Jurnal Pendidikan Sultan Agung JP-SA Volume 2 Nomor 1. Februari Tahun 2022 Hal. 56 Ae 74 Nomor E-ISSN: 2775-6335 SK No. 27756335/K. 4/SK. ISSN/2021. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sultan Agung Semarang Jl. Kaligawe Raya KM. 4 Kecamatan Genuk Semarang 50112 Jawa Tengah Indonesia Alamat website: http://jurnal. id/index. jpsa/index ====================================================================== UPAYA MENINGKATKAN KINERJA GURU MELALUI SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DENGAN PENDEKATAN KOLABOARATIF DI SDN PENDRIKAN LOR 03 KOTA SEMARANG Dra. Tutik Intarti. Pd. SD Negeri Pendrikan Lor 03 Semarang E-mail : tutikintarti01@gmail. Abstrak Penelitian ini bertolak dari rendahnya hasil peserta didik di SD Negeri Pendrikan Lor 03. Kecamatan Semarang Tengah Kota Semarang. Hal ini terjadi karena peserta didik belum mencapai ketuntasan belajar yang terlihat dari hasil-hasil tes. Faktor-faktor penyebabnya di antaranya adalah dalam proses pembelajaran sebagian peserta didik kurang memiliki motivasi belajar atau daya serap peserta didik rendah. Di samping itu banyak peserta didik yang tidak mengerti apa yang disampaikan oleh guru yang disebabkan guru kurang dapat mengelola pembelajaran dan rendahnya kinerja guru. Permasalahan tersebut diharapkan dapat diatasi melalui pendampingan terhadap guru melalui supervisi Kepala sekolah dengan pendekatan kolaboratif, pelaksanaan proses belajar mengajar, sampai evaluasi. pendekatan kolaboratif dalam melaksanakan pengelolaan pengajaran, mulai dari perencana. Tujuan penelitian ini adalah terjadinya peningkatan kerja guru yang akan berimplikasi pada terjadinya peningkatan hasil belajar peserta didik. Metode penelitian ini adalah dengan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian tindakan sekolah menyimpulkan bahwa supervisi akademik Kepala sekolah dengan pendekatan kolaboratifl memberikan pengaruh terhadap peningkatan kinerja guru SD Negeri Pendrikan Lor 03 Kecamatan Semarang Tengah Kota Semarang baik pada komponen perencanaan pembelajaran mapun komponen pelaksanaan pembelajaran. Kata kunci: Kinerja guru. Supervisi. Kolaboratif Abstract This study departs from the low student outcomes at SD Negeri Pendrikan Lor 03. Central Semarang District. Semarang City. This happens because students have not achieved complete learning as seen from the test results. The contributing factors include in the learning process some students lack learning motivation or low student In addition, many students do not understand what is conveyed by the teacher because the teacher is less able to manage learning and the teacher's performance is low. These problems are expected to be overcome through assistance to teachers through the supervision of the principal with a collaborative approach, implementation of the teaching and learning process, to evaluation. Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volome 2 Nomor 1. Februari 2022 hal. approach in implementing teaching management, starting from the planner. The purpose of this study is to increase the work of teachers which will have implications for increasing student learning outcomes. This research method is school action research which is carried out in two cycles. The results of the school action research concluded that the principal's academic supervision with a collaborative approach had an effect on improving the performance of teachers at SD Negeri Pendrikan Lor 03. Central Semarang District. Semarang City, both in the learning planning component and the learning implementation component. Keywords: Teacher performance. Supervision. Collaborative PENDAHULUAN Upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan telah banyak dilakukan pemerintah dengan berbagai inovasi dan kebijakan yang dicetuskan, semua ini bermuara pada peningkatan kualitas manusia Indonesia. Adapun kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah antara lain kesinambungan kurikulum ( Misalnya : 1964, 1968, 1995 dan 1994, 2004, dan 2006 ) ini berarti ada hubungan timbal balik dan saling kebergantungan antara peningkatan kualitas guru dengan kepemimpinan Kepala Sekolah. Kalau melihat seperti hal di atas, tanggung jawab guru sangatlah besar dan Tetapi apabila kita lihat secara realitas di lapangan tidaklah seperti apa yang telah digambarkan di mana guru bukanlah tumpuan satu-satunya dalam aspek perkembangan anak didik dan juga merupakan satu-satunya sumber yang well analified sehingga mencapai hasil yang diinginkan, dalam hal ini guru masih dihadapkan oleh problem yang timbul dari diri sendiribaik dalam jabatan maupun Keberadaan supervisor dalam dunia pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam membina dan memilih guru, guru membutuhkan Kepalaan dalam menjalankan tugas dan aktifitasnya sebagai guru. Dalam meningkatkan kualitasnya dapat dikendalikan melalui usaha sendiri atau orang lain, adapun orang lain yang paling diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas guru adalah Kepala Sekolah. Obyek untuk memperbaiki situasi belajar mengajar tersebut harus diartikan secara luas bukan hanya terhadap pembinaan kurikulum perbaikan PBM dan pengembangan staf kerja tetapi juga terhadap pemeliharaan dan perawatan moral dan semangat kerja guru. Oleh sebabitu layanan supervisi menjadi tanggung jawab Kepala Sekolah diupayakan mengenai semua guru-guru dan hendaknya diberikan secara Tutik Intarti. Upaya Meningkatkan Kinerja Guru A . Dalam sistem dan proses pendidikan, guru tetap memegang peranan penting, guru harus memenuhi persyaratan profesinya dan berkemauan tinggi untuk mengembangkan potensi siswa secara optimal, peranan guru tidak hanya bersifat administratif dan organisatoris, tetapi juga bersifat metodologis dan psikologis (Hamalik, 2003: . Adanya supervisi pendidikan diharapkan dapat membantu dalam meningkatkan pertumbuhan jabatan guru dan hal ini secara praktis dapat dilihat dari tiga aspek, pertama bagaimana membantu guru dalam profesi mengajar? Yang dimaksud di sini ialah proses belajar mengajar dalambentuk suatu sistem dimana guru dan siswa terlihat aktif di dalamnya. Kepala sekolah sebagai supervisor diharapkan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dengan dilaksanakannya supervisi Kepala Sekolah yang baik akan mempengaruhi terhadap profesionalitas guru. Kepala sekolah sebagai supervisor diharapkan mampu memberi support, membantu dan mengikut sertakan para guru untuk selalu bekerja sama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Bertolak dari permasalahan tersebut dan dengan adanya kurikulum tingkat satuan pendidikan kiranya disetiap lembaga pendidikan di sekolah perlu sekali adanya supervisi pendidikan dalam rangka peningkatan profesionalitas guru. Bagaimana membantu guru dalam relasi pedagogis dengan murid, pendidik merupakan hubungan antara guru dan murid untuk itu guru harus meningkatkan profesinya. SD Negeri Pendrikan Lor 03 Kecamatan Semarang Tengah Kota Semarang sebagai salah satu lembaga pendidikan umum, berusaha memberikan layanan akademik yang dapat membentuk karakter siswa serta untuk menyiapkan siswa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Tuntutan masyarakat terhadap lembaga ini adalah tercapainya prestasi akademik pendidikan umum yang baik dan pengamalan agama yangmantap. Untuk memenuhi tuntutan tersebut tentunya dibutuhkan figur pemimpin yang profesional dan upaya kreatif dari lembaga untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal. Kinerja menyelesaikan pekerjaannya. Kinerja guru tidak hanya ditunjukkan oleh hasil kerja akan tetapi juga ditunjukkan oleh perilaku dalam bekerja, mulai dari perencanaan pembelajaran, dalam pelaksanaan pembelajaran dikelas dan proses evaluasi atau penilaian hasil belajar siswa. Menurut Supardi . 3: . , kinerja guru dapat diartikan sebagai kemampuan seorang guru dalam melaksanakan tugas Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volome 2 Nomor 1. Februari 2022 hal. pembelajaran di sekolah dan bertanggung jawab atas peserta didik di bawah Suharsaputra . 0: . menjelaskan bahwa kinerja guru adalah perilaku yang dihasilkan seseorang dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dan pengajar ketika mengajar di depan kelas. Standar kinerja ini terdapat di dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 pasal 8 tentang Guru dan Dosen bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kompetensi untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Guru profesional adalah menguasai kompetensi profesional keguruan meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Melihat latar belakang di atas bahwa secara umum guru masih belum menguasai kompetensi pedagogik, hal ini terbukti dengan adanya kesulitan guru dalam menyiapkan, menyusun, dan melakukan Disamping itu dalam melakukan pembelajaran guru belum maksimal dalam menggunakan perangkat multimedia pembelajaran yang telah disediakan Disamping itu guru kurang memiliki inisiatif dalam memakai media-media elekronik lainnya. Berdasarkan pembatasan masalah di atas, permasalahan penelitian ini dirumuskan sebagai berikut. Apakah supervisi akademik Kepala sekolah dengan pedekatan kolaboratif mampu meningkatkan kinerja guru SD Negeri Pendrikan Lor 03 Kecamatan Semarang Tengah Kota Semarang?. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya peningkatan kinerja guru SD Negeri Pendrikan Lor 03 Kecamatan Semarang Tengah Kota Semarang setelah dilakukan supervisi oleh Kepala sekolah. METODE PENELITIAN Metode Penelitian SD Negeri Pendrikan Lor 03 Semarang. Kecamatan Semarang tengah. Kota Semarang. Penelitian dilaksanakan pada Semester II Tahun Pelajaran 2019/2020. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh guru SD Negeri Pendrikan Lor 03 Semarang yang berjumlah 16 guru. Tutik Intarti. Upaya Meningkatkan Kinerja Guru A . Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang dilaksanakan melalui prosedur PTS Penelitian ini direncanakan dalam dua siklus penelitian sebagaimana disajikan dalam Gambar 1 di bawah ini. Gambar 1. Langkah-langkah PTS (Nata & Kaleka, 2. Sumber data penelitian ini adalah siswa, guru, peneliti. Jenis data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif dan kualitatf, yang mencakup . rencana pendampingan, . pelaksanaan pendampingan, . data hasil observasi, . kinerja guru, . hasil belajar peserta didik, dan . perubahan guru dan sikap siswa dalam mengikuti pembelajaran. Teknik pengambilan data diperoleh melalui observasi, panduan wawancara, jurnal kegiatan guru, dan tes kinerja guru. Adapun alat atau instrumen pengumpul data meliputi: Pedoman observasi dan pengamatan . , sebagai data untuk melihat kondisi guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajarnya. Instrumen penilaian kinerja guru, untuk melihat kemajuan kinerja guru. Alat-alat dokumentasi seperti kamera dan tape recorder, sebagai perekam data-data penelitian yang dibutuhkan. Untuk menentukan keberhasilan tindakan dalam Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) indicator indikator keber hasilan PTS. keberhasilan tindakan dalam PTS ini adalah sebagai berikut. Adapun Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volome 2 Nomor 1. Februari 2022 hal. Tabel 1. Indikator Keberhasilan PTS HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Deskripsi Kondisi Awal Hasil dari refleksi awal kinerja guru SD Negeri Pendrikan Lor 03 Kecamatan Semarang Tengah Kota Semarang sebelum dilakukan tindakan pada siklus I, didapatkan tingkat kinerja guru seperti disajikan pada tabel berikut. Tabel 2. Persentase Kinerja Guru Sebelum Dilakukan Tindakan Aspek Penilaian Rerata Skor Skor Ideal Rerata Skor Komponen Rencana Pembelajaran Perumusan tujuan 7,80 65,0% Pemilihan dan pengorganisasian materi ajar 9,40 58,8% i Pemilihan sumber belajar/ media pembelajaran 6,20 51,7% Metode pembelajaran 9,00 56,3% Penilaian hasil belajar 6,40 53,3% Total 38,80 57,1% 55,0% Komponen Pelaksanaan Pembelajaran Pra Pembelajaran Tutik Intarti. Upaya Meningkatkan Kinerja Guru A . Membuka Pembelajaran i Kegiatan Inti Pembelajaran 57,5% Penguasaan Materi 62,5% Pendekatan/Strategi 64,2% Pemanfaatan Sumber Belajar Pengelolaan belajar peserta didik Penilaian proses dan hasil 48,3% 62,0% 57,5% Penggunaan bahasa 63,3% Penggunaan bahasa 63,3% Penutup 57,5% Total 59,6% 58,6% Keseluruhan Dari tabel di atas terlihat bahwa kinerja guru SD Negeri Pendrikan Lor 03 Kecamatan Semarang Tengah Kota Semarang memiliki skor 58,6%, yang meliputi komponen perencanaan pembelajaran sebesar 57,1% dan komponen pelaksanaan pembelajaran 58,6%. Kategori persentase kinerja guru tersebut termasuk pada kategori yang sedang, perhatikan gambar berikut. Gambar 2. Kategori Kinerja Guru Hasil Refleksi Awal Persentase komponen perencanaan pembelajaran guru relatif lebih rendah dari pada komponen pelaksanaanya, hal ini menunjukkan bahwa guru belum begitu baik dalam merencanaakan pembelajarannya. Persentase kinerja guru komponen perencanaan pembelajaran meliputi: . perumusan tujuan pembelajaran sebesar 65,0%, . pemilihan Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volome 2 Nomor 1. Februari 2022 hal. dan pengorganisasian materi ajar sebesar 58,8%, . pemilihan sumber belajar/media pembelajaran sebesar 51,7%, . metode pembelajaran sebesar 56,3%, dan . rencana penilaian hasil belajar sebesar 53,3%, dari data tersebut nampak bahwa guru kurang merencanakan pemilihan sumber belajar/media pembelajaran karena persentasenya paling kecil yang hanya mencapai 57,1%. Pada komponen pelaksanaan pembelajaran didapatkan persentase rata-rata skor kinerja pada setiap aspek adalah: . Pra pembelajaran sebesar 55,0%, . membuka pelajaran sebesar 57,5%, . kegiatan inti pembelajaran yang meliputi: . penguasaan materi sebesar 62,5%, . pendekatan/strategi sebesar 64,2%, . pemanfaatan sumber belajar 48,3%, . pengelolaan belajar peserta didik 62,0%, . penilaian proses dan hasil belajar sebesar 57,5%, . penggunaan bahasa sebesar 63,3%, dan . penutup sebesar 57,5%. Dari data tersebut yang paling rendah adalah kinerja guru dalam pemanfaatan sumber belajar yang relatif rendah hanya sebesar 48,3%, dan juga pada bagian penutup yang hanya 57,5%, hal ini pada umumnya guru pada akhir sesi pembelajaran tidak memberikan refleksi atau membuat rangkuman yang melibatkan peserta didik, serta kurang memberikan arahan tindak lanjut, kegiatan untuk menambah pengayaan materi yang diajarkan kepada peserta didik. Pemanfaatan sumber belajar relatif kurang, mediamedia yang dapat digunakan untuk pembelajaran relatif kurang banyak dimanfaatkan. Deskripsi Tiap Siklus Siklus I Hasil refleksi awal dijadikan sebagai dasar untuk melakukan supervisi kolaboratif dengan pendekatan individual terhadap guru guru SD Negeri Pendrikan Lor 03 Kecamatan Semarang Tengah Kota Semarang, supervisi yang dilakukan yaitu membantu guru menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi guru dalam pembelajaran mulai dari perencanaan menyusun silabus dan RPP, pemilihan dan pengorganisasian materi ajar, pemilihan sumber belajar media, dan perencanaan untuk penilaian hasil belajar sampai dengan pelaksanaan pembelajaran. Setiap langkah dibimbing dan diidentifikasi kesulitankesulitan yang dihadapi guru selanjutnya diberikan solusi-solusi pada setiap permasalahan yang dihadapi guru, diberikan arahan-arahan yang operasional dan mudah dilaksanakan oleh guru, yang selanjutnya dapat memberikan kemudahan belajar para peserta didik. Tutik Intarti. Upaya Meningkatkan Kinerja Guru A . Tindakan supervisi individual dilakukan dengan pendekatan secara kolaboratif, yang berdasarkan hasil pengamatan permasalahan yang dihadapi oleh setiap guru relatif bervariasi, namun pada umumnya hampir sama yaitu guru enggan menyiapkan media Selanjutnya setiap guru disarankan untuk menggunakan media interaktif untuk menyampaikan materi pembelajarannya. Hasil tes kinerja setelah dilakukan tindakan pada siklus I didapatkan seperti pada tabel berikut. Tabel 3. Persentase Kinerja Guru Hasil Tindakan Siklus I Aspek Kinerja Guru Rerata Skor Skor Ideal % Rerata Skor Komponen Rencana Pembelajaran Perumusan tujuan pembelajaran 8,80 73,3% Pemilihan dan pengorgani-sasian materi ajar 11,60 72,5% i Pemilihan sumber belajar/ media 7,80 65,0% Metode pembelajaran 10,60 66,3% Penilaian hasil belajar 8,20 68,3% Total 47,00 69,1% Komponen Pelaksanaan Pembelajaran Pra Pembelajaran 70,0% Membuka Pembelajaran 70,0% i Kegiatan Inti Pembelajaran Penguasaan Materi 70,0% Pendekatan/Strategi 70,8% Pemanfaatan Sumber Belajar 73,3% Pengelolaan belajar peserta didik 68,0% Penilaian proses dan hasil belajar 72,5% Penggunaan bahasa 73,3% Penutup 75,0% Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volome 2 Nomor 1. Februari 2022 hal. Total 71,1% Keseluruhan 70,3% Dari tabel di atas terlihat bahwa kinerja guru dalam mengajar setelah dilakukan supervisi individual dengan pendekatan kolaboratif didapatkan persentase skor skor terjadi peningkatan dari 58,6% menjadi 70,3%. Kategori persentase kinerja guru tersebut termasuk pada kategoriyang tinggi, perhatikan gambar berikut. Gambar 3. Kategori Kinerja Guru Siklus I Persentase semua aspek terjadi peningkatan yang dengan hasil persentasi sebagai berikut: komponen perencanaan pembelajaran sebesar 57,1% menjadi 69,1% dan komponen pelaksanaan pembelajaran dari 59,6 menjadi 71,1%. Nampak bahwa pada komponen perencanaan pembelajaran guru telah meningkat, yang berdampak pada pelaksanaannya jauh lebih meningkat lagi, manum demikian hal ini masih menunjukkan bahwa persiapan guru sebelum mengajar masih lebih rendah dibandingkan dengan Persentase kinerja guru pada setiap komponen perencanaan pembelajaran hasil siklus I adalah: . perumusan tujuan pembelajaran sebesar 73,3%, . pemilihan dan pengorganisasian materi ajar sebesar 72,5%, . pemilihan sumber belajar/media pembelajaran sebesar 65,5%, . metode pembelajaran sebesar 66,3%, dan . rencana penilaian hasil belajar sebesar 68,3%, dari data tersebut nampak bahwa guru dalam merencanakan pemilihan sumber belajar/media pembelajaran karena persentasenya masih paling kecil yang baru mencapai 65,0%. Pada komponen pelaksanaan pembelajaran didapatkan persentase rata-rata skor kinerja hasil siklus I pada setiap aspek adalah: . Pra pembelajaran sebesar 70,0%, . Tutik Intarti. Upaya Meningkatkan Kinerja Guru A . membuka pelajaran sebesar 70,0%, . kegiatan inti pembelajaran yang meliputi: . penguasaan materi sebesar 70,0%, . pendekatan/strategi sebesar 70,8%, . pemanfaatan sumber belajar 73,3%, . pengelolaan belajar peserta didik 68,0%, . penilaian proses dan hasil belajar sebesar 72,5%, . penggunaan bahasa sebesar 73,3%, dan . penutup sebesar 75%. Dari data tersebut yang paling rendah adalah kinerja guru dalam pemanfaatan sumber belajar telah terjadi peningkatan yang cukup baik mencapai 73,3%, hal ini menunjukkan bahwa guru telah dapat memanfaatkan sumber belajar sehingga peserta didik dapat lebih optimal dalam belajarnya. Siklus Kedua Hasil refleksi dari hasil tindakan pada Siklus I selanjutnya dijadikan sebagai dasar untuk melakukan supervisi kolaboratif dengan pendekatan individual terhadap guru guru SD Negeri Pendrikan Lor 03 Kecamatan Semarang Tengah Kota Semarang pada tahap selanjutnya, supervisi yang dilakukan yaitu membantu guru mengidentifikasi kekurangankekurangan mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan pembelajaran, yang mereka hadapi. Hasil tes kinerja setelah dilakukan tindakan pada siklus II didapatkan seperti pada tabel 4. Tabel 4. Persentase Kinerja Guru Hasil Tindakan Siklus II Aspek Kinerja Guru Komponen Rencana Pembelajaran Perumusan tujuan Pemilihan dan II pengorgani-sasian materi Pemilihan sumber i belajar/ media IV Metode pembelajaran V Penilaian hasil belajar Total Komponen Pelaksanaan Pembelajaran Pra Pembelajaran II Membuka Pembelajaran Kegiatan Inti i Pembelajaran Rerata Skor Skor Ideal % Rerata Skor 10,80 90,0% 14,20 88,8% 10,20 85,0% 13,00 9,80 58,00 81,3% 81,7% 85,3% 90,0% 85,0% Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volome 2 Nomor 1. Februari 2022 hal. Penguasaan Materi Pendekatan/Strategi Pemanfaatan Sumber Belajar Pengelolaan belajar peserta didik Penilaian proses dan hasil belajar Penggunaan bahasa IV Penutup Total Keseluruhan 80,0% 85,0% 83,3% 76,0% 80,0% 80,0% 82,5% 82,0% 83,3% Dari tabel 4 terlihat bahwa kinerja guru guru SD Negeri Pendrikan Lor 03 Kecamatan Semarang Tengah Kota Semarang setelah dilakukan supervisi individual dengan pendekatan kolaboratif didapatkan persentase skor skor kinerja terjadi peningkatan dari 70,3% menjadi 83,3%. Kategori persentase kinerja guru tersebut termasuk pada kategori yang sangat tinggi, perhatikan gambar berikut. Gambar 4. Kategori Kinerja Guru Siklus II Persentase semua aspek terjadi peningkatan yang dengan hasil persentasi sebagai berikut: komponen perencanaan pembelajaran sebesar 69,1% menjadi 85,3% dan komponen pelaksanaan pembelajaran dari 71,1 menjadi 83,3%. Nampak bahwa pada komponen perencanaan pembelajaran guru telah meningkat jauh lebih tinggi, yang berdampak pada pelaksanaannya lebih meningkat lagi. Persentasi kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran relatif sama bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan persentase kinerja guru dalam pelaksanaanya. Persentase kinerja guru pada setiap komponen perencanaan pembelajaran hasil siklus II adalah: . perumusan tujuan pembelajaran sebesar 90,0%, . pemilihan dan pengorganisasian materi ajar sebesar 88,8%, . pemilihan sumber belajar/media Tutik Intarti. Upaya Meningkatkan Kinerja Guru A . pembelajaran sebesar 85,5%, . metode pembelajaran sebesar 81,3%, dan . rencana penilaian hasil belajar sebesar 81,7%, dari data tersebut nampak bahwa guru telah dapat merencanakan pemilihan sumber belajar/media pembelajaran dengan persentase kinerja mencapai 85,0%. Pada komponen pelaksanaan pembelajaran didapatkan persentase rata-rata skor kinerja hasil siklus I pada setiap aspek adalah: . Pra pembelajaran sebesar 90,0%, . membuka pelajaran sebesar 85,0%, . kegiatan inti pembelajaran yang meliputi: . penguasaan materi sebesar 80,0%, . pendekatan/strategi sebesar 85,0%, . pemanfaatan sumber belajar 83,3%, . pengelolaan belajar peserta didik 76,0%, . penilaian proses dan hasil belajar sebesar 80,0%, . penggunaan bahasa sebesar 80,0%, dan . penutup sebesar 82,5%. Dari data tersebut yang paling rendah adalah kinerja guru dalam pemanfaatan sumber belajar telah terjadi peningkatan yang sangat baik mencapai 83,3%, hal ini menunjukkan bahwa guru telah dapat memanfaatkan sumber belajar sehingga peserta didik dapat lebih optimal dalam belajarnya. Pembahasan Hasil refleksi dapat dilihat peningkatan yang lebih jelas kinerja guru dari mulai tes awal sampai siklus I yang digambarkan seperti pada tabel berikut ini. Tabel 5. Persentase Kinerja Guru Awal dan Hasil Siklus I % Kinerja Aspek Kinerja Guru Awal Siklus I Komponen Rencana Pembelajaran Perumusan tujuan 73,3% 65,0% Pemilihan dan pengorgani58,8% 72,5% sasian materi ajar Pemilihan sumber belajar/ 51,7% 65,0% i media pembelajaran IV Metode pembelajaran 56,3% 66,3% Penilaian hasil belajar 53,3% 68,3% Total 57,1% 69,1% Komponen Pelaksanaan Pembelajaran Pra Pembelajaran 55,0% 70,0% Membuka Pembelajaran 57,5% 70,0% i Kegiatan Inti Pembelajaran Penguasaan Materi 62,5% 70,0% Pendekatan/Strategi 64,2% 70,8% Pemanfaatan Sumber 48,3% 73,3% Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volome 2 Nomor 1. Februari 2022 hal. Belajar Pengelolaan belajar peserta Penilaian proses dan hasil Penggunaan bahasa IV Penutup Total Keseluruhan 62,0% 68,0% 57,5% 72,5% 63,3% 57,5% 59,6% 58,6% 73,3% 75,0% 71,1% 70,3% Dari tabel tersebut nampak bahwa terjadi peningkatan kinerja guru dari awal sebelum tindakan sebesar 58,6%, setelah tindakan siklus I menjadi 70,3%. Dari tabel tersebut terlihat bahwa terjadi peningkatan yang cukup tajam dari awal ke siklus I. Perencanaan guru yang matang dalam mempersiapkan proses belajar mengajar merupakan salah satu kunci keberhasilan peningkatan kualitas pembelajaran. Selanjutnya hasil refleksi akhir dapat dilihat peningkatan yang lebih jelas kinerja guru dari mulai siklus I dan siklus II dapat digambarkan seperti pada tabel berikut ini. Tabel 6. Persentase Kinerja Guru. Hasil Siklus I dan Siklus II Aspek Kinerja Guru Komponen Rencana Pembelajaran Perumusan tujuan Pemilihan dan materi ajar Pemilihan sumber i belajar/ media IV Metode pembelajaran Penilaian hasil belajar Total Komponen Pelaksanaan Pembelajaran Pra Pembelajaran Membuka Pembelajaran Kegiatan Inti i Pembelajaran Penguasaan Materi Pendekatan/Strategi Pemanfaatan Sumber Belajar Siklus I 73,3% Siklus II 90,0% 88,8% 72,5% 85,0% 65,0% 66,3% 68,3% 69,1% 81,3% 81,7% 85,3% 70,0% 70,0% 90,0% 85,0% 70,0% 70,8% 73,3% 80,0% 85,0% 83,3% Tutik Intarti. Upaya Meningkatkan Kinerja Guru A . Pengelolaan belajar peserta didik Penilaian proses dan hasil belajar Penggunaan bahasa IV Penutup Total Keseluruhan 68,0% 76,0% 72,5% 80,0% 73,3% 75,0% 71,1% 70,3% 80,0% 82,5% 82,0% 83,3% Dari tabel 6 tersebut nampak bahwa terjadi peningkatan kinerja guru dari siklus I menjadi 70,3% dan setelah tindakan siklus II meningkat lagi menjadi 83,3%, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik berikut. 90,00% % Kinerja 80,00% 70,00% 60,00% 50,00% Hasil Siklus I Perencanaan Pelaksanaan Hasil Siklus II Keseluruhan Gambar 7. Peningkatan Persentase Rata-Rata Skor Kinerja Guru Dari gambar tersebut terlihat bahwa terjadi peningkatan yang cukup tajam dari siklus I ke siklus II. Selanjutnya hasil refleksi akhir dapat dilihat peningkatan yang lebih jelas kinerja guru dari mulai tes awal, siklus I, dan siklus II dapat digambarkan seperti pada tabel berikut ini. Tabel 7. Persentase Kinerja Guru Awal. Hasil Siklus I, dan Siklus II Aspek Kinerja Guru Komponen Rencana Pembelajaran Perumusan tujuan Awal % Kinerja Siklus I Siklus II 65,0% 73,3% 90,0% Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volome 2 Nomor 1. Februari 2022 hal. Pemilihan dan pengorgani sasian materi ajar Pemilihan sumber belajar/ i media pembelajaran IV Metode pembelajaran V Penilaian hasil belajar Total Komponen Pelaksanaan Pembelajaran Pra Pembelajaran Membuka Pembelajaran i Kegiatan Inti Pembelajaran Penguasaan Materi Pendekatan/Strategi Pemanfaatan Sumber Belajar Pengelolaan belajar peserta didik Penilaian proses dan hasil belajar Penggunaan bahasa IV Penutup Total Keseluruhan 58,8% 72,5% 88,8% 51,7% 65,0% 85,0% 56,3% 53,3% 57,1% 66,3% 68,3% 69,1% 81,3% 81,7% 85,3% 55,0% 57,5% 70,0% 70,0% 90,0% 85,0% 62,5% 64,2% 48,3% 70,0% 70,8% 73,3% 80,0% 85,0% 83,3% 62,0% 68,0% 76,0% 57,5% 72,5% 80,0% 63,3% 57,5% 59,6% 58,6% 73,3% 75,0% 71,1% 70,3% 80,0% 82,5% 82,0% 83,3% Hasil penelitian tindakan mengenai peningkatan kinerja guru melalui supervisi di SD Negeri Pendrikan Lor 03 Kecamatan Semarang Tengah Kota Semarang yang dilakukan melalui dua siklus menunjukkan hasil yang signifikan. Hasil ini dapat dilihat dari naiknya grafik kinerja guru . alam mengaja. dari kondisi awal yang belum maksimal menjadi meningkat setelah dilakukan tindakan. hal tersebut menunjukkan supervisi yang dilakukan Kepala Sekolah benar-benar efektif dalam meningkatkan kinerja guru. Berdasarkan data penelitian diketahui kinerja pada kondisi awal sebelum tindakan sebesar 58,6%. Nilai ini menunjukkan atau mengindikasikan masih besarnya guru yang belum bekerja belum sesuai harapan sesuai kompetensinya . ompetensi Jadi dapat disimpulkan bahwa guru bekerja masih asal-asalan saja, sehingga dengan kondisi semacam itu dikhawatirkan mempengaruhi prestasi belajar Tutik Intarti. Upaya Meningkatkan Kinerja Guru A . siswa, karena siswa mendapatkan pengajar yang tidak menguasai teknik-teknik Melihat realitas awal yang masih dibawah harapan tersebut, maka Kepala sekolah memberikan supervisi yang dilakukan secara individual terhadap guru. Hasil dari tindakan awal melalui supervisi ini diketahui terjadi peningkatan yang cukup signifikan, yaitu dari kondisi awal nilai kinerja guru 58,6% setelah tindakan siklus I menjadi 70,3% atau meningkat 11,7%. Selanjutnya dari siklus pertama yaitu 70,3% dilakukan tindakan kedua, sehingga diketahui siklus kedua ini menjadi 83,3%, atau meningkat 13%. Hal ini menunjukkan bahwa supervisi mampu meningkatkan kinerja guru SD Negeri Pendrikan Lor 03 Kecamatan Semarang Tengah Kota Semarang SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tindakan di atas dapat disimpulkan bahwa supervisi akademik kepala sekolah dengan pendekatan kolaboratif memberikan pengaruh terhadap peingkatan kinerja guru SD Negeri Pendrikan Lor 03 Kecamatan Semarang Tengah Kota Semarang baik komponen perencanaan pembelajaran mapun komponen pelaksanaan pembelajaran. Implikasi Supervisi akademik kepala sekolah dengan pendekatan kolaboratif yang dilakukan Kepala sekolah terhadap guru mampu meningkatkan kinerja guru dalam Jadi. Kepala sekolah perlu secara kontinu melakukan supervisi kepada guru agar kinerja guru dapat terus meningkat. SARAN Hasil penelitian ini bisa menjadi bahan pertimbangan oleh Kepala sekolah dan guru untuk meningkatkan supervisi dan kinerja guru. Kepala Sekolah: perlu secara rutin dan berkesinambungan melakukan supervisi ke sekolah-sekolah terutama supervisi pembelajaran, agar kinerja guru meningkat. Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Volome 2 Nomor 1. Februari 2022 hal. Kepada Kepala Sekolah bahwa perlu untuk secara terus menerus melakukan pembinaan terhadap guru, terutama melalui supervisi agar tercapai kinerja guru. Kepada guru untuk meningkatkan kinerjanya dengan mengikuti berbagai kegiatan yang dapat mengasah kompetensi guru. DAFTAR PUSTAKA