p-ISSN: 2808-2443 e-ISSN: 2808-2222 Volume. No. September 2025 Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business ANALISIS PENGARUH DIGITALISASI TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA SEKTOR PERBANKAN PERIODE 2018-2023 Fannisa Egista Naya1. Darlin Aulia2. Titus Kristanto3. Krisnayanti Aditasari4 1,2,3,4 Universitas Telkom. Jl. Ketintang No. Ketintang. Kec. Gayungan. Surabaya. Indonesia Email: fannisanaya@student. Article History Received: 01-08-2025 Revision: 01-09-2025 Accepted: 03-09-2025 Published: 20-09-2025 Abstract. The development of digital technology has fundamentally changed the landscape of the banking industry, impacting various aspects such as management, access, and financial performance. As a result, banking companies are competing to innovate in this digital era. This study aims to examine the implementation of digitalization in banking companies and its impact on financial performance. This study is quantitative in nature and utilizes financial statements and annual reports from the banking sector for the period 2018Ae2023. The studyAos findings indicate that digitalization has no significant impact on financial performance (ROA. ROE, and NIM). This is attributed to the banking sectorAos limited ability to generate profits through asset allocation (ROA), capital (ROE), and assets (NIM) in developing digitalization in banking services, as well as high supporting costs such as advertising and technology development, and the fact that many customers are still accustomed to conventional banking services compared to digital banking services, and there is still a lack of customer trust in the security of transactions in digital services. The results of this study are expected to provide an evaluation for banking companies to avoid falling behind competitors in digital banking services by continuously innovating digitally in line with developments in the digital era, understanding customer needs, and creating comfort and security for their customers. Keywords: Digitalization, financial performance, banking sector. Abstrak. Perkembangan teknologi digital secara mendasar mengubah landskap industri layanan Perbankan, berdampak pada berbagai aspek seperti manajemen, akses dan kinerja keuangan. Sehingga Perusahaan Perbankan berlomba-lomba dalam berinovasi di era digital ini. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi digitalisasi pada perusahaan perbankan serta dampaknya terhadap kinerja keuangan. Penelitian ini bersifat kuantitatif dan memanfaatkan dari laporan keuangan serta laporan tahunan perbankan untuk periode 2018Ae2023. Hasil studi menyatakan bahwa tidak adanya pengaruh digitalisasi terhadap kinerja keuangan (ROA. ROE dan NIM). Hal tersebut dikarenakan masih kurangnya kemampuan perbankan dalam menghasilkan laba dengan mengalokasikan aset (ROA), modal (ROE) dan aktiva (NIM) yang dimiliki dalam pengembangan digitalisasi pada layanan perbankan, serta biaya pendukung seperti iklan dan pengembangan teknologi cukup tinggi serta masih banyaknya nasabah yang terbiasa dengan layanan perbankan konvensional dibandingkan dengan layanan perbankan berbasis digital dan masih kurangnya kepercayaan nasabah dalam keamanan bertransaksi pada layanan digital. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan evaluasi bagi perusahaan perbankan agar tidak tertinggal dengan pesaing dalam layanan perbankan digital dengan terus melakukan inovasi digital yang mengikuti perkembangan di era digital, memahami kebutuhan para nasabahnya serta dapat menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi para nasabahnya. Kata Kunci: Digitalisasi. Kinerja Keuangan. Sektor Perbankan. How to Cite: Naya. et al. Analisis Pengaruh Digitalisasi Terhadap Kinerja Keuangan Pada Sektor Perbankan Periode 2018-2023. Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business, 5 . , 6849-6863. 54373/ifijeb. Naya. et al. Analisis Pengaruh Digitalisasi Terhadap A PENDAHULUAN Perbankan didefinisikan sebagai segala hal yang berkaitan dengan bank, kelembagaan, aktivitas usaha, serta mekanisme dan prosedur dalam menjalankan kegiatan usaha. Bank merupakan entitas usaha yang berfungsi untuk menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, yang kemudian dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau pembiayaan lainnya untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat (Presiden Republik Indonesia, 1. Saat ini, terdapat peningkatan signifikan dalam penggunaan dan volume transaksi melalui layanan mobile banking, khususnya di Indonesia. Fenomena ini didorong oleh semakin meluasnya adopsi teknologi digital oleh lembaga perbankan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa dalam industri perbankan, penggunaan mobile banking menunjukkan dominasi yang lebih besar dibandingkan dengan metode SMS banking, phone banking, maupun internet banking (Otoritas Jasa Keuangan, 2. Penelitian ini menggunakan data dari 46 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode enam tahun, yakni 2018 hingga 2023: Tabel 1. List Perusahaan Perbankan yang terdaftar di BEI Perusahaan BBCA BBRI BBNI BMRI BRIS BBTN BBKP AGRO BJTM BTPS ARTO BJBR BBYB BABP BNGA BANK Naya. et al. Analisis Pengaruh Digitalisasi Terhadap A BACA BDMN BGTG BNLI BEKS BNBA BNII BTPN MCOR PNBN BVIC INPC BKSW AMAR MEGA NISP AGRS BSIM DNAR BINA NOBU MAYA BMAS MASB BCIC BBSI SDRA BDMN PNBS BSWD Sumber: Naya. et al. Analisis Pengaruh Digitalisasi Terhadap A Kinerja keuangan digunakan untuk mengukur Kesehatan dan kemampuan dalam mengelola dan mengendalikan aset yang ada di suatu Perusahaan (Fadrul et al. , 2. Kinerja keuangan dapat ditampilkan dalam laporan keuangan. Perkembangan teknologi informasi membawa kehidupan Masyarakat memasuki era revolusi. Pola konsumsi masyarakat mempengaruhi dan dapat mendorong perbankan dalam mengadopsi teknologi dengan dilihat Indonesia merupakan perekonomian yang memiliki potensi dalam menyerap arus digitalisasi. Dengan teknologi digital yang diadopsi perbankan dapat memperluas aksesibilitas perbankan dan dapat meningkatkan daya saing serta meningkatkan kemudahan akses bagi para nasabah (Otoritas Jasa Keuangan, 2. Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12/POJK. 03/2018 yang membahas mengenai operasi bank umum yang menyediakan layanan perbankan digital, bahwasanya dengan adanya persaingan dalam industri jasa keuangan mendorong bisnis untuk meningkatkan kualitas pelayanan mereka. dengan memanfaatkan kemajuan teknologi pada saat ini yang dapat meningkatkan keefektifitasan dan efisiensi dengan menawarkan kemudahan kepada seluruh pengguna layanan jasa keuangan (Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia. METODE Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah digitalisasi mempengaruhi kinerja keuangan sektor perbankan. Jenis penelitian ini dapat dikategorikan bahwa tujuan penelitian termasuk dalam eksplanatori yang menjelaskan hubungan sebab akibat dengan adanya adopsi teknologi digital dengan kinerja keuangan. Metode yang digunakan oleh penelitian ini merupakan metode kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian ilmiah yang sistematis tentang komponen dan fenomena. Penelitian kuantitatif didefinisikan sebagai penelitian sistematis tentang fenomena dengan mengumpulkan data yang dapat diukur menggunakan teknik matematika, statistik atau komputasi (Abdullah et al. , 2. Strategi penelitian ini merupakan analisis korelasi dan longitudinal dengan menganalisis berdasarkan data yang sudah ada dan relevan yaitu dengan menggunakan laporan keuangan tahunan sektor perbankan tahun 2018 hingga 2023 dengan unit analisis perbankan yang listing BEI. Keterlibatan peneliti dalam studi ini yaitu minimal yang hanya berperan sebagai objek yang diamati tidak terlibat secara langsung dalam proses penelitian karena penelitian ini memanfaatkan laporan keuangan yang dapat diakses pada BEI dan website Perusahaan perbankan dengan non contrived atau situasi tersebut alami tanpa campur tangan peneliti (Cooper & Schindler, 2. Naya. et al. Analisis Pengaruh Digitalisasi Terhadap A Pada penelitian ini, populasi yang menjadi objek studi adalah seluruh perusahaan sektor perbankan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, yaitu sebanyak 44 entitas perbankan. Sampel penelitian menggunakan 44 populasi yaitu Perusahaan perbankan yang terdaftar pada BEI dan 264 laporan keuangan. Analisis data yag digunakan yaitu statistika deskriptif. Korelasi Pearson. Uji Regresi. Uji Parsial (T) dan Uji Simultan (F). HASIL Tabel 2. Hasil Statistika Deskriptif Mean Informatio Digital ROE ROA NIM Median Maximum Minimum Standard Deviasi Dg = Digital, yuycuycycn dibagi ycuycn inf =informasi yuycuycycn Nilai 1, jika item index digital nilai 0 jika item index digital tidak terpenuhi kemudian di bagikan dengan jumlah item index digital banking. ROE= Return on Equity, laba setelah pajak dibagi total ekuitas dikalikan 100%. ROA= Return on Assets, laba sebelum pajak dibagi total aktiva dikalikan 100%. NIM=Net Interest Margin, pendapatan bunga bersih dikurangi beban bunga dibagi rata-rata aktiva produktif di kali 100%. Sumber: Data yang telah diolah dari EViews 12 . Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif pada tabel 2 menunjukkan bahwa tingkat proksi Digital dan information pada perbankan listing BEI periode 2018- 2023 pada 44 sampel perusahaan memiliki nilai terendah sebesar 6 yaitu BBMD tahun 2018, 2019, 2021, 2022 dan Sedangkan nilai tertinggi sebesar 13 yaitu terdapat beberapa perbankan yaitu BBRI tahun 2018. BNBA tahun 2022. Rasio ROA memiliki nilai terendah sebesar -0. 214 yang merupakan rasio ROA dari BBKP pada tahun 2020, sedangkan rasio ROA tertinggi sebesar 0. 54 yang merupakan rasio ROA dari BKSW pada tahun 2021. Rasio ROE memiliki nilai terendah sebesar 0. 9544 yang merupakan rasio ROE dari AGRO pada tahun 2021, sedangkan rasio ROE tertinggi 312 yang merupakan rasio ROA dari BTPS pada tahun 2019 dan rasio NIM memiliki nilai terendah sebesar -0. 0352 yang merupakan rasio NIM dari BACA pada tahun 2021, sedangkan rasio NIM tertinggi sebesar 4. 56 yang merupakan rasio NIM dari AGRO pada tahun 2022. Naya. et al. Analisis Pengaruh Digitalisasi Terhadap A Tabel 3. Hasil Uji Korelasi Pearson Correlation ROA Probability INF ROE NIM INF ROE ROA NIM *,**,*** Menunjukkan Tingkat signifikansi pada alpha 10%. 5% dan 1%. Dg = Digital, yuycuycycn dibagi ycuycn inf =informasi yuycuycycn Nilai 1, jika item index digital terpenuhi. nilai 0 jika item index digital tidak terpenuhi kemudian di bagikan dengan jumlah item index digital banking. ROE= Return on Equity, laba setelah pajak dibagi total ekuitas dikalikan 100%. ROA= Return on Assets, laba sebelum pajak dibagi total aktiva dikalikan 100%. NIM=Net Interest Margin, pendapatan bunga bersih dikurangi beban bunga dibagi rata-rata aktiva produktif di kali 100%. Sumber : Data yang telah diolah daro EViews . Tabel 3 menunjukkan korelasi antara digital dan information berdasarkan data tersebut menunjukkan <0. 9 yang dapat disimpulkan bahwa dengan adanya digitalisasi dalam produk perbankan tidak terdapat korelasi secara signifikan dalam meningkatkan rasio profitabilitas khususnya dalam ROE. ROA dan NIM. Tabel 4. Uji Chow Effects Test Statistic Cross-section Chi-square Sumber : Data yang telah diolah daro EViews . Berdasarkan tabel 4, model diuji menggunakan Uji Chow dan diketahui nilai probability 00 dan lebih kecil dari Oy 0. 05 maka model tersebut cocok menggunakan fixed effect Tabel 5. Uji Hausman Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. Cross-section random Prob. Sumber : Data yang telah diolah daro EViews . Berdasarkan tabel 5, model diuji dengan menggunakan Uji Hausman Test dan diketahui untuk nilai probability yaitu sebesar 0. 0007 yang lebih kecil dari Oy 0. 05 maka model tersebut cocok menggunakan fixed effect model. Naya. et al. Analisis Pengaruh Digitalisasi Terhadap A Signifikansi (Pengujian Hipotesi. Tabel 6. Regresi Pengaruh Digitalisasi Terhadap Kinerja Keuangan (ROA. ROE dan NIM) Variable Coefficie Std. t-Statistic Prob. Error Dg ke ROA Dg ke ROE Dg ke NIM Inf ke ROA 0. Inf ke ROE Inf ke NIM *,**,*** Menunjukkan Tingkat signifikansi pada alpha 10%. dan 1%. Dg = Digital, yuycuycycn dibagi ycuycn inf =informasi yuycuycycn Nilai 1, jika item index digital terpenuhi. nilai 0 jika item index digital tidak terpenuhi kemudian di bagikan dengan jumlah item index digital banking. ROE= Return on Equity, laba setelah pajak dibagi total ekuitas dikalikan 100%. ROA= Return on Assets, laba sebelum pajak dibagi total aktiva dikalikan 100%. NIM=Net Interest Margin, pendapatan bunga bersih dikurangi beban bunga dibagi rata-rata aktiva produktif di kali 100%. Sumber: Data yang telah diolah dari EViews 12 . H1: Digitalisasi (Digita. Ie ROA: probabilitas 0. 3743 > 0,05. Hipotesis Digitalisasi pada layanan perbankan tidak berpengaruh terhadap ROA. H2: Digitalisasi (Digita. Ie ROE: probabilitas 0. 8552 > 0,05. Hipotesis Digitalisasi pada layanan perbankan tidak berpengaruh terhadap ROE. H3: Digitalisasi (Digita. Ie NIM: probabilitas 0. 2899 > 0,05. Hipotesis Digitalisasi pada layanan perbankan tidak berpengaruh terhadap NIM. H4: Digitalisasi (Informatio. Ie ROA: probabilitas 0. 3743 > 0,05. Hipotesis Digitalisasi pada layanan perbankan tidak berpengaruh terhadap ROA. H5: Digitalisasi (Informatio. Ie ROE: probabilitas 0. 8552 > 0,05. Hipotesis Digitalisasi pada layanan perbankan tidak berpengaruh terhadap ROE H6: Digitalisasi (Informatio. Ie NIM: probabilitas 0. 2899> 0,05. Hipotesis Digitalisasi pada layanan perbankan tidak berpengaruh terhadap NIM. Naya. et al. Analisis Pengaruh Digitalisasi Terhadap A Tabel 7. Regresi Pengaruh Digitalisasi (Digital dan Informatio. secara simultan terhadap kinerja keuangan (ROA. ROE dan NIM) Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. DG ke ROA INF ke ROA DG ke ROE INF ke ROE DG ke NIM INF ke NIM *,**,*** Menunjukkan Tingkat signifikansi pada alpha 10%. 5% dan 1%. Dg= Digital, yuycuycycn dibagi ycuycn Nilai 1, jika item index digital terpenuhi. nilai 0 jika item index digital tidak terpenuhi kemudian di bagikan dengan jumlah item index digital banking. ROE= Return on Equity, laba setelah pajak dibagi total ekuitas dikalikan 100%. ROA= Return on Assets, laba sebelum pajak dibagi total aktiva dikalikan 100%. NIM=Net Interest Margin, pendapatan bunga bersih dikurangi beban bunga dibagi ratarata aktiva produktif di kali 100%. Sumber: Data yang telah diolah dari EViews 12 . H7: Digitalisasi (Digital & Informatio. Ie ROA: probabilitas 0. 3962 dan 3058> 0,05. Hipotesis ditolak. Digitalisasi pada layanan perbankan tidak berpengaruh terhadap ROA. H8: Digitalisasi (Digital & Informatio. Ie ROE: probabilitas 0. 0735 dan 1167> 0,05. Hipotesis ditolak. Digitalisasi pada layanan perbankan tidak berpengaruh terhadap ROE. H9: Digitalisasi (Digital & Informatio. Ie NIM: probabilitas 0. 5483 dan 5016> 0,05. Hipotesis ditolak. Digitalisasi pada layanan perbankan tidak berpengaruh terhadap NIM. DISKUSI Naya. et al. Analisis Pengaruh Digitalisasi Terhadap A Uji Parsial T Digital dan ROA Dalam pengadopsian fintech SMS Banking memiliki dampak negatif terhadap ROA yang dikarenakan tingginya biaya iklan, nilai investasi teknologi yang tinggi serta di Indonesia mayoritas para nasabah lebih terbiasa dalam menggunakan perbankan dengan model konvensional dari pada dengan menggunakan teknologi baru, sehingga memerlukan waktu dalam menyesuaikan dengan layanan digital yang ditawarkan oleh perbankan (Nuzula Agustin. Dalam penelitian yang dilakukan oleh (Kristianti & Tulenan, 2. biaya investasi yang cukup besar dalam pengadopsian digitalisasi dan tingkat keamanan yang masih kurang sehingga memerlukan pemeliharaan jangka panjang. Fintech memiliki potensi dalam meningkatkan pendapatan bunga secara signifikan. Namun demikian, pendapatan tersebut masih belum memadai untuk sepenuhnya menutupi biaya operasional yang timbul dari pemeliharaan layanan perbankan digital secara berkelanjutan. Uji Parsial T Digital dan ROE Dengan demikian, tidak berpengaruh digitalisasi terhadap ROE. Hasil ini sejalan dengan temuan (Ramadhon, 2. yang menyatakan bahwa tidak ada perbedaan sebelum dan sesudah implementasi digitalisasi. Kondisi tersebut disebabkan oleh ketidaksiapan perusahaan dalam memanfaatkan modalnya secara optimal dalam proses adopsi teknologi digital serta belum efektifnya kolaborasi dengan Start-up Fintech. Upaya kolaboratif tersebut seharusnya ditujukan untuk menghasilkan laba bersih yang lebih tinggi dalam rangka memenuhi ekspektasi para pemegang saham di sektor perbankan. Dalam pemanfaatan teknologi digital mengharuskan perbankan untuk berinvestasi dalam teknologinya, yang berdampak pada struktur modal Perusahaan besar yang memiliki kapitalisasi pasar luas lebih mampu dalam mengalokasikan modal yang dimiliki, tetapi bagi perusahaan yang memiliki kapitalisasi rendah atau kecil akan menghadapi tantangan yang lebih besar dalam penyesuaian terhadap era digitalisasi (Sutra et al. , 2. Digitalisasi yang diproksikan dengan Internet Banking juga membawa dampak negatif bagi kinerja keuangan perbankan khususnya dalam profitabilitas. Dalam penelitian (Nuzula Agustin, 2. dijelaskan bahwa adopsi fintech tidak diikuti dengan jumlah pengguna Internet Banking dan juga biaya yang dikeluarkan juga relatif tinggi daripada pendapatan dari layanan fintech. Serta banyaknya kompetitor yang menawarkan fasilitas yang serupa yang dapat mengurangi keuntungan dan memperketat persaingan dalam menginovasi layanan perbankan sehingga perlu dilakukannya inovasi lanjutan yang memakan banyak Adanya faktor lain juga yang membuat masyarakat ragu dalam menggunakan fintech yaitu pada keamanan yang masih diragukan. Digitalisasi yang diproksikan dengan SMS Banking juga memiliki pengaruh buruk dari penerapan fintech terhadap ROE dikarenakan Naya. et al. Analisis Pengaruh Digitalisasi Terhadap A SMS Banking penggunaannya para nasabah harus juga harus mengeluarkan biaya sehingga nasabah tidak lagi menggunakan SMS Banking sebagai pilihan utama. Uji Parsial T Digital dan NIM Bahwa pengimplementasian digitalisasi (Digita. pada perbankan dapat memberikan kemudahan bagi para nasabahnya tetapi dengan adanya hal itu perbankan harus mengeluarkan biaya yang tinggi dalam pemeliharaan sistem dan juga dalam pengembangan digitalisasi tersebut, masih banyak masyarakat yang lebih memilih dalam melakukan transaksi perbankan dilakukan secara tradisional, selain itu dengan pengetahuan masyarakat yang masih cukup kurang baik sehingga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap keamanan transaksi perbankan melalui digital rendah, dalam kesiapan teknologi perbankan juga belum cukup maksimal yang menjadi salah satu kendala dalam memaksimalkan peran digitalisasi pada produk perbankan (Malik et al. , 2. Dalam penerapan sistem digitalisasi kinerja keuangan bank mengalami penurunan pendapatan yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti peningkatan kredit yang di salurkan dan restrukturisasi atau penyesuaian yang menyebabkan penurunan pendapatan bunga (Siwi, 2. Dengan adanya temuan tersebut, perbankan perlu melakukan evaluasi strategi monetisasi produk digital agar tidak hanya menjadi saluran layanan, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan pendapatan bunga bersih, melakukan edukasi secara intensif kepada para nasabah guna meningkatkan kepercayaan terhadap layanan digital serta menegakkan sistem keamanan (Vebrianty, 2. Uji Parsial T Information dan ROA Penerapan digitalisasi terhadap produk yang dimiliki oleh perbankan ini dalam mendukung kegiatan bisnis pada perusahaan perbankan yaitu bertujuan dalam memberikan kemudahan kepada seluruh nasabah, dan dengan informasi yang disampaikan kepada para nasabah dapat secara real-time sehingga para nasabah dapat lebih paham terkait inovasi yang dilakukan oleh perbankan yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan perbankan (Dalina Dewi & Octrina, 2. Digitalisasi dalam fintech tidak berpengaruh dalam kinerja keuangan yang dikarenakan dalam penyampaian informasi mengenai layanan digital perbankan dalam penetrasi pasar fintech belum dapat menjangkau ke seluruh nasabah (Kristianti & Tulenan. Uji Parsial T Information dan ROE Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Febrianto, 2. , bahwa bank syariah indonesia belum berhasil menarik nasabah baru yang dikarenakan kurangnya promosi terkait dengan produk atau layanan digital yang di tawarkan oleh perbankan, dengan hasil regresi Naya. et al. Analisis Pengaruh Digitalisasi Terhadap A dalam penelitian ini yang menunjukkan bahwa informasi digital belum cukup berkontribusi terhadap profitabilitas, serta berdasarkan temuan pada penelitian yang dilakukan oleh (Tambunan & Aziza, 2. bahwa pada layanan digital perbankan khususnya pada internet banking yang memberikan kemudahan bagi para nasabah dalam melakukan transaksi, namun dengan kemudahan tersebut membuka peluang risiko seperti penipuan hingga kebocoran data dan dana baik dari nasabah maupun perbankan. Sehingga perlunya menguatan pada sistem keamanan layanan perbankan. Uji Parsial T Information dan NIM Bahwa pengimplementasian digitalisasi (Informatio. pada perbankan dapat memberikan kemudahan bagi para nasabahnya tetapi dengan pengetahuan masyarakat yang masih cukup kurang baik sehingga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap keamanan transaksi perbankan melalui digital rendah, dalam kesiapan teknologi perbankan juga belum cukup maksimal yang menjadi salah satu kendala dalam memaksimalkan peran digitalisasi pada produk perbankan (Malik et al. , 2. Mobile banking memberikan kemudahan ke berbagai fitur termasuk pinjaman tunai atau paylater, dengan adanya hal tersebut meningkatkan perilaku konsumtif dalam melakukan pinjaman yang dikarenakan masih banyaknya nasabah yang belum mengetahui terkait dengan suku bunga, cicilan hingga risiko gagal bayar sehingga tidak heran jika masih banyak nasabah yang gagal dalam mengembalikan dana (Tambunan & Aziza, 2. Sehingga dengan temuan tersebut perbankan perlu meningkatkan edukasi kepada nasabah serta menyederhanakan akses informasi digital agar digitalisasi dapat berdampak langsung terhadap efisiensi aset produktif (BRIapi, 2. Uji Simultan F Digital dan Information dan ROE Dalam penerapan digitalisasi pada layanan perbankan menunjukkan bahwa belum mampu dalam meningkatkan ROE sejalan dengan nilai rata-rata ROE perbankan pada tahun 2018-2023 sebesar 0. 031034 atau 3. 1% yang belum menyentuh kriteria OJK bahwa perbankan dapat dikatakan berhasil dalam mengalokasikan modal yang dimiliki untuk mendapatkan keuntungan yaitu sebesar 8%-23% (Otoritas Jasa Keuangan, 2. Pengadopsian teknologi digital pada layanan perbankan mengeluarkan biaya yang relatif tinggi dari pada pendapatan yang didapatkan dari layanan fintech dan nasabah juga ragu dalam sistem keamanan yang ada pada layanan digital perbankan (Nuzula Agustin, 2. serta dalam penelitian yang dilakukan oleh (Febrianto, 2. bahwa masih kurangnya dalam proses promosi sehingga masih banyaknya nasabah yang belum mengetahui terkait dengan layanan digital perbankan. Informasi mengenai layanan digital perbankan belum menyeluruh kepada Naya. et al. Analisis Pengaruh Digitalisasi Terhadap A para nasabah sehingga para nasabah masih nyaman menggunakan layanan perbankan tradisional (Ayuningtyas & Sufina, 2. Uji Simultan F Digital dan Information dan NIM Dalam penerapan digitalisasi pada layanan perbankan menunjukkan bahwa belum cukup dalam meningkatkan kinerja keuangan yang diproksikan dengan NIM sebesar 0. 066324 atau 6% yang dapat dijelaskan bahwa perusahaan cukup mampu dalam mengalokasikan aktiva produktif untuk mendapatkan keuntungan. Namun, biaya tinggi dalam pemeliharaan sistem digital serta rendahnya adopsi nasabah terhadap layanan ini turut menjadi hambatan. Selain itu, meningkatnya persaingan antarbank dalam era digital memaksa perbankan menurunkan NIM agar tetap kompetitif (Atasyadila & Muchlis, 2. Implementasi teknologi digital pada layanan perbankan memerlukan biaya yang tinggi dalam pemeliharaan sistemnya dan masih banyaknya nasabah yang lebih memilih untuk menggunakan layanan perbankan konvensional serta keamanan transaksi yang masih diragukan (Malik et al. , 2. Uji Simultan F Digital dan Information dan NIM Dalam penerapan digitalisasi pada layanan perbankan menunjukkan bahwa belum cukup dalam meningkatkan kinerja keuangan yang diproksikan dengan NIM sebesar 0. 066324 atau 6% yang dapat dijelaskan bahwa perusahaan cukup mampu dalam mengalokasikan aktiva produktif untuk mendapatkan keuntungan. Namun, biaya tinggi dalam pemeliharaan sistem digital serta rendahnya adopsi nasabah terhadap layanan ini turut menjadi hambatan. Selain itu, meningkatnya persaingan antarbank dalam era digital memaksa perbankan menurunkan NIM agar tetap kompetitif (Atasyadila & Muchlis, 2. Implementasi teknologi digital pada layanan perbankan memerlukan biaya yang tinggi dalam pemeliharaan sistemnya dan masih banyaknya nasabah yang lebih memilih untuk menggunakan layanan perbankan konvensional serta keamanan transaksi yang masih diragukan (Malik et al. , 2. KESIMPULAN Penelitian ini berfungsi untuk melihat pengaruh digitalisasi terhadap kinerja keuangan perbankan periode 2018-2023. Digitalisasi perbankan diukur dengan menggunakan Index Digital Banking yaitu Digital dan Information. Kinerja keuangan diukur menggunakan ROA. ROE dan NIM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak berpengaruh digitalisasi pada layanan dan produk perbankan terhadap kinerja keuangan perbankan khususnya pada rasio prpofitabilitas (ROA. ROE dan NIM) dengan adanya digitalisasi pada layanan dan produk perbankan membutuhkan biaya yang relatif tinggi dalam pengembangannya, biaya iklan serta banyaknya kompetitor yang mengadopsi digitalisasi dengan fitur yang sama sehingga Naya. et al. Analisis Pengaruh Digitalisasi Terhadap A perlunya pengembangan lanjutan yang membutuhkan biaya tinggi sedangkan rendahnya adopsi layanan digital oleh para nasabah sehingga lebih banyak pengeluaran yang dikeluarkan untuk pengadopsian digitalisasi pada layanan maupun produk perbankan dibandingkan dengan keuntungan yang didapatkan, yang dikarenakan kurangnya kepercayaan nasabah terhadap keamanan bertransaksi serta banyaknya persaingan sehingga perbankan perlu menurunkan NIM agar tetap kompetitif. Dengan adanya hal tersebut Otoritas Jasa Keuangan dapat membuat suatu regulasi terkait dengan pendigitalisasian layanan maupun produk perbandan khususnya dalam sistem keamanan. REKOMENDASI