Proceedings Series on Social Sciences & Humanities. Volume 20 Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto ISSN: 2808-103X Metafora Tentang Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam Pidato-Pidato Jokowi Bakdal Ginanjar Universitas Sebelas Maret ARTICLE INFO ABSTRACT Article history: Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan ibu kota baru negara Indonesia yang sedang dibangun di Provinsi Kalimantan Timur yang mendapat tanggapan pro dan kontra dari masyarakat. Namun. Presiden Jokowi tetap melaksanakan pembangunan disertai dengan penyosialisasian ide/gagasan IKN menjadi lebih konkret dengan pemanfaatan metafora melalui pidato. Berdasarkan realita itu, penelitian ini mengkaji metafora tentang IKN dalam pidato-pidato Jokowi. Penelitian ini berjenis kualitatif. Data penelitian berupa kalimat yang mengandung ungkapan metaforis tentang IKN yang disediakan dari pidato-pidato Jokowi tahun 2023-2024 yang terarsip pada web Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. Data dikumpulkan dengan metode simak dan teknik catat. Data dianalisis dengan metode padan referensial dengan teknik hubung banding menyamakan hal pokok. Berdasarkan analisis data, ditemukan dua pemetaan tentang IKN yang tergolong sebagai metafora ontologis, yakni IKN adalah investasi dan IKN adalah perubahan peradaban. Temuan itu menunjukkan adanya korespondensi antara ranah sumber dan ranah target dalam mengkonkretkan ide/gagasan tentang IKN. DOI: 30595/pssh. Submitted: June 20, 2024 Accepted: November 10, 2024 Published: November 30, 2024 Keywords: Metafora. Pemetaan Metafora. IKN This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Corresponding Author: Bakdal Ginanjar Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. Jebres. Surakarta. Jawa Tengah 57126. Indonesia PENDAHULUAN Beragam metode maupun pendekatan diperlukan untuk merumuskan pemahaman terhadap pembentukan ibu kota baru di sebuah negara. Penyelidikan secara mendalam terhadap permasalahan tersebut menjadi urgen tatkala timbul pihak yang pro maupun kontra sebagaimana yang sedang terjadi di negara Indonesia dengan dilaksanakannya pembangunan ibu kota baru di Provinsi Kalimantan Timur yang dinamai sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal itu sebagaimana terlihat dalam hasil survei 2023 oleh Institute for Democracy & Strategic Affairs Indostrategic yang memperlihatkan lebih banyak masyarakat yang tidak menyetujui kepindahan tersebut. Di tahun sebelumnya, hasil survey dari CSIS. LSI Denny JA, dan Litbang Kompas juga tidak jauh berbeda . ttps://w. com/nasional/20230714183332-20-973640/survei-indostrategic-mayoritas-wargatak-setuju-ikn-segera-pinda. Hasil ter-sebut mengindikasikan bahwa belum adanya dukungan dengan suara bulat dari masyarakat agar ibu kota dipindahkan. Namun. Presiden Joko Widodo (Jokow. tetap melangsungkan pembangunan IKN atas dasar keputusan yang diambil bersama dengan DPR dan dituangkan dalam Undangundang (UU) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. Presiden Jokowi pun aktif menyosialisasikan pembangunan IKN dalam pidato-pidatonya dengan menyusun berbagai pendayagunaan aspek kebahasaan guna memuluskan agenda tersebut. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X Salah satu aspek yang digunakan dalam pidatonya adalah metafora. Istilah metafora dalam ilmu linguistik dirumuskan sebagai cara masyarakat menggunakan bahasa secara nyata, baik lisan maupun tulisan, untuk memahamkan konseptualisasi atas berbagai ide dan emosi yang abstrak yang terdapat dalam pikiran (Kovecses. Dalam isu IKN, metafora ini digunakan sebagai upaya untuk meyakinkan masyarakat akan pentingnya kedudukan IKN. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini diarahkan untuk mendeskripsikan metafora tentang IKN, khususnya dalam pidato-pidato Presiden Jokowi. Beberapa kajian tentang IKN dari berbagai ilmu linguistik pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian IKN dengan ancangan pragmatik dilakukan Jupri . dan Nadia Tri Murti . Sementara itu, penelitian tentang korpus linguistik IKN dilakukan Puspitasari et al. Kajian dengan analisis wacana telah dilakukan Suswandi . Purwanti . , dan Sari . Penelitian tentang lanskap lingusitik IKN dilakukan Zaman et al. Analisis retorika tentang IKN dilakukan oleh Fahrudin et al. Namun demikian, belum didapati kajian metafora tentang IKN secara semantik. Untuk itu, permasalah penelitian ini dikhususkan pada bagaimana pemetaan metafora tentang IKN yang digunakan dalam pidato-pidato Jokowi. Perkembangan mutakhir dalam kajian metafora yang ada hingga sekarang awalnya diprakarsai oleh definisi dari Lakoff dan Johnson . yang mencetuskan bahwa AuMetaphor is for most people a device of the poetic imagination and rhetorical flourish a matter of extraordinary rather than ordinary languageAy. Dengan kata lain, metafora dikatakan sudah masuk ke dalam sistem konseptual manusia karena metafora tidak hanya sekedar pemanis atau retoris yang menjadi ciri khas dalam ungkapan kebahasaan ataupun sastra, tetapi berkaitan erat dengan pikiran dan tindakan manusia dalam kehidupannya. Lakoff dan Johnson . kemudian menyebutnya sebagai metafora konseptual yang dipecah menjadi tiga jenis, yakni metafora struktural, metafora orientasional, dan metafora ontologis. Secara natural, metafora adalah Austructure how we perceive, how we think, and what we doAy (Lakoff dan Johnson, 1. Oleh sebab itu, inti metafora yang dinyatakan Lakoff dan Johnson . adalah pemahaman . dan pengalaman . terhadap pembandingan antarsuatu hal yang berbeda satu sama lain. Lebih lanjut. Kyvecses . mengungkapkan bahwa metafora menjadi entitas interpretasi atas antarranah konseptual yang didasarkan pada pengalaman manusia sebagai konteksnya. Demikian juga. Hurford et al. mengatakan bahwa metafora sebagai konsep . memungkinkan penutur bahasanya untuk merangkai dan menginterpretasikan abstraksi dari wawasan dan pengalaman menjadi istilah yang lebih maujud. Dalam sistem konseptual, terjadi pemetaan . sistematis antara ranah sumber . ource domai. dengan ranah target . arget domai. (Kyvecses, 2. Berteraskan penguatan Kyvecses . atas landasan dari Lakoff dan Johnson . , konsep dasar . onkret/fisi. yang digunakan sebagai fondasi konseptualisasi dinamakan ranah sumber, sedangkan konsep . sebagai tempat konseptualisasi itu diarahkan dinamakan ranah target. Dalam menghasilkan titik kesamaan konsep yang menghubungkan antara sumber dan target, konseptualisasi pengalaman diperlukan karena mampu membangkitkan ingatan semantik terkait pembandingan antara sumber, seperti pengalaman tubuh, ciri, fungsi, dan kekuatan dengan targetnya (Nirmala, 2. Konseptualisasi tersebut dipetakan dengan tampilan sesuai Lakoff dan Johnson . dan Kyvecses . , yaitu AoX is YAo (AoX adalah YA. Contoh konseptualisasi adalah ranah sumber war . dengan ranah sasaran argument . dalam metafora argument is war yang dikutip dari Lakoff dan Johnson . METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian ini berupa kalimat yang di dalamnya mengandung ungkapan metaforis tentang IKN. Data tersebut disediakan dari arsip pidato-pidato Presiden Joko Widodo tahun 2023 dan 2024 di website resmi Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia . ttps://w. id/listcontent/listberita/pidato_preside. Data disediakan dengan metode simak dan teknik catat. Kemudian, data dianalisis menggunakan metode padan referensial dengan teknik lanjutan hubung banding menyamakan hal pokok (HBPS) (Sudaryanto, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Ungkapan metaforis tentang IKN dalam pidato-pidato Jokowi dapat ditunjukkan melalui pemetaan konseptualisasi yang didasarkan pada ranah sumber yang berkorespondensi dengan ranah target. Dari pemetaan tersebut, metafora tentang IKN dapat diklasifikasikan secara rinci dalam pemetaan metafora konseptual berikut. IKN adalah investasi Pemetaan IKN adalah investasi teridentifikasi dalam data . Sudah sering saya sampaikan bahwa Nusantara ini adalah masa depan Indonesia. (Sambutan Presiden Joko Widodo pada Groundbreaking Pembangunan Gedung Kantor PT Bank Tabungan Negara (Perser. Tbk, 5 Juni 2. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X . Sudah sering saya sampaikan bahwa investasi di Ibu Kota Nusantara ini adalah membeli masa depan, karena kita ingin melakukan transformasi ekonomi, karena memang ekonomi global ini sekarang berubah tanpa arah yang jelas, tanpa kepastian yang pasti. (Sambutan Presiden Joko Widodo pada Groundbreaking PLN Hub, 5 Juni 2. Kata masa depan pada data . dan membeli masa depan pada data . mengindikasikan adanya konseptualisasi yang menunjukkan korespondensi antara IKN dengan investasi. Konsep investasi yang menjadi ranah sumber memiliki fitur semantis [ menanam modal/uan. dan [ mendapat keuntungan di masa depa. Fitur tersebut memicu penutur untuk menyandingkannya dengan IKN karena biaya pembangunan IKN perlu didukung dari dana pribadi masyarakat. Dalam ungkapan tersebut. IKN dibandingkan sebagai sebuah investasi yang ditawarkan dengan iming-iming keuntungan di masa yang akan datang. Penggunaan metafora tersebut pada dasarnya dilatarbelakangi bahwa sejak awal, orang-orang yang hidup dalam masyarakat telah terlibat erat dalam bidang ekonomi dengan berbagai jenis transaksi. Transaksi ini pada umumnya sering kali melibatkan penggunaan uang dan barang dagangan. Sebuah acara komersial, misalnya, akan melibatkan sejumlah entitas dan tindakan: barang dagangan, uang, penyerahan barang dagangan, dan menyerahkan uangnya. Untuk itu, pemahaman terhadap konsep abstrak melalui hal yang bersifat komersial merupakan salah satu skenario yang bisa dilakukan manusia dalam menyampaikan sesuatu (Kyvecses, 2. IKN adalah perubahan peradaban Pemetaan IKN adalah perubahan peradaban teridentifikasi dalam data . Jadi, ya inilah istana sebuah negara besar yang namanya Indonesia. Kota yang dirancang dalam menancapkan tonggak peradaban Indonesia nanti di Indonesia Emas 2045, karena ini baru dimulai. (Sambutan Presiden Joko Widodo pada Silaturahmi dengan Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama Se-Indonesia (AFKUBI), 25 September 2. IKN adalah sebuah kanvas yang mengukir masa depan dan tak semua negara, dan tak semua negara memiliki kesempatan, memiliki kemampuan untuk membangun ibu kotanya yang dimulai betulbetul dari nol. (Pengantar Presiden Joko Widodo pada Sidang Kabinet Paripurna, 12 Agustus 2. Kata menancapkan tonggak peradaban baru pada data . dan mengukir masa depan pada data . memperlihatkan adanya fitur tindakan, yaitu mencipta atau melahirkan peradaban baru. Dengan adanya tindakan tersebut, segala sesuatu yang baru dimungkinkan untuk dapat diciptakan. Dalam metafora ini, dapat dinyatakan bahwa IKN dikonseptualisasikan sama dengan sebuah tindakan mengubah, bahkan mencipta sesuatu yang baru yang sifatnya material maupun nonmaterial. Secara lebih lanjut, kedua ungkapan tersebut memanfaatkan salah satu domain sumber terbaik, yakni manusia dengan segala perilakunya. Dalam hal ini, diistilahkan dengan personifikasi. Mempersonifikasikan nonmanusia sebagai manusia merupakan langkah sedikit lebih baik dalam memahami sesuatu (Kyvecses, 2. Berdasarkan temuan penelitian, dapat diketahui bahwa metafora tentang IKN dalam pidato-pidato Jokowi termasuk ke dalam metafora ontologis. Metafora itu mengkonseptualisasikan secara langsung fenomena mental . , baik peristiwa, aktivitas, emosi, maupun ide/pemikiran, menjadi sesuatu yang lebih konkret . (Lakoff dan Johnson, 1. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pemilihan metafora ontologis merupakan upaya untuk secara lebih langsung dan cepat dalam mengomunikasikan ide atau gagasan dalam pendirian IKN yang dirasa abstrak oleh masyarakat menjadi wujud yang lebih konkret. KESIMPULAN Berdasarkan analisis, dapat disimpulkan bahwa metafora tentang IKN dala pidato-pidato Jokowi dipetakan menjadi 2: IKN adalah investasi dan IKN adalah perubahan peradaban. Ungkapan metaforis tentang IKN dalam pidato-pidato Jokowi dipicu karena konseptualisasi yang dilakukan untuk menunjukkan korespondensi antara ranah sumber dan ranah target, dengan tujuan menggambarkan secara konkret tujuan pembangunan IKN. Hasil penelitian ini masih bersifat terbatas pada tataran konseptualisasi dengan pemetaan metafora. Sementara itu, belum dikaji tentang bagaimana fungsi metafora tersebut secara menyeluruh dalam sebuah wacana. Untuk itu, masih terdapat celah yang bisa ditelaah lebih dalam dan komprehensif pada penelitian selanjutnya. DAFTAR PUSTAKA