TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA PROGRAM STUDI SARJANA ANGKATAN 2019 FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR TERHADAP PENYAKIT ORAL CANDIDIASIS Intan Kemala Dewi1. Raziv Ganesha2. Made Dhito Dhanika3 Departemen Ilmu Penyakit Mulut. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Mahasaraswati Denpasar. Indonesia. Email Korespondensi: Made Dhito Dhanika. Email: dhitodhanika01@gmail. ABSTRACT Introduction: The level of knowledge of students in the undergraduate study program at the Faculty of Dentistry. Mahasaraswati University Denpasar regarding oral candidiasis is very important, where this knowledge will be carried over until they become dentists. This research was conducted to assess and determine the quality of students' knowledge of oral candidiasis and can be used as a comparison for future research. Method: The method used is an observational method with a cross-sectional approach using a questionnaire design via Google Forms. Research results: The results of this research show that the level of knowledge is very good, namely 39 people with a percentage of 86. 7%, while the level of good knowledge is 2 people with a percentage of 4. 4%, and the level of sufficient knowledge is 4 people with a percentage of 8. Conclusion: Based on the results of this research, it was found that there were 39 people showing a very good level of knowledge with a percentage of 86. 7%, while there were 2 people with a good level of knowledge with a percentage of 4. 4%, and there were 4 people with a fair level of knowledge with a percentage of 8. Keywords: Knowledge level, oral candidiasis, undergraduate students. ABSTRAK Tingkat pengetahuan mahasiswa program studi sarjana Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar terhadap penyakit oral candidiasis merupakan hal yang sangat penting, di mana pengetahuan ini akan dibawa sampai nantinya menjadi dokter gigi. Penelitian ini dilakukan untuk menilai serta mengetahui kualitas pengetahuan mahasiswa terhadap penyakit oral candidiasis dan bisa menjadi perbandingan untuk penelitian yang dilakukan selanjutnya. Metode: Metode yang digunakan yaitu metode observational dengan pendekatan crosecctional menggunakan rancangan kuesioner melalui google forms. Hasil penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan sangat baik yaitu sebanyak 39 orang dengan persentase 86,7%, sedangkan tingkat pengetahuan baik berjumlah 2 orang dengan persentase 4,4%, dan tingkat pengetahuan cukup berjumlah 4 orang dengan persentase 8,9%. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini didapat bahwa menunjukkan tingkat pengetahuan sangat baik yaitu sebanyak 39 orang dengan persentase 86,7%, sedangkan tingkat pengetahuan baik berjumlah 2 orang dengan persentase 4,4%, dan tingkat pengetahuan cukup berjumlah 4 orang dengan persentase 8,9% Kata Kunci: Mahasiswa program studi sarjana, oral candidiasis, tingkat pengetahuan. PENDAHULUAN Kesehatan adalah hal yang dibutuhkan oleh semua individu dalam menjalani Kesehatan juga memiliki peran penting karena tanpa kesehatan yang baik, maka setiap individu akan sulit untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari. Kesehatan yang dimaksud berupa sehat fisik, mental, spiritual, maupun sosial yang memungkinkan setiap individu untuk hidup produktif. Dalam upaya menjaga kesehatan tidak hanya dilihat dari keadaan tubuh saja, melainkan dilihat dari kesehatan gigi dan rongga mulut juga. Banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut seperti tingkat pengetahuan, oral hygiene yang buruk, dan riwayat penyakit yang dialami, sehingga dapat menyebabkan kesehatan gigi dan mulut yang buruk dan berdampak pada infeksi. Salah satu infeksi yang sering dijumpai pada rongga mulut yaitu candidiasis akibat dari jamur. Candidiasis adalah infeksi jamur yang paling sering ditemui pada individu dengan etiologi utama umumnya oleh candida albicans . %-60% dari seluruh kasu. Daerah rongga mulut yang paling banyak terdapat koloni candida, yaitu mukosa lidah pada bagian dorsal posterior, palatum dan bukal. 2 Oral candidiasis adalah infeksi jamur oportunistik yang umum terjadi pada rongga mulut dan dapat berubah menjadi patogen akibat dari faktor predisposisi. Oral candidiasis dapat disebabkan oleh faktor sistemik dan Faktor sistemik seperti autoimmune, penyakit infeksi virus (HIV/AIDS), penyakit infeksi bakteri, penggunaan obat-obatan sistemik . , sedangkan faktor lokal seperti terdapat lesi oral lain maupun oral hygiene (OH), xerostomia, merokok, serta diet tinggi karbohidrat. Menurut RISKESDAS tahun 2018,4 Persentase penduduk Indonesia yang mempunyai masalah gigi dan mulut dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2018 mengalami peningkatan dari 25,9% menjadi 57,6%. Hal ini disebabkan karena sebagian besar penduduk di Indonesia memiliki pengetahuan dan kesadaran yang masih rendah terhadap infeksi yang mungkin terjadi pada kesehatan gigi dan mulut. Sehingga sangat diperlukan adanya suatu pendekatan oleh tenaga kesehatan, dokter gigi, maupun mahasiswa kesehatan dalam mengatasi permasalahan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia. Pengetahuan merupakan dasar dalam terbentuknya suatu perilaku. Rendahnya pengetahuan mengenai kesehatan adalah faktor predisposisi dari perilaku kesehatan yang mengarah kepada timbulnya penyakit, salah satu contohnya adalah oral candidiasis yang merupakan permasalahan kesehatan gigi dan mulut yang masih banyak dijumpai pada masyarakat Indonesia karena tingkat pengetahuan masyarakat yang masih rendah. Adanya hubungan permasalahan antara tingkat pengetahuan masyarakat yang rendah dengan terjadinya oral candidiasis, yaitu tingkat pengetahuan masyarakat yang rendah biasanya dicerminkan dengan contoh perilaku yang buruk dalam menjaga oral hygiene dan kurang mengerti mengenai oral candidiasis di mana adalah salah satu manifestasi penyakit sistemik seperti HIV dan faktor penyebab timbulnya oral candidiasis terutama dalam mengonsumsi antibiotik spektrum luas yang berkepanjangan dan obat 7 Sehingga dapat disimpulkan bahwa pentingnya tingkat pengetahuan mengenai oral candidiasis. Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai AuTingkat Pengetahuan Mahasiswa Program Studi Sarjana Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar Terhadap Penyakit oral candidiasisAy. Maka dari itu, penelitian ini penting dilakukan karena diharapkan dapat mengetahui tingkat kesiapan dalam teori dan perilaku kesehatan yang merupakan faktor predisposisi dari tingkat pengetahuan mahasiswa program studi sarjana yang segera akan memasuki ke tingkat program studi profesi. METODE Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dengan menggunakan metode observational dengan pendekatan cross-sectional, di mana pengukuran variabelnya hanya dilakukan satu kali pada satu saat. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah mahasiswa program studi sarjana Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar yang akan segera memasuki program studi profesi. sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa program studi sarjana Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar yang akan segera memasuki program studi profesi. Variabel terikat dan variabel bebas dalam penelitian ini yaitu Tingkat pengetahuan mahasiswa program studi sarjana Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar yang akan segera memasuki program studi profesi terhadap penyakit oral candidiasis dan Mahasiswa program studi sarjana Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar. Dalam penelitian ini menggunakan instrumen penelitian yaitu berupa kuesioner yang dibuat sendiri oleh peneliti pada google forms. Alur penelitian yaitu pertama mempersiapkan instrumen penelitian dan alat penelitian, kemudian mencari sampel, yaitu mahasiswa program studi sarjana Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasaraswati Denpasar dengan jumlah 45 orang dengan nomor stambuk ganjil dan jika kurang akan diambil dari nomor stambuk genap yang akan segera memasuki program studi profesi, selanjutnya meminta kesediaan sampel untuk mengikuti penelitian, kemudian meminta sampel untuk mengisi kuesioner pada google forms yang sudah disediakan dan pelaksanaannya dilakukan serta diawasi dengan media zoom sebanyak 20 kuesioner, selanjutnya pengumpulan data, terakhir melakukan analisis data. HASIL Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mahasiswa program studi sarjana Fakultas Kedokteran Gigi Univeristas Mahasaraswati Denpasar yang akan segera memasuki program studi profesi tergolong dalam kategori sangat baik ditinjau dari 45 responden yang berhasil memperoleh rentang nilai 16-20 yakni sebanyak 39 responden . ,7%). Secara deskriptif mahasiswa program studi sarjana Fakultas Kedokteran Gigi Univeristas Mahasaraswati Denpasar yang akan segera memasuki program studi profesi sudah mampu mengidentifikasi sekaligus memahami mengenai penyakit oral DISKUSI Oral candidiasis merupakan infeksi oportunistik yang paling umum mempengaruhi mukosa oral. Pada sebagian besar kasus, oral candidiasis disebabkan oleh candida albicans (Glick 2. Candida merupakan bagian dari flora komensal normal pada sebagian besar individu (Bruch & Treister 2. Patogenesis dari oral candidiasis belum sepenuhnya diketahui, tetapi sejumlah faktor predisposisi diketahui memiliki kapasitas dalam mengubah candida dari flora komensal normal . ahap saprofiti. menjadi organisme patogen . ahap parasit. Candida albicans biasanya merupakan patogen yang lemah dan lebih mudah mempengaruhi individu yang sangat muda, usia lanjut, dan pada individu yang dalam kondisi sakit. Sebagian besar infeksi candida hanya mempengaruhi lapisan mukosa dan pada manifestasi sistemik yang jarang akan berakibat fatal (Glick Infeksi candida biasanya menyebabkan gejala nyeri dan terbakar. Tidak jarang infeksi ini menggambarkan ketidaknyamanan pada tenggorokan saat menelan dan melibatkan daerah orofaringeal ataupun esophagus (Bruch & Treister 2. Tingkat pengetahuan mahasiswa program studi sarjana secara individual tentang penyakit oral candidiasis dikategorikan menjadi 4 kategori berdasarkan total skor Dari hasil penelitian dengan jumlah sampel yang diambil sebanyak 45 orang dari mahasiswa yang akan memasuki ke tahap program studi profesi menunjukkan sebanyak 4 orang mempunyai pengetahuan cukup dengan persentase 8,9%, sebanyak 2 orang mempunyai pengetahuan baik dengan persentase 4,4%, dan sebanyak 39 orang mempunyai pengetahuan sangat baik dengan persentase 86,7% tanpa ada mahasiswa yang memiliki tingkat pengetahuan kurang. Terdapat mahasiswa mendapat nilai cukup dikarenakan saat ini sedang dalam masa pandemi sehingga sistem pembelajaran berubah dari sistem pembelajaran luring menjadi daring, sehingga memerlukan penyesuaian masing-masing mahasiswa dalam menentukan cara belajar baru. Bagi beberapa mahasiswa, pembelajaran daring tidak bisa dilaksanakan secara optimal karena adanya beberapa hal yang menghambat fokus dan konsentrasi mereka selama pembelajaran berlangsung,8 seperti kendala teknis berupa jaringan yang sering tidak stabil,9 tidak terbiasa dengan kondisi rumah yang ramai dan merasa sulit untuk tidak mengikuti permohonan bantuan yang diajukan oleh orang tua. SIMPULAN Mahasiswa program studi sarjana Fakultas Kedokteran Gigi Univeristas Mahasaraswati Denpasar yang akan segera memasuki program studi profesi tergolong dalam kategori sangat baik ditinjau dari 45 responden yang berhasil memperoleh rentang nilai 16-20 yakni sebanyak 39 responden . ,7%). Secara deskriptif mahasiswa program studi sarjana Fakultas Kedokteran Gigi Univeristas Mahasaraswati Denpasar yang akan segera memasuki program studi profesi sudah mampu mengidentifikasi sekaligus memahami mengenai penyakit oral candidiasis. DAFTAR PUSTAKA