Aditya Dwi Putra Bhakti. Fandy Pratama Sungkono Perancangan Desain Kemasan sebagai Media Peningkatan Brand Awareness Janus Coffee & Roastery ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X PERANCANGAN DESAIN KEMASAN SEBAGAI MEDIA PENINGKATAN BRAND AWARENESS JANUS COFFEE & ROASTERY Aditya Dwi Putra Bhakti1. Fandy Pratama Sungkono2 1,2 Program Studi Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas No. Malang, 65144 . 463513 e-mail: aditya@umm. id1, fandycougar@webmail. Abstraksi Janus Coffee & Roastery merupakan coffee roastery yang terletak di Alun- alun Kota Batu dan telah berdiri sejak tahun 2018. Perancangan ini dilatarbelakangi karena Janus belum terlalu fokus pada perancangan desain kemasan, di sisi lain desain kemasan mempunyai potensi yang kuat dalam upaya peningkatan brand awareness produk mereka. Maka dari itu, tujuan perancangan ini adalah untuk merancang desain kemasan Janus Coffee & Roastery sebagai upaya meningkatkan brand awareness. Perancangan ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka yang dianalisis mengguanakan metode SWOT dan USP. Hasil dari perancangan kreatif ini berupa: illustrasi kemasan, brand color, brand pattern dan tipografi. Hasil akhir dari perancangan desain kemasan diaplikasikan pada media seperti: coffee bag, drip bag, drip bag box, shopping bag, plastic bag, dan coffee cup yang disesuaikan pada segi keamanan, ergonomis, serta experience. Kata Kunci : brand awareness, desain kemasan, produk kopi Abstract Janus Coffee & Roastery is a coffee roastery located in Batu City Square and has been established since 2018. The background for this design is because Janus has not focused too much on designing packaging designs, on the other hand, packaging design has strong potential in an effort to increase product brand awareness. Therefore, the purpose of this design is to design the Janus Coffee & Roastery packaging design in an effort to increase brand awareness. This design uses a qualitative approach and a descriptive Data collection techniques through observation, interviews, and literature study are described using the SWOT and USP methods. The results of these creative designers are packaging illustrations, brand colors, brand patterns, and typography. The end result of packaging design is applied to media such as coffee bags. Drip Bag. Drip Bag Box. Shopping Bag. Plastic Bag, and Coffee Cup which are adjusted in terms of safety, ergonomics, and experience. Keywords: brand awareness, packaging design, coffee products __________________________________________________________________________ 1 PENDAHULUAN Gaya hidup masyarakat Indonesia yang mulai rutin mengonsumsi produk olahan dari kopi membuat banyaknya kompetitor pada usaha ini makin berkembang (Taufani, 2. Persaingan usaha yang semakin ketat menuntut para pengusaha untuk selalu berpikir kreatif dalam membangun identitas brand. Pembuatan identitas pada sebuah merek juga menjadi salah satu pengaruh karena dapat menjadi media komunikasi (Rachmawati, 2. Sebab dapat memunculkan ciri khas pada sebuah brand demi meningkatkan brand awareness dari Sebuah merek mampu mendapat awareness ketika ia dapat memberikan nilai . pada desain kemasan terhadap konsumen (Utomo, 2. , selain itu peningkatan 21 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Aditya Dwi Putra Bhakti. Fandy Pratama Sungkono Perancangan Desain Kemasan sebagai Media Peningkatan Brand Awareness Janus Coffee & Roastery ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X kreatifitas yang digunakan pada produk juga membuat brand tersebut memiliki daya tarik tersendiri sehingga dapat bersaing dengan produk sejenis sebagaimana yang dijelaskan. Menurut (Dhameria, 2. salah satu upaya untuk memenangkan persaingan ialah dengan membuat desain kemasan produk yang menarik sehingga dapat mengundang konsumen untuk membeli produk. Pada proses pembentukan desain kemasan, suatu merek perlu teliti karena unsur-unsur yang terdapat di desain kemasan dapat mempengaruhi konsumen untuk menentukan sebuah produk yang ingin digunakan, terutama dalam membedakan beberapa merek. Perlunya sebuah desain kemasan/ packaging yang tepat agar dapat merepresentasikan visi dan misi sebuah merek. Hal ini juga dijelaskan oleh (Wibowo. Utami, & Pratiwi, 2. , bahwa identitas brand sangat memiliki nilai yang penting yakni sebagai sarana dalam mengkomunikasikan visi dan misi sebuah merek yang dijadikan satu dari sekian pertimbangan agar menjadi pilihan utama konsumen. Hal ini akan jauh lebih efektif apabila proses penyampaian produk dilakukan dengan lebih inovatif dibandingkan produk pesaingnya, sebaliknya pun begitu. Disamping menyajikan kopi terbaik, seorang pengusaha kopi harus bisa menciptakan sebuah desain kemasan yang dapat memenuhi ekspetasi pasar. Pada perancangan ini, usaha kopi yang akan dijadikan subjek adalah Janus Coffee & Roastery , dimana saat ini memiliki: 6 produk kopi yang disebut Single Origin diantara lain beans Aceh. Bali. Toraja. Arjuna. Ijen. Robusta Dampit dan untuk produk kopi premium yang disebut Espresso Blend diantara lain White Habbit. Black Stuff. Grey House. Milkway, dan Supernova. Kelima produk premium jenis Espresso Blend tersebut yang saat ini sedang dikembangkan untuk menjadi salah satu ciri khas dari Janus Coffee & Roastery namun terkendala dari bagaimana penyajian packaging maupun desain untuk membedakan produk Espresso Blend dengan produk yang lainnya. Selain 9 Produk kopi Janus Coffee & Roastery menjual beberapa jenis flavor powder seperti Coklat. Redvelvet. Greentea. Taro, dan Banana. Janus Coffee & Roastery juga memiliki segmentasi konsumen yaitu homebrewer ditujukan orang tua dan wisatawan, kedai untuk anak muda atau pemula yang baru ingin mencoba produk olahan kopi, dan yang terakhir ialah reseller mereka. Untuk harga pada menu yang terdapat di Janus Coffee & Roastery Batu mulai dari Rp15. 000-Rp35. 000 dan untuk harga produk kemasan 200 gram-1000 gram mulai dari Rp45. 000-Rp280. Sejauh ini Janus Coffee & Roastery masih belum berfokus kepada penggunaan desain kemasan sebagai sebuah komponen branding, sehingga kemasan yang dimiliki oleh Janus Coffee & Roastery saat ini masih sering mengalami perubahan tanpa perencanaan yang solid. Janus Coffee & Roastery saat ini lebih berfokus terhadap produksi kopi yang mereka roasting. Gambar 1. Perubahan desain kemasan Janus Coffee & Roastery , . 2021-2022 (Sumber: w. com/januscoffee/) 22 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Aditya Dwi Putra Bhakti. Fandy Pratama Sungkono Perancangan Desain Kemasan sebagai Media Peningkatan Brand Awareness Janus Coffee & Roastery ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Berdasarkan analisis sederhana dari perubahan desain kemasan produk kopi Janus Coffee & Roastery dari tahun ke tahun, perubahan yang digagas sangat tampak dari konsep desain pada kemasan. Namun, perkembangan desain tersebut belum terlihat fungsi dan tujuannya terlebih ada satu produk diantara 2 produk lain yang menjadi ciri khas dari Janus Coffee & Roastery dan Coffee Belt 25, juga belum ada penamaan bahwasaannya produk yang dijual oleh Coffee Belt 25 merupakan olahan dari Janus Coffee & Roastery yang merupakan pusat produksi dari brand Janus & Coffee Belt 25. Dikarenakan cukup banyaknya produk yang dimiliki, membuat Janus Coffee & Roastery tidak begitu fokus dalam memikirkan desain pada kemasan produk kopi olahan mereka. Menurut Southgate dalam (Ramadhonal, 2. , merek yang baik tidak hanya yang dapat menampilkan nilai fungsionalnya, melainkan juga yang dapat memberkan nilai tertentu dalam benak konsumen. Tempat ini juga memiliki tagline yang sampai saat ini hubungannya sangat erat dengan kebudayaan di Indonesia terkhususnya wilayah Jawa Timur karena salah satu pemilik Janus Coffee & Roastery berasal dari Kota Batu yaitu AuMy mother told me to choose coffee wiselyAy yang artinya ibu saya memberitahu untuk memilih kopi dengan bijak. Belum adanya identitas yang kuat yang disebabkan tidak adanya konsistensi desain kemasan pada produk dan divisi yang fokus dalam hal penyajian visual untuk menciptakan desain packaging produk (Listya & Rukiah, 2. , sehingga mengakibatkan terjadinya perubahan secara terus-menerus. Hal ini sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh Janus Coffee & Roastery, dimana kemasan yang ada saat ini dianggap belum signifikan dalam menaikkan brand awarness. Hal itulah yang menjadi permasalahan yang utama karena desain kemasan yang memiliki ciri khas dan konsistensi dalam brand dapat mempengaruhi berbagai aspek, seperti pada penjualan produk serta pembentukan loyalitas konsumen terhadap produk tersebut (Rivandi, 2. Hal ini dapat dilihat dari dengan banyaknya kemasan yang mampu memberikan kemudahan kepada kenyamanan konsumen, misalnya mudah dibawa, mudah dibuka, mudah diletakkan, maupun bisa di daur Penggunaan desain kemasan yang baik bukan hanya untuk menarik perhatian tetapi harus mampu menyampaikan dan meyakinkan interpretasi konsumen terhadap produk yang dijualkan karena dampak dari penggunaan desain kemasan juga bisa menjadi pendorong pada penjualan suatu produk/komoditi seperti halnya kopi. 2 METODE PERANCANGAN Perancangan ini dibuat untuk membantu client dalam mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi. Permasalahan client akan dirangkum untuk nantinya dianalisis dan diproses lebih lanjut menggunakan pendekatan kualitatif, sehingga akan diperoleh datadata yang dapat disusun dan dijabarkan secara deskriptif. Metode deskriptif sendiri dijelaskan menurut (Machmud, 2. ialah suatu metode yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena-femonema yang ada, yang berlangsung saat ini atau saat yang lampau sehingga dapat dilakukan analisis lanjut guna mendapatkan kesimpulan. Metode ini diajukan perancang untuk dapat menjawab beberapa rumusan masalah yang berkaitan dengan upaya meningkatkan brand awareness Janus Coffee & Roastery. Metode pengumpulan data pada perancangan ini diperoleh dari 2 sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Untuk pengumpulan data primer menggunakan 2 cara yaitu wawancara dan observasi. Wawancara . merupakan teknik pengumpulan data dengan melakukan tanya jawab sambil bertatap muka antara penanya dengan informan atau orang yang diwawancarai (Alfathan & Yurisma, 2. Pengumpulan data juga menggunakan teknik observasi. Teknik ini merupakan metode pengumpulan data, dimana perancang melakukan pengamatan secara langsung. Alasan penggunaan observasi sebagai data primer agar perancang dapat melihat dari dekat kegiatan yang sedang dilakukan (Basroni, 2. Sementara, untuk pengumpulan data sekunder menggunakan 2 cara, yaitu 23 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Aditya Dwi Putra Bhakti. Fandy Pratama Sungkono Perancangan Desain Kemasan sebagai Media Peningkatan Brand Awareness Janus Coffee & Roastery ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X telaah dokumen dan studi pustaka. Telaah dokumen digunakan untuk mempelajari dokumen atau arsip yang berhubungan dengan obyek penelitian serta permasalahan yang dihadapi. Melalui teknik ini diharapkan mampu memperoleh data melalui dokumen yang dimiliki oleh Janus Coffee & Roastery seperti foto dan desain terdahulu yang sesuai dengan penelitian (Basri & Devitra, 2. Selanjutnya ialah studi pustaka. Teknik ini merupakan metode pengumpulan data dimana informasi diperoleh melalui buku-buku, literatur, dan bahan pustaka yang relevan dengan penelitian yang dilakukan atau dengan mengutip pendapat para ahli yang ada dengan tujuan untuk memperkuat perspektif (Sari Asmawati, 2. Selain itu, metode analisis data yang perancang gunakan ada 2 yaitu metode analisis Stenght. Weakness. Oppurtunities. Threat (SWOT) dan Unique Selling Preposition (USP). Penggunaan analisis SWOT ini bertujuan untuk melihat Janus Coffee & Roastery dari berbagai sudut pandang seperti kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman yang dimiliki bisnis ini untuk selanjutnya dijadikan evaluasi (Lantang. Soegoto, & Mandagie, 2. Selanjutnya adalah Metode USP (Unique Selling Prepositio. , digunakan untuk menemukan ciri khas yang membedakan brand Janus Coffee & Roastery dengan yang lain melalui desain kemasan sehingga konsumen bisa melihat keunikan dari produk tersebut . Sistematika perancangan tergambarkan sebagai berikut: Bagan 1. Sistematika perancangan desain kemasan Janus Coffee & Roastery (Sumber: penuli. 3 HASIL DAN PEMBAHASAN 1 HASIL ANALISIS SWOT Berdasarkan hasil analisis SWOT. Janus Coffee & Roastery berada di lokasi yang strategis karena terletak di Alun-alun Kota Batu sehingga punya peluang besar untuk didatangi banyak orang. Selain itu. Janus juga memiliki beberapa cabang yang terletak di daerah Malang. Batu (Jawa Timu. dan Bekasi (Jawa Bara. Hal tersebut mampu menjadi 24 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Aditya Dwi Putra Bhakti. Fandy Pratama Sungkono Perancangan Desain Kemasan sebagai Media Peningkatan Brand Awareness Janus Coffee & Roastery ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X strength value pada Janus. Dilihat dari keuntungan lokasi salah satu cafy Janus yaitu CoffeeBelt 25 yang terletak di Jl. Ikan Tombro. Mojolangu. Kec. Lowokwaru. Kota Malang atau biasa dikenal dengan kawasan Sudimoro, yang memang menjadi area kumpul anak Ae anak muda di Kota Malang. Sementara, dilihat dari hubungan dengan mitranya. Janus sampai saat ini masih bekerja sama dengan petani kopi yang ada di daerah Malang. Bali. Aceh, toraja, dan Bandung. Sehingga biji kopi yang dihasilkan pun terjamin orisinalitasnya. Di sisi lain. Janus belum memiliki konsep atau ciri khas unggul untuk dijadikan identitas kemasan sehingga selama A4 tahun design kemasan produknya selalu berubah. Selain itu, jumlah followers Janus di Instagram juga lebih sedikit dari followers roastery competitor Hal ini yang membuat masyarakat belum cukup aware akan keberadaan produk Janus Coffee & Roastery. Sesuai dengan weakness yang dimiliki Janus, peningkatan penjualan tidak disertai dengan peningkatan awareness masyarakat di Kota Batu dan Malang terhadap kehadiran produk kopi ini di tengahAetengah mereka. Kemudian, belum adanya foto produk yang update di e-commerce Janus seperti Tokopedia sehingga kurang menarik perhatian pengunjung lapak ecommerce Janus Coffee. Terakhir, anak usaha yang dimiliki Janus Coffe & Roastery yakni CoffeeBelt 25 justru lebih popular di masyarakat daripada usaha utamanya. Ini dapat dilihat dengan membandingkan jumlah followers @coffeebelt25 di Instagram mencapai 3128 pengikut, sementara @januscoffee dengan 2681 2 HASIL ANALISIS USP Berdasarkan analisis dari rancangan yang dibuat. USP (Unique Selling Prepositio. pada kemasan produk Espresso Blend. Single Origin, dan Flavor Powder ada 2. Pertama, pada teknik desain yang digunakan, yaitu nirmana. Nirmana merupakan teknik penyusunan elemen-elemen visual seperti titik, garis, warna, ruang dan tekstur agar menjadi harmonis (Wardaya, 2. Teknik desain yang digunakan pada kemasan produk kopi seperti ini belum banyak dieksekusi oleh kompetitor. Kedua, penggunaan salah satu bahan yang (Arisona, 2. mendefinisikan barang reusable sebagai bahan atau material yang dapat digunakan kembali agar tidak menjadi sampah . anpa melaui proses pengelolaa. Hal ini diharapkan mampu menjadi daya tarik konsumen terhadap produk Janus Coffee & Roastery . 3 HUBUNGAN KEMASAN DENGAN INDUSTRI KOPI Dinas Perdagangan dan Perindustrian Yogyakarta menjelaskan kemasan produkproduk pada industri kopi memiliki fungsi tersendiri yakni sebagai daya tarik bagi konsumen. Daya tarik ini dikategorikan menjadi daya tarik visual dan fungsional (Darmawan. Atmami. Nurfitriani. Angelina, & Fatimah, 2. Daya tarik visual menyangkut kemampuan kemasan dalam memperlihatkan keunggulan produk melalui unsur indra penglihatan, sedangkan daya tarik fungsional lebih menekan kepada kepraktisan seperti sifat ergonomis atau kenyamanan dalam menggunakan produk tersebut. Dengan demikian kemasan yang digunakan dalam produk-produk di industri kopi mampu menjadi media komunikasi dengan daya tariknya yang dapat menciptakan pengalaman unik bagi komsumen. 4 KONSEP KREATIF PADA PERANCANGAN 1 BRAND ARCHETYPES Brand archetype merupakan teori yang dikembangkan oleh Mark dan Pearson . untuk mengidentifikasi ciri-ciri utama dari kepribadiaan sebuah merek dengan membaginya menjadi 12 kepribadiaan. Kali ini perancang memilih beberapa kepribadian dengan menyesuaikan terhadap brand Janus Coffee & Roastery . 25 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Aditya Dwi Putra Bhakti. Fandy Pratama Sungkono Perancangan Desain Kemasan sebagai Media Peningkatan Brand Awareness Janus Coffee & Roastery ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Tabel 1. Brand Archetype varian kopi Janus (Sumber: Hasil Olahan Perancan. Varian Espresso Blend Single Origin Flavor Powder Archetype The Sage The Creator The Everyman The Explorer The Innocent The Jester Makna Elegan Inovatif Simpel & original Independent Aman, jujur Ceria & menyenangkan 2 MOODBOARD Moodboard adalah alat bantu untuk mengkurasi ide dan elemen- elemen desain, seperti gambar, warna, dan layout hingga menghasilkan konsep kreatif yang dapat digunakan (Sutanto & Suhartono, 2. Moodboard dalam perancangan ini digunakan untuk sumber inspirasi visual. Moodboard digunakan untuk mengumpulkan berbagai gambar, warna, pola, dan elemen-elemen visual lainnya yang dipakai sebagai referensi dalam proses perancangan desain kemasan. Sehingga moodboard membantu perancang dalam pengambilan keputusan dengan memberikan panduan visual yang konsisten. Gambar 2. Moodboard varian kopi Janus, . Espresso blend. Single origin. Flavor powder (Sumber: Penuli. 5 STRATEGI KREATIF PADA PERANCANGAN 1 PERANCANGAN GRAPHIC STYLE Dalam perancangan ini, perancang menggunakan satu pendekatan visual seni rupa yaitu AuNirmana Dwimatra . D)Ay sebagai gaya desain dalam rancangan kemasan Janus Coffee & Roastery . Nirmana adalah pengorganisasian atau penyusunan elemen elemen visual seperti titik, garis, warna, ruang dan tektur menjadi kesatuan komposisi yang Nirmana dwimatra dibentuk dengan pola objek dua dimensi yang disusun memutar, dimiringkan, diduplikasi, diubah ukuran, serta dibalik objek dwimatranya (Wahyudi, 26 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Aditya Dwi Putra Bhakti. Fandy Pratama Sungkono Perancangan Desain Kemasan sebagai Media Peningkatan Brand Awareness Janus Coffee & Roastery ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Gambar 3. Nirmana Dwimatra (Sumber: w. pinterest/nirman. Ada keterkaitan nirmana dengan target audience yakni berkaitan dengan karakteristik konsumen kopi. Menikmati dan merasakan keindahan merupakan proses yang berlangsung dalam diri manusia, tidak terkecuali penikmat kopi. Salah satu aspek dalam diri manusia yang menangkap keindahan dan paling berperan adalah aspek visual . Sementara itu, penyajian kopi menjadi seperti pembuatan karya seni yang sebagian berdasarkan insting, kreatifitas, dan ketrampilan. Dalam hal ini, penggunaan nirmana pada desain grafis merupakan bentuk proses kreatif yang imajinatif sebagai upaya mewujudkan karya seni yang bernilai estika. Nilai estetika dapat dilihat secara objektif sebagai keindahan visual yaitu menempatkan nilai keindahan pada objek yang ditampilkan (Mubarat & Ilhaq. Pada dasarnya, manusia memiliki kemampuan untuk mempersepsikan pola-pola visual yang ada, baik yang pola acak maupun suatu yang teratur. Nirmana tidak memiliki orientasi fungsional, melainkan kepada persepsi masing-masing orang dalam proses penyusunan elemen visual sebagai ekspresi keindahan. Dengan kata lain, desain nirmana tidak memiliki arti yang sesungguhnya. Hal ini yang mendorong perancang untuk membuat desain kemasan menggunakan Nirmana Dwimatra, dengan tujuan memberikan ruang ke audience untuk sama-sama merasakan keindahan dari aspek visual melalui khayalan/ persepsi mereka masing-masing sembari menikmati kopi mereka masing-masing. 2 PERANCANGAN BRAND COLOR Rancangan desain kemasan ini menggunakan beberapa color palette sebagai warna acuan dalam pembuatannya sesuai dengan 3 jenis produk Janus Coffee. Berikut adalah palette yang dipakai serta alasan pemilihan warna tersebut: Gambar 4. Brand color varian kopi Janus, . Espresso blend. Single origin. Flavor powder (Sumber: penuli. Palet warna yang digunakan pada kemasan Espresso blend ada 3, yaitu: . sage untuk memberikan kesan elegan pada kemasan, . ungu dan . biru yang dimaknai dengan kesan inofatif. Pemilihan warna ini didasari pada informasi dari Janus Coffee, dimana konsumen berharap bisa merasakan sensasi minum kopi berkualitas premium dengan cara yang elegan. Palet warna yang digunakan pada kemasan Single origin ada 3, yaitu: . untuk memberikan kesan simple, . hijau memberikan kesan akrab dan . biru yang 27 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Aditya Dwi Putra Bhakti. Fandy Pratama Sungkono Perancangan Desain Kemasan sebagai Media Peningkatan Brand Awareness Janus Coffee & Roastery ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X dimaknai sebagai hal yang original. Pemilihan warna ini didasari pada informasi dari Janus Coffee, dimana konsumen ingin merasakan produk kopi yang original, tidak nekoAeneko, dekat dengan Auselera nusantaraAy konsumen namun tetap menyajikan rasa yang berani. Palet warna yang digunakan pada kemasan Flavor powder ada 3, yaitu: . kuning dan . pink, untuk memberikan kesan ceria dan menyenangkan, serta . hijau yang pada produk ini dimaknai sebagai satu hal yang jujur. Pemilihan warna ini didasari pada informasi dari Janus Coffee, dimana konsumen cenderung tetap ingin merasakan kenikmatan produk Janus Coffee tapi merasa tidak cocok dengan Aurasa kopiAy itu sendiri, sehingga bisa memilih jenis flavor powder yang terkesan ringan dan menyenangkan. 3 PERANCANGAN BRAND PATTERN Pattern adalah struktur dasar yang mengatur permukaan secara konsisten dan Pattern menjadi elemen branding yang memiliki peran penting dalam menciptakan pengenalan merek. Pattern memiliki struktur yang bergantung pada pola bangunan dasar seperti titik, garis, dan kisi-kisi. Berikut merupakan brand pattern yang dibuat perancang untuk desain kemasan produk Janus Coffee. Gambar 5. Brand pattern Janus (Sumber: Penuli. Pattern yang dirancang merupakan hasil gabungan dari unsur-unsur Nirmana yang ada di masing-masing varian produk Janus Coffee, yaitu Espresso blend . i baris pertam. Flavor powder . i baris kedu. dan Single origin . i baris ketig. Pattern yang selaras inilah yang dipakai di berbagai desain kemasan produk Janus Coffee & Roastery . 4 KONSEP TIPOGRAFI Tipe huruf . yang digunakan pada desain kemasan Janus Coffee & Roastery dibagi menjadi 3 agar bisa menyesuaikan karakter setiap kemasan. Font yang digunakan pada kemasan Espresso blend adalah Uncial Antiqua. Penggunaan font ini karena dilihat dari garis huruf yang lentur tapi tetap tegak. Hal ini melambangkan adanya unsur elegan namun tetap inovatif. Gambar 6. Konsep Tipografi varian kopi Janus . Espresso blend: Font Uncial Antiqua font. Single origin: Font Futurama Bold Font. Flavor powder: Font Bright Demo Font (Sumber: Penuli. 28 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Aditya Dwi Putra Bhakti. Fandy Pratama Sungkono Perancangan Desain Kemasan sebagai Media Peningkatan Brand Awareness Janus Coffee & Roastery ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Font yang digunakan pada kemasan Single Origin adalah Futurama Bold Font. Penggunaan font ini karena dilihat dari bentuk huruf yang padat dan tegak melambangkan suasana yang berani namun simple seperti halnya kopi pada single origin yang disajikan tanpa tambahan apapun. Font yang digunakan pada kemasan Flavor Powder adalah Bright Demo. Penggunaan font ini karena dilihat dari bentuk huruf yang flexible melambangkan suasana yang ceria seperti penyajian flavor powder yang cenderung dikonsumsi apabila konsumen merasa kurang aman ketika meminum kopi. 6 PERANCANGAN ILUSTRASI Gambar 7 . Perancangan Ilustrasi varian kopi Janus, . Espresso blend. Single origin. Flavor powder (Sumber: Penuli. Ilustrasi yang disajikan pada kemasan Espresso Blend menggunakan teknik desain Nirmana Dwimarta yang menggambarkan rasa dari setiap menu pada Espresso Blend dengan tema luar angkasa seperti penamaan yang telah diberikan oleh pihak Janus Coffee & Roastery. Ilustrasi yang disajikan pada kemasan Single Origin mengangkat tema Orisinalitas. Alasan penggunaan tema tersebut dapat dilihat pada proses pengolahan biji kopi dari awal dimanalangsung dipasok dari petani daerah . anpa melewati perantar. sehingga dapat terjamin keasliannya. Ilustrasi yang disajikan pada kemasan Flavour Powder mengambil tema yang ceria dengan beberapa unsur bentuk dari permainan yang ada di AlunAeAlun Kota Batu yaitu Biang Lala, karena Flavour Powder sendiri di tujukan kepada yang tidak terlalu menyukai rasa kopi. 1 APLIKASI MEDIA Pada perancangan ini menggunakan beberapa aplikasi media, diantaranya Kemasan Coffee Bag, kemasan Drip Bag, kemasan Drip Bag Box, kemasan Shopping Bag. Plastic Bag, dan Coffee Cup. Pemilihan aplikasi media tersebut berdasarkan hasil diskusi dengan owner dari Janus Coffee & Roastery dengan mempertimbangkan kebutuhan dan jenis aplikasi media yang telah digunakan saat ini. 29 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Aditya Dwi Putra Bhakti. Fandy Pratama Sungkono Perancangan Desain Kemasan sebagai Media Peningkatan Brand Awareness Janus Coffee & Roastery ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X 2 KEMASAN COFFEE BAG Coffee bag merupakan wadah yang digunakan sebagai kemasan atau media penyimpanan kopi dalam jumlah tertentu untuk dijual ke konsumen dalam bentuk biji atau kopi bubuk. Terdapat 3 ukuran yang berbeda, 200g, 500g dan 1000g. Bahan Jenis Ukuran Teknik Fungsi : Alumunium foil dengan coating glossy : Standing pouch : 10 x 12,5 cm : Digital printing : Kemasan drip bag Gambar 8. Coffee bag, . Espresso blend. Single origin. Flavor powder (Sumber : Penuli. 3 KEMASAN DRIP BAG Drip bag merupakan bentuk kemasan untuk kopi siap seduh . ekali paka. yang praktis untuk dibawa pergi dan instant karena dapat diseduh dimana pun menggunakan air Bahan Jenis Ukuran Teknik : Alumunium foil dengan coating glossy : Pouch : 10 x 12,5 cm : Digital printing Fungsi : Sebagai kemasan drip bag Gambar 9. Drip bag, . Espresso blend. Single origin. Flavor powder (Sumber : Penuli. 30 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Aditya Dwi Putra Bhakti. Fandy Pratama Sungkono Perancangan Desain Kemasan sebagai Media Peningkatan Brand Awareness Janus Coffee & Roastery ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X 4 KEMASAN DRIP BAG BOX Drip bag box merupakan kotak kemasan yang berisikan beberapa sachet drip bag. Pada perancangan ini, akan diisi 5 sachet drip bag dengan isi masingAemasing 10 g kopi Bahan Jenis Ukuran Teknik Fungsi : Ivory . : Paper box : 10 . x 12,5. cm : Digital printing : Sebagai kemasan box Gambar 10. Drip bag box, . Espresso blend. Single origin. Flavor powder (Sumber: Penuli. 5 KEMASAN SHOPPING BAG Shopping bag ini dirancang untuk menjadi salah satu daya tarik bagi customer karena desainnya yang unik dengan tetap menghadirkan logo Janus Coffee & Roastery di bagian depan tas, dengan konsep reusable yang ditawarkan, sehingga dapat digunakan sehariAehari. Bahan Jenis Ukuran Teknik Fungsi : D300 : Goodie bag : 25 x 35 x 10 cm : Digital printing : Sebagai shopping bag untuk pembelian Ou 3 produk Gambar 11. Shopping Bag (Sumber : Penuli. 31 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Aditya Dwi Putra Bhakti. Fandy Pratama Sungkono Perancangan Desain Kemasan sebagai Media Peningkatan Brand Awareness Janus Coffee & Roastery ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X 6 KEMASAN PLASTIC BAG Plastic bag ini dirancang untuk menjadi salah satu daya tarik bagi customer karena desainnya yang unik dengan tetap menghadirkan logo Janus Coffee & Roastery di bagian depan tas, dengan konsep reusable yang ditawarkan, sehingga dapat digunakan sehariAe Bahan Jenis Ukuran Teknik Fungsi : Cassaava Enviplast : Plastic bag : 15 x 30 cm : Digital printing : Sebagai shopping bag untuk pembelian take away Gambar 12. Plastic Bag (Sumber : Penuli. 7 KEMASAN COFFEE CUP (HOT & COLD) Coffee cup dirancang khusus minuman panas dan dingin sebagai kemasan dengan strawless lid agar dapat mengurangi penggunaan sedotan dan memudahkan konsumen untuk mengonsumsi kopi secara langsung. Bahan Jenis Ukuran Teknik Fungsi : Polyethylene : Sctrawless lid : 9,5 x 10,5 cm : Digital printing : Sebagai gelas untuk minuman panas Bahan : Plastic 14 Oz Jenis : PET dengan strawless lid Ukuran : 9,5 x 10,5 cm Teknik : Digital printing Fungsi : Sebagai gelas yang tidak perlu menggunakan Gambar 13. Coffee cup, . Hot. Cold (Sumber : Penuli. 7 PRODUCT VALUE Berikut merupakan value dari beberapa inovasi kemasan yang sudah dibuat dengan mempertimbangkan pemilihan bahan, bentuk dan ideologi dari perancang. 32 | Volume 05. Nomor 02. Oktober 2023 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Aditya Dwi Putra Bhakti. Fandy Pratama Sungkono Perancangan Desain Kemasan sebagai Media Peningkatan Brand Awareness Janus Coffee & Roastery ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Tabel 2. Product value (Sumber : Penuli. Jenis Kemasan Keunggulan Coffee Bag Menggunakan bentuk peta Kota Batu sebagai icon yang bertujuan memberitahu konsumen bahwa Janus Coffee & Roastery berasal dari Kota Batu sehingga turut membantu masyarakat untuk melek terhadap produk local. Drip Bag Box Shopping Bag Berisi 5 produk drip bag dengan 5 varian rasa yang berbeda. Shopping bag yang dibuat menggunakan bahan D300, bukan shopping bag biasa yang . langsung dibuang sehingga terkesan premium dan bisa digunakan kembali . Plastic Bag Plastic bag yang dibuat menggunakan plastik ramah lingkungan berbahan nabati dari cassava enviplast, sehingga lebih aman untuk lingkungan. Coffee cup Pada coffee cup untuk minuman dingin dan panas menggunakan penutup strawless lid guna meminimalisir penggunaan sedotan plastik. Selain itu, pada kemasan coffee cup . , menggunakan bahan paper cup untuk meminimalisir penggunaan plastik. 4 KESIMPULAN Perancangan ini menyimpulkan bahwa desain kemasan mampu menjadi salah satu elemen penting yakni sebagai media komunikasi suatu usaha dalam hal ini bisnis kopi untuk peningkatan brand awareness. Melalui desain kemasan baru yang dirancang. Janus Coffee & Roastery akan lebih dapat menciptakan daya tarik yang berbeda dari kemasan kopi kebanyakan sehingga turut memberikan pengalaman visual yang unik di mata konsumen dan belum tentu ditemukan di kompetitor. Pada proses perancangan desain kemasan menggunakan konsep kreatif dan strategi kreatif. Konsep kreatif meliputi Design brief dengan pertimbangan Brand Statement. Project Background. Target Audience. Advertising Objective dan competitor. brand archetype dan Moodboard yang mewakili masing-masing karakteristik produk kopi Janus. Sementara untuk strategi kreatif konsep desain visual meliputi: Graphic style yang digunakan adalah Nirmana Dwimatra . D), brand color, brand pattern dan tipografi. Dari segi konsep perancangan dan desain, perancang mampu memenuhi kebutuhan client yakni Janus Coffee & Roastery dengan menciptakan desain kemasan yang baru sesuai dengan karakteristik masing-masing produk. Dalam perancangan ini pula, karakteristik tersebut diwujudkan melalui konsep yang elegan, ceria dan orisinil yang menghadirkan ciri khas dan dapat menjadi daya tarik bagi konsumen. Sehingga mampu mendukung brand awareness masyarakat terhadap produk Janus Coffee & Roastery . 5 REFERENSI