ECO-BUILD JOURNAL PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BERAU Sinergi Implementasi K3 (ISO 45001:2. Dan Beban Kerja: Pengaruhnya Terhadap Output Kinerja Karyawan Rudi Wibowo1. Abdul Majid2. Suyitno3. Faiz Wahidatul Arifatin4. Abdul Aziz5 Universitas Muhammadiyah Lamongan rudiw@umla. ABSTRACT Performance refers to the results achieved by an individual, and it can be influenced by various factors, including the implementation of ISO 45001:2018 concerning Occupational Health and Safety (OHS) and workload levels. This study aims to explore the relationship between Occupational Health and Safety (OHS), workload, and employee performance in the Metering Department at PT Pertamina Hulu Mahakam. This research employs a quantitative method with a descriptive approach. The sampling technique used is total sampling, involving all 45 employees of the Metering Department as the population. Data analysis was conducted using multiple linear regression, classical assumption testing, and hypothesis testing with the assistance of SPSS version 26. The results of the study address all the proposed hypotheses, examining the influence of Occupational Health and Safety (OHS) on employee performance, the impact of workload on employee performance, and the combined effect of OHS and workload on performance within the Metering Department. Keywords: Occupational Safety and Health (K. Workload. Employee Performance ABSTRAK Kinerja merupakan hasil yang dicapai seseorang, banyak hal yang mampu mempengaruhi kinerja diantaranya adalah Implementasi ISO 45001 tahun2028 tentang keselamatan kesehatan kerja (K. dan beban kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan adanya keterikatan antara keselamatan kesehatan kerja (K. , beban kerja dan kinerja karyawan di departemen metering di PT Pertamina Hulu Mahakam. Penelitian ini menggunakan kuantitataif dengan pendekatan deskriptif, dan teknik sampel yaitu total sampling dengan populasi seluruhkaryawan departemen metering sejumlah 45 karyawan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis linier berganda, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis dengan alat bantu SPSS 26. Hasil penelitian ini adalah untuk menjawab seluruh hipotesis padapenelitian ini, yaitu pengaruh keselamatan kesehatan kerja (K. terhadap kinerja karyawan, beban kerja terhadap kinerja karyawan, dan keselamatan kesehatan kerja (K. dan beban kerja terhadap kinerja karyawan pada departemen metering. Kata Kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Beban Kerja. Kinerja Karyawan PENDAHULUAN Mangkunegara dalam (Putriawati et al, 2. Sumber Daya Manusia (SDM) di adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas perusahaan perlu dikelola secara profesional yang dicapai oleh seorang karyawan dalam agar terwujud keseimbangan antara kebutuhan pegawai dengan tuntutan dan kemampuan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. organisasi perusahaan. Menurut (Parashaki et Hasil observasi terhadap beberapa karyawan al, 2. Keseimbangan tersebut merupakan mendapati informasi bahwa kinerja karyawan pada karyawan di departeman matering berkembang secara produktif dan wajar. Salah mengalami fluktuasi setiap tahunnya. Hal satu faktor yang mempengaruhi tingkat tersebut di ketahui dari hasil data pencapaian keberhasilan suatu organisasi adalah kinerja target kerja tahunan yang di lakukan oleh Kinerja Volume 9. No. April 2025. Hal. ECO-BUILD JOURNAL Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BERAU PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 Perkembangan saat ini isu Kesehatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K. yang dan Keselamatan Kerja (K. sudah menjadi terdapat pula faktor beban kerja. Beban kerja perhatian lebih dalam ketenagakerjaan. Data adalah tuntutan pekerjaan tradisional yang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dicirikan oleh kebutuhan untuk bekerja lebih menyatakan bahwa pada tahun 2017 angka cepat, untuk memberikan tanggapan yang kecelakaan kerja yang dilaporkan sebanyak lebih cepat, untuk melakukan banyak tugas, 041 kasus, sementara itu sepanjang tahun dan untuk menyelesaikan beberapa proyek 2018 mencapai 173. 105 kasus. Peningkatan pada saat yang bersamaan (Prasetyo, 2. Beban kerja berat jangka panjang dapat memengaruhi kesehatan fisik atau mental, implementasi Kesehatan dan Keselamatan kinerja, atau produktivitas karyawan (Imron. Kerja (K. di Indonesia masih jauh dari yang Akibatnya, beban kerja yang berat telah diharapkan dengan standar yang ada. Salah satu standart yaitu ISO, merupakan badan (Kasmir, penetap standar internasional yang terdiri dari wakil- wakil dari badan standarisasi nasional menimbulkan ketegangan, kecelakaan atau setiap negara. Standar yang dikeluarkan oleh ISO Sistem Penelitian Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja mengetahui seberapa besar pengaruh terhadap (SMK. adalah ISO 45001:2018. kinerja karayawan di departemen matering PT Menurut Mangkunegara dalam Ryani Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Perusahaan Dhyan Parashakti et al, . keselamatan berplat merah ini adalah perusahaan yang kerja adalah perlindungan karyawan dari luka- bergerak di bidang eksplorasi dan produksi luka yang disebabkan oleh kecelakaan yang minyak bumi dan gas alam . terkait dengan pekerjaan. Program Kesehatan METODE PENELITIAN dan Keselamatan Kerja (K. harus menjadi Jenis penelitian yang digunakan dalam prioritas utama bagi manajemen karena penelitian ini adalah penelitian kuantitatif program tersebut menyelamatkan nyawa, dengan pendekatan deskriptif. Penelitian meningkatkan produktivitas, dan mengurangi menggunakan angka-angka dalam mengelola (Muniroh. Selain Volume 9. No. April 2025. Hal. ECO-BUILD JOURNAL PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BERAU data untuk menghasilkan informasi atau jawaban yang terstruktur. Dalam penelitian ini populasinya adalah karyawan departemen matering PT Pertamina Hulu Mahakam yang berjumlah 45 orang. Peneliti mengambil seluruh populasi karyawan, sehingga teknik penelitian ini menggunakan metode total Analisis data menurut (Sugiyono, 2. adalah proses dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik analisis regresilinier berganda dan menggunakan SPSS versi 25 sebagai alat HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Berdasarkan hasil survey yang sudah Deskriptif Variabel Penelitian Analisis Deskriptif Variabel Keselamatan Kesehatan Kerja (K. dilakukan dengan menggunakan kuesioner, karakteristik responden yang akan digunakan pada penelitian ini dibagi menjadi beberapa kelompok mulai dari jenis kelamin, usia, masa bekerja, dan pendidikan terakhir Berdasarkan terhadap variabel implementasi ISO 45001 tahun 2018 tentang keselamatan kesehatan kerja (K. , responden memberikan penilaian mengimplementasikan motivasi kerja yang Volume 9. No. April 2025. Hal. ECO-BUILD JOURNAL PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BERAU diberikan departemen metering PT Pertamina HASIL ANALISIS UJI INSTRUMEN Hulu Mahakam berjalan dengan baik, akan Uji Validitas tetapi beberapa karyawan merasa kurang adanya keselamatan kesehatan kerja (K. yang diberikan. Analisis Deskriptif Variabel Beban Kerja Hal ini menujukkan bahwa karyawan Hasil uji validitas bahwa semua item pada departemen matering PT Pertamina Hulu Mahakam kesehatan kerja (K. (X. , beban kerja (X. , dan kinerja karyawan (Y) memiliki r hitung > memperhitungkandan mengelola resiko yang r tabel 0,2876, sehingga dapat dikatakan semua terjadi di dalam organisasi untuk jangka item pertanyaan pada variabel (X. , (X. , dan (Y) terbukti valid. berhati-hati Analisis Deskriptif Karyawan Berdasarkan Variabel Kinerja terhadap variabel kinerja karyawan, responden memberikan penilaian tinggi yang artinya sebagian sudahmenerapkan kinerja yang sudah ada di departemen metering PT Pertamina Hulu Mahakam berjalan dengan baik. Uji Reliabilitas Hasil uji reliabilitas menghasilkan nilai cronbachAos alpha pada variabel Keselamatan Kesehatan Kerja (K. sebesar 0,980. Beban Kerja organisasi sebesar 0,871, dan variabel Kinerja Karyawan 0,911, pernyataan dalam kuesioner ini reliabel karena Volume 9. No. April 2025. Hal. ECO-BUILD JOURNAL PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BERAU cronbachAos alpha > 0,60 atau lolos ke uji Nilai Durbin Watson sebesar 1. HASIL UJI ASUMSI KLASIK Uji Normalitas signifikan 5%. Jika nilai dU ttabel . Dimana hipotesis pertama diterima yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Keselamatan Kesehatan Kerja (K. terhadap Kinerja Karyawan. Berdasarkan tabel uji t diatas adanya pengaruh Nilai Fhitung lebih besar dari pada nilai variabel X2 terhadap variabel Y sebesar 0,000 Ftabel yang sebesar . 641 > 3. , dengan < 0,050 sedangkan untuk nilai thitung sebesar nilai signifikan sebesar 0. 000 < 0,05. F tabel 062 > ttabel . Dimana hipotesis diperoleh sebesar 3. 21 dengan perhitungan kedua diterima yang berarti terdapat pengaruh (Ftabel=. = . - . = Ftabel 45= 3. positif dan signifikan antara Beban Kerja dengan nilai signifikan = 5%. Demikian H0 terhadap Kinerja Karyawan. Volume 9. No. April 2025. Hal. ECO-BUILD JOURNAL Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BERAU PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 PEMBAHASAN terhadap kinerja karyawan yang artinya Pengaruh Keselamatan Kesehatan Kerja Disimpulkan bahwa beban kerja (K. Terhadap Kinerja Karyawan Berdasarkan hasil uji hipotesis pertama terhadap kinerja karyawan, artinya dengan menujukkan bahwa adanya pengaruh variabel beban kerja yang memperhitungkan resiko keselamatan kesehatan kerja (K. berpengaruh dengan memastikan keberlangsungan jangka positif dan signifikan terhadap variabel kinerja karyawan yang artinya diterima. Disimpulkan manajemen resiko yang efektif dan responsif bahwa keselamatan kesehatan kerja (K. terhadap tantangan masa dimasa Dalam organisasi perlu adanya indentifikasi langsung terhadap kinerja karyawan, artinya masalah yang perlu diperhatikan, pengambilan dengan pemberian jaminan atas keselamatan dan kesehatan kerja npada karyawan yang tindakan yang harus diambil untuk mengatasi maksimal merupakan aspek terpenting dalam mencapai tujuan dan memastikan pekerjaan Hal ini terjadi sebagai bentuk perhatian yang dilakukan sudah baik dan benar. Artinya, pada saat terjadinya masalah, berorientasi pada keselamatan dan kesehatan kerja (K. yang hasil yang ada di organisasi berarti fokus pada baik akan menunjukan adanya pengaruh pencapaian tujuan dan sasaran yang telah terhadap kinerja pekerja proyek departemen Berorientasi terhadap kepentingan matering PT Pertamina Hulu Mahakam. Hasil organisasi ini melibatkan berbagai aspek, penelitian ini didukung oleh penelitian yang termasuk perencanaan strategis, pelaksanaan dilakukan oleh (Febiana, 2022. Febriana, yang efektif, dan penyesuaian strategi untuk Handayani, 2021. Djaelani et al. , 2. hasil yang diperoleh. Menjadi agresif dalam bekerja menunjukkan semangat, inisiatif, dan kesehatan kerja (K. berpengaruh positif dan dedikasi tinggi dalam menyelesaikan tugas. signifikan terhadap kinerja karyawan. Namun, untuk menjaga stabilitas kerja agar Pengaruh Beban Kerja Terhadap Kinerja organisasi tetap berjalan dengan baik dengan Karyawan menentukan prioritas, komunikasi efektif, dan Berdasarkan hasil uji hipotesis kedua menunjukkan bahwa adanya pengaruh variabel cara pemecahan masalah yang menjadi beban kerja yang diterapkan kepada karyawan. beban kerja berpengaruh positif dan signifikan Volume 9. No. April 2025. Hal. ECO-BUILD JOURNAL Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BERAU PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 Dari Disimpulkan bahwa keselamatan penelitian pada jawaban karyawan yang sudah kesehtan kerja (K. dan beban kerja mampu dilakukan pada saat survey awal sejalan mempengaruhi secara bersama-sama terhadap dengan jawaban dari pernyataan kuesioner kinerja karyawan, kinerja merupakan suatu yang sudah diberikan. Artinya bahwa apabila beban kerja diterima dengan baik maka hal itu kemauan untuk terus bekerja secara maksimal menumbuhkan kinerja karyawan untuk tetap dan berkontribusi pada organisasi. bekerja dengan baik di perusahaan. Keselamatan dan kesehatan kerja (K. Pada kenyataannya, aspek beban kerja menjadi dorongan internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja karyawan departemen keinginan karyawan untuk mencapai suatu matering PT Pertamina Hulu Mahakam. Penghargaan dan perlindungan menjadi Dengan mempunyai pengaruh terhadap kinerja, jadi meningkatnya beban kerja akan diiringi oleh bekerja di suatu organisasi, lingkungan kerja meningkatnya kinerja karyawan departemen yang nyaman memberikan dampak positif matering PT Pertamina Hulu Mahakam karena untuk keberlangsungan pekerjaan. Beban kerja kemampuan karyawan sudah sesuai dengan menjadi faktor yang mempengaruhi sistem dan beban kerja yang diembannya. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan dijalankan dalam organisasi, beban kerja juga (Harahap et al, 2. yang menyatakan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan berperilaku dan berinteraksi kepada karyawan terhadap kinerja karyawan. Hubungan keselamatan kesehtan kerja Pengaruh Keselamatan Kesehatan Kerja (K. dan beban kerja ini saling berkaitan (K. dan Beban Kerja Terhadap Kinerja dalam meningkatkan departemen matering PT Pertamina Hulu kinerja karyawan di Berdasarkan hasil uji hipotesis ketiga Mahakam, keselamatan kesehtan kerja (K. menunjukkan bahwa adanya pengaruh variabel yang tinggi didukung dengan beban kerja yang keselamatan kesehtan kerja (K. dan beban positif akan membuat karyawan merasa kerja berpengaruh simultan nyaman bekerja pada organisasi. dan signifikan terhadap kinerja karyawan yang artinya Volume 9. No. April 2025. Hal. ECO-BUILD JOURNAL Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BERAU PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 Hasil pengujian hipotesis ini sejalan yang baik maka pekerja merasa aman serta dengan penelitian Budiasah, . bahwa terjaga kesehatannya sehingga mampu keselamatan kesehtan kerja (K. dan beban menampilkan kinerja yang prima dan signifikan terhadap kinerja karyawan yang departemen metering PT Pertamina Hulu menyatakan jika keselamatan kesehtan kerja Mahakam. (K. dan beban kerja berjalan dengan baik signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini dikarenakan tugas yang diberikan keberhasilan dalam organisasi. Hasil penelitian perusahaan kepada karyawan terlalu berat ini diperkuat oleh penelitian (Afandi, 2021. maka karyawan merasa terbebani. Tingkat Anggriani, 2021. Aron et al. , 2019. Bahiroh, et , 2020. Bimantara, 2021. Yustari, 2. memungkinkan pemakaian energi yang menyatakan bahwa keselamatan kesehatan kerja (K. dan beban kerja berpengaruh sebaliknya intensitas pembebanan yang terhadap kinerja karyawan. Artinya ketika terlalu rendah memungkinkan rasa bosan keselamatan kesehtan kerja (K. dan beban dan kejenuhan atau understress. oleh karena itu perlu diupayakan tingkat intensitas pembebanan yang optimum yang ada karyawan, maka karyawan akan merasa diantara kedua batas yang ekstrim tadi dan nyaman dan ringan bekerja dalam kinerja yang tentunya berbeda antara individu yang satu dengan lainya. Beban kerja berpengaruh positif dan menunjukkan kinerja yang lebih tinggi. Implementasi ISO 45001 tahun 2018 SIMPULAN tentang keselamatan kesehatan kerja (K. Implementasi ISO 45001 tahun 2018 dan beban kerja berpengaruh positif dan tentang keselamatan kesehatan kerja (K. signifikan terhadap kinerja karyawan pada berpengaruh positif dan signifikan terhadap departemen matering PT Pertamina Hulu kinerja karyawan. Artinya perusahaan Mahakam. Hal ini diartikan semakin baik implementasi ISO 45001 tahun 2018 karyawan, dimana dengan menerapkan tentang keselamatan kesehatan kerja (K. sistem keselamatan kesehatan kerja (K. Volume 9. No. April 2025. Hal. ECO-BUILD JOURNAL PISSN: 2622-5336 EISSN: 2620-5416 Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BERAU departemen metering PT Pertamina Hulu Mahakam juga semakin meningkat. REFERENSI