Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. 2 No. Bulan Oktober Tahun 2022 ISSN e 2776-785X Supervisi. Monitoring, dan Evaluasi pada Lembaga Sosial Sos ChildrenAos Village Kota Medan Jubaidah Hasibuan1. Aisyah Anggreni2A. Jihan Sunita3. Nabila Abnulia Lubis4. Nurhasanah5 1,2,3,4,5Jurusan Pendidikan Masyarakat. Universitas Negeri Medan Email : hasibuanida2792@gmail. com, aisyahanggreni346@gmail. com, sunitajihan5@gmail. abnulialubisnabila@gmail. com, nurhasanah090719@gmail. Article history: Received: 2021-03-15 Revised: 2021-04-21 Accepted: 2022-10-28 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan hasil mengenai Supervisi. Monitoring, dan Evaluasi yang dilakukan terhadap standar pendidikan di lembaga SOS Children's Village. Kota Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian dari dilakukannya supervisi terhadap standar pendidik dan tenaga kependidikan adalah ditemukan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan pada SOS Children's Village dikenal dengan sebutan educator, ibu asuh, dan tante yang mengabdi atas panggilan jiwa. Sedangkan hasil supervisi pada standar kompetensi lulusan adalah SOS berupaya mengedepankan life skill kepada anak-anak asuhnya dengan harus memiliki minimal 1 life skill, dan Hasil monitoring terhadap standar sarana dan prasarana adalah ditemukan bahwa standar sarana dan prasarana yang dimiliki oleh lembaga SOS dikategorikan baik dan dilakukan pemeliharaan agar tetap dalam kondisi yang baik atau siap guna. Sedangkan hasil monitoring terhadap standar pembiayaan SOS mencukupi kebutuhan ekonomi hingga memberikan pendidikan yang sangat layak bagi anak asuh. Serta yang terakhir dari hasil evaluasi terhadap standar isi ditemukan bahwa SOS ChildrenAos Village memberikan dua program yaitu SFC (SOS Family Car. dan FSP (Family Strengthening Progra. Sedangkan berdasarkan hasil evaluasi proses terhadap pengelolaan SOS ChildrenAos Village bahwa program yang ada berjalan dengan baik. Kata Kunci: supervisi, monitoring, evaluasi. SOS ChildrenAos Village ABSTRACT This study aims to identify and describe the results of the Supervision. Monitoring, and Evaluation carried out on educational standards at the SOS Children's Village institution. Medan City. The method used in this research is a qualitative method with a descriptive approach. The results of the research from the supervision of the standards of educators and education staff were found that educators and education staff at SOS Children's Village were known as educators, foster mothers, and aunts who served their Meanwhile, the results of supervision on graduate competency standards are that SOS seeks to prioritize life skills for foster children by having at least 1 life skill, and is facilitated. The results of monitoring the standard of facilities and infrastructure are found that the standard of facilities and infrastructure owned by the SOS institution is categorized as good and maintenance is carried out to keep it in good condition or ready for use. Meanwhile, the results of monitoring of SOS financing standards are sufficient for economic needs to provide a very decent education for foster children. And finally, from the results of the evaluation of the content standards, it was found that SOS Children's Village provided two programs, namely SFC (SOS Family Car. and FSP (Family Strengthening Progra. Meanwhile, based on the results of the process evaluation of the SOS Children's Village management that the existing program is running well. Keywords: supervision, monitoring, evaluation. SOS ChildrenAos Village Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. 2 No. Bulan Oktober Tahun 2022 ISSN e 2776-785X PENDAHULUAN Anak terlantar identik dengan kemiskinan sehingga bertambahnya populasi mereka dapat menjadi indikator bertambahnya keluarga miskin. Banyak anak yang diterlantarkan oleh orang tua disebabkan oleh berbagai alasan, terutama masalah kemiskinan dan kurangnya tanggung jawab orang tua terhadap pola pengasuhan dan perawatan anak, kecenderungan orang tua melepaskan tanggung jawab pengasuhan atas anak mereka ketika beban ekonomi menghimpit. Masalah keterlantaran yang dialami oleh bayi dan anak-anak semakin meningkat. Keterlambatan terjadi karena kelalaian dan atau ketidakmampuan orang tua dan atau keluarga melaksanakan kewajibannya, sehingga kebutuhan jasmaniah, rohaniah maupun sosial mereka tidak terpenuhi secara wajar. Masalah keterlantaran semakin nampak dalam situasi terbatasnya/minimnya ketersediaan sumber daya yang dimiliki oleh keluarga dan masyarakat untuk mengatasi permasalahan sosial. Padahal, upaya perlindungan anak perlu dilaksanakan sedini mungkin, yakni sejak dari janin dalam kandungan. Sesuai dengan Undang-undang Dasar 1945 Pasal 34 yang berbunyi: AuFakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negaraAy, maka salah satu upaya upaya untuk mengatasi kemiskinan dan permasalahan anak terlantar adalah dengan mendirikan lembaga-lembaga atau yayasan sosial. SOS ChildrenAos Village merupakan lembaga sosial nirlaba non-pemerintahan yang bergerak dalam bidang kesejahteraan sosial. SOS Children's Villages tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, yaitu di Banda Aceh. Meulaboh. Medan. Jakarta. Lembang. Semarang. Bali, dan Flores. SOS ChildrenAos Village cabang Medan terletak di Jl. Seroja Raya No. Tj. Selamat. Kec. Medan Tuntungan. Kota Medan. Prov. Sumatera Utara. Atas dasar permasalahan kemiskinan dan anak terlantar. SOS ChildrenAos Village membagi program-programnya menjadi dua kategori besar yaitu Family Based Care (FBC)/Pengasuhan Berbasis Keluarga dan Family Strengthening Program/Program Penguatan Keluarga. FBC adalah program dimana SOS Children's Village Indonesia meyakini bahwa Keluarga SOS (SOS Familie. sebagai bentuk pengasuhan berbasis keluarga ditujukan untuk anak-anak yang telah kehilangan atau beresiko kehilangan pengasuhan orang tua yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan keluarga pengganti yang mampu memberikan pengasuhan yang layak dan aman sehingga anak-anak bisa mendapatkan kembali kehangatan keluarga yang penuh perhatian dan masa-masa kanak-kanak yang Sedangkan. FSP lebih menekankan pada keluarga asuh yang dianggap tempat terbaik untuk tumbuh kembang seorang anak adalah didalam pengasuhan dan perlindungan keluarganya. Agar keluarga-keluarga tersebut mampu menyediakan lingkungan yang asah-asih-asuh, stabil, dan aman, serta SOS Children's Villages Indonesia memberikan pelayanan dasar langsung kepada anak dan juga meningkatkan kapasitas orang tuanya agar mencegah terjadinya kondisi yang bisa menyebabkan seorang anak hilang pengasuhan dan terpisah dari orang tuanya, terutama karena faktor ekonomi. Penelitian ini akan membahas mengenai Supervisi. Monitoring, dan Evaluasi terhadap standar-standar yang ada pada SOS Children's Village, yang mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan (NSP). Dalam hal ini, peneliti akan melakukan supervisi terhadap standar pendidik dan tenaga kependidikan serta standar kompetensi lulusan. Kemudian peneliti akan melakukan monitoring terhadap standar sarana dan prasarana serta standar pembiayaan. Serta peneliti akan melakukan evaluasi terhadap standar isi serta standar pengelolaan. Standar Nasional Pendidikan (NSP) digunakan sebagai acuan dan disesuaikan kembali dengan SOS Children's Village sebagai lembaga sosial. Pentingnya standar tersebut menjadi acuan dalam melakukan Supervisi. Monitoring, dan Evaluasi terhadap lembaga SOS Children's Village. Dimana SOS sendiri akan menguatkan keluarga yang beresiko hancur berantakan dengan meberikan dukungan yang mereka butuhkan untuk tumbuh kuat dan tetap bersama karena SOS percaya bahwa setiap anak berhak untuk mendapatkan rumah yang penuh dengan kasih sayang. SOS akan membantu anak-anak asuh mereka hingga mereka siap untuk mandiri, dan membantu diri mereka SOS juga akan memberikan bantuan pendidikan dan kemampuan yang mereka butuhkan untuk menjadi orang dewasa yang independen. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Menurut Sugiyono . 7: . , metode penelitian kualitatif merupakan suatu penelitian yang digunakan untuk meneliti pada objek yang alamiah dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara gabungan, analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Page 86 of 9 SUPERVISI. MONITORING. DAN EVALUASI PADA LEMBAGA SOSIAL SOS CHILDRENAoS VILLAGE KOTA MEDAN Jubaidah Hasibuan1A. Aisyah Anggreni 2. Jihan Sunita 3. Nabila Abnulia Lubis4. Nurhasanah5 Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Dalam hal ini akan dideskripsikan mengenai gambaran dan fakta mengenai standarstandar pendidikan yang ada di SOS Children's Village melalui hasil Supervisi. Monitoring, dan Evaluasi. Adapun tempat penelitian ini adalah di SOS Children's Village yang bertempat di Jl. Seroja Raya No. Tj. Selamat. Kec. Medan Tuntungan. Kota Medan. Sumatera Utara. Subjek penelitian adalah pihak-pihak yang dijadikan sebagai sampel dalam sebuah penelitian dan merupakan pemanfaatan informasi terkait dengan penelitian. Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah pemimpin dan administrator pada SOS Children's Village. Metode pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Jenis metode observasi yang peneliti gunakan adalah observasi tanpa partisipasi atau nonpartisipan. Metode observasi tanpa partisipasi atau nonpartisipasi artinya peneliti memang hadir dalam kegiatan, tetapi peneliti tidak aktif dalam kegiatan yang dilakukan oleh subjek penelitian. Singkatnya, peneliti hanya melakukan supervisi, monitoring dan evaluasi terhadap standar pendidikan yang ada pada SOS Children's Village. Pada penelitian ini, selain metode observasi dipergunakan pula metode wawancara dengan mewawancarai pemimpin dan administrator SOS Children's Village yang menjadi sumber informasi, disertai studi dokumentasi dan studi literatur/studi kepustakaan. Setelah data dikumpulkan, data itu perlu diolah atau dianalisis. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kualitatif, data diperoleh dari berbagai sumber, dengan menggunakan triangulasi teknik, dan dilakukan secara terus-menerus sampai datanya jenuh. Pertamatama perlu diseleksi tingkat reliabilitas dan validitasnya. Data yang memiliki reliabilitas dan validitas rendah digugurkan. Disamping itu, data yang kurang lengkap tidak perlu disertakan dalam unit Analisis data merupakan pekerjaan yang amat kritis dalam proses penelitian. Analisis data dalam penelitian kualitatif secara teoritis merupakan proses penyusunan data untuk memudahkan Untuk menganalisis penelitian ini, maka dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN SUPERVISI Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan God Carter melihat supervisi sebagai usaha memimpin guru-guru dalam jabatan mengajar. Boardman melihat supervisi sebagai lebih sanggup berpartisipasi dalam masyarakat modern. Willem Mantja memandang supervisi sebagai kegiatan untuk perbaikan . uru muri. dan peningkatan mutu Tujuan supervisi pendidikan adalah memberikan layanan dan bantuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang dilakukan guru di kelas. Dengan demikian jelas, bahwa tujuan supervisi pendidikan adalah untuk memberikan layanan dan bantuan untuk meningkatkan kualitas mengajar guru di kelas yang pada gilirannya untuk meningkatkan kualitas belajar siswa. Dalam hal ini, ketika dilakukan supervisi terhadap lembaga SOS Children's Village bahwa kualitas yang dimiliki oleh pendidik di SOS Children's Village yang biasa lebih dikenal dengan sebutan educator, ibu asuh, dan tante dikategorikan sudah baik karena dilihat dari adanya kualitas yang baik juga pada anak asuh. SOS Children's Villages sendiri memiliki 15 rumah asuh yang masing-masing rumah memiliki 1 orang ibu asuh, maka ditotalkan secara keseluruhan memiliki 15 orang ibu asuh. Selain ibu asuh, di SOS Children's Villages juga memiliki 2 orang educator laki-laki yang berperan sebagai bapak asuh dan 3 orang tante asuh yang memiliki peran sebagai pengganti ibu asuh ketika cuti atau memiliki kendala. SOS Children's Village ini sendiri merupakan keluarga baru bagi anak-anak asuh yang berada di SOS Children's Village. Kualifikasi untuk ibu asuh sendiri dari segi usia minimal 35 tahun, berbeda dengan tante asuh yang kualifikasi dari segi usianya boleh dibawah 35 tahun. Untuk menjadi ibu asuh, disyaratkan dengan status pernikahan belum kawin/menikah atau yang pernah menikah tetapi sudah menjadi single parent. Kemudian selama bekerja ia bersedia untuk tidak menikah, hal ini dimaksudkan agar para ibu asuh bisa fokus untuk mengurus anak-anak asuhnya Syarat pendidikan untuk menjadi ibu asuh tidak ada batasan pendidikan, tetapi paling tidak minimal Sekolah Menengah Atas, berbeda dengan karyawan atau tenaga kependidikan lainnya yang minimal harus Sarjana. Persayaratan utama menjadi ibu asuh adalah memiliki sikap yang keibuan, karena hal tersebut tidak dapat ditemukan di setiap orang. Maka dari itu, ibu asuh mengabdi atas dasar panggilan 87 | P a g e Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. 2 No. Bulan Oktober Tahun 2022 ISSN e 2776-785X jiwa, ada keinginan mendedikasikan dirinya untuk anak-anak yang telah atau beresiko kehilangan pengasuhan dari orang tuanya. Panggilan hidup itu dijalani tiap orang terutama melalui Profesi yang dilandasi oleh panggilan jiwa yang memiliki unsur pengabdian. Lebih lanjut Purwanto . menyatakan pengabdian diri berarti lebih mengutamakan kepentingan orang Menjadi ibu asuh tentunya lebih mengutamakan kepentingan anak-anak asuh, karena ibu asuh memiliki komitmen dan juga kecintaan yang besar terhadap anak-anak asuhnya yang membuat mereka bisa bertahan, dan melalui ibu-ibu asuh ada perubahan perilaku anak-anak tersebut menjadi jauh lebih baik dan terdidik. Ibu asuh juga harus memperhatikan semua anak tanpa terkecuali. Seorang pekerja sosial agar dapat menghayati dan menjalankan perannya dengan baik, pekerja sosial harus hadir di tengahtengah mereka. Hidup bersama mereka dan menyelami kehidupan mereka. Kehadiran pekerja sosial secara teratur dapat membantu memecahkan masalah mereka, demi perkembangan kelompok yang makin mantap ke arah kepercayaan diri dan kemandirian. Sesuai dengan hal tersebut, untuk menjadi ibu asuh membutuhkan kesabaran yang ekstra, kasih sayang yang berlimpah dan juga seorang ibu asuh harus memiliki komitmen yang kuat untuk bertahan hidup dengan anak-anak yang memiliki sifat yang berbeda-beda. Seorang ibu asuh hidup bersama anak-anak asuhnya dan merawat dengan sepenuh hati dan menjadikan anak-anak bagian terpenting bagi kehidupannya. SOS akan membantu anak-anak asuh mereka hingga mereka siap untuk mandiri, dan membantu diri mereka sendiri, dan ibu asuh menjadi salah satu komponen terpenting yang memfasilitasi dalam mempersiapkan anak asuh untuk siap mandiri. Tugas sebagai ibu asuh ini bukan merupakan pekerjaan yang mudah. Ibu asuh merupakan titik sentral dari sistem asuhan di SOS ChildrenAos VillageAos. Mereka merupakan pihak yang langsung berhubungan dengan anak-anak asuh di SOS ChildrenAos Village. Sebagai pengasuh, seorang ibu asuh diharapkan dapat mencurahkan segala kasih sayangnya, sebagaimana yang dilakukan oleh seorang ibu alami. Pekerjaan sosial sebagai profesi pertolongan kemanusiaan, tujuan utamanya adalah membantu keberfungsian sosial individu, keluarga dan masyarakat dalam melaksanakan peran-peran sosial di sekolah (Edi Suharto, 2. Sebagai seorang pengasuh anak yang profesional, ia tinggal bersama anak-anak, mengetahui dan menghormati latar belakang keluarga, akar budaya dan agama setiap anak asuhnya, membimbing perkembangan mereka, dan menjalankan segala urusan rumah tangga secara mandiri. Ibu asuh di SOS ChildrenAos Villages memberikan ibu asuh yang bertindak seperti ibu dalam keluarga dimana memberikan perawatan serta pengasuhan kepada anak-anak layaknya sebuah keluarga sesungguhnya. Ibu asuh bertugas mengurus rumah dan anak selama 24 jam setiap harinya. Mereka berperan sebagai pembina bagi anak-anak, guru bagi anak-anaknya, perawat jika ada anak yang sakit, mengarahkan pendidikan anak-anak sesuai dengan bakatnya, mengurus rumah . elakukan pekerjaan rumah tangg. , mengatur keuangan rumah. Standar Kompetensi Lulusan Menurut Purwanto supervisi merupakan suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan secara efektif . Sedangkan menurut Manullang supervisi merupakan suatu proses untuk menerapkan pekerjaan apa yang sudah dilaksanakan, menilainya dan bila perlu mengoreksi dengan maksud supaya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula. (Dalam Muhammad Kristiawan:2. Dari definisi tersebut mengenai Supervisi yaitu untuk menilai dan mengoreksi pelaksanaan dengan perencanaan. Supervisi dalam pengawasan lembaga diberikan tugas dalam menjalankan apparat yang sesuai. Lembaga masyarakat yang ada di Indonesia sangat mempengaruhi terkait adanya supervisi, baik supervisi pendidikan dan supervisi akademik. Lebih lanjut bahwa pelaksanaan supervisi bukan hanya penilaian terhadap kekurangan, namun lebih menekankan pada suatu kelembagaan yang difokuskan pada peningkatan mutu pendidikan. Terkait pentingnya supervisi maka kita mengetahui lembaga SOS. SOS ChildrenAos Villages adalah organisasi sosial nirlaba non-pemerintah yang aktif dalam mendukung hak-hak anak dan berkomitmen memberikan anak-anak yang telah atau beresiko kehilangan pengasuhan orang tua kebutuhan utama mereka, yaitu keluarga dan rumah yang penuh kasih sayang. Dari hasil lapangan bahwa SOS berupaya mengdepankan life skill kepada anak-anak asuhnya. Dari definsi mengenai lifeskill yang membantu anak-anak untuk belajar bagaimana merawat tubuh, tumbuh untuk menjadi seorang individu, bekerja sama dengan orang lain, membuat keputusan-keputusan yang logis, melindungi diri sendiri untuk mencapai tujuan dalam hidupnya. SOS berusaha untuk menjadikan Page 88 of 9 SUPERVISI. MONITORING. DAN EVALUASI PADA LEMBAGA SOSIAL SOS CHILDRENAoS VILLAGE KOTA MEDAN Jubaidah Hasibuan1A. Aisyah Anggreni 2. Jihan Sunita 3. Nabila Abnulia Lubis4. Nurhasanah5 anak-anak yang diasuh menjadi individu yang bisa bekerja sama, membuat keputusan serta melindungi diri untuk mencapai tujuan dalam hidupnya. Menurut Sos anak-anak asuh harus memiliki minimal 1 life skill. Dengan memfasilitasi mulai dari Lab komputer. Alat Musik. Tempat Menari, serta kegiatan olahraga seperti bola kaki, tenis meja, panjat tebing, dan hidroponik selain melatih untuk bercocok tanaman yang efektif dan efisien, pelatihan budidaya tanaman hidroponik ini diharapkan mampu melatih jiwa kemandirian dan jiwa kewirausahaan mengingat tanaman hidroponik ini merupakan tanaman yang berpotensi untuk di jual di pasaran karena kualitasnya yang baik untuk kesehatan. Sos membantu anak-anak asuh untuk mencari lifeskill nya mulai dari Kecakapan hidup sehari-hari . aily living skil. , kecakapan hidup sosial/pribadi . ersonal / social skil. ,dan kecakapan hidup bekerja . ocational skil. Disamping membutuhkan pengetahuan secara akademik, tidak kalah pentingnya adalah bekal keterampilan yang relevan dengan lingkungan kehidupannya agar dapat langsung bekerja sesuai dengan keterampilan yang dapat dimilikinya selama mengikuti pendidikan yang disebut dengn pendidikan kecakapan hidup atau pendidikan berbasis life skill. Pentingnya life skill untuk dapat menjalankan kehidupan baik sebagai mahluk individu, makhluk sosial maupun sebagai makhluk Tuhan. Pemberian dan pengembangan life skill yang diberikan kepada anak-anak asuh bertujuan untuk memfungsikan pendidikan sesuai fitrahnya, memberi bekal kepada anak-anak asuh dengan kecakapan hidup yang dibutuhkan, agar kelak mampu menghadapi, dan memecahkan permasalahan hidup serta kehidupan, baik sebagai makhluk individu yang mandiri , makhluk sosial yang berada ditengah-tengah masyarakat bangsa dan Negara serta sebagai makhluk Tuhan. Life skill yang dilakukan SOS dengan cara memotivasi anak-anak dengan membantunya untuk memahami diri dan potensinya sendiri dalam kehidupannya, sehingga mereka mampu untuk menyusun tujuan-tujuan hidup dan melakukan proses problem solving apabila dihadapkan persoalan-persoalan hidup. Sehingga kecakapan universal dan berlaku sepanjang zaman, tidak tergantung pada perubahan waktu dan ruang yang merupakan fondasi bagi anak-anak SOS baik di jalur pendidikan persekolahan maupun pendidikan non formal agar bisa mengembangkan keterampilan yang bersifat instrumental. life skill yang bersifat instrumental adalah kecakapan yang bersifat relatif, kondisional, dan dapat berubah-rubah sesuai dengan perubahan ruang, waktu, situasi, dan harus diperbaharui secara terus-menerus sesuai dengan drap perubahan. MONITORING Standar Sarana dan Prasarana Monitoring akan memberikan informasi tentang status dan kecenderungan bahwa pengukuran dan evaluasi yang diselesaikan berulang dari waktu ke waktu, pemantauan umumnya dilakukanuntuk tujuan tertentu, untuk memeriksa terhadap proses berikut objek atau untuk mengevaluasi kondisi atau kemajuan menuju tujuan hasil manajemen atas efek tindakan dari beberapa jenis antara lain tindakan untuk mempertahankan manajemen yang sedang berjalan (Dalam Nelly Indriani Widiastuti:2. Dari pengertian tersebut. Analisis ini menghasilkan hasil monitoring mengenai standar pendidikan yang ada di SOS dalam meningkatkan sarana prasarana. Sarana yang ada di lembaga SOS yaitu alat pelajaran. perangkat atau benda yang dipakai secara langsung seperti: buku-buku, kamus, media peraga, alat musik,dan alat tulis. Sedangkan prasarana yang ada di lembaga SOS dibagi menjadi 2 bagian yaitu : Bangunan yaitu ruang ( rumah asuh,dapur. Ruang gizi. Ruang Konseling,Ruang seni. Ruang serbaguna. Ruang organisasi remaja, laboratorium,dan ruang belaja. , ruang administrasi/kantor . uang kepala lembaga, ruang admin, ruang edukator, masjid, kamar mandi, ruang penjaga lembaga, dan bangsal kendaraa. dan infastruktur . alan/jembatan masuk SOS, lapangan, wisma ibu asuh,halaman, saluran air, resapan air, sumber air, gardu listrik, tiang bendera, dan tempat sampa. Perabot SOS yaitu seluruh perlengkapan yang tidak dipakai secara langsung dalam proses kegiatan belajar mengajar. yaitu bukan perangkat yang dipakai oleh edukator untuk menjelaskan konsep atau sarana yang dipakai peserta didik untuk dapat melaksanakan suatu konsep atau mendapatkan keterampilan dan pengetahuan tertentu. contohnya seperti: kursi, lemari buku, meja, papan tulis, meja tamu, perlengkapan seni, perlengkapan olahraga, perlengkapan dapur, perlengkapan hidroponik, perlengakapan komputer dan lain-lain. Dari sarana dan prasaran yang dimiliki oleh lembaga SOS dilakukannya pemeliharaan kegiatan yang berkelanjutan untuk merawat barang agar tetatap dalam kondisi yang baik atau siap Berdasarkan waktu pemeliharanya. Pemeliharaan dapat guna. dilakukan harian atau secara 89 | P a g e Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. 2 No. Bulan Oktober Tahun 2022 ISSN e 2776-785X Terdapat dua perinsip yang digunakan SOS dalam penggunaan perlengkapan yaitu prinsip efektivitas dan prinsip efisiensi. Prinsip efektifitas merupakan seluruhpenggunaan kelengkapan disekolah hanya digunakan untuk mempermudah keberhasilan tujuan pendidikan sekolah. Sedangkan prinsip efisiensi merupakan penggunaan seluruh kelengkapan pendidikan dengan hemat dan tertib sehingga seluruh kelengkapan yang tersedia tidak cepat habis dan rusak. Pemeliharaan dilakukan oleh seluruh warga SOS untuk menjaga dan merawat sarana prasana yang ada serta memperbaiki bila terjadi kerusakan. Untuk meminjam barang-barang yang diperlukan saat pembelajaran yaitu dengan cara mengikuti mekanisme peminjaman. Dalam pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan dilembaga SOS jika ditinjau dari sifat maupun waktunya terdapat beberapa macam, yaitu: ditinjau dari sifatnya, yaitu: pemeliharaan yang bersifat pengecekan, pencegahan, perbaikan ringan dan perbaikan berat. Ditinjau dari waktu pemeliharaannya, yaitu: pemeliharaan sehari- hari . embersihkan ruang dan perlengkapanny. , dan pemeliharaan berkala seperti pengecetan dinding, pemeriksaan bangku, genteng dan perabotan lainnya ini dilakukan lembaga SOS untuk prinsip aman, bersih, sehat, nyaman dan indah. Sarana dan prasarana yang ada dilembaga SOS diharapkan dapat memaksimalkan pembelajaran sehingga melaksanakan program yang aktif, kreatif dan menyenangkan. Standar Pembiayaan Monitoring dan evaluasi Standar Biaya Keluaran merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih baik. Sebagaimana tujuan monev pada PMK No. PMK. 01/2017 tentang Pengukuran dan Evaluasi Kinerja Anggaran Atas Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/ Lembaga, monev anggaran merupakan instrumen dari akuntabilitas dan peningkatan kualitas, dalam hal ini atas kebijakan Standar Biaya Keluaran yang besarannya ditetapkan setiap tahunnya. Monev dilakukan dari 3 aspek yaitu keberlanjutan, alokasi, dan realisasi. Dimana sesuai hasil temuan lapangan bahwa: Aspek berkelanjutan dari monitoring pembiayaan di SOS Children untuk memaksimalkan kesejahteraan warga SOS Children ini dengan memberikan kehidupan yang layak terhadap ibu dan anak anak asuh nya dari segala aspek, seperti mencukupi kebutuhan ekonomi hingga memberikan pendidikan yang sangat layak. Aspek alokasi dana pada lembaga SOS Children Village Medan yaitu biaya yang diterima oleh lembaga menurut data yang ada yaitu 70% biaya diterima dari donator domestic, 15% biaya diterima dari SOS Internasional (Erop. dan 5% biaya diterima dari negara. Pada lembaga SOS ini terdapat 15 rumah yang memiliki 15 ibu asuh dimana ibu asuh ini memiliki penghasilan dari lembaga (Diberi Gaj. dimana besaran gaji tersebut terhitung dari masa pengabdian ibu asuh itu sendiri, dimana semakin lama iya mengabdi maka semakin besar pula besaran biaya yang diterima. Dan juga dialokasikan untuk biaya pendidikan dari anak anak asuh di SOS Children Village ini yang seutuhnya ditanggung oleh lembaga hingga anak tersebut dapat mendapatkan penghasilan sendiri. Sesuai dengan aspek Realisasi anggaran yaitu menyusun laporan yang menggambarkan perbandingan antara anggaran pendapatan dan belanja dengan realisasinya yang menunjukan ketaatan terhadap peraturan dan ketentuan perundang- undangan . Pada lembaga Sos Children Medan ini juga memberikan Laporan Realisasi Anggaran rutin kepada lembaga pusat yang menggambarkan dana pemasukan dan juga pengeluaran. EVALUASI Standar Isi Pada dasarnya evaluasi merupakan kegiatan yang bermaksud untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditentukan dapat dicapai, apakah pelaksanaan program sesuai dengan rencana, dan atau dampak apa yang terjadi setelah program dilaksanakan. Dua diantara jenis-jenis evaluasi berdasarkan tujuannya adalah evaluasi proses dan evaluasi dampak. Evaluasi proses bertujuan untuk mengkaji bagaimana program berjalan dengan fokus pada masalah penyampaian pelayanan . ervice Serta evaluasi dampak bertujuan untuk mengkaji apakah program memberikan pengaruh yang diinginkan terhadap individu, rumah tangga, masyarakat, dan kelembagaan. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan terhadap lembaga SOS Children's Village, jika dilihat berdasarkan evaluasi proses bagaimana program berjalan dengan fokus pada masalah Page 90 of 9 SUPERVISI. MONITORING. DAN EVALUASI PADA LEMBAGA SOSIAL SOS CHILDRENAoS VILLAGE KOTA MEDAN Jubaidah Hasibuan1A. Aisyah Anggreni 2. Jihan Sunita 3. Nabila Abnulia Lubis4. Nurhasanah5 penyampaian pelayanan . ervice deliver. Lembaga SOS Children's Village dengan memberikan pelayanan melalui program-program yang dikategorikan sudah sangat baik dengan menyentuh elemen dalam dan luar. Serta, jika mengacu kepada evaluasi dampak, maka program-program SOS Children's Village sudah memberikan dampak yang positif bagi sasaran-sasarannya. Dapat disimpulkan berdasarkan hasil evaluasi bahwa SOS Children's Village sudah mencapai tujuan yang telah ditentukan, pelaksanaan program sesuai dengan rencana, dan ada dampak positif yang dihasilkan dari pelaksanaan program. Pada dasarnya SOS percaya bahwa setiap anak berhak untuk mendapatkan rumah yang penuh dengan kasih sayang. Mereka akan menguatkan keluarga yang beresiko hancur berantakan dengan meberikan dukungan yang mereka butuhkan untuk tumbuh kuat dan tetap bersama. SOS akan membantu anak-anak asuh mereka hingga mereka siap untuk mandiri, dan membantu diri mereka SOS juga akan memberikan bantuan pendidikan dan kemampuan yang mereka butuhkan untuk menjadi orang dewasa yang independen. Namun meskipun mereka akan tumbuh secara dewasa dan menjadi mandiri, mereka akan tetap dan selalu meiliki SOS sebagai keluarga mereka. Anak-anak yang ikut tergabung dalam SOS Children's Villages merupakan anak-anak yang telah kehilangan pengasuhan atau yang berpotensi kehilangan pengasuhan dari orang tuanya. Dengan kehilangan pengasuhan, dengan itu anak tentunya akan kehilangan Pendidikan, kesehatan serta pengasuhan . asih sayang, hak hidup, perhatia. yang semua itu sumbernya tentu dari keluarga . elalui https://w. id/ diakses pada 21 Juni 2. SOS (Save Our Sou. ChildrenAos Village merupakan sebuah organisasi nonprofit terbesar di dunia, yang aktif dalam mendukung hak-hak anak dan berkomitmen memberikan anak-anak yang telah atau beresiko kehilangan pengasuhan orang tua sebagai kebutuhan utama mereka, yaitu keluarga dan rumah yang penuh kasih sayang (Sumber: Website Resmi SOS ChildrenAos Villag. Oleh karena itu SOS ChildrenAos Village menjadi sebuah rumah bagi anak-anak terlantar untuk memberikan pengasuhan yang baik, pendidikan yang layak dan layanan kesehatan yang memadai agar memberikan kehidupan lebih baik bagi anak-anak Indonesia. Dengan tujuan yang seperti itu, maka dapat dikategorikan bahwa SOS Children's Village sudah mencapai tujuan yang telah ditentukan dan memberikan dampak positif yang dihasilkan dari pelaksanaan program. Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut yayasan SOS ChildrenAos Village memberikan dua program yaitu SFC (SOS Family Car. dan FSP (Family Strengthening Progra. SFC (SOS Family Car. sendiri adalah program yang sifatnya berlangsung didalam rumah SOS itu sendiri. Program ini diperuntukkan untuk anak-anak yang telah kehilangan pengasuhan orang tua. Anak-anak tersebut direkrut dan dibentuk menjadi satu keluarga baru yang memiliki rumah. Ibu, kakak, dan adik selayaknya sebuah keluarga. Dalam program ini, anak akan memiliki seorang ibu asuh yang memiliki agama yang sama dengan anak sehingga anak tetap mendapatkan pendidikan dari aspek agama melalui ibu asuh yang ada dirumah tersebut. Serta melalui program ini dibentuk sebuah komunitas yang disebut sebagai Desa Anak, sehingga mereka bisa memiliki masa depan yang lebih baik. FSP (Family Strengthening Progra. adalah program yang dilakukan SOS dengan konsep desa binaan untuk masyarakat yang berada diluar dari rumah SOS itu sendiri. Pemilihan desa yang akan menjadi desa binaan untuk menjalankan program penguatan keluarga dilakukan dengan melihat kondisi keluarga yang memiliki hidup dengan standar kurang mampu di desa tersebut. Keluarga yang menjadi anggota program penguatan keluarga ini disebut warga binaan. Program ini diperuntukkan dan bekerja dengan keluarga-keluarga di sekitar SOS, dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kondisi yang bisa menyebabkan seorang anak hilang pengasuhan dan terpisah dari orang tuanya, terutama karena faktor ekonomi. Melalui program ini. SOS ChildrenAos Villages melakukan intervensi langsung pada anak berupa bantuan sandang pangan yang meliputi biaya pendidikan, penyediaan makanan bergizi, dan akses terhadap kesehatan. Selain itu. SOS ChildrenAos Villages juga bekerja sama dengan caregiver mereka terutama Ibu untuk memberikan penyuluhan tentang pengasuhan terbaik bagi anak sekaligus program pelatihan kewirausahaan untuk mendukung ekonomi keluarga sehingga mampu menafkahi dirinya sendiri dan menghidupi kebutuhan keluarga. Jenis kegiatan yang dilaksanan dalam Program Penguatan Keluarga berupa kegiatan pengembangan ekonomi, kegiatan kesehatan, kegiatan pendidikan. Tiga bentuk kegiatan ini merupakan tiga serangkai yang mempengaruhi kualitas sumber daya manusia. Pelaksanaan Program Penguatan Keluarga diharapkan menjadi salah satu program pembangunan partisipasif yang dapat berkontribusi bagi pemulihan kondisi dan peningkatan kemandirian masyarakat dengan meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat, membangun kesadaran masyarakat akan hak-hak anak, membangun keluarga dan menjadikan masyarakat mandiri. 91 | P a g e Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. 2 No. Bulan Oktober Tahun 2022 ISSN e 2776-785X Melalui kedua program tersebut sudah memberikan dampak positif, terlebih untuk menguatkan keluarga yang beresiko hancur berantakan dengan memberikan dukungan yang mereka butuhkan untuk tumbuh kuat dan tetap bersama dan membantu anak-anak asuh mereka hingga mereka siap untuk mandiri, dan membantu diri mereka sendiri. Standar Pengelolaan Perlu dipahami terlebih dahulu bahwa evaluasi program berguna bagi pengambil keputusan untuk menetapkan apakah program akan dihentikan, diperbaiki, dimodifikasi, diperluas atau Berikut jenis evaluasi yang berpengaruh terhadap pengelolaan yang ada di SOS Children's Village pada saat dilakukannya pengevakuasian. Pertama itu evaluasi proses. Evaluasi proses bertujuan untuk mengkaji bagaimana program berjalan dengan fokus pada masalah penyampaian pelayanan . ervice deliver. Setelah dilihat melalui evaluasi proses SOS Children's Village terlihat sudah melakukan pengelolaan secara baik dan tepat sesuai dengan tujuan yang memang ditetapkan oleh sos Children's Village sendiri. Seperti halnya mengenai pengelolaan perencanaan program, salah satunya itu program pendidikan yang akan didapat oleh anak-anak yang ada di lembaga tersebut. Kemudian untuk melaksanakan program yang sudah di terapkan biasanya dilaksanakan dengan cara memberikan beberapa bidang yang bisa dipilih oleh anak-anak tersebut untuk melatih minat bakat sesuai kemampuan mereka, misal kesenian, olahraga, bercocok tanam, dan masih ada beberapa lainnya. Dilihat dari evaluasi proses pada program ini berjalan dengan baik, dimana anak-anak asuh harus mengenyam pendidikan yang bagus, yang memiliki akreditas baik serta kualitas yang dimiliki oleh seorang anak juga terlihat dari program ini. Kemudian itu mengenai perorganisasian, di sos Children's Village mengenai perorganisasin itu terdiri dari ketua, bendahara, admin dan edukator, karyawan seperti OB, satpam, dilanjut oleh ibu asuh dan tante. Lalu ada penggerakan, lembaga sos Children's Village biasanya melakukan penggerakan program terpacu dengan misi yang dibuat oleh mereka yaitu "Kami memberi keluarga-keluarga untuk anak-anak yang kurang beruntung, membantu mereka membentuk masa depan sendiri dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkembang dimasyarakat" dengan misi mereka seperti itu maka tergerak dalam hati masing masing pengurus yang bergabung dalam lembaga sos Children's Village tersebut. Seperti dua program yang dimiliki oleh lembaga sos yaitu Family Based Care (FBC)/Pengasuhan Berbasis Keluarga dan Family Strengthening Program/Program Penguatan Keluarga. Dengan begitu maka program ini akan tergerak dan di laksanakan oleh sos Children's Village dan dibantu oleh relawan-relawan yang memiliki keluangan hati serta panggilan jiwa untuk menjalankan program tersebut. Program Penguatan keluarga, diketahui keluarga adalah jantung dari masyarakat dan tempat perlindungan bagi setiap anggota keluarga, khususnya anak. Program penguatan keluarga merupakan salah satu program pelayanan yang bertujuan untuk mencegah anakanak dari kehilangan perawatan keluarga mereka. Melalui program ini, masyarakat diberikan bantuan khusunya bagi keluarga-keluarga yang kurang beruntung termasuk dalam kategori miskin. SIMPULAN SOS Children's Villages adalah organisasi sosial nirlaba non-pemerintah yang aktif dalam mendukung hak-hak anak dan berkomitmen memberikan anak-anak yang telah atau beresiko kehilangan pengasuhan orang tua kebutuhan utama mereka, yaitu keluarga dan rumah yang penuh kasih sayang. Dari hasil supervisi, monitoring dan evaluasi yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa : hasil supervisi dari standar pendidik dan kependidikan di lembaga Sos Children Village sendiri adalah kualitas yang dimiliki oleh pendidik di SOS Children's Village yang biasa lebih dikenal dengan sebutan educator, ibu asuh, dan tante dikategorikan sudah baik karena dilihat dari adanya kualitas yang baik juga pada anak asuh. hasil supervisi standar kompetensi lulusan ditemukan bahwa SOS berupaya mengdepankan life skill kepada anak-anak asuhnya. SOS berusaha untuk menjadikan anak-anak yang diasuh menjadi individu yang bisa bekerja sama, membuat keputusan serta melindungi diri untuk mencapai tujuan dalam hidupnya. selanjutnya hasil monitoring terhadap standar sarana dan prasarana, ditemukan bahwa sarana dan prasarana yang dimiliki oleh lembaga SOS dikategorikan baik dan dilakukan pemeliharaan agar tetap dalam kondisi yang baik atau siap hasil monitoring terhadap standar pembiayaan pada lembaga Sos ini sebagian biaya tentu disalurkan untuk memaksimalkan kesejahteraan warga SOS Children ini dengan memberikan kehidupan yang layak terhadap ibu dan anak anak asuh nya dari segala aspek. berdasarkan hasil evaluasi standar isi bahwa SOS Children's Village sudah mencapai tujuan yang telah Page 92 of 9 SUPERVISI. MONITORING. DAN EVALUASI PADA LEMBAGA SOSIAL SOS CHILDRENAoS VILLAGE KOTA MEDAN Jubaidah Hasibuan1A. Aisyah Anggreni 2. Jihan Sunita 3. Nabila Abnulia Lubis4. Nurhasanah5 ditentukan, pelaksanaan program sesuai dengan rencana, dan ada dampak positif yang dihasilkan dari pelaksanaan program. serta dari hasil evaluasi proses pada standar pengelolaan, program ini berjalan dengan baik, dimana anak-anak harus mengenyam pendidikan yang bagus, yang memiliki akreditas baik serta kualitas yang dimiliki oleh seorang anak juga terlihat dari program ini. REFERENSI