JURNAL ABDIMAS TGD Vol. No. Januari 2026. Page 33-39 P-ISSN : 2809-7289. E-ISSN : 2809 6126 Analisa Pemahaman Digital untuk Kebutuhan Konten dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Sekolah Swasta Delisha Mayang Mughnyanti1 . Nugroho Syahputra2 . Ardianto Pranata3 . Alyiza Dwi Ningtyas 4 Teknik Komputer dan Informatika. Politeknik Negeri Medan Email : 1 mayangmughnyanti@polmed. id, 2 nugrohosyahputra@polmed. 3 ardiantopranata@polmed. id, 4 alyizadwi@polmed. Abstrak Istilah konten cukup familiar di era digitalisasi saat ini, munculnya platform sosial media menjadi daya tarik hampir seluruh kalangan masyarakat. Kondisi ini menjadi peluang bagi masyarkat dalam memanfaatkan teknologi digital melalui media sosial dengan memanfaatkan jaringan internet secara Pemanfaatan yang dimaksud termasuk untuk bisnis dan usaha atau hanya sekedar untuk eksistensi Namun untuk menunjang bisnis atau keinginan eksistensi tersebut maka dibutuhkan produk Ae produk digital yang menarik dan memiliki nilai sesuai kebutuhan baik itu video maupun gambar produk. Oleh karena itu pengabdian masyarakat dilakukan guna mendukung pemahaman tentang teknologi digital untuk menghasilkan produk yang mendukung kebutuhan konten di sosial media. Kegiatan difokuskan pada pemanfaatan platform pendukung pembuatan konten yang menarik yakni aplikasi berbasis mobile seperti Canva dan Capcut. Dari hasil kegiatan ini diketahui bahwa masyarakat juga berminat dalam membuat konten yang menarik dan lebih dapat memahami konsep Ae konsep konten dalam basis teknologi digital. Kata kunci: teknologi, digital, produk, konten, pengabdian, sosial media Abstract The term content is quite familiar in today's era of digitalization, with the emergence of social media platforms attracting almost all segments of society. This situation creates opportunities for people to utilize digital technology through social media by leveraging the internet widely. The intended use includes business and entrepreneurial purposes or simply for personal existence. However, to support business or the desire for presence, engaging digital products that have value according to needs, whether videos or product images, are required. Therefore, community service is carried out to support understanding of digital technology in order to produce products that meet the needs of social media The activities are focused on utilizing platforms that support the creation of engaging content, namely mobile-based applications such as Canva and CapCut. From the results of this activity, it is known that the community is also interested in creating engaging content and can better understand the concepts of content within the digital technology framework. Keywords: technology, digital, products, content, service, social media PENDAHULUAN Kemajuan teknologi informasi (TI) yang kian pesat ini mendorong SDM untuk meningkatkan kemampuannya di bidang teknologi. Hal ini menjadi tantangan besar bagi SDM dalam penguasaan teknologi (Suprianto, 2. Penerapan TI sangat penting untuk kelangsungan hidup dalam lingkungan global yang kompetitif (Zakiyabarsi et al. , 2. Adanya teknologi informasi memberikan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat memudahkan pekerjaan manusia seperti mengetik, menghitung, presentasi dan lain sebagainya. Penggunaan teknologi informasi memudahkan dalam berkomunikasi, dimanapun dan kapanpun dengan koneksi internet meskipun dalam kondisi jarak jauh. Yang pada hakikatnya telah menjadi bagian penting dalam perkembangan kehidupan modern (Setiawan et al. , 2. Teknologi informasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses dari mulai mendapatkan data hingga mengolah dan menganalisis data tersebut hingga tersimpan dengan berbagai cara untuk membuat atau menghasilkan informasi yang berkualitas (Ahadiyah, 2. Istilah lain yang berkembang bersamaan dengan peningkatan teknologi informasi adalah konsep digitalisasi atau teknologi digital. Page | 33 JURNAL ABDIMAS TGD Vol. No. Januari 2026. Page 33-39 P-ISSN : 2809-7289. E-ISSN : 2809 6126 Istilah ini mengacu pada pengolahan data dan informasi melalui media-media digital seperti komputer dan smartphone. Kata digitalisasi menurut KBBI merupakan jenis kata benda yang memiliki arti proses pemberian atau pemakaian sistem digital (MaAorufah, 2. Pengertian digitalisasi sendiri, yaitu peningkatan ketersediaan data digital yang dimungkinkan oleh kemajuan dalam menciptakan, mentransfer, menyimpan, dan menganalisis data digital, dimana berpotensi untuk Aumenstruktur, membentuk, dan memengaruhi dunia kontemporerAy (L. Dan et al. , 2. Dengan pesatnya perkembangan teknologi, proses digitalisasi pun berlangsung. Revolusi Industri 4. 0 dan Community Development 5. menunjukkan bahwa semua aspek kehidupan, termasuk pendidikan, mengalami digitalisasi (D. Dan et , 2. Bahkan saat ini hampir seluruh kalangan secara sadar ataupun tidak telah masuk dan terpengaruh dengan perkembangan teknologi digital. Hal ini dapat dilihat dengan meningkatnya pengguna sosial media khususnya di Indonesia. Menurut Kemp . , terdapat beberapa platform media sosial yang paling banyak digunakan di dunia pada tahun 2020. Facebook menjadi media sosial yang paling populer di dunia hingga lebih dari 2,6 miliar pengguna aktif bulanan, 2 miliar orang juga menggunakan platform messenger yaitu WhatsApp. Di samping itu, lebih dari 1,08 miliar orang menggunakan platform Instagram setiap Dalam hal penggunaan aktif bulanannya. Instagram masih menjadi platform yang lebih sering digunakan dibandingkan dengan TikTok dengan 800 miliar pengguna per bulan. Namun, analisis menunjukkan bahwa sensasi video pendek masih berkembang pesat. Pasar video berdurasi pendek juga bahkan sedang memanas di Tiongkok di mana kini memiliki 550 juta pengguna aktif bulanan Sina Weibo (Herdiyani et al. , 2. Bahkan saat ini menjadi trend yang cukup meningkat di kalangan masyarakat khususnya Indonesia untuk ikut serta dan berpartisipasi dalam membuat konten-konten di media sosial. Tidak hanya sebagai eksistensi agar dapat menjalin hubungan sosial, namun juga menjadi peluang masyarakat dalam mempromosikan sebuah produk baik itu barang maupun jasa. Menurut Oktaviana ( dkk . , sektor konten digital dan konten video kreatif, yang merupakan perkembangan dari industri konten analog, muncul seiring dengan kemajuan teknologi digital. Intinya, industri konten digital mencakup penawaran yang mengintegrasikan konten grafis, teks, gambar, suara, data, dan banyak lagi (Setyadi et , 2. Kondisi ini menjadi alasan tim pelaksana pengabdian masyarakat dari berbagai perguruan tinggi termasuk Politeknik Negeri Medan ingin membantu masyarakat lebih mengenal konsep Ae konsep teknologi digital. Dimana konsep tersebut mampu mendukung dan membantu masyarakat dalam membuat konten yang menarik dengan memanfaatkan platform pendukung seperti Canva dan CapCut. Capcut merupakan salah satu software pengolah video yang sangat populer dan sudah diakui Kelengkapan fasilitas dan kemampuannya yang luar biasa dalam mengolah video, menjadikan software ini banyak dipakai oleh para youtuber, karena keberadaannya benar-benar mampu membantu dan memudahkan pemakai dalam membuat dan mengedit berbagai macam video atau pun video pembelajaran (Dokumentasi et al. , 2. Pada saat ini aplikasi ini tetap bertahan di 10 besar sebagai aplikasi yang paling popular di play store , yang menandakan banyak sekali manusia yang menggunakan aplikasi ini , yang terutama sebagai kebutuhan untuk mengedit video di handphone (Learning & Syahmewah, 2. METODE PELAKSANAAN Seperti kegiaatan pada umumnya terdapat beberapa proses tahapan kegiatan yang meiputi pembentukan tim, penyusunan rencana proposal, pelaksanaan kegiatan utama hingga pelaporan. Namun pada saat ini proses dilanjutkan dengan adanya evaluasi hasil hingga analisis data dampak kegiatan pengabdian yang dilakukan. Selain itu kegiatan juga menjabarkan lokasi dan waktu kegiatan dilakukan guna meningkatkan efesiensi dan efektifitas dampak dari kegiatan pengabdian yang dilaksanakan. Pada artikel ini dijabarkan hasil evaluasi dari kegiatan pengabdian yang sebelumnya telah dilakukan oleh tim pelaksana pada bulan Mei tahun 2025. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan pengabdian pada dasarnya dilakukan pada kurun waktu 1 tahun, dimana kegiatan utama awal merupakan sosialisasi dan semi workshop penggunaan aplikasi canva guna mendukung proses iklan dan promosi. Pada kegiatan pengabdian awal proses sosialisasi dilaksanakan pada Page | 34 JURNAL ABDIMAS TGD Vol. No. Januari 2026. Page 33-39 P-ISSN : 2809-7289. E-ISSN : 2809 6126 bulan Mei tahun 2025, tepatnya pada tanggal 24 Mei 2025. Lokasi pelaksanaan berdasarkan hasil kesepakatan adalah sekolah SMK Delisha yang berlokasi di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Sedangkan proses evaluasi dilakukan pada bulan agustus 2025 dengan melihat hasil karya dan respon dari para peserta yang sebelumnya telah mengikuti kegiatan Tahapan Kegiatan Pelakasanaan kegiatan sosialisasi dan workshop yang dilakukan meliputi beberapa tahapan kegiatan utama yang meliputi proses pembentukan kelompok dan administrasi hingga proses penyusunan laporan. Sedangkan tahapan evaluasi dilakukan setelah proses awal pengumpulan data hingga penarikan kesimpulan. Tabel 1. Penjadwalan Kegiatan Pengabdian Kegiatan Pembentukan tim Penyusunan dan Pengajuan proposal kegiatan Persiapan bahan kebutuhan Pelaksanaan sosialisasi Penyusunan laporan Pengumpulan Data Evaluasi Analisis Data Hasil Kesimpulan Maret 1Ae4 April 1Ae4 Mei 1Ae4 Juni 1Ae4 Juli 1Ae4 Agustus 1Ae4 Dapat dilihat pada tabel di atas, bahwa kegiatan pengabdian yang dilaksanakan memiliki rentang waktu yang cukup panjang. Sehingga pada pembuatan artikel dipisahkan antara proses kegiatan dan hasil evaluasi. Kegiatan evualasi yang dilakukan merupakan lanjutan kegiatan pengabdian guna melihat dampak yang dihasilkan dari pelaksanaan pengabdian yang dilakukan oleh tim Dampak positif dan negatif yang kemudian dirumuskan dalam sebuah deskripsi HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Sosialisasi Kegiatan sosialisasi merupakan inti pelaksananaan kegiatan pengabdian yang dilakukan. Dimana pelaksnaan yang dilakukan oleh tim pelaksana secara langsung melalui tatap muka di lokasi kegiatan yakni SMK Swasta Delisha Kec. Hamparan Perak. Tim pelaksana memberikan sosialisasi yang meliputi beberapa materi dan informasi pembelajaran, diantaranya. - Pengenalan Profil Instansi dan Keilmuan - Materi Pengembangan Teknologi Digital - Pengenalan Aplikasi Canva dan Capcut - Manfaat dan Hasil Produk Aplikasi Pendukung Konten - Workshop dan Praktik Penggunaan Aplikasi Materi-materi tersebut merupakan disusun oleh tim pelaksana sebgai bahan yang akan disampaikan kepada peserta sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Dimana meteri tersebut berkaitan dengan tema sosialisasi yang dilakukan oleh tim pelaksana dari Politeknik Negeri Medan. Page | 35 JURNAL ABDIMAS TGD Vol. No. Januari 2026. Page 33-39 P-ISSN : 2809-7289. E-ISSN : 2809 6126 Gambar 1. Tim Pelaksana Politeknik Negeri Medan dan Kepala Sekolah Delisha Dalam pelaksanaan kegiatan ini, tim pelaksana berkordinasi langsung dengan kepala sekolah SMK Delisha dalam mengusung tema yang dibutuhkan bagi para peserta kegiatan. Dalam kegiatan ini tim pelaksana menunjuk ibu Mayang Mughnyanti,S. Kom. ,M. Kom. narasumber dan narahubug yang menyampaikan materi yang telah disepakati dan disiapkan. Gambar 2. Pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi Proses Evaluasi Dari hasil sosialisasi, peserta membuat beberapa video konten sederhana dari bahan-bahan yang disediakan untuk kemudian diedit dan diruabah sesuai dengan kreatifitas masing-masing dalam menggunakan aplikasi pendukung Canva dan Capcut. Bebrapa potongan konten yang dihasilkan dapat dilihat pada gambar berikut. Gambar 3. Hasil Penggalan Produk Konten Page | 36 JURNAL ABDIMAS TGD Vol. No. Januari 2026. Page 33-39 P-ISSN : 2809-7289. E-ISSN : 2809 6126 Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil pengetahuan peserta terkait materi pembahasan pada kegiatan sosialisasi. Dimana pada prosesnya peserta diberikan pertanyaan sebelum kegiatan dilaksanakan dan setelah kegiatan dilaksanakan. Hasil presentasi dari dua kondisi sebelum dan sesudah kemudian dibandingkan untuk melihat dampak yang dihasilkan dari kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan. Selain itu data terkait pengetahuan umum tentang teknologi informasi, perkembangan digital dan aplikasi pendukung juga dilihat dan dianalisa. Peru diketahui sebelumnya, bahwa peserta yang mengikuti kegiatan berjulah 42 siswa yang merupakan siswa SMK Delisah jurusan tata busana. Dimana siswa sebelumnya menggunakan aplikasi pendukung seperti teknologi komputer atau pun smartphone sebagai alat pendukung untuk mendapatkan referensi desain untuk kebutuhan tata busana. Berikut ini beberapa data yang diperoleh dari hasil evaluasi kegiatan pengabdian yang dilakukan. Persentase tingkat pemahaman peserta yang diperoleh dari total 42 peserta terkait pengetahuan umum teknologi informasi, digital dan aplikasi digital, dapat dilihat pada grafik data sebagai Tingkat Pemahaan Peserta CapCut Canva Digital Komputer Teknologi Tidak Tahu Kurang Cukup Paham Sangat Paham Gambar 4. Presentasi Tingkat Pemahaan Peserta Dari data grafik di atas dapat dilihat frekuensi pemahaman peserta terkait materi yang disampaikan sebelum pelaksanaan kegiatan dilakukan. Frekuensi rata-rata untuk kategori Tidak tahu : 21 %. Kurang : 19%. Cukup paham : 32%, dan Sangat Paham : 28%. Dimana nilai rata-rata pemahaman jika dikelompokkan pada kategori lulus dan tidak lulus dapat digambarkan dengan grafik sebagai Presentasi Awal Lulus Tidak Lulus Gambar 5. Presentasi Awal Page | 37 JURNAL ABDIMAS TGD Vol. No. Januari 2026. Page 33-39 P-ISSN : 2809-7289. E-ISSN : 2809 6126 Dimana pemahaman peserta terkait Canva dan Capcut cukup tinggi, hal ini dikarenakan kedua aplikasi cukup terkenal di kalangan generasi muda saat ini khususnya penikmat sosial media. Hal ini berbanding dengan pemahaman umum terkait teknologi, komputer dan digital. Sedangkan persentase yang diperoleh dari total 42 peserta setelah pelaksanaan kegiatan, dapat dilihat pada grafik data sebagai berikut. Presentasi Akhir Lulus Tidak Lulus Gambar 6. Presentasi Nilai Akhir Dapat dilihat bahwa terjadi pengingkatan pemahaman dari hasil kegiatan yang telah dilakukan, meskipun tidak sedikit peserta yang sudah memahami materi pada percobaan awal, namun efektifitas pemahaman cukup baik pada pelaksaanan kegiatan yang dilakukan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data yang telah dikumpulkan oleh tim pelaksana dapat dilihat peningkatan pemahaman peserta sebanyak 25% dari sebelum hingga sesudah pelaksanaan. Dampak dari pelaksanaan kegiatan cukup baik dengan adanya perubahan pemahaman yang terjadi dari para peserta. Dari kegiatan ini juga dapat dilihat bahwa aplikasi pendukung konten yakni canva dan capcut cukup popular dikalangan peserta. Dimana peserta yang dimaksud merupakan generasi modern yang kental dengan dunia sosial media atau dunia maya dan konten. Pengetahuan yang sifatnya viral atau terkini lebih mudah dipahami dibandingkan dengan pengetahuan umum yang diperoleh melalui pembelajaran. Sehingga hasil analisis memperlihatkan data signifikan terkait pemahaman dari para peserta yang cendrung mengarah pada informasi yang tersebar di dunia maya khususnya sosial media. DAFTAR PUSTAKA