JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehata. Volume 6. No. Agustus 2022. Page 76-83 ISSN: 2579-7913 FAKTOR DOMINAN YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH TERAPI KOMPLEMENTER Dwi Yunita Haryanti*. Evis Amaliyah. Muhammad Wahyu Maulana. 1Pogram Studi Keperawatan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Jember 2,3Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember email: dwiyunita@unmuhjember. Abstrak Hasil belajar mahasiswa mencerminkan sejauh mana upaya belajar mereka. Hasil belajar ini dipengaruhi oleh faktor psikologis, keluarga, lembaga dan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor dominan yang berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah terapi komplementer. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji vailiditas dan reliabilitasnya. Jumlah total populasi adalah 146. Sampel diambil dengan random sampling sehingga didapatkan 136 responden. Analisis statistik dalam penelitian ini menggunakan regresi linier Hasil uji f didapatkan f hitung 60,168 dengan tingkat signifikansi 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa faktor psikologis, keluarga, lembaga dan lingkungan secara simultan mempengaruhi hasil belajar. Hasil uji t pada faktor psikologis didapatkan t hitung sebesar 6,451, pada faktor keluarga sebesar -0,719 dengan nilai alpha 0,473, pada faktor lembaga sebesar 7,69 dan pada faktor lingkungan sebesar 4,497. Faktor dominan yang mempengaruhi hasil belajar adalah faktor psikologis dengan sumbangan efektif sebesar 35,5%. Upaya memunculkan minat dan motivasi mahasiswa untuk memahami bahwa peran seorang perawat dalam terapi komplementer baik dari segi promosi kesehatan, preventif dan kuratif akan memicu dimensi intrinsik yang berdampak pada hasil belajar yang baik. Kata kunci: faktor keluarga, faktor lembaga, faktor lingkungan, faktor psikologis. Abstract Student learning outcomes reflect the extent of learning efforts. Learning outcomes are influenced by psychological, family, institutional and environmental factors. The purpose of this study was to determine the dominant factors that influence student learning outcomes in complementary therapy courses. Using a cross sectional design, this investigation. employing questionnaires that have undergone validity and reliability testing to gather data. There are 146 people in the whole population, 136 responses were drawn from the sample using random sampling. Multiple linear regression is used in this study's statistical analysis. Results of F test obtained F count 60. 168 with significance level 0. This shows that psychological, family, institutional and environmental factors simultaneously affect learning outcomes. The results of t test on psychological factors obtained t count 6. 451, on family factor -0. 719 with 0. 473, on institutional factor 7. 69 and on environmental factor 4. Dominant factor that affects learning outcomes is the psychological factor with an effective contribution of 35. Efforts to provoke interest and motivation of students to understand that the role of a nurse in complementary therapy in terms of health promotion, preventive and curative will trigger an intrinsic dimension that has an impact on good learning outcomes. Keywords: environmental, family, institutional, learning outcomes, psychological factor PENDAHULUAN Mata kuliah merupakan satuan pelajaran yang diajarkan dan dipelajari oleh mahasiswa di tingkat perguruan tinggi dan disusun berdasarkan capaian pembelajaran lulusan yang dibebankan (Junaedi, 2. Mata kuliah yang berkualitas harus mampu -76- Dwi Yunita Haryanti et. Faktor Dominan yang Mempengaruhi Hasil Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Terapi Komplementer peningkatan mutu luaran. Penciri dan keunggulan program studi menjadi bagian penting dalam pengembangan kurikulum. Setiap penciri yang memiliki keunikan dan bersifat kompetitif akan memberikan nilai tambah terhadap lulusan (Schwendimann et , 2. Mata kuliah penciri berperan sebagai pengejawantahan visi dan misi sebuah program studi sehingga identifikasi terhadap faktor yang mempengaruhi kualitas proses dan hasil pembelajaran harus selalu pendidikan (Ibrahim and Rusdiana, 2. Penguasaan capaian pembelajaran tercermin pada hasil Faktanya, tidak semua mahasiswa memiliki hasil belajar sesuai yang diharapkan baik dari sisi pengetahuan, sikap dan keterampilannya. Kesadaran mahasiswa terhadap manfaat kompetensi komplementer belum sepenuhnya muncul, sehingga mereka belum termotivasi lebih untuk mencari tahu dan menjadi bisa. Praktikum dilakukan sekedar memenuhi jadwal yang telah disediakan, tidak ada inisiatif untuk pengawasan saat ada banyak jam kosong di Belum muncul bentuk integrasi terapi komplementer dalam asuhan keperawatan yang disusun. Berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran, masih banyak yang mendapatkan nilai C atau dalam rentang nilai 55 Ae 64. Fenomena yang terjadi adalah mahasiswa belum benar-benar kompeten pada mata kuliah komplementer. Hal ini berpengaruh terhadap visi keilmuan yang komplementer menjadi penciri lulusan. Hasil belajar merupakan cerminan dari usaha belajar setiap individu, secara umum semakin kuat upaya belajarnya akan semakin baik hasil belajar yang dicapai. Tidak dipungkiri terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhinya baik secara internal maupun eksternal. Pengalaman dan motivasi berpengaruh positif terhadap hasil belajar, peran pendidik dalam proses pembelajaran juga menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap transfer ilmu yang nantinya akan dievaluasi sebagai hasil belajar (Ekowati, 2. Beberapa hal yang bisa mempengaruhi hasil belajar mahasiswa adalah gaya belajar, metode pembelajaran, struktur perkuliahan dan fasilitas belajar (Steinmayr et al. , 2. Faktor keluarga juga mengambil peran penting dalam keberhasilan proses belajar yang ditunjukkan dengan hasil belajar yang baik (Hermawan. Suherti and Gumilar. Berdasarkan pendapat tersebut, maka penting untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah terapi komplementer untuk menemukan solusi yang lebih baik dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa, terlebih mata kuliah ini menjadi mata kuliah penciri yang merujuk pada visi dan misi program studi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah terapi komplementer. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah terapi komplementer sebanyak 146 mahasiswa. Sampel penelitian adalah mahasiswa fakultas ilmu kesehatan yang telah menempuh mata kuliah komplementer, sampel diambil dengan teknik simple random sampling, sehingga didapatkan sampel Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner dengan indikator minat dan motivasi sebanyak 4 item, dukungan dan ekonomi keluarga sebanyak 3 item, metode pembelajaran dan sarana prasarana sebanyak 4 item, wawasan dan animo masyarakat sebanyak 4 item dan hasil belajar yang terangkum dalam pengetahuan, sikap dan keterampilan sebanyak 6 item, studi dokumen dengan menggunakan data sekunder berupa nilai mahasiswa dan observasi terhadap sarana prasarana. Variabel independen dalam penelitian ini adalah psikologis dengan indikator minat dan motivasi. Variabel dukungan keluarga dengan indikator dukungan keluarga dan status ekonomi. Variabel lembaga dengan indikator metode pembelajaran dan sarana Variabel lingkungan dengan indikator wawasan, animo masyarakat terhadap penggunaan terapi komplementer. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah hasil belajar dengan indikator pengetahuan, sikap dan ketrampilan. -77- Dwi Yunita Haryanti et. Faktor Dominan yang Mempengaruhi Hasil Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Terapi Komplementer Kuisioner menggunakan skala likert dengan bobot 1-5, dimana 1 berarti sangat tidak setuju, 2 tidak setuju, 3 kurang setuju, 4 setuju dan 5 sangat Penentuan masing-masing variabel digunakan rumus interval = . kor maksimal Ae skor minima. / Reliabilitas instrument pada variabel psikologi, keluarga, lembaga, lingkungan dan hasil didapatkan nilai rhitung > rtabel dan dinyatakan valid dengan nilai Cronbach Alpha pada variabel psikologis 0,699, pada variabel keluarga 0,650, pada variabel lembaga 0,721, pada variabel lingkungan 0,654 dan pada variabel hasil sebesar 0,690. Analisis statistik dalam penelitian ini menggunakan uji regresi linier berganda. Model regresi linier berganda yang telah memenuhi syarat asumsi klasik akan digunakan untuk pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t dan uji F. Penelitian ini clearance terlebih dahulu kepada komisi etik penelitian kesehatan yang ada di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember. Keterangan lolos kaji etik dengan nomor 0070 /KEPK/FIKES/i/2022. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji asumsi klasik yang pertama adalah uji normalitas, digunakan untuk mengetahui normal atau tidaknya distribusi data. Dalam penelitian ini uji normalitas menggunakan Kolmogorof signifikansi sebesar 0,63. Nilai tersebut lebih dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Uji multikorelinieritas digunakan untuk mengetahui hubungan yang berlebihan antara variabel bebas yang ada. Hasil uji multikorelinieritas didapatkan nilai VIF < 10 yaitu (X. 2,016, (X. 1,865, (X. 2,336, (X. 2,585 dan nilai toleransi > 0,10 yaitu (X. 0,496, (X. 0,536, (X. 0,428 dan (X. 0,387 dengan demikian tidak terjadi gejala Uji heterokedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam suatu analisis berganda memiliki ketidaksamaan varian. Hasil uji heterokedastisitas nilai signifikansi (X. 0,868, (X. 0,880, (X. 0,258 dan (X. 0,648 keempat variabel > 0,05 yang berarti tidak terjadi heterokedastisitas pada variabel Uji F pada analisis regresi digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan. Berdasarkan tabel dibawah, diperoleh fhitung sebesar 60,168 dan f tabel sebesar 2,440 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa nilai fhitung > ftabel dengan nilai probabilitas < 0,05. Dengan demikian faktor lingkungan, keluarga, psikologis dan lembaga secara simultan mempengaruhi hasil belajar (Tabel Tabel 1. Hasil Uji Simultan (Uji F) ANOVAb Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: Hasil Y Predictors: (Constan. LingkunganX4. KeluargaX2. PsikologisX1. LembagaX3 Berdasarkan tabel dibawah, diketahui nilai determinasi adalah 0,648. Angka ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan, memberikan pengaruh sebesar 64,8% Sig. terhadap hasil belajar, sedangkan sisanya sebesar 35,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti (Tabel . Tabel 2. Hasil Koefisien Determinasi -78- Dwi Yunita Haryanti et. Faktor Dominan yang Mempengaruhi Hasil Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Terapi Komplementer Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. LingkunganX4. KeluargaX2. PsikologisX1. LembagaX3 Dependent Variable: HasilY Uji t atau hipotesis parsial dilakukan untuk mengetahui pengaruh secara parsial. Hasil uji t menyatakan bahwa nilai thitung faktor psikologis sebesar 6,451 > 2,440 yang berarti terdapat pengaruh signifikan terhadap hasil belajar. Nilai thitung pada keluarga sebesar -0,719, setelah digunakan nilai absolut dari thitung dan digunakan pada kolom alpha one tailed pada df 131 didapatkan nilai ttabel 1,656, nilai thitung 0,719 < nilai ttabel 1,656 dan nilai alpha 0,473 > 0,05 yang berarti tidak terdapat pengaruh signifikan antara faktor keluarga terhadap hasil belajar. Nilai thitung pada lembaga sebesar 7,69 > 2,240 yang berarti terdapat pengaruh signifikan terhadap hasil Nilai thitung pada faktor lingkungan sebesar 4,497 > 2,240 yang berarti terdapat pengaruh signifikan terhadap hasil belajar (Tabel . Tabel 3. Hasil Uji Parsial Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta (Constan. PsikologisX1 KeluargaX2 LembagaX3 LingkunganX4 Dependent Variable: hasilY Sig. Model Persamaan regresi berganda yang digunakan untuk mencari keberadaan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen adalah Y = a b 1 X1 b2X2 b3X3 b4X4. Estimasi persamaannya berdasarkan hasil SPSS adalah Y = 1. 44X1 Ae 0. 05X2 0. 058X3 0. 281X4. persamaan tersebut dapat diartikan bahwa nilai konstanta 1. 234 menyatakan jika semua nilai variabel independen tidak ada, maka nilai variabel dependen adalah sebesar Nilai koefisien faktor psikologis 440 yang berarti bahwa jika terjadi peningkatan faktor psikologis sebesar 1. akan mengakibatkan pengaruh positif terhadap hasil belajar sebesar 0. Nilai koefisien faktor keluarga sebesar -0. 05 yang berarti jika faktor keluarga turun 1. 234 maka variabel dependen akan menurun juga Nilai koefisien faktor lembaga 058 yang berarti bahwa jika terjadi peningkatan faktor lembaga sebesar 1. akan mengakibatkan pengaruh positif terhadap hasil belajar sebesar 0. Nilai koefisien faktor lingkungan sebesar 0. Collinearity Statistics Tolerance VIF yang berarti bahwa jika terjadi peningkatan faktor lembaga sebesar 1. 234 akan mengakibatkan pengaruh positif terhadap hasil belajar sebesar 0. Pengaruh Faktor Psikologis terhadap Hasil Belajar Hasil uji t menyatakan bahwa nilai faktor psikologis sebesar 6,451 > 2,440 . hitung > ttabe. dengan sumbangan efektif sebesar 35,5% yang berarti terdapat pengaruh signifikan terhadap hasil belajar. Indikator dari faktor psikologis dalam penelitian ini adalah minat dan motivasi. Sejalan dengan indikator tersebut, motivasi menjadi salah satu unsur vital yang berperan dalam keberhasilan individu karena motivasi merupakan keinginan atau kebutuhan yang menjadikan seseorang mengambil tindakan untuk meraih apa yang diinginkan (Sarayolu. Teori menyebutkan bahwa motivasi memiliki dua dimensi, yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsik memiliki pengaruh yang lebih kuat, hal ini dapat dilihat dari penelitian -79- Dwi Yunita Haryanti et. Faktor Dominan yang Mempengaruhi Hasil Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Terapi Komplementer yang menyatakan bahwa seseorang yang memiliki motivasi intrinsik yang tinggi, akan memiliki usaha terstruktur untuk mencapai tujuannya (Conesa et al. , 2. Pada penelitian ini, minat dan motivasi untuk memiliki kompetensi dibidang komplementer cukup baik, namun masih diperlukan pelatihan untuk benar-benar menjadi kompeten dibidang tersebut, karena tidak hanya pengetahuan terhadap teori yang menjadi tolak ukur, namun sikap dan penguasaan terhadap skill juga menjadi hal yang utama untuk dikuasai. Pengalaman praktik di laboratorium menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menempa diri terhadap kompetensi komplementer. Hal ini sesuai dengan pendapat Walker et al. , . yang menyatakan bahwa pengalaman pribadi dan pengaruh orang lain yang memiliki kompetensi di bidang tersebut menjadi motivasi utama untuk mening-katkan pengetahuan dan ketrampilan. Motivasi yang dimiliki oleh mahasiswa tentang manfaat terapi komplementer dapat mempengaruhi pengetahuan, sikap dan skill mahasiswa dalam menempuh mata kuliah terapi komplementer. Peneliti berpendapat bahwa perlu ada brainstorming dengan pakar komplementer agar mahasiswa terpapar informasi lebih banyak dan memunculkan rasa ingin tahu yang lebih dalam lagi. Pengaruh Faktor Keluarga terhadap Hasil Belajar Faktor keluarga memiliki nilai koefisien -0,719 dengan sumbangan efektif sebesar -0,31% yang berarti bahwa jika terjadi perubahan faktor keluarga sebesar 1 poin maka tidak akan meningkatkan hasil belajar mahasiswa baik dalam aspek pengetahuan, sikap dan ketrampilan sebesar -0,719. Secara garis besar, berdasarkan hasil uji parsial . tidak terdapat pengaruh signifikan faktor keluarga terhadap hasil belajar. Beberapa hal yang mendorong tidak berpengaruhnya faktor keluarga terhadap hasil belajar adalah tidak terlibatnya orang tua secara langsung dalam proses belajar mahasiswa, kurang adanya monitoring terhadap intensitas belajar mahasiswa dan faktor ekonomi yang terdampak oleh keadaan pandemi. Hal ini sesuai dengan hasil keterlibatan keluarga dan support secara sosioemosional menjadi faktor yang mempengaruhi hasil belajar (Saracostti et al. Peran keluarga sangat penting dalam upaya membentuk karakter individu, tingginya rasa tanggung jawab dan kesa-daran penuh bahwa tugas seorang mahasiswa adalah belajar dan mendapatkan hasil belajar yang baik menjadi hal penting yang harus disadari oleh mahasiswa. Mahasiswa pembela-jaran orang dewasa, sehingga bergan-tung pada apa yang diperoleh oleh mahasiwa ditingkat akademik. Peneliti berpendapat bahwa beberapa indikator dari faktor keluarga bisa dioptimalkan di tingkat akademik, sebagai contoh monitoring proses belajar dari sisi mahasiswa dengan meningkatkan kegiatan belajar yang lebih mengarah pada interaksi intelektual dan problem solving sehingga memunculkan rasa tanggung jawab terhadap hasil belajar. Pengaruh Faktor Lembaga terhadap Hasil Belajar Berdasarkan hasil uji parsial . terdapat pengaruh signifikan faktor lembaga terhadap hasil belajar sebesar 7,69 > 2,24 . hitung > ttabe. dengan hasil sumbangan efektif sebesar 2%. Lembaga dalam hal ini adalah perguruan tinggi yang merupakan satuan pendidikan tinggi (Permendikbud, 2. Terdapat 3 standar nasional pendidikan tinggi dengan 8 ruang lingkup pada masing-masing standar. Indikator yang diambil pada penelitian ini adalah metode belajar dan sarana prasarana. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa metode belajar memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar. Hal ini sesuai dengan pernyataan bahwa dalam hal transfer ilmu pengetahuan, seorang pendidik harus menggunakan metode yang tepat dan pedagogi yang paling sesuai demi mencapai tujuan dan hasil yang diinginkan (Isa et al. Metode belajar yang digunakan juga menentukan sejauh mana kinerja mahasiswa secara akademik (Conesa et al. , 2. Menurut Arifin . Student Centered Learning mendorong mahasiswa memiliki hubungan antara pengetahuan dengan penerapannya pada kehidupan. Konsep ini terjadi alamiah dan tidak sekedar transfer pengetahuan saja, sehingga pengetahuan -80- Dwi Yunita Haryanti et. Faktor Dominan yang Mempengaruhi Hasil Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Terapi Komplementer terapi komplementer yang dimiliki akan lebih mudah diaplikasikan dan diintegrasikan kedalam intervensi keperawatan. Hal ini sejalan dengan pernyataan bahwa sebagai penyedia layanan kesehatan nantinya, dibutuhkan pengetahuan khusus dan pengetahuan demi peningkatan kualitas asuhan keperawatan yang tercermin melalui intervensi keperawatan (Schwartz et al. Sarana dan prasarana dalam penelitian ini merujuk pada standar sarana dan prasarana pembelajaran yang merupakan kriteria minimal sesuai dengan kebutuhan isi dan proses pembelajaran dalam rangka pemenuhan capaian pembelajaran lulusan (Permendikbud, 2. Hasil penelitian yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara lembaga . arana dan prasaran. dengan hasil belajar mahasiswa didukung oleh penelitian lain dimana keaktifan belajar siswa merupakan kunci dari keberhasilan proses pembelajaran, aspek penunjang keaktifan ini adalah faktor sarana dan prasarana (Wahid and Adrianto, 2. Pengelolaan pembelajaran akan mendukung proses pembelajaran, terutama saat melakukan praktikum komplementer di laboratorium. Hal ini sejalan dengan pernyataan bahwa meningkatkan hasil belajar dan mampu menciptakan generasi yang berprestasi, berkualitas, berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara (Wasiya et al. , 2. Metode belajar yang berpusat pada mahasiswa merupakan pendekatan yang efektif untuk bisa memunculkan minat, kemampuan analisis dan berpikir kritis sehingga akan berdampak positif pada pengetahuan, sikap dan ketrampilan Sarana prasarana memiliki tantangan untuk bisa menyesuaikan antara metode dan strategi pembelajaran yang semakin berkembang, sehingga analisis kebutuhan dan pemeliharaan terhadap sarana dan prasarana harus berfungsi optimal untuk bisa meningkatkan kualitas pembelajaran yang berdampak pada peningkatan hasil belajar mahasiswa. Pengaruh Faktor Lingkungan terhadap Hasil Belajar Berdasarkan hasil uji parsial . lingkungan terhadap hasil belajar sebesar 4,497 > 2,240 . hitung > ttabe. dengan hasil sumbangan efektif sebesar 27,5%. Hal ini berarti semakin kondusif lingkungan yang dalam penelitian ini indikatornya adalah animo masyarakat terhadap kebutuhan terapi komplementer dan wawasan masyarakat terkait aplikasi terapi komplementer akan meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Hasil penelitian ini diperkuat dengan pernyataan bahwa terdapat pengaruh lingkungan belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa (Hermawan. Suherti and Gumilar, 2. Meningkatnya komplementer mencerminkan semakin pende-katan terapeutik ini (Bauer et al. Beragam praktik dan produk . ekam, akupuntur, food combining, herbal dan terapi meningkat selama dekade terakhir, terutama dimasa pandemi (Dehghan et al. , 2. Terapi komplementer tidak terbatas pada tindakan medis namun juga mengatur prinsip perawatan yang mendasar dan dianggap sebagai bagian integral dari manajemen asuhan, khususnya keperawatan (Lindquist. Synder, & Tracy, 2. Filosofi yang ada pada komplementer sangat konsisten dengan filosofi dan konsep healing pada asuhan keperawatan holistik (Hajbaghery, 2. Tenaga kesehatan sudah selayaknya memiliki ketrampilan transkultural seperti bekam, sehingga mampu untuk memberikan pelayanan kepada pasien dengan latar belakang budaya dan kepercayaan yang Kesem-patan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dapat diperoleh di jenjang pendidikan maupun pelatihan terstruktur (Vitale et al. , 2. Pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang terangkum dalam hasil belajar yang baik pada mata kuliah terapi komplementer ini dapat ditingkatkan dengan kepemilikan kompetensi yang tersertifikasi, sehingga mahasiswa nantinya bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat dengan penuh tanggung Pengaruh Faktor Psikologis. Keluarga. Lembaga dan Lingkungan terhadap Hasil Belajar -81- Dwi Yunita Haryanti et. Faktor Dominan yang Mempengaruhi Hasil Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Terapi Komplementer Secara simultan diperoleh fhitung sebesar 60,168 dan ftabel sebesar 2,440 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa nilai fhitung > ftabel dengan nilai probabilitas < 0,05. Dengan demikian faktor lingkungan, keluarga, psikologis dan lembaga secara simultan mempengaruhi hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah terapi komplementer di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muham-madiyah Jember. Hasil koefisien determinasi (R Squar. secara keseluruhan adalah 0,648. Angka ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan, keluarga, psikologis dan lembaga memberikan pengaruh sebesar 64,8% terhadap hasil belajar, sedangkan sisanya sebesar 35,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian Hasil identifikasi menyatakan bahwa faktor psikologis merupakan faktor dominan yang mempengaruhi hasil belajar mahasiswa Berdasarkan hal tersebut, memun-culkan mahasiswa untuk memahami bahwa peran seorang perawat dalam terapi komplementer ini sangat penting, baik dari segi promosi kesehatan, preventif dan kuratif. Awareness terhadap kebutuhan masyarakat akan mampu meningkatkan minat dan motivasi sehingga secara mutlak akan berdampak pada peningkatan hasil belajar (Conesa et al. Peranan faktor psikologis, keluarga, lembaga dan lingkungan menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam keberhasilan akademik. Di satu sisi, keberadaan minat dan motivasi menjadi mahasiswa untuk belajar, mencari tahu, meningkatkan wawasan dan ketrampilan. Lembaga pendidikan memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan untuk mencapai tujuan berupa hasil belajar, salah satunya adalah dari metode pembelajaran dan keberadaan sarana dan prasarana penunjang proses Faktor lingkungan berperan penting dalam aplikasi keilmuan yang didapatkan dijenjang akademik. Wacana komplementer di masyarakat dan animo masyarakat terhadap terapi komplementer memberikan pengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa, karena hal ini menjadi salah satu alasan program studi menetapkan mata kuliah terapi komplementer sebagai mata kuliah penciri yang mencerminkan visi keilmuan program studi. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa . Faktor psikologis yang terdiri dari indikator minat dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa dalam mata kuliah terapi komplementer sebesar 35,5% . Faktor keluarga yang terdiri dari dukungan keluarga dan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa dalam mata kuliah terapi komplementer . Faktor lembaga yang terdiri dari indikator metode berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa dalam mata kuliah terapi komplementer sebesar 2% . Faktor lingkungan yang terdiri dari indikator wawasan dan animo masyarakat berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa dalam mata kuliah terapi komplementer sebesar 27,5% . Faktor psikologis, keluarga, lembaga dan lingkungan secara simultan berpengaruh terhadap hasil belajar sebesar 64,8% . Faktor psikologis menjadi faktor yang dominan mempengaruhi hasil belajar mahasiswa. Saran bagi peneliti selanjutnya adalah melakukan penelitian terhadap variabel lain yang belum diteliti dengan cakupan mata kuliah yang lebih luas lagi. REFERENSI