Journal of Economic and Business Research Vol. No. Agustus 2024, page 6168 available online at: http://jurnal. id/index. php/JEB PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN DAN UMUR PERUSAHAAN TERHADAP AUDIT DELAY DI PERUSAHAAN SUB SEKTOR HEALTH CARE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Obi Irwanda1. Marsi Fella Rizki2. Dwi Tirta Kencana3 Universitas Teknokrat Indonesia. Indonesia Universitas Teknokrat Indonesia. Indonesia Universitas Teknokrat Indonesia. Indonesia Corresponding Email: irwandaobi@gmail. com1, marsi. rizki@teknokrat. id2, dtirtakencana@gmail. Received: June 2024 Accepted: July 2024 Published: August 2024 Abstract The phenomenon, problem formulation, and method resulting from the research are observing the variables that are most caused by age and business size. The sample group consists of Healthcare subsector business actors listed on the IDX in 2021 and 2022. The research data population consists of 28 Healthcare subsector business actors listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) in 2021 to Research parameters were determined using sample data from 19 different companies, data collection was carried out using a purposive sampling approach. Panel data regression analysis which includes f testing, t testing, and coefficient of determination is used in the research data analysis approach. Research findings related to the company size variable show that the value of company size does not affect audit delay, while with the company age variable it is known that company value has an impact on audit delay. Keywords: Audit Delay. Company Age. Company Size. Abstrak Fenomena, rumusan masalah, dan metode hasil dari penelitian ialah mengamati variabel yang paling diakibatkan oleh umur dan ukuran usaha. Kelompok sampel terdiri dari pelaku usaha subsektor Healthcare yang tercatat di BEI pada tahun 2021 dan 2022. Populasi data penelitian terdiri dari 28 pelaku usaha subsektor Healthcare yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2021 Parameter penelitian ditentukan dengan mempergunakan sampel data dari 19 perusahaan berbeda, pengumpulan data dilangsungkan dengan pendekatan purposive sampling. Analisis regresi data panel yang mencakup pengujian f, pengujian t, dan koefisien determinasi dipergunakan dalam pendekatan analisis data penelitian. Temuan penelitian terkait variabel ukuran perusahaan yang diketahui bahwasanya nilai ukuran perusahaan tidak memengaruhi audit delay, sementara pada variabel umur perusahaan yang diketahui bahwasanya nilai perusahaan berdampak bagi audit delay. Kata Kunci: Audit Delay. Ukuran Perusahaan. Umur Perusahaan. To cite this article: Irwanda. Rizki. , dan Kencana. PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN DAN UMUR PERUSAHAAN TERHADAP AUDIT DELAY DI PERUSAHAAN SUB SEKTOR HEALTH CARE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA. JEB: Journal of Economic and Business Research, 4 . , 61-68. Journal of Economics and Business Research. Vol: 4. No: 1, 61-68 PENDAHULUAN RATA-RATA NILAI PERUSAHAAN SUB SEKTORA Masyarakat, dan pemegang saham sama-sama mengandalkan catatan keuangan tahunan untuk mendapatkan wawasan mengenai kinerja perusahaan di masa lalu, saat ini, dan masa depan serta untuk memandu pilihan investasi mereka. Laporan keuangan hanya boleh memuat data yang akurat dan relevan. Namun, hal ini mengasumsikan bahwasanya data dapat diakses pada saat yang akurat. Seberapa berguna informasi dalam catatan keuangan bergantung pada seberapa cepat informasi dimaksud disiapkan dan disajikan (Irianti et al. Perusahaan, khususnya perusahaan publik, sangat bergantung pada pelaporan keuangan yang akurat untuk memastikan kelangsungan hidupnya dalam rentang panjang. Pelaporan keuangan diartikan oleh Setiyani et al. sebagai gambaran langkah-langkah yang dilangsungkan untuk mendokumentasikan transaksi moneter yang terjadi dalam tahun anggaran tertentu. Laporan keuangan yang telah diaudit dan tersedia untuk umum ialah persyaratan bagi semua perusahaan yang melangsungkan perdagangan di BEI. Merujuk banyak penelitian, audit delay menggambarkan masalah ketepatan waktu catatan keuangan yang disiapkan oleh auditor independen. Banyak penyebab keterlambatan audit dapat diklasifikasikan sebagai internal ataupun eksternal. Pertimbangan yang berada di bawah kendali perusahaan mencakup ukuran, penjualan, profitabilitas, solvabilitas, kompleksitas, dan segala hal yang tidak biasa dalam rekening keuangannya. Pendapat atas catatan keuangan auditor, kapabilitas auditor, ukuran KAP, dan jenis industri ialah contoh akibat eksternal. Salah satu hal yang mungkin mengakibatkan lamanya waktu audit ialah ukuran perusahaan. Sederhananya, ukuran perusahaan membuktikan besarnya relatif bagi asetnya. Audit delay tidak terpengaruhi oleh ukuran perusahaan, merujuk penelitian Sumarni et al . Berlandaskan temuan penelitian, audit delay yang diakibatkan oleh evaluasi kapitalisasi pasar dan taraf penjualan tidak diakibatkan oleh ukuran perusahaan, membuktikan bahwasanya ukuran yang didefinisikan oleh aset tidak mengakibatkan durasi audit delay. Perusahaan dengan sumber daya dan sistem informasi yang memadai, sistem pengelolaan internal yang kuat sehingganya meminimalisir beban kerja auditor, dan sejumlah besar analis keuangan yang menjunjung tinggi nilai bisnis sanggup secara konsisten menyampaikan catatan keuangannya akurat waktu. Proses audit diakibatkan oleh keragaman produk dan pasar perusahaan, jumlah dan lokasi cabangnya, serta kompleksitas kegiatan perusahaan. Ketika membandingkan tanggal opini auditor dan catatan keuangan, audit delay ialah waktu dipergunakan untuk mengerjakan audit. AuPenundaan AuditAy merujuk pada jeda waktu yang terjadi antara akhir tahun fiskal dan penyerahan laporan audit independen. Salah satu metode untuk mengukur durasi audit adalah dengan mengamati kesenjangan waktu antara pencatatan keuangan dan proses audit, seperti yang dikemukakan oleh Subekti dan Widiyanti dalam sebuah artikel. Durasi penundaan audit cenderung dipengaruhi oleh ukuran perusahaan, sebagaimana yang disorot oleh Ani Yuliyanti dalam sebuah kajian pada tahun 2011. Perusahaan dengan skala yang lebih besar seringkali memiliki sistem pengelolaan internal yang lebih ketat, sehingganya cenderung mengalami penundaan audit yang lebih pendek. Menghindari penundaan dalam proses audit dapat mempermudah tugas auditor dalam melakukan audit atas laporan keuangan. Selain itu, umur suatu perusahaan juga dapat menjadi faktor yang memengaruhi durasi penundaan audit. Penelitian yang dikutip Puteri Sari et al. menunjukkan bahwa perusahaan yang telah beroperasi dalam jangka waktu yang lebih lama cenderung memiliki tingkat penundaan audit yang lebih rendah. Hal ini mungkin terjadi sebab auditor mempunyai bias dalam mempergunakan data dari lembaga yang sudah lama berdiri sebab mereka yakin lembaga dimaksud mempunyai kemampuan yang lebih baik untuk menghimpun, menganalisis, dan menyediakan data yang mereka perlukan. Sederhananya, keahlian mereka yang luas dalam bidang ini sangat berarti. Pelaporan keuangan itu sulit, oleh sebab itu bahkan bisnis yang sudah mapan pun tidak dapat menjamin waktu penyelesaian audit yang lebih cepat. Fenomena untuk mengenai data informasi pertumbuhan tersebut tentu menjadi perhatian bagi investor, mungkin pada sub sektor Healthcare ini akan menjadi daya tarik bagi para investor untuk menanamkan Namun pada kenyataannya harga saham pada setiap perusahaan su sektor farmasi di Bursa Efek Indonesia setelah masa pandemi Covid-19 mengalami fluktuasi kenaikan dan penurunan. Berikut ini adalah perkembangan harga saham pada sub sektor Healthcare yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 20212022 seperti yang disajikan pada grafik di bawah ini: Return Saham Return Saham Journal of Economics and Business Research. Vol: 4. No: 1, 61-68 Berdasarkan dari grafik tersebut bisa dilihat bahwa untuk rata-rata harga saham pada perusahaan sub sektor Healthcare pada periode 2021-2022 cenderung menurun. Pada tahun 2021-2022 rata-rata harga saham mengalami penurunan dari Rp 3. 948 menjadi Rp 3. Hal itu bisa disebabkan oleh beberapa faktor lain di luar kendali perusahaan yang dapat mempengaruhi harga saham diantaranya perubahan tingkat suku bunga, embargo minyak, inflasi yang tidak menentu maupun ada perubahan situasi ekonomi. Menurut Ambarwati et al. , . menurunnya harga saham secara umum akan mengikuti kecenderungan perkembangan diantaranya kondisi keuangan perusahaan, laba, dan dividen emiten. Dari temuan ini terlihat jelas bahwasanya masyarakat umum mempunyai ekspektasi yang tinggi bagi layanan kesehatan yang disediakan oleh rumah sakit, baik yang dijalankan pemerintah maupun swasta. Tingkat kapabilitas ditentukan oleh seberapa baik standar dipenuhi. Kesesuaian dengan permintaan ialah kapabilitas. Apabila penyimpangan dari standar menyebabkan kapabilitas buruk. Kemewahan dan kapabilitas ialah konsep yang berbeda. Dalam kasus apa pun, apabila layanan ataupun produk memenuhi semua persyaratan, kami dapat mengatakan bahwasanya layanan ataupun produk dimaksud berkualitas tinggi. Kerja keras dipergunakan untuk mencapai kapabilitas yang dapat dicapai, diukur, dan menguntungkan (Razin Perdana, 2. Pasar Indonesia yang besar. Subsektor farmasi, rumah sakit, dan penerbit alat healthcare ialah sektor healthcare secara keseluruhan. Sebagai contoh, subsektor farmasi mempunyai pertumbuhan tahunan yang konsisten 1213% dalam penjualan obat nasional. Selain itu, perusahaan-perusahaan nasional mendominasi > 70% pasar obat-obatan di Indonesia, yang semakin membuktikan besarnya dan pertumbuhan industri ini. Fakta bahwasanya jumlah bisnis healthcare yang tercatat di BEI tidak banyak dibandingkan dengan industri lain menjadi salah satu alasan mengapa akademisi tertarik untuk mempelajarinya (Setiyani et al. , 2. Investasi asing sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sudah mengakar, terutama bagi perusahaan-perusahaan besar. Penciptaan kembali praktik-praktik yang tampaknya normal oleh masyarakat ialah faktor utama dalam hal ini. Sebagai pelayanan publik, khususnya kepada investor dan pihak yang berkepentingan untuk membeli sahamnya, perusahaan publik wajib menyediakan catatan keuangan pada setiap akhir periode akuntansi. Pengguna catatan keuangan akan mempunyai akses bagi informasi ini sebab, apabila disajikan dengan baik dan akurat waktu, data keuangan akan sangat berguna. Auditor profesional memeriksa sistem keuangan yang sedang berjalan untuk mencari potensi kesalahan guna memastikan apakah sistem dimaksud mematuhi definisi audit. Untuk memastikan keandalan catatan keuangan, penting untuk mencantumkan tanggal dan angka yang akurat. Sepanjang kreditor, investor, pemerintah, masyarakat luas, dan siapa saja yang membutuhkan informasi dimaksud dapat memperoleh informasi rekening keuangan yang akurat dan akurat waktu, sehingganya informasi dimaksud menjadi sangat penting. Iskandar et al. , . menyatakan bahwasanya salah satu faktor terpenting dalam kinerja catatan keuangan ialah ketepatan waktu penyajian keuangan. Merujuk Halim . , rahasia untuk mendongkrak kapitalisasi perusahaan ialah penyampaian catatan audit dan rekening bank yang akurat waktu . onsisten keadaa. Audit akan ditunda tanpa batas waktu apabila auditor terlalu lama melakukannya. Namun auditor dapat menunda penyelesaian audit catatan keuangan untuk memperpanjang batas waktu audit. Hal ini mungkin diakibatkan oleh kebutuhan auditor untuk mematuhi standar guna memaksimalkan kapabilitas audit, yang pada akhirnya memerlukan waktu lebih lama. Standar kerja lapangan . ang mengatur proses bagi auditor yang melangsungkan pekerjaan lapanga. menetapkan bahwasanya auditor perlu mempunyai rencana tindakan yang akan dilangsungkan, sesuai dengan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Memiliki pemahaman menyeluruh terkait sistem pengelolaan internal dan menghimpun bukti kuat melalui inspeksi, observasi, tanya jawab, konfirmasi, dll. juga penting untuk membuat penilaian atas catatan keuangan. Keterlambatan penyampaian catatan keuangan dapat diakibatkan oleh beberapa variabel, salah satunya ialah durasi audit (Muria & Alim, 2. Harga pasar modal saham perusahaan dapat diakibatkan oleh rendahnya taraf kepercayaan investor yang diakibatkan oleh tertundanya penerbitan catatan keuangan. Investor beranggapan apabila catatan keuangan emiten terlambat berarti pengelolaan internal perusahaan tidak berjalan dengan baik, yang berarti auditor memerlukan waktu ekstra untuk melangsungkan audit. Penelitian bertujuan untuk menginvestigasi prosedur audit di berbagai perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), serta untuk mengevaluasi apakah faktor-faktor seperti umur dan skala perusahaan memengaruhi proses dimaksud. Penelitian mengenai ukuran perusahaan mempergunakan total aset sebagai indikator yang lebih stabil dibandingkan dengan nilai pasar atau volume penjualan, dengan harapan bahwa ukuran perusahaan tidak secara signifikan mengakibatkan keterlambatan audit. Pendekatan ini didasarkan pada temuan dalam penelitian sebelumnya oleh Novelia dan Dicky . yang menunjukkan bahwa keterlambatan audit tidak secara langsung dipengaruhi oleh ukuran perusahaan. Journal of Economics and Business Research. Vol: 4. No: 1, 61-68 TELAAH PUSTAKA Kerangka Pemikiran Teoritis dan Perumusan Hipotesis Ukuran Perusahaan Berpengaruh terhadap Audit Delay Ukuran perusahaan dipahami dengan melihat asetnya, yang mencerminkan kesehatan keuangannya. Pengendalian internal organisasi yang lebih besar lebih unggul. Ruang kesalahan auditor dalam catatan audit akan lebih kecil apabila perusahaan mempunyai pengelolaan internal yang kuat. Selain itu, sebab pengawasan ketat dari investor, pemerintah, dan otoritas modal, perusahaan besar sering kali menghadapi hambatan eksternal yang lebih tinggi dalam mengerjakan catatan audit mereka secara akurat waktu. Keterlambatan audit berbanding terbalik dengan ukuran perusahaan, merujuk penelitian Arifatun . Secara khusus, audit delay berkurang untuk perusahaan besar. Perusahaan dengan sumber daya yang lebih banyak, staf yang lebih berpengalaman, peralatan teknologi yang lebih kompeten, dan pengelolaan internal yang lebih kuat cenderung tidak mengalami audit delay, merujuk penelitian Ani Yulianti . Oleh sebab itu, audit delay perusahaan sangat diakibatkan oleh ukurannya. H1: Ukuran Perusahaan berpengaruh Postisif terhadap Audit Delay Umur Perusahaan Berpengaruh terhadap Audit Delay Usia perusahaan ialah jumlah tahun beroperasinya. Hal ini ditentukan dengan mengacu pada dokumen pendirian, yang akan mencantumkan tanggal mulai dan berakhirnya rekening. Kemampuan perusahaan dalam menghimpun dan menyediakan informasi untuk catatan keuangan yang diaudit meningkat seiring dengan lamanya perusahaan beroperasi, dan hal ini ialah alasan utama mengapa audit delay diakibatkan oleh usia Alasannya, pemahaman organisasi bagi catatan keuangan yang diaudit meningkat. berbanding lurus dengan lamanya keberadaannya. Selain itu, investor akan mempunyai kesan yang lebih baik bagi kemampuan perusahaan dalam menyediakan semua informasi yang dipergunakan untuk catatan keuangan yang diaudit dengan segera apabila perusahaan dimaksud telah beroperasi dalam rentang waktu yang lebih lama. Jadi, usia organisasi ialah faktor utama ditemukannya audit delay. H2: Umur Perusahaan berpengaruh Negatif terhadap Audit Delay METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Untuk membuat kesimpulan yang relevan, penting untuk melakukan pengukuran sampel yang mewakili item-item atau individu-individu yang ada dalam populasi. Dalam penelitian, populasi yang dijadikan fokus adalah perusahaan subsektor jasa Healthcare yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2021 dan Merujuk pada Adnyana, . sampel ialah perwakilan populasi baik dari segi jumlah maupun Pendekatan purposive sampling, yakni strategi pemilihan sampel non-acak yang mengandalkan kriteria untuk memperoleh data, dipergunakan dalam proses penentuan sampel penelitian (Adnyana, 2. Berikut karakteristik sampel yang dipergunakan dalam penelitian: 1 Perusahaan Sub Sektor Healthcare yang terdaftar di BEI. 2 Perusahaan yang tidak terdaftar di BEI secara berturut-turut dari tahun 2021-2022. 3 Perusahaan tidak melaporkan laporan keuangan periode tahun 2021-2022. Perusahaan subsektor jasa Healthcare yang tercatat di BEI berjumlah 28 perusahaan. Namun, hanya 19 perusahaan yang berhasil melewati proses penentuan sampel. Dengan demikian, total partisipan dalam penelitian berjumlah 38 orang, dan peneliti memantau mereka selama 2 tahun setiap tahunnya. Perusahaan-perusahaan yang memenuhi kriteria akan terhubung. Journal of Economics and Business Research. Vol: 4. No: 1, 61-68 Teknik Pengumpulan Data Metode Analisis Sekunder dari total dua puluh delapan perusahaan terkait layanan Healthcare yang tercatat di BEI antara tahun 2021 dan 2022 . ewakili sampel data 19 perusahaa. menjadi tulang punggung metodologi pengumpulan data penelitian. Dan di olah melalui perangkat lunak Eviews 12 untuk menentukan hasil pada penelitian. Kemudian dilakukan beberapa pengujian Statistik Deskriptif, model regresi data panel, asumsi klasik dan pengujian hipotesis untuk memenuhi hasil olah data secara signifikan atau tidak. Definisi Operasional Dalam penelitian, terdapat dua variabel yang akan dijelajahi, yaitu variabel dependen dan variabel independen, yang akan dipergunakan untuk menguji hipotesis. Berikut adalah definisi operasional dari kedua variabel yang akan dipergunakan dalam penelitian: Variabel Dependen (Variable Terika. (Y) Sebuah variabel yang mungkin dipengaruhi oleh faktor lain disebut sebagai variabel terikat. Dalam konteks penelitian yang dilakukan pada bank-bank yang terdaftar di BEI, audit delay dipertimbangkan sebagai variabel dependen yang dipengaruhi oleh umur perusahaan dan ukuran perusahaan. Waktu yang dipergunakan auditor independen untuk melangsungkan audit disebut audit delay. Dimulai pada akhir tahun fiskal pada 31 Desember dan berakhir pada tanggal yang disebutkan dalam catatan auditor. Waktu yang dipergunakan untuk mengerjakan pengukuran diukur dalam hari. Variabel Independen (Variable Beba. (X) Variabel disebut independen ketika memiliki kemungkinan mengakibatkan variabel lainnya. Dalam konteks penelitian, variabel independen yang akan diteliti adalah: Ukuran Perusahaan (X. Pendekatan untuk memastikan besarnya suatu perusahaan melibatkan pemeriksaan nilai aset atau Salah satu cara untuk memastikan skala suatu usaha ialah dengan memeriksa total asetnya. Ukuran Perusahaan = Ln (Total Aktiv. Umur Perusahaan (X. Usia sebuah perusahaan dapat diartikan sebagai lamanya periode waktu di mana perusahaan telah aktif beroperasi, dihitung dari tahun pendiriannya hingga tahun terakhir ketika catatan keuangannya tercatat. Dalam konteks studi ini, "usia perusahaan" didefinisikan sebagai jumlah tahun sejak perusahaan mulai beroperasi, dihitung dari tahun pendiriannya hingga tahun terakhir di mana catatan keuangan disimpan. Penelitian mempergunakan tahun-tahun penutupan buku perusahaan, yaitu tahun 2012, 2013, dan 2014, untuk menghitung durasi dimaksud. Lamanya perusahaan tersebut telah berdiri dihitung dari akta pendirian hingga waktu penelitian. Audit Delay Keterlambatan audit mengacu pada durasi prosedur audit sejak akhir tahun fiskal hingga auditor menyampaikan catatan penutup. Untuk perhitungan audit delay dipergunakan rumus: Audit Delay = Tanggal laporan audit Ae Tanggal laporan keuangan HASIL DAN PEMBAHASAN Besar sampel penelitian ialah 28 orang yang mewakili 19 perusahaan berbeda, dan periode waktu yang dicakup ialah 2021Ae2022, mencakup terlihat pada tabel. Standar deviasi ukuran perusahaan ialah 1,069291, sementara rata-ratanya ialah 28,87816, yang mana lebih besar. Karena standar deviasi dibawahrata-rata, kita Journal of Economics and Business Research. Vol: 4. No: 1, 61-68 dapat menyimpulkan bahwasanya variabel ukuran perusahaan tidak membuktikan varian data apa pun. Pada tahun 2022. PT Kalbe Farma Tbk mempunyai nilai terbesar Rp 30. Rp 27. 674 yang ialah nilai maksimum yang diperbolehkan oleh ukuran perusahaan. Sementara PT Prodia Widyahusada Tbk mempunyai nilai terendah 26. 83000 Rp 2. Hal ini terjadi pada tahun 2021. Dengan rata-rata 41,68421, variabel umur perusahaan mengungguli standar deviasi 19,45626. Tampaknya tidak ada penyimpangan data pada variabel umur perusahaan sebab standar deviasinya dibawahrata-rata. Salah satu perusahaan. PT. Sido Muncul Industri Jamu dan Farmasi Tbk mempunyai nilai paling besar pada umur perusahaan yakni 82. 000,00. Jumlahnya mencapai Rp 4. 000,00 pada tahun 2022. Sementara itu. PT. Soho Global Kesehatan Tbk. mempunyai nilai terendah 6. 000 Rp 4. Pada tahun 2021 87. 73684, nilai mean variabel audit delay lebih tinggi dari standar deviasi yakni 29. Karena standar deviasi dibawahrata-rata, sehingganya dapat dinyatakan bahwasanya variabel audit delay tidak membuktikan varian data apa pun. Nilai Audit Delay terbesar yang dimiliki oleh Audit Delay 224,0000 pada tahun 2021 4. 258 dipegang oleh PT. Metro Healthcare Indonesia Tbk. Sebaliknya pada tahun 2022. PT. Sido Muncul Industri Jamu dan Farmasi Tbk. mempunyai nilai terendah Rp4. Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa nilai korelasi antar variabel tidak ada yang melebihi dari 0,8. Maka dapat disimpulkan bahwa nilai korelasi tersebut tidak terjadi masalah multikolieritas pada model regresi ini. Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui dari Nilai probabilitas Chi-square 0,0528 > 0,05 mencakup terlihat pada tabel 4. 2 yang ialah temuan pengujian heteroskedastisitas. Oleh sebab itu, tidak ada masalah heteroskedastisitas dalam model regresi yang dipergunakan dalam penelitian. Berdasarkan tabel tersebut hasil membuktikan temuan pengolahan data panel dengan pendekatan Random Effect Model. Persamaan meliputi dapat dipergunakan untuk menurunkan model: Audit Delay = 1428. 613 36,26043 Ae 7,046835 Berikut penjelasannya persamaan pada tabel untuk regresi data panel Random Effect Mode 1 Nilai 1428. 613 ditetapkan pada konstanta. Baik umur perusahaan (X. maupun ukuran perusahaan (X. mempunyai nilai probabilitas 0 yang membuktikan bahwasanya keduanya ialah variabel independen. Dengan demikian, akan terjadi kenaikan nilai audit delay 1. 2 Koefisien regresi variabel probabilitas ukuran perusahaan (X. 26043 yang berarti setiap peningkatan 1 jumlah probabilitas ukuran perusahaan sehingganya audit delay akan turun -36. Demikian pula, untuk setiap penurunan jumlah probabilitas ukuran, jumlah audit delay akan turun -36. 3 Untuk variabel umur usaha (X. mempunyai koefisien regresi -7. Oleh sebab itu, untuk setiap kenaikan satu poin pada variabel usia perusahaan, sehingganya audit delay akan turun -7. 046835, dan untuk setiap penurunan usia perusahaan satu poin, jumlah audit delay bisnis akan meningkat -7. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Audit Delay Tidak ada korelasi antara ukuran perusahaan dan temuan pengukuran hipotesis. Temuan ini membuktikan bahwasanya pada subsektor Healthcare pada tahun 2021 hingga 2022, tidak terdapat korelasi antara ukuran Journal of Economics and Business Research. Vol: 4. No: 1, 61-68 perusahaan dan kinerja. Perusahaan dengan skala yang lebih besar cenderung memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengalami masalah keuangan. Mereka masih mempergunakan sumber daya dan keahlian yang lebih Hal ini sejalan dengan penemuan yang dilaporkan oleh Alan Darma Saputra dan Chalisa Rahmi Irawan . , yang tidak menemukan hubungan antara ukuran perusahaan dan keterlambatan audit. Namun, penelitian yang dirujuk oleh Arifatun . menyimpulkan bahwa keterlambatan audit disebabkan oleh ukuran Pengaruh Umur Perusahaan terhadap Audit Delay Umur perusahaan ialah faktor utama ditemukannya audit delay, merujuk analisis pengukuran hipotesis Hal ini diakibatkan sebab perusahaan-perusahaan yang tercatat di BEI subsektor health care pada periode 2021 hingga 2022. Secara umum, investor akan lebih percaya pada kemampuan perusahaan dalam menyediakan layanan yang akurat waktu dan relevan secara efisien. informasi apabila mempunyai sejarah yang lebih panjang dalam melakukannya. Dengan demikian, audit delay semakin berkurang seiring bertambahnya usia Alasannya ialah, bisnis yang berumur lebih panjang mempunyai lebih banyak pengalaman, membuat mereka lebih siap untuk menghimpun, menganalisis, dan menyediakan data saat dipergunakan. Hal ini sejalan dengan temuan Alan Darma Saputra . yang menemukan bahwasanya semakin lama perusahaan beroperasi, sehingganya audit delay cenderung semakin lama. Novelia Sagita Indra dan Dicky Arisudhana . tidak menemukan korelasi antara usia perusahaan dan audit delay. SIMPULAN Tujuan utama penelitian ialah untuk mengidentifikasi variabel yang berkontribusi bagi audit delay yang berkaitan dengan usia perusahaan dan ukuran. Berlandaskan penelitian dimaksud, data dapat dikumpulkan dari subset perusahaan kesehatan yang tercatat di BEI tahun 2021 dan 2022. Terdapat 38 perusahaan dari subset ini tercatat di BEI, dan 19 diantaranya dipilih dalam penelitian. Dari temuan pengukuran dapat diambil kesimpulan: Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap Audit Delay. Umur perusahaan berpengaruh terhadap Audit Delay. SARAN Dari hasil pembahasan yang diuraikan dari penelitian tersebut, maka saran yang dapat dilakukan oleh penelitian selanjutnya adalah sebagai berikut: Peneliti selanjutnya dapat menambahkan periode penenelitian dalam sub-sektor Healthcare yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Peneliti dapat menambahkan variabel-variabel independen lain sehingga dapat meningkatkan presentase untuk mempengaruhi pada variabel terhadap Audit Delay, misalkan ukuran KAP, opini auditor, solvabilitas, dan lain-lain. REFERENSI