Journal of Education and Teaching Learning (JETL) Volume 4. Issue 1. January 2022 Journal Homepage: http://pusdikra-publishing. com/index. php/jetl Collaborative Supervision of Elementary School Supervisors and Principals (Case Study at SDN 1 Batu Kuta Narmada. West Lombok Regenc. Hartono1. Muhammad Viktor Farid Hakim 2. Nining Purwati3 1Universitas Islam Negeri Mataram 2 Universitas Islam Negeri Mataram 3 Universitas Islam Negeri Mataram Corresponding Author : hhartono128@gmail. ABSTRACT Key Word Supervision is a form of supervision carried out in elementary schools as a form of quality control in the implementation of education. Supervision activities can be carried out by the principal and collaborate with school supervisors so that the results of supervision are of higher quality. The purpose of the study was to determine the impact of the collaborative supervision of supervisors and principals. The research method is qualitative description through case studies. The participants were teachers of grades 1 to 6 and teachers of sports The research was conducted at SDN 1 Batukura Narmada. West Lombok. Data were collected through the process of observation and interviews. The data analysis technique was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing The results showed that the school administration and the implementation of the learning process had been prepared by the teachers quite well. However, the process of preparing thematic lesson plans still faces obstacles. The results of this study can be seen in the impact of improving the quality of education and the quality of education in elementary schools. In addition, the form of cooperation between the principal and the supervisor is one way at SDN 1 Batukura Narmada shows the level of participation in building the quality of education. Principal. Collaborative. Supervision How to cite https://pusdikra-publishing. com/index. php/jetl/issue/view/50 ARTICLE INFO Article history: Received 01 March 2022 Revised 07 March 2022 Accepted 11 March 2022 Doi 51178/jetl. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License PENDAHULUAN Penjaminan mutu di sekolah dilakukan untuk meningkatkan kualitas Salah satu cara yang digunakan adalah melalui supervisi yang berkelanjutan dan dilakukan oleh pengawas sekolah dengan kepala sekolah. Oleh karena itu, proses supervisi mempunyai peran yang sangat penting untuk penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas (Ariasa Giri, 2. Selain itu, supervisi juga digunakan untuk meningkatkan mutu pembelajaran (Masliah. Journal of Education and Teaching Learning (JETL) Volume 4. Issue 1. January 2022 Page 49-60 Seperti yang telah diteliti oleh Ghufron & Mubarok . menunjukkan bahwa pengawasan yang dilaksanakan oleh pengawas berdampak terhadap pengembangan kualitas pembelajaran guru, perencanaan pembelajaran yang lebih matang, kegiatan pembelajaran terorganisir, penggunaan strategi/metode pembelajaran yang variatif, dan teknik evaluasi yang bervariasi. Jadi, kegiatan supervisi bisa dilakukan secara luas dan sempit. Dalam hal ini, pengawasan bisa diarahkan khusus pada satu aspek dari penyelenggaraan pendidikan ataupun secara keseluruhan kegiatan pendidikan di sekolah. Supervisi juga melibatkan kegiatan pendidikan yang dapat meningkatkan keterampilan para guru (Kotirde & Yunos, 2. Artinya bahwa pengawasan kepala sekolah dilakukan secara rutin dan didukung oleh budaya sekolah yang baik maka akan berdampak positif terhadap kinerja guru. Kinerja guru akan bermakna jika dibarengi dengan komitmen yang kuat serta selalu menyadari segala kekurangan yang ada pada dirinya dan berusaha untuk terus dapat meningkatkan kekurangan tersebut sebagai upaya perbaikan ke arah yang lebih baik (Azainil et al. , 2. Supervisi melibatkan praktik pemantauan kinerja guru dan pemberian umpan balik dengan menggunakan strategi yang menguntungkan dan sesuai yang memungkinkan koreksi kelemahan dalam praktik kelas untuk mendorong pertumbuhan profesional dan aliran kegiatan dan layanan pendidikan yang lebih baik. Oleh karena itu, supervisi sekolah merupakan proses yang diperlukan yang mencakup kombinasi kegiatan yang berkaitan dengan proses belajar mengajar di sekolah untuk peningkatan kualitas belajar-mengajar dalam sistem sekolah (Sunaryo, 2. Dari paparan tersebut dapat diketahui bahwa supervisi yang dilakukan kepala sekolah dan pengawas meliputi keseluruhan kegiatan pendidikan di sekolah. Namun, setiap kegiatan supervisi belum tentu memberikan hasil seperti yang diharapkan terkait dengan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Hasil observasi sekolah dasar di Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat menunjukkan bahwa mutu sekolah sebagian besar perlu ditingkatkan baik sarana prasarana, tenaga pendidik maupun kualitas proses pembelajaran. Sedangkan pada proses pembelajaran menjadi bagian yang memerlukan peningkatan kualitas. Disamping itu, para pendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran masih bersifat konvensional . eacher-centere. karena siswa masih dianggap sebagai objek bukan sebagai subjek dalam pembelajaran. Oleh karena itu, upaya memperbaiki kualitas pendidik, proses pembelajaran dan perbaikan kebutuhan sarana dan prasarana dapat dilakukan melalui kegiatan supervisi kolaboratif. Proses kolaborasi antara pengawas dan kepala sekolah bisa menciptakan konsep supervisi yang berkualitas dan menjadi sarana efektif dalam melakukan Journal of Education and Teaching Learning (JETL) Volume 4. Issue 1. January 2022 Page 49-60 perbaikan dan pembinaan terhadap bapak dan ibu guru di sekolah. Alshehri . menyatakankan bahwa supervisor cenderung lebih sering menggunakan pendekatan kolaboratif untuk mengawasi guru. Namun, metode pengawasan dilakukan secara tradisional, seperti mengadakan konferensi observasi dan pasca-pengamatan dengan guru karena jumlah guru yang diawasi cukup Kegiatan kolaborasi juga bisa dilakukan melalui evaluasi sejawat untuk menemukan kelebihan guru yang perlu dipertahankan dan kekurangan yang harus diperbaiki (Singerin, 2. Biasanya supervisi akademik kolaboratif juga menggambarkan kesepakatan antara supervisor dan guru melalui tahapan supervisi yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut (Latiana et al. , 2. Selain itu, pendekatan supervisi kolaboratif dan teknik supervisi kolegial berpengaruh signifikan terhadap pembelajaran berbasis kinerja (Wiyono et al. , 2. Dari beberapa penelitian terdahulu diketahui bahwa supervisi kolaborasi sering dilakukan pada cara kerjasama melakukan pengawasan. Kolaborasi yang dikaji terkait kerangka kerja bersama antara pengawas dan kepala Sedangkan penelitian ini menawarkan konsep berbeda dengan penelitian sebelumnya karena fokus pada hasil dari pengawasan kolaborasi kepala sekolah dengan pengawas pada kegiatan proses belajar dan administrasi Jadi, tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak dari supervisi kolaborasi pengawas dan kepala sekolah. Dengan adanya pelaksanaan supervisi Kolaboratif di SDN 1 Batu Kuta diharapkan terjadi peningkatan baik secara admninistrasi maupun proses pembelajaran, sehingga peningkatan mutu sekolah berdampak pula pada peningkatan mutu guru. Disamping itu pelaksanaan supervisi kolaboratif merupakan bentuk implementasi dari salah satu kompetensi yang melekat pada diri Kepala Sekolah. Oleh karena itu diharapkan melalui kegiatan supervisi kolaboratif dapat meningkatkan kompetensi Kepala Sekolah. METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah kualitatif deskripsi melalui studi kasus. Pada penelitian ini mengkaji fenomena dari peristiwa dan fakta-fakta yang terjadi (Sugiyono, 2. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif berbentuk survey. Sumber data utama adalah pengawas, kepala sekolah, dan guru-guru di SDN 1 Batu Kuta Narmada. Pengumpulan data menggunakan observasi, dan wawancara dengan instrument penelitian berupa pedoman ceklis dan angket. Partisipasi penelitian adalah guru kelas 1 sampai kelas 6 dan 1 guru mata pelajaran olahraga. Partisipan diambil secara random. Kegiatan supervisi Journal of Education and Teaching Learning (JETL) Volume 4. Issue 1. January 2022 Page 49-60 Kolaboratif dilaksanakan di SDN 1 Batu Kuta Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Data dikumpulkan melalui proses observasi dan wawancara. Proses observasi dilakukan pada saat proses supervisi dilaksanakan oleh pengawas dan kepala sekolah. Hasil observasi di catat pada buku ceklist yang telah disediakan oleh peneliti. Proses wawancara dilakukan setelah kegiatan supervisi selesai dilakukan oleh pengawas dan kepala sekolah. Pertanyaan wawancara bersifat tertutup jadi para guru hanya menjawab pertanyaan dengan pilihan jawaban Ya dan Tidak. Adapun daftar pertanyaan wawancara adalah. Tabel 1. Daftar Pertanyaan Wawancara Pertanyaan Tidak 1 Apakah kegiatan supervisi kolaborasi dilakukan secara berkala dan berkelanjutan? 2 Apakah anda memiliki persiapan khusus dalam menghadapi kegiatan supervisi dari pengawas dan kepala sekolah? 3 Apakah kegiatan supervisi ini memberikan masukan untuk perbaikan proses pembelajaran anda? 4 Apakah kegiatan supervisi ini memberikan perubahan terhadap penyediaan layanan administrasi sekolah? 5 Apakah pihak sekolah memberikan kebutuhan anda dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai hasil 6 Apakah pengawas dan kepala sekolah memberikan saran kepada anda terkait administrasi dan proses 7 Apakah pengawas dan kepala sekolah memaparkan kekurangan dari layanan administrasi dan proses 8 Apakah sekolah menyusun program khusus sebagai tindak lanjut hasil supervisi? 9 Apakah supervisi dilakukan secara procedural dan 10 Apakah sikap dari pengawas dan kepala sekolah sama pada semua guru yang disupervisi ? Teknik analisis data merujuk pada konsep penelitian kualitatif. Adapun teori yang digunakan adalah Miles & Huberman . antara lain. reduksi Journal of Education and Teaching Learning (JETL) Volume 4. Issue 1. January 2022 Page 49-60 data dilakukan melalui proses pengumpulan data secara bertahap melalui proses observasi dan wawancara, . penyajian data dilakukan dengan cara mengkategorikan data yang telah diperoleh dan analisis sesuai dengan fokus penelitian, dan . penarikan simpulan dilakukan dengan menyajikan hasil simpulan analisis data. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Kegiatan supervisi telah diatur sesuai dengan waktu oleh kepala sekolah dan pengawas. Adapun jadwal supervisi kolaborasi pengawas dan kepala sekolah yaitu. Tabel 2. Jadwal Pelaksanaan Supervisi Manajerial (Administrasi Kela. Kode Waktu Pelaksanaan No. Kelas Guru Hari Tanggal Jam ke Jumat 3 September 2021 i JumAoat Selasa 3 September 2021 7 September 2021 Kamis Sabtu 9 September 2021 11 September 2021 Guru PJOK Selasa 7 september 2021 Kamis 9 September 2021 Tabel 3. Jadwal pelaksanaan supervisi proses pembelajaran Kode Hari Tanggal Jam ke Guru Sabtu 2 Okt 2021 Selasa 12 Oktr 2021 i Sabtu Senin 16 Okt 2021 18 Okt 2021 Guru PJOK Rabu Kamis 20 Okt 2021 21 okt 2021 Selasa 26 Okt 2021 Journal of Education and Teaching Learning (JETL) Volume 4. Issue 1. January 2022 Page 49-60 Tabel 4. Jadwal Refleksi Dan Tindak Lanjut Kegiatan Supervisi Waktu Pelaksanaan No. Kode Kelas Jam Hari Tanggal Guru Selasa 2 Nopember 2021 1,2,3 Selasa 2 Nopember 2021 1,2,3 i Selasa 2 Nopember 2021 1,2,3 Kamis 4 Nopember 2021 1,2,3 Kamis 4 Nopember 2021 1,2,3 Kamis 4 Nopember 2021 1,2,3 Guru Sabtu 6 Nopember 2021 1,2,3 PJOK Table 2,3, dan 4 menunjukkan kegiatan supervisi kolaborasi kepala sekolah dan pengawas terhadap para guru. Dalam hal ini, kolaborasi yang ditunjukkan oleh kepala sekolah dan pengawasan ditunjukkan pada saat proses penilaian kinerja para guru. Bentuk kejasama ini memberikan gambaran input data kepada sekolah terkait hasil kinerja guru. Artinya bahwa kinerja guru dinilai obyektif sesuai dengan data yang telah ditemukan, karena proses penilaian ini melibatkan dua orang yang bertanggung jawab di sekolah dasar untuk meningkatkan mutu pendidikan. Selain itu, kolaborasi yang ditunjukkan oleh kepala sekolah dan pengawas ditunjukkan dengan kerja tim yang baik. Hasil observasi dan wawancara disajikan pada table berikut ini. Table 5. Observasi Supervisi Administrasi Sekolah No Kode Administrasi Sekolah Guru Program Program Silabus RPP Sumber belajar tahunan semester Ada Ada Ada Tidak Tidak lengkap Belum Ada Ada Ada Lengkap Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Tidak Tidak Tidak Tidak lengkap Tidak lengkap Tidak lengkap Journal of Education and Teaching Learning (JETL) Volume 4. Issue 1. January 2022 Page 49-60 Ada Ada Ada Ada Ada Tidak lengkap Tidak Ada Tidak Tidak lengkap Pada table 5 menunjukkan bahwa ada 14% guru yang belum melengkapi administrasi untuk program semester dan program tahunan. Sedangkan untuk kelengkapan silabus telah tersedia secara lengkap 100%. Namun, ada 5 atau 71% guru yang belum memiliki RPP secara lengkap. Sedangkan pada bagian sumber belajar yang dimiliki guru hanya ada 1 guru yang lengkap dan sebesar 85% guru belum melengkapi sumber belajar. Sedangkan hasil observasi pada proses pembelajaran adalah. Table 6. Observasi Ceklis Supervisi Proses Pembelajaran No Kode Proses pembelajaran Guru Administrasi Perencanaan Perencanaan Perencanaan Fasilitas kegiatan inti awal belajar Belum Terstruktur Terstruktur Terstruktur Belum dan runut dan runut dan runut Belum Terstruktur Terstruktur Terstruktur dan runut dan runut dan runut Belum Terstruktur Terstruktur Terstruktur Belum dan runut dan runut dan runut Belum Terstruktur Terstruktur Terstruktur Belum dan runut dan runut dan runut Belum Terstruktur Terstruktur Terstruktur Belum MH lengkap dan runut dan runut dan runut Belum Terstruktur Terstruktur Terstruktur Belum NW lengkap dan runut dan runut dan runut Belum Terstruktur Terstruktur Terstruktur Belum dan runut dan runut dan runut Table 6 menunjukkan bahwa secara keseluruhan proses pembelajaran telah dilaksanakan dengan baik, karena tindakan dan manajemen kelas guru juga bagus. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan belajar mengajar 7 orang guru mulai dari kegiatan awal sampai penutup dilakukan secara runut dan terstruktur dengan porsentase 100%. Namun pada bagian adminsitrasi pengajaran dan fasilitas kegiatan pembelajaran 85% belum lengkap. Artinya hasil pemantauan pada adminsitrasi pengajaran dan fasilitas kegiatan Journal of Education and Teaching Learning (JETL) Volume 4. Issue 1. January 2022 Page 49-60 pembelajaran selaras dengan hasil observasi pada administrasi sekolah. Adapun hasil wawancara dengan guru di prosentasekan sesuai pada pilihan jawaban yang tersedia, yaitu. Tabel 7. Daftar Pertanyaan Wawancara Pertanyaan Tidak Apakah kegiatan supervisi kolaborasi dilakukan secara 86% berkala dan berkelanjutan? Apakah anda memiliki persiapan khusus dalam 57% menghadapi kegiatan supervisi dari pengawas dan kepala Apakah kegiatan supervisi ini memberikan masukan untuk 100% 0% perbaikan proses pembelajaran anda? Apakah kegiatan supervisi ini memberikan perubahan 100% 0% terhadap penyediaan layanan administrasi sekolah? Apakah pihak sekolah memberikan kebutuhan anda dalam 71% meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai hasil supervisi? Apakah pengawas dan kepala sekolah memberikan saran 100% 0% kepada anda terkait administrasi dan proses pembelajaran? Apakah pengawas dan kepala sekolah memaparkan 100% 0% kekurangan dari layanan administrasi dan proses Apakah sekolah menyusun program khusus sebagai tindak 57% lanjut hasil supervisi? Apakah supervisi dilakukan secara procedural dan runut? 100% 0% 10 Apakah sikap dari pengawas dan kepala sekolah sama pada 100% 0% semua guru yang disupervisi ? Dari hasil wawancara memberikan keselarasan terhadap hasil observasi. Pada tabel 7 menunjukkan bahwa sekolah harus memperhatikan dan memberikan saran kepada para guru bahwa mereka harus melakukan persiapan yang tertata setiap kali kegiatan supervisi diselenggarakan, karena kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan perencanan jadwal yang telah disusun. Sekolah juga belum membuat peta tindak lanjut dari hasil kegiatan supervisi. Jadi, pihak sekolah bersama tim sebaiknya melakukan perencanaan program tindak lanjut. Pembahasan Secara umum administrasi kelas yang ada di kelas masing Ae masing sudah tersedia dengan baik. Akan tetapi masih terdapat beberapa administrasi kelas Journal of Education and Teaching Learning (JETL) Volume 4. Issue 1. January 2022 Page 49-60 yang belum terisi dengan lengkap. Sedangkan dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas secara umum sudah berlangsung dengan baik, akan tetapi ada beberapa kegiatan yang perlu ditingkatkan khususnya di kegiatan inti. Hal ini dikarnakan masih sering terjadi kegiatan di dominasi oleh guru . eacher cente. Siswa masih sering dianggap sebagai objek pembelajaran bukan sebagai subjek pembelajaran. Adapun temuan dari hasil observasi dan wawancara adalah. Adanya kesulitan dalam penyusunan RPP tematik dikarnakan dalam pembuatan RPP tematik dibutuhkan waktu dan ketekunan guru yang Belum ada program lanjutan untuk hasil kegiatan supervisi. Belum lengkap fasilitas dan sumber belajar bagi guru dan siswa. Adminsitrasi pembelajaran belum lengkap Sekolah belum memasukkan unsur kompetensi digital para guru dalam supervisi proses pembelajaran Oleh karena itu. Adapun beberapa rekomendasi untuk hasil temuan kegiatan supervisi kolaborasi oleh pengawas dan kepala sekolah adalah. Sekolah melakukan kegiatan pelatihan khusus untuk penyusunan RPP tematik yang merujuk pada konsep praktik dan kolaborasi. Sekolah membuat program peningkatan keterampilan ataupun kompetensi guru agar kompetensi pedagogic dan professional mereka lebih baik dan dapat sesuai dengan perkembangan perubahan zaman. Sekolah sebaiknya menyediakan kebutuhan sumber belajar yang lebih baik lagi. Sekolah sebaiknya memperhatikan kompetensi digital guru. Beberapa rekomendasi masukan tersebut harus menjadi perhatian kepala sekolah, artinya bahwa peran kepala sekolah sangat besar dalam melakukan tindak lanjut kegiatan hasil supervis ini. Jika tidak dilakukan dengan baik maka proses perbaikan penyelenggaraan pendidikan tidak bisa dilakukan secara Apalagi kepala sekolah sebagai supervisor juga harus memberikan pelayanan berupa bimbingan kepada pendidik/guru yang kurang mampu dalam menggunakan media, model dan metode pembelajaran agar pembelajaran lebih menyenangkan dan bermakna. Kepala sekolah juga menekankan pembelajaran berbasis pemecahan masalah dan pembelajaran berbasis masalah agar siswa mampu berpikir kritis dalam menghadapi masalah (Nababan et al. , 2. Dari hasil temuan memberikan kejelasan bahwa proses kolaborasi dalam kegiatan supervisi bisa memberikan penilaian yang lebih subyektif terhadap para guru. Kegiatan supervisi juga memberikan arah dan pengetahuan apa Journal of Education and Teaching Learning (JETL) Volume 4. Issue 1. January 2022 Page 49-60 yang harus dilakukan oleh sekolah (Power, 2. Karena dari hasil kegiatan supervisi meningkatkan peran yang seimbang antara supervisor dan supervisi, meningkatkan antusiasme supervisor dan supervisi, meningkatkan kelambanan, umpan balik, saling membantu, dan mengungkapkan ide akan menjembatani tujuan supervise. Selain itu juga memberikan kejelasan tujuan yang ingin dicapai dan kesepakatan bersama dari semua pihak yang terlibat dalam supervisi (Gonsalvez, 2. Supervisi berpengaruh positif terhadap kinerja profesional guru. Catatan dan pengamatan supervisor membantu guru dalam mengidentifikasi kekurangan mereka dan memodifikasi perilaku. Pengawasan juga dianggap sebagai alat untuk perbaikan terus-menerus dalam sistem sekolah secara positif mempengaruhi iklim sekolah (Aldaihani, 2. Pada dasarnya Supervisi yang dilaksanakan oleh pengawas berdampak terhadap pengembangan kualitas pembelajaran guru, perencanaan pembelajaran yang lebih matang, kegiatan pembelajaran terorganisir, penggunaan strategi/metode pembelajaran yang variatif, dan teknik evaluasi yang bervariasi (Ghufron & Mubarok, 2. Supervisi akademik dapat membantu guru untuk mempelajari dan memahami tugas dan perannya sebagai seorang pendidik (Lalupanda, 2. Langkah supervisi akademik dengan pendekatan kolaboratif mmeberikan dampak positif dalam menghasilkan perbaikan kegiatan penyelenggaraan pendidikan, seperti . perencanaan-menetapkan tujuan supervisi, jadwal, teknik yang dipilih dan instrumen yang digunakan. pelaksanaan setelah sosialisasi dan kesepakatan dengan guru, pelaksanaannya meliputi pengujian perangkat pembelajaran, observasi proses pembelajaran, penilaian pembelajaran. Analisis hasil supervisi dilakukan dengan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan guru kemudian menenggelamkan gegar otak. (Dwikurnaningsih, 2. KESIMPULAN Dari hasil pelaksanaan kegiatan supervisi Kolaboratif guru kelas yang dilaksanakan di SDN 1 Batu Kuta dapat disimpulkan sebagai berikut : Supervisi kolaborasi yang dilakukan kepala sekolah dan pengawas dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Melalui kegiatan supervisi Kolaboratif yang dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan berdampak pada peningkatan kompetensi guru terutama kompetensi profesional dan pedagogis. Hasil supervisi juga berdampak pada kemampuan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Journal of Education and Teaching Learning (JETL) Volume 4. Issue 1. January 2022 Page 49-60 PENGAKUAN Penelitian ini ditujukan kepada pengawas sekolah, kepala sekolah dan Tenaga pendidik yang ada di wilayah Kabupaten Lombok Barat khususnya diwilayah kecamatan Narmada (SDN 1 Batu Kut. dalam pelaksanaan supervisi kolaboratif. Dan ucapan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh informan yang bersedia memberikan tanggapan untuk kelengkapan data-data penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA