BAKTI UPPR Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat Volume 1 Nomor 1 (Mei 2. e-ISSN 3025-1869 PELATIHAN BUDIDAYA MAGGOT DI DESA DADAHUP KECAMATAN DADAHUP MAGGOT CULTIVATION TRAINING IN DADAHUP VILLAGE DADAHUP SUB-DISTRICT Maharidiawan Putra1. Fauzi Rahman2. Budi3. Iratutisisilia4. Sari Rejeki5 Ilmu Pemerintahan. Universitas Palangka Raya1. Sosiologi. Universitas PGRI Palangka Raya2. Agribisnis. Universitas PGRI Palangka Raya3 Penjaskesrek Universitas PGRI Palangka Raya4. Pendidikan Geografi. Universitas PGRI Palangka Raya5 maharidiawanputra@gmail. com1, jibranfauzi05@gmail. budi2023@gmail. com3, iratutisisilia24@gmail. com4, sarirejeki@gmail. ABSTRAK Pakan komersil yang diproduksi oleh pabrik memiliki kualitas dan jumlah yang terjamin. Akan tetapi permasalahannya adalah harga pakan komersil yang diproduksi oleh pabrik yang semakin hari semakin mahal dan meresahkan para pelaku pembudidaya ikan, sehingga membuat para pelaku pembudidaya ikan harus mencari alternatif lain untuk menekan biaya pakan. Budidaya maggot atau larva lalat black soldier fly (Hermetia illicen. solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut sebagai pengganti pakan ikan yang berprotein tinggi. Kegiatan pelatihan budidaya maggot sebagai alternatif pakan ikan dilaksanakan di Desa Dadahup. Metode pelaksanaan dilakukan pendekatan partisipatif, ceramah dan praktek. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah besarnya antusias pederta terhadap kegiatan pelatihan dengan dibuktikan bahwa aktifnya peserta terhadap kegiatan dari awal sampai akhir. Selain itu banyak peserta yang aktif dalam seksi diskusi dan tanya jawab. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelatihan budidaya maggot di Desa Dadahup berjalan dengan sukses dan lanjar. Kelanjutan dari kegiatan ini adalah melatih pemahaman dan sikap peserta pelatihan tentang pentingnya pengelolaan limbah organik sebagai budidaya maggot yang digunakan sebagai alternatif pakan ikan yang mana bahan baku mudah didapat dan mudah dijangkau semua Kata Kunci: Pakan. Maggot. Bahan. Alternatif. Komersil ABSTRACT Commercial feed produced by factories has guaranteed quality and quantity. However, the problem is that the price of commercial feed produced by factories is increasingly expensive and disturbing fish farmers, so that fish farmers must look for other alternatives to reduce feed costs. Cultivation of maggot or black soldier fly larvae (Hermetia illicen. is the right solution to overcome this problem as a substitute for high-protein fish feed. Training activities on maggot cultivation as an alternative fish feed were carried out in Dadahup Village. The method of implementation was a participatory approach, lectures and practice. The results of this community service activity are the great enthusiasm of the participants for the training activities as evidenced by the active participants in the activities from beginning to end. In addition, many participants were active in the discussion and question and answer sections. So it can be concluded that the maggot BAKTI UPPR Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat Volume 1 Nomor 1 (Mei 2. e-ISSN 3025-1869 cultivation training in Dadahup Village was successful and successful. The continuation of this activity is to train trainees' understanding and attitude about the importance of organic waste management as maggot cultivation which is used as an alternative fish feed where raw materials are easily available and easily accessible to all communities. Keywords: Feed. Maggot. Material. Alternative. Commercial PENDAHULUAN Sebagaimana daerah lain. Kalimantan Tengah sedang menghadapi pandemic Kabupaten Kapuas dan Kota Palangka Raya merupakan region dengan penderita paling banyak. Pada bulan Agustus, wilayah Kalimantan Tengah memasuki musim kemarau dan bencana kebakaran hutan siap mengancam. Kebakaran hutan pada tahun 2015, menimbulkan dampak kerusakan hebat secara ekonomi dan lingkungan. Menurut pemerintah, 2,6 juta hektar lahan dan hutan telah terbakar antara bulan Juni dan Oktober 2015 setara dengan ukuran empat setengah kali lipat Pulau Bali. Dari luasan itu, 429 ribu hektar terjadi di Propinsi Kalimantan Tengah. Pada tahun 2019, kebakaran hutan mencakup 1,64 juta hektar dengan kerugian sebesar Rp. 75 trilyun. Berdasarkan analisis Yayasan Madani berkelanjutan, 63 % kebakaran pada tahun 2019 terjadi di areal baru yang belum pernah terbakar sebelumnya. Areal yang terbakar di Kalimantan Tengah . 460 h. menempati urutan kedua secara nasional. Akibat pandemi covid 19, kementerian keuangan memperkirakan lebih dari 5. juta orang terdampak kehilangan pekerjaannya. Sementara CORE (Center of Reform on Economics Indonesi. memprediksi jumlah penganggur baru akibat pandemi covid 19 sebanyak 9 juta orang. Banyaknya korban terdampak pandemi tentu semakin meningkatkan resiko sosial dan politik bagi negara. Pelambatan ekonomi hingga kini masih berlanjut, dan pertumbuhan ekonomi telah terkoreksi hingga di 2. 9 %. Konsumsi rumah tangga merupakan pendorong mesin ekonomi untuk tetap bergerak. Di tingkat desa, menurunnya kegiatan konstruksi di kota menyebabkan banyak tenaga kerja kembali ke desa meskipun pemerintah telah melarangnya. Budidaya perikanan di lahan rawa gambut sangat penting dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut mengingat rawa gambut memiliki potensi yang besar dalam mengatasi permasalahan. Permasalahan utama dalam budidaya ikan adalah tingginya biaya pakan. Secara proporsi, biaya untuk pakan mencapai 60 % sampai 70 % dari total pembiayaan sehingga perlu mencari sumber pakan alternatif yang murah namun tetap memenuhi kebutuhan nutrisi bagi ikan. Pakan merupakan salah satu faktor yang penting dalam menunjang suatu perkembangan usaha budidaya ikan. Ketersediaan pakan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan yang dibudidayakan (Zaenuri, 2. Pakan dibagi menjadi dua yaitu pakan alami . atural foo. dan pakan buatan . rtificial foo. Pakan alami merupakan pakan yang tersedia di alam seperti plankton (Pratiwi et al. Sedangkan pakan buatan yaitu pakan yang dibuat dengan formula tertentu, sesuai BAKTI UPPR Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat Volume 1 Nomor 1 (Mei 2. e-ISSN 3025-1869 dengan kebutuhan biota kultur agar dapat memenuhi kebutuhan nutrisi (Arief. Triasih, et , 2. Tujuan dari pelatihan ini mentranfer pengetahuan bagi petani, keterampilan agar dapat mempraktekkan dan mengembangkan budidaya maggot sebagai pakan ikan Yang diharapkan dari hasi pelatihan ini agar para pembudidaya ikan dapat memperoleh pengetahuan budidaya maggot, dan dapat mempraktekkan dan mengembangkan budidaya maggot sebagai sumber pakan ikan alternatif. METODE PELAKSANAAN Metode yang dipakai dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif, bottom up, menghargai dan mengakui peran petani local dalam melakukan mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan serta upaya petani local dalam menjaga sumber penghidupan berkelanjutan bagi masyarakat di desa. Dalam pelaksanaan FGD ini akan menggunakan metodologi pendidikan orang dewasa (POD)/ andragogi, melalui : Ceramah, untuk mentransfer pengetahuan kepada peserta kegiatan Brain storming . urah pendapa. Praktik dilapangan Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan pada tanggal 10 September 2020 pada pukul 00 Ae 16. 00 WIB di Kantor Desa Dadahup. Kecamatan Dadahup. Kabupaten Kapuas. Sebelum memasuki kegiatan. Arief Rahman Hakim selaku Menajer Program (Direktur eLPaM) menyampaikan terima kasih kepada peserta yang telah hadir pada kegiatan pelatihan maggot sebagai sumber pakan ikan alternative yang akan disampaikan oleh Fasilitator JHON PIETER MANALU. SP. Si. dari LPPM Universitas Kristen Palangka Raya. HASIL DAN PEMBAHASAN Program pengabdian masyarakat Desa Dadahup melalui budidaya maggot sebagai alternatif pakan ikan dilakukan secara terstruktur dengan melibatkan masyarakat secara langsung kegiatan ini juga merupakan transper pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya ikan pada lahan rawa gambut baik yang akan dipelihara dikolam, di karamba maupun di bioflok. Sebagaimana disampaikan pada kegiatan sosialisasi yang lalu, bahwa eLPaM dengan dukungan dari UNOPS akan memberikan bantuan . kepada petani di Desa Dadahup berupa 2 . bioflok serta perangkat penanaman sayuran dalam pot/polybag. Materi proses budidaya maggot Kegiatan pada sesi 1 penyampaian materi teori budidaya magoot dilakukan didalam kelas difasilitasi oleh JOHN PIETER MANALU. SP. Si. (LPPM Universitas Kristen Palangka Ray. Dalam pelatihan, narasumber menyampaikan bahwa maggot adalah larva dari Maggot BSF (Black Soldier Fl. satu jenis lalat besar berwarna hitam yang terlihat seperti tawon yang nantinya bermetamorfosa menjadi BAKTI UPPR Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat Volume 1 Nomor 1 (Mei 2. e-ISSN 3025-1869 lalat dewasa. Budidaya maggot ini sangat bermanfaat karena bisa digunakan untuyk mengatasi masalah persampahan diperkotaan, menyediakan pakan ternak yang bergizi tinggi dan menekan biaya produksi budidaya ikan. Keunggulan maggot adalah tidak bau amis seperti pakan lainnya, tidak jorok, mudah diambil dan disimpan, mudah dicerna oleh hewan ternak . ermasuk ika. , murah dibeli dan hemat, sangat sehat bagi hewan ternak, cara budidayanya mudah dan tidak ribet serta musim panennya jelas dan teratur. Gambar 1. Penyampaian Materi Fasilitator menyampaikan bahwa ada banyak sekali cara untuk melakukan budidaya maggot . an bisa dipelajari atau ditemukan di youtub. namun yang akan disampaikan dalam pelatihan ini adalah cara yang paling sederhana. Bahan-Bahan yang Diperlukan untuk Budidaya Maggot BSF adalah Ember, telor, air sekucupnya. EM4 atau Yakult atau baram . inuman loca. Kantong plastik . ebih baik dibeli di tempat berkebu. Royco . enyedap masaka. untuk aromatic yang menarik induk BSF. Gula pasir serta Dedak. Ada 2 metode yang disampaikan oleh fasilitator yaitu metode langsung . atu taha. dan metode tidak langsung . Dalam metode tidak langsung, terlebih dahulu dibuat media bertelur lalat BSF. Media tersebut terdiri dari campuran dedak, dula pasir. EM 4 . tau bahan penggantiny. dan royco. Semua bahan diaduk/dicampur dan diberi air secukupnya sampai adonan bisa dikepal tapi tidak lengket di tangan. Setelah seluruh adonan merata kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastic . ampai setengahny. lalu kantong plastic diikat. Selanjutnya dibiarikan selama 3 Ae 4 hari sampai plastic menggellelmbung sempurna. Ini berarti proses peruraian sudah berjalan dengan baik. Kemudian adonan dikeluarkan dan dicampur dengan material berongga seperti kayun apu, enceng gondok, ilung dan sebagainya dengan perbandingan 1 : 1. Setelah seluruh bahan dicampur merata kemudian ditaruh dalam wadah . isa ember, kardus atau terpal dan ditutup tapi tidak rapat sekali supaya lalat BSF bisa masuk. Adonan ini dibiarkan selama 10 hari. Pada hari ke Ae 10 larva maggot sudah menetas. Cara kedua dilaksanakan dalam satu tahap. Pertama-tama semua bahan diaduk/dicampur dan diberi air secukupnya sampai adonan bisa dikepal tapi tidak lengket di tangan. Setelah seluruh adonan merata kemudian dicampur sekaligus dengan bahanbahan berongga seperti apu-apu, enceng gondok dan sebagainya. Setelah itu ditaruh dalam wadah . isa ember, kardus atau terpal dan ditutup tapi tidak rapat sekali supaya BAKTI UPPR Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat Volume 1 Nomor 1 (Mei 2. e-ISSN 3025-1869 lalat BSF bisa masuk. Adonan ini dibiarkan selama 10 Ae 14 hari. Cara kedua ini lebih Para petani disarankan untuk mempersiapkan adonan sekitar setengah bulan sekali, agar tidak sampai kehabisan maggot bahkan jika ikan dalam kolam sudah cukup besar, harus dibuat lebih sering . atu minggu sekal. Fasilitator juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya. Ada yang mengajukan pertanyaan, apakah BSF ini sering ditemukan dipeternakan ayam, karena melihat bentuk dan warnanya, lalat dan telurnya sering ditemukan di peternakan ayam petelur maupun pedaging. Fasilitator menjelaskan bahwa BSF mudah ditemukan dipeternakan ayam, dan kalau ketemu induk atau telor bisa diambil dan ditetaskan di adonan yang sudah disiapkan sehingga lebih cepat berkembang Apakah larva maggot perlu diberi makan, dijelaskan bahwa agar larvanya tetap sehat dan berkembang perlu diberi makan dengan sisa buah, kulit buah yang nggak Praktek Budidaya Maggot. Bahan Bahan yang digunakan adalah 5 kg dedak. A kg gula pasir, 1 tutup EM4, satu bungkus Royco dan satu butir telor. Semua bahan dimasukkan dalam ember kemudian diaduk/dicampur dengan tangan sambil diberikan air. Adonan dikatakan sudah cukup air, jika sudah dapat dikepalkan . idak hancu. dan tidak lengket di tangan. Setelah adonan siap digunakan, fasilitator mengajak para peserta untuk mencari bahan campuran. Ternyata bahan yang ditemukan adalah enceng gondok dan daun Setelah bahan terkumpul kemudian dicacah/dirajang kecil-kecil kemudian dicampurkan secara merata dengan adonan yang sudah disiapkan tadi. Selanjutnya adonan yang sudah jadi dihamparkan secara merata di atas terpal dengan ketebalan lebih kurang 5 cm. Bagian atasnya ditutup dengan daun-daun dan tidak terlalu rapat. Setelah itu, terpal ditutup, juga tidak terlalu rapat agar induk BSF masih bisa masuk dan bertelur dalam adonan yang sudah disiapkan. Gambar 2. Praktek Pembuatan Maggot BAKTI UPPR Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat Volume 1 Nomor 1 (Mei 2. e-ISSN 3025-1869 Gambar 3. Praktek Pembuatan Maggot Tantangan Meskipun sudah diberikan pelatihan tentang budidaya maggot, namun tetap mendorong petani untuk lebih intensif dalam melakukan budidaya ikan local karena harga ikan local jauh lebih tinggi dibanding ikan-ikan introduksi. Menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat untuk memelihara ikan local dengan baik disertai dengan budidaya tanaman sayuran disekitar kolam dengan memanfaatkan air kolam sebagai pupuk sehingga produksi ikan dan sayuran dapat maksimal. Pembelajaran Pelatihan budidaya maggot dapat menumbuh kembangkan kesadaran masyarakat bahwa bahan yg selama ini tidak dimanfaatkan sangat bermanfaat bagi pertanian khususnya sebagai sumber pakan ikan yang murah. Peserta kegiatan mengetahui bagaimana cara pemanfaatkan limbah pertanian untuk melakukan budidaya maggot. KESIMPULAN Kesimpulan yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah peserta sangat antusias terhadap kegiatan pelatihan budidaya maggot sebagai pakan ikan Pelatihan budidaya maggot sangat baik dilakukan mengingat harga pakan ikan sangat tinggi dan merupakan komponen terbesar dalam kegiatan budidaya ikan . papun jenis ikanny. , dan juga memberikan manfaat bagi peserta tentang pentingnya pengelolaan limbah untuk budidaya maggot serta meningkatkan keterampilan peserta. REKOMENDASI Perlu adanya pendampingan bagi petani untuk mencoba berbagai bahan atau limbah pertanian local sebagai bahan budidaya maggot sehingga mereka tidak terikat dengan satu bahan tertentu. Program serupa dapat dikembangkan di beberapa desa lain disekitarnya yang mempunyai tipe agroekologi yang mirip. BAKTI UPPR Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat Volume 1 Nomor 1 (Mei 2. e-ISSN 3025-1869 DAFTAR PUSTAKA