Dakwatul Islam Jurnal Dakwatul Islam Vol. 8 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 2828-5484 Jurnal Ilmiah Prodi PMI Institut Agama Islam Diniyah Pekanbaru Volume 8 Nomor 2. Juni 2024 https://ojs. id/index. php/DakwatulIslam P-ISSN: 2581-0987 E-ISSN: 2828-5484 PEMPERDAYAAN PESERTA DIDIK MDTA AL-MUKARROMAH MELALUI METODE BERNYANYI UNTUK MENINGKATKAN DAYA INGAT Fitri Wulandari. Agus Subairi STAI Sultan Syarif Hasyim Siak Email: fitriwd1411@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak positif metode bernyanyi terhadap peningkatan daya ingat peserta didik MDTA Al-Mukarromah dalam pembelajaran akidah Metode penelitian menggunakan metode kualitatif melalui observasi kelas, wawancara kepada guru dan peserta didik, tes daya ingat, dan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bernyanyi memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan daya ingat peserta didik, wawancara mendalam dengan guru dan peserta didik mengungkapkan rasa antusiasme dan keterlibatan yang tinggi selama pembelajaran, serta perasaan positif terhadap penggunaan metode bernyanyi. Analisis konten menyoroti pengalaman peserta didik, termasuk peningkatan motivasi, koneksi emosional, dan keinginan untuk terus mengikuti pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang potensi pemberdayaan peserta didik melalui metode bernyanyi, dengan menggambarkan bukan hanya peningkatan daya ingat tetapi juga dampak positif pada aspek motivasi dan keterlibatan Implikasi praktis dari penelitian ini adalah metode bernyanyi merupakan alternatif media pembelajaran yang menarik dan efektif dalam meningkatkan daya ingat peserta didik. Kata kunci: Metode bernyanyi, daya ingat. MDTA Al-Mukarrohmah Abstract This study aims to evaluate the positive impact of singing method on improving the memory of MDTA Al-Mukarromah students in learning moral creeds. The research method uses qualitative methods through classroom observation, interviews with teachers and learners, memory tests, and content analysis. The results showed that the singing method contributed significantly to the improvement of learners' memory. In-depth interviews with teachers and learners revealed a high sense of enthusiasm and involvement during learning, as well as positive feelings towards the use of singing methods. Content analysis highlights learners' experiences, including increased motivation, emotional connection, and a desire to keep abreast of learning. This research contributes to further understanding of the potential empowerment of learners through singing methods, by describing not only improved memory but also a positive impact on aspects of motivation and emotional engagement. The practical implication of this study is that the singing method is an alternative learning medium that is interesting and effective in improving the memory of students. Keywords: Singing method, memory. MDTA Al-Mukarrohmah Pemperdayaan Peserta Didik Mdta Al-Mukarromah Melalui Metode Bernyanyi Untuk Meningkatkan Daya Ingat Pendahuluan Pembelajaran adalah proses dimana memperoleh pengetahuan, dan pemahaman melalui pembelajaran yang terstruktur dengan tujuan mendukung perkembangan intelektual peserta didik. Pembelajaran juga merupakan proses perolehan pengetahuan, keterampilan, dan sikap melalui interaksi aktif antara guru, siswa, dan suasana Seperti yang tertera dalam Undang-Undang nomor 20 tahun 2003, pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar( Https://Pusdiklat. Perpusnas. Go. Id, 2. Sedangkan menurut Nana Sudjana pembelajaran merupakan usaha yang dilaksanakan oleh guru sehingga siswa menjalankan kegiatan belajar(Nana Sudjana, 2. (MasAood et al. , 2. Dalam proses pembelajaran terdapat dua faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam belajar mengajar, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam belajar mengajar meliputi motivasi, konsentrasi, kemampuan diri, dan sikap positif terhadap pembelajaran sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan belajar yang memfasilitasi, dukungan keluarga, akses terhadap sumber belajar, dan metode pembelajaran yang efektif(Slameto, 2. Salah satu tujuan dilaksanakannya pembelajaran adalah agar peserta didik bisa mengingat dan mencapai pemahaman terhadap materi yang telah diajarkan oleh guru, maka seorang pendidik yaitu guru dituntut untuk dapat memilih metode yang tepat dan relevan agar peserta didik dapat menyerap dan mengingat materi dengan baik(Ismail & Darimi, 2. Selain itu, tujuan pembelajaran yang akan dicapai antara lain mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan potensi peserta didik sehingga menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, berilmu, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab sehingga nantinya peserta didik dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, orang lain dan masyarakat(Haris et al. , 2. Pada pembelajaran akidah akhlak mengharuskan peserta didik menghafal nama-nama malaikat Allah beserta tugas-tugasnya maka peserta didik dituntut mampu untuk menghafal dan memahami nama-nama malaikat Allah beserta tugas-tugasnya. Dengan demikian kemampuan dalam memahami dan mengafal sepuluh nama-nama malaikat Allah melalui metode bernyanyi akan berhasil meningkatkan daya ingat peserta didik. Dunia anak identik dengan permainan, imajinasi kreatif dan bernyanyi. Oleh sebab itu, metode ini Jurnal Dakwatul Islam Vol. 8 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 2828-5484 sangat cocok digunakan sebagai upaya pembelajaran yang diterapkan kepada peserta didik karena sesuai dengan dunia anak yang membuat belajar menjadi menyenangkan. Salah satu kompetensi dasar mata pelajaran akidah akhlak kelas Tiga di MDTA AlMukarrohmah adalah menghafal sepuluh nama-nama malaikat Allah dan tugas-tugasnya. pada kenyataanya yang terjadi dilapangan adalah tidak sesuai dengan yang diharapkan hal ini disebabkan karena masih banyak peserta didik kelas Tiga MDTA Al Mukarromah yang tidak hafal nama-nama malaikat Allah yang wajib diketahui beserta tugas-tugasnya. banyaknya peserta didik yang belum bisa menghafal nama-nama malaikat Allah dan tugasnya disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: pertama terdapat pola belajar yang monoton yang membuat peserta didik merasa bosan dan kurang menyukai pelajaran akidah akhlak, kedua faktor pengaruh lingkungan yang membuat peserta didik malas datang kesekolah karena asyik bermain dengan teman sebayanya, dan ketiga kurangnya pemahaman peserta didik terkait pentingnya pendidikan agama khususnya akidah akhlak. Dari faktor diatas maka penelitian ini akan fokus menjelaskan tentang penggunaan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru khususnya di MDTA Al Mukarromah Kecamatan Mempura Kabupaten Siak. Dari hasil observasi ditemukan bahwa penerapan metode bernyanyi di MDTA Al-Mukarrohmah mampu dijadikan metode pembelajaran yang efektif untuk diterapkan kepada peserta didik sebagai upaya meningkatkan kemampuan daya ingat dalam pembelajaran akidah akhlak. Metode pembelajaran adalah langkah-langkah sistematis yang digunakan oleh pendidik kepada peserta didik guna mencapai tujuan pembelajaran. Oleh sebab itu, metode bernyanyi merupakan alternatif yang sangat efektif dalam meningkatkan hafalan nama-nama malikat dan tugas-tugasnya dengan pertimbangan: pertama metode bernyanyi sesuai dengan usia peserta didik di MDTA Al-Mukarrohmah yang masih senang dengan dunia anak, kedua metode bernyanyi untuk menghafal malaikat sangat mudah diimplementasikan oleh peserta didik, ketiga meningkatkan minat dan motivasi peserta didik dalam menghafal dan belajar pada pelajaran akidah akhlak. Kajian yang dijelaskan dalam jurnal ini akan mengkaji pertanyaan sebagai berikut: Bagaimana pengenalan metode menyanyi dapat mengubah pola pembelajaran yang monoton di MDTA Al Mukarromah? Bagaimana penerapam metode menyanyi dapat meningkatkan perkembangan kognitif peserta didik di MDTA Al-Mukarrohmah? Apa manfaat metode menyanyi dalam meningkatkan minat belajar peserta didik di MDTA Al Pemperdayaan Peserta Didik Mdta Al-Mukarromah Melalui Metode Bernyanyi Untuk Meningkatkan Daya Ingat Mukarromah? dan bagaimana implikasi metode menayanyi dapat meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik MDTA Al Mukarromah? Metode Berdasarkan sub judul penelitian ini terdapat dua kata awal yaitu metode dan Secara etimologi metode bearasal dari kata method yang berarti suatu jalan atau cara yang dapat mempermudah realisasi kegiatan dalam mencapai tujuan. Pendapat diimplementasikan dalam pembelajaran sehingga peserta didik mampu mengethui, memahami, dan menguasahi bahan pelajaran(Muhammad Fadlillah, 2. Bernyanyi merupakan suatu aktivitas melantunkan suara lalu diikuti dengan tepukan tangan, gerakan tubuh, kemudian diiringin dengan musik sebagai pengiring. Melalui aktivitas menyanyi kemampuan Bahasa, kreativitas, dan suasana hati anak akan berkembang dan meningkat. Metode bernyanyi adalah metode pembelajaran sarana belajar anak dengan menggunakan metode menyanyi(Jasa ungguh Muliawan, 2. Secara keseluruhan dengan bernyanyi dapat mengatasi kejenuhan, mengimplementasi metode bernyanyi dalam pembelajaran iman kepada malaikat tergolong kategori belajar sambal bernyanyi karena teks lagu disesuaikan dengan materi yaitu menyebutkan sepuluh nama-nama malaikat beserta tugas-tugasnya. Dengan bernyanyi dapat mempermudah peserta didik dalam memahami pelajaran yang diberikan oleh guru(Putri & Desyandri. Dengan menggunakan metode bernyanyi dalam proses belajar mengajar disekolah memiliki dampak yang signitifikan terhadap perkembangan kognitif anak, membuat semangat peserta didik dalam belajar meningkat, serta memicu perkembangan otak peserta didik(Nasution, 2. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif berdasarkan observasi, pengumpulan data, dan wawancara. Zuhri Abdussamad mendefinisikan bahwa metode kualitatif adalah suatu metode dalam melaksanakan riset yang berfokus pada kejadian atau peristiwa yang bersifat alami(Zuchri Abdussamad, 2. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara kepada guru, observasi, dan tes daya ingat kepada peserta didik MDTA Al-Mukarrohmah setelah penerapan metode bernyanyi. Observasi dilakukan saat guru dan para peserta didik melaksanakan proses pembelajaran yang berlangsung guna mengamati bagaimana pengaplikasian metode bernyanyi ini Jurnal Dakwatul Islam Vol. 8 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 2828-5484 berhasil dilakukan bagi guru terhadap peserta didik dalam pembelajaran akidah akhlak. Disamping itu metode wawancara kepada guru akidah akhlak dan peserta didik mendapatkan hasil penelitian yang menggambarkan keefektifan penggunaan metode bernyanyi dalam menghafal nama-nama malaikat Allah beserta tugas-tugasnya. Penelitan ini juga bertujuan untuk mengevaluasi dampak positif penggunaan metode bernyanyi terhadap peningkatan daya ingat peserta didik dalam menghafal sepuluh nama-nama malaikat Allah yang wajib diketahui beserta tugas-tugasnya. 21 sampel dipilih dalam penelitian ini yang terdiri peserta didik kelas Tiga MDTA Al-Mukarrohmah Lokasi penelitian ini dilakukan di desa Benteng Hulu Kecamatan Mempura Kabupaten Siak dan penelitian ini berlangsung selama 2 minggu, yaitu pada bulan Juli Sebagai data pendukung penelitian ini menggunakan referensi dari beberapa sumber seperti buku, jurnal ilmiah dan portal berita online. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif dan objek yang dipilih seorang guru akidah akhlak dan 21 peserta didik kelas tiga MDTA Al-Mukarromah yang terdiri atas 14 perempuan dan 7 laki-laki. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap guru dan peserta didik untuk mengetahui pengalaman guru dan peserta didik dalam mengimplementasikan metode bernyanyi dalam meningkatkan daya ingat peserta didik. Observasi kelas guna mengamati proses pembelajaran dengan menggunakan metode bernyanyi sekaligus mengetes daya ingat seluruh peserta didik setelah berhasil menerapkan metode bernyanyi pada mata pelajaran akidah Disertai dengan dokumentasi foto kegiatan proses belajar peserta didik. Hasil dan Pembahasan Pengenalan metode menyanyi dapat mengubah pola pembelajaran yang monoton di MDTA Al Mukarromah. Metode belajar konvensional lebih cenderung monoton sebab dalam pengajarannya guru lebih dominan daripada peserta didik sementara pembelajaran yang efektif dan berhasil dapat dilihat dari keberhasilan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran yang disampaikan. Metode konvensional seperti ceramah adalah jenis metode yang ada sejak zaman dahulu dimana dunia belum banyak dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Seiring berkembangnya zaman tentu banyak pula perubahanperubahan yang terjadi baik dari karakter peserta didik maupun dari jenis-jenis metode pembelajaran, jika zaman dahulu peserta didik dapat menimba ilmu dengan guru yang Pemperdayaan Peserta Didik Mdta Al-Mukarromah Melalui Metode Bernyanyi Untuk Meningkatkan Daya Ingat menjelaskan seperti metode ceramah murid dapat memahaminya sebab murid belum terpengaruh perkembangan teknologi namun berbeda zaman modern saat ini dimana peserta didik mayoritas telah banyak mengetahui penggunaan teknologi seperti mengetahui adanya nyanyian, gambar animasi dan music yang dipadukan dengan jenisjenis pembelajaran. Dengan demikian seorang guru harus memiliki inovasi dan kreatifitas dalam membuat metode pembelajaran agar dapat disenangi dan dipahami oleh peserta Guru dapat mempelajari berbagai macam metode pembelajaran dengan bantuan informasi dari teknologi sehingga ilmu metode pembelajarn yang guru dapatkan bisa diterapkan kepada peserta didik yang ada disekolah. Berbagai macam metode pembelajaran saat ini cukup beragam mulai dari metode diskusi, metode ceramah, metode rool playing, dan metode bernyanyi serta banyak metode-metode lainnya yang tentu akan bermanfaat dalam meningkatkan daya ingat dan kreatifitas peserta didik. Ahmad Qomaruddin dalam jurnalnya mengatakan bahwa penerapan metode bernyanyi yaitu memperkenalkan lagu atau nyanyian yang baru dan kemudian dinyanyikan per bait-bait baru kemudian dinanyikan pada seluruh bagian lagu(Qomaruddin, 2. Gambar 1. Guru dan siswa aktif dalam pembelajaran Metode Menyanyi dapat Meningkatkan Perkembangan Kognitif Peserta Didik di MTDA Al-Mukarrohmah Perkembangan kognitif adalah perkembangan kemampuan yang dimiliki peserta didik dalam hal mengingat, mengambil keputusan dan memecahkan suatu masalah. Perkembangan kognitif pada peserta didik sangat dibuthkan karena setiap peserta didik tentu akan memiliki permasalahan yang berbeda-beda dalam keberlangsungan proses pembelajaran, dalam perkembangan kognitif ini peserta didik dituntut untuk mampu Jurnal Dakwatul Islam Vol. 8 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 2828-5484 memecahkan masalah, mampu mengambil keputusan dan mampu mengingat serta memahami materi pembalajarn yang diajarkan. Daya ingat sangat berpengaruh terhadap nilai akademik peserta didik. Agar daya ingat peserta didik terasah, guru harus menstimulus perkembangan otak peserta didik melalui berbagai metode mengajar. Salah satu metode yang bisa meningkatkan kemampuan daya ingat siswa adalah metode bernyanyi. Metode ini sangat membantu peningkatan struktur kognitif peserta didik. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh metode bernyanyi dalam meningkatkan daya ingat peserta didik di MDTA AlMukarromah, peneliti mencoba melakukan wawancara terhadap guru akidah akhlak dan peserta didik kelas i di MDTA Al-Mukarromah. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru akidah akhlak, bahwa daya ingat peserta didik kelas i masih dikatakan kurang, berdasarkan data yang diperoleh peneliti mulai dari wawancara dengan peserta didik beberapa dari mereka sering mengeluh lupa dengan materi pelajaran yang sudah Hal itu didasarkan pada hasil observasi proses belajar mengajar yang dilakukan guru akidah akhlak masih bersifat konvensional. Metode pembelajaran yang selama ini dilakukan belum efektif dan berimbas pada pemahaman belajar peserta didik khususnya mata pelajaran akidah akhlak, dari jumlah 21 peserta didik hanya 5 peserta didik yang mencapai ketuntasan dalam menghafal nama-nama malaikat Allah beseta tugasnya. Dengan demikian upaya untuk memotivasi belajar peserta didk masih perlu ditingkatkan. Maka dari itu, untuk meningkatkan daya ingat belajar peserta didik, guru mencoba menerapkan metode bernyanyi dalam mata pelajaran akidah akhlak. Metode ini sangat efektif karena bernyanyi tidak hanya dapat berlatih kecerdasan musikal peserta didik, tetapi juga dapat meningkatkan daya ingat peserta didik dalam mata pelajaran akidah akhlak yaitu menghafal nama-nama malaikat beserta tugas-tugasnya. Beberapa langkah yang dapat digunakan dalam penggunaan metode bernyanyi Pertama. Guru harus mengetahui dengan benar isi pokok materi yang akan diajarkan keoada peserta didik. Kedua. Merumuskan materi yang akan dihafalkan oleh peserta didik. Ketiga. Memilih irama lagu yang sering dan akrab didengar oleh pesera didik. Keempat. Terlebih dahulu guru harus mempraktikkan didepan peserta didik. Pemperdayaan Peserta Didik Mdta Al-Mukarromah Melalui Metode Bernyanyi Untuk Meningkatkan Daya Ingat Kelima. Guru dan peserta didik mendemontarsikan lagu tersebbut secara bersamasama dan terus diulang-ulang. Keenam. Agar peserta didik lebih bersemangat bernyanyi dapat diiringi dengan gerakan tangan. Ketujuh, guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik mengenai materi yang berkenaan untuk mengevaluasi apakah pserta didik sudah hafal dan memahami materi melalui lagu yang dinyanyikan. Dari beberapa langkah yang terdapat pada metode bernyanyi ini memberikan peluang bagi para guru untuk memanfaatkan metode tersebut untuk diterapkan di MDTA Al Mukarromah sehingga mampu memberikan pengaruh besar terhadap daya ingat peserta didik sehingga dalam pengimplemetasiannya guru harus mempertahankan metode seperti ini agar peserta didik yang belajar akan lebih nyaman dan lebih memahamai pelajaran dengan cepat khususnya menghafal nama-nama malaikat Allah berserta tugas-tugasnya. Guru di MDTA Al-Mukarrohmah telah merasakan dampak dari penggunaan metode bernyanyi dalam pembelajaran, karena metode bernyanyi memiliki peran sangat penting dalam perkembangan kognitif peserta didik di MDTA Al-Mukarrohmah. Terdapat unsur irama dan suara didalam lagu yang dapat meningkatkan aspek kognitif seperti meningkatkan fokus anak dalam belajar, mengasah daya ingat peserta didik, dan semangat belajar peserta didik akan meningkat. Didalam lagu terdapat nada dan irama yang yang menyenagkan sehingga metode bernyanyi memiliki dampak positif pada pesrta didik yang terlihat pada kemahiran peserta didik, emosialnya, daya ingat, serta fokus dalam pembelajaran(Wulan Suci, 2. Table 1: Sebelum menggunakan metode menyanyi Jumla Sumber: Data peserta didik kelas 3 MDTA Al-Mukarrohmah yang telah hafal namanama malaikat beserta tugas-tugasnya Table 2: Sesudah menggunakan metode menyanyi Belum Hafal Sudah Hafal Jumla Sumber: Data peserta didik kelas 3 MDTA Al-Mukarrohmah yang telah hafal namanama malaikat beserta tugas-tugasnya Belum Hafal Sudah Hafal Jurnal Dakwatul Islam Vol. 8 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 2828-5484 Sample data diatas merupakan observasi dengan melakukan wawancara secara langsung kepada guru akidah akhlak dan peserta didik kelas tiga MDTA AlMukarrohmah dan melakukan pengetesan hafalan kepada seluruh peserta didik. Analisis data menunujukkan peningkatan yang signifikan dalam skor daya ingat. Hal ini mengindikasikan bahwa metode bernyanyi dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan kognitif peserta didik di MDTA Al-Mukaarohmah. Salah satu pendapat yang dikemukakan oleh Bujuri dalam jurnalnya tentang AuAnalisis Perkembangan Kognitif Anak Usia Dasar dan Implikasinya dalam Kegiatan Belajar MengajarAy menyatakan bahwa aspek kognitif adalah aspek yang sangat krusial untuk diketahui dan diinterpretasikan dari perkembangan anak usia dasar(Bujuri, 2. Penerapan metode bernyanyi pada saat proses belajar dapat menguasai perkembangan kognitif pola pikir peserta didik. Banyak utilitas atau manfaat yang peserta didik rasakan ketika guru mengimplementasikan metode menyanyi sebagai media pembelajaran yang efektif untuk mendukung materi yang akan disampaikan. Benyanyi dapat meningkatkan perkembangan kognitif peserta didik dengan melibatkan berbagai aspek seperti memori, pemahaman bahasa, dan koordinasi motorik. Melalui pengulangan lirik dan melodi, siswa dapat memperkuat daya ingat mereka. Selain itu, menyanyi juga melibatkan interpretasi dan pemahaman terhadap makna lirik, yang dapat memperkaya kemampuan bahasa dan keterampilan berpikir kritis. Aspek motorik juga terlibat dalam koordinasi antara vokal dan gerakan tubuh, memberikan stimulasi tambahan bagi perkembangan otak. Dengan benyanyi juga dapat meningkatkan keterampilan sosial peserta didik, karena mereka dapat berpartisipasi dalam aktivitas musikal bersama-sama. Ini membantu membangun rasa tim, kerjasama, dan rasa percaya Secara keseluruhan, metode menyanyi menciptakan pengalaman belajar holistik yang memengaruhi berbagai aspek perkembangan kognitif dan sosial pada peserta didik. Melalui praktik menyanyi, peserta didik dapat mengembangkan kemampuan pendengaran musik dan sensitivitas terhadap nada, ritme, dan harmoni. Ini memberikan dasar untuk pemahaman struktur musik yang dapat meningkatkan kecerdasan musikal Selain itu, berpartisipasi dalam paduan suara atau grup menyanyi dapat melibatkan pemecahan masalah bersama dan koordinasi dengan teman-teman, memberikan pengalaman berharga dalam konteks sosial dan emosional. Praktik menyanyi juga dapat merangsang berbagai area otak, termasuk yang terkait dengan emosi Pemperdayaan Peserta Didik Mdta Al-Mukarromah Melalui Metode Bernyanyi Untuk Meningkatkan Daya Ingat dan ekspresi. Melalui pengekspresian artistik dalam menyanyi, peserta didik dapat mengasah kemampuan mereka untuk mengenali dan mengungkapkan berbagai nuansa Ini tidak hanya memperkaya pengalaman seni mereka tetapi juga dapat mendukung perkembangan emosi dan kesejahteraan mental secara keseluruhan. Metode menyanyi dapat memperkaya koneksi antara otak dan tubuh, mengingat melibatkan koordinasi antara vokal, pernapasan, dan gerakan tubuh. Ini dapat berkontribusi pada pengembangan kesadaran tubuh dan kontrol motorik yang lebih baik. Selain itu, latihan pernapasan yang terlibat dalam menyanyi dapat meningkatkan kapasitas paru-paru dan kesehatan pernapasan secara keseluruhan, memberikan manfaat fisik yang positif bagi peserta didik. Praktik menyanyi juga dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengenali pola-pola auditif, mengembangkan persepsi ritme, dan meningkatkan koordinasi antara pendengaran dan eksekusi vokal. Hal ini dapat membawa manfaat jangka panjang dalam kemampuan berbahasa, pemecahan masalah, dan keterampilan matematis, karena semua aspek tersebut terkait erat dengan persepsi auditif dan pemrosesan informasi dalam otak. Melalui latihan menyanyi, peserta didik dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk mengendalikan intonasi suara dan dinamika vokal. Hal ini tidak hanya berdampak pada kemampuan bermusik mereka tetapi juga dapat merangsang pengembangan keterampilan berbicara yang jelas dan persuasif. Dengan memahami aspek-aspek ini, peserta didik dapat mengkomunikasikan ide dan emosi dengan lebih efektif dalam berbagai konteks. Praktik menyanyi juga dapat memperkaya kreativitas peserta didik, memberi mereka kesempatan untuk mengekspresikan diri melalui interpretasi personal terhadap lagu. Hal ini dapat memperluas wawasan artistik mereka, merangsang imajinasi, dan mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. Dengan demikian, metode menyanyi tidak hanya membentuk aspek teknis, tetapi juga menggali potensi ekspresif dan artistik Praktik menyanyi secara teratur dapat meningkatkan fokus dan disiplin peserta didik, karena memerlukan konsentrasi pada teknik vokal, lirik, dan ekspresi. Keterlibatan dalam latihan rutin ini dapat membentuk kebiasaan positif, membantu siswa mengembangkan kemampuan mengelola waktu dan memupuk tanggung jawab terhadap latihan mereka. Metode bernyanyi memudahkan peserta didik dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru. Penerapan metode menyanyi pada saat proses belajar dapat Jurnal Dakwatul Islam Vol. 8 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 2828-5484 menguasai perkembangan kognitif pola pikir peserta didik dalam hal berpikir. Banyak utilitas atau manfaat yang peserta didik rasakan ketika guru mengimplementasikan metode menyanyi sebagai media pembelajaran yang efektif untuk mendukung materi yang akan disampaikan, selanjutnya memadukan metode menyanyi kedalam proses belajar mengajar sangat dominan terhadap perkembangan kognitif anak dan meningkatkan antusiasme peserta didik dalam belajar serta menstimulasi perkembangan otak peserta didik(Nasution, 2. Memadukan lagu didalam pembelajaran dapat menumbuhkan daya imajinasi, daya kreasi, dan merealisasikan ekspresi peserta didik(Bella et al. , 2. Manfaat Metode Menyanyi dalam Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Di MDTA Al Mukarromah Minat dapat memberi dampak yang positif pada hasil pembelajaran pesrta didik. Slameto berpendapat bahwa AuTerdapat empat indikator untuk menguji minat belajar yaitu: ketertarikan peserta didik untuk belajar, perhatian peserta didk untuk belajar, motivasi untuk belajar dan pengetahuan(Nurhasanah & Sobandi, 2. Hasil wawancara dengan guru mata pelajaran akidah akhlak mengatakan bahwa peserta didik memiliki minat belajar yang mengarah dalam hal mengingat serta memperhatikan sesuatu yang telah mereka pelajari terus menerus, dengan menggunakan metode menyanyi menjadi sesuatu hal yang menarik bagi peserta didik, mereka sangat suka dan bersemangat serta memberikan dampak positif terhadap uji coba yang telah dilakukan. Dengan bernyanyi peserta didik sangat merasa senang, tenang dan bahagia. dengan bernyanyi peserta didik dapat dengan mudah mengekspresikan suasana hatinya. Peserta didik juga bisa mengungkapkan melalui kata-kata maupun dengan gerakan. Disebutkan didalam buku bahwa di antara manfaat penggunaan lagu . dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut: Sarana relaksasi dengan menetralisasi detak jantung dan frekuensi otak. Meningkatkan minat dan menguatkan daya tarik pembelajaran. Merealisasikan proses pembelajaran yang lebih humanis dan menyenangkan. Sebagai penghubung dalam mengingat materi pembelajaran. Membangun retensi, menyentuh emosi dan rasa etika pesrta didik. Cara internalisasi nilai pada materi pembelajaran. Pemperdayaan Peserta Didik Mdta Al-Mukarromah Melalui Metode Bernyanyi Untuk Meningkatkan Daya Ingat Menumbuhkan motivasi belajar peserta didik. Metode menyanyi dapat meningkatkan minat belajar peserta didik dengan merangsang bagian otak yang terkait dengan emosi dan kreativitas. Melalui musik, pembelajaran dapat menjadi lebih menyenangkan, memotivasi, dan membantu memperkuat daya ingat. Selain itu, menyanyi juga dapat meningkatkan keterampilan bahasa, koordinasi motorik, dan keterampilan sosial peserta didik. Melalui lirik lagu, mereka dapat memperkaya kosa kata dan memahami konteks penggunaan kata dalam suatu kalimat. Selain itu, kegiatan menyanyi bersama juga membangun rasa kebersamaan di antara peserta didik. Dengan menggunakan metode menyanyi juga dapat meningkatkan pemahaman konsep abstrak. Lirik lagu seringkali menggambarkan cerita atau konsep kompleks dalam bentuk yang lebih mudah dipahami, memfasilitasi pemahaman peserta didik terhadap topik pelajaran. Ini membantu proses belajar menjadi lebih konkret dan mudah dicerna. kegiatan menyanyi melibatkan partisipasi aktif peserta didik, yang dapat meningkatkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran. Dengan cara ini, metode menyanyi bukan hanya sebagai sarana pendidikan, tetapi juga sebagai alat untuk membangun motivasi intrinsik dan keinginan untuk terus belajar. Selain itu metode menyanyi juga dapat meningkatkan kemampuan kreatif peserta Mereka dapat mengembangkan keterampilan komposisi dan improvisasi melalui eksplorasi musik. Hal ini tidak hanya merangsang kreativitas, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan bakat dan minat individu di bidang musik. Dengan menyatukan unsur musik dan pembelajaran, metode menyanyi dapat menciptakan pengalaman belajar yang holistik. Hal ini tidak hanya memperkaya aspek kognitif, tetapi juga menggugah emosi dan membantu peserta didik membangun hubungan yang lebih dalam dengan materi pelajaran. Metode menyanyi memungkinkan integrasi variasi gaya belajar, memperhitungkan perbedaan preferensi pembelajaran antar peserta didik. Beberapa siswa mungkin lebih responsif terhadap pendekatan auditori, sementara yang lain bisa merasakan keberhasilan melalui ekspresi melalui nyanyian. Ini menciptakan lingkungan inklusif yang mendukung keberagaman pembelajaran. Metode menyanyi juga dapat membantu mengurangi tingkat stres dan meningkatkan suasana kelas. Musik memiliki efek relaksasi, sehingga dapat Jurnal Dakwatul Islam Vol. 8 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 2828-5484 menciptakan atmosfer yang lebih positif dan kondusif untuk pembelajaran. Ini juga dapat menjadi outlet ekspresi emosional bagi peserta didik, membantu mereka mengatasi tekanan dan meningkatkan kesejahteraan psikologis. Melalui menyanyi, peserta didik dapat mengembangkan kemampuan berbicara dan berkomunikasi dengan lebih percaya diri. Latihan menyanyi memerlukan penggunaan suara dan intonasi, yang dapat membantu meningkatkan keterampilan berbicara dan membentuk kepercayaan diri dalam menyampaikan ide atau pendapat. Metode menyanyi juga dapat membantu meningkatkan keterampilan pemecahan masalah. Peserta didik seringkali dihadapkan pada tantangan musik, seperti memahami melodi atau mengingat Proses mengatasi hambatan ini dapat mengasah keterampilan pemecahan masalah dan ketekunan, sementara hasil akhirnya memberikan rasa pencapaian yang memotivasi. Menyanyi memang sangat menyenagkan baik bagi anak-anak, remaja dan orang tua sekalipun karena menyanyi merupakan salah satu hiburan yang bisa membantu dalam menenagkan pikiran, bisa mengeksplorasi kelebihan diri, bisa berimajainasi, dan banyak lagi hal-hal lain yang menyenangkan tentang menyanyi. Lagu yang riang gembira kerap mengajar(Febriyona et al. , 2. Lirik pada sebuah lagu dapat cepat dihafalkan oleh banyak orang karena diselingi dengan irama dan nada maka dengan demikian pengimplementasian metode bernyanyi pada lingkungan pendidikan yang menyajikan materi pembelajaran dengan irama dan lagu tentu akan lebih efektif dibandingkan dengan metode konvensional seperti ceramah. Sebuah lirik akan dapat ditebak jika hanya memiliki sebuah irama dan nada karena lirik, nada dan irama itu adalah satu kesatuan yang sulit untuk dipisahkan. Dalam pembelajaran guru yang kreatif tentu akan memberikan cara yang mudah dan efektif untuk materi pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik. Sulitnya peserta didik zaman sekarang menghafal pengetahun-pengetahuan islam menjadi tantangan bagi para guru untuk bisa memberikan metode baru dalam menyampaikan bahan ajarnya. Keberlangsungan yang telah diterapkan oleh MDTA Al Mukarromah dalam penerapan metode bernyanyi di kelas tiga MDTA terbilang cukup efektif dan efisien karena peserta didik dapat mengingat pelajarannya dalam jangka panjang dan ingatan seperti inilah yang diharapkan bagi seorang guru. Menghafalkan nama-nama malaikat Allah dan tugas-tugasnya sebenarnya bukanlah hal yang sulit dilakukan namun Pemperdayaan Peserta Didik Mdta Al-Mukarromah Melalui Metode Bernyanyi Untuk Meningkatkan Daya Ingat kenyataanya masih banyak anak-anak yang sulit menghafal malaikat-malaikat Allah dan tugas-tugasnya karena beberapa alasan yang membuat mereka tidak bisa hafal seperti malas belajar, tidak memahami apa pentingnya mengenal malaikat Allah, kurangnya pemahaman tentang agama islam dan adanya anak-anak yang masih fokus bermain daripada belajar. Berdasarkan permasalah yang terjadi dilapangan dimana ketika peserta didik diberikan tugas untuk menghafal nama malaikat-malaikat Allah dan tugas-tugasnya peserta didik mengalami kesulitan karena masih menggunakan cara menghafal metode lama yaitu mengingat satu persatu apa yang akan dihafalkan, dengan adanya gagasan dari guru akidah akhlak yang mampu menerapkan metode bernyanyi tentang malaikatmalaikat Allah beserta tugas-tugasnya maka penerapan metode terbilang berhasil dalam meningkatkan minat belajar peserta didik di MDTA Al Mukarromah. Metode bernyanyi dipilih karena dengan lagu yang bahasanya sederhana dan iramanya yang gembira cocok untuk siswa Sekolah Dasar yang konteks belajarnya bermain sambil belajar. Minat belajar peserta didik dalam belajar dapat terlihat dari kurangnya peserta didik yang berkeliaran atau bermain-main saat belajar, lebih banyaknya peserta didik yang antusias ketika belajar dan munculnya kreatifitas peserta didik dalam menyanyikan lagu tentang malaikatmalaikat Allah. Gambaran ini tentu membuat guru dan perserta didik mendapatkan kecocokan saat aktivitas belajar mengajar dilaksanakan. Keberhasilan dalam penerapan metode bernyanyi sebaiknya dilakukan tidak hanya kepada pembelajaran akidah akhlak namun juga bisa diterapkan pada pelejaran-pelajaran lain yang sifatnya menghafal pada poin-poin penting seperti rukun iman, rukun islam, nama-nama Allah atau Asmaul Husna dan lain-lain. Keprofesionalan seorang guru sangat dibutuhkan di lingkungan sekolah dan masyarakat serta salah satu penilai berkualitas atau tidaknya pendidikan, dan untuk memaksimalkan suasana pembelajaran menggunakan media teknologi perlu dukungan dari pada stakeholder agar peserta didik mendapatkan hasil belajar yang maksimal(Sati et al. , 2. Lebih dari itu kefektifan metode bernyanyi ini tentu juga akan dapat menarik minat belajar anak-anak yang belum bersekolah di MDTA Al Mukarromah agar dapat bersekolah di MDTA Al Mukarromah. Jurnal Dakwatul Islam Vol. 8 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 2828-5484 Gambar 2. Siswa bersemangat dalam belajar Bagaimana Implikasi Metode Menayanyi Dapat Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Peserta Didik MDTA Al Mukarromah Selain meningkatkan kognitif pada anak, hal yang tidak kalah penting adalah dengan mengimplementasikan metode menyanyi dalam pembelajran adalah dapat meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik. Menurut Rahmayanti kecerdasan spiritual seseorang dimaknai sebagai kemampuan peserta didik yang memiliki kecakapan transenden, pemahaman atau kesadaran yang tinggi untuk menjalani kehidupan, menggunakan sumber-sumber spiritual untuk dapat memecahkan permasalahan hidup, dan berbudi mulia(Rahmayanti, 2. Peserta didik mampu berhubungan baik dengan Tuhan yang maha esa, manusia, alam dan diri pribadi. Kecerdasan spiritual menuntun manusia untuk dapat memaknai kebahagiaan melalui perilaku yang positif. Bahagia sebagai perasaan subyektif lebih sering didefinisikan dengan rasa bermanfafaat, yaitu bermanfaat bagi manusia lain, bagi alam, maupun diri sendiri. Hal tersebut, diidentifikasi ketika sikap peserta didik lebih hati-hati, berubah kearah yang lebih baik, dan bahagia setelah menyanyikan secara bersama-sama irama lagu 10 malaikat Allah beserta Peserta didik semakin yakin akan adanya keberadaan malaikat walaupun mereka tidak melihatnya secara langsung. Untuk menyempurnakan perilaku sosial kegamaan, kecerdasan intelektual harus disertai dengan kecerdasan spiritual supaya pendidikannya menjadi terarah. Selain pendidikan karakter dan peningkatan kompetensi akademik, saat ini perlu dibangun sumber daya manusia unggul dan kompetitif dengan meningkatkan kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional dan kemahiran berinovasi. Kecerdasan spiritual dan emosional diyakini mampu melengkapi kecerdasan intelektual dan pembentukan karakter peserta didik(Giri & Perbowosari, 2. Dengan penanaman pendidikan agama dengan Pemperdayaan Peserta Didik Mdta Al-Mukarromah Melalui Metode Bernyanyi Untuk Meningkatkan Daya Ingat baik dan benar maka potensi kecerdasan peserta didik akan terbentuk terutama pada kecerdasan spiritual. Guru akidah akhlak berpendapat bahwa, selain bersikap lebih hatihati peserta didik lebih bersikap optimis setelah menyanyikan nada dan irama lagu namanama malaikat Allah beserta tugasnya. Hal tersebut ditandai setelah guru dan peserta didik mempraktekkan secara bersama-sama lagu malikat Allah beserta tugasnya, pesrta didik semakin termotivasi untuk menyanyikannya secara berulang-ulang. Peserta didik berulang-ulang kali menghafalkan serta menghayati nama para malaikat beserta tugasnya. Penggunaan metode menyanyi sangat membantu dan memudahkan disaat menyampaikan materi kepada siswa khususnya kelas i MDTA. Metode menyanyi juga mempermudah peserta didik menghafalnya dan juga dapat meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik dalam mengenal 10 Malaikat Allah SWT beserta tugasnya. Menurut pendapat guru akidah akhlak, dapat menyimpulkan bahwa penggunaan media menyanyi sebagai sarana kegiatan belajar mengajar bisa meningkatkan perkembangan kognitif peserta didik, selain itu juga dapat meningkatkan minat belajar peserta didik, serta meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik. Fitriani berpendapat bahwa dengan kecerdasan spiritual, maka peserta didik dapat menjadi kreatif, fleksibel, berwawasan luas, atau spontan secara kreatif, serta mampu mengatasi semua masalah tanpa menimbulkan masalah(Fitriani & Yanuarti, 2. Selain itu. Harmonis berpendapat bahwa kebutuhan spiritual merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan mengingat manusia sebagai ciptaan Allah. Dalam konteks ini, ajaran agama yang dimaksud adalah mengenai nilai-nilai rukun Islam, rukun Iman, dan nilai-nilai ihsan kepada peserta didik. Ketiga nilai tersebut dapat menjadi pedoman bagi peserta didik untuk belajar mengenali dan memahami perasaan diri sendiri dan orang lain dalam membangun hubungan antara manusia dengan Tuhannya. Maka dari itu, selain mengimplementasikan nilai kecerdasan dan moral pada peserta didik, ada satu lagi kecerdasan yang harus ditanamkan dan diimplementasikan kepada anak/generasi penerus bangsa adalah kecerdasan spiritual terhadap ajaran Agama Islam(Harmonis & Tupliati, 2. Dengan demikian, metode menyanyi harus diintegrasikan dalam kegiatan belajar mengajar karena dengan lagu bisa mempengaruhi tingkah laku, sikap, perasaan, kontrol emosi, dan khayalan siswa. Di era globalisasi seperti ini yang membawa pengaruh bsar dalam berbagi aspek kehidupan, pendidikan spiritual menjadi semakin penting untuk diajarkan sejak dini guna mencetak generasi bangsa sehingga mampu menjadi pribadi Jurnal Dakwatul Islam Vol. 8 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 2828-5484 yang saleh dan berkualitas dalam menghadapi krisis keruhanian. Dikarenakan, pergerakan globalisasi secara jelas telah membawa dampak negatif pada diri generasi muda seperti tawuran antar pelajar, pergaulan bebas, minuman keras, narkoba, dan berbagai kerusakan moral lainnya. Jika tidak segera dicegah dan diantisipasi, tentu akan berdampak pada krisis ruhani yang menyebabkan kerusakan moral seperti itu akan berakibat fatal terhadap negara di masa sekarang maupun masa mendatang. Dengan adanya pendidikan spiritual, peserta didik diharapkan dapat menguasai IMTAK . man dan takw. dan IPTEK . lmu pengetahuan dan tekonolog. dengan seimbang dan Selain itu, pendidikan spiritual menjadi hal dasar yang harus dilaksanakan dalam membangun dan meningkatkan kekuatan hati untuk kemudian membentuk akhlak serta moral yang baik. Dalam Agama Islam, moral menduduki posisi yang sangat penting. Akhlak merupakan pokok esensi ajaran Islam, disamping akidah dan syariah, sehingga dengan akhlak akan dapat tercipta moral dan jiwa peserta didik guna memiliki hakekat kemanusiaan yang tinggi. Dengan akhlak akan dilihat corak dan hakekat kemanusiaan yang tinggi. Dengan akhlak maka dapat terlihat ragam dan hakekat manusia yang Rasulullah SAW bersabda: AuAku diutus di muka bumi untuk menyempurnakan akhlakAy (H. Ahma. Hadits tersebut bermakna bahwa akhlak merupakan ajaran yang berasal dari Allah SWT yang diterima Rasulullah SAW dengan tujuan untuk memperbaiki kondisi umat yang pada saat itu masih dalam kejahiliaan. Manusia pada zaman jahiliah hanya menurutkan hawa nafsu, dan sekaligus menjadi hamba hawa nafsu. Dalil dalam Al-Quran yang menjelaskan tentang akhlak, etika, dan moral yang terdapat dalam QS. Al-Ahzab . :21: AuSungguh, telah ada pada . Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu . bagi orang yang mengharap . Allah dan . hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah. (QS Al-Ahzab . : . Dalam konteks spiritual. Surah Al-Ahzab ayat 21 menunjukkan bahwa menjadikan Rasulullah sebagai teladan adalah cara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Spiritualitas dalam Islam melibatkan pengembangan hubungan yang erat dengan Allah, dan mengikuti ajaran moral dan akhlak yang diajarkan oleh Rasulullah merupakan langkah penting dalam mencapai kedekatan spiritual. Pemperdayaan Peserta Didik Mdta Al-Mukarromah Melalui Metode Bernyanyi Untuk Meningkatkan Daya Ingat Ayat ini mengajarkan pentingnya meneladani kehidupan Rasulullah sebagai sarana untuk memperdalam spiritualitas, seperti meningkatkan ibadah, ketaatan kepada Allah, dan kesadaran akan kehadiran-Nya dalam setiap aspek kehidupan. Dengan mengikuti teladan yang baik ini, seseorang dapat mencapai kedamaian batin dan pertumbuhan spiritual yang lebih dalam. Inilah alasan bahwa akhlak merupakan syarat dalam penyempurna keimanan seeseorang karena dengan keimanan yang sempurna mampu menjadi dasar kebaikan dalam diri sseorang baik secara vertikal maupun horizontal yang berarti keimanan yang mampu menggerakkan seseorang untuk selalu berbuat baik kepada sesama umat manusia(Abuddin Nata, 2. Dapat disimpulkan bahwa pembinaan akhlak merupakan penuntun bagi umat manusia guna memiliki sikap moral dan kepribadian baik yang ditunjukkan dalam alQurAoan dan Hadits. Pembinaan, pendidikan dan penanaman nilai-nilai akhlak yang baik sangat tepat bagi peseta didik guna menghindari perilaku menyimpang. Metode bernyanyi memiliki kemampuan untuk meningkatkan kecerdasan spiritual peserta didik dengan menyediakan medium ekspresi emosional dan refleksi diri yang mendalam. Melalui lirik dan melodi, peserta didik dapat meresapi nilai-nilai spiritual, meningkatkan kesadaran diri, dan mengembangkan koneksi dengan dimensi spiritual dalam kehidupan Dengan menyediakan ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan perasaan dan nilai-nilai spiritual melalui musik, metode bernyanyi juga dapat membantu memperkuat ikatan sosial dan empati di antara mereka. Hal ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan spiritual dan kesejahteraan emosional. Metode bernyanyi dapat menjadi sarana efektif untuk merangsang refleksi diri, membantu peserta didik memahami makna hidup, serta memperdalam pemahaman akan nilai-nilai moral dan etika. Dengan demikian, partisipasi dalam kegiatan bernyanyi dapat menciptakan pengalaman spiritual yang memperkaya perjalanan pendidikan mereka. Melalui proses bernyanyi, peserta didik dapat mengalami momen ketenangan dan kontemplasi, membantu mereka menemukan makna dalam kehidupan sehari-hari. Musik, sebagai medium ekspresi, dapat menjadi saluran untuk meresapi keindahan, kebaikan, dan kedalaman eksistensi, yang semuanya merupakan aspek penting dalam pengembangan kecerdasan spiritual. Metode bernyanyi juga dapat menginspirasi peserta didik untuk mengembangkan rasa syukur, kedermawanan, dan empati. Melalui lirik yang mengandung pesan positif, mereka dapat terhubung dengan nilai-nilai universal yang Jurnal Dakwatul Islam Vol. 8 No. 2 Juni 2024 E-ISSN: 2828-5484 memperkuat fondasi spiritual, menciptakan hubungan yang lebih dalam dengan diri mereka sendiri dan orang lain di sekitar mereka. Melalui pengalaman bernyanyi, peserta didik dapat mengalami kebersamaan dalam pencarian makna hidup dan spiritualitas. Proses bersama-sama menciptakan harmoni melodi dan lirik dapat mempererat ikatan kelompok, menciptakan ruang yang mendukung pertumbuhan spiritual bersama, serta memperkaya perjalanan kolektif mereka dalam pemahaman makna hidup. Simpulan Dari uraian di atas penelitian ini menyimpulkan bahwa metode bernyanyi dapat dianggap sebagai metode yang efektif dalam meningkatkan daya ingat peserta didik di MDTA Al-Mukarrohmah. Salah Satu hal yang menjadi acuan dalam upaya mewujudkan tujuan pembelajaran adalah proses belajar mengajar yang menyenangkan. Peserta didik mampu mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan semangat dan lebih baik jika guru dapat memilih metode yang tepat dalam menyampaikan materi sehingga proses pembelajaran menjadi menyenangkan. Untuk menciptakan suasana pembelajaran yang Penggunaan metode bernyanyi dapat mengubah pola pembelajaran yang monoton dan membuat peserta didik menjadi lebih nyaman dan asyik dalam belajar. Memadukan metode beryanyi kedalam proses belajar mengajar sangat dominan terhadap perkembangan kognitif anak yaitu: dapat menumbuhkan daya imajinasi peserta didik, daya kreasi, dan merealisasikan ekspresi peserta didik. Menggunakan metode benryanyi dapat meningkatkan minat belajar peserta didik karena dengan metode bernyanyi menjadi sesuatu hal yang menarik bagi peserta didik, mereka sangat suka dan bersemangat serta memberikan dampak positif yaitu peserta didik sangat merasa senang, tenang dan bahagia, serta peserta didik dapat dengan mudah mengekspresikan suasana hatinya. Implikasi Metode Menayanyi Dapat Meningkatkan Kecerdasan Spiritual Peserta Didik MDTA Al Mukarromah, hal tersebut diidentifikasi ketika sikap peserta didik, lebih hatihati, berubah kearah yang lebih baik, dan bahagia setelah menyanyikan secara bersamasama irama lagu 10 malaikat Allah beserta tugasnya. Peserta didik semakin yakin akan adanya keberadaan malaikat walaupun mereka tidak melihatnya secara langsung. Pemperdayaan Peserta Didik Mdta Al-Mukarromah Melalui Metode Bernyanyi Untuk Meningkatkan Daya Ingat Referensi