JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA http://jktp. com/jktp/index VOLUME 06 NOMOR 02 DESEMBER 2023 ISSN 2654 - 5756 ARTIKEL PENELITIAN HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN GIZI SEIMBANG PADA IBU HAMIL DALAM MENCEGAH STUNTING THE RELATIONSHIP OF HUSBAND SUPPORT TO FULFILLMENT BALANCED NUTRITION NEEDS OF PREGNANT WOMEN IN PREVENTING STUNTING Tania Aisyah Rinaldi . Yulia Irvani Dewi . Tesha Hestyana Sari Fakultas Keperawatan. Universitas Riau. Riau. Indonesia Abstrak Article history Received date: 16 Oktober 2023 Revised date: 21 Desember 2023 Accepted date: 30 Desember 2023 *Corresponding author: Tania Aisyah Rinaldi. Fakultas Keperawatan. Universitas Riau. Riau. Indonesia. Stunting menjadi isu gizi yang aktual pada balita di era global masa ini. Karenanya, pemerintah Indonesia tengah berupaya mengurangi insiden stunting melalui langkah-langkah berupa intervensi gizi spesifik maupun intervensi gizi sensitif. Dukungan suami menjadi esensial bagi ibu hamil dalam pemenuhan kebutuhan gizi yang seimbang, di mana peran suami memiliki peran yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan pemenuhan kebutuhan gizi seimbang dalam mencegah stunting. Penelitian ini menggunakan desain crosectional yang dilakukan di Puskesmas Rejosari pada bulan Juni-Juli 2023. Sampel penelitian terdiri dari 105 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan dipilih menggunakan teknik probability sampling. Metode analisis yang diterapkan adalah analisis bivariat uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki konsumsi energi yang normal . ,8%). Dukungan suami berada pada kategori tinggi pada dimensi informasional . ,3%), penilaian . ,3%) dan emosional . ,3%). Sedangkan pada dimensi instrumental, sebanyak 60% responden menyatakan mendapatkan dukungan dalam kategori rendah. Dukungan suami dalam bentuk dukungan informasional . = 0,. , dukungan instrumental . =0,. , dukungan penilaian . = 0,. , dan dukungan emosional . = 0,. tidak berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan gizi seimbang ibu hamil. Hasil analisis pada variabel dukungan keluarga secara keseluruhan diperoleh nilai p= 0,425, yang menunjukkan tidak ada hubungan dukungan suami dengan pemenuhan kebutuhan gizi seimbang pada ibu hamil. Pentingnya pendekatan holistik dalam program intervensi nutrisi yang tidak hanya melibatkan dukungan suami, tetapi juga melibatkan faktor lain seperti pendidikan gizi, akses terhadap sumber makanan berkualitas, serta dukungan sosial dan kesehatan. Kata Kunci: Dukungan suami, gizi seimbang, stunting Abstract Stunting has become a current nutritional issue among toddlers in this global Consequently, the Indonesian government strives to reduce the incidence of stunting through specific and sensitive dietary interventions. Husband's support is essential for pregnant women in fulfilling balanced nutritional needs, where the husband's role is significant. This study aims to determine the relationship between a husband's support and the fulfillment of balanced nutritional needs in preventing stunting. This research uses a crosectional design conducted at Rejosari Public Health Center in June-July The study sample comprised 105 respondents who met the inclusion criteria and were selected using probability sampling techniques. The applied analysis method is the bivariate Kolmogorov-Smirnov test. The study results show that most respondents have normal energy consumption . 8%). Husband's support was in the high category in the informational . 3%), 3%), and emotional . 3%) dimensions. However, 60% of Tania Aisyah Rinaldi. Yulia Irvani Dewi. Tesha Hestyana Sari. Jurnal Keperawatan Tropis Papua, 6 . , 2023: 86-93 DOI: https://doi. org/10. 47539/jktp. respondents in the instrumental dimension stated they received support in the low category. Husband's support in the form of informational support . = . , instrumental support . =0. , appraisal support . = 0. , and emotional support . = 0. was not related to fulfilling pregnant women's balanced nutritional needs. The overall family support variable analysis yielded a p-value of 0. 425, indicating no relationship between the husband's support and the fulfillment of balanced nutritional needs in pregnant women. The importance of a holistic approach in nutritional intervention programs is emphasized, involving both husband's support and other factors such as nutritional education, access to quality food sources, and broader social and health support. Keywords: Husband support, balanced nutrition, stunting PENDAHULUAN Stunting adalah masalah pertumbuhan pada balita yang menjadi isu terkini dalam konteks gizi anak balita di seluruh dunia (Departemen Kesehatan RI, 2. Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TP2NK) menjelaskan bahwa stunting pada anak < 5 tahun mengakibatkan keterlambatan pertumbuhan dampak dari kekurangan gizi secara berkepanjangan, yang menyebabkan anak tampak kecil yang tidak sesuai dengan usianya. Gizi buruk pada anak kondisi ini dimulai sejak masa kehamilan dan pada awal hari-hari sesudah proses persalinan, namun masalah pertumbuhan ini tidak muncul hingga bayi berumur 2 tahun (TNP2K, 2. Stunting merujuk pada kondisi seorang anak terlalu kecil untuk usianya karena kekurangan nutrisi dan masalah kondisi kesehatan anak sebelum dan setelah lahir (Daracantika et al. , 2. Stunting adalah isu dengan tingkat prevalensi yang signifikan, baik secara global maupun di Indonesia, termasuk di Provinsi Riau. WHO . mencatat prevalensi balita stunting di dunia sekitar 149,2 juta balita . %), jumlah ini meningkat dari tahun 2019 sekitar 144 juta balita . ,3%). Proporsi terbanyak didapatkan pada negara berkembang dari Asia . %). Di benua Asia persentase tertinggi ditemukan pada negara Timor Leste yaitu sebanyak 48,8%. Indonesia pada urutan kedua negara dengan prevalensi tertinggi mencapai 31,8% yang terletak di wilayah Asia Tenggara (WHO, 2. Menurut data dari Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, sekitar 5,33 juta atau 24,4% anak balita Indonesia mengalami stunting. Sedangkan prevalensi stunting di Provinsi Riau sebesar 23,3%. Pada tahun 2020, ditemukan 869 balita stunting di Kota Pekanbaru . ,73%). Puskesmas Rejosari menjadi salah satu puskesmas yang mencatat tingkat kejadian stunting tertinggi pada tahun 2022 dengan prevalensi mencapai 1,47%. Indonesia belum mencapai target WHO pada tahun 2024 berada angka di bawah 14%. Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia berupaya secara aktif mengurangi angka kejadian stunting melalui berbagai langkah, diantaranya intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. Kelompok yang rentan terhadap masalah gizi termasuk ibu hamil, di antaranya adalah masalah gizi selama kehamilan (WHO, 2. Ini terkait dengan perkembangan janin dan pertumbuhan organ tubuhnya sebagai penunjang selama hamil (Ernawati et al. , 2. Salah satu langkah intervensi spesifik bertujuan mengurangi tingkat kejadian anemia pada ibu hamil, remaja, dan Ibu dengan status gizi buruk kemungkinan akan melahirkan bayi BBLR daripada ibu dengan status gizi baik. Pemenuhan kebutuhan gizi pada ibu hamil dapat mengurangi kelahiran bayi dengan BBLR dan prematur (Pramudieta et al. , 2. Kebutuhan gizi ibu selama kehamilan memiliki peran penting karena memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan fisik serta mental janin (Kemenkes RI, 2. Gizi seimbang merupakan komposisi harian makanan yang mengandung nutrisi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh (Maharani & Aprilina. Hal ini akan berdampak buruk bagi janin baik jangka pendek maupun jangka panjang (Achadi et al. , 2. Dampak yang ditimbulkan dari ibu hamil kekurangan nutrisi selama kehamilan akan beresiko melahirkan bayi Jangka pendek, bayi tersebut akan tumbuh menjadi anak dengan stunting yang mengalami gangguan perkembangan kognitif, motorik dan verbal (Yadika et al. , 2. Salah satu tindakan gizi spesifik difokuskan pada periode 1000 hari awal kehidupan (HPK). Ibu yang mengalami kekurangan gizi atau kurangnya asupan makanan yang cukup dapat mengakibatkan gangguan dalam pertumbuhan janin di dalam rahim (Picauly & Toy, 2. Kusumawati, et al . menjelaskan bahwa kurangnya status gizi lebih rentan terjadi pada calon ibu yang memiliki pengetahuan yang rendah. Pengetahuan, kesadaran, dan sikap positif yang dimiliki oleh ibu hamil membentuk sikap positif, seperti memastikan pemenuhan gizi yang sesuai selama masa kehamilan (Ekayanthi & Suryani, 2. Salah satu langkah untuk mencukupi kebutuhan nutrisi adalah dengan mengonsumsi beragam jenis makanan, termasuk daging merah rendah lemak, unggas, dan Kekurangan gizi yang berlangsung secara kronis selama 1000 hari pertama kehidupan dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga memicu stunting (Geberselassie et al. , 2. Penelitian Arini, et al . menjelaskan terdapat hubungan status gizi ibu hamil dengan kejadian stunting. Kebutuhan nutirisi ibu akan meningkat selama kehamilan. Penting bagi ibu hamil untuk mengikuti pola makannya agar struktur menunya Tania Aisyah Rinaldi. Yulia Irvani Dewi. Tesha Hestyana Sari. Jurnal Keperawatan Tropis Papua, 6 . , 2023: 86-93 DOI: https://doi. org/10. 47539/jktp. seimbang dan bergizi. Pola makan seimbang dan bergizi adalah keseimbangan antara zat gizi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan ibu dan zat gizi yang dibutuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhan janin. Perkembangan dan pertumbuhan janin yang baik dapat mencegah terjadinya berat badan lahir rendah (BBLR), yang merupakan salah satu faktor risiko terjadinya stunting pada anak (Ban, 2. Hasil penelitian Siska . menjelaskan terdapat hubungan asupan gizi ibu hamil terhadap kejadian bayi lahir pendek. Berdasarkan pemenuhan kebutuhan gizi seimbang, ibu hamil perlu mendapatkan dukungan keluarga tentang makanan yang dikonsumsi harus cukup, berolahraga, istiharat yang cukup sehingga kesehatan ibu hamil dapat terjaga. Bayi yang sehat akan dilahirkan pada ibu yang nutrisi dan gizinya tercukupi. Dukungan keluarga merupakan faktor yang sangat penting sehingga ibu hamil tersebut dapat merasa diperhatikan sebagai ibu hamil (Junita, 2. Faktor dukungan keluarga ibu juga meliputi sikap ibu terhadap pencapaian gizi seimbang, dukungan membantu melalui penyuluhan dan membagikan informasi, dan bentuk dukungan keluarga seperti nasehat kepada ibu hamil untuk mencapai gizi seimbang. Dukungan dari anggota keluarga merupakan factor pentinh yang dapat memengaruhi perilaku kesehatan seseorang. Anggota keluarga yang berperan penting dalam ini ialah suami (Green dalam (Rezkillah et al. , 2. Penelitian Wirastri . menjelaskan terdapat hubungan dukungan suami dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi ibu. Dukungan dari suami turut berperan dalam menentukan tingkat konsumsi nutrisi ibu hamil, termasuk tablet zat besi (IFA), kalsium, dan pola makan yang beragam (Nguyen et al. , 2. Juwita . menjelaskan terdapat hubungan yang signifikan antara konseling dan dukungan keluarga atau suami dengan tingkat kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe pada ibu hamil. Rahmawati . menjelaskan terdapat hubungan dukungan emosional suami dalam pemenuhan nutrisi ibu hamil dengan kejadian anemia. Berdasarkan studi pendahuluan di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari. Kota Pekanbaru terhadap 5 ibu hamil yang dating pemeriksaan kehamilan diketahui hanya 2 orang didampingi suaminya, dan 3 orang ibu hamil lainnya berangkat sendiri. Menurut 3 orang ibu hamil, suami kurang memperhatikan makanan yang dikonsumsi selama Hal ini ditunjukkan dengan sikap suami jarang memperhatikan asupan gizi yang dikonsumsi oleh istri, dan mereka tidak memberikan saran mengenai kebutuhan asupan gizi yang seimbang selama masa kehamilan, selain itu, ibu juga menyatakan bahwa asupan gizi suaminya dianggap lebih baik karena dianggap membutuhkan energi yang optimal untuk mencari nafkah bagi keluarga. Sedangkan itu, berdasarkan dua ibu hamil lainnya, suami turut memperhatikan asupan gizi selama kehamilan dengan cara menyediakan makanan yang dikonsumsi oleh istri, memberikan uang untuk membeli bahan makanan yang diperlukan selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hubungan dukungan suami terhadap pemenuhan kebutuhan gizi seimbang pada ibu hamil dalam mencegah stunting. METODE Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilakukan di Puskesmas Rejosari pada bulan JuniJuli 2023. Populasi terdiri dari 1969 ibu hamil yang berada pada trimester 1, 2, dan 3. Sampel penelitian berjumlah 105 ibu hamil yang ditetapkan menggunakan metode probability sampling. Kriteria inklusi sampel yaitu ibu yang bersedia menjadi responden, ibu dengan trimester 2, 3, dan 3, dapat berkomunikasi baik secara lisan dan tertulis dan ibu yang tinggal dengan suami. Ibu hamil yang mengalami komplikasi kehamilan dikecualikan dalam penelitian Pengumpulan data menggunakan kuesioner karakteristik sosiodemografi responden, suami dukungan Kuesioner karakteristik sosiodemografi mencakup informasi seperti nama, usia, pekerjaan, pendidikan, tipe keluarga, usia kehamilan, gravida . ehamilan k. , dan karakteristik sosio demografi suami responden termasuk usia, pekerjaan, pendidikan, dan pendapatan keluarga. Dukungan keluarga diukur menggunakan kuesioner dukungan suami yang meliputi dimensi dukungan informasional, dukungan penilaian, dukungan instrumental dan dukungan emosional. Kuesioner dengan skala Guttman dengan pilihan AyYaAy dan AyTidakAy. Uji validitas dan reliabilitas kuesioner dukungan keluarga melibatkan 30 ibu hamil yang mengisi kuesioner sebagai bagian dari pengujian kehamilan. Pernyataan dinyatakan valid jika r hitung >0,361 dengan signifikansi 0,05. Kuesioner dianggap reliabel dengan Cronbach's alpha= 0,839 Ou0,6. Penelitian ini juga menggunakan formulir food recall 24 yang bertujuan untuk mengetahui rata-rata asupan dan tingkat konsumsi energi berbagai nutrisi, seperti lemak, protein, karbohidrat, dan vitamin, pada ibu selama masa kehamilan. Pada penelitian, responden mengisi formulir tersebut dalam rentang waktu 2x24 jam dengan jeda 3 hari. Jumlah konsumsi makanan responden diukur dengan alat ukur rumah tangga (URT) dan kemudian diubah ke dalam satuan gram. Data ini kemudian dianalisis menggunakan aplikasi Nutrisurvey. Penelitian Dewi, et al . menggunakan food recall selama 2x24 jam untuk menilai tingkat asupan gizi pada ibu hamil TM I. Data yang didapatkan lalu dianalisis dengan menggunakan aplikasi Nutrisurvey. Pengkategorian tingkat konsumsi energi terbagi menjadi lima yaitu, lebih: Ou120% AKG, normal: 90-119% AKG, defisit tingkat ringan: 80-89% AKG, defisit tingkat sedang: 70-79% AKG dan defisit tingkat berat: <70% AKG (Depkes RI, 1. Pengolahan data menggunakan software IBM SPSS Statistics versi 20. Analisis data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov karena terdapat nilai ekspektasi <5 dalam setiap sel (Dahlan, 2. Penelitian dilaksanakan setelah memperoleh surat keterangan laik etik dari Komite Etik Fakultas Keperawatan Universitas Riau dengan nomor 53/UN19. 8/KEPK. FKp/2023. Tania Aisyah Rinaldi. Yulia Irvani Dewi. Tesha Hestyana Sari. Jurnal Keperawatan Tropis Papua, 6 . , 2023: 86-93 DOI: https://doi. org/10. 47539/jktp. HASIL Tabel 1. Karakteristik ibu hamil No. Karakteristik Usia . <20 >35 Pekerjaan Ibu rumah tangga Buruh/petani Wiraswasta Swasta Pegawai negeri sipil Lainnya Pendidikan Rendah (Tidak sekolah. Sekolah dasar. Sekolah menengah pertam. Menengah (Sekolah menengah ata. Tinggi (Pendidikan tingg. Tipe keluarga Keluarga inti Keluarga besar Gravida Primigravida Multigravida Grande multigravida Usia kehamilan . Total Tabel 1 menunjukkan sebagian besar usia responden adalah berusia 20-35 tahun . ,2%). Mayoritas responden merupakan ibu rumah tangga . ,7%). Berdasarkan pendidikan, sebanyak 52,4% responden memiliki pendidikan menengah . idak sekolah. Sekolah dasar. Sekolah menengah pertam. Sebanyak 81,9% responden tinggal bersama keluarga inti. Berdasarkan gravida, sebagian besar responden masuk dalam kategori multigravida . ,7%). Responden paling banyak berada pada usia kehamilan 0-12 minggu . ,2%). Tabel 2. Karakteristik suami responden No. Karakteristik Usia . <20 >40 Pekerjaan Buruh/petani Wiraswasta Swasta Pegawai negeri sipil Lainnya Pendidikan Rendah (Tidak sekolah. Sekolah dasar. Sekolah menengah pertama Menengah (Sekolah menengah ata. Tinggi (Pendidikan tingg. Pendapatan