Volume 1 Nomor 2 . Desember GENITRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN E-ISSN: 2964-7010 Penyuluhan PHBS dan Pemeriksaan Kesehatan Pra-Lansia dan Lansia Banjar Bukit Munduk Tiying Desa Pelaga Kecamatan Petang Kabupaten Badung PHBS Counseling and Health Examination for Pre-Elderly and Elderly Banjar Bukit Munduk Tiying Pelaga Village. Petang District. Badung Regency Putu Ika Farmani 1 I Kadek Agus Riki Gunawan1 Sita Rismayuni 1 Mirah Utami D 1 Septia Eka P 1 Riska Tri W 1Yudha Pramesticha 1 Mirah Triyade S1 Panji K 1 Felisia D 2 Dewini 1 N P Sintia1 N P Suiadnyani 1 Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan . Universita Bali Internasional Fakultas Bisnis Teknologi dan Humaniora. Universitas Bali Internasional Jl. Seroja Gg. Jeruk. Tonja. Denpasar Timur. Bali. Indonesia Corresponding author: Putu Ika Farmani Email: ikafarmani@iikmpbali. ABSTRAK Lanjut usia merupakan tahapan usia dalam hidup yang ditandai dengan berbagai penurunan . ondisi fisik, psikologis, dan sosia. Peningkatan kualitas hidup lansia dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Perilaku hidup bersih dan sehat adalah perilaku yang berkaitan dengan upaya kegiatan seseorang untuk menciptakan dan meningkatkan kesehatanya dengan menggambarkan pola perilaku sehari-hari yang mengarah pada upaya memelihara kondisi fisik, mental, dan sosial. Kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat lansia dengan media power point dan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, dan asam urat. Kegiatan diikuti oleh masyarakat dengan kategori pra-lansia dan lansia sebanyak 42 orang di Banjar Bukit Munduk Tiying Desa Pelaga Kecamatan Petang Kabupaten Badung. Hasil evaluasi menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan PHBS, 22 orang dengan tekanan darah > 140 mmHg, 1 orang mengalami hiperglikemia, dan 12 orang dengan kadar asam urat di atas normal. Penyuluhan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat di lingkungan Banjar Bukit Munduk Tiying mampu membantu masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan mengenai PHBS sebagai langkah awal deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) sehingga nanti bisa dilanjutkan untuk pemeriksaan rutin di puskesmas pembantu maupun di puskesmas induk setempat. Kata Kunci: lanjut usia. PHBS. ABSTRACT Elderly is an age stage in life which is characterized by various declines . hysical, psychological, and social condition. The improvement of life quality of the elderly, it can be done by implementing clean and healthy living behavior. Healthy living behavior is behavior related to one's activities to create and improve their health by describing daily behavior patterns that lead to their efforts to maintain physical, mental and social conditions. The activities carried out were in the form of counseling about clean and healthy living behavior in the elderly community who were assisted by the appearance of a power point, checking blood pressure, checking blood sugar and uric acid. The activity was attended by Copyright @2022 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/ 42 people in the pre-elderly and elderly categories in Banjar Bukit Munduk Tiying Pelaga Village. Petang District. Badung Regency. The results of the evaluation showed that there was an increase in PHBS knowledge, 22 people with blood pressure > 140 mmHg, 1 person experiencing hyperglycemia, and 12 people with uric acid levels above normal. Counseling on clean and healthy living behavior to the community in the Banjar Bukit Munduk Tiying environment is able to help the community in increasing knowledge about PHBS as an early step for early detection of non-communicable diseases (PTM) so that later it can be continued for routine checks at the auxiliary health centers and at the local main health Keywords : elderly. PHBS. PENDAHULUAN* Berdasarkan Peraturan Kemenkes Nomor 25 Tahun 2016. Lansia merupakan seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Proses penuaan yang dialami oleh kelompok lansia merupakan hal yang wajar dan dialami oleh manusia seperti penurunan daya tahan tubuh dan rentan terserang berbagai penyakit (Usia. Menghadapi, and Pandemi 2. Program pemantauan kesehatan bagi lanjut usia melalui posyandu lansia yang diselenggarakan melalui pemberdayaan masyarakat yang berada di bawah binaan puskesmas setempat. Di mana pandemik saat ini lansia menjaga kesehatan dengan cara menjaga jarak, selalu mencuci tangan, menggunakan masker, mengonsumsi makanan bergizi, dan berolahraga (Qonita et al. Banjar Bukit Munduk tiying terletak di Desa Pelaga. Kecamatan Petang. Kabupaten Badung. Jumlah kartu keluarga (KK) yang terdapat di Banjar Bukit Munduk Tiying adalah 115 KK dengan jumlah penduduk 368 jiwa yang terdiri dari 195 penduduk laki-laki dan 173 penduduk perempuan. Adapun kondisi penduduk lansia dan pra lansia di Banjar Bukit Munduk Tiying yang jarang melakukan pemeriksaan kesehatan diakrenakan minimnya program kesehatan oleh masyarakat atau kader lansia yang berkolaborasi dengan puskesmas. Di mana Banjar Bukit Munduk Tiying merupakan banjar pemekaran dari auman dan kader lansia hanya ada di banjar auman yang memiliki jarak cukup jauh dengan Banjar Munduk Tiying. Oleh karena itu perlu untuk memberikan informasi tentang PHBS pemeriksaan kesehatan secara rutin terutama untuk mendeteksi secara dini potensi penyakit tidak menular. Penyuluhan menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan pada kelompok lansia dan pra lansia seperti pada pengabdian masyarakat terdahulu diselenggarakan di Desa Sumberejo, di Keluarah Ciamis, di Wilayah Kerja Puskesmas Baranti, dan Tanjung Morawa (Dewi. Meisyaroh, and Kassaming 2021. Noervadila et al. Noviati et al. Situmeang et al. Begitu pula dengan pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu upaya untuk mendeteksi dini penyakit degeneratif yang berpotensi besar diderita oleh para lansia dan pra lansia sebagai mana yang pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di Kelurahan Bertais, di Panti Werda Salib Putih, di Desa Telaga Sari Tanjung Morawa, dan di Kampung Sawah Lebak Wangi (Ifadah and Marliana 2019. Sanubari and Saragih 2021. Situmeang et al. Sukmana. Hardani, and Irawansyah 2. Peningkatan pengetahuan penduduk lansia dan pra lansia di Banjar Bukit Munduk Tiying penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai Langkah Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (PTM) Penyuluhan ini diawali dengan pemberian pretest dan posttest untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan masyarakat lansia sebelum dan sesudah pemberian materi. Pemberian berdasarkan karakteristik lansia yang mudah mengalami penurunan kesehatan dan kesulitan pendampingan, pengelolaan kondisi kesehatan agar tetap sehat dan mampu menjalankan aktivitas dengan baik. Salah satu upaya dalam menjaga Kesehatan lansia yaitu melalui Screening kesehatan dan diharapkan akan meningkatan kualitas dan harapan hidup yang lebih baik. Selain screening perlu adanya edukasi kepada masyarakat khususnya lansia agar mampu melakukan aktivitas dan selalu rutin cek Kesehatan di Puskesmas terdekat (Lusiyana Salah satu solusi permasalahan yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan pemahaman kesehatan masyarakat lanjut usia mengenai perilaku hidup sehat serta penyakit degenerative adalah dengan memberikan Copyright @2022 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/ penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai deteksi dini penyakit tidak menular serta dengan melakukan screening kesehatan yang pemeriksaan gula darah, serta pemeriksaan asam Selain itu, untuk menunjang keberhasilan pemeriksaan diberikan obat gratis sesuai dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan bersama Puskesmas Pembantu. Alur pemecahan masalah dapat dijelaskan pada bagan berikut ini : Gambar 2. Alur Pelaksana Kegiatan HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap Persiapan Pada tahap ini dilakukan pelaksanaan kegiatan yang meliputi : Melaksanakan kegiatan bersih-bersih di Area Balai Banjar Bukit Munduk Tiying Mempersiapkan sarana prasarana kegiatan Pendataan dan registrasi Gambar 1. Alur Pemecah Masalah METODE Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Kamis, 24 Agustus 2022 pukul 09. 00 WITA bertempat di Balai Banjar Bukit Munduk Tiying Kecamatan Petang Kabupaten Badung. Metode pelaksanaan kegiatan dengan cara pemberian penyuluhan secara langsung yang dibantu dengan penampilan power point, pemeriksaan tekanan darah dengan tensimeter, pemeriksaan gula darah dan asam urat dengan alat Glukosa Colesterol Uric Acid (GCU). Sasaran dalam kegiatan ini adalah masyarakat lansia di Banjar Bukit Munduk Tiying Desa Pelaga Kecamatan Petang Kabupaten Badung. Susunan pelaksanaan kegiatan ini dapat dijelaskan sebagai berikut : Penentuan lokasi kegiatan. Penentuan waktu pelaksanaan kegiatan. Persiapan perlengkapan pemeriksaan Kesehatan. Pelaksaan penyuluhan dan pemeriksaan Kesehatan. Penyusunan laporan kegiatan Publikasi hasil kegiatan Adapun alur pelaksanaan kegiatan dijelaskan pada bagan di bawah ini : Gambar 3. Persiapan Kegiatan Tahap Pelaksanaan Pada tahap ini kegiatan meliputi : dilaksanakan beberapa Melakukan pre-test dan post-test dengan lima butir pertanyaan untuk skor pada pertanyaan adalah 1 jika benar dan 0 jika salah. Penyampaian materi mengenai PHBS oleh mahasiswa KKN-PPM Universitas Bali Internasional dimana pada saat penyampaian materi, peserta mengikuti kegiatan dengan baik dan sangat koperatif. Selanjutnya mahasiswa dengan masyarakat lanjut usia. Melakukan posttest untuk mengukur tingkat pemahaman masyarakat lanjut usia. Melaksanakan screening kesehatan yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, dan pemeriksaan asam urat. Copyright @2022 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/ Memberikan obat kepada masyarakat sesuai dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan bersama Puskesmas Pembantu. Lansia merupakan suatu kelompok penduduk yang cukup rentan dan terdampak masalah Kondisi penurunan kesehatan yang mempengaruhi kualitas hidup lansia sehingga diperlukan berbagai upaya untuk menunjang kesehatan lansia. Salah satu upaya yang penyuluhan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBS adalah kesadaran mempraktekkan perilaku bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal yang termasuk PHBS adalah Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Membuang sampah pada tempatnya. Menggunakan air bersih. Melakukan aktivitas fisik setiap hari. Makan makanan yang sehat. Melakukan pemeriksaan kesehatan. Keberhasilan dalam penyuluhan ini dengan menghitung tingkat keterlibatan kelompok sasaran, sebanyak 80 % prestest dan posttest kepada masyarakat sebelum dan sesudah pemberian materi penyuluhan untuk evaluasi pengetahuan apakah materi yang kami paparkan diterima dengan baik atau tidak. Pencapaian dari program kerja PHBS ini yaitu di peroleh data Kesehatan masyarakat yang telah di observasi di Banjar Bukit Munduk Tiying yang seluruh masyarakat dalam kondisi pola hidup yang sehat serta beberapa mengalami penyakit hipertensi, gula darah, dan asam urat dikarenakan faktor Hasi perhitungan skor pengetahuan pretest dan posttest menunjukkan peningkatan sebesar 100% yaitu dari rata-rata skor 31 pada pretest menjadi 62 pada posttest. Berdasarkan hasil tersebut didapatkan bahwa ada peningkatan pengetahuan sebelum dilakukan penyuluhan dan sesudah dilakukan penyuluhan. Setelah dilakukan penyuluhan, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan sangat penting dilakukan sebagai salah satu upaya dalam deteksi dini penyakit degenerative. Pemeriksaan skrining kesehatan yang dilakukan meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah dan asam urat, selain melakukan skrining kesehatan pada lansia, dimintai bantuan untuk menyiapkan obat-obatan yang akan diberikan kepada para lansia. Obatobatan yang disiapkan meliputi Paracetamol. Asam Mefenamat. Amoxicillin. Vitamin B Complex. Tera-F. Captopril. Dexamethasone. Glibenclamide, dan Chlorpheniramine maleate. Pada program kerja ini berkolaborasi dengan Kepala Puskesmas Pembantu untuk meresepkan obat untuk para lansia Mahasiswa membantu menyiapkan obat dan melakukan pelayanan KIE pada lansia mengenai aturan pakai obat dan fungsi obat yang didapatkan pada lansia. Memberikan informasi tentang terapi non farmakologi kepada lansia meliputi mengurangi mengkonsumsi daging, megatur pola makan, hiperglikemia, dan jika terjadi kesemutan yang disebabkan oleh cuaca yang dingin dapat menggunakan minyak hangat. Pada program pemeriksaan Kesehatan terdapat 42 lansia mengikuti pemeriksaan diantaranya 42,8% merupakan pra lansia yang berusia 45-59 tahun dan 57,2% lansia yang berusia 60 tahun keatas. Hasil yang diperoleh dari program skrining kesehatan pemeriksaan tekanan darah lansia yaitu terdapat 52,4% yang mengalami hipertensi, dimana hasil pemeriksaan tekanan darah yaitu di atas 140 mmHg. Mahasiswa menyiapkan obat sesuai resep yang diberikan oleh Kepala Puskesmas Pembantu yaitu Captopril. Gambar 5. Pemeriksaan Kesehatan Gambar 4. Penyuluhan Tentang PHBS Pada program skrining pemeriksaan gula darah yang diukur adalah kadar gula darah sewaktu . arameter pemeriksaan kadar gula darah yang dapat diukur setiap saat tanpa memperhatikan waktu pasien terakhir kali maka. yaitu < 200 mg/dL. Hasil yang diperoleh dari program skrining kesehatan pemeriksaan Copyright @2022 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm/ gula darah lansia yaitu terdapat 11 lansia yang pemeriksaan masih dibawah atau <100mg/dL dan terdapat 1 lansia mengalami hiperglikemia dimana hasil pemeriksaannya sangat tinggi yaitu 405 mg/dl. Mahasiswa memberikan obat yang sudah diresepkan yaitu glibenclamide untuk lansia yang menderita hiperglikemia dan terapi non farmakologi salah satunya meminum air gula untuk lansia yang menderita hipoglikemia. Pada program skrining pemeriksaan asam urat terdapat 12 orang yang mengalami kadar asam urat yang tinggi, hasil yang didapatkan melebihi batas nilai normal asam urat yaitu, pada laki-laki dewasa kadar normal asam urat adalah sekitar 3,5-7 mg/dL, sementara itu pada wanita yang sudah dewasa adalah 2,5-6 mg/dL. Pelaksanaan kegiatan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat lansia di Banjar Bukit Munduk Tiying. Desa Pelaga berlangsung dengan lancar sesuai dengan yang telah Pelaksanaan kegiatan pemeriksaan kesehatan serta pemberian obat gratis yang KKN-PPM Universitas Bali Internasional yang bekerjasama dengan pihak Puskesmas Pembantu yang merupakan salah satu program kerja yang diberikan kepada masyarakat lansia dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lansia. Kegiatan ini memberikan feedback positif bagi banyak pihak. Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan meningkatkan kualitas kesehatan. Hal ini dibuktikan dengan adanya kemauan masyarakat untuk mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan. SIMPULAN DAN SARAN Kegiatan penyuluhan mengenai PHBS serta pemeriksaan kesehatan yang telah dilaksanakan meningkatkan pengetahuan mengenai PHBS sebagai langkah deteksi dini penyakit tidak menular (PTM). Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya lansia dalam melakukan pemeriksaan kesehatan Hasil evaluasi terhadap masyarakat lansia yang diberikan penyuluhan mengenai PHBS menunjukkan masyarakat mampu memadami dan terdapat peningkatan pengetahuan yang dilihat dari hasil pretest dan posttest. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan Terima Kasih kami ucapkan kepada Universitas Bali Internasional yang telah memberikan dukungan pendanaan kegiatan ini. Tidak lupa juga penulis ucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat lansia dan pra-lansia di Banjar Bukit Munduk Tiying dan panitia pelaksana yang sudah mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA