ARTIKEL PENELITIAN PENGARUH SERTIFIKASI TERHADAP KOMPETENSI SOSIAL GURU BAHASA INDONESIA SMP DI KECAMATAN KOTO XI TARUSAN KABUPATEN PESISIR SELATAN Oleh: RETNO KASMIANTI NPM: 1010013111088 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS BUNG HATTA PADANG HALAMAN PERSETUJUAN ARTIKEL PENELITIAN PENGARUH SERTIFIKASI TERHADAP KOMPETENSI SOSIAL GURU BAHASA INDONESIA SMP DI KECAMATAN KOTO XI TARUSAN KABUPATEN PESISIR SELATAN Disusun Oleh: RETNO KASMIANTI NPM: 1010013111088 Telah Disetujui oleh Dosen Pembimbing Skripsi Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Sebagai Syarat Mengeluarkan Nilai Tugas Akhir Skripsi Pembimbing I Padang. Juni 2015 Pembimbing II Dr. Hasnul Fikri. Pd. Dra. Hj. Syofiani. Pd. PENGARUH SERTIFIKASI TERHADAP KOMPETENSI SOSIAL GURU BAHASA INDONESIA SMP DI KECAMATAN KOTO XI TARUSAN KABUPATEN PESISIR SELATAN Retno Kasmianti . Hasnul Fikri. Syofiani. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta Email: Retno Kasmianti@gmail. Com ABSTRACT This study purpose to look at the influence of social competence certification of Indonesian junior high school teachers in the district of Koto XI Tarusan South Coast. Theory referenced are the opinions Mulyasa . concerning the competence standards and certification. Musfah . on enhancing the competence of teachers. This research is a quantitative method, ex post facto. Data sourced from respondents fellow teachers, students, and community gained from the questionnaires. Certified teachers as many as 15 people and teachers who have not been certified by 2 people. From the test results obtained by normality and homogeneity test after test the hypothesis turns out t arithematic < t table so that Ho is rejected it can be concluded that the results of the social competence of certified teachers strong social competence compared with teachers who have teacher certification Indonesian SMP in District Koto XI Tarusan the South Coast in the year 2015 so that it can be done significantly to the social competence of teachers. Keywords: Social Interest of teacher of Sertifikasi and which not yet sertifikasi sekolah ke tingkat yang lebih tinggi, dan PENDAHULUAN Proses peran yang sangat penting dalam proses Dalam memberikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebagaimana . Banyak menentukan keberhasilan sebuah sistem Salah satunya adalah guru. meningkatkan kualitas pendidikan, dengan Menurut Mulyasa kurikulum, meningkatkan kualitas guru berpengaruh terhadap terciptanya proses melalui penataran-penataran, melanjutkan dan hasil pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, upaya perbaikan harus dimiliki oleh seorang guru. Pertama, kompetensi pedagogik, yaitu kemampuan meningkatkan kualitas pendidikan tidak pengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta signifikan tanpa didukung oleh guru yang profesional dan berkualitas. Dengan kata pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan lain, perbaikan kualitas pendidikan harus berpangkal dari guru dan berujung pada mengaktualisasikan berbagai potensi yang guru pula. Peran yang sangat strategis kepribadian, yaitu kemampuan kepribadian Kedua, yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan beribawa, menjadi teladan bagi peserta dikembangkan sebagai tenaga profesi yang bermatabat dan profesional. Fungsi guru kompetensi profesianal, yaitu kemampuan sebagai pekerja profesional, merupakan penguasaan materi pembelajaran secara titik sentral dari peningkatan kualitas luas dan mendalam yang memungkinkan pendidikan yang bertumpu pada kualitas membimbing peserta didik proses belajar mengajar. standar kompetensi yang ditetapkan dalam Musfah . 1: . mengatakan Ketiga, standar nasional kependidikan, keempat, kompetensi sosial, yaitu kemampuan guru perpaduan antara kemampuan personal, sebagai bagian dari masyarakat untuk keilmuan, teknologi, sosial, dan spiritual berkomunikasi dan bergaul secara efektif yang secara kafah membentuk kompetensi dengan peserta didik, sesama pendidik, standar profesi guru, yang mencakup penguasaan materi, pemahaman terhadap peserta didik, dan masyarakat sekitar. tua/wali Salah satu cara meningkatakan pengembangan pribadi dan kualitas profesi keguruan adalah melalui Ada empat kompetensi sertifikasi yang mana telah guru yaitu . kompetensi pedagogik, . dalam Undang- Undang Guru dan Dosen kompetensi kepribadian, . kompetensi Nomor 14 tahun 2005 pasal 1 ayat . dan professional, . kompetensi sosial. menyatakan bahwa sertifikasi adalah Sehubungan dengan hal tersebut. Mulyasa 8:75- proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru dan dosen, serta sertifikasi pendidik bahwa ada empat macam kompetensi yang adalah bukti formal sebagai pengakuan yang diberikan kepada guru dan dosen sertifikasi SMPN di Kecamatan Koto sebagai tenaga profesional. XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. Berdasarkan Bahasa sertifikasi SMPN di Kecamatan Koto kesimpulan bahwa sertifikasi diberikan XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. Gambaran kompetensi sosial guru Indonesia kepada guru yang telah profesional sesuai Membuktikan dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 dan Undang-Undang Nomor 18 Bahasa Indonesia di SMPN Kecamatan Tahun 2007 tentang sertifikasi guru dalam Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. KAJIAN TEORI Kerangka teori dalam penelitian ini Oleh sebab itu, penulis tertarik digunakan sebagai acuan dalam melakukan penelitian. Menurut Mulyasa . Sertifikasi AuPengaruh Sertifikasi Guru Kompetensi Sosial Guru Bahasa Indonesia Sertifikat pendidik untuk guru dan dosen. SMP di Kecamatan Koto XI Tarusan sedangkan sertifikat pendidik bukti formal Kabupaten Pesisir Selatan. Alasan Peneliti sebagai pengakuan yang diberikan kepada memilih Kecamatan Koto XI Tarusan guru dan dosen sebagai professional. Kabupaten Pesisir Selatan sebagai tempat penelitian ini karena penulis berdomisili di Tujuan dan Manfaat Sertifikasi Adapun mengetahui apakah guru yang sudah sebagai seorang guru, dilihat dari aspek kompetensi-kompetensi yang harus dimilki sertifikasi guru jelas seperti yang di Wahyudi . oleh seorang guru, khususnya kompetensi Penelitian pembelajaran dan mewujudkan tujuan Gambaran kompetensi sosial guru Bahasa Indonesia pendidikan nasional, . meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan, . meningkatkan martabat guru, dan . Menurut Rusman . 2: . guru profesional adalah guru yang memiliki Dengan sertifikasi diharapkan kompetensi kompetensi yang dipersyaratkan untuk dan kinerja guru akan lebih baik, sehingga mutu pendidikan menjadi lebih bermutu. Dengan kata lain guru Selanjut, menurut Mulyasa, . profesional adalah orang yang memiliki manfaat sertifikasi tenaga kependidikan kemampuan dan keahlian khusus dalam sebagai berikut: bidang keguruan, sehingga dia mampu Pengawasan mutu, yang meliputi. melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai Lembaga guru dengan kemampuan yang maksimal. Seseorang akan bekerja secara profesional seperangkat kompetensi yang bersifat unik, . Untuk setiap jenis profesi kemampuan dan motivasi, seorang guru dapat mengarahkan para praktisi untuk dikatakan profesional apabila memiliki kemampuan tinggi dan motivasi tinggi. kompetensinya secara berkelanjutan . Gambaran Umum Kompetensi Sosial Peningkatan profesionalisme melalui Menurut Mulyasa . guru mekanisme seleksi, baik pada waktu dalam menjalani kehidupannya seringkali awal masuk organisasi profesi maupun menjadi tokoh, panutan, dan identifikasi pengembangan karir selanjutnya . bagi para peserta didik dan lingkungannya. Proses seleksi yang baik, program Artinya guru membangun, memimpin dan pelatihan yang lebih bermutu maupun usaha belajar secara mandiri untuk mencapai peningkatan profesionalisme. METODOLOGI PENELITIAN sertifikasi dan yang belum sertifikasin Jenis penelitian adalah suatu cara SMP Negri di Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. Jumlah pengetahuan untuk merencanakan suatu populasi guru yang sudah sertifikasi dan masalah yang akan dihadapi. Metode yang yang belum sertifikasi digunakan adalah metode ex post facto Variabel terikat dalam penelitian ini menurut Emzir . 9: . metode ex post adalah kompetensi sosial oleh guru Bahasa facto dengan desain faktorial. Indonesia di Kecamatan Koto XI Tarusan Teknik Kabupaten Pesisir Selatan yang sudah sertifikasi maupun yang belum sertifikasi Berdasarkan metode di atas, adalah . berkomunikasi secara efektif maka peneliti dalam penelitian ini yang dengan peserta didik. berkomunikasi diamati adalah orang, yaitu guru, siswa, dan bergaul secara efektif dengan sesama orang tua/wali dan masyarakat . berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali pengaruh sertifikasi terhadap kompetensi peserta didik, . berkomunikasi dan sosial guru bahasa Indonesia SMP di bergaul secara efektif dengan orang tua Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten atau wali perserta didik dan masyarakat Pesisir Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada guru Bahasa Indonesia SMP Negeri Variabel bebas dalam penelitian ini adalah sertifikasi guru Bahasa Indonesia SMP di Kecamatan Koto XI Tarusan Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. Populasi dari penelitian ini adalah kabupaten Pesisir Selatan. Jenis data dalam penelitian ini ada dua, yaitu: data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini yaitu seluruh Guru Bahasa Indonesia yang lulus wawancara, angket, dan observasi guru, siswa, orang tua, dan masyarakat SMP di yaitu: . lembar wawancara, . lembar Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten observasi, . kuesioner atau angket, dan Pesisir . dokumentasi Selatan. Data penelitian ini adalah Dokumentasi atau Surat di Dinas Pendidikan, dan Sekolah. Data Primer Setelah penulis mendapatkan data di lokasi penelitian, maka dilakukan wawancara dengan guru dan siswa SMP di langkah berikut: . mengumpulkan angket Kecamatan Koto XI Tarusan kabupaten Pesisir Selatan, dan masyarakat dimana jawaban responden. Penulis memasikan bahwa tiap-tiap item angket telah diisi pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan. hasil pengisian angket Sedangkan data sekunder bersumber dari dihitung jumlah skor yang didapakan dokumen yang dimiliki dinas pendidikan untuk masing-masing item setiap indikator. dan Sekolah SMP di Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. HASIL PENELITIAN Kuesioner dibagikan kepada guru Teknik pengumpulan data dalam yang sertifikasi dan guru yang belum penelitian ini dilakukan dengan cara: sertifikasi kuesioner diberikan kepada pertama, . dokumentasi dilakukan oleh siswa, sesama pendidik, dan masyarakat. peneliti untuk bukti tertulis mengenai Setelah skor dan nilai diperoleh kegiatan atau merekam peristiwa yang Setelah keterangan yang dapat dilihat. sertifikasi dan guru yang belum sertifikasi (Intervie. , yang dinilai oleh sesama guru, siswa, dan kepada guru SMPN di Kecamatan Koto masyarakat, guru yang sertifikasi 15 orang XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan, . yang menilai sesama guru, siswa dan angket (Kuesione. yaitu Angket diberikan kepada guru, siswa, orang tua/wali dan informan, sedangkan guru yang belum masyarakat. Kecamatan Koto XI Tarusan sertifikasi 2 orang yang Kabupaten sesama guru, siswa, dan masyarakat Pesisir Selatan masing-masing dinilai oleh kompetensi sosial guru bahasa Indonesia masing-masing SMP di Kecamatan Koto XI Tarusan. Dari hasil data angket yang diisi Dalam masing-masing informan terdapat perbedaan guru yang sosial guru bahasa Indonesia bersifat sertifikasi dan guru yang belum sertifikasi. Pertama, berdasarkan hasil di atas. Untuk untuk uji normalitas data dilakukan dengan diterima jika thitung atau thitung < t. Uji dengan st =( . 1 n2 Ae . dan peluang . - A normalitas dilakukan pada guru yang ) untuk harga t lainnya H0 ditolak, dengan sertifikasi dan guru yang belum sertifikasi demikian Berdasarkan thitung angket yang dan didapatkan harga L0 dan Ltabel, yang dinilai guru =0,3894, sedangkan ttabel = didapatkan pada tabel untuk taraf nyata 0,1023 maka 0,1023 O 0,3894 sehingga H0 0,05 sama besar dengan demikian data :1= 2 diterima dan Ha : 1> 2 ditolak, kompetensi sosial guru yang sertifikasi dan degan demikian dapat disimpulkan bahwa guru bahasa Indonesia SMP di Kecamatan Koto Dilakukan Selatan Tarusan Kabupaten Pesisir Berdasarkan hasil uji normalitas guru sertifikasi dan guru yang belum berpengaruh secara signifikan terhadap sertifikasi maka dilakukan uji homogenitas kompetensi sosial guru. variansi yang bertujuan untuk melihat apakah data kompetensi sosial guru yang sertifikasi dan yang belum sertifikasi. Dalam hal ini akan diuji H0: dengan 1 = Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian yang 2 adalah simpangan baku dari masing-masing Untuk kompeyensi sosial guru yang sertifikasi homogenitas variansi ini dapat digunakan sosial guru di sekolah berhubungan baik rumus : F = dengan sesam guru karena guru selalu ikut Kemudian dicari harga F dengan tabel distribusi F dengan taraf = dengan guru yang belum membantu sesama, ada juga sesama guru menyatakan bahwa guru yang sertifikasi sertfikasi = . = 9 guru sertifikasi sibuk dengan urusannya masing-masing . Ae . 74 didapat F 0,05. = 0,22 karena karena susudah jarang bertatap muka Ou . 1 Ae 1, n1 . maka H0 dengan guru lainnyadan guru yang belum diterima dengan taraf nyata 0,05 sehingga sertifikasi mempunyai sosial tinggi kepada didapat Fhitung F dapat disimpulkan bahwa data kompetensi sesama guru, siswa dan masyarakat karena guru yang belum sertifikasi mempunyai profesionalisme guru sekolah dasar Negeri di kecamatan Pariaman Utara akan dilihat Sertifikasi pada dasarnya mengacu pada dari merencanakan proses pembelajaran, dan pemberian tindak lanjut penilaian proses, serta bagaimana guru dari hasil yang sesuai dengan tuntutan undangundang guru dan dosen. Pengaruh kompetensi, sehat jasmani, dan rohani, terhadap sosial guru bahasa Indonesia mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Hasil pertama. Dina Purwati . berjudul AuProses Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia oleh Guru yang Sudah dan yang Belum Sertifikasi di SMA Negeri 3 MukoMuko Provinsi BengkuluAy. Hasil pelaksanaan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang dilakukan oleh guru sertifikasi dan yang belum sertifikasi tidak terlihat perbedaan yang menonjol, hanya saja guru yang sertifikasi dalam mengemas dan menjelaskan materi ajar lebih baik jika dibandingkan guru yang belum sertifikasi Kecamatan Koto XI Tarusan. Dari hasil pengamatan penulis selama melaksanakan penelitian di dalam kelas siswa, di ruangan majelis guru, dan melakukan penelitian ke tempat tinggal di lingkungan guru yang sertifikasi dan yang belum sertifikasi. Pada kelas guru yang sertifikasi berjalan baik dengan siswa yang belajar dengan guru yang mengajar di dalam kelas guru yang sedangkan dengan sesama guru yang mengajar di sekolah itu mempunyai sosial yang kurang baik dengan sesame guru karna guru yang sertifikasi sibuk dengan urusan masing- masing dengan dilingkungan masyarakat guru yang sudaah berdasarkan RPP. Kedua. Esi Gusmanti tahun 2010 yang berjudul. AuHubungan Sertifikasi Guru Dengan Profesionalisme GuruAy. Sosial guru yang mengajar di SMP Hasil penelitian ini adalah: pembahasan tentang sertifikasi mempunyai hubungan yang baik dilingkungan tempat tinggal guru yang sudah sertifikasi. Sedangkan guru yang belum sertifikasi dilihat di dalam kelas siswa dengan guru berhubungan baik dengan siswanya, begitu juga dengan guru- Selatan, tetapi masih ada guru yang sudah sertifikasi kompetensi sosialnya kurang guru yang mengajar di sekolah tersebut dan dilingkungan masyarakat mempunyai hubungan dengan baik dengan masyarakat yang tingal di lingkungan masyarakat. baik karena guru yang sertifikasi sibuk dengan dengan kerja yang di kerjaakan. Pengaruh sertifikasi kompetensi sosial Berdasarkan kendala yang penulis temukan selama penelitian, kelemahan yang terdapat dalam kompetensi sosial guru sangat baik hasilnya dan guru yang sangat baik. memberikan keterangan kepada siswa disaat pengisian angket kepada siswa yang Saran dipilih untuk mengisi angket. kurang Berdasarkan kesimpulan tersebut jujur dalam mengisi angket ada yang tidak sesuai dengan keaadan yang ada pada guru dikemukakan berupa saran sebagai berikut: yang mengajar di sekolah tersebut. kompetensi-kompetensi PENUTUP dimiliki oleh seseorang guru, khususnya Kesimpulan Dari kompetensi sosial,. Siswa, untuk dapat memahami setiap karakter guru yang telah dilakukan di SMP Kecamatan Koto XI lulus sertifikasi melalui kompetensi sosial. Tarusan pengujian jika thitung < ttabel <. -) dengan st = . 1 n2 -. dan peluang . - . Sekolah, sebagai masukan untuk sosial guru yang sertifikasi. untuk harga t angket yang dinilai guru 0,3894 sedangkan ttabel 0,1023 maka DAFTAR PUSTAKA