Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 3. No. Desember Tahun 2024 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 102-111 Analisis Faktor Ae Faktor Yang Mempengaruhi TPAK Dan Kemiskinan Di Provinsi Aceh Fujiati Putri Pharaztiwi1*. Riska Hafifa2. Aldi Syahputra3. Asnidar4. Ahmad Ridha5 1,2,3,4,5Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Ekonomi Pembangunan. Universitas Samudra. Langsa. Indonesia Email: 1*fharaztiwifuji@gmail. com, 2Piriska081@gmail. com, 3aldisyahputra345@gmail. 4asnidar@unsam. d, 5ahmad. ridha@unsam. (* : coressponding autho. Abstrak Oe Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan dan kesehatan terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja serta dampaknya terhadap kemiskinan di Provinsi Aceh pada periode 2013-2022. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis jalur. Data dalam penelitian bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara langsung pendidikan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja di Provinsi Aceh. Kesehatan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja di Provinsi Aceh, sedangkan pendidikan, kesehatan dan tingkat partisipasi angkatan kerja berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Aceh. Secara tidak langsung pendidikan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan melalui tingkat pertisipasi angkatan kerja di Provinsi Aceh dan kesehatan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan melalui partisipasi angkatan tenaga kerja di Provinsi Aceh. Kata Kunci: Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja. Kemiskinan. Pendidikan. Kesehatan. Abstract Oe This study aims to analyze the influence of education and health on the labor force participation rate and its impact on poverty in Aceh Province in the period 2013-2022. The research method uses a quantitative approach with path analysis. The data in the study came from the Aceh Central Statistics Agency (BPS). The results of the study indicate that education directly has a positive and insignificant effect on the labor force participation rate in Aceh Province. Health has a negative and insignificant effect on the labor force participation rate in Aceh Province, while education, health and labor force participation rates have a negative and insignificant effect on poverty in Aceh Province. Indirectly, education has a negative and insignificant effect on poverty through the labor force participation rate in Aceh Province and health has a negative and insignificant effect on poverty through labor force participation in Aceh Province. Keywords: Labor Force Participation Rate. Poverty. Education. Health. PENDAHULUAN Kemiskinan adalah suatu kondisi sosial ekonomi dimana seseorang, keluarga, atau kelompok tidak mempunyai akses yang memadai terhadap sumber daya dan barang yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup, seperti: Contoh: pangan, papan, sandang, pendidikan, pelayanan Kemiskinan dapat disebabkan oleh faktor ekonomi, sosial, atau politik yang membatasi kemampuan seseorang untuk mencapai taraf hidup yang layak. Rendahnya tingkat kemiskinan mengakibatkan tingginya kesejahteraan masyarakat. Kemiskinan merupakan sebuah fenomena sosial yang tidak bisa hanya sekedar dibicarakan. Hingga saat ini, kemiskinan masih menjadi momok bagi setiap individu, baik di Indonesia maupun di negara lain. Penyebab kemiskinan bermacam-macam, mulai dari pendidikan, kesehatan, dan terbatasnya kesempatan kerja hingga perasaan malas yang dimiliki individu. Umumnya masyarakat yang menganggap dirinya termasuk dalam kategori AumiskinAy menggunakan berbagai cara untuk memenuhi kebutuhannya, seperti meminjam uang kepada orang lain, bank tabungan, koperasi, atau Ketika semua tindakan yang diambil tidak mencukupi, kejahatan seperti pencurian terjadi. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, banyak orang berlomba-lomba memperbaiki kehidupannya dan dimulai dengan mencari pendidikan tinggi. Jika melihat secara umum, pemerintah telah memberikan bantuan yang dirasa dapat membantu seperti pemberian beasiswa Pendidikan (Aprilia & Sugiharti, 2. Tantangan pembangunan di Aceh secara keseluruhan sangat kompleks, terutama karena tingkat kemiskinan di provinsi ini relatif tinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia. Salah satu pendekatan untuk memahami dan mengatasi kemiskinan adalah dengan menganalisis faktor-faktor Fujiati Putri Pharaztiwi | https://journal. id/index. php/manekin | Page 102 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 3. No. Desember Tahun 2024 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 102-111 yang mempengaruhi angkatan kerja, seperti pendidikan dan kesehatan. Pendidikan memegang peranan penting dalam mengubah kualitas sumber daya manusia yang merupakan faktor utama Masyarakat yang berpendidikan tinggi cenderung memiliki keterampilan berkualitas lebih tinggi, sehingga membantu mereka mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan pada akhirnya memperoleh pendapatan yang lebih tinggi. Namun, kesehatan juga menjadi faktor penting dalam menentukan seberapa optimal seseorang dapat bekerja. Ketika seseorang mempunyai suatu penyakit atau masalah kesehatan dan tidak mendapatkan pengobatan yang memadai, maka akan sulit baginya untuk bekerja secara efisien dan efektif. Hasilnya, tingkat kemiskinan juga mempengaruhi tingkat partisipasi angkatan kerja. Perekonomian yang baik dicerminkan dari penurunan tingkat kemiskinan yang semakin terus menurun dari tahun ketahun (Ulfah, 2. Pendidikan. Kemiskinan. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja, dan Kemiskinan Provinsi Aceh 2013 - 2022 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 TPAK Sumber : Badan Pusat Statistik Aceh, 2024 Gambar 1. Pendidikan. Kesehatan. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja dan Kemiskinan Provinsi Aceh 2013-2022 Berdasarkan gambar 1, kondisi Kemiskinan Provinsi Aceh selama 10 tahun terakhir. Berdasarkan kemiskinan di aceh sebesar 15,32% pada tahun 2019, namun menurun menjadi 14,99% pada tahun 2020 karena adanya penurunan pengangguran, namun kemiskinan di provinsi Aceh melonjak kembali menjadi 15,33% pada tahun 2021 akibat pandemi covid-19, namun menurun lagi menjadi 14,64% pada tahun 2022. Secara keseluruhan, kondisi kemiskinan di provinsi aceh menunjukan perbaikan dan kembali menurun sebesar 14,45% pada tahun 2023. Masalah pendidikan di Provinsi Aceh pada dasarnya disebabkan oleh rendahnya mutu pendidikan dan manajemen sekolah, untuk itu berbagai cara telah dilakukan oleh pemerintahan Aceh diantaranya dengan mengembangkan kurikulum berbasis kompentensi dan mutu tenaga pengajar sehingga diharapkan dapat menciptakan lulusan yang lebih berkualitas. Hampir tidak ada yang membantah bahwa pendidikan adalah pionir dalam pembangunan masa depan suatu bangsa. Jika dunia pendidikan suatu bangsa sudah jatuh maka kehancuran bangsa tersebut tinggal menunggu waktu, sebab pendidikan menyangkut pembangunan karakter dan sekaligus mempertahankan jati diri manusia suatu bangsa (Agustina et al. , 2. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Provinsi Aceh sangat dipengaruhi oleh faktor Pendidikan menjadi salah satu elemen penting dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja, sehingga mampu bersaing di pasar kerja. Berdasarkan penelitian, rata-rata lama sekolah di Aceh masih tergolong rendah dibandingkan rata-rata nasional, yang mengindikasikan keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas. Hal ini memengaruhi kemampuan individu untuk mendapatkan pekerjaan yang memadai atau menciptakan peluang ekonomi sendiri. Dalam konteks ini, peningkatan tingkat partisipasi angkatan kerja menjadi tantangan karena kurangnya keterampilan yang relevan di pasar kerja modern, yang sebagian besar membutuhkan tenaga kerja berpendidikan lebih tinggi. Kesehatan merupakan faktor penting dalam menentukan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). Di Provinsi Aceh, terdapat sejumlah permasalahan kesehatan yang memengaruhi Fujiati Putri Pharaztiwi | https://journal. id/index. php/manekin | Page 103 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 3. No. Desember Tahun 2024 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 102-111 kemampuan tenaga kerja untuk berpartisipasi secara optimal dalam pasar kerja. Di beberapa daerah terpencil di Aceh, akses ke fasilitas kesehatan yang memadai masih menjadi tantangan. Keterbatasan ini memengaruhi kemampuan penduduk usia kerja untuk menjaga kesehatan mereka, sehingga berdampak pada tingkat partisipasi di pasar kerja. Selain itu, tingkat pendidikan yang rendah juga menjadi penghambat dalam memperbaiki keadaan ekonomi masyarakat Aceh. Banyak daerah di Aceh yang masih memiliki Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang rendah, yang menunjukkan bahwa individu yang terdidik dengan baik lebih cenderung bekerja dan memperoleh pendapatan yang lebih tinggi. Pendidikan yang baik memberikan keterampilan yang dibutuhkan untuk memasuki pasar kerja, mengurangi pengangguran dan mengurangi angka kemiskinan secara Hipotesis Pendidikan secara langsung berpengaruh signifikan terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja di Provinsi Aceh Kesehatan secara langsung berpengaruh signifikan terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja di Provinsi Aceh Pendidikan secara langsung berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Aceh Kesehatan secara langsung berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Aceh Tingkat partisipasi angkatan kerja secara langsung berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Aceh Pendidikan secara tidak langsung berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Aceh melalui tingkat partisipasi angkatan kerja Kesehatan secara tidak langsung berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Aceh melalui tingkat partisipasi angkatan kerja METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif pada dasarnya memfokuskan penelitianya pada data-data angka atau numerik yang nantinya di olah dengan metode Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data time series dengan periode 2013 Ae 2022 yang di publikasihkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan teknik analisis jalur . ath analysi. Pengolahan data dilakukan melalui penggunaan program Software Eviews 10. Model Analisis Jalur Pengaruh Pendidikan Dan Terhadap TPAK Serta Hubungan Terhadap Kemiskinan Di Provinsi Aceh sebagai berikut : Gambar 2. Model Analisis Jalur (Path Analysi. Fujiati Putri Pharaztiwi | https://journal. id/index. php/manekin | Page 104 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 3. No. Desember Tahun 2024 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 102-111 = 1X1 2X2 e1. = 3X1 4X2 5Y1 e2. Keterangan : = Tingkat Partisipasi Angkatan kerja = Kemiskinan = Pendidikan = Kesehatan 1, 2, 3, 4, 5 = Koefisiensi regresi untuk masing-masing variabel X e1, e2 = Error ANALISA DAN PEMBAHASAN 1 Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Series: Residuals Sample 2013 2022 Observations 10 Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis Jarque-Bera Probability Sumber : Eviews 10 . ata diolah, 2. Gambar 3. Hasil Uji Normalitas Berdasarkan gambar 3, di peroleh hasil uji normalitas diatas, di peroleh nilai probability Jarque-Bera sebesar 0,6392 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan data berdistribusi normal. Uji Heteroskedastisitas Tabel 1. Hasil Uji Heteroskedastisitas Heteroskedasticity Test: Breusch-Pagan-Godfrey Null hypothesis: Homoskedasticity F-statistic Obs*R-squared Scaled explained SS Prob. Prob. Chi-Square. Prob. Chi-Square. Sumber : Eviews 10 . ata diolah, 2. Berdasarkan tabel 1, di peroleh hasil uji heteroskedastisitas diatas, di peroleh nilai prob. Chi Ae Square pada Obs*R-squared yaitu sebesar 0,2775 > 0,05, maka dapat disimpulkan data terbebas dari masalah heteroskedastisitas. Fujiati Putri Pharaztiwi | https://journal. id/index. php/manekin | Page 105 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 3. No. Desember Tahun 2024 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 102-111 Uji Autokolerasi Tabel 2. Hasil Uji Autokolerasi Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test: Null hypothesis: No serial correlation at up to 2 lags F-statistic Obs*R-squared Prob. Prob. Chi-Square. Sumber : Eviews 10 . ata diola. Berdasarkan tabel 2, diperoleh hasil uji autokolerasi diatas, diperoleh prob. Chi Ae Square pada Obs*Rsquared yaitu sebesar 0,8661 > 0,05, maka dapat disimpulkan data tidak terdapat masalah autokorelasi. 2 Analisis Regresi Persamaan Substruktur I Tabel 3. Hasil Uji Analisis Regresi Persamaan Subtruktur I Dependent Variable: LOGTPAK Method: Least Squares Date: 11/21/24 Time: 01:53 Sample: 2013 2022 Included observations: 10 Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. LOGPD LOGKS R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Sumber : Eviews 10 . ata diolah, 2. Berdasarkan tabel 3, maka hasil analisis dapat dibuat persamaan regresi pada substruktur I sebagai berikut: TPAK = 0,7083PD Ae 4,4886KS e1 3 Analisis Regresi Persamaan Substruktur II Tabel 4. Hasil Uji Analisis Regresi Persamaan Substruktur II Dependent Variable: LOGKM Method: Least Squares Date: 11/21/24 Time: 01:56 Sample: 2013 2022 Included observations: 10 Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. LOGPD LOGKS LOGTPAK R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Sumber : Eviews 10 . ata diolah, 2. Fujiati Putri Pharaztiwi | https://journal. id/index. php/manekin | Page 106 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 3. No. Desember Tahun 2024 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 102-111 Berdasarkan tabel 4, maka hasil analisis dapat dibuat persamaan regresi pada substruktur II sebagai berikut: KM = Ae 0,3038PD Ae 12,1511KS Ae 0,2453TPAK e2 Hasil estimasi koefisien determinasi dengan nilai R Squared diperoleh sebesar 0,9558 atau 95,58% yang menunjukkan kemampuan variabel pendidikan, kesehatan dan tingkat partisipasi angkatan kerja dalam menjelaskan variasi yang terjadi pada tingkat kemiskinan di Provinsi Aceh sebesar 95,58%. Sedangkan sisanya 4,42% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. 4 Pengaruh Langsung (Direct Effec. Pengaruh Tidak Langsung (Indirect Effec. dan Pengaruh Total (Total Effec. Adapun perhitungan untuk analisis pengaruh langsung, pengaruh tidak langsung dan pengaruh total yaitu sebagai berikut : Tabel 5. Pengaruh Langsung (Direct Effec. Pengaruh Tidak Langsung (Indirect Effec. dan Pengaruh Total (Total Effec. Pengaruh Hubungan Variabel Langsung Tidak Langsung Melalui Y1 Total X1 Ie Y1 0,7083 0,7083 X2 Ie Y1 -4,4886 -4,4886 X1 Ie Y2 -0,3038 -0,1737 -0,4775 X2 Ie Y2 -12,1511 1,1010 -11,0501 Y1 Ie Y2 -0,2453 -0,2453 Hasil penelitian . ata diolah, 2. Sumber : Hasil penelitian . ata diolah, 2. Gambar 4. Model Analisis Jalur (Path Analysi. Berdasarkan hasil penelitian hubungan antara variabel yang terbentuk model koefisien analisis jalur. Adapun persamaan substruktur dapat menjadi model koefisien analisis jalur, yaitu sebagai berikut: Persamaan Substruktur I : Y1 = 0,7083Y1X1 Ae 4,4886Y1X2 0,3663u1 Fujiati Putri Pharaztiwi | https://journal. id/index. php/manekin | Page 107 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 3. No. Desember Tahun 2024 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 102-111 Persamaan Substruktur II : Y2 = -0,3038Y2X1 -12,1511Y2X2 - 0,2453Y2Y1 0,0443u2 Nilai koefisien determinasi sebesar 0,9998 menunjukkan bahwa 99,98% informasi yang terkandung dalam data dapat dijelaskan oleh model, sedangkan sisanya sebesar 0,02% dijelaskan oleh error dan variabel lain diluar model. Angka koefisien pada model ini relatif besar sehingga layak dilakukan interpretasikan lebih lanjut. 1 Pengaruh Pendidikan Secara Langsung Terhadap Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di Provinsi Aceh. Besaran pengaruh pendidikan terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 0,7083 signifikan pada prob. 0,0262 < = 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja. Jika terjadi peningkatan pendidikan sebesar 1 tahun, maka tingkat partisipasi angkatan kerja di Provinsi Aceh akan meningkat secara signifikan sebesar 0,7083 persen. Sebaliknya jika terjadi penurunan pendidikan sebesar 1 tahun, maka tingkat partisipasi angkatan kerja di Provinsi Aceh akan menurun secara signifikan sebesar 0,7083 persen dalam satu tahun, cateries paribus. Hasil ini menunjukan bahwa pendidikan merupakan faktor penting dalam menentukan keterlibatan individu dalam tingkat partisipasi angkatan kerja. Pendidikan yang lebih tinggi dapat meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan individu, sehingga memperbesar peluang mereka untuk berpartisipasi di dunia kerja. Sebaliknya, tingkat pendidikan yang rendah dapat membatasi peluang dan keterlibatan individu dalam pasar tenaga kerja, yang berdampak pada penurunan tingkat partisipasi angkatan kerja. Hal ini juga memberikan implikasi kebijakan bagi pemerintah, khususnya di Provinsi Aceh, bahwa upaya peningkatan akses dan kualitas pendidikan harus menjadi prioritas. Investasi dalam sektor pendidikan dapat memberikan dampak positif jangka panjang dalam meningkatkan tingkat partisipasi tenaga kerja, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut. Hasil ini sesuai dengan penelitian (Siti, 2. yang menyatakan bahwa pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja. 2 Pengaruh Kesehatan Secara Langsung Terhadap Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di Provinsi Aceh. Besaran pengaruh variabel kesehatan sebesar Ae 4,4887 dan signifikan pada prob. 0,0795 > = 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan kesehatan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja. Jika terjadi penurunan kesehatan sebesar 1 persen, maka tingkat partisipasi angkatan kerja di Provinsi Aceh akan meningkat secara tidak signifikan sebesar 4,4887 persen. Sebaliknya jika terjadi peningkatan kesehatan sebesar 1 persen, maka tingkat partisipasi angkatan kerja di Provinsi Aceh akan menurun secara tidak signifikan sebesar 4,4887 persen dalam satu tahun, cateries paribus. Hasil ini mengindikasikan bahwa di Provinsi Aceh, hubungan negatif dan tidak signifikan ini dapat menunjukkan hubungan kesehatan dengan tingkat partisipasi angkatan kerja tidak signifikan, angka harapan hidup tetap menjadi indikator penting dalam pembangunan manusia. Pemerintah tetap perlu memperhatikan upaya peningkatan kesehatan masyarakat secara menyeluruh, termasuk memastikan akses terhadap layanan kesehatan yang peningkatan kesehatan dapat dikaitkan dengan berkurangnya partisipasi angkatan kerja, yang mungkin terjadi karena adanya peningkatan jumlah penduduk lansia yang tidak aktif secara Ketika angka harapan hidup meningkat, proporsi penduduk yang berada di luar usia kerja produktif . isalnya, lansi. juga cenderung bertambah, yang dapat menurunkan angka keseluruhan partisipasi angkatan kerja. Sebaliknya, penurunan angka harapan hidup dapat mencerminkan tingginya tingkat partisipasi angkatan kerja dalam kelompok usia produktif, meskipun mungkin dalam kondisi kesehatan yang kurang optimal. Hasil ini sesuai dengan penelitian (Sutranggono et , 2. dan (Hastuti et al. , 2. yang menyatakan bahwa secara signifikan indeks kesehatan mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja. Fujiati Putri Pharaztiwi | https://journal. id/index. php/manekin | Page 108 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 3. No. Desember Tahun 2024 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 102-111 3 Pengaruh Pendidikan Secara Langsung Terhadap Kemiskinan di Provinsi Aceh. Besaran pengaruh variabel pendidikan sebesar -0,3038 dan signifikan pada prob. 0,6791 > = 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan pendidikan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan. Jika terjadi peningkatan pendidikan sebesar 1 persen, maka kemiskinan di Provinsi Aceh akan menurun secara tidak signifikan sebesar 0,3038 persen. Sebaliknya jika terjadi penurunan pendidikan sebesar 1 persen, maka kemiskinan di Provinsi Aceh akan meningkat secara tidak signifikan sebesar 0,3038 persen dalam satu tahun, cateries paribus. Di Provinsi Aceh, hasil ini menujukan pengaruh negatif dan tidak signifikan dikarnakan adanya potensi hubungan antara pendidikan dan kemiskinan, di mana peningkatan pendidikan dapat membantu mengurangi Namun, karena pengaruhnya tidak signifikan, hal ini mengindikasikan bahwa peran pendidikan dalam mengurangi kemiskinan di Provinsi Aceh mungkin belum optimal atau tergantung pada faktor-faktor lain. Salah satu kemungkinan adalah bahwa kualitas pendidikan atau relevansi keterampilan yang diperoleh dari pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja di Aceh belum memadai, sehingga peningkatan pendidikan belum secara langsung berdampak pada peningkatan pendapatan dan pengurangan kemiskinan. Hasil ini sesuai dengan penelitian (Natari, 2. dan (Asnidar et al. yang menyatakan bahwa secara parsial Pendidikan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan. 4 Pengaruh Kesehatan Secara Langsung Terhadap Kemiskinan di Provinsi Aceh. Besaran pengaruh variabel kesehatan sebesar -12,1511 dan signifikan pada prob. 0,0604 > = 0,05. Artinya kesehatan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan. Jika terjadi peningkatan kesehatan sebesar 1 persen, maka kemiskinan di provinsi Aceh akan menurun secara tidak signifikan sebesar 12,1511 persen. Sebaliknya jika terjadi penurunan kesehatan sebesar 1 persen, maka kemiskinan di Provinsi Aceh akan meningkat secara tidak signifikan sebesar 12,1511 persen dalam satu tahun, cateries paribus. Di Provinsi Aceh, pengaruh kesehatan terhadap kemiskinan dapat dilihat sebagai hubungan potensial. Peningkatan kesehatan dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja, mengurangi biaya pengobatan, serta meningkatkan kemampuan individu untuk bekerja lebih lama dan lebih efisien, yang pada akhirnya dapat membantu menurunkan Ketidaksignifikanan hubungan ini juga dapat disebabkan oleh kurangnya pemerataan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas atau tidak cukupnya investasi di sektor Selain itu, indikator kesehatan yang digunakan, seperti angka harapan hidup, mencerminkan rata-rata kondisi kesehatan masyarakat secara umum, yang mungkin tidak sepenuhnya merepresentasikan kelompok rentan yang berada di bawah garis kemiskinan. Meskipun ada peningkatan angka harapan hidup, perbaikan dalam kualitas hidup dan pengurangan kemiskinan sering kali dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kesempatan kerja, pendidikan, dan pendapatan rumah tangga. Hasil ini sesuai dengan penelitian (Thahir et al. , 2. dan (Hastuti et al. , 2. menyatakan bahwa tingkat kesehatan mempunyai hubungan negatif namun tidak berpengaruh signifikan terhadap persentase penduduk miskin. 5 Pengaruh Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Secara Langsung terhadap kemiskinan di Provinsi Aceh. Besaran variabel tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar -0,2453 dan signifikan pada prob. 0,7444 > = 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan tingkat partisipasi angkatan kerja berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan. Jika terjadi peningkatan tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 1 persen, maka kemiskinan di Provinsi Aceh akan menurun secara tidak signifikan sebesar 0,2453 persen. Sebaliknya jika terjadi penurunan tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 1 persen, maka kemiskinan di Provinsi Aceh akan meningkat secara tidak signifikan sebesar 0,2453 persen dalam satu tahun, cateries paribus. Di Provinsi Aceh, partisipasi angkatan kerja dapat berkontribusi pada pengurangan kemiskinan dengan meningkatkan pendapatan rumah tangga. Ketika lebih banyak individu terlibat dalam aktivitas ekonomi, potensi untuk memperoleh pendapatan yang lebih tinggi juga meningkat, yang dapat membantu keluarga keluar dari jeratan kemiskinan. Hasil ini sesuai dengan penelitian (Ashari & Athoillah, 2. tingkat partisipasi angkatan kerja terhadap kemiskinan memiliki pengaruh negatif dan signifikan di Kawasan Tapal Kuda. Fujiati Putri Pharaztiwi | https://journal. id/index. php/manekin | Page 109 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 3. No. Desember Tahun 2024 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 102-111 6 Pengaruh Pendidikan Secara Tidak Langsung Terhadap Kemiskinan Melalui Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di Provinsi Aceh. Besaran pengaruh tidak langsung pendidikan terhadap kemiskinan melalui tingkat partisipasi angkatan kerja adalah -0,1737 dan tidak signifikan pada prob. 0,6791> = 0,05. Yang berarti secara tidak langsung pendidikan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan melalui tingkat partisipasi angkatan kerja. Pengaruh pendidikan terhadap kemiskinan melalui tingkat partisipasi angkatan kerja di Provinsi Aceh penting untuk diperhatikan, terutama dengan mempertimbangkan indikator pendidikan seperti rata-rata lama sekolah. Rata-rata lama sekolah mencerminkan tingkat pendidikan masyarakat di suatu daerah dan berkaitan erat dengan kemampuan mereka berpartisipasi dalam pasar tenaga kerja dan mendapatkan pekerjaan yang layak. Di provinsi Aceh, dimana banyak masyarakatnya masih berjuang melawan kemiskinan, pendidikan merupakan alat penting untuk meningkatkan kualitas hidup. Biasanya, semakin lama rata-rata masa sekolah yang dimiliki seseorang, semakin baik keterampilan dan pengetahuan yang dimilikinya. Masyarakat dengan pendidikan tinggi cenderung memiliki akses lebih mudah terhadap informasi dan peluang karir, sehingga memungkinkan mereka bersaing di pasar kerja yang lebih luas. Dengan pendidikan yang lebih baik, individu dapat memperoleh pekerjaan yang menawarkan upah lebih tinggi dan kondisi kerja yang lebih baik, yang secara langsung dapat mengurangi kemiskinan. Ratarata lama sekolah sebagai salah satu indikator pendidikan memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang pada akhirnya mendorong peningkatan partisipasi angkatan kerja dan mengurangi kemiskinan (Sulistyowati, 2. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Natari, 2. bahwa pendidikan memiliki arah hubungan yang negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. 7 Pengaruh Kesehatan Secara Tidak Langsung Terhadap Kemiskinan Melalui Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di Provinsi Aceh. Besaran pengaruh tidak langsung kesehatan terhadap kemiskinan melalui tingkat partisipasi angkatan kerja adalah 1,1010 dan tidak signifikan pada prob. 0,0604 > = 0,05. Yang berarti secara tidak langsung kesehatan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan melalui tingkat partisipasi angkatan kerja. Pengaruh kesehatan terhadap kemiskinan melalui tingkat partisipasi angkatan kerja di Provinsi Aceh merupakan isu yang sangat penting dan berhubungan erat dengan kesejahteraan masyarakat. Salah satu indikator kesehatan adalah angka harapan hidup. Harapan hidup yang lebih panjang sering kali menunjukkan bahwa masyarakat memiliki akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan, nutrisi, dan kondisi lingkungan yang lebih baik. Ketika kesehatan masyarakat membaik, individu akan lebih cenderung mencari pekerjaan dan berkontribusi pada perekonomian lokal. Meningkatnya tingkat partisipasi angkatan kerja dapat meningkatkan pendapatan keluarga, yang pada gilirannya dapat mengurangi kemiskinan. Orang yang sehat mampu bekerja lebih konsisten dan produktif serta memiliki lebih banyak kesempatan untuk berpartisipasi dalam pekerjaan. Orang yang memiliki status kesehatan baik lebih mampu bekerja secara konsisten dan produktif, sehingga peluang untuk berpartisipasi dalam angkatan kerja meningkat (Sulistyowati, 2. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Adhitya et al. , 2. bahwa variabel kesehatan tidak memiliki pengaruh atau tidak signifikan terhadap kemiskinan di Indonesia tahun 2013-2020 karena probabilitasnya lebih dari alfa 5% (> KESIMPULAN Secara langsung pendidikan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja di Provinsi Aceh, kesehatan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja di Provinsi Aceh, sedangkan pendidikan, kesehatan dan tingkat partisipasi angkatan kerja berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Aceh. Secara tidak langsung pendidikan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan melalui tingkat pertisipasi angkatan kerja di Provinsi Aceh dan kesehatan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan melalui partisipasi angkatan tenaga kerja di Provinsi Aceh. Fujiati Putri Pharaztiwi | https://journal. id/index. php/manekin | Page 110 Jurnal Manajemen. Ekonomi. Hukum. Kewirausahaan. Kesehatan. Pendidikan dan Informatika (MANEKIN) Volume 3. No. Desember Tahun 2024 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 102-111 REFERENCES