p-ISSN: 2808-2443 e-ISSN: 2808-2222 Volume. No. 4, 2025 Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business PENGARUH KESEPAKATAN KERJA BERSAMA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS DRIVER MAXIM DI KOTA KUPANG Adelita Throci Kaho1. Rolland E. Fanggidae2. Yonas Ferdinand Riwu3. Tarsisius Timuneno4 Universitas Nusa Cendana. Jl. Adisucipto. Kupang. Indonesia Email: prodimanajemens1@undana. Article History Received: 19-12-2025 Revision: 05-01-2026 Accepted: 11-01-2026 Published: 08-02-2025 Abstract. This study aims to describe the collective bargaining agreement, work motivation, and productivity of Maxim drivers in Kupang City, as well as to analyze the influence of both on productivity. The research method used a quantitative approach with an associative research type. A sample of 96 Maxim drivers was selected using the Lemeshow formula. Data were collected through questionnaires and analyzed using descriptive techniques and multiple linear regression using SPSS. The results showed that collective bargaining agreements and work motivation were rated high, while driver productivity was rated very The partial test . proved that mutual work agreement and work motivation had a positive and significant effect on productivity. Simultaneous testing (F) showed that both variables together significantly influenced productivity with an adjusted RA value of 0. These findings confirm that clear joint work agreements and maintained work motivation can increase the productivity of Maxim drivers in Kupang City. Keywords: Joint Work Agreements. Work Motivation. Productivity Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesepakatan kerja bersama, motivasi kerja, dan produktivitas driver Maxim di Kota Kupang, serta menganalisis pengaruh keduanya terhadap produktivitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Sampel penelitian sebanyak 96 driver Maxim dipilih menggunakan rumus Lemeshow. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan teknik deskriptif serta regresi linier berganda menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesepakatan kerja bersama dan motivasi kerja berada pada kriteria penlaian tinggi, sedangkan produktivitas driver berada pada kriteria penilaian sangat tinggi. Uji parsial . membuktikan bahwa kesepakatan kerja bersama dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas. Uji simultan (F) menunjukkan kedua variabel secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap produktivitas dengan nilai adjusted RA sebesar 0,856. Temuan ini menegaskan bahwa kesepakatan kerja bersama yang jelas dan motivasi kerja yang terjaga mampu meningkatkan produktivitas driver Maxim di Kota Kupang. Kata Kunci: Kesepakatan Kerja Bersama. Motivasi Kerja. Produktivitas How to Cite: Kaho. , at al. Pengaruh Kesepakatan Kerja Bersama Dan Motivasi Kerja Terhadap Produktivitas Driver Maxim Di Kota Kupang. Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business, 5 . , 7885-7898. 54373/ifijeb. PENDAHULUAN Di era seperti sekarang perkembangan teknologi semakin pesat dan akan menciptakan lapangan pekerjaan yang semakin luas. Berbagai inovasi telah dikembangkan untuk meningkatkan taraf hidup manusia dan memberikan banyak kemudahan dalam melakukan Kaho. , at al. Pengaruh Kesepakatan Kerja Bersama A aktivitas manusia. Kecanggihan teknologi dapat ditemui di setiap aspek kehidupan manusia, termasuk transportasi. Transportasi merupakan sarana yang umum digunakan untuk mengangkut barang atau manusia dari satu tempat ke tempat lain. Transportasi online adalah salah satu contoh pengembangan teknologi berbasis aplikasi yang disambut cukup baik di awal kemunculannya karena dianggap sebagai salah satu inovasi terbaik saat ini (Wahyusetyawati. Seiring dengan perkembangan dunia usaha yang semakin pesat tersebut, perusahaanperusahaan akan terus menerus berusaha meningkatkan kualitas tenaga kerjanya dalam upaya menggerakkan perusahaan mereka, mengingat dengan meningkatkan pembangunan sumber daya manusia atau tenaga kerja dianggap mampu meningkatkan mutu dan kemampuan usaha sesuai dengan kebutuhan dan harapan dunia usaha dengan tujuan mencapai output produktivitas yang tinggi. Produktivitas adalah suatu ukuran yang berhubungan dengan produksi keluaran secara efisien dan terutama ditujukan kepada hubungan antara keluaran dan masukan yang digunakan untuk menghasilkan keluaran tersebut (Mulyadi, 2011:. Produktivitas kerja mengandung pandangan hidup dan sikap mental yang selalu berusaha meningkatkan cara kerja yang baik dan melalui peningkatan produktivitas kerja yang baik maka akan terbuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat untuk menjadi pegawai dimana pun akan bekerja karna dapat diandalkan. Kesepakatan kerja bersama berperan penting dalam menciptakan pengintegrasian, membina kerja sama, dan menghindari terjadinya konflik dalam perusahaan. Kesepakatan kerja yang jelas yang diterapkan perusahaan mampu memberikan sumbangan terhadap pencapaian tujuan perusahaan dan pencapaian strategis (Hasibuan, 2010:. Perusahaan akan selalu ingin memeperbaiki produktivitas setiap karyawannya. Untuk mencapai ini, perusahaan harus memotivasi semua karyawan dengan baik untuk melakukan pekerjaan mereka dan meningkatkan produktivitas. Dengan jumlah pengalaman kerja yang dimiliki karyawan, akan menciptakan hubungan yang hebat untuk mencapai tingkat Menurut Danang . motivasi adalah suatu perangsang keinginan daya gerak kemauan bekerja seseorang, setiap motif mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai. Pentingnya motivasi karena motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan, mendukung perilaku manusia, supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal. Karenanya motivasi menjadi pendorong bagi karyawan untuk bekerja dan menimbulkan rasa semangat serta kepuasan dalam melaksanakan pekerjaan dengan baik. Perlu diketahui motivasi kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adanya keinginan untuk memenuhi kebutuhan, meningkatkan prestasi kerja dan mencari pengalaman. Motivasi adalah suatu Kaho. , at al. Pengaruh Kesepakatan Kerja Bersama A kondisi yang mendorong atau menjadi penyebab seseorang agar melakukan suatu perbuatan kegiatan yang berlangsung secara sadar (Nawawi, 2013:. Maxim sebagai salah satu perusahaan yang menawarkan jasal, dalam meningkatkan produktivitas kerjanya terganjal beberapa permasalahan yang akhirnya dapat menggangu kinerja operasioal perusahaan. Terdapat beberapa perjanjian yang tidak sesuai dengan isi perjanjian yang merugikan para driver seperti menaikan dan menurunkan tarif untuk layanan memesan yang diikuti dengan peningkatan dan penurunan potongan komisi tanpa ada pemberitahun atau notifikasi pada para driver (MboAooh dkk. , 2. Ketidakpuasan driver terhadap sistem operasional usaha yang memuat kesepakatan kerja yang sudah ditetapkan oleh perusahaan saat mendaftar sebagai mitra Maxim dapat membuat mereka tidak termotivasi untuk meningkatkan produktivitas kerjanya (Puspitasari, 2. Penelitian ini penting dilakukan karena produktivitas driver transportasi online merupakan faktor strategis yang memengaruhi kualitas layanan dan keberlangsungan operasional perusahaan, khususnya Maxim. Produktivitas kerja driver dipengaruhi oleh kesepakatan kerja bersama dan motivasi kerja yang dirasakan sebagai mitra perusahaan. Ketidaksesuaian antara kesepakatan kerja yang ditetapkan dengan pelaksanaannya di lapangan, seperti perubahan tarif dan potongan komisi tanpa pemberitahuan, berpotensi menimbulkan ketidakpuasan, menurunkan motivasi, serta berdampak pada penurunan produktivitas kerja driver. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran empiris mengenai pengaruh kesepakatan kerja bersama dan motivasi kerja terhadap produktivitas driver Maxim, sekaligus menawarkan solusi berupa penerapan kesepakatan kerja yang transparan, konsisten, serta peningkatan motivasi kerja melalui sistem insentif dan kebijakan yang adil guna mendukung peningkatan produktivitas secara berkelanjutan. METODE Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian asosiatif, yang bertujuan untuk menguji hubungan dan pengaruh antara variabel independen dan variabel dependen. Pendekatan kuantitatif dipilih karena penelitian ini menekankan pada pengujian hipotesis melalui pengolahan data numerik secara statistik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh driver Maxim yang beroperasi di Kota Kupang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan metode purposive sampling, yaitu penentuan sampel berdasarkan kriteria tertentu, seperti driver yang masih aktif dan telah bekerja minimal tiga bulan. Jumlah sampel ditentukan Kaho. , at al. Pengaruh Kesepakatan Kerja Bersama A menggunakan rumus Lemeshow karena jumlah populasi tidak diketahui secara pasti, sehingga diperoleh sebanyak 96 responden. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup dengan skala Likert lima poin, mulai dari sangat tidak setuju hingga sangat setuju. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kesepakatan kerja bersama (X. dan motivasi kerja (X. , sedangkan variabel dependen adalah produktivitas (Y). Indikator kesepakatan kerja bersama meliputi aspek komunikasi, ketersediaan sumber daya, dan sikap pelaksana. Motivasi kerja diukur berdasarkan hierarki kebutuhan Maslow, sedangkan produktivitas diukur melalui kuantitas kerja, kualitas kerja, dan ketepatan waktu. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Hasil uji validitas menunjukkan seluruh item pernyataan memiliki nilai koefisien korelasi lebih besar dari nilai r tabel, sehingga dinyatakan valid. Uji reliabilitas menggunakan CronbachAos Alpha menunjukkan nilai di atas 0,70 untuk seluruh variabel, sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS. Tahapan analisis meliputi analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik dan kecenderungan jawaban responden, uji asumsi klasik . ormalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisita. , serta analisis regresi linier berganda untuk menguji pengaruh kesepakatan kerja bersama dan motivasi kerja terhadap produktivitas. HASIL Deskripsi Variabel Penelitian Deskripsi Variabel Kesepekatan Kerja Bersama (X. Berdasarkan gambar 1 dapat dilihat persentase capaian skor tanggapan responden mengenai kesepakatan kerja bersama bernilai 83,22% yang berada pada rentang 68% - 84%. Dengan demikian persentase capaian skor variabel kesepakatan kerja bersama termasuk dalam kategori AuTinggiAy. Secara umum artinya kesepatan kerja bersama berada pada kriteria penilaian Kaho. , at al. Pengaruh Kesepakatan Kerja Bersama A Gambar 1. Garis Kontinum Variabel Kesepakatan Kerja Bersama (X. Sumber: Data primer diolah . Deskripsi Variabel Motivasi Kerja (X. Berdasarkan gambar 2 dapat dilihat persentase capaian skor tanggapan responden mengenai motivasi kerja bernilai 82,78% yang berada pada rentang 68% - 84%. Dengan demikian persentase capaian skor variabel motivasi kerja termasuk dalam kategori AuTinggiAy. Secara umum artinya motivasi kerja berada pada kriteria penilaian tinggi. Gambar 2. Garis Kontinum Variabel Motivasi Kerja (X. Sumber: Data primer diolah . Deskripsi Variabel Produktivitas (Y) Berdasarkan gambar 3 dapat dilihat persentase capaian skor tanggapan responden mengenai produktivitas bernilai 84,23% yang berada pada rentang 84% - 100%. Dengan demikian persentase capaian skor variabel produktivitas termasuk dalam kategori AuSangat TinggiAy. Secara umum artinya produktivitas berada pada kriteria penilaian sangat tinggi. Kaho. , at al. Pengaruh Kesepakatan Kerja Bersama A Gambar 3. Garis Kontinum Variabel Produktivitas (Y) Sumber: Data primer diolah . Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda adalah suatu alat analisis peramalan nilai pengaruh dua variabel bebas atau lebih terhadap variabel terikat untuk membuktikan ada atau tidaknya hubungan fungsi antara dua variabel bebas atau lebih dengan satu variabel terikat (Sugiyono. Tabel 1. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model (Constan. Std. Error Beta VIF 2,371 1,167 2,032 KesepakatanKerjaBersa ,302 ,055 ,471 5,490 4,861 ,041 ,483 5,629 4,861 MotivasiKerja ,229 Dependent Variable: Produktivitas Sumber: Data primer diolah . Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda, diperoleh persamaan regresi berikut: Y = 2,371 0,302X1 0,229 X2 Formula regresi yang dihasilkan di atas maknanya adalah sebagai berikut: Nilai konstanta . sebesar 2,371 bermakna jika nilai Kesepakatan Kerja Bersama (X. dan Motivasi Kerja (X. dianggap 0, maka Produktivitas (Y) nilainya sebesar 2,371. Nilai koefisien regresi . dari variabel X1 (Kesepakatan Kerja Bersam. sebesar 0,302 bermakna jika nilai Kesepakatan Kerja Bersama bertambah satu satuan, maka nilai Y (Produktivita. akan mengalami kenaikan sebesar 0,302 dengan asumsi bahwa variabel lain tetap. Kaho. , at al. Pengaruh Kesepakatan Kerja Bersama A Nilai koefisien regresi . dari variabel X2 (Motivasi Kerj. sebesar 0,229, maknanya jika Motivasi Kerja bertambah satu satuan, maka Produktivitas akan mengalami kenaikan sebesar 0,229 dengan asumsi variabel independen lainnya benilai tetap. Uji T (Uji Parsia. Uji parsial digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Uji parsial ini menggunakan tingkat signifikansi sebesar 0,05 (Ghozali, 2. Bila nilai signifikan O 0,05 dan t hitung Ou t tabel artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen dan bila nilai signifikansi > 0,05 dan t hitung < t tabel artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Table 2. Hasil Uji Signifikansi Pengaruh Parsial (Uji . Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model (Constan. Std. Error Beta VIF 2,371 1,167 2,032 KesepakatanKerjaBersa ,302 ,055 ,471 5,490 4,861 ,041 ,483 5,629 4,861 MotivasiKerja ,229 Dependent Variable: Produktivitas Sumber: Data primer diolah . Pengaruh Kesepakatan Kerja Bersama Terhadap Produktivitas (H. Diperoleh thitung . > ttabel . dan signifikansi . < . maka Ho ditolak dan H diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa Kesepakatan Kerja Bersama berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produktivitas driver Maxim Kota Kupang. Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Produktivitas (H. Diperoleh thitung . > ttabel . dan signifikansi . < . maka Ho ditolak dan H diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produktivitas driver Maxim Kota Kupang. Kaho. , at al. Pengaruh Kesepakatan Kerja Bersama A Uji F (Uji pengaruh simulta. Uji pengaruh bersama-sama . digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen secara bersama Ae sama mempengaruhi variabel dependen. Uji statistic F ini menggunakan tingkat signifikansi sebesar 0,05 (Ghozali, 2. Table 3. Hasil Uji F (Simulta. Variabel X1 dan X2 terhadap Y ANOVAa Model Sum of Mean Square Sig. 284,174 <,001b Squares Regression 2401,067 1200,533 Residual 392,891 4,225 Total 2793,958 Dependent Variable: Produktivitas (Y) Predictors: (Constan. Motivasi Kerja (X. Kesepakatan Kerja Bersama (X. Sumber: Data primer diolah . Berdasarkan hasil pengujian diperoleh Fhitung . > Ftabel . dan signifikansi . < . maka H diterima dan Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa Kesepakatan Kerja Bersama dan Motivasi Kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produktivitas driver Maxim di Kota Kupang. Uji koefisien determinasi (R. Uji koefisien determinasi bertujuan untuk mengukur sejauh mana variabel independen dapat menjelaskan variasi variabel dependen, baik secara parsial maupun simultan. Tabel 4. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate ,927a ,859 ,856 2,05539 Predictors: (Constan. Motivasi Kerja (X. Kesepakatan Kerja Bersama (X. Dependent Variable: Produktivitas (Y) Sumber: Data primer diolah . Berdasarkan hasil pengujian koefisien determinasi (RA), diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,856. Hal ini berarti bahwa variabel kesepakatan kerja bersama dan motivasi kerja secara simultan mampu menjelaskan 85,6% variasi perubahan pada produktivitas driver Maxim di Kota Kupang. Sementara itu, sisanya sebesar 14,4% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian ini. Kaho. , at al. Pengaruh Kesepakatan Kerja Bersama A DISKUSI Pembahasan Deskriptif Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa variabel kesepakatan kerja bersama berada pada kategori tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa para driver menilai sistem kesepakatan kerja yang diterapkan oleh Maxim telah berjalan dengan cukup baik, khususnya pada aspek komunikasi, ketersediaan sumber daya, serta sikap pelaksana. Komunikasi yang relatif jelas antar sesama driver maupun antara driver dan pihak perusahaan membantu menciptakan pemahaman yang sama terkait aturan kerja. Selain itu, dukungan sistem dan sarana operasional yang memadai turut menunjang kelancaran aktivitas kerja driver. Sikap pelaksana yang mencerminkan etika kerja, kerja sama, dan tanggung jawab juga berkontribusi dalam menciptakan hubungan kerja yang kondusif. Variabel motivasi kerja juga menunjukkan nilai capaian pada kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan sebagai driver Maxim mampu memberikan dorongan bagi driver untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan, hingga kebutuhan aktualisasi diri. Driver merasa terdorong untuk bekerja secara optimal guna memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, memperoleh rasa aman dalam bekerja, menjalin hubungan sosial dengan sesama driver, serta mendapatkan pengakuan dari pelanggan dan perusahaan. Motivasi yang tinggi ini mencerminkan adanya dorongan internal yang kuat untuk terus meningkatkan kualitas kerja. Sementara itu, hasil analisis deskriptif pada variabel produktivitas menunjukkan nilai capaian yang berada pada kategori sangat tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa driver Maxim di Kota Kupang menilai diri mereka mampu bekerja secara efektif dan efisien, yang tercermin dari kuantitas kerja, kualitas layanan, serta ketepatan waktu dalam menyelesaikan Responsivitas terhadap permintaan pelanggan, kemampuan menjaga kualitas layanan, serta ketepatan waktu pengantaran menjadi indikator utama yang menunjukkan tingginya produktivitas driver. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem kerja dan dorongan internal yang dimiliki driver telah mendukung pencapaian produktivitas yang optimal. Pengaruh Kesepakatan Kerja Bersama Terhadap Produktivitas Driver Berdasarkan hasil uji parsial dapat disimpulkan bahwa kesepakatan kerja bersama berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas driver Maxim di Kota Kupang. Artinya kualitas kesepakatan kerja bersama yang di terapkan dalm sistem kemitraan Maxim memiliki peran penting dalam mendorong driver untuk bekerja lebih optimal dan produktif. Sejalan dengan teori Handoko . hubungan karyawan dalam manajemen SDM yang Kaho. , at al. Pengaruh Kesepakatan Kerja Bersama A manyatakan kesepakatan kerja bersama adalah kerja sama yang dilakukan karyawan dan pimpinan untuk mengatur hubungan-hubungan kedua belah pihak dalam suatu pekerjaan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya dari MboAooh dkk. yang menyatakan bahwa kesepakatan kerja bersama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja driver Maxim di Kota Kupang. Selain itu, temuan ini juga didukung oleh penelitian Yelpa dkk. yang menunjukkan bahwa kesepakatan kerja bersama berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja, karena mampu menciptakan kepastian, rasa keadilan, dan komitmen kerja yang lebih baik. Namun, perbedaan penelitian ini terletak pada variabel dependen yang digunakan, yaitu produktivitas kerja, bukan kinerja. Perbedaan penelitian ini terletak pada penggunaan variabel produktivitas sebagai variabel dependen, bukan kinerja, sehingga memperkaya kajian empiris terkait efektivitas kesepakatan kerja bersama dalam konteks transportasi daring. Novelty penelitian ini terletak pada penguatan konteks lokal Kota Kupang, di mana karakteristik sosial ekonomi, kondisi geografis, serta dinamika pasar transportasi daring berbeda dengan kota-kota besar. Penelitian ini menunjukkan bahwa kesepakatan kerja bersama tetap menjadi faktor strategis dalam meningkatkan produktivitas, meskipun diterapkan pada daerah berkembang dengan karakteristik pasar yang Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Produktivitas Driver Berdasarkan hasil uji parsial dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas driver Maxim di Kota Kupang. Temuan ini sejalan dengan Nawawi . melalui Teori Motivasi Kerja, motivasi merupakan kondisi yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu aktivitas kerja secara sadar guna mencapai tujuan tertentu. Teori Hierarki Kebutuhan Maslow menjelaskan bahwa individu akan terdorong bekerja lebih optimal ketika kebutuhan fisiologis, keamanan, sosial, penghargaan, hingga aktualisasi diri dapat terpenuhi. Dengan demikian, motivasi kerja berperan sebagai penggerak utama yang memengaruhi perilaku dan hasil kerja individu. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Anwar, 2. pada pengemudi Maxim di Kota Tasikmalaya yang menyatakan bahwa motivasi kerja berpengaruh langsung dan signifikan terhadap produktivitas. Begitu juga dengan Penelitian Puspitasari . juga memberikan dukungan tambahan, di mana hasil penelitiannya menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pengemudi GO-JEK di Kota Surabaya. Namun, sebagian besar penelitian sebelumnya dilakukan di wilayah perkotaan besar, sehingga penelitian ini mengisi research gap dengan mengkaji motivasi kerja driver di daerah Kaho. , at al. Pengaruh Kesepakatan Kerja Bersama A berkembang seperti Kota Kupang. Novelty penelitian ini terletak pada penekanan dimensi motivasi aktualisasi diri, yang menunjukkan bahwa driver tidak hanya termotivasi oleh pendapatan, tetapi juga oleh kebutuhan untuk berkembang, merasa dihargai, dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Pengaruh Kesepakatan Kerja Bersama dan Motivasi Kerja Terhadap Produtivitas Driver Berdasarakan hasil uji simultan menunjukkan bahwa kesepakatan kerja bersama dan motivasi kerja secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas driver Maxim di Kota Kupang. Hasil ini menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut saling melengkapi dalam mendorong peningkatan produktivitas. Kesepakatan kerja bersama memberikan kerangka kerja yang jelas dan terstruktur, sementara motivasi kerja menjadi pendorong internal yang menggerakkan driver untuk bekerja secara optimal. Temuan ini sejalan dengan teori produktivitas yang dikemukakan oleh Mulyadi . , yang menyatakan bahwa produktivitas merupakan hasil dari efisiensi penggunaan input untuk menghasilkan output yang optimal. Ketika kesepakatan kerja bersama diterapkan secara konsisten dan diiringi dengan motivasi kerja yang tinggi, driver mampu memanfaatkan sumber daya secara lebih efektif, sehingga produktivitas kerja dapat meningkat secara berkelanjutan. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa kesepakatan kerja bersama dan motivasi kerja memiliki kontribusi yang kuat dalam menjelaskan variasi produktivitas driver Maxim di Kota Kupang, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model Temuan ini menegaskan bahwa kedua variabel tersebut merupakan faktor dominan dalam sistem kemitraan Maxim. Oleh karena itu, perusahaan perlu menjaga konsistensi penerapan kesepakatan kerja bersama serta merancang strategi peningkatan motivasi kerja agar produktivitas driver dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh kesepakatan kerja bersama dan motivasi kerja terhadap produktivitas driver Maxim di Kota Kupang, dapat disimpulkan bahwa secara deskriptif kesepakatan kerja bersama dan motivasi kerja berada pada kategori tinggi, sementara produktivitas driver berada pada kategori sangat tinggi. Hasil pengujian parsial menunjukkan bahwa kesepakatan kerja bersama berpengaruh signifikan terhadap produktivitas driver, yang mengindikasikan bahwa kejelasan, konsistensi, dan implementasi kesepakatan kerja berperan penting dalam mendorong peningkatan produktivitas. Selain itu, motivasi kerja juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap produktivitas driver, yang menegaskan bahwa dorongan Kaho. , at al. Pengaruh Kesepakatan Kerja Bersama A internal, pemenuhan kebutuhan, serta semangat kerja memiliki kontribusi nyata terhadap peningkatan hasil kerja. Hasil pengujian simultan memperlihatkan bahwa kesepakatan kerja bersama dan motivasi kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap produktivitas driver Maxim di Kota Kupang, yang diperkuat oleh nilai koefisien determinasi yang menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut memiliki pengaruh yang relatif kuat dalam menjelaskan variasi produktivitas driver. REKOMENDASI Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memberikan beberapa rekomendasi yang pertama bagi perusahaan Maxim yaitu perlu terus meningkatkan kualitas komunikasi dan kejelasan dalam kesepakatan kerja bersama, terutama mengenai hak, kewajiban, serta mekanisme operasional driver. Disarankan untuk memberikan program penghargaan, pelatihan, atau dukungan lain yang dapat meningkatkan motivasi kerja driver. Evaluasi berkala terhadap sistem kemitraan sangat penting agar memenuhi kebutuhan driver serta menjaga kenyamanan Yang kedua bagi driver Maxim diharapkan dapat terus memanfaatkan aturan kerja dan peluang yang disediakan oleh perusahaan untuk meningkatkan efektivitas kerja. Menjaga motivasi internal dengan menetapkan tujuan pribadi dapat membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan. dan yang terakhir bagi penelitian Selanjutnya diharapkan dapat menambahkan variabel lain yang dapat memengaruhi produktivitas driver atau variabel penelitian yang bersangkutan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam dunia organisasi. REFERENSI Anoraga. Psikologi Kerja. Jakarta: Rineka Cipta. Anwar. AoPengaruh Stres Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Produktivitas Kerja (Survei Pada Driver Maxim Di Kota Tasikmalay. Ao. Jurnal Cendekia Ilmiah, 1. Available https://w. net/publication/291375128_STRESS_MANAGEMENT_. Baiti. Djumali and Kustiyah. Produktivitas KerjaKaryawan Ditinjau Dari Motivasi. Disiplin Kerja Dan Lingkungan Kerja Pada Pt. Iskandar Indah Printing Textile Surakarta. Danang. Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan pe. Yogyakarta : Redaksi CAPS. Fahmi. Perilaku Organisasi. Teori. Aplikasi Dan Kasus. Bandung : Afabeta. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Gumilar . AoBuruh dan Tenaga KerjaAo. Jurnal online, 250. Available at: Blokspot. id Buruh dan Tenaga Kerja. Handoko. Manajemen Personalia & Sumber Daya Manusia. Edisi Kedu. BPFEYogyakarta. Kaho. , at al. Pengaruh Kesepakatan Kerja Bersama A Hardani. Auliyah. and Dkk . Buku Metode Penelitian Kualitatif dan Kualitatif. Husnu Abad. Edited by Penerbit: CV. Pustaka Ilmu.