ISSN 2581-2319 ANALISIS KONSENTRASI NITROGEN DIOKSIDA (NO. DAN SULFUR DIOKSIDA (SO. DAN HUBUNGANNYA DENGAN FAKTOR KELEMBABAN UDARA DAN KECEPATAN ANGIN Nurhayati. Andi Yulianti Ramli Fakultas Teknik. Universitas Satya Negara Indonesia Correspondent author : nurhayati@usni. Diterima : 21-07-2025 Revisi : 27-07-2025 Disetujui : 31-07-2025 Diterbitkan: 1-08-2025 Abstract Urban air pollution has become an issue that requires attention due to air pollution generating nitrogen dioxide (NO. and SO2 gas. NO2 gas is a fairly dangerous pollutant for human health because it can cause eye irritation and lung discomfort, while SO2 gas can affect the cardiovascular system and cause headaches, low blood pressure, and rapid Therefore, it is necessary to monitor air quality while considering meteorological factors such as humidity and wind speed, which can lead to measurement errors. The average measurement of SO2 at the environmental laboratory location is 28. 9 AAg/mA, at the Villa Dago residential area the average is 24. 2 AAg/mA. NO 2 gas at the environmental laboratory is 37. 1 AAg/mA and at the Villa Dago residential area, the average is 26. 8 AAg/mA. The humidity at the environmental laboratory location averages 71. 7 %RH and at the residential location averages 2. 2 %RH. Meanwhile, the average wind speed is 2. 0 m/s and the average at the villa Dago residential area is 2. 2 m/s. The relationship between SO2 and humidity at the environmental laboratory location has an average correlation . of 76 with R2 of 0. 5714, indicating that the sampling times at 7:00 AM, 1:00 PM, and 5:00 PM show strong correlation at the residential area around the environmental laboratory, with regression equation Y = 34. Meanwhile, at the villa Dago residential area, the correlation . 99, meaning there is a very strong relationship between the NO2 testing times, with R2 of 1 and regression equation Y = 26. Keywords: Air pollution, sulfur dioxide, nitrogen dioxide, meteorology PENDAHULUAN Pencemaran udara sudah menjadi masalah yang serius pada kota-kota besar di dunia. Polusi udara perkotaan yang berdampak pada kesehatan manusia dan lingkungan. Kualitas udara memiliki dampak langsung pada kesehatan dan kelangsungan hidup makhluk hidup. Polusi udara, yang mengandung partikelpartikel berbahaya dan gas beracun, dapat menyebabkan masalah pernapasan, penyakit kardiovaskular, dan bahkan kematian pada manusia dan hewan. Bagi tumbuhan, polusi udara dapat menghambat fotosintesis dan pertumbuhan. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan kualitas udara adalah tanggung jawab bersama untuk memastikan kesehatan ekosistem dan semua penghuninya. Menurut Wahyuni . , udara tercemar disebabkan adanya perubahan komponen di atmosfer karena masuknya partikel atau zat asing dalam jumlah melebih normal. Polusi udara di perkotaan sudah menjadi masalah yang serius di Indonesia maupun kota-kota besar di dunia. Menurut Chandra . pencemaran udara dapat mengganggu fungsi paru-paru akibat pengirisan saluran pernapasan. Partikel penyebab gangguan saluran pernapasan yaitu Gas-gas seperti NO2. SO2, formaldehida, ozon, dan partikel debu. Kota Tangerang Selatan adalah salah satu kota di Indonesia sebagai salah satu daerah penyangga Jurnal TechLINK Volume 9 Edisi 1. April 2025 ISSN 2581-2319 ibukota Jakarta, mengalami pertumbuhan pesat dalam sektor pembangunan infrastruktur dan urbanisasi. Kota Tanggerang dengan pesatnya pembangunan, kegiatan industri dan meningkat jumlah kendaraan bermotor tentunya ini sangat berkontribusi terhadap peningkatan kadar polutan udara, termasuk NO2 dan SOCC. Pencemaran udara di daerah perkotaan sering kali lebih tinggi di daerah yang dekat dengan jalan raya . (Pemerintah Kota Tangsel, 2. PT Laboratorium Lingkungan yang terletak di Jl. Swadaya No. 19 ,Kec. Serpong. Kota Tangerang Selatan. Banten 15310. Lokasi PT berdekatan dengan pemukiman warga, sehingga perlu diketahui adanya sumber pencemaran, bahaya pencemar bagi kehidupan sekitar kawasan tersebut dan cara mencegah maupun menanggulanginya. Penelitian dilakukan bertujuan untuk menganalisis konsentrasi NO2 dan SOCC atmosfer disekitar PT di Kota Tangerang Selatan dan menganalisis pengaruh faktor meteorologi terhadap konsentrasi NO2 dan SOCC dan variasi konsentrasinya melalui pemantauan dan analisis data. Adapun tujuan penelitian mengukur konsentrasi NO2 dan SOCC di udara ambien di pemukiman sekitar perusahaan bidang analisis lingkungan dan pemukiman penduduk dan menganalisis hubungan meteorologi . elembaban dan kecepatanga. terhadap konsentrasi NO2 dan SOCC udara ambien METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Lokasi PT yang bergerak dalam laboratorium Lingkungan di Kota Tangerang Selatan, yang terletak di Provinsi Banten. Indonesia. PT ini posisi dekat dengan rumah pemukiman dan aktivitas industri serta transportasi yang berpotensi mempengaruhi kualitas udara, khususnya konsentrasi Nitrogen oksida (NO. dan sulfur dioksida (SO. serta di perumahan villa dago Tanggerang Selatan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang Selatan, kawasan ini mencatat tingkat polusi udara yang cukup tinggi, terutama di lokasi-lokasi yang dekat dengan jalan raya dan area industri (BPS Kota Tangerang Selatan, 2. Cara Analisa Teknik pengambilan contoh uji selama 24 jam. (SNI 19-7119. A Susun peralatan pengambilan contoh uji, masukkan larutan penjerap SO2 sebanyak 50 mL ke masing- masing botol penjerap. Atur botol penjerap agar terlindungi dari hujan dan sinar matahari A Hidupkan pompa penghisap udara dan atur kecepatan alir 0,2 L/menit, setelah stabil catat laju alir awal kemudian lakukan pengambilan contoh uji selama 24 jam dan catat temperature dan tekanan A Setelah 24 jam, catat laju alir akhir dan kemudian matikan pompa penghisap dan diamkan selama 20 menit setelah pengambilan contoh uji untuk menghilangkan pengganggu. alat instrumen yang digunakan dalam pengujian kualitas udara ambien. (Air Sampler Impinge. Air Sampler Impinger merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengambil sampel gas diudara bebas. Alat ini berisikan botol impinger, pompa vakum, moisture adsorber, dan flow meter. Alat ini bekerja dengan menghisap gas yang dengan adanya bantuan pompa vakum. Flow meter ini akan membantu pompa vakum untuk menjerap gas kedalam botol impinger. Analisis Data Analisis data dilakukan secara diskriptif terhadap parameter NO2 dan SO2 serta analisis faktor meteorologi yang berpengaruh terhadap kualitas udara di Kota Tangerang Selatan. Analisis dilakukan pula dengan menggunakan regresi sederhana dan uji perbedaan . terhadap meteorologi . elembaban dan kecepatan angi. parameter NO2 dan SO2. Analisis untuk setiap parameter dilakukan pada waktu pukul 7. 00 wib, 13. 00 wib dan 17. 00wib di lokasi pemukiman PT lab lingkungan dan perumahan pemukiman . illa dag. Penarikan kesimpulan Uji t dan regresi menggunakan program SPSS statistik 22. Setelah mengetahui bagaimana pengaruh variabel independen secara bersamaan terhadap variabel dependen, dilakukan Uji t untuk melihat pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Jurnal TechLINK Volume 9 Edisi 1. April 2025 ISSN 2581-2319 Langka-langkah pada Uji t yaitu: Penentuan hipotesis H0 : secara parsial tidak ada pengaruh signifikan antara kelembaban (RH) dan arah angin terhadap konsentrasi SO2, dan NO2. sedangkan Hipotesa Ha : secara parsial ada pengaruh signifikan antara RH, arah angin terhadap konsentrasi SO2, dan NO2. Penentuan tingkat signifikansi, yaitu = 5% HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian mengenai kualitas udara ambien parameter SO2 dan NO2 terhadap faktor meteorologi dapat dilihat pada tabel 1 dibawah ini: Tabel1. Hasil Analisis parameter SO2. NO2. Kelembaban dan Kecepatan angin Lokasi Waktu SO2 (AAg/mA) NO2 (AAg/mA) Kelembaban (%RH) Kecepatan Angin . Laboran Lingkungan Siang Sore Rata-rata Pagi Area Perumahan Siang (Villa dag. Sore Rata-rata Pagi Pada Tabel 1. Rata-rata S02 di lokasi laboratorium lingkungan sebesar 28,9 AAg/mA dan di lokasi perumahan sebesar 24,2 AAg/mA. Parameter NO2 di lokasi laboratorium lingkungan sebesar 37,1 AAg/mA dan di Lokasi perumahan sebesar 26,8 AAg/mA. Kelembaban di lokasi laboratorium lingkungan rata-rata sebesar 71,7 %RH dan di lokasi perumahan rata-rata sebesar 2,2%RH. Kecepatangan angin rata-rata 2,0 m/s dan rata-rata dilokasi perumahan sebesar 2,2 m/s. Hasil penelitian prosentasi kenaikan SO2 diudara ambien lokasi laboratorium lingkungan sebesar 6,6%, sedangkan untuk NO2 sebesar 5,7% kenaikan konsentrasi SO2. Sedangkan di lokasi perumahan pemukiman parameter SO2 sebesar 12% kenaikan sulfur dioksida sedangkan NO2 naik sebesar 1%. Kelembaban sangat menurut seesar 10,2% di Lokasi laboratorium Lingkungan sedangkan di perumahan sebesar 7% penurunannya. Pada gambar 2 dapat dilihat dta rata-rata konsentrasi SO2. NO2, kelembaban dan kecepatan angin pada kedua Lokasi yaitu di sekitar laboratorium Lingkungan dan perumahan pemukiman villa dago. Jurnal TechLINK Volume 9 Edisi 1. April 2025 ISSN 2581-2319 Konsentrasi NO2 dan SO2 SO2 (AAg/mA) NO2 (AAg/mA) Laboran Lingkungan Kelembaban (%RH) Kecepatan Angin . Area Perumahan (Villa dag. Gambar 1. Rata-rata konsentrasi SO2. NO2, kelembaban (%RH) dan kecepatan angin . Hasil Analisis Hubungan antara konsentrasi SO2 antar Lokasi laboratorium Lingkungan dengan pemukiman perumahan Hasil analisis memperlihatkan data bahwa waktu pengambilan sampling pada pukul 7. 00 wib, 00 wib dan 17. 00wib korelasi ( R) sangat lemah di Lokasi pemukiman sekitar laboratorium Lingkungan yaitu sebesar 0,461 dengan R2 sebesar 0,213 persamaan regresi Y= 27,1 0,9 x. Sedangkan di lokasi pemukiman villa dago korelasi ( R ) sebesar 0,103 artinya tidak ada hubungan antar waktu uji SO2 sedangkan R2 sebesar 0,0179 dan persamaan regresi Y = 23,1 0,55X nampak pada konsentrsi SO2 y = 0. RA = 0. y = 0. RA = 0. SO2 (AAg/mA) (A) SO2 (AAg/mA) (B) Linear (SO2 (AAg/mA) (A)) Linear (SO2 (AAg/mA) (B)) Gambar 2. Hasil Analisis Hubungan antara konsentrasi SO2 antar Lokasi laboratorium Lingkungan (A) dengan pemukiman perumbahan (B) Jurnal TechLINK Volume 9 Edisi 1. April 2025 ISSN 2581-2319 Hasil Analisis Hubungan antara konsentrasi NO2 antar Lokasi laboratorium Lingkungan dengan pemukiman perumbahan Hasil analisis memperlihatkan data bahwa waktu pengambilan sampling pada pukul 7. 00 wib, 00 wib dan 17. 00wib korelasi ( R) kuat di Lokasi pemukiman sekitar laboratorium Lingkungan yaitu sebesar 0,76 dengan R2 sebesar 00,5714 persamaan regresi Y= 34,3 1,4X. Sedangkan di lokasi pemukiman villa dago korelasi ( R) sebesar 0,99 artinya ada hubungan yang sangat kuat antar waktu uji NO2 sedangkan R2 sebesar 1 dan persamaan regresi Y = 26,4 0,2X. dengan demikian untuk konsentrasi NO2 dilokasi pemukiman laboratorium Lingkungan maupun di perumahan villa dago terdapat hubungan yang kuat sampai sangat kuat terhadap waktu pengambilan samping pada pukul 7. wib, 13. 00 wib dan 17. Hasil penelitian kecepatan arah angin rata-rata di daerah pemukiman laboratorium lingkungan sebesar 2,2 m/s dan di lokasi pemukiman perumahan villa dago sebesar 2 m/s, seiring penelitian Bagas A. Dewapandhu1 dan Andik Pribadi . hal ini disebabkan oleh kecepatan arah angin yang memiliki kecepatan rata-rata 2m/s dengan arah angin yang berubah ubah pada pukul 00 wib, 13. 00 wib dan 17. 00wib dapat dilihat pada gambar 3. Konsentrasi NO2 y = 1. RA = 0. y = 0. RA = 1 NO2 (AAg/mA) (A) NO2 (AAg/mA) (B) Series3 Linear (NO2 (AAg/mA) (A)) Linear (Series. Gambar 3. Hasil Analisis Hubungan antara konsentrasi NO2 antar Lokasi laboratorium Lingkungan (A) dengan pemukiman perumbahan (B) Hasil Analisis Parameter SO2 dan NO2 di Lokasi Lobaratorium Lingkungan Hasil Uji t Parameter SO2 terhadap kelembaban sebesar 19,276 pada tingkat kepercayaan = 5% . lebih besar t hitung maka dapat disimpulkan signifikan atau ada pengaruh parameter SO2 terhadap kelembaban udara dengan korelasi (R) sebesar 0,992 atau sangat kuat pengaruh kelembaban terhadap parameter SO2. ( Model Summar. Perhitungan prediksi Perhitungan prediksi SO2 dengan menggunakan rumus hasil hitung yaitu berdasarkan tabel Coefficientsa dengan SPSS yaitu Y = 48,6570,296X Jurnal TechLINK Volume 9 Edisi 1. April 2025 ISSN 2581-2319 Model Summaryb Std. Error Change Statistics Adjusted R of the R Square Square Square Estimate Change Change Model Predictors: (Constan. Kelembaban Dependent Variable: SO2 Sig. Change Hasil Uji t Parameter SO2 terhadap arah angin sebesar 11,141 pada tingkat kepercayaan = 5% . lebih besar t hitung, maka dapat disimpulkan signifikan atau ada pengaruh parameter SO2 terhadap arah angin dengan korelasi (R) sebesar 0,948 atau sangat kuat pengaruh arah angin terhadap parameter SO2. ( Model Summar. Perhitungan prediksi SO2 dengan menggunakan rumus hasil hitung yaitu berdasarkan tabel Coefficientsa dengan SPSS yaitu Y = 22,977 0,296X Model Summaryb Squa Adjuste Square Std. Error of Estimate Predictors: (Constan. Kecepatan_angin Model Change Statistics Square Chang Change Sig. Change Dependent Variable: SO2 Hasil Uji t Parameter NO2 terhadap kelembaban sebesar 11,758 pada tingkat kepercayaan = 5% . lebih besar t hitung maka dapat disimpulkan signifikan atau ada pengaruh parameter NO2 terhadap kelembaban udara dengan korelasi (R) sebesar 0,969 atau sangat kuat pengaruh kelembaban terhadap parameter NO2. ( Model Summar. Perhitungan prediksi Perhitungan prediksi NO2 dengan menggunakan rumus hasil hitung yaitu berdasarkan tabel Coefficientsa dengan SPSS yaitu Y = 55,4040,255X Model Summaryb Std. Error of Squar Adjusted R Square Estimate Model Predictors: (Constan. Kelembaban_udara Dependent Variable: NO2 Change Statistics R Square Chang Change Sig. Change Hasil Uji t Parameter NO2 terhadap arah angin sebesar 97,177 pada tingkat kepercayaan = 5% . lebih besar t hitung, maka dapat disimpulkan signifikan atau ada pengaruh parameter NO2 terhadap arah angin dengan korelasi (R) sebesar 0,999 atau sangat kuat pengaruh arah angin terhadap parameter NO2. ( Model Summar. Perhitungan prediksi NO2 dengan menggunakan rumus hasil hitung yaitu berdasarkan tabel Coefficientsa dengan SPSS yaitu Y = 31,177 0,296X Jurnal TechLINK Volume 9 Edisi 1. April 2025 ISSN 2581-2319 Model Summaryb Model Squa Adjuste Square Std. Error of Estimate Change Statistics Square Chan Change Sig. Change Predictors: (Constan. Arah_angin Dependent Variable: NO2 Meteorologi dapat berpengaruh terhadap SO2 dan NO2 udara ambien seiring penelitian Yega Serlina . kelembaban sebesar 0,049 sedangkan hasil penelitian sebesar 11,758. Hal ini dapat disebabkan adanya kecepatan angin sehingga NO2 konsentrasinya tinggi walaupun dibawah ambang baku mutu 1 jam. Menurut Utama. Bima Putra Turyanti. Ana . curah hujan memiliki pengaruh terhadap konsentrasi polutan. Konsentrasi polutan tinggi pada saat curah hujan yang rendah tetapi konsentrasi polutan rendah pada saat curah hujan tinggi Hasil Analisis parameter SO2 dan NO2 di Lokasi Perumahan Hasil analisis hubungan SO2 terhadap kelembaban udara dan kecepatan angin diperoleh bahwa hubungan korelasinya (R) sangat kuat SO2 terhadap kelembaban yaitu 0,991 begitupula terhadap kecepatan angin korelasinya ( R) sangat kuat sebesar 0,86. Berdasarkan beberapa penelitian, hubungan antara kelembaban udara dengan konsentrasi SO2 cenderung berbanding terbalik. Artinya, semakin tinggi kelembaban udara, semakin rendah konsentrasi SO2 di udara. Demikian halnya dengan penelitian di mana SO2 terendah terjadi pada pukul 07. 00 wib konsentrasi SO2 sebesar 21,3 AAg/mAdengan kelembaban sebesar 73 %RH, pada pukul 13. 00 wib kelembaban 62 %RH dengan konsentrasi SO2 sebesar 28,6 AAg/mA dan pada pukul 17. 00 wib konsentrasi SO2 sebesar 22,4 AAg/mA dengan kelembaban sebesar 70% RH. Hasil analisis Hasil analisis hubungan NO2 terhadap kelembaban udara dan kecepatan angin diperoleh bahwa hubungan korelasinya sedang karena korelasi (R) sebesar 0,63 sedangkan NO2 terhadap kecepatan angin yaitu 0,26 korelasi sangat lemah. Hal ini disebabkan di perumahan tranfortasinya tidak padat sehingga konsentrasi NO2 yang dilepaskan didaerah tersebut sangat rendah. Secara keseluruhan, kelembaban, kecepatan angin, dan arah angin adalah faktor meteorologi yang sangat penting dalam memengaruhi konsentrasi NO2 di udara. Kecepatan angin tinggi umumnya membantu mengurangi konsentrasi NO2 melalui dispersi. Kelembaban dapat memiliki efek yang kompleks, baik memfasilitasi pembentukan produk reaksi atau berpotensi memperlambat dispersi. Sementara itu, arah angin secara langsung menentukan jalur penyebaran NO2 dari sumbernya. Interaksi antara ketiga faktor ini, bersama dengan faktor lain seperti suhu udara dan stabilitas atmosfer, membentuk pola distribusi NO2 yang kompleks di lingkungan. KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat peroleh dari penelitian tentang Konsentrasi Nitrogen Dioksida (NO. Dan Sulfur Dioksida (SO. Dan Hubungannya Dengan Faktor Kelembaban udara dan kecepatan angin yaitu: Konsentrasi SOCC dan NO2 dan di udara ambien pada lokasi perusahaan laboratorium lingkungan Jurnal TechLINK Volume 9 Edisi 1. April 2025 ISSN 2581-2319 rata-rata SO2 sebesar 28,9 AAg/mA dan NO2 sebesar 37,1 AAg/mA sedangkan dilokasi perumahan rata-rata SO2 sebesar 24,2 AAg/mA dan NO2 sebesar 26,8 AAg/mA. Hubungan SOCC dengan pada lokasi perusahaan laboratorium adalah pada tingkat kepercayaan = 5% terhadap kelembaban korelasinya . sangat kuat . Sedangkan hubungan antara SO2 Kecepatan angin . sebesar 0,948 sangat kuat. Hubungan SOCC dengan pada lokasiperumahan terhadap kelembaban udara dan kecepatan angin diperoleh bahwa hubungan korelasinya sangat kuat yaitu terhadap kelembaban . ) yaitu 0,991 begitupula terhadap kecepatan angin korelasinya . sangat kuat sebesar 0,86. DAFTAR PUSTAKA