P-ISSN: 1978-631-X, E-ISSN: 2655-6723 Vol: 14. No: 2. Nopember 2021 http://ejournal. id/index. php/jn Pengetahuan dan Kesiapsiagaan Mahasiswa Diploma i Keperawatan Dalam Menghadapi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Knowledge and Preparedness of Diploma i Nursing Students in Facing Earthquake and Tsunami Disasters Helly SusantiA Abstrak: Hidup dan bertempat tinggal di daerah yang rentan terhadap bencana gempa dan tsunami, serta sebagai calon tenaga keperawatan yang akan memberikan pelayanan keperawatan pada masyarakat telah mendorong peneliti untuk menganalisis pengetahuan dan kesiapsiagaan mahasiswa Diploma i Keperawatan yang meliputi: rencana kesiapsiagaan, peringatan bencana, mobilisasi sumberdaya, kebijakan kesiapsiagaan bencana, dan rencana tanggap Studi Cross sectional ini dilakukan pada 443 orang mahasiswa Diploma i Keperawatan di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar dengan menggunakan instrumen penelitian berupa angket yang diadopsi dari LIPIUNESCO/ISDR . Analisis data penelitian menggunakan uji statistik korelasi dengan CI 95% dan =0. 05 melalui software komputer SPSS. Hasil penelitian diperoleh 62. 9% mahasiswa Diploma i Keperawatan memiliki pengetahuan cukup baik dan 45. 5% memiliki kesiapsiagaan pada kategori kurang siap. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara pengetahuan dengan rencana kesiapsiagaan . =0,. , peringatan bencana . =0,. , mobilisasi sumberdaya . =0,. , kebijakan kesiapsiagaan bencana . =0,. , dan rencana tanggap darurat . =0,. dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami pada mahasiswa Diploma i Keperawatan . <0. Implementasi kurikulum keperawatan bencana dan pelatihan atau simulasi . bencana perlu diterapkan sebagai penguatan kapasitas bagi calon tenaga keperawatan yang kelak akan bertugas di daerah bencana. Kata Kunci: pengetahuan. bencana gempa dan tsunami. mahasiswa keperawatan Abstract: Living in areas that are prone to earthquake and tsunami, as well as being a candidate nursing staff who will provide nursing care services to the community, has encouraged researcher to analyze the knowledge and preparedness of Diploma i Nursing students which includes: preparedness plan, disaster warning, resource mobilization, disaster preparedness policy, and emergency response plan. This cross-sectional study was conducted on 443 Diploma i Nursing students in Banda Aceh City and Aceh Besar District, using a research instrument in the form of a questionnaire adopted from LIPI-UNESCO/ISDR . Analysis of research data using statistical correlation test with 95% CI and =0. 05 through SPSS computer software. The results showed that 62. 9% of Diploma i Nursing students had quite good knowledge and 45. 5% had preparedness in the less prepared category. The results of the study show that there is a significant positive relationship between knowledge and preparedness plan . =0. , disaster warning . =0. , resource mobilization . =0. , disaster preparedness policy . =0. , and emergency response plan . =0. in dealing with the earthquake and tsunami disaster for Diploma i Nursing students . <0. Implementation of the disaster nursing curriculum and disaster training or simulation . need to be applied as capacity strengthening for prospective nursing staff who will later serve in disaster areas. Keyword: knowledge. earthquake and tsunami disaster. nursing student PENDAHULUAN Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar termasuk daerah yang rentan terhadap terjadi telah menimbulkan korban jiwa, kerusakan dan kerugian terdapat di seluruh wilayah kota atau kabupaten tersebut1. gempa tektonik dan berpotensi tsunami Untuk mengurangi dampak bencana dikarenakan adanya patahan Sumatera yang diperlukan kegiatan untuk mengurangi berdekatan dengan kedua daerah tersebut. Beberapa kejadian gempa yang pernah pengurangan risiko bencana adalah dengan Salah A Corresponding Author: Helly Susanti . mpd@gmail. Widyaiswara Madya UPTD Bapelkes Dinas Kesehatan Propinsi Aceh. Indonesia. Copyright A 2021 Author Publisher: Poltekkes Kemenkes Aceh Helly Susanti Nasuwakes: Jurnal Ilmiah Kesehatan. Vol: 14. No: 2. Nopember 2021 . makin luas di tingkat keluarga, kerabat, teman, dan masyarakat yang lebih luas. Hidup dan tinggal di daerah yang rentan Kesiapsiagaan merupakan salah satu bagian terhadap bencana gempa dan tsunami, serta dari proses manajemen bencana yang sebagai calon tenaga keperawatan yang nantinya akan memberikan pelayanan pengendalian pengurangan risiko bencana yang bersifat proaktif sebelum terjadi mendorong peneliti untuk menganalisis Pada fase kesiapsiagaan dilakukan tingkat kesiapsiagaan mahasiswa Diploma persiapan yang baik dengan memikirkan i berbagai tindakan untuk meminimalisir bencana gempa dan tsunami. Keperawatan kerugian timbul akibat bencana, dan melakukan kegiatan pertolongan serta perawatan yang efektif pada saat terjadi Pengalaman METODE Penelitian dilakukan selama 1 bulan ini menggunakan cross-sectional selama ini tampaknya belum berjalan Responden penelitian ini sebanyak 470 dengan baik. Pemerintah dan masyarakat orang mahasiswa Diploma i Keperawatan terbukti kurang begitu mampu untuk di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh mengatasi masalah-masalah darurat saat Besar yang sedang mengikuti perkuliahan terjadinya bencana. Dengan alasan kendala- Mata Kuliah Keperawatan Bencana yang kendala seperti ketiadaan dana, birokrasi, terdiri atas: 120 orang mahasiswa Prodi fasilitas, dan lain-lain membuat kondisi Keperawatan Banda Aceh, 130 orang paska bencana bagaikan bencana baru bagi mahasiswa Akper Tjoet NyaAo Dhien Banda mereka yang mengalaminya. Aceh, 60 orang mahasiswa Akper Tgk. Sekolah juga berperan penting dalam upaya kesiapsiagaan. Bangunan fisik dan institusi pendidikan dilihat memiliki posisi Fakinah Banda Aceh, 80 orang mahasiswa Akper Kesdam Banda Aceh, dan 80 orang mahasiswa Akper Abulyatama Aceh Besar. yang strategis bukan hanya sebagai tempat Parameter evakuasi saja, namun juga sebagai agen transfer pengetahuan. Sehingga diharapkan angket pernyataan yang terstuktur yang dengan pengetahuan yang diberikan kepada peserta didik kelak memberi dampak yang UNESCO/ISDR , . LIPI Pengetahuan dan Kesiapsiagaan Mahasiswa Diploma i Keperawatan Dalam Menghadapi A. bencana, . mobilisasi sumber daya, . kebijakan atau panduan, dan . rencana Instrumen memiliki 5 butir alternatif pilihan jawaban berbentuk skala Likert dengan bobot, yaitu: Sangat Setuju (SS)=5. Setuju (S)=4. Raguragu (RR)=3. Tidak Setuju (TS)=2, dan berupa uji korelasi untuk mengetahui hubungan derajat atau keeratan hubungan serta mengetahui arah hubungan antara pengetahuan dengan faktor kesiapsiagaan pada mahasiswa Diploma i Keperawatan dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami. Sangat Tidak Setuju (STS) =1. Angket ini HASIL dibagikan dan ditanyakan langsung oleh 5 Bar Chart 1. menggambarkan sebaran Diploma i Keperawatan sebagai responden penelitian menurut institusi pendidikan. Persentase tertinggi adalah mahasiswa yang berasal dari Akper Tjoet NyaAo Dhien Kota Banda Aceh . ,7%), sedangkan yang paling Akper Abulyatama Kabupaten Aceh Besar . ,3%). orang enumerator yang dipilih dan telah dilatih sebelumnya oleh peneliti. Analisis data dilakukan dengan bantuan Software komputer yang meliputi: . analisis univariat untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami, maka menggunakan kategori menurut LIPIUNESCO/ISDR2, yaitu Sangat Siap . Siap . Hampir Siap . Kurang Siap . , dan Belum Siap (<. Indeks berada pada kisaran nilai 0 s. 100, sehingga semakin tinggi nilai indeks, . analisis bivariat Gambar 1 Jumlah Responden Menurut Institusi Pendidikan Pie Chart 2. Berikut ini memperlihatkan bahawa sebaran jumlah responden berdasarkan jenis kelamin yang lebih didominasi oleh responden perempuan yaitu sebanyak 305 orang . %). Merujuk pada diagram 3. diketahui tingkat pengetahuan mahasiswa Diploma i Keperawatan Gambar 1 Persentase Responden Menurut Jenis Kelamin Helly Susanti Nasuwakes: Jurnal Ilmiah Kesehatan. Vol: 14. No: 2. Nopember 2021 . Tabel 1 Hasil Analisis Korelasi antara Pengetahuan dengan Kesiapsiagaan pada Mahasiswa Diploma i Keperawatan No. Gambar 2 Persentase Pengetahuan dan Tingkat Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi & Tsunami menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami berada pada kategori cukup baik . 9%). Tingkat kesiapsiagaan berada pada kategori kurang siap . 5%). Berdasarkan lima dimensi kesiapsiagaan diketahui bahwa . rencana kesiapsiagaan berada pada kategori kurang siap . 2%), . peringatan bencana berada pada kategori siap . 5%), . mobilisasi sumberdaya berada pada kategori kurang siap . 7%), dan kebijakan dan panduan kesiapsiagaan berada pada kategori belum siap . 4%), . serta rencana tanggap darurat bencana berada pada kategori belum siap . 8%). Variabel Penelitian Rencana Kesiapsiagaan Bencana Peringatan Bencana Mobilisasi Sumberdaya Kebijakan Kesiapsiagaan Bencana Rencana Tanggap Darurat Nilai Statistik p-value bencana, mobilisasi sumberdaya, kebijakan tanggap darurat. PEMBAHASAN Tingkat pengetahuan kebencanaan yang berada pada kategori Aucukup baikAy dan tingkat kesiapsiagaan yang masih berada pada kategori Aukurang siapAy pada mahasiswa Diploma i Keperawatan dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami dapat dipengaruhi oleh beberapa Salah satunya adalah karakteristik atau demografi responden yang masih muda usianya antara 18 sampai 20 tahun, lebih dominan berjenis kelamin perempuan . %), dan mereka belum memiliki pengalaman sebagai perawat karena masih berstatus sebagai mahasiswa yang merupakan calon perawat dan belum terlibat dalam menolong korban bencana saat musibah bencana yang terjadi pada tahun 2004 yang lalu. Menurut Magnaye, et. al3 variasi profil berhubungan positif secara signifikan demografi responden seperti usia, jenis dengan faktor kesiapsiagaan bencana, kelamin, status sipil berdampak pada seperti: rencana kesiapsiagaan, peringatan penilaian peran mereka, kesiapan, dan Hubungan antara faktor pengetahuan bencana dengan faktor kesiapsiagaan pada mahasiswa Diploma i Keperawatan dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami dapat dilihat pada Tabel 1. Secara keseluruhan hasil studi yang ditunjukkan Tabel 1. dapat disimpulkan bahwa faktor pengetahuan mahasiswa Diploma i Keperawatan Pengetahuan dan Kesiapsiagaan Mahasiswa Diploma i Keperawatan Dalam Menghadapi A. manajemen dalam situasi bencana, tetapi variasi profil demografi tersebut tidak Profesi perawat pada umumnya lebih berdampak langsung pada kemampuan kenyataannya pada saat tertentu pekerjaan penanganan korban akibat bencana. keperawatan membutuhkan perawat laki- Usia dewasa muda merupakan usia laki, seperti pada saat tanggap darurat bencana, perawat yang banyak terlibat responden dalam menghadapi bencana adalah laki-laki, walaupun saat kondisi gempa bumi dan tsunami, mengingat dalam bencana mulai stabil perawat perempuan kondisi bencana membutuhkan petugas juga banyak terlibat. Jenis kelamin juga kesehatan yang sigap, cepat dan profesional tidak menentukan seseorang mempunyai dalam memberikan perawatan kedaruratan, pengetahuan dan keterampilan baik atau Robbins . dalam Hermawati mempengaruhi fungsi homeostasis yaitu al5 menyatakan tidak ada perbedaan yang berarti dalam produktifitas pekerjaan antara Penelitian laki-laki dan perempuan, produktifitas dilakukan oleh Chan, et. dalam pekerjaan seseorang ditentukan oleh tingkat Hermawati, et. al5 menyebutkan bahwa kemampuan kognitif dan kemampuan perawat dengan usia yang lebih dewasa psikomotor yang dia miliki. Menurut yaitu usia antara 31-40 memiliki skor yang lebih tinggi dari pengetahuan, sikap, dan masyarakat laki-laki secara fisik lebih siapsiaga dalam menolong korban bencana, manajemen bencana dibandingkan dengan namun perempuan juga memiliki kapasitas usia muda kurang dari 30 tahun. yang sama dalam hal kesiapsiagaan Magnaye, et. al3 juga mengungkapkan bahwa perawat muda lebih agresif, tetapi pengetahuan dalam menghadapi bencana. Selain tindakan yang lebih berpengalaman, lebih bencana membutuhkan pengetahuan dan akurat, lebih cepat dan menentukan adalah keterampilan yang komplek dan hal tersebut oleh perawat tua, terlepas dari variasi variabel profil demografi mereka. Sehingga pengetahuan dan keterampilan yang dapat diperoleh dengan mengikuti pelatihan. keseimbangan yang saling menunjang Penelitian yang dilakukan Ablah6 melalui dalam penguasaan keterampilan antara fokus grup diskusi yang beranggotakan perawat muda dengan perawat yang lebih petugas medis di Kota New York Helly Susanti Nasuwakes: Jurnal Ilmiah Kesehatan. Vol: 14. No: 2. Nopember 2021 . mengemukakan bahwa mereka memiliki lebih banyak pengalaman dengan diadakan menangani korban bencana. Oleh karena itu memiliki personil yang berkualitas di lokasi bencana dari pada rekan-rekan mereka yang bencana sangat diharapkan. Petugas yang mengakui secara khusus memiliki persiapan kedaruratan akan bertindak lebih konsisten dalam merespons bencana serta diberikan dari pada yang tidak memiliki pengalaman peran yang dapat diandalkan ketika bencana terjadi termasuk dalam hal dekontaminasi sebelumnya dalam menangani situasi krisis . encegah kontaminasi dengan debris Dengan mekanisme pertahanan serta kesiapsiagaan pengetahuan dan keterampilannya dalam individu, juga kompetensi lainnya yang menolong korban bencana. sangat dibutuhkan oleh setiap petugas penanggulangan bencana. US Department of Homeland Security . ASTDN7 pentingnya drill dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan oleh tim kegawatdaruratan, mengetahui apa yang harus dikerjakan dan bagaimana membantu korban bencana, yang diwujudkan hanya dengan drill. Perencanaan drill penanggulangan bencana di rumah sakit tersebut telah meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan staf mereka dalam merespons bencana. Terkait dengan faktor pengalaman, penelitian Suserud dan Haljamie . dalam Putra, et. al8 mengatakan bahwa pengalaman sebelumnya dalam menolong korban bencana. Pengalaman klinik petugas Penelitian yang dilakukan Yin, et. menyebutkan bahwa ada 50% perawat mengatakan membutuhkan pengalaman dalam tiga tahun untuk menjadi petugas utama penanggulangan bencana serta 100% dari perawat dan 96,9% dari praktisi keterampilan kegawatdarutan melalui pelatihan sangat penting bagi petugas penanggulangan bencana pertama. Hasil penelitian Hermawati. et, al5 bahwa ada korelasi positif antara pengalaman klinis dengan kesiapan keterampilan perawat menghadapi kondisi gawat darurat bencana. Dengan adanya pengalaman keperawatan bencana, seorang perawat sudah dapat mengorganisasikan dirinya harus melakukan apa dan lebih mengutamakan tindakan apa untuk menyelamatkan korban bencana, sehingga bertambahnya jumlah korban dapat Pengetahuan dan Kesiapsiagaan Mahasiswa Diploma i Keperawatan Dalam Menghadapi A. Chan . dalam Putra, et. dan keterampilan dalam menghadapi situasi menyebutkan bahwa, perawat dengan dan kondisi kehidupan nyata. Sehingga pengalaman kerja keperawatan yang lebih setiap tenaga kesehatan seperti perawat besar dianggap lebih mampu dalam sudah siap menghadapi masa gawat darurat saat bencana, dalam rangka membantu mereka sendiri dari rekan-rekan mereka individu dan komunitas masyarakat yang yang kurang berpengalaman, sehingga terkena bencana. mereka akan bekerja secara efektif dan Penelitian Baack11 efisien, dan menghasilkan tujuan pekerjaan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang yang lebih tinggi sesuai dengan yang dimiliki oleh perawat adalah penting dan Sedangkan penelitian Putra, diperlukan dalam merespon keadaan gawat al8, beberapa faktor yang berkontribusi darurat secara efektif. Hal ini tidak hanya dalam peningkatan keterampilan perawat berguna untuk kepentingan organisasi kesehatan masyarakat adalah wilayah kerja, tempat dia bekerja, tetapi juga untuk pengalaman kerja, pengalaman dalam membantu korban bencana, pendidikan menghadapi masa tanggap darurat saat keperawatan, serta menghadiri pelatihan Sedangkan penelitian Hermawati, dan pendidikan yang terkait dengan al5 bahwa ada korelasi positif, tetapi tingkat signifikan yang rendah faktor Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa persepsi yang dirasakan, pengalaman, terdapat hubungan positif yang signifikan pendidikan dan pelatihan dengan kesiapan antara pengetahuan bencana gempa bumi pengetahuan dan keterampilan perawat dan tsunami pada mahasiswa Diploma i menghadapi gawat darurat bencana. Keperawatan dengan Rencana Kesiapsiagaan Bencana . =0,. Peringatan Pengetahuan yang harus dimiliki oleh seorang calon perawat dalam penanganan Bencana . =0,. Mobilisasi Sumberdaya . =0,. , dampak dari suatu bencana dan bagaimana Kebijakan Kesiapsiagaan Bencana . =0,. , dan Rencana Tanggap Darurat . =0,. pada CI 95% =0. tersebut, misalnya bencana gempa dan dengan nilai p=0. Dari studi kepustakaan yang Temuan ini sejalan dengan hasil studi dilakukan oleh Jennings12 bahwa kebutuhan Magnaye, et. al3 terhadap 250 orang perawat utama perawat dan tenaga kesehatan di Filipina, bahwa mayoritas dari perawat profesional adalah kebutuhan memiliki melengkapi dirinya dengan pengetahuan pengetahuan tentang kesiapsiagaan dan Helly Susanti Nasuwakes: Jurnal Ilmiah Kesehatan. Vol: 14. No: 2. Nopember 2021 . penanganan korban gempa/tsunami adalah Pengetahuan mahasiswa sebagai calon perawat tentang kegawatdaruratan menghadapi bencana triase, perawatan jalan nafas, manajemen gempa dan tsunami sangat dibutuhkan untuk ditingkatkan pemahamannya dan mental, perawatan psikososial, perawatan diikutsertakan dalam simulasi/latihan . penanganan korban bencana gempa dan bekerja dalam situasi bencana. Sedangkan keterampilan yang harus dimiliki dalam spiritual, dan sistem rujukan korban Pengetahuan dan keterampilan tersebut sebaiknya diberikan kepada Kesiapsiagaan pengetahuan perawat dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami menurut Hermawati, et. meliputi: . manajemen bencana gempa bumi dan tsunami, . analisis risiko bencana gempa bumi dan tsunami, . dampak dari bencana gempa bumi dan . menghadapi bencana gempa bumi dan International Nurses13 Council menghadapi bencana kedalam 4 klasifikasi, mitigation/prevention . , kompetensi preparedness . , . anggap darura. , dan kompetensi recovery/ rehabilitation . Kompetensi atau kemampuan perawat saat tanggap kemampuan keperawatan pada tingkat keperawatan kesehatan psikologis, dan kemampuan keperawatan pada tingkat populasi khusus kelompok rentan. perawat yang berhadapan langsung dengan Sistem diselenggarakan secara interaktif dengan menggiring peserta didik untuk tahu dan trampil dalam tindakan penanganan penderita gawat darurat trauma dan bencana sehingga ilmu yang dipelajari langsung dapat diaplikasikan. Hal ini menjadi penting untuk menambah wawasan dan khasanah ilmu pengetahuan keperawatan bencana dan pengalaman mahasiswa untuk menghadapi situasi nyata. Menurut LIPI UNESCO/ISDR2 minimnya pengetahuan untuk memulai gerakan siaga bencana yang lebih terlembaga akan menambah tingginya korban akibat dinamika proses alam yang terus berlangsung. Upaya kesiapsiagaan dapat meminimalkan dampak bahaya melalui tindakan pencegahan yang efektif dan tepat. Integrasi pengetahuan lokal, struktur sosial yang berlaku, dan adat setempat ke dalam upaya kesiapsiagaan. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah kedepan untuk meningkatkan kemampuan terutama pada fase kesiapsiagaan bencana. KESIMPULAN Pengetahuan dan Kesiapsiagaan Mahasiswa Diploma i Keperawatan Dalam Menghadapi A. Semua aktivitas kesiapsiagaan bencana harus berdasarkan pada pengetahuan tentang bencana itu sendiri, perbedaan jenis bencana yang mungkin terjadi, dan dari dampak pada lingkungan alam dan pembangunan, rumah tangga, organisasi institusi masyarakat dan masyarakat itu sendiri. Pengetahuan dan keterampilan tersebut harus dibentuk secara terus menerus kepada calon perawat, terutama bagi mereka yang berada di daerah rawan bencana gempa dan tsunami. Implementasi kurikulum keperawatan bencana dan pelatihan atau simulasi . bencana perlu diterapkan sebagai penguatan kapasitas bagi calon tenaga keperawatan yang kelak akan bertugas di daerah bencana. DAFTAR PUSTAKA