Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio EFEKTIVITAS PENGGUNAAN AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAKAN JURUS REGU PADA ANGGOTA EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT SATRIA SMASA (SMA NEGERI 1 NGANJUK) Rudi Khasnal SMA Negeri 1 Nganjuk e-mail: rudhyzam2@gmail. ABSTRAK Penelitian ini ingin menguji efektivitas penggunaan audio visual untuk meningkatkan keterampilan gerakan jurus Regu pada anggota ektrakurikuler pencak silat SATRIA SMASA di SMA Negeri 1 Nganjuk. Berdasarkan kajian-kajian yang telah dilakukan, penggunaan media audio visual diasumsikan efektif untuk mengingkatkan keterampilan tersebut. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat memberikan sedikit solusi terhadap masalah yang terjadi terhadap penurunan kualitas keterampilan gerakan jurus Regu. Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu one groups pretest-posttest design dengan populasi dan sampel yaitu anggota ektrakurikuler pencak silat SATRIA SMASA sejumlah 30 siswa. Instrumen menggunakan jenis tes peragaan jurus Regu dalam pencak silat dengan sistem penilaian sesuai peraturan pertandingan pencak silat. Analisis data deskriptif digunakan untuk memperoleh gambaran data hasil tes dan selanjunya dilakukan uji t. Hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa terdapat peningkatan keterampilan gerakan jurus Regu sebelum dan sesudah diberikan Adanya peningkatan tersebut dibuktikan dengan rata-rata nilai pretest 70 sedangkan nilai rata-rata pada posttest yatu 86. Persentase peningkatan dari sebelum diberikan perlakua dan sesudah diberikan perlakuan yaitu 16%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa, penggunaan audio visual efektif meningkatkan keterampilan gerakan jurus Regu pada anggota ektrakurikuler pencak silat SATRIA SMASA di SMA Negeri 1 Nganjuk. Kata Kunci: Audio Visual. Keterampilan Gerakan Kategori Regu. Pencak Silat ABSTRACT This study aims to test the effectiveness of the use of audio visuals to improve the movement skills of Squad moves on the extracurricular skills of the SATRIA SMASA pencak silat extracurricular activity at SMA Negeri 1 Nganjuk. Based on the studies that have been carried out, the use of audio visual media is assumed to be effective in improving these skills. is hoped that this research can provide a little solution to the problems that occur in the decline in the quality of the Team form movement skills. The design used in this study is a one-group Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio pretest-posttest design with a population and sample, namely members of the extracurricular pencak silat SATRIA SMASA totaling 30 students. The instrument uses a type of test demonstration of Team style in pencak silat with a scoring system according to the rules of the pencak silat competition. Descriptive data analysis was used to obtain a description of the test result data and then the t test was carried out. The results showed that there was an increase in the skills of the Squad move before and after the treatment was given. This increase is evidenced by the average pretest score of 70 while the average value at the posttest is 86. The percentage of increase from before treatment and after treatment is 16%. Based on the results of this study, it can be concluded that the use of audio visuals is effective in improving the skills of the Squad moves on the extracurricular skills of the SATRIA SMASA pencak silat extracurricular activity at SMA Negeri 1 Nganjuk. Keywords: Audio Visual. Team Category Movement Skills. Pencak Silat Pendahuluan Pencak silat merupakan cabang olahraga yang semakin diminati oleh kalangan remaja sebagai salah satu cara untuk menunjukkan eksistensi dirinya. Tidak hanya itu, semakin banyaknya kejuaraan yang diselenggarakan menunjukkan bahwa semakin meningkat dan semain ketatnya persaingan untuk menjadi juara. Kejuaraan diselenggarakan hampir di setiap daerah dengan berbagai kategori dan golongan Kejuaraan diselenggarakan mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi seluruh Indonesia. Pada cabang olahraga pencak silat, dikenal dengan beberapa kategori mulai dari kategori tanding, kategori tunggal, kategori ganda, dan kategori regu. Setiap kategori memiliki karakteristik yang berbeda mulai gerakan, aturan, penilaian. Dengan memperkenalkan sejak dini sehingga jangka waktu latihan lebih panjang dan mengetahui potensi apa yang nantinya dapat dikembankan. Ssalah satu cara memperkenalkan pencak silat sejak dini salah satu melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Dimana ekstrakurikuler merupakan kegiatan tambahan yang ada di hampir semua sekolah. Tercantum dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 060/U/1993 dan Nomor 080/U/1993. Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio ektrakurikuler merupakan kegiatan yang diselenggarakan di luar jam pelajaran yang tercantum dalam susunan program sesuai denga keadaan serta kebutuhan sekolah, dan dirancang secara khusus agar sesuai dengan faktor minat dan bakat siswa. Pengertian tersebut sejalan dengan pendapat Usman. U . 3: . menjelaskan bahwa ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dapat dilakukan di luar jam pelajaran . atap muk. baik dilaksanakan di sekolah maupun di luar sekolah sengan maksud memperkaya dan memperluas wawasan pengatahuan serta kemampuan yang dimiliki siswa. Berpijak pada pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa ekstrakurikuler diselenggarakan dalam rangka menggali dan meningkatkan minat dan bakat siswa di luar jam pelajaran baik di dalam sekolah maupun di luar Pada perkembangannya, harapan dengan adanya ekstrakurikuler di sekolah perlu ditingkatkan dalam rangka membentuk karakter siswa. Rohmat Mulyana . 4: . berpendapat bahwa pada dasarnya inti dari pengembangan kegiatan ekstrakurikuler yaitu pengembangan kepribadian peserta didik. Dari pendapat tersebut maka tidak hanya aspek keterampilan, akan tetapi aspek kepribadian penting disampaikan melalui ragam kegiatan ekstrakurikuler. Salah satu ekstrakurikuler yang ada di SMA Negeri 1 Nganjuk yaitu ektrakurikuler pencak silat atau dengan nama SATRIA SMASA. Dimana wadah ini digunakan untuk menampung siswa yang berminat dan memiliki potensi di cabang olahraga pencak silat. Dari anggota ekstrakurikuler pencak silat yang ada di SMA Negeri 1 Nganjuk sering memperoleh prestasi di lingkup Kabupaten dan Provinsi dari berbagai tingkat kejuaraan. Jika melihat riwayat prestasi, dari anggota ekstrakurikuler SATRIA SMASA sering memperoleh juara khususnya kategori Regu. Tidak jarang mewakili Kabupaten Nganjuk untuk berlaga di tingkat Provinsi. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, semain berkurang atau bahkan menurun drastis dan jarang terpilih khususnya dalam kategori Regu. Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 Kondisi e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio ekstrakurikuler sehingga diperlukan suatu langkah untuk kembali meningkatkan prestasi yang dulu pernah dicapai. Langkah awal dalam raangka mengenalkan dan usaha meningkatkan keterampilan yaitu dengan menggunakan media audiovisual. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Bachtiar. L . menyimpulkan bahwa penggunaan audiovisual dapat meningkatkan keterampilan belajar lompat jauh. Hasil penelitian tersebut dapat dijadikan bahan rujukan dalam penggunaan audio visual untuk meningkatkan keterampilan jurus beregu anggota ekstrakurikuler SATRIA SMASA. Media audio visual merupakan jenis media yang memiliki unsur suara dan unsur gambar (Djamarah dan Zain, 2. Pendapat tersebut diartikan sebagai media yang dapat memberikan stimulus baik pendengar maupun yang melihat atau Mengutip dari pendapat Parwata . 8: 39, audio visual merupakan media yang efektif dalam menyampaikan informasi yang mencakup unsur gerak karena dapat memperlihatkan suatu peristiwa secara berkesinambungan dan yang menjadi model dalam penyampaian informasi tersebut adalah orang yang memiliki keterampilan sesuai gerak yang disampaikan. Selanjutnya, berdasarkan kutipan dari Asra. Darmawan & Riana . 7: 5-. menjelaskan bahwa media audio visual diartikan pula sebagai media yang dapat dilihat sekaligus dapat didengarkan, seperti misanya film bersuara, video, televisi, sound slide. Hal yang sama seperti yang diungkapkan oleh Sanjaya . 8: . , media audio visual diuraikan sebagai jenis media yang mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang dapt dilihat, misalnya rekaman video, berbagai ukuran film, slide suara, dan lain sebagainya. Media video atau audio visual bisa meningkatkan minat dan motivasi seseorang dalam belajar dikarenakan lebih mudah dalam penyampaiannya sehingga tujuan pembelajaran menjadi terarah dan jelas. Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio Di era yang lebih maju pada masa sekarang, hampir semua siswa yang ada di SMAN 1 Nganjuk memiliki smartphone yang dapat mengakses vidio dari mana saja, misalnya dari youtube. Oleh karena itu, jika secara rutin berlatih dengan menggunakan media audio visual diharapkan dapat meningkatkan keterampilan gerak jurus Regu dalam pencak silat. Berdasarkan rincian literatur dan hasil pengamatan, maka penelitian ini ingin mengatahui bagaimana efektivitas media audio visual dalam meningkatkan keterampilan gerak jurus regu paa anggota ekstrakurikule pencak silat SATRIA SMASA di SMA Negeri 1 Nganjuk Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian one groups pretest-posttest design yaitu adanya pretest sebelum diberi perlakukan dan posttest sesudah diberikan Selanjutya populasi dan sampel penelitian yaitu siswa yang menjadi anggota ekstrakurikuler pencak silat SATRIA SMASA (SMAN 1 Nganju. yang Selanjutnya instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan jenis tes yang dimodifikasi dan disesuaikan dengan pedoman penilaian kategori Regu dalam pencak silat yaitu Peraturan Pertandingan hasil MUNAS IPSI 2012. Prosedur pengambilan data dilakukan dengan cara memperagakan gerakan jurus Regu dan dinilai oleh orang yang memiliki kapasitas atau kompeten yaitu 3 orang Juri kategori Regu. Hasil nilai kebenaran gerakan dari 3 juri dijumlahkan selanjutnya diambil rata-rata. Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio Gambar 1. Formulir Nilai Kategori Regu Golongan Remaja dan Dewasa Berdasarkan Gambar 1. Formulir Nilai Kategori Regu, jumlah total nilai kebenaran gerak yaitu 100. Nilai kekompakan antara 50-60, sedangkan hukuman meliputi kurang atau kelebihan waktu peragaan, setiap keluar garis matras, dan pakaian tidak sempurna. Dalam penelitian ini, nilai yang digunakan dalam tes yaitu hanya nilai kebenaran gerakan. Hal ini dilakukan karena tes dilakukan secara individu, menginat dalam penelitian ini ingin meningkatkan keterampilan gerak secara individu. Setelah data diperoleh, kemudian dilakukan analisis data secara deskriptif Sedangkan uji t digunakan dalam rangka mengetahui efektifitas dari treatment yang diberikan apakah terdapat peningkatan yang signifikan. Hasil dan Pembahasan Penelitian yang telah dilakukan pada anggota ekstrakurikuler pencak slat SATRIA SMASA SMAN 1 Nganjuk dilaksanakan selama 2 bulan mulai dari prettest, pemberian perlakuan yaitu dengan memberikan latihan menggunakan audio visual dari vidio yang telah disesuaikan dengan kebutuhan latihan, selanjutnya dilakukan Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio Latihan dilaksanakan 2 kali dalam satu minggu selama 2 bulan jadi total latihan yaitu 64 kali pertemuan. Gambaran data yang telah dianalisis dapat dilihat pada tabel 1 Descriptive statistics Nilai pretest dan posttest keterampilan gerakan pencak silat kategori Regu. Tabel 1. Descriptive Statistics Nilai_Pretest Nilai_Posttest Valid N . Minimum Maximum Mean Std. Deviation Variance Berdasarkan tabel 1. Descriptive Statistics, nilai terendah pada pretest yaitu 65 sedangkan nilai terendah pada posttest yaitu 83. Nilai tertinggi pada pretest yaitu 77 sedangkan nilai tertinggi pada posttest yaitu 92. Nilai rata-rata pretest yaitu 70 sedangkan nilai tertinggi pada posttest yaitu 86. Berdasarkan hasil analisis deskriptif yang telah dilakukan maka nampak terdapat peningkatan nilai rata-rata dari yang semula 70 menjadi 86. Hal ini membuktikan bahwa, dengan menggunakan media audi visual dapat meningkatkan keterampilan gerak jurus Regu anggota ekstrakurikuler pencak silat SATRIA SMASA (SMAN 1 Nganju. Untuk mengetahui efektifitas dari penggunaan media audio visual dalam meningkatkan keterampilan gerak, maka dilakukan uji t. Sebelum dilakukan uji t maka dilakukan uji normalitas data dan uji homogenitas. Hasil dari uji normalitas dan homogenitas secara berurutan akan dijabarkan pada paragraf berikutnya. Hasil uji normalitas data nampak pada tabel 2. Uji Normalitas Data Pretest dan Posttest. Dimana dalam pengujian normalitas data, jika nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka data dikatakan normal. Sebaliknya, jika nilai signifikansi kurang dari 0,05 maka data dikatakan tidak normal. Tabel 2. Hasil Uji Normalitas data Pretest dan Posttest Tests of Normality Pretest dan Postest Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Kolmogorov-Smirnov. Shapiro-Wilk Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 Statistic Nilai Kebenaran Gerak Pretest Posttest e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio Sig. Statistic Sig. a Lilliefors Significance Correction Berdasarkan Tabel 2. Hasil Uji Normalitas data Pretest dan Posttest, diperoleh gambaran bahwa nilai signifikansi pada pretest yaitu 0. 017 lebih besar dari 0. 05 maka data dikatakan normal. Sedangkan nilai signifikansi pada posttest yaitu 0,016 lebih besar dari 0,05 maka data dikatan normal. Jadi secara keseluruhan data dalam penelitian ini berdistribusi normal. Selanjutnya, uji homogenitas dilakukan dengan gambaran data nampak pada Hasil uji homogenitas data Pretest dan Posttest. Dalam uji homogenitas, jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka data dikatakan homogen. Begitu pula sebaliknya, jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka data dikatakan tidak Berikut hasil uji homogenitas yang telah dilakukan. Tabel 3. Hasil Uji Homogenitas data Pretest dan Posttest Test of Homogeneity of Variance Levene Statistic Based on Mean Sig. Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean Berdasarkan Tabel 3. Hasil Uji homogenitas data Pretest dan Posttest, diperoleh gambaran bahwa nilai signifikansi pada pretest yaitu 0. 110 lebih besar dari 0. 05 maka data dikatakan homogen. Sedangkan nilai signifikansi pada posttest yaitu 0,191 lebih besar dari 0,05 maka data dikatan homogen. Jadi secara keseluruhan data dalam penelitian ini homogen. Setelah syarat data terpenuhi untuk melakukan uji t . airet sampel T-tes. maka selanjutnya dilakukan pengujian untuk menjawab hipotesi penelitian. Jika nilai sig . -taile. kurang dari 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sedangkan jika nilai sig Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio . -teile. lebih dari 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Hasil uji t dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4. Hasil Uji t . airet sampel T-tes. Paired Sampels Test Pair 1 PretestPostest Mean Std. Deviation Std Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference Lover Upper Sig. Berdasarkan hasil uji t . airet sampel T-tes. , diketahu nilai Sig. -taile. kurang dari 0. Berdasarkan nilai tersebut maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan rata-rata nilai kebenaran gerak antara pretest dan posttest. Sehingga dapat dikatakan bahwa penggunaan audio visual efektif dan dapat meningkatkan keterampilan gerak jurus Regu. Nampak adanya perbedaan yaitu rata-rata nilai pretest 70 sedangkan nilai rata-rata pada posttest yatu 86. Persentase peningkatan dari sebelum diberikan perlakua dan sesudah diberikan perlakuan yaitu 16%. Berdasarkan analisis data maka dalam meningkatkan keterampilan gerakan jurus Regu dapat dilakukan dengan menggunakan media audio visual. Akan tetapi peru dicermati bahwa, meskipun responden dalam hal ini anggota ekstrakurikuler pencak silat SATRIA SMASA melihat vidio gerakan jurus Regu oleh pelatih diperlukan pula penjelasan. Pelatih diawal latihan tetap memberikan penjelasan terkait urutan gerakan, interval, dan kebenaran gerakan. Penggunaan audio visual dapat membantu responden dalam hal menghafalkan gerakan. Mereka dapat memutar vidio tersebut kapan saja dan dimana saja. Sebelum latihan atau peragaan, pelatih meminta responden untuk memutar vidio baru memperagakan. Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio Kesimpulan dan Saran Berpijak dari hasil penelitian yang telah diuraikan sebelumnya, kesimpulan yang dpaat diambil yaitu penggunaan audio visual efektif untuk meningkatkan keterampilan gerakan jurus Regu pada anggota ektrakurikuler pencak silat SATRIA SMASA di SMA Negeri 1 Nganjuk. Peningkatan tersebut dibuktikan dengan adanya perbedaan yaitu rata-rata nilai pretest 70 sedangkan nilai rata-rata pada posttest yatu Persentase peningkatan dari sebelum diberikan perlakua dan sesudah diberikan perlakuan yaitu 16%. Faktor-faktor lain dalam peningkatan keterampilan gerakan jurus Regu banyak yang mempengaruhi. Oleh karena itu, diperlukan penelitian-penelitian lain sehingga semakin melengkapi hasil penelitian yang telah ada. Dengan banyaknya kajian-kajian penelitian tentang peningkatan keterampilan gerkaan jurus Regu, diharapka lebih melengkapi sumber-sumber rujukan pada siapa saja yang berkecimpung di lingkup pengembangan pencak silat di Indonesia. Daftar Pustaka