Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) p-ISSN: 2797-2879, e-ISSN: 2797-2860 Volume 5, nomor 3, 2025, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/jppi. Efektifitas Pelatihan Komputer Berbasis E Learning di Lembaga Kursus dan Pelatihan Techade. Fachrizal Amirul Humam*. Abdul Malik. Yudi Siswanto Fakulatas Ilmu Pendidikan dan Psikologi. Universitas Negeri Semarang. Semarang. Indonesia *Coresponding Author: fachrizalamirul@gmail. Dikirim: 28-05-2025. Direvisi: 07-06-2025. Diterima: 09-06-2025 Abstrak: Banyaknya gen Z yang sudah dalam usia produktif membuat mereka juga akan mencari berbagai cara alternatif untuk mengasah kemampuan dan minat mereka. Salah satunya dengan mengikuti kursus atau pelatihan, terutama kursus dan pelatihan secara daring atau E Salah satu contoh LKP yang menggunakan pembelajaran E learning LKP Techade. Namun, pembelajaran berbasis E learning ini masih terbilang banyak hal bisa mempengaruhi keefektifitas dari pembelajaran E learning baik itu dari faktor internal maupun Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif eksperimen yaitu salah satu jenis penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen dalam suatu kondisi yang telah ditetukan penenliti. Penelitian ini, mengambil 40 pesrta didik yang menjadi sempel penelitan, kemudian akan dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing 20 peserta didik. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah kuisoner yang menggunakan skala Likert. Hasil dari pengujian data yang diperoleh menuntjukan pada t hitung 14,019 > 2,097 . t table, hal tersebut menunjukan hipotesis diterima atau pembelajaran berbasis e-learning berjalan dengan efektif. Jika dilihat dari hasil pengamatan jumlah data, data yang diambil pada kelompok eksperimen atau kelompok yang melakukan pembelajaran dengan e-learning menunjukan banyak yang memilih sangat setuju hingga mencapai 52,2%. Hal tersebut dipengaruhi oleh bebera faktor yang mendukung seperti peserta didik yang merasa lebih bebas mengeksplorasi materi yang disajikan karena tidak terikat oleh waktu. Kata Kunci: efektifitas Pelatihan. E learning. pelatihan Komputer Abstract: The large number of Gen Z who are already in their productive age will also make them look for various alternative ways to hone their skills and interests. One of them is by taking courses or training, especially online courses and training or E learning. One example of LKP that uses E learning education method is LKP Techade. However, this E learningbased learning is still considered to have many things that can affect the effectiveness of E learning education method, both from internal and external factors. This study uses a quantitative experimental research design, which is a type of quantitative research that aims to determine the effect of independent variables on dependent variables in a condition that has been determined by the researcher. This study, took 40 students as research samples, then divided into 2 groups of 20 students each. The data collection technique used was a questionnaire using a Likert scale. The results of the test show that the t count is 14. 019> 2. t table, this shows that the hypothesis is accepted, or e-learning-based learning is running effectively. When viewed from the results of observations of the number of data, the data taken from the experimental group or the group that carried out learning with e-learning showed that many chose to strongly agree, reaching 52. This is influenced by several supporting factors, such as students who feel freer to explore the material presented because they are not bound by time. Keywords: Training effectiveness. E learning. Computer training @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Humam dkk. Efektifitas Pelatihan Komputer Berbasis E Learning di Lembaga KursusA PENDAHULUAN Berdasarkan data dari BPS (Badan Pusat Statiti. tahun 2024, presentasi penduduk Indonesia yang mulai memasiki usia produktif ada pada sekitar 84% dan didominasi gen Z dengan kisaran 20% sampai 30%. Berdasarkan data tersebut, melihat gen Z yang aktif dalam dunia digital, membuat mereka tertarik dalam menggali informasi yang di dunia digital seperti internet (Urba et al. , 2. Selain itu, banyaknya gen Z yang sudah dalam usia produktif membuat mereka juga akan mencari berbagai cara alternatif untuk mengasah kemampuan dan minat mereka. Salah satunya dengan mengikuti kursus atau pelatihan, terutama kursus dan pelatihan secara daring atau E learning. Namun, dikarnakan pembelajaran berbasis E learning ini masih terbilang banyak hal bisa mempengaruhi keefektifitas dari pembelajaran E learning baik itu dari faktor internal maupun external. Di Indonesia terdapat Lembaga yang mengurus pelatihan dan kursus yang ada di masyarakat dengan menjadi satu kesatuan lembaga, lembaga tersebut adalah LKP yang merupakan kepanjangan dari Lembaga Kursus dan Pelatihan yang dijelaskan pada pasal 26 ayat . UU No. 20 2003 tentang Pendidikan nasional. Secara umum, pada pasal 26 ayat . dijelaskan penyelenggaraan pelatihan dan kursus memerlukan keahlian, wawasan, sikap dan kecakapan hidup yang memadai demi membantu pengembangan diri setiap individu dalam hal kompetensi, hasil kerja, dan usaha mandiri (Herman, 2. Menurut penuturan Tania . LKP merupakan kesatuan dalam Pendidikan nonformal yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang memiliki keinginan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, serta mengembangkan kompeternsi yang ada pada diri mereka demi mengasah kualifikasi profesioanlitas dalam dunia kerja. Dari pemaparan yang telah dijelaskan sebelumnnya, dapat disimpulakan bahwa LKP adalah salah satu lembaga pada Pendidikan non formal yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan serta kompetensi yang ada pada Masyarakat agar dapat memenuhi kualifikasi dalam bidang pekerjaan yang akan Salah satu contoh LKP yang ada dan menjadi objek dari penelitian ini yaitu LKP Techade. id yang terletak di Jl. Muslimat No. Desa Harjosari Kidul. Kecamatan Adiwerna. Kabupaten Tegal. Tujuan dari Techade. id ini adalah untuk pengembangan diri bagi masyarakat, pelatihan skill digital, pengembangan agensi digital dan riset. Pada LKP ini terdapat beberapa bidang yang diajarkan yang diantaranya, self development, web development, design grafis, dan coding. Melihat dari bidang yang diajarkan di LKP Techade. id ini akan sangat memungkinkan untuk melakukan pembelajaran berbasis e-learning. Alasan kenapa memungkinkan melakukan pembelajaran berbasis e-learning dikarenakan bidang yang dipelajari dapat diakses secara digital melalui perangkat peserta didik masing dimanapun. Dengan memanfaatkan pembelajaran e-learning, maka cakupan warga belajar akan lebih luas dan pembelajaran dapat dilaksanakan dengan lebih fleksibel. Pemilihan metode yang digunakan dalam pelatihan atau kursus yang sesuai akan berpengaruh pada hasil yang akan dicapai peserta didik nantinya. Sejalan dengan hal tersebut, perkembangan teknologi yang semakin inovatif dan atraktif juga bisa menambah minat dalam pembelajaran tergantung pada bagaimana pemanfaatan teknologi tersebut (Suyidno et al. , 2. Pemanfaatan teknologi yang dimaksud merupakan pemanfaatan yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkatan peserta didik itu @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Humam dkk. Efektifitas Pelatihan Komputer Berbasis E Learning di Lembaga KursusA Sebagai mentor/tutor/pembimbing perlu memberikan pengarahan yang sesuai kapada peserta didik. Metode pembelajaran berbasis e-learning membutuhkan adanya adaptasi yang baik terhadap kemajuan yang terjadi di era digital dengan memanfaatkan kemajuan perkembangan jaringan informasi (Rahman et al. , 2. Menurut penjelasan (Gani, 2. , secara filosofis, pembelajaran berbasis E learning dapat dipahami sebagai. manaemen informasi, komunikasi, pembelajran dan pelatihan dalam jaringan/daring, perluasan dari metode metode pembelajaran yangn memanfaatkan perkembangan secara global, pada pembelajaran berbasis E learning pada dasarnya bukan menggantikan secara sepenuhnya pembelajaran secara konvensional atau tatap muka, melainkan memberikan penguatan secara mekanisme belajar dengan mengimprovisasi content yang serta membantu peningkatan pemanfaatan teknologi pelatihan. Selain itu pada pembelajaran berbasis online ini, peserta didik jika mengalami kesulitan dalam masa pembelajaran maka dapat teratasi dengan melakukan kolaborasi. Kolaborasi ini dapat dilakukan melalui platform yang disediakan dalam proses e-learning. Menurut penjelasan dari Hartanto et al. , . , keberhasilan dari pembelajaran berbasis E learning dipengaruhi pada interaksi yang terjadi saat berjalannya proses pembelajaran di pelatihan. Dengan adanya kemajuan teknologi yang semakin ekonomis, efisien, serta lebih fleksibel dan tidak terbatas dalam ruang dan waktu. Ada juga beberapa pengaruh lain yang muncul pada pembelajaran berbasis E learning yang kemudahan yang di peroleh peserta pelatihan karena dapat mempelajari materi yang diajarkan berdasarkan subtansi pembelajaran dimanapun dan kapanpun, lalu, adanya kemungkinan peserta pelatihan untuk melakukan diskusi dan mendapat materi dari sumbernya secara online yang dikarenakan akses informasi yang lebih mudah, dari pihak pembelajar atau pelatih sendiri dapat membuat komponen dan subtansi pelatihan yang berasal dari berbagai sumber yang ada di dunia sebagai bahan referensinya untuk persiapan pembelajaran berbasis E lerning. Namun demikian, meksipun terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi dan mendukung dalam pembelajaran berbasis E learning ini perlu adanya persiapan yang lebih matang, mulai dari sarana dan prasarannya, kesiapan dari Masyarakat/warga belajar, serta regulasi yang mendukung metode pembelajaran ini. Berdasarkan penjelasan yang sudah dipaparkan di atas, pada pembelajaran berbasis E lerning memiliki berbagai hal yang berpengaruh pada efektifitasnya. Sehingga hal ini akan memicu pertanyaan apakah sebenarnya pembelajaran berbasis E learning ini dapat diterapkan dengan efektif atau belum terutama di LKP Techade. Pada pelatihan sendiri memliki tujuan untuk meningkatkan Tingkat kompetensi yang dimiliki peserta didik agar dapat sesusai kompetensi dan kemampuan yang akan diperluakan dalam pekerjaan atau jabatan yang akan diambil (Niati et al. , 2. Dalam praktek pembelajaran berbasis E learning pasti akan ada beberapa hal yang akan mempengaruhi hasil dari proses pembelajaran apakah efektif atau tidak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan dari Pembelajaran berbasis E learning yang dilakukan di LKP Techade. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif eksperimen yaitu salah satu jenis penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen dalam suatu kondisi yang telah @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Humam dkk. Efektifitas Pelatihan Komputer Berbasis E Learning di Lembaga KursusA ditetukan penenliti. Berdasarkan penjelasan yang dijelasakan oleh Fraencel dan wallen, penetian eksperimen merupakan penelitian untuk mencoba, mencoba dan mengkonfirmasi dari hasil kondisi objek yang diteliti. Sedangkan menurut Crosswell, penelitian eksperimen merupakan penelitain yang di gunakan untuk mengetahui pengaruh sabab dan akibat dari variabel independen terhadap variabel depanden berdasarkan kondisi yang telah ditentukan (Sugiono, 2. Untuk desain penelitan yang digunakan adalah pre-eksperimental posttest-only control design. Pada desain tersebut, akan dibentuk 2 kelompok yang akan dipilih secara random. Pada kelompok pertama akan diperlakukan kondisi yang ditentukan, sedangkan pada kelompok kedua tidak akan diperlakukan kondisi yang sudah ditentukan. Setelah data dari kedua kelompok terkumpul, maka akan dilakukan uji beda untuk mengetahui sebarapa signifikan perbedaan hasil dari data tersebut (Rukminingsih, 2. Gambar 1. Bagan Desain Penelitian Pada penelitian ini menentukan perserta didik yang ada pada LKP Techade. akan menjadi subjek penelitaian utama, perserta didik tersebut akan menjadi populasi pada penelitian ini. Populasi merupakan jumah keseluruhan subjek penelitian berupa kelompok, individu-individu, maupun objek disekitar untuk menggeneralisasi hasil penelitian (Swarjana, 2. Berdasarkan hasil observasi, ditentukan bahwa populasi yang ada pada LKP Techade. Id ada 40 peserta. Kemudian jumlah total dari peserta didik tersebut akan dibagi menjadi 2 kelompok yang masing-masing ada 20 peserta Dikarenakan pembelajaran yang diterapkan pada LKP Techade. id menggunakan project based learning, pada penelitian ini skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert. Skala Likert sendiri adalah skala yang mengukur tingkat persepsi seserang atau kelompok terhadap suatu kondisi (Fadila, 2. Berikut ini skala likert yang digunakan pada penelitian ini. Tabel 1. Skala Likert Jawaban SS (Sangat Setuj. S (Setuj. TS (Tidak Setuj. STS (Sangat Tidak Setuj. Skor Pada proses penelitian ini, sesuai dengan desain yang dipilih, akan ada beberapa langkah yang dilakukan diantaranya. ) Mempersiapkan perangkat pembelajaran, yang akan digunakan. ) Membagi perangkat pembelajaran yang digunnakan menjadi dua sesuai dengan kelompok yang sudah ditetapkan yaitu perangkat pembelajaran untuk kelompok kontrol atau kelompok yang menggunakan pembelajaran secara luring, dan perangkat pembelajaran yang selanjutnya digunakan unuk kelompok eksperimen atau kelompok yang menggunakan pembelajaran E learning. Mempersiapkan ruang pembelajaran yanga akan digunakan, untuk kelompok yang @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Humam dkk. Efektifitas Pelatihan Komputer Berbasis E Learning di Lembaga KursusA menggunakan pembelajaran secara luring, akan disediakan ruang kelas dan perangkat komputer untuk setiap peserta didiknya. Kemudian, pada kelompok yang menggunakan pembelajaran ini akan menerima pembelajaran secara langsung dari pendidik sesuai dengan modul yang sudah disediakan. Sedangkan, untuk kelompok yang menggunakan pembelajaran E learning, akan menggunakan website yang sudah disedaikan oleh pihak LKP Techade. id dan modul pembelajaran yang sudah disediakan dalam website tersebut. ) Proses pengurusan izin untuk mengumpulkan data di LKP techade. ) Pengumpulan data akan dilakukan 1 kali, pengumpulan data yang akan menggunakan kuisioner yang memakai skala likkert. Pelaksanaan pelatihan di bagi menjadi 2 kelompok yaitu, yang secara E learning dan yang tidak melauli E learning untuk mengetahui perbedaan hasil dari kedua kelompok. Masing masing kelompok kan melakukan pempelajaran selama 90 menit. ) selama proses pengumpulan data, peneliti akan melakukan observasi selama berjalannya ) Hasil pengumpulan data diperoleh dari peserta pelatihan yang telah terkumpul, selanjutnya ditabulasi dan dianalisis. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji validitas dan uji reabilitas Uji validitas merupakan suatu pengukuran tentang tingkatan dari keavalidan atau kesahihan dari suatu instrumen sehingga instrument tersebut mampu mengukur apa yang akan diukur dengan tepat, sedangkan uji reabilitas merupakan sejauh mana suatu instrumen penelitian dapat dipercaya atau dipertanggungjawabkan sebagai alat pengumpulan data (Ohsaki et al. , 2. Uji validitas dan uji reabilitas pada data penelitian ini akan dilakukan menggunakan software SPSS. Untuk hasil dari uji validitas dan reabilitas data dapat dilihat pada table dibawah ini . Tabel 2. Hasil Uji Validitas Kelompok Kontrol Sempel uji Nilai Sig. 0,001 0,002 0,003 0,007 Keputusan Valid Valid Valid Valid Berdasarkan data yang disajikan di Tabel 2, dapat dilihat bahwa Sig dari masingmasing sempel uji kurang dari 0,05. Menurut Leavy, . , suatu data dapat dikatakan valid apabila nilai Sig. /alpha kurang dari 0,05 atau Sig < a. berdasarkan tersebut, data hasil pengujian validitas dapat dikatakan valid. Tabel 3. Hasil Uji Validitas Kelompok Eksperimen Sempel uji Nilai Sig. 0,004 0,006 0,000 0,002 Keputusan Valid Valid Valid Valid Berdasarkan data yang disajikan di Tabel 3, dapat dilihat bahwa Sig dari masingmasing sempel uji kurang dari 0,05. Seperti yang sudah di jelaskan sebelumnyan, suatu data dapat dikatakan valid apabila nilai Sig. /alpha kurang dari 0,05 atau Sig < a. berdasarkan tersebut, data hasil pengujian validitas dapat dikatakan valid. @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Humam dkk. Efektifitas Pelatihan Komputer Berbasis E Learning di Lembaga KursusA Tabel 4. Hasil Uji Reabilitas Kelompok Kontrol CrobachAos Alpha Jumlah item Berdasarkan data yang disajikan di Tabel 3 dan Tabel 4, dapat dilihat bahwa nilai Crobach. s alpha pada kelompok kontrol 0,914. Menurut Kuddi, . , suatu data dapat dikatakan reliable atau dapat dipertanggungjawabkan apabila nilai Crobach. alpha lebih dari 0,60 atau Crobach. s alpha > 0,60. maka, berdasarkan tersebut, data hasil pengujian validitas dapat dikatakan reliable Tabel 5. Hasil Uji Reabilitas Kelompok Eksperimen CrobachAos Alpha Jumlah item Berdasarkan data yang disajikan di Tabel 3 dan Tabel 4, dapat dilihat bahwa nilai Crobach. s alpha pada kelompok eksperimen hasil Crobach. s alpha yang dihasilkan adalah 0,928. Menurut Kuddi, . , suatu data dapat dikatakan reliable atau dapat dipertanggungjawabkan apabila nilai Crobach. s alpha lebih dari 0,60 atau Crobach. alpha > 0,60. maka, berdasarkan tersebut, data hasil pengujian validitas dapat dikatakan reliable Uji normalitas dan uji homogenitas Uji normalitas merupakan pengujian data yang bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal, sedangkan uji homogenitas merupakan pengujian data yang bertujuan untuk mengetahui apakah data yang ada pada setiap faktor eksperimen bersifat homogen atau tidak (Amruddin et al. , 2. Uji normalitas dan uji homogenitas pada data penelitian ini akan dilakukan menggunakan software SPSS. Untuk hasil dari Uji normalitas dan uji homogenitas data dapat dilihat pada table dibawah ini Tabel 6. Hasil Uji Normalitas (Saphiro-Wil. Kelompok Kontrol Eksperimen Jumlah Sempel Sig. 0,131 Berdasarkan data yang disajikan di Tabel 5, dapat dilihat bahwa nilai signifikansi pada kelompok kontrol 0,065 dan pada kelompok eksperimen, nilai signifikansinya adalah 0,131. Menurut Salasi, . , jika jumlah sempelnyanya kurang dari 50, maka menggunakan model Shapiro-wilk. Data tersebut dapat dikatakan berdistribusi normal apabila nilai signifikansinya lebih dari 0,05 atau Sig. > 0,05. maka, berdasarkan tersebut, data hasil pengujian validitas dapat dikatakan berdistribusi dengan normal. Tabel 7. Hasil Uji Homogenitas Hasil data Based on mean Sig. Berdasarkan data yang disajikan di Tabel 6, dapat dilihat bahwa nilai signifikansi hasil data berdasarkan mean atau rata-rata adalah 0,56. Menurut Ismail, . Data dapat dikatakan berssifat homogen apabila nilai signifikansi based on mean lebih dari 0,05 atau Sig. > 0,05. maka, berdasarkan tersebut, data hasil pengujian validitas dapat dikatakan bersifat homogen. @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Humam dkk. Efektifitas Pelatihan Komputer Berbasis E Learning di Lembaga KursusA Uji Paired Sample T-test Dalam menguji hipotesis, penelitian ini melakukan uji paired Sample T-test dilakukan untuk membandingkan hasil skor rata-rata dari dua kelompok antara kelompok control dan kelompok eksperimental yang sudah di diambil (Sofyan, 2. Sebelum melakukan uji paired sample t-test, data yang sudah diperoleh harus melalui beberapa uji prasyarat seperti uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, dan uji homogenitas (Kadir, 2. Alasan dari penggunaan uji paired sample T-test pada penelitian ini, karena pada penelitan ini memiliki dua kelompok yang akan diujikan yaitu kelompok yang diberi treatment dan kelompok yang tidak diberikan treatment. Untuk melakukan pengujian ini, perlu menggunakan adanya perhitungan untuk menentukan nilai T. hitung (Navvarro, 2. Rumus dari T. hitung dapat dilihat sebagai berikut: yc= ycuI1 Oe ycuI2 ycI2 ycI2 Oo 1 2 Oe 2yc ( ycI1 ) ( ycI2 ) ycu1 ycu2 Ooycu1 Ooycu2 Penjelasan : ycuI1 : Rata-rata sempel sebelum perlakuan ycuI2 : Rata-rata sempel setalah perlakuan ycI1 : Simpangan baku sebelum perlakuan ycI2 : Simpangan baku setalah perlakuan ycu1 : Jumlah sempel sebelum perlakuan ycu2 : Jumlah sempel setalah perlakuan Selain menggunakan rumus yang ada diatas, untuk menentukan T. hitung dapat juga dilakuakn menggunakan software SPSS. Adapun hasilnya sebagai berikut Tabel 8. Hasil Paired Sample T-Test 14,019 Sig. 0,00 Berdasarkan hasil pada Tabel 7, bahwa nilai Sig. yang diperoleh adalah 0,00 dengan df 19, untuk hasil t hitungnya adalah 14,019. Untuk mengetahui apakah hiposesis diterima atau ditolak ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu nilai signifikansi dan t hitung. Jika nilai Sig. < 0,05 maka hipotesis diterima. Kemudian, jika nilai t hitung > t tabel, maka hipotesis diterima (Knapp, 2. Berdasarkan hal tersebut, dapat dilihat dari nilai Sig. 0,00 < 0,05, pada t hitung 14,019 > 2,097 . Dari penilaian terebut, dapat dipastikan hipotesis diterima. Pembahasan Berdasarkan hasil observasi, pembelajaran yang dilakukan di LKP Techade. ini terbagi menjadi dua kelompok antara yang mengikuti secara luring dan yang mengikuti secara daring atau menggunakan E learning. Untuk peserta didik yang mengikuti secara secara luring merupakan pelajar dari SMA N 1 Keramat Kota Tegal. Pihak dari LKP Techade. id sudah bekerja sama dengan pihak SMA N 1 Keramat untuk memberikan kelas tambahan setelah jam pulang sekolah yaitu kelas coding bagi siswa yang berminat untuk mengasah minat dan bakat mereka. Sedangkan untuk kelas yang menggunakan E learning, peserta didik akan mengikuti kelas melalui perangkat zoom Untuk peserta didik dari kelas yang menggunakan E learning cenderung lebih @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Humam dkk. Efektifitas Pelatihan Komputer Berbasis E Learning di Lembaga KursusA bebas dari berbagai halangan, mulai dari yang masih sekolah hingga yang yang sudah Perangkat pembelajaran, dari pihak LKP Techade. id sudah menyiapkan modul yang bisa diakses baik peserta yang mengikuti kelas luring maupun yang daring. Modul pembelaran ini dapat diakses peserta didik melalui website yang sudah dibuat oleh pihak LKP Techade. Modul tersebut berisi berbagai materi yang diperlukan beserta beberapa panduan untuk praktek. Terkhusus untuk yang mengikuti kelas daring, sudah disediakan website khusus yang menjadi LMS (Learning Management Syste. selama mengikuti kelas yang disediakan. Berdasarkan hasil penelitian, setalah melakukan hasil analisis data, menunjukan bahwa hepotesis yang sudah ditetapkan diterima yaitu terdapat pengaruh positif terhadap efektifitas pelatihan di LKP Techade. hal tersebut dapat dilihat dari berbagai faktor. Pada data yang diambil di kelompok kontrol atau kelompok yang melakukan pembelajaran secara luring, lebih banyak yang memilih tidak setuju hingga 50,4%. Hal tersebut terjadi bukan tanpa sebab, ada faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya, terkait dengan waktu pembelajaran ini yang bisa dilakukan sepulang sekolah sebagai kelas tambahan. Ada beberapa murid yang merasa kurang bisa fokus apabila disekolah sudah melakukan banyak kegiatan. Selain itu karena terbatasnya waktu yang disedaikan terasa masih kurang sehingga pelayanan pendidikan yang diberikan pihak LKP Techade. id kurang maksimal. Hal berbeda terlihat pada data yang diambil pada kelompok eksperimen atau kelompok yang melakukan pembelajaran dengan E learning menunjukan banyak yang memilih sangat setuju hingga mencapai 52,2%. Hal tersebut dikarenakan dari kualitas sistem yang diberikan yang mudah dipahami dan kualitas pelayanannya, berdasarkan penuturan dari beberapa peserta didik, mereka mengungkapkan bahwa mereka merasa nyaman selama mengikuti kelas karena fleksibilitas yang ditawarkan melaui sitem Peserta didik yang mengikuti kelas E learning mereka merasa lebih bebas mengeksplorasi materi yang disajikan. Menurut penjelasan Suhendri . , dalam efektifitas pelatihan dan kursus mencakup adanya kualitas presentasi materi, pelaksanaan kegiatan praktek yang aktif, serta dukungan dari pihak penyelenggara pelatihan dan kursus. Berdasarkan pernyataan tersebut, dapat dikatakan pembelajaran berbasis E learning yang dilaksanakan LKP Techade. id berjalan dengan efektif. Hal tersebut juga dapat diketahui melalui banyaknya respon positif di kuisioner yang diberikan pada kelompok yang melaksanakan pembelajaran dengan E learning sebesar 52,2%, sedangkan kelompok yang melakukan pembelajaran secara luring lebih banyak memberikan respon negatif hingga 50,4% di kuisoner yang diberikan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil yang telah dibahas, terbukti pada pelaksanaan pembelajaran berbasis E learning di LKP Techade. id berjalan dengan efektif. Sebaliknya, pembelajaran yang dilakukan secara luring melalui kelas konvesional berjalan kurang Berbedaan hasil tersebut dipengaruhi beberapa faktor seperti yang telah dijelasakan sebelumnya. Faktor yang menyebabkan pembelajaran secara luring kurang efektif adalah kondisi waktu pembelajarannya yang terbatas dan terbatasnya akses untuk mendapatkan pelayanan dari pendidik dikarenakan dari terbatasnya waktu yang Sedangkan, di lain sisi pada pembelajaran yang dilaksanakan @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Humam dkk. Efektifitas Pelatihan Komputer Berbasis E Learning di Lembaga KursusA menggunakan e-learning peserta didik, mereka merasa lebih bebas mengeksplorasi materi yang disajikan karena tidak terikat oleh waktu. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada Fakulatas Ilmu Pendidikan dan Psikologi. Universitas Negeri Semarang yang telah mendukung pelaksanaan penelitian. Terima kasih kepada pemilik beserta anggota dari LKP Techade. id telah mendukung dalam progress penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA