikasi pada kalimat AuDuh, kadang kasihan ini rambut disiksa setiap hari. Ay Ini menunjukkan bahwa penutur menyampaikan maksudnya secara tersirat sehingga lawan tutur dapat menginterpretasikan sendiri informasi yang disampaikan oleh penutur. Adapun bentuk penerapan strategi kesantunan yang digunakan tokoh dalam novel adalah . jarak sosial yang rendah. Tuturan yang disampaikan menggunakan gaya bahasa yang santai dan akrab. Ini menunjukkan bahwa Nadhira berbicara kepada seseorang yang akrab Penutur tidak menjaga jarak sosial, tetapi terbuka membicarakan maksud yang bersifat ambigu dan intim serta emosional. Strategi tidak langsung atau off record merupakan strategi kesantunan berbahasa yang digunakan penutur untuk menyampaikan maksud secara tersamar atau tersirat kepada lawan tutur. Dengan demikian, lawan tutur dapat menginterpretasikan maksud atau informasi yang disampaikan oleh penutur. Dalam novel Dunia Nadhira, strategi ini jarang digunakan karena hanya ditemukan dua data. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar interaksi tokoh dalam novel bersifat terus terang namun tetap santun. 74 Dinamika: Jurnal Bahasa. Sastra, dan Pembelajarannya Volume 9 . Februari 2026, halaman 66-75 Ketika strategi ini digunakan, maka strategi ini muncul dalam situasi sensitif dan penutur tidak ingin menyatakan sesuatu secara langsung agar tetap sopan dan tidak menyinggung. Dari hasil temuan, penelitian ini menunjukkan sebagian besar penerapan strategi kesantunan positif yang digunakan oleh tokoh-tokoh dalam novel Dunia Nadhira. Berdasarkan hasil penelitian, strategi kesantunan yang paling dominan ditemukan pada tuturan atau kutipan dalam novel Dunia Nadhira karya Alnira adalah strategi kesantunan positif sebanyak enam belas data, diikuti strategi kesantunan negatif sebanyak empat belas data, dan strategi langsung serta strategi tidak langsung masing-masing ditemukan sebanyak dua data. Hal ini dapat dibuktikan karena dalam tuturan atau kutipan dalam novel penutur lebih banyak menggunakan strategi kesantunan positif sebagai wujud ingin diterima dan dihargai dalam anggota kelompok. PENUTUP Dari hasil penelitian ini, pentingnya kesantunan berbahasa digunakan baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam sebuah karya sastra, contohnya novel. Melalui kajian pragmatik Brown dan Levinson, khususnya strategi kesantunan yang kemukakan oleh Brown dan Levinson penelitian ini menganalisis bagaimana strategi kesantunan yang ditemukan pada tuturan atau kutipan dalam novel dalam berkomunikasi berdasarkan skala kesantunan antara penutur dana lawan tutur. Peneliti selanjutnya dapat melakukan pengembangan terkait penelitian bahasa, khususnya tentang materi kesantunan berbahasa dengan menggunakan film atau penutur dalam saluran YouTube sehingga memungkinkan perbandingan bagaimana strategi kesantunan yang digunakan dalam bentuk komunikasi lisan dan tertulis. Penelitian kesantunan berbahasa sebagai bentuk strategi kesantunan agar dapat menambah pengetahuan dan dijadikan sebagai rujukan untuk melakukan penelitian mengenai masyarakat berkomunikasi dengan menggunakan strategi kesantunan. DAFTAR PUSTAKA