Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving Untuk Meningkatkan Career Decision-Making Self-Efficacy Murid SMA Di Sidoarjo PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN CAREER DECISION-MAKING SELF-EFFICACY MURID SMA DI SIDOARJO Pramudita Kurniasani Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya Email: pramuditaks@gmail. Retno Tri Hariastuti Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya Email: retnotri@unesa. Abstrak Penelitian ini menguji penerapan bimbingan kelompok teknik problem solving untuk meningkatkan career decision-making self-efficacy pada murid kelas XI SMA di Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian pre-experimental one group pre-test post-test, serta analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistic non parametrik yaitu uji Wilcoxon. Pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan instrumen angket mengukur tingkat career decision-making self-efficacy murid kelas XI SMA di Sidoarjo. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 6 murid kelas XI yang memiliki kecenderungan career decision-making self-efficacy sedang dan rendah. Pada penelitian ini terdapat peningkatan keyakinan pada career decision-making self-efficacy murid dari rata-rata peningkatan yang diperoleh sebelum dan sesudah mendapatkan treatment sebesar 23 poin. Berdasarkan pada hasil interpretasi uji Wilcoxon dengan bantuan SPSS Statistic 25 for Windows diperoleh nilai Asymp. -taile. sebesar 0,028, dimana 0,028 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa (HC. Dapat disimpulkan bahwa penerapan bimbingan kelompok teknik problem solving dapat meningkatkan career decision-making selfefficacy murid kelas XI SMA di Sidoarjo. Kata Kunci: Penerapan. Bimbingan Kelompok. Prolem Solving. Career Decision-Making Self-Efficacy Abstract This study examines the application of problem-solving technique group guidance to improving career decision-making self-efficacy among 11th grade high school students in Sidoarjo. This study uses a quantitative approach with a pre-experimental one group pre-test post-test research design, and data analysis in this study uses non-parametric statistics, namely the Wilcoxon test. Data collection was conducted using a questionnaire to measure the career decision-making self-efficacy levels of eleventh grade high school students in Sidoarjo. The subjects in this study were 6 eleventh grade students who had moderate to low career decision-making self-efficacy. In this study, there was an increase in student career decision-making self-efficacy with an average increase of 23 points before and after receiving treatment. Based on the interpretation of the Wilcoxon test results using SPSS Statistics 25 for Windows, the Asymp. -taile. value was 0. 028, where 0. 028 < 0. 05, so it can be concluded that (HC. is accepted. The conclusion of this study that the application of group guidance using problem-solving techniques can increase the career decision-making self efficacy of grade eleventh students at Sidoarjo. Keywords: Application. Group Guidance. Problem Solving. Career Decision-Making Self-Efficacy pada remaja, di mana individu mulai menghadapi PENDAHULUAN keputusan-keputusan signifikan terkait karier mereka. Bimbingan dan konseling merupakan bagian penting dalam Berdasarkan data BPS Agustus 2024, angka pengangguran 999 juta jiwa dan didominasi oleh tamatan memberdayakan murid agar dapat mencapai tugas Sekolah Menengah Atas (SMA) mencapai 30,72%. Faktor perkembangan secara menyeluruh dan optimal. Dalam utama penyebab tingginya angka pengangguran ini selain pendidikan, setiap murid diharapkan untuk menyusun minimnya lapangan pekerjaan, juga dipengaruhi oleh strategi untuk masa depan dan mengembangkan potensi ketidaksesuaian keterampilan serta kemampuan yang mereka, baik secara akademis maupun non-akademis. dimiliki murid dan sangat kurangnya pemahaman murid Karier merupakan pembahasan yang cukup banyak ditemui Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving Untuk Meningkatkan Career Decision-Making Self-Efficacy Murid SMA Di Sidoarjo tentang prospek pekerjaan setelah lulus sekolah. Remaja kemampuan yang mereka miliki dalam mengambil dapat dikatakan berhasil dalam mempersiapkan masa keputusan yang berhubungan dengan kariernya secara depan adalah remaja yang paham dan mengerti mengenai akurat dan tepat pada tujuan. Saifuddin . memperkuat perbedaan kelebihan yang dimiliki oleh disendiri dan orang hal ini dengan mengungkapkan jika individu dengan career lain, kemudian memiliki pandangan lebih logis dan idealis self-efficacy yang tinggi cenderung mencapai kematangan sehingga dapat memahami arah karier masa depannya karier yang lebih baik, mencakup aspek kognitif dan bisa (Istiqlailia. N & SaAoidah. I 2. Remaja, khususnya memutuskan pilihan karier dengan tepat. murid SMA, sering mengalami kebingungan dan kesulitan Urgensi penelitian ini didasarkan pada pentingnya dalam menentukan pendidikan lanjutan yang akan career decision-making self-efficacy untuk pondasi dalam ditempuh serta kurangnya pemahaman mengenai prospek membentuk kemampuan pengambilan keputusan karier pekerjaan setelah menyelesaikan studi (Amaral et al. yang matang pada murid SMA. Tingginya angka pengangguran lulusan SMA mengindikasikan perlunya Dalam proses memiih karier, murid perlu memiliki penguatan keyakinan diri murid dalam mengambil wawasan informasi yang cukup mengenai berbagai pilihan keputusan karier sejak dini, sehingga murid mampu pendidikan dan pekerjaan yang tersedia, serta memahami membuat pilihan yang sesuai dengan potensi yang dimiliki. minat, bakat, dan tujuan hidup secara mendalam. Career decision-making self-efficacy berperan penting Pemahaman dan keyakinan diri pada murid sangat penting terhadap perkembangan murid. Keinginan murid akan agar murid tidak hanya mengikuti tren atau pilihan dari muncul untuk mencapai karier yang mereka inginkan dan orang lain, melainkan benar-benar memilih karier yang dengan efikasi diri yang dimiliki, maka akan tercipta usaha sesuai dengan potensi dan keinginan murid. Selain itu, yang dilakukan untuk bisa mencapai keinginan tersebut. murid harus mengidentifikasi prospek dan tantangan yang Dengan mungkin mereka hadapi di masa depan. Menurut Lent dan mengembangkan efikasi diri yang kuat dan sesuai dalam Brown . , murid bisa memilih keputusan karier pengambilan keputusan karir. Bantuan ini dapat terwujud berdasarkan pemahaman diri dan informasi yang sepadan dalam bentuk layanan bimbingan kelompok. Program cenderung lebih berhasil dalam mencapai tujuan karier dibandingkan dengan murid yang memilih karier tanpa kemampuan, dan kepercayaan diri yang penting bagi anak- mempertimbangkan beberapa aspek. Oleh karena itu, anak untuk menghadapi tantangan di masa depan. keterampilan pengambilan keputusan karir tingkat lanjut Penggunaan pendekatan pemecahan masalah dalam sangat penting bagi murid untuk memilih profesi yang layanan bimbingan kelompok merupakan salah satu sesuai dengan aspirasi dan kemampuan mereka. metode untuk meningkatkan efikasi diri murid dalam Pengambilan keputusan karier berdasarkan kompetensi Layanan Selain kompetensi pribadi, elemen internal dan kelompok yang menggunakan teknik problem solving akan eksternal lainnya memengaruhi pengambilan keputusan. membantu murid dalam mengenali dan memahami Osipow . mengungkapkan bahwa kematangan karier dapat dipengaruhi oleh prestasi diri, faktor vokasional, keterampilan pengambilan keputusan mereka. Penelitian kepribadian faktor lingkungan, dan faktor efikasi diri sebelumnya telah menunjukkan kemanjuran supervisi (Fadhila et al. , 2. kelompok yang menggunakan teknik problem solving Career decision-making self-efficacy menjadi salah dalam ranah pengembangan diri murid. Hartanti . satu faktor yang memengaruhi pemilihan karier. Taylor & Betz . mendefinisikan career decision-making self- pemecahan masalah berperan preventif, mencegah murid efficacy sebagai keyakinan dari seseorang terhadap memilih jalur karier yang tidak sesuai dengan aspirasi Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving Untuk Meningkatkan Career Decision-Making Self-Efficacy Murid SMA Di Sidoarjo Penelitian di SMPN 33 Bekasi menunjukkan METODE Rancangan Penelitian Studi ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan desain pra-eksperimental, satu kelompok pretest-posttest, menggunakan satu kelas sebagai kelompok eksperimen tanpa kelas pembanding atau kelompok kontrol. Sugiyono . menyatakan bahwa pendekatan penelitian eksperimental digunakan untuk mengevaluasi dampak terapi terhadap variabel lain dalam kondisi terkontrol. Studi ini menggunakan instrumen Career Decision-Making SelfEfficacy (CDMSE) yang dikembangkan oleh Taylor & Betz . Pada pelaksanaannya, kelompok yang ditetapkan menjadi subjek penelitian terlebih dahulu diberikan pre Ae test (OCA) untuk mengetahui kondisi awal career decisionmaking self-efficacy. Selanjutnya, lima sesi bimbingan kelompok yang menggunakan teknik problem solving Setelah menyelesaikan rangkaian perlakuan, post-test . CC) dilakukan dengan menggunakan instrumen yang sama. Hasil pre Ae test dan post Ae test kemudian dibandingkan untuk mengetahui varians skor sebelum dan sesudah perlakuan, yang meliputi bimbingan kelompok dengan pendekatan problem solving, yang bertujuan untuk meningkatkan career decision-making self-efficacy murid. bahwa rata-rata skor efikasi diri profesional murid meningkat dari 69 menjadi 89 setelah implementasi layanan bimbingan kelompok pemecahan masalah. Putri. menemukan bahwa bimbingan kelompok yang menggunakan teknik problem solving meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan murid. Penelitian ini belum secara eksplisit membahas implementasi bimbingan kelompok yang menggunakan pendekatan pemecahan masalah untuk meningkatkan efikasi diri pengambilan keputusan karier di kalangan murid SMA, khususnya di wilayah Sidoarjo. Penelitian ini didasarkan pada fenomena rendahnya tingkat career decision-making self-efficacy pada murid kelas XI di SMAN 1 Wonoayu. Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti di kelas XI-1. XI-5, dan XI-3, ditemukan bahwa sejumlah murid kebingungan mengenai karier masa depan. Para murid tersebut cenderung tidak yakin pada pilihan karier, kurangnya mencari informasi dan peluang karier serta belum mengetahui cara mengatasi OCA X OCC hambatan karier. Hal ini menunjukkan adanya masalah dalam pengambilan keputusan karir yang terkait erat Gambar 1 Desain Penelitian Sugiyono 2023 dengan career decision-making self-efficacy. Untuk Keterangan: mengenai permasalahan tersebut, peneliti melakukan OCA : Pre-Test mengukur kondisi awal subjek sebelum wawancara dengan guru Bimbingan dan Konseling (BK) di diberikan treatment SMAN 1 Wonoayu. Hasil wawancara menunjukkan bahwa X : Treatment bimbingan kelompok teknik problem solving sebagian besar murid kelas XI masih mengalami OCC : Post-Test mengukur kondisi akhir responden setelah kebingungan dalam menentukan pilihan karier, yang dipicu diberikan treatment oleh rendahnya keyakinan diri murid dalam memutuskan Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Wonoayu dengan Alamat Jl. Pagerngumbuk Wonoayu. Kecamatan Wonoayu. Kabupaten Sidoarjo. Provinsi Jawa Timur. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah enam . murid kelas XI di SMAN 1 Wonoayu tahun ajaran 2025/2026. Pemilihan enam . subjek oleh peneliti didasari oleh pemikiran Bore. Hendricks & Womack . yang mengatakan jika jumlah anggota yang efektif dalam bimbingan kelompok psikoedukasi di sekolah umumnya berkisar 6-10 orang. Kriteria subjek dalam penelitian ini adalah murid yang memiliki tingkat career decision-making self-efficacy sedang dan rendah, yang dipilih setelah penyebaran dan proses analisis skor yang telah ditetapkan. terkait karier. Guna memperoleh data yang lebih objektif, peneliti menyebarkan angket sementara kepada murid kelas XI untuk mengukur tingkat career decision-making self-efficacy mereka. Dari 89 murid yang mengisi angket, diperoleh data bahwa 51,69% murid menunjukkan tingkat decision-making self-efficacy dibandingkan dengan rekan-rekan mereka. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas supervisi kelompok yang menggunakan teknik problem solving untuk career decision-making self-efficacy di SMAN 1 Wonoayu. Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving Untuk Meningkatkan Career Decision-Making Self-Efficacy Murid SMA Di Sidoarjo Variabel dan Definisi Operasional Studi ini mencakup dua variabel: variabel independen menggunakan teknik analsis statistic non parametric. Salah dan variabel dependen. Berikut adalah definisi operasional menganalisis data yaitu uji wilcoxon signed rank test yang dari kedua variabel tersebut: akan digunakan untuk membandingkan situasi sebelum dan Bimbingan kelompok teknik poblem solving merupakan sesudah diberikan treatment. Analisis data menggunakan upaya pemberian bantuan berupa memberikan layanan SPSS 25 for Windows. Nilai probabilitas hasil uji kepada individu yang tergabung dalam kelompok. Pada (Asymp. Si. dinamika kelompok ini setiap anggota kelompok akan signifikansi ( = 0,. untuk menentukan hipotesis. masing masing mengidentifikasi apa saja tantangan dalam Hipotesis nol (HCA) ditolak apabila Asymp. Sig < 0,05 mencapai tujuan karier mereka, kemudian setiap anggota sehingga hipotesis alternatif (HC. Sebaliknya, kelompok mempertimbangkan minat, bakat, dan keinginan hipotesis nol (HCA) diterima apabila Asymp. Sig Ou 0,05. mereka terhadap tujuan karier kedepannya. Para anggota kelompok akan melaksanakan sesi diskusi guna dapat HASIL DAN PEMBAHASAN Subjek pada penelitian ini merupakan murid kelas XI saling berinteraksi dan berkolaborasi mencapai tujuan SMA Negeri 1 Wonoayu yang memiliki career decision- karier bersama. Dengan menggunakan teknik problem making self-efficacy dengan kategori sedang dan rendah. solving anggota kelompok akan belajar mencari solusi yang Penentuan efektif dan kreatif guna mengatasi hambatan pada setiap pengukuran awal dengan menyebarkan angket pada kelas anggota dalam kelompok dalam mencapai tujuan karier XI-1 dan kelas XI-2 yang disarankan oleh Guru BK, kemudian dipilih enam . murid yang menjadi subjek Career decision-making self-efficacy adalah keakinan Penyebaran angket dilakukan pada tanggal 12 pada diri individu terhadap kemampuan yang mereka Januari 2026. Dari hasil penyebaran angket akan miliki guna mencapai tujuan karier dan menghadapi dikategorikan menjadi 3 kelompok, yaitu kategori tinggi, hambatan yang datag dalam proses mencapai tujuan karier. kategori sedang dan kategori rendah. Pengkategorian skor Hal ini berarti jika seseorang memiliki career decision- hasil pre-test menggunakan cara sebagai berikut: satu teknik non parametric yang dipergunakan untuk making self-efficacy karier yang tinggi mereka akan lebih percaya diri atas kemampuan dan keterampilan mencapai Rata-rata didapat menggunakan insert function average yaitu 135 karier mereka, sehingga mereka melihat hambatan sebagai . Standar deviasi didapatkan menggunakan insert dorongan agar lebih berusaha mencari solusi atau opsi lain function STDEV yaitu 19,4 mengatasi hambatan tersebut. Dari hasil perhitungan diatas maka didapatkan Teknik Pengumpulan Data Data didapatkan melalui penyebaran angket mengukur career decision-making self-efficacy. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan serangkaian pertanyaan kepada mahamurid untuk dijawab. Penelitian ini menggunakan kuesioner dengan skala Likert dari 1-4. Sugiyono . skala likert dipergunaan untuk mengukur pendapat, sikap, serta persepsi individu atau kelompok terhadap suatu pernyataan. Klasifikasi skala likert yaitu. Sangat Sesuai (SS). Sesuai (S). Tidak Sesuai (TS). Sangat Tidak Sesuai (STS). Teknik Analisis Data Sugiyono . analisis data adalah proses kategori skor sebagai berikut: menggabungkan dan mengolah data yang diperoleh dari Responden PAR Kategori Tinggi = . ean SD) ke atas = . = 154,4 ke atas Kategori Sedang = . ean - SD) sampai . ean SD) = . Ae19,. sampai = . = 116 Sampai dengan 154,4 Kategori Rendah = . ean - SD) ke bawah = . -19,. ke bawah = 116 ke bawah Tabel 1. Hasil Pre Ae Test Enam Subjek responden berdasarkan variabel yang diteliti. Penelitian ini Skor Pre-Test Kategori Sedang Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving Untuk Meningkatkan Career Decision-Making Self-Efficacy Murid SMA Di Sidoarjo SAS TFP NPA BZA Sedang Rendah Rendah Rendah Rendah Data Hasil Perlakuan . Perlakuan, yang dilakukan sebagai bimbingan kelompok menggunakan teknik problem solving, diberikan kepada enam peserta selama lima sesi. Pelaksanaan perlakuan ini dilakukan mulai tanggal 15 Januari sampai 29 Januari 2026 sesuai dengan ijin sekolah dan kesepakatan bersama subjek. Berikut rincian perlakuan . Tabel 2. Rincian Perlakuan Pertemuan Self Appraisal Gathering Occupational Information Tujuan Membangun anggota kelompok, menjelaskan tujuan layanan bimbingan penilaian diri . Membantu murid menggali informasi mereka lulus Goal Selection Kegiatan Perkenalan, kelompok tahap pertama dengan topik penilaian . Murid diberikan dan melakukan sebab-akibat, alternatif solusi. Mengulas kembali topik dan membahas informasi karier. Murid diberikan dan melakukan sebab-akibat. Planning For The Future Problem Solving Membantu murid menentukan tujuan karier yang sesuai dalam dirinya Membantu murid Membantu murid menemukan solusi dihadapkan dengan hambatan dalam alternatif solusi, informasi karier. Membahas penetapan tujuan sesuai dengan Murid diberikan dan melakukan sebab-akibat, alternatif solusi, yang tepat. Diskusi Murid diberikan contoh sebab-akibat, alternatif solusi, serta menyusun langkah-langkah konkret untuk karier mereka Refleksi kelompok dan Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving Untuk Meningkatkan Career Decision-Making Self-Efficacy Murid SMA Di Sidoarjo mencapai tujuan Tabel berikut membandingkan skor pre Ae test dan post Ae test pada enam subjek: masalah karier. Murid diberikan dan melakukan sebab-akibat, alternatif solusi, hambatan dalam mencapai tujuan Anggota mengisi angket post-test dengan item yang sama seperti pre-test. Tabel 4. Hasil Perandingan Pre Ae Test dan Post Ae Test Nama PAR SAS TFP NPA BZA RataRata Data Hasil Post Ae Test Keenam subjek yang telah diberikan perlakuan berupa imbingan kelompok teknik problem solving sebanyak lima . kali kemudian diarahkan untuk mengisi angket post Ae test untuk mengukur career decision-making self-efficacy yang sama dengan pre Ae test sebelumnya. Tujuan dari pemberian angket Kembali adalah untuk melihat ada tidaknya perbedaan tingkat career decision-making selfefficacy sebelum dan sesudah diberikan perlakuan . Pemberian angket ini dilakukan pada tanggal 29 Januari 2026. Berikut data hasil post Ae test keenam subjek penelitian : Skor Pre-Test Post Ae Test Skor Kategori Tinggi Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang 138,17 Sedang Peningkatan Skor Akhir Gambar 2. Grafik Hasil Perandingan Pre Ae Test dan Post Ae Test Pembahasan Penelitian ini menggunakan metodologi preeksperimental dengan one group pre-test post-test design, yang dilakukan di SMA Negeri 1 Wonoayu. Penelitian ini didasarkan pada fenomena kurangnya persiapan dalam merencanakan karier pada murid kelas XI-1 dan XI-2 SMA Negeri 1 Wonoayu yang di sebabkan oleh rendahnya career decision-making self-efficacy pada murid. Career decision-making self-efficacy mengacu pada kepercayaan diri murid dalam kemampuan mereka untuk melaksanakan tugas-tugas yang diperlukan untuk membuat keputusan karir (Taylor & Betz, 1. Fokus penelitian ini yaitu murid kelas XI-1 dan XI-2 yang memiliki variasi career decision-making self-efficacy sedang dan rendah. Berdasarkan pada kelas tersebut, kemudian diberikan angket mengukur tingkat career decision-making selfefficacy murid. Berdasarkan hasil angket career decisionmaking self-efficacy yang sudah dilakukan sebelumnya, peneliti mengambil enam . subjek yang di antaranya dua . murid yang memiliki kategori sedang dan empat . murid yang memiliki kategori rendah pada tingkat career decision-making self-efficacy. Pemilihan enam . subjek Tabel 3. Hasil Post Ae Test Enam Subjek Responden PAR SAS TFP NPA BZA Pre Ae Test Skor Kategori Sedang Sedang Rendah Rendah Rendah Rendah 115,17 Rendah Kategori Tinggi Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Analisis Perandingan Pre Ae Test dan Post Ae Test Hasil pre Ae test dan post Ae test kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi perbedaan sebelum dan sesudah Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving Untuk Meningkatkan Career Decision-Making Self-Efficacy Murid SMA Di Sidoarjo oleh peneliti didasari oleh pemikiran Bore. Hendricks & Womack . yang mengatakan jika jumlah anggota yang efektif dalam bimbingan kelompok psikoedukasi di sekolah umumnya berkisar 6-10 orang. Ukuran kelompok tersebut dianggap ideal karena dapat membangun interaksi antar anggota kelompok, saling memberikan dukungan, menjaga kerahasiaan dan memastikan fokus kelompok Setelah diberi perlakuan . berupa bimbingan kelompok menggunakan teknik problem solving, seluruh subjek mengalami peningkatan pada skor Post-Test. Berikut adalah skor Post-Test yang didapat dari keenam . PAR memperoleh skor Post-Test yakni 154. SAS memperoleh skor Post-Test yakni 132. TFP memperoleh skor Post-Test yakni 142. NPA memperoleh skor Post-Test yakni 138. BZA memperoleh skor Post-Test yakni 132, dan SR memperoleh skor Post-Test yakni 131. Peningkatan skor career decision-making self-efficacydilihat dari awalnya murid belum memiliki gambaran mengenai masa depan, setelah diberikan treatment memiliki peningkatan keterampilan dalam mengenali nilai-nilai pribadi, mencari merencanakan masa depan dengan terstruktur serta dapat memecahkan masalah yang timbul saat proses mencapai tujuan karier. Hasil penelitian menunjukkan keenam . subjek meningkatkan career decision-making self-efficacy murid SMA di Tiongkok. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok yang menggunakan teknik problem solving telah menunjukkan peningkatan career decision-making self-efficacy murid kelas 11 di SMA Negeri 1 Wonoayu. PENUTUP Simpulan Temuan penelitian menunjukkan bahwa supervisi kelompok yang menggunakan teknik problem solving secara efektif meningkatkan career decision-making selfefficacy murid kelas 11 di SMA Negeri 1 Wonoayu. Hal ini diperkuat dengan adanya peningkatan keyakinan career decision-making self-efficacy murid dari rata-rata Pre-Test sebesar 115,17 menjadi 138,17 poin pada Post-Test dengan peningkatan rata-rata sebesar 23 poin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,028 < 0,05, yang menandakan adanya perbedaan signifikan pada kondisi individu sebelum dan setelah menerima perlakuan melalui instruksi kelompok tentang teknik problem mengalami peningkatan skor career decision-making self- Seluruh subjek penelitian yang berjumlah enam efficacy dari Pre-Test dan Post-Test. Rata-rata skor PreAi murid mengalami peningkatan career decision-making Test sebesar 115,17 meningkat menjadi 138,17 pada Post- self-efficacy dengan tingkat peningkatan yang beragam. Test, dengan rata-rata peningkatan sebesar 23 poin. Uji Wilcoxon Subjek dengan kategori career decision-making selfefficacy sedang (PAR) mengalami peningkatan menjadi kategori tinggi, sedangkan subjek dengan kategori sedang mengungkapkan nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,028, hingga rendah (SAS. TFP. NPA. BZA. SR) mengalami yang kurang dari 0,05, menunjukkan perbedaan yang peningkatan skor menjadi kategori sedang. Penelitian ini signifikan antara kondisi peserta sebelum dan sesudah memberikan kontribusi teoritis dalam memperkuat teori Oleh karena itu, hipotesis alternatif (HC. Career Decision-Making Self-Efficacy serta menunjukkan ditegaskan, menunjukkan adanya perbedaan yang cukup bahwa integrasi teknik Problem Solving dalam layanan besar dalam skor career decision-making self-efficacy bimbingan kelompok dapat menjadi pendekatan yang sebelum dan setelah menerima layanan bimbingan efektif untuk meningkatkan career decision-making self- kelompok problem solving. Hal ini sejalan dengan efficacy murid. penelitian Al Bustanul Jauhari. , yang Saran menggunakan teknik problem solving secara efektif decision-making self-efficacy. Penelitian yang dilakukan oleh Zeng et al. menunjukkan bahwa supervisi kelompok secara signifikan Bagi Guru Bimbingan dan Konseling Guru bimbingan dan konseling didorong untuk menyediakan layanan bimbingan kelompok yang menggunakan teknik problem solving sebagai pendekatan alternatif untuk meningkatkan career decision-making self-efficacy murid. Layanan ini terbukti mampu menciptakan dinamika kelompok Penerapan Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving Untuk Meningkatkan Career Decision-Making Self-Efficacy Murid SMA Di Sidoarjo yang erat, melatih anggota kelompok mengutarakan pendapat dan mencari solusi bersama, menumbuhkan keaktifan anggota kelompok, dan memberikan pemahaman mendalam terkait career decision-making selfefficacy. Namun demikian, guru BK perlu memberikan penguatan lanjutan supaya career decision-making self-efficacy murid lebih matang dan lebih terarah. Bagi Murid Murid diharapkan mampu mengimplementasikan setiap dimensi career decision-making selfefficacy yang telah dipelajari selama pemberian layanan bimbingan kelompok ke dalam kehidupan sehari-hari agar murid dapat lebih matang dalam merencanakan karier masa depan. Bagi Peneliti Para peneliti di masa mendatang didorong untuk menggunakan teknik penelitian eksperimental yang lebih ketat, yaitu pendekatan kuasieksperimental yang menggabungkan kelompok menyeluruh tentang efek layanan bimbingan kelompok yang menggunakan teknik problem Selain itu, peneliti berikutnya diharapkan memperbaharui penelitian dengan menambah subjek penelitian, membangun suasana kelompok lebih aktif, atau mengkaji variabel lain yang berkaitan dengan career decision-making self-efficacy. Atikah. , & Asni. Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Problem Solving Untuk Meningkatkan Self Efficacy Murid SMPN Bekasi. https://doi. org/10. 30998/rdje. Badan Pusat Statistik . https://w. id/id/pressrelease/2024/11/05/237 3/tingkat-pengangguran-terbuka--tpt--sebesar-4-91persen-dan-rata-rata-upah-buruh-sebesar-rp3-27-jutaper-agustus-2024. Bandura. Self Efficacy In Changing Societies. Bandura. Self Efficacy The Exercise Of Control. Bore. Hendricks. , & Womack. Increasing counseling competency: The role of group Journal of Professional Counseling: Practice. Theory & Research, 40. , 56-68. Dharma. , & Akmal. Career Decision Making Self Efficacy Dan Career Indecision Pada Mahamurid Tingkat Akhir. Seurune. Jurnal Psikologi Unsyiah, 2920, 1-19. https://doi. org/10. 24815/s-jpu. Fadilla. , & Abdullah. Faktor pengambilan keputusan karier pada Murid SMA ditinjau dari Social Cognitive Theory. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 8. , 108-115. https://doi. org/10. 30872/psikostudia. Hartanti. Bimbingan Kelompok. Hasan. Karamoy. , & Mutakin. Pengaruh Bimbingan Kelompok Teknik Problem Solving Terhadap Pemilihan Studi Lanjut Murid. DAFTAR PUSTAKA