Jurnal Serina Sosial Humaniora Vol. No. Feb 2023: hlm 96-104 ISSN-L 2987-1506 (Versi Elektroni. PERAN BUDAYA PEREMPUAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI ERA DIGITAL Rachel Milafebina1 ,Vivi Melansari2. Renita Zulianty3 & Yuwono Prianto4 Jurusan Hukum. Universitas Tarumanagara Email: rachel. 205220359@stu. Jurusan Hukum. Universitas Tarumanagara Email: vivi. 205220355@stu. Jurusan Hukum. Universitas Tarumanagara Email: renita. 205220223@stu. Fakultas Hukum. Universitas Tarumanagara Email: yuwonop@fh. ABSTRACT The purpose of this article is to discover Authe role of local culture and wisdomAy in the female community. This article was written because the participation of women in the digital age and even in offices is still considered too This is due to a lack of skills, time and access to information and information technology. To counterbalance the women's community in the digital age, there must be a culture of sharing organizations based on local culture and local wisdom. AuThis research uses a political research approach, defined as a type of research that examines the fundamental social problems that exist in society. The COI (Community of Inquir. formula is used in this article to address social issues in the digital ageAy. The survey results show Authat the COI formulation has been well implemented to empower and empower women in the digital age, including their office and family rolesAy. Keywords: Women's community, local wisdom, research community, organization. ABSTRAK Tujuan artikel ini adalah untuk mengeksplorasi peran Aubudaya dan kearifan localAy dalam komunitas perempuan. Artikel ini ditulis karena partisipasi perempuan di era digital dan juga di perkantoran dinilai masih terlalu rendah. Hal ini disebabkan kurangnya keterampilan, waktu dan akses ke informasi dan teknologi komputer. Untuk mengimbangi komunitas perempuan di era digital, harus ada budaya organisasi berbagi berdasarkan budaya lokal dan kearifan lokal. AuPenelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kebijakan, yang didefinisikan sebagai jenis penelitian yang mengkaji masalah-masalah sosial mendasar yang muncul di masyarakat. Formula COI (Community of Inquir. digunakan dalam artikel ini untuk mengatasi masalah sosial di era digitalAy. Hasil survei menunjukkan bahwa Auperumusan COI telah dilaksanakan dengan baik untuk meningkatkan pemberdayaan dan peran perempuan di era digital, termasuk perannya di kantor dan di keluargaAy. Kata kunci: Komunitas perempuan, kearifan lokal, komunitas riset, organisasi. PENDAHULUAN Teknologi memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan manusia, bahkan arah dan juga laju Di era digital, kehidupan manusia semakin mudah. Selanjutnya, manusia sekarang dapat melakukan segala sesuatu yang sebelumnya tampak mustahil. Kemudahan perkembangan teknologi telah mengubah perilaku manusia. Saat ini masyarakat disibukkan dengan smartphone karena segala aktivitasnya ditunjang oleh smartphone atau gadget. Ekspansi ekonomi dan teknologi besar-besaran memiliki dampak besar pada nilai-nilai intelektual dan moral. Selain itu, mereka juga membuat Anda melupakan budaya lokal. Negara-negara berkembang yang berbasis kearifan lokal telah mempopulerkan berbagai bentuk rumusan sistem nasional yang menjunjung tinggi persamaan harkat dan martabat https://doi. org/10. 24912/jssh. Peran Budaya Perempuan Berbasis Kearifan Lokal di Era Digital Milafebina, et al. Namun dengan meningkatnya penggunaan teknologi, budaya asing dapat dengan mudah menyerbu dan nilai-nilai budaya lokal mengalami penurunan yang tajam. Perempuan memainkan peran penting dalam transisi antara keluarga dan ekonomi. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Bowen dan Miller . , mereka mengatakan bahwa perempuan dapat membawa perubahan bagi keluarga, masyarakat dan juga dalam kehidupan mereka. Karena wanita bisa menularkan sesuatu dengan mudah dan cepat. Mereka juga dapat mengikuti perkembangan teknologi dengan cukup cepat. Namun, terkadang peran perempuan terhalang oleh isu gender (Kohlerrollefson, 2. Persaingan global di era digital semakin ketat. Perkembangan teknologi yang pesat telah mempengaruhi berbagai bidang kehidupan dan menciptakan tren dari konvensional ke digital. Perempuan memainkan peran penting dalam mempromosikan ekonomi digital Indonesia. Anda dapat saling bertanggung jawab dan menyebarkan pesan secara luas bahwa perempuan dapat bersaing dan berpartisipasi di era baru ini. Namun, masih banyak perempuan di Indonesia yang masih awam dalam menggunakan teknologi mobile Mereka kurang memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang penggunaan internet dan teknologi digital yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup mereka. Ini telah menjadi masalah besar bagi Indonesia. Semua negara di dunia fokus untuk lebih memperkaya generasi masa depan mereka di bidang kognitif, afektif dan psikomotor. Untuk mendukung hal tersebut, media digital dapat digunakan sebagai media untuk membentuk karakter, cara berpikir dan perilaku generasi penerus agar sesuai dengan kerangka sosial, alam dan spiritual. Contoh media digital yang dapat dijadikan media adalah poster, kartun, berita, opini, cerita, video, film, bioteknologi dan karya kreatif lainnya. Selain membentuk karakter, yang terpenting adalah mempersiapkan generasi penerus di era digital. Sehingga perlu adanya kepemimpinan yang dapat mengembangkan kepemimpinan perempuan untuk membentuk generasi yang kompeten karena perempuan memiliki peran penting bagi generasi di seluruh dunia. Mendukung pembangunan generasi penerus yang berkelanjutan membutuhkan kepemimpinan perempuan dan peran perempuan itu Karena perempuan dianggap sebagai pintu gerbang utama pendidikan bagi generasi penerus (Llyod and Young, 2. Namun, hambatan bagi pemimpin perempuan dalam konteks ini telah berubah. Dari perspektif praktis, studi tentang gerakan kunci dan gerakan perempuan untuk mengatasi dominasi dan promosi hierarkis dan, di atas segalanya, tidak hanya mengubah struktur, tetapi juga persepsi (Shinbrot. Wilkins. Gretzel & Bowser, 2. Kesetaraan gender di dunia kerja atau kantor, khususnya di negara berkembang, dapat dicapai pada tahun 2040. Hal ini tercermin dari perusahaan multinasional yang bergerak di bidang konsultasi manajemen, layanan teknologi dan outsourcing, yang telah meningkatkan keterlibatan perempuan di sektor kelancaran digital. Tidak hanya multinasional, pemerintah juga mendukung perempuan dengan memfasilitasi keterlibatan perempuan dalam industri fluiditas digital. Bentuk dukungan pemerintah terhadap keterlibatan perempuan di era digital dapat dicapai melalui penyediaan berbagai program dan kegiatan yang dibutuhkan perempuan. Selain itu, pemerintah juga harus mendorong perempuan untuk berpartisipasi dalam pendidikan TIK, yang juga meningkatkan keterampilan kerja perempuan. Dengan kata lain, diperlukan kebijakan yang mendorong masyarakat, termasuk perempuan, untuk mendapatkan pendidikan yang memadai. Tujuannya agar mereka dapat https://doi. org/10. 24912/jssh. Jurnal Serina Sosial Humaniora Vol. No. Feb 2023: hlm 96-104 ISSN-L 2987-1506 (Versi Elektroni. menangani tantangan dengan baik dan memaksimalkan potensi dunia digital. Seperti disebutkan di atas, perempuan memainkan peran penting bagi generasi berikutnya. Tidak hanya karena mereka melahirkan anak-anak mereka dan merupakan guru pertama, mereka juga bertanggung jawab untuk membentuk generasi peradaban yang sadar berikutnya. Selain itu, perempuan juga memiliki tanggung jawab untuk memperkuat peran budaya dan kearifan lokal sebagai fondasi komunitas perempuan. Hal ini tercermin dalam identitas etnis Maasai Tanzania sebagai komunitas yang mencapai perubahan sosial, budaya dan politik melalui urbanisasi dan liberalisasi pasar (Allegretti, 2. Kolaborasi budaya antara masyarakat dan kearifan lokal merupakan bentuk kolaborasi yang diperlukan untuk melaksanakan semua pembentukan dalam komunitas perempuan. Kerangka teoritis untuk ide ini berfokus pada model community of inquiry (CoI), yang mencakup pendidikan online dengan pengguna terbatas, pengguna selektif, dan pengguna luas. Menurut Garrison et al. CoI adalah desain pembelajaran yang digunakan untuk e-learning yang bertujuan untuk menyediakan kerangka kerja untuk menjadikan CMC (Computer Aided Communicatio. sebagai sumber daya pendidikan yang tersedia bagi siswa (KovanoviN, et al. , 2. Mengajarkan penelitian dalam lingkungan pembelajaran online untuk generasi mendatang dan komunitas perempuan di era digital dipandang perlu. Memang, pendidikan berbasis inkuiri melibatkan dimensi kehadiran sosial dan kognitif. Dimensi ini memberikan dukungan lebih lanjut untuk validitas CoI sebagai kerangka kerja untuk menciptakan lingkungan belajar online yang (Akyol, et al. , 2. Menurut Garrison et al . , kehadiran kognitif memungkinkan pengembangan pemikiran kritis dan berpikir tingkat tinggi. Ada empat tahap kehadiran kognitif dalam pendidikan inkuiri: konseptualisasi masalah, generasi ide, sintesis pengetahuan, dan implementasi dan evaluasi pengetahuan. Namun, kehadiran sosial berfokus pada interaksi sosial dalam kelompok belajar dalam iklim sosial yang dinamis (Rourke et al. , 1. Kehadiran sosial terdiri dari komunikasi terbuka, ekspresi afektif dan kohesi Rumusan masalah dalam penelitian ini sangat penting karena rumusan masalah sebagai arahan penting untuk menjelaskan masalah yang diteliti, sehingga penelitian bisa dilakukannya secara sistematis dan terarah sesuai dengan sasaran yang di tentukan yakni bagaimana peran budaya dan kearifan lokal dalam komunitas perempuan di era digital? METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian politik, yang didefinisikan sebagai jenis penelitian yang mencoba mengkaji masalah-masalah sosial mendasar yang muncul di Studi kasus yang dibahas adalah peristiwa berulang yang belum selesai. Pengumpulan data dilakukan atas dasar penelusuran kepustakaan dengan mengkaji dan mengumpulkan data, informasi dan bacaan lain yang berkaitan dengan penelitian ini. Analisis data dalam penelitian ini berfokus pada pemecahan masalah yang kita hadapi di era saat ini. Hasil penelitian dan Audata penelitian dikumpulkan, disusun, dijelaskan dan dianalisis dari hasil penelitian dan kajian yang disebarluaskan secara nasional dan internasionalAy. Ruang lingkup penelitian meliputi nilai-nilai Aubudaya organisasi, efektivitas, dan kepuasan anggota organisasiAy. Penelitian kualitatif adalah Aumelihat dunia . yang memiliki banyak dimensi. Ini interaktif dan membutuhkan interpretasi berdasarkan pengalaman https://doi. org/10. 24912/jssh. Peran Budaya Perempuan Berbasis Kearifan Lokal di Era Digital Milafebina, et al. sosialAy. Melihat realitas sebagai Aukonstruksi sosial, individu atau kolektif, menarik atau memberi makna pada realitas dengan mengkonstruksinya, mendukungnya, menetapkan satu atau lebih fakta atau bukti spesifik dan mengkonstruksikan suatu konstruksiAy. Konstruksi adalah gambaran atau pemikiran yang dibuat khusus untuk penelitian dan/atau teori konstruksi. Langkah selanjutnya adalah membuat model berdasarkan beberapa kajian teoritis atau hasil penelitian sebelumnya dan kajian literatur. Hasil penelitian dapat digunakan untuk memecahkan masalah dengan penjelasan yang jelas dengan model yang dirumuskan. Hal ini dimaksudkan untuk mencerminkan suatu sistem yang berfungsi untuk mempelajari beberapa aspek sistem sebagai bagian dari keseluruhan mata pelajaran. HASIL DAN PEMBAHASAN Revolusi industri 4. 0 menandai dimulainya era digital. Hal itu mempengaruhi semua aspek kehidupan manusia, termasuk peran perempuan di era digital. Peran utama perempuan di era digital adalah menjadi guru pertama bagi anak-anaknya. Lebih lanjut. Revolusi Industri 4. 0 juga mendorong perempuan untuk berpartisipasi dalam berbagai sektor seperti posisi ekonomi, sosial dan politik sebagai pencari nafkah, pembuat kebijakan dan agen perubahan. Oleh karena itu, peran komunitas perempuan sangat penting, baik secara nasional maupun internasional. Di era digital, perempuan memiliki prospek yang menjanjikan untuk berbagai posisi dengan status yang Deklarasi ini didukung oleh Menteri Pemajuan Perlindungan Perempuan dan Anak dalam seminar nasional. Ia mengatakan bahwa perempuan harus bisa memaksimalkan dan merasakan manfaat dari hadirnya revolusi industri 4. Era ini menawarkan prospek yang menjanjikan bagi perempuan untuk berbagi pijakan dalam peradaban negara berkembang. Selain sebagai istri dan ibu, peran perempuan di era digital ini adalah untuk mengisi peluang bersaing tidak hanya dengan perempuan, tetapi juga dengan lakilaki. Namun, sebagian kalangan berpendapat bahwa posisi perempuan bisa membuat dilema jika terseret ke sektor publik. Keluarga bisa diabaikan. Perempuan dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Perempuan AudipaksaAy bekerja atas nama kesetaraan gender yang telah digalakkan di seluruh dunia. Semua aktivitas kehidupan komunitas perempuan harus dilihat tidak hanya sebagai bagian dari norma dan praktik nilai, tetapi juga sebagai cerminan dari norma teologis dan nilai budaya. Keberadaan norma dan nilai tersebut kini terancam oleh globalisasi dan visualisasi digital. Oleh karena itu, menjaga dan memelihara norma dan nilai tersebut harus selalu menjadi prioritas utama dalam proses pembelajaran. Adanya budaya berbagi dalam komunitas perempuan berbasis kearifan lokal sangat membantu dalam menyeimbangkan tantangan digital. Selain itu, juga memberikan kontribusi terhadap peran perempuan dalam keluarga. Pembentukan generasi penerus bangsa tentunya membutuhkan aktor-aktor kompeten yang dapat berperan langsung dalam penafsiran empati norma dan nilai guna mencapai tujuan akhir kehidupan. Era digital merupakan tempat yang tepat untuk mengekspresikan perannya dalam memaknai dan mewujudkan kodrat manusia sebagai makhluk yang mengabdi kepada Tuhan. Di saat paradigma digital masyarakat belum berkembang, sebagian besar pengguna internet masih fokus menggunakan media sosial. Visi agar dunia digital dapat dioptimalkan secara lebih komprehensif, tidak hanya untuk berkomunikasi dalam kapasitas pergaulan dan persahabatan, tetapi juga untuk berbagi pengetahuan, pengembangan pribadi, motivasi bisnis dan ekonomi. Paradigma semakin berubah. Saat ini, wacana bergerak ke arah Auemansipasi ekonomi perempuanAy yang cenderung pada kekuatan perempuan menikah dalam kemandirian ekonomi dari dominasi laki-laki. https://doi. org/10. 24912/jssh. Jurnal Serina Sosial Humaniora Vol. No. Feb 2023: hlm 96-104 ISSN-L 2987-1506 (Versi Elektroni. Di era digital ini, penting untuk membangun komunitas sosial yang mendukung budaya berbagi dan menciptakan lingkungan yang aman di mana keluarga dapat menghasilkan generasi yang kuat dan kompetitif. Keberadaan komunitas yang mampu mendidik perempuan dan berbagi wawasan membantu implementasi nilai, norma, dan kearifan lokal di sektor publik dan di lingkungan keluarga. Hal ini didukung oleh pendapat beberapa ahli. Pembelajaran kolaboratif melibatkan berbagi pemikiran, materi, berpikir kritis, sikap positif, kohesi kelompok dan hubungan sosial. Konsep pembelajaran kolaboratif adalah bahwa seseorang harus memiliki pasangan atau teman untuk belajar (Respati, 2. Lebih lanjut Respati . mencatat bahwa pembelajaran kolaboratif adalah Aumetode pembelajaran yang memungkinkan siswa berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman untuk lebih memahami suatu mata pelajaran. Dengan kata lain, kolaborasi melibatkan interaksi sosialAy. Tanpa interaksi sosial, tidak ada kolaborasi (Garrison et al. , 1. Selain itu, kegiatan belajar mengajar kolaboratif online membutuhkan pengawasan guru yang efektif (Koh et al. , 2. Mengelompokkan siswa bersama-sama tanpa bimbingan yang tepat tidak menjamin kolaborasi (Palloff & Pratt, 2. Untuk itu, kehadiran guru menjadi penting dalam kegiatan belajar mengajar secara online. Dalam lingkungan belajar kolaboratif, guru adalah fasilitator, sedangkan kegiatan belajar mengajar adalah pengalaman bersama (Anderson et al. , 2. Garnisun dkk. mengusulkan model pembelajaran online yang Aumendorong interaksi gurusiswa dengan tujuan membangun, memfasilitasi, dan memvalidasi pemahaman antara siswasiswa dan guru-siswaAy. Community of Inquiry (CoI) merupakan model pembelajaran yang mengandung beberapa unsur kegiatan. Ini adalah sistem pembelajaran online yang menyatukan berbagai elemen seperti: pikiran, materi, berpikir kritis, sikap positif, kohesi sosial dan kelompok dalam kegiatan pendidikan (Coun. Peters, & Blomme, 2018. Defosset. Gase. Lu. Bell, & Ku, 2. Komunitas peneliti mutlak harus dikontrol oleh pemerintah (Koiranen. Koiula. Keipi dan Saarinen, 2. Dalam hal ini Pemerintah Republik Indonesia dapat memeriksa masyarakat untuk menemukan data atau materi yang benar sesuai dengan isi undang-undang, falsafah bangsa dan karakter bangsa Indonesia yang berbasis kearifan lokal. Hal ini bertujuan untuk menjauhkan siswa dari anomali sosial dan budaya. Model Community of Inquiry (CoI) juga dapat diterapkan pada komunitas perempuan. Ini menjadi salah satu cara untuk meningkatkan partisipasi perempuan di era digital. Melalui model ini, masyarakat dapat mengajarkan generasi penerus budaya organisasi berbagi berbasis kearifan lokal. Sehingga Indonesia dapat memiliki banyak sumber daya manusia yang dapat berkontribusi di banyak sektor seperti ekonomi dan politik. Budaya organisasi berbagi merupakan budaya organisasi berbasis kearifan lokal Indonesia yang mampu menyeimbangkan peran komunitas perempuan di era digital. Budaya ini, yang ditransformasikan dalam bentuk CoI, harus diterapkan di lembaga pendidikan dan ruang publik untuk menghindari dilema di masa depan dan meningkatkan ketahanan keluarga. Selain itu, penegakan CoI yang mengedepankan kesetaraan harkat dan martabat manusia, dapat membuka berbagai pintu bagi tumbuhnya harmoni nilai intelektual dan moral di era digital. Model CoI yang diterapkan pada komunitas perempuan tentunya memungkinkan perempuan dapat diandalkan dalam keluarga dan juga mampu berkiprah di sektor publik. Memiliki budaya ini sebagai norma yang mengatur perilaku mereka memungkinkan perempuan untuk menjadi berpengaruh tidak hanya di komunitas mereka tetapi juga di komunitas global. https://doi. org/10. 24912/jssh. Peran Budaya Perempuan Berbasis Kearifan Lokal di Era Digital Milafebina, et al. Oleh karena itu, melalui kebijakannya, pemerintah harus mampu mendorong perempuan untuk menerapkan budaya organisasi berbagi berbasis kearifan lokal ini dalam kehidupan mereka. Bentuk CoI berdasarkan budaya organisasi berbagi dalam komunitas perempuan Indonesia tergambar pada Gambar berikut ini. Gambar 1 Penelitian yang berbasis pada berbagai budaya dalam komunitas perempuan Indonesia Transform GOVER MENT Women Business Kerangka kerja ini adalah ukuran yang valid, andal dan efektif dari keberadaan sosial dan kehadiran kognitif. Dengan demikian, ini memberikan dukungan lebih lanjut untuk validitas CoI sebagai Aukerangka kerja untuk membangun lingkungan belajar online yang efektifAy. Instrumen ini merupakan ukuran yang valid, reliabel dan efektif dari dimensi kehadiran sosial dan kehadiran kognitif. Hal ini semakin memperkuat validitas CoI sebagai kerangka kerja untuk menciptakan lingkungan belajar online yang efektif. Model tersebut di atas merupakan bentuk komunitas inkuiri yang mengaitkan budaya organisasi AuberbagiAy dengan lingkungan kelembagaan, termasuk lingkungan politik, ekonomi, sosial dan hukum. Kombinasi tersebut akan mampu mengendalikan dan menyeimbangkan ketimpangan sosial budaya akibat globalisasi di era digital. Objek model CoI adalah perilaku masyarakat berdasarkan kearifan budaya lokal sebagai nilai inti, norma, dan adat istiadat kehidupan masyarakat Indonesia pada tataran ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya (Leung. Xue, & Wen, 2. Model CoI merupakan model pembelajaran yang menggabungkan beberapa metode dan materi. Model CoI dapat dilakukan secara tatap muka atau dengan sistem pembelajaran online menggunakan perangkat teknologi. Pembelajaran dari model CoI dapat diterapkan pada komunitas perempuan untuk mendukung peran perempuan dalam menciptakan generasi penerus yang tangguh. Untuk tujuan ini, kombinasi berbagi materi budaya dan pengetahuan lokal dapat dicapai melalui penyebaran informasi secara online. Penyebaran informasi yang mengandung nilai budaya dan kearifan lokal secara online merupakan cara yang efektif untuk menangkal budaya luar yang tidak sesuai dengan nilai budaya bangsa. Contoh role model CoI dalam kehidupan sehari-hari perempuan dapat dilihat melalui penggunaan media sosial. Melalui Facebook. Instagram, dan media sosial lainnya, perempuan dapat berbagi informasi tentang banyak hal, seperti mengatasi bahaya kekerdilan masa kanakkanak, mencegah penyakit menular, atau informasi tentang daur ulang sampah menjadi barang bernilai ekonomi. Selanjutnya pemanfaatan media sosial mendukung perempuan dalam meningkatkan taraf hidup ekonomi keluarga sebagai sarana penyebaran informasi dan sebagai sarana pendidikan dalam konteks model pembelajaran CoI. Bisa dilakukan melalui kursus singkat kerajinan online untuk melakukan transaksi bisnis seperti yang biasa dilakukan toko online kali ini. https://doi. org/10. 24912/jssh. Jurnal Serina Sosial Humaniora Vol. No. Feb 2023: hlm 96-104 ISSN-L 2987-1506 (Versi Elektroni. ukan toko online kali ini. KESIMPULAN DAN SARAN Budaya Berbagi merupakan budaya organisasi yang berbasis kearifan lokal Indonesia dan mampu menjadi penyeimbang. Dalam konteks peran komunitas perempuan di era digital, budaya berbagi bertujuan untuk menyeimbangkan peran perempuan baik sebagai pendidik generasi maupun sebagai warga yang berpartisipasi di ranah publik. Peran generasi pendidik bertujuan untuk membina generasi penerus bangsa yang tangguh, sedangkan peran warga negara yang berpartisipasi dalam ranah publik diwujudkan melalui peran perempuan sebagai pekerja. Budaya berbagi bertujuan untuk meminimalisir munculnya dilema masalah perempuan sebagai pencetak generasi penerus dan masalah keamanan keluarga yang rendah. Model yang merepresentasikan budaya berbagi dalam komunitas perempuan ini adalah CoI (Community of Inquir. CoI merupakan model pembelajaran yang menggabungkan beberapa jenis kegiatan dan dapat dilakukan dalam kombinasi dengan acara tatap muka dan online. Melalui model CoI, perempuan dapat belajar menggunakan teknologi digital untuk mengatasi keterbatasan ruang dan waktu. Budaya berbagi yang dikembangkan model CoI bertujuan untuk mendidik perempuan yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sehingga tumbuh kerukunan dan nilai-nilai intelektual atau nilai kemanusiaan perempuan, dan pada akhirnya menjadikan perempuan pendidik generasi penerus dan ikut serta dalam pembangunan. Menurut penulis, perempuan saat ini memegang peranan sebagai individu, istri, ibu dan warga negara yang harus mendidik generasi penerus. Perempuan Indonesia juga harus dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pemerintah melalui kebijakan yang dapat berdampak positif bagi perkembangan masyarakat perempuan di era digital. Ucapan Terima Kasih (Acknowledgemen. Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan membantu selama proses penelitian dan penyelesaian penelitian ini. REFERENSI