JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 187-197 PENGARUH INVESTMENT OPPORTUNITY SET. KEBIJAKAN HUTANG. DAN PROFITABILITAS TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2020-2024 Ade Indri Any1. Muhamad Helmi2. Debi Carolina3. Ahmad Muhammad Ridho4 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mulia Darma Pratama1,2,3 Akademi Keuangan dan Perbankan Mulia Darma Pratama4 adeindriany93620@email. com1, hm. helmi@gmail. com2, debbychiby@gmail. ridhoahmad0378@gmail. ABSTRAK Ketidakkonsistenan pembagian dividen pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di BEI periode 2020Ae2024 menjadi latar belakang penelitian ini. Permasalahan yang dirumuskan adalah bagaimana perkembangan Investment Opportunity Set (IOS), kebijakan hutang, profitabilitas, serta pengaruhnya baik secara parsial maupun simultan terhadap kebijakan dividen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan Investment Opportunity Set (IOS), kebijakan hutang, profitabilitas dan menguji pengaruhnya secara parsial dan simultan terhadap kebijakan dividen. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda, menggunakan data sekunder dari laporan keuangan 10 perusahaan yang menjadi sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial hanya IOS yang berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen, sedangkan kebijakan hutang dan profitabilitas tidak. Namun, secara simultan ketiga variabel berpengaruh signifikan. Nilai Adjusted R Square sebesar 32% menjelaskan bahwa variabel penelitian mampu menerangkan variasi kebijakan dividen, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya peluang investasi dalam menentukan kebijakan dividen. Disarankan agar perusahaan memperhatikan keseimbangan antara peluang investasi, struktur hutang, dan profitabilitas untuk menjaga konsistensi dan keberlanjutan kebijakan dividen. Kata Kunci: Investment Opportunity Set (IOS). Kebijakan Hutang. Profitabilitas, dan Kebijakan Dividen. ABSTRACT The inconsistency of dividend distribution in consumer goods manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2020Ae2024 period serves as the background of this study. The research problem is formulated as follows: how do the developments of Investment Opportunity Set (IOS), debt policy, and profitability affect dividend policy, both partially and simultaneously. This study aims to examine the developments of IOS, debt policy, and profitability, as well as to test their partial and simultaneous effects on dividend policy. The research employs a quantitative method with multiple linear regression analysis, using secondary data from the financial statements of 10 sample companies selected through purposive sampling. The results indicate that partially, only IOS has a significant effect on dividend policy, while debt policy and profitability do not. However, simultaneously, all three variables significantly influence dividend policy. The Adjusted R-Square value of 32% shows that the research variables can explain the variation in dividend policy, while the remaining percentage is influenced by other factors. The findings emphasize the importance of investment opportunities in determining dividend policy. It is recommended that companies maintain a balance between investment opportunities, debt structure, and profitability to ensure consistency and sustainability of dividend policy. Keywords: Investment Opportunity Set (IOS). Debt Policy. Profitability. Dividend Policy. PENDAHULUAN Latar Belakang Kebijakan dividen merupakan keputusan penting perusahaan dalam mengalokasikan laba, apakah dibagikan kepada pemegang saham atau ditahan untuk investasi. Berbagai faktor seperti ukuran perusahaan, profitabilitas, likuiditas, leverage, serta kesempatan investasi terbukti memengaruhi kebijakan dividen (Mardiyanti dan Indrati, 2. (Ramadhan dan Kusumawati. Teori Bird in the Hand. Lintner. J, . dan Residual Dividend Theory. Hanafi, . menjelaskan preferensi investor terhadap dividen serta bagaimana perusahaan menentukan pembagian sisa laba setelah investasi. JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 187-197 Namun, ditemukan ketidakkonsistenan pembayaran dividen, khususnya pada perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi di BEI, di mana lebih dari setengah perusahaan tidak rutin membagikan dividen Beno et al. , . Fenomena kesensjangan antara teori dan realita yang perlu diteliti lebih lanjut. Kebijakan Dividen Kebijakan dividen Menurut Sartono dalam (Helmi et al. , 2. adalah keputusan tentang apakah keuntungan yang didapat perusahaan akan diberikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen atau disimpan sebagai laba ditahan untuk membiayai investasi di masa depan. Jika perusahaan memutuskan untuk memberikan keuntungan sebagai dividen, maka laba yang ditahan akan berkurang dan akan mengurangi total dana internal yang tersedia. Sebaliknya jika perusahaan memilih untuk menyimpan laba yang diperoleh, potensi untuk membangun dana internal akan menjadi lebih Dalam buku Hanafi, . menyebutkan beberapa faktor dalam kebijakan . nvestment likuiditas, akses ke pasar keuangan, stabilitas pembatasan-pembatasan. Menurutnya semakin besar kesempatan investasi maka dividen yang bisa dibagikan akan semakin Investment Opportunity Set (IOS) Faktor pertama dalam penelitian ini yang mempengaruhi kebijakan dividen adalah Investment Opportunity Set. Myers dalam (Putri et al. , 2. mengungkapkan bahwasannya Investment Opportunity Set mencakup berbagai aset yang saat ini dimiliki oleh perusahaan serta dipertimbangkan untuk masa depan. Dalam buku Darmawan . 8: 269-. menurut Smith & Watts . 2:263-. menjelaskan bahwa IOS adalah komponen nilai perusahaan yang berasal dari pilihan untuk membuat investasi di masa Hubungan IOS kebijakan dividen dapat dilihat jika semakin tinggi IOS, maka perusahaan cenderung menahan laba untuk direinvestasikan ke proyekproyek baru, sehingga dividen yang dibagikan akan lebih kecil. Menurut Brigham dan Houston, . perusahaan dengan banyak opsi investasi akan memilih menahan laba untuk pertumbuhan jangka panjang. Kebijakan Hutang Faktor kedua yang mempengaruhi kebijakan dividen adalah kebijakan hutang. Menurut Riyanto dalam (Julianti et al. , 2. kebijakan hutang memiliki peranan penting dalam analisis keuangan. Ini membantu dalam mengevaluasi pertukaran antara risiko dan potensi keuntungan dari berbagai pilihan keputusan yang tepat. Hal ini bertujuan agar manajer keuangan bisa merencanakan analisis dan mengontrol kegiatan dengan baik. Kebijakan seberapa besar ketergantungan perusahaan pada pembiayaan eksternal dibandingkan modal Hubungan kebijakan hutang terhadap kebijakan dividen dapat dilihat jika semakin tinggi DER (Debt To Equity Rati. , perusahaan cenderung mengurangi pembagian dividen untuk menjaga arus kas dan membayar kewajiban Menurut Signaling Theory akan tetapi dalam kondisi tertentu, pembagian dividen tetap dilakukan sebagai sinyal kepercayaan kepada investor, meskipun perusahaan memiliki hutang yang tinggi. Profitabilitas Faktor terakhir yang mempengaruhi kebijakan dividen dalam penelitian ini adalah Menurut pendapat Kasmir dalam (Carolina et al. , 2. rasio profitabilitas adalah ukuran yang digunakan untuk mengevaluasi seberapa baik perusahan dalam menghasilkan Perusahaan yang memiliki laba tinggi lebih mampu untuk membayar dividen kepada pemegang saham. ROA juga dapat memengaruhi keputusan investasi dari para investor dan berkontribusi terhadap fluktuasi harga saham di pasar (Faitullah, 2. Sejumlah menunjukkan hasil yang beragam. Investment Opportunity Set (IOS) ada yang berpengaruh signifikan terhadap dividen Noviyana & Rahayu, . , menurut Nainggolan et al. , . hasil penelitian menunjukkan bahwa Investment Opportunity Set (IOS) berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen, di mana semakin besar peluang investasi perusahaan, semakin rendah kecenderungan perusahaan dalam membagikan dividen kepada pemegang saham namun ada pula yang tidak signifikan (Made Ratih Nurmalasari1 & I Made Surya Prayoga. JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 187-197 Hal serupa terjadi pada variabel kebijakan hutang dan profitabilitas, yang menunjukkan hasil inkonsisten antar penelitian. Kondisi ini memperlihatkan adanya research gap yang penting untuk dikaji, khususnya pada periode terbaru 2020Ae2024. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Investment Opportunity Set (IOS), kebijakan hutang, dan profitabilitas terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di BEI periode 2020Ae2024. Studi ini diharapkan memperkaya literatur manajemen keuangan, sekaligus praktis dalam membantu perusahaan merumuskan kebijakan dividen yang optimal. Tabel 1. Data Perkembangan Dividend Payout Ratio (DPR) Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 20202024 Dividend Payout Ratio Kode Saham 2020 2021 2022 2023 2024 DLTA 2,52 1,06 0,62 0,71 1,58 ULTJ 0,12 0,63 0,25 0,28 0,38 BUDI 0,43 0,32 0,40 0,62 0,66 CEKA 0,33 0,32 0,27 0,39 0,18 ICBP 0,44 0,57 0,77 0,46 0,52 INDF 0,52 0,54 0,66 0,48 0,50 MYOR 0,71 0,98 0,24 0,24 0,41 HMSP 1,62 1,19 1,17 0,78 1,21 UCID 0,25 0,13 0,30 0,14 0,25 UNVR 1,03 1,10 1,08 1,06 1,34 Sumber: w. Tabel 1 terlihat bahwa rasio pembayaran dividen perusahaan dari tahun ke-tahun mengalami fluktuasi. Seperti pada perusahaan DLTA DPR menunjukkan fluktuasi cukup Tahun 2020 sangat tinggi . , lalu turun drastis pada 2021 . dan 2022 . Namun. DPR kembali naik pada 2023 . dan meningkat signifikan di 2024 menjadi 1,58. Pada perusahaan ULTJ terdapat peningkatan tajam dari 2020 . ke 2021 . , namun kemudian turun di 2022 . , dan naik perlahan hingga 2024 . Pada perusahaan BUDI DPR stabil dan cenderung meningkat dari 0,43 . menjadi 0,66 . , meski sempat turun sedikit di 2021 . Pada perusahaan CEKA DPR cenderung menurun dari 2020 . ke 2024 . , meski sempat naik di 2023 . Pada perusahaan ICBP DPR cenderung mengalami fluktuasi dari 2020 . ke 2024 . , meski sempat naik di 2022 . Pada perusahaan INDF DPR relatif stabil dari 2020 . hingga 2024 . , tanpa perubahan yang signifikan. Pada perusahaan MYOR DPR naik tinggi pada 2021 . , tetapi turun tajam menjadi 0,24 pada 2022 dan stagnan hingga sedikit naik di 2024 . Pada perusahaan HMSP DPR tinggi di 2020 . , menurun di 2021Ae2023, dan naik kembali menjadi 1,21 di 2024. Pada perusahaan UCID DPR cukup rendah dan fluktuatif dengan kisaran sempit, dari 0,25 . ke 0,25 . , menunjukkan sedikit kenaikan dari tahun ke Dan pada perusahaan UNVR DPR cukup tinggi dan stabil, berada di atas 1,0 setiap tahunnya, bahkan meningkat di 2024 . II. METODOLOGI PENELITIAN Lokus Penelitian Lokus penelitian adalah perusahaan manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2020-2024. Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini berupa laporan keuangan data Dividend Payout Ratio (DPR) perusahaan manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2020-2024. Populasi Populasi menurut Sugiyono, . adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan di sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2020-2024 yang berjumlah 132 perusahaan. Sampel Menurut Sugiyono, . sampel ialah bagian dari populasi yang menjadi sumber data dalam penelitian, dimana populasi merupakan bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel dalam penelitian ini diperoleh sebanyak 10 perusahaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini dipilih menggunakan metode purposive sampling. JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 187-197 Metode purposive sampling adalah metode pengambilan sampel dengan menggunakan kriteria tertentu yaitu sebagai berikut : Perusahaan barang konsumsi yang telah IPO sebelum tahun 2020 Perusahaan barang konsumsi yang rutin membagikan laporan keuangan selama periode 2020-2024 Perusahaan barang konsumsi yang konsisten dalam membagikan dividennya selama periode 2020-2024 Metode Penelitian Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif, yaitu suatu metode yang mendeskripsikan angkaangka dalam laporan keuangan kedalam tulisan kemudian dari hasil mendeskripsikan terssebut. Metode Analisis Data Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan Sebuah metode penelitian yang menggambarkan suatu variabel berdasarkan analisis data yang ada secara kuantitatif menggunakan prosedur statistik untuk menguji hipotesis ditolak atau diterima. Adapun langkahlangkah analisisnya sebagai berikut : Untuk menilai kebijakan perusahaan memakai rumus : yaycEycI = Untuk menghitung dan menganalisis Investment opportunity set terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di BEI di ukur dengan rumus : ycAyaAycOya = Jumlah saham beredar x harga saham penutupan Total ekuitas Untuk menghitung dan menganalisis kebijakan hutang terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di BEI di ukur dengan rumus : yayaycI = Total Utang X100% Total Ekuitas Untuk menghitung dan menganalisis profitabilitas terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di BEI di ukur dengan rumus : ycIycCya = Laba Bersih (EAT) Total Aset i. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui hubungan pengaruh secara linier antara dua variabel atau lebih. Hasil perhitungan regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS versi 31 sebagai berikut : yaycnycycnyccyceycuycc ycEyceyc ycIEaycaycyce . aycEycI) yaycaycycuycnycuyci ycEyceyc ycIEaycaycyce . aycEycI) Tabel 2. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Beta Error (Constan. ,684 1,195 X1_Investment_Opportunity_Set ,324 ,153 ,576 X2_Kebijakan_Hutang ,042 ,144 ,054 X3_Profitabilitas -,130 ,224 -,137 1,748 2,127 ,291 -,578 Dependent Variable: Y_Kebijakan_Dividen JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 187-197 Coefficientsa Model Sig. ,087 ,039 ,773 ,566 (Constan. X1_Investment_Opportunity_Set X2_Kebijakan_Hutang X3_Profitabilitas Dependent Variable: Y_Kebijakan_Dividen Sumber: Data Diolah SPSS, 2025 Berdasarkan perhitungan persamaan regresi linier berganda menunjukkan bahwa : Y = -1,195 0,324X1 0,042X2 - 0,130X3 e Keterangan : b1, b2, b3 = Kebijakan Dividen = Koefisien Kostanta = Koefisien Regresi = Investment Opportunity Set = Kebijakan Hutang = Profitabilitas = Faktor error Dari persamaan di atas dapat diartikan sebagai berikut: Nilai konstanta . adalah sebesar -1,195 menunjukkan bahwa ketika seluruh variabel independen, yaitu investment opportunity set, kebijakan hutang dan profitabilitas bernilai nol, maka nilai kebijakan dividen diprediksi sebesar -1,195 berdasarkan model regresi yang Nilai koefisien regresi variabel investment opportunity set . adalah sebesar 0,324 menunjukkan bahwa setiap satu satuan dalam investment opportunity set, dengan asumsi variabel kebijakan hutang dan profitabilitas tetap . eteris paribu. , akan meningkatkan kebijakan dividen sebesar 0,324 satuan. Tanda Model ,217 ,463 ,282 (Constan. X1_Investment_Opportun ity_Set X2_Kebijakan_Hutang X3_Profitabilitas 4,614 2,159 3,542 positif pada koefisien ini mengindikasikan adanya hubungan searah antara investment opportunity set dan kebijakan dividen, yang berarti semakin tinggi peluang investasi yang tersedia bagi perusahaan, semakin besar pula dividen yang dibagikan kepada pemegang Nilai koefisien regresi variabel kebijakan hutang . adalah sebesar 0,042 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan dalam kebijakan hutang, yang dalam penelitian ini diukur dengan DER, akan meningkatkan kebijakan dividen sebesar 0,042 satuan. Hal ini berlaku dengan asumsi bahwa variabel investment opportunity set dan profitabilitas berada dalam kondisi tetap . eteris paribu. Tanda positif pada koefisien menunjukkan adanya hubungan searah antara kebijakan hutang dan kebijakan dividen. Nilai koefisien regresi variabel profitabilitas . sebesar -0,130 menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu satuan pada profitabilitas akan menyebabkan penurunan kebijakan dividen sebesar 0,130 satuan, dengan asumsi variabel lainnya, yaitu investment opportunity set dan kebijakan hutang, dalam kondisi tetap . eteris Tanda negatif pada koefisien ini mengindikasikan adanya hubungan yang berlawanan arah antara profitabilitas dan kebijakan dividen dalam model regresi ini. Tabel 3. Hasil Uji Parsial (Uji . Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Collinearity Statistics Tolerance VIF -1,195 ,324 ,042 -,130 Coefficientsa Standardized Coefficients Std. Error ,684 ,153 ,144 ,224 Sig. Beta ,576 -1,748 2,127 ,054 -,137 ,291 -,578 Collinearity Statistics Tolerance VIF JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 187-197 (Constan. X1_Investment_Opportunity_Set X2_Kebijakan_Hutang X3_Profitabilitas Dependent Variable: Y_Kebijakan_Dividen Sumber: Data Diolah SPSS, 2025 Kriteria pengujian hipotesis parsial sebagai Jika -ttabel O thitung O ttabel berarti H0 diterima atau menolak Ha Jika thitung < -ttabel atau thitung > ttabel berarti H0 ditolak atau menerima Ha Dengan derajat kebebasan df = n - k - 1 atau 50 - 3 - 1 = 46, tabel distribusi t menampilkan nilai t untuk setiap variabel dan tabel t berdasarkan output SPSS, dengan ambang signifikansi 0,05/2 = 0,025 . ji dua sis. Pengujian Koefisien Investment Opportunity Set Nilai t, yang ditentukan oleh output SPSS, 127, berada di antara tingkat signifikansi < 0. 05 atau 0. 039 < 0. 05 dan daerah penolakan H0 127 > 2. Baik Ha diterima atau H0 ditolak karena berada dalam daerah penolakan H0. Ini menunjukkan bahwa kebijakan dividen dipengaruhi oleh IOS. Model ,087 ,039 ,773 ,566 ,217 ,463 ,282 4,614 2,159 3,542 Pengujian Koefisien Kebijakan Hutang Menurut output SPSS, nilai t yang dihitung adalah 0,291, yang berada dalam signifikansi > 0,05 atau 0,773 > 0,05 dan daerah penerimaan H0 atau 0,291 < 2,013. Baik Ha ditolak atau H0 diterima karena berada dalam daerah Ini menunjukkan bahwa kebijakan dividen tidak dipengaruhi oleh kebijakan utang. Pengujian Koefisien Profitabilitas Nilai t yang dihitung, berdasarkan output SPSS, adalah -0,578, yang jatuh dalam signifikansi > 0,05 atau 0,566 > 0,05 dan daerah penerimaan H0 atau -0,578 < 2,013. Baik Ha ditolak atau H0 diterima karena berada dalam wilayah penerimaan H0. Ini menunjukkan bahwa kebijakan dividen tidak dipengaruhi oleh Tabel 4 Hasil Uji Simultan (F) ANOVAa Sum of Mean Squares Square 6,302 2,101 Regressio 5,628 Residual 17,170 ,373 Total 23,472 Dependent Variable: Y_Kebijakan_Dividen Predictors: (Constan. X3_Profitabilitas. X2_Kebijakan_Hutang. X1_IOS Sig. ,002b Sumber: data diolah SPSS, 2025 Tabel F dapat ditemukan di tabel statistik dengan tingkat signifikansi 0,05 dengan df1n = . umlah variabel -. atau 4 - 1 = 3, df2n = . -k-. atau 50-3-1 = 46, nilai tabel F adalah 2,81 seperti yang terlihat pada tabel F. Setelah diketahui Ftabel maka dibuat kriteria pengujian hipotesis simultan sebagai berikut: Jika Fhitung > Ftabel . artinya H0 ditolak dan Ha diterima Jika Fhitung O Ftabel . artinya H0 diterima dan Ha ditolak Pada Tabel 5, nilai F yang dihitung (Fhitun. adalah 5,628 dan nilai F tabel (Ftabe. dapat dilihat di tabel statistik pada tingkat signifikansi 0,05 dengan df1n = . umlah variabel - . atau 4 - 1 = 3, df2n . k - . atau 50 - 3 - 1 = 46. Ftabel sebesar 2,81 dapat dilihat di tabel Ftabel, maka dapat disimpulkan bahwa Fhitung > Ftabel atau 5,628 > 2,81 dengan tingkat signifikansi < 0,05 atau 0,002 < 0,05. Dengan begitu disimpulkan bahwa Fhitung > Ftabel 5,628 > atau 2,81 dengan tingkat signifikansi < 0,05 atau 0,002 < 0,05. Yang menunjukkan bahwa minimal ada satu variabel X yaitu Investment Opportunity Set, kebijakan hutang, dan profitabilitas (X1. X2. yang berpengaruh secara JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 187-197 simultan terhadap kebijakan dividen (Y) pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2024. Tabel 5 Hasil Analisis Koefisien Determinasi (R. Model Summaryb Mod Adjusted R Std. Error of Square Square the Estimate ,602a ,363 ,320 ,31909 Predictors: (Constan. X3_Profitabilitas. X2_Kebijakan_Hutang. X1_Investment_Opportunity_Set Dependent Variable: Y_Kebijakan_Dividen Sumber: data diolah SPSS, 2025 Dari tabel 6 nilai koefisien determinasi (Adjusted R Squar. adalah sebesar 0,320 atau 32,0%. Maka, dapat diartikan bahwa pengaruh Investment Opportunity Set (X. Kebijakan Hutang (X. , dan Profitabilitas (X. terhadap Kebijakan Dividen (Y) sebesar 32,0%, sisanya 68% . %-32,0%) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Pembahasan Pengaruh Investment Opportunity Set Terhadap Kebijakan Dividen Berdasarkan hasil output SPSS didapatkan nilai thitung sebesar 2,127 dan ttabel terlihat pada tabel statistik dengan signifikansi 0,05/2 = 0,025 . ji dua sis. dengan derajat kebebasan df = n Ae k Ae 1 atau 50 Ae 3 Ae 1 = 46, hasil yang diperoleh untuk ttabel sebesar A 2,013 dapat dilihat di tabel t. Jadi, nilai thitung berada di daerah penolakan H0 atau 2,127 > 2,013 dan signifikansi < 0,05 atau 0,039 < 0,05, karena masuk dalam daerah penolakan H0, maka H0 ditolak atau menerima Ha. Sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh Investment Opportunity Set secara parsial terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2024. Hanafi . menjelaskan bahwa semakin besar Investment Opportunity Set . esempatan investas. yang dimiliki perusahaan, maka jumlah dividen yang dapat dibagikan cenderung berkurang. Dalam hal ini, lebih menguntungkan apabila dana tersebut dialokasikan ke investasi yang menghasilkan nilai sekarang bersih (NPV) positif. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Noviyana & Rahayu, . yang menyimpulkan bahwa Investment Opportunity Set berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Kebijakan Dividen. DurbinWatson 1,775 Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Mawarda et al. , . yang menyimpulkan bahwa Investment Opportunity Set berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Kebijakan Dividen. Namun hasil penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian Made Ratih Nurmalasari1 & I Made Surya Prayoga, . yang menyimpulksan Investment Opportunity Set tidak berpengaruh terhadap Kebijakan Dividen. Pengaruh Kebijakan Hutang Terhadap Kebijakan Dividen Berdasarkan output SPSS, diperoleh nilai t-hitung sebesar 0,291. Sementara itu, nilai ttabel pada taraf signifikansi 0,05/2 = 0,025 . ji dua sis. dengan derajat kebebasan df = n Ae k Ae 1 atau 50 Ae 3 Ae 1 = 46 adalah A2,013 sesuai tabel statistik. Karena t-hitung lebih kecil dari t-tabel . ,291 < 2,. dan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 . ,773 > 0,. , maka hasil uji berada pada daerah penerimaan H0. Dengan demikian. H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya, kebijakan hutang tidak memiliki pengaruh parsial terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020Ae2024. dan A. Hanafi . menjelaskan perusahaan dinilai berisiko apabila memiliki porsi hutang yang besar dalam struktur modal, namun sebaliknya apabila perusahaan menggunakan hutang yang kecil atau tidak sama sekali maka perusahaan dinilai tidak dapat memanfatkan tambahan modal eksternaal yang dapat meningkatkan operasional perusahaan. Kebijakan hutang mencerminkan seberapa besar ketergantungan perusahaan pada pembiayaan eksternal dibandingkan modal sendiri. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian M. Alfero et al. , . yang JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 187-197 menyimpulkan bahwa kebijakan hutang tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Fitri Diana. Sulistiyandari, . yang menyimpulkan kebijakan hutang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan dividen. Pengaruh Profitabilitas Terhadap Kebijakan Dividen Berdasarkan dari output SPSS didapatkan nilai thitung sebesar -0,578 dan ttabel yang dapat dilihat pada tabel statistik dengan signifikansi 0,05/2 = 0,025 . ji dua sis. dengan derajat kebebasan df = n Ae k Ae 1 atau 50 Ae 3 Ae 1 = 46, hasil yang diperoleh untuk ttabel sebesar A 2,013 dapat dilihat di tabel t. Jadi, nilai thitung berada di daerah penerimaan H0 atau -0,578 < 2,013 dan Nilai signifikansi sebesar 0,566 yang lebih besar dari 0,05 menunjukkan bahwa hasil uji berada pada daerah penerimaan H0. Dengan H0 diterima dan Ha ditolak. Hal ini berarti profitabilitas tidak berpengaruh secara parsial terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020Ae Menurut Hanafi, . profitabilitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan pada tingkat penjualan, asset, dan modal saham tertentu. Profitabilitas mencerminkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Hariyanto et al. , . yang menyimpulkan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Afni dan Fitria . yang dipengaruhi secara positif terhadap kebijakan Pengaruh Investment Opportunity Set. Kebijakan Hutang, dan Profitabilitas terhadap Kebijakan Dividen (Secara Simulta. Berdasarkan Tabel 4, nilai Fhitung diperoleh sebesar 5,628, sedangkan nilai Ftabel pada taraf signifikansi 0,05 dengan df1 = . umlah variabel Ae . yaitu 4 Ae 1 = 3, dan df2 = . Ae k Ae . yaitu 50 Ae 3 Ae 1 = 46 adalah 2,81 sebagaimana tercantum dalam tabel statistik. Karena Fhitung > Ftabel . ,628 > 2,. dan nilai signifikansi < 0,05 . ,002 < 0,. , maka dapat disimpulkan bahwa hasil uji signifikan terdapat pengaruh investment opportunity set, kebijakan hutang, dan profitabilitas (X1. X2. secara simultan terhadap kebijakan dividen (Y) pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2024. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Rifai et al. , . yang menyimpulkan bahwa pengaruh Pengaruh profitabilitas, leverage, dan investment opportunity set (IOS) secara simultan berpengaruh terhadap kebijakan dividen. Hasil penelitian ini sejalan dengan Andayani . menyimpulkan bahwa pengaruh kebijakan berpengaruh terhadap kebijakan dividen. IV. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan analisa hasil penelitian yang telah dilakukan untuk mengetahui perkembangan dan pengaruh Investment Opportunity Set. Kebijakan Hutang dan Profitabilitas terhadap Kebijakan Dividen pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2024 dapat disimpulkan sebagai berikut: Perkembangan Investment Opportunity Set pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2024 Perkembangan Investment Opportunity Set pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2024 mengalami fluktuasi yang memiliki Investment Opportunity Set (MBVE) tertinggi pada PT fluktuasi tertinggi pada PT Uni-Charm Indonesia Tbk, sebesar 151,85% sedangkan yang memiliki Investment Opportunity Set (MBVE) terendah PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, sebesar 18,92%. Perkembangan Kebijakan Hutang pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2024 JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 187-197 Perkembangan Kebijakan Hutang pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2024 mengalami fluktuasi yang memiliki Kebijakan Hutang (DER) tertinggi pada PT Ultrajaya Milk Industry Tbk, sebesar 591,67% sedangkan yang memiliki Kebijakan Hutang (DER) terendah PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, sebesar 24,71%. Perkembangan Profitabilitas pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2024 Perkembangan Profitabilitas Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2024 mengalami fluktuasi yang memiliki Profitabilitas (ROA) tertinggi pada PT Ultrajaya Milk Industry Tbk, sebesar 215,38% sedangkan yang memiliki Profitabilitas (ROA) terendah PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, sebesar 20%. Perkembangan Kebijakan Dividen pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2024 Perkembangan Kebijakan Dividen pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2024 mengalami fluktuasi yang memiliki kebijakan dividen (DPR) tertinggi pada PT Ultrajaya Milk Industry Tbk, sebesar 425% sedangkan yang memiliki kebijakan dividen (DPR) terendah PT. Unilever Indonesia Tbk, sebesar 30,1%. Hasil Uji Secara Parsial (Uji . Hasil uji secara parsial (Uji . nilai thitung > ttabel adalah signifikansi 0,039 < 0,05 dan nilai thitung 2,127 > ttabel 2,013 maka dapat disimpullkan bahwa secara parsial variabel Investment Opportunity Set berpengaruh signifikan terhadap Kebijakan Dividen. Diketahui signifikansi 0,773 > 0,05 dan dan nilai thitung 0,291 < 2,013 sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel Kebijakan Hutang tidak berpengaruh signifikan terhadap Kebijakan Dividen. Sedangkan untuk Profitabilitas jika dilihat dari nilai thitung berada signifikansi 0,566 > 0,05 dan nilai thitung -0,578 < ttabel 2,013 sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap Kebijakan Dividen. Hasil Uji Secara Simultan (Uji F) Hasil uji secara simultan (Uji F) diketahui nilai signifikansi untuk pengaruh X1. X2. X3 terhadap Y adalah sebesar atau 0,002 < 0,05 dan nilai Fhitung > Ftabel 5,628 > atau 2,81 sehingga hal tersebut menunjukkan bahwa minimal ada satu variabel X yaitu Investment Opportunity Set. Kebijakan Hutang, dan Profitabilitas (X1. X2. berpengaruh secara simultan terhadap Kebijakan Dividen (Y) pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2024. Hasil Koefisien Determinasi (R. Bahwa nilai koefisien determinasi (R. (Adjusted R Squar. sebesar 0,320 atau 32,0%. Sehingga, dapat diartikan pengaruh Investment Opportunity Set (X. Kebijakan Hutang (X. , dan Profitabilitas (X. terhadap Kebijakan Dividen (Y) pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2024. Sebesar 32,0%, sisanya 68% . %-32,0%) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Saran Bagi perusahaan Diharapkan perkembangan Investment Opportunity Set. Kebijakan Hutang, dan Profitabilitas. Perhatikan Investment Opportunity Set dalam Kebijakan Dividen. perusahaan dengan peluang investasi tinggi cenderung menahan dividen untuk pertumbuhan jangka panjang, seimbangkan kepentingan investor jangka pendek dan strategi jangka panjang. Serta meninjau mekanisme keputusan dividen dengan mempertimbangkan likuiditas, stabilitas laba, dan struktur modal. Bagi Investor Investor disarankan untuk tidak hanya melihat besarnya dividen yang dibagikan, tetapi juga memperhatikan peluang investasi perusahaan (IOS) yang bisa memengaruhi pertumbuhan nilai saham jangka panjang. Investasi pada perusahaan dengan IOS tinggi bisa memberikan capital gain yang lebih besar meskipun dividen saat ini rendah. Bagi Penelitian Selanjutnya Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel independen lain yang berpotensi memengaruhi kebijakan dividen, seperti JEMBATAN (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Bisnis. Auditing dan Akuntans. Vol. No. Desember 2025: 187-197 ukuran perusahaan, likuiditas, arus kas, maupun struktur kepemilikan, guna meningkatkan daya jelas model secara menyeluruh. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian koefisien determinasi (R. sebesar 32,0% yang menunjukkan bahwa variabel investment opportunity set, kebijakan hutang, dan profitabilitas hanya mampu menjelaskan 32,0% variasi dalam kebijakan dividen. Dengan demikian, masih terdapat 68% variasi yang dijelaskan oleh variabel lain di luar model ini. Selain itu, penelitian selanjutnya juga dapat memperluas cakupan sektor industri dan periode, pendekatan kualitatif atau metode campuran yang bisa memberikan wawasan lebih mendalam terkait kebijakan dividen perusahaan. DAFTAR PUSTAKA