LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. AuHOMILI BERBASIS KEBUTUHAN ANAK: MEMPERKENALKAN FIRMAN TUHAN KEPADA ANAK MENJADI TIANG GEREJAAy Andre Fernando Marpaung1. Yustus Adipati2. Erlin Agnes Monika Limbong3 Sekolah Tinggi Teologi Cipanas1,2,3 andrefernandomarpaung@gmail. com1, yustusadipati@gmail. erlinagneslimbong@gmail. Abstrak Sekolah Minggu adalah wadah penting bagi anak-anak untuk mengetahui dan memahami firman Tuhan. Apalagi pada usia mereka adalah awal yang baik untuk menanamkan dasar-dasar iman dari Kekristenan. Dalam artikel ini menggunakan metode studi pustaka yang kemudian menyimpulkan bahwa kebutuhan anak Sekolah Minggu sangat diperlukan sejak usia muda mereka. Pada masa kini, banyak para pengajar melakukan pengajaran tidak mempersiapkan anak dengan sepenuh hati dan tidak melihat kondisi kebutuhan anak. Maka pengajar Sekolah Minggu juga harus lebih kreatif dan memiliki cara di dalam menyampaikan firman Tuhan. Dari pemahaman kebutuhan anak dan tantangan dalam mengajarkan kepada anak-anak dilanjutkan bagaimana homili dapat memanfaatkan perannya agar mampu dominis untuk mengajarkan anak-anak. Prinsip-prinsip homili diterapkan seakan anak-anak, dan teknik yang bervariasi dan informatif dibahas secara luas. Artikel ini memberikan pemahaman bahwa pentingnya pengajaran kepada Sekolah Minggu dalam pembentukan iman anak-anak tentang Firman Tuhan untuk membentuk iman anak Sekolah Minggu sejak dini dan sebagai dasar pengetahuan tentang Alkitab untuk pertumbuhan iman. Kata Kunci: Homili. Sekolah Minggu. Firman. Kebutuhan. Anak Abstract Sunday School is an important forum for children to know and understand God's word. Especially at their age it is a good start to instill the foundations of faith in Christianity. In this article, we use a literature study method which then concludes that the needs of Sunday School children are indispensable from their young age. Nowadays, many teachers do not prepare children wholeheartedly and do not see the condition of children's needs. So Sunday School teachers must also be more creative and have a way of conveying God's word. From understanding the needs of children and the challenges of teaching children, it was continued how the homily can take advantage of its role to be able to be dominant in teaching children. The principles of homily are applied as if they were children, and varied and informative techniques are widely discussed. This article provides an understanding that the importance of teaching Sunday School in the formation of children's faith in God's Word to form the faith of Sunday School children from an early age and as a basis for knowledge of the Bible for the growth of faith. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Keywords: Homily. Sunday School. Word of God. Needs. Children PENDAHULUAN Pengajaran yang didapatkan di Sekolah Minggu berpengaruh terjadap pertumbuhan iman anak kepada Kristus. Ester dan Hieronymus mengatakan bahwa pertumbuhan kerohanian anak merupakan posisi yang sangat strategis dan signifikan di tengah kemajuan zaman yang terus semakin berkembang. 1 Pendidikan atau pengajaran yang dilakukan sangat erat kaitannya dengan iman anak-anak. Pendidikan iman yang diberikan secara terus menerus akan menolong anak untuk mampu menjadi teladan dalam keluarga maupun dalam gereja. Pengajaran karakter terlebih mengasihi Tuhan merupakan sebuah hal yang penting diberikan orang tua kepada anak. Alfrets mengatakan bahwa anak-anak merupakan sebuah anugerah terindah yang telah diberikan Tuhan, karena itu harus dijaga, dipelihara dan diberi perhatian yang lebih. 3 Dalam pendapat Nafdia yang dikutip oleh Lodo mengatakan bahwa ketika pendidikan karakter gagal diajarkan kepada anak sejak dini maka akan membentuk perilaku yang kurang baik dari anak seperti mudah marah, berkata kasar, keras kepala, memaksa kehendak, suka menentang, tidak sabar. 4 Penanaman sebuah nilai yang positif kepada anak haruslah didasarkan kepada pemahaman Kristiani, maka Sekolah Minggu berperan aktif dalam pertumbuhan anak-anak. Namun sekarang yang menjadi permasalahan adalah bagaimana sebuah topik-topik yang akan disampaikan kepada anak Sekolah Minggu bisa menyentuh hati dan menambah pengetahuan anak Sekolah Minggu mengenai isi Alkitab. Terkadang cara penyampaian seorang pengajar Sekolah Minggu yang tidak tepat untuk konteks anak-anak yang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Menjadi seorang pengajar Sekolah Minggu bukan hal yang sepele. Sebagai pengajar Sekolah Minggu memiliki tuntutan untuk dapat menjadi teladan karena sedang berhadapan dengan anak yang pastinya sangat mudah meniru hal yang berulang dilihat. 5 Jika pada Sekolah Minggu anak-anak mendapat kesan yang buruk terhadap ibadah atau guru SM, maka akan membuat anak sulit berkembang dan belajar lebih lagi mengenai firman Tuhan. Maka pada artikel ini akan menghubungkan bagaimana sebuah ilmu Homili dapat menyentuh pengajaran Ester Angelica Manalu et al. AuPeranan Guru Sekolah Minggu Terhadap Pertumbuhan Kerohanian Anak Usia Tiga Sampai Enam Tahun Di Gereja Sidang Jemaat Allah Ao Gandum Mas AoAy 1, no. : 65. A Daleno. AuPemahaman Metode Mengajar Cerita Alkitab Dengan Nyanyian Terhadap Keberhasilan Guru Sekolah Minggu Gmim Di Kota Manado,Ay APOLONIUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1 . : 62Ae73, http://jurnal. id/index. php/apolonius/article/view/18https://jurnal. id/index. php/apoloniu s/article/viewFile/18/14. Ibid. Hal 65 Andra Angelia Lodo. Johana Manubey, and Elidat Benyamin Suan. AuPengembangan Bahan Ajar Untuk Menumbuhkan Karakter Penguasaan Diri Pada Anak Sekolah Minggu Di Jemaat Imanuel OenesuAy . Susana Suni Nurmala1. AuStrategi Mengajarkan Alkitab Bagi Anak Sekolah Minggu Usia 4-12 Tahun Di GSKI Eleos Jakarta Timur,Ay Junal pendidikan tambusai 8 . : 6436Ae6445. Hal 6441 LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. dan pendidikan kepada anak Sekolah Minggu yang dimana memiliki kebutuhan dan cara penyampaian yang berbeda dengan Ibadah dewasa. Semenjak pada masa anak-anak, seorang Kristen harus dipersiapkan menjadi tiang gereja di masa depan. Penanaman akan Firman Tuhan menjadi sangat penting bagi anak-anak yang akan memulai hidupnya dengan kepercayaan yang memberkati dia. METODE PENELITIAN Dalam penulisan artikel ini digunakan metode kepustakaan . ibrary reseac. melalui buku-buku dan artikel-artikel yang terkait. Penulisan artikel ini merupakan sebuah usaha untuk membantu seorang anak Sekolah Minggu dalam menerima Firman Tuhan. Kebutuhan Homili dalam menanggapi sebuah persoalan dalam gereja mengenai kesulitan yang dihadapi oleh pengajar dan dan juga anak Sekolah Minggu dalam menyampaikan dan menerima firman Tuhan itu. Dalam upaya pendekatan ini dapat memberikan kotribusi kepada pengajar Sekolah Minggu dalam memperkenalkan kebenaran firman Tuhan sesuai dengan usia dan kebutuhan HASIL DAN PEMBAHASAN Homili Kata Holimi bersal dari bahasa Yunani, yaitu Holilos yang berarti AukerumunanAy atau AuperkumpulanAy dalam bentuk kata kerja AuhomileinAy yaitu Auuntuk berbicaraAy. 6 Maka dalam perkumpulan itu terdapat sebuah pembicaraan yang saat ini digunakan untuk pemberian sebuah pengajaran atau khotbah. Dasar penyampaian dari sebuah khotbah adalah Alkitab sebagai dasar pemahaman orang Kristen maka dari itu khotbah bukanlah hanya sebatas omongan belaka namun sebuah pembicaraan di depan umum dengan suasana Liturgis. 7 Dalam penyampaian firman Tuhan kepada jemaat, seorang pengkotbah harus menyampaikan firman itu dengan komunikatif. Pembicaraan yang komunikatif dalam hal ini memiliki pengertian bahwa para pendengar mendengarkan apa yang kita bicarakan. Namun Khotbah yang diberikan bukan hanya untuk memberitakan keselamatan saja tetapi khotbah sendiri mengikutsertakan jemaat pada peristiwa keselamatan pada hari ini. P Ginting mengatakan bahwa khotbah adalah kesaksian sehingga saksi itu berusaha sebaik mungkin untuk menjadi pengkhotbah yang membawa pesan atau pesan yang secara empatis dan melakukan pesan itu juga dalam dirinya. 8 Kata homilia dalam bahasa Yunani, yang berarti dialog dan ceramah, adalah asal kata homiletika. Dialog dan juga AuWhat Is a Homily,Ay Got Questions, last modified 2024, https://w. org/what-is-ahomily. CSsR Mateus Mali. HOMILETIKA Teologi. Seni, & Panduan Praktis Berkotbah (Yogyakarta: KANISIUS, 2. Ginting. HOMILITIKA DARI TEKS SAMPAI KOTBAH (Bandung: Bina Media Informasi. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Istilah AupercakapanAy biasanya digunakan oleh para pengkhotbah gereja Kristen mulamula untuk menggambarkan diskusi dengan publik. Oleh karena itu, homili adalah seni atau ilmu Firman Tuhan. 9 Firman Tuhan, atau homiletika, bukanlah sebuah disiplin ilmu yang dapat diperoleh seperti ilmu atau kemampuan lainnya. Tidak sama dengan yang lain. Maka khotbah itu adalah pembicaraan yang menerangkan jalan keselamatan bagi manusia melaui Yesus Kristus yang dilakukan oleh mulut manusia agar menjadi kesaksian bagi orang lain. Dibutuhkan lebih dari sekadar hafalan aturan untuk menjadi seorang pengkhotbah, karena tujuan Firman Tuhan adalah untuk menginspirasi orang lain untuk percaya dan memperbaiki Khotbah yang diberikan itu memberikan sebuah keyakinan dan ketaatan pendengar kepada Tuhan. Keyakinan dan ketaatan pendengar kepada Allah tidak bergantung pada khotbah yang disampaikan oleh pendeta, tetapi pada Allah sendiri dan Roh-Nya. 11 Dalam Homiletika, kesadaran sebuah panggilan bahwa pewartaan firman Tuhan bukan hanya semata persoalan teoritis dan kemampuan berbicara kepada umat. 12 Firman Tuhan juga bukan hanya sekedar percakapan seputar peran, tanggungjawab, kepedulian dan harapan, melainkan bagaimana nantinya menghasilkan umat yang mampu menjalankan kemanusiaan sejatinya dan hidup dalam sebuah gambar tentang citra Tuhan. Dalam pewartaan firman Tuhan haruslah digunakan sebuah pemahaman akan Alkitab yang mendalam. Sekolah Minggu harusnya mendapat perhatian oleh gereja karena anak sekolah Minggu merupakan tahapan awal dan menjadi dasar bagi anak untuk memahami firman Tuhan. Sejak dari kecil seorang anak harus mendapatkan dasar-dasar iman Kristen. Sering terjadi bahwa Sekolah Minggu kurang diperhatikan oleh gereja dalam contoh pendeta yang tidak pernah turun tangan dalam kegiatan SM, hanya pengajar-pengajar SM saja yang mengambil bagian untuk anak-anak. Pendeta dan juga para penatua terlalu sibuk dengan kegiatan yang ada di ibadah umum dan selalu melepaskan orang-orang yang belum memiliki pemahaman Alkitab yang memadahi dalam mengajar anak sekolah Minggu. Juga kerapkali anak-anak Sekolah Minggu mendapatkan posisi nomor dua dalam hal perhatian pendeta padahal anak Sekolah Minggu ini lah yang akan menjadi tiang gereja di masa depan. Perhatian gereja kepada anak Sekolah Minggu juga harus diperbaiki pada gereja masa kini. Dalam pengajaran firman Tuhan kepada anak, seorang pengajar harus dapat menyampaikan dan melakukan firman Tuhan itu dengan baik terutaman dalam hal berhomili. Agar anak sekolah Minggu dapat memahami firman Tuhan, hal-hal sederhana merupakan sarana yang pengajar berikan kepada anak. Sasaran agar anak dapat memahami dan mengenal Tiara Asrilita. AuStudi Homiletika Pengaruh Pengkhotbah Tamu Dalam Pertumbuhan Iman Di JKI Immanuel Kudus,Ay SKRIPSI: Universitas Kristen Satya Wacana 1, no. : 1Ae32, https://core. uk/download/pdf/288106593. Hal POUW. URAIAN SINGKAT TENTANG HOMILETIK ILMU BERKOTBAH, ed. Ganda Wargasetya (Bandung: PENERBIT KALAM HIDUP, 1. Tiara Asrilita. AuStudi Homiletika Pengaruh Pengkhotbah Tamu Dalam Pertumbuhan Iman Di JKI Immanuel Kudus. Ay Hal 4 Yustus Adipati. AuHomiletika Fenomenologis: Pewartaan Firman Tuhan Dalam Keseharian Umat,Ay Missio Ecclesiae 12, no. : 97Ae110. Hal 97 Ibid. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. akan firman Tuhan itu dibutuhkan sebuah keseriusan bukan hanya sekedar menyampaikan saja tetapi bagaimana anak itu dapat memahami dan mengenal firman Tuhan itu. Pengajar juga perlu menanamkan firman Tuhan dalam hati anak untuk membentuk bagaimana karakter dalam Kebutuhan pengajar dalam Sekolah Minggu juga dikatakan sebagai pengajar karena pengajar Sekolah Minggu memberikan firman itu kepada anak-anak untuk membentuk karakter murid Sekolah Minggu. Minat yang lebih besar untuk beribadah di antara jemaat adalah manfaat lain dari kebutuhan pengkhotbah dalam mengajarkan Alkitab dan membawa jemaat kepada pengalaman pribadi dengan Tuhan. Homili Sekolah Minggu: Penyampaian Firman Bagi Perkembangan Karakter Anak Homili yang diberikan kepada jemaat terlebih kepada Anak Sekolah Minggu mengharapkan sebuah perubahan sikap mereka sehari-hari berdasarkan firman Tuhan yang diberikan pada Sekolah Minggu. Karakter adalah sebuah sifat atau kepribadian yang dimiliki oleh seseorang atau sesuatu sikap yang dapat membedakannya dari yang lain. 14 Pada dasarnya sebuh karakter itu dihasilkan dari berbagai unsur, baik itu dari dalam dirinya dan juga dari lingkungan yang sangat berpengaruh pada pembentukan karakter anak. Karakter setiap orang itu ada berdasarkan lingkungan dimana dia tumbuh dan berkembang, karena anak adalah cenderung meniru hal yang dia lihat. Kebiasaan buruk yang sering kali dilihat anak secara terus menerus akan menghasilkan sebuah ingatan yang akan membentuk karakter anak itu. Seperti yang dikutip oleh Adolfina, berdasarkan Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional menyatakan kata AuKarakter berarti sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan dengan yang lain, atau bermakna bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, watak. Pembentukan karakter anak, baik itu dalam kebutuhan orang tua dan gereja menambil posisi yang sangat penting mengingat bahwa anak Sekolah Minggu adalah generasi penerus dan sebagai Aupusaka titipanAy. Dalam pengajaran yang dilakukan kepada anak Sekolah Minggu dalam sudut pandang gereja maka firman yang diajarkan di Sekolah Minggu menjadi pokok penting yang harus diterima dengan baik. Maka dalam hal ini penyampaian firman Tuhan oleh para pengajar Sekolah Minggu harus sesuai dengan kebutuhan dan cara berfikir anak supaya firman yang disampaikan dapat diterima dan dipahami. Sekolah Minggu telah dikenal sebagai bagian dari pekerjaan atau pelayanan gereja. Istilah Sekolah Minggu dapat juga dikatakan sebagai kebaktian anak-anak di dalam gereja. Pentingnya memahami kebutuhan anak-anak usia Sekolah Minggu, seperti cara belajar, berinteraksi, dan memahami informasi. Pembentukan karakter yang dilakukan kepada anak harus sesuai dengan tahapan perkembangan yang ada pada usianya. Jean Piaget membagi empat tahapan perkembangan AuPengertian Karakter Dan Unsur-Unsur Pembentuknya,Ay KUMPARAN, last modified 2023, https://kumparan. com/pengertian-dan-istilah/pengertian-karakter-dan-unsur-unsur-pembentuknya20NnVofQWVY. Adolfina Putnarubun and Magdalena Sopacua. AuPeran Guru Sekolah Minggu Terhadap Pertumbuhan Anak Sekolah Minggu Usia 5-10 Tahun Di Gereja Bethel Indonesia Jemaat Bukit Sabda Bahagia Sorong,Ay JMACE Jurnal Penelitian 3, no. : 61Ae77, http://ojs. id/index. php/jmace/article/view/43/26. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. seseorang dalam kehidupan, antara lain: masa sensori motor . ada masa ini seorang anak di bawah usia dua tahun melakukan pengenalan terhadap lingkungan sekitar dengan cara penginderaan dan aktifitas motori. Masa Pra Operasional . ada masa ini seorang anak usia dua samapai tujuh tahun menyimpulkan bahwa segala sesuatu yang ada di hadapanya bisa dijadikan permaina. Masa Kongkret Operasional . ada masa ini seorang anak usia tujuh sampai sebelas tahun mulai memahami proses dalam aktifitas yang dilakukan dan hubungan antara yang satu dengan yang lai. Masa Formal Operational . eorang anak usia sebelas sampai lima belas tahun dan seterusnya mulai memikirkan apa yang akan terjadi atau mungkin terjadi, perkembangan kemampuan kognitif untuk berfikir secara abstrak dan hipotesis berkembang pada masa in. 16 Teori perkembangan yang dikatakan oleh Jean Piaget ini bisa menjadi sebuah acuan bagi seorang penajar Sekolah Minggu untuk bagaimana pengajaran dilakukan kepada anak-anak dengan melihat kebutuhan dan ciri khusus pada tahapan usia yang anak hadapi sekarang. Seorang anak haruslah dibentuk dengan sebuah pendidikan yang membentuk sebuah karakter baik yang akan menjadi bekal di masa depan bagi si anak. Homili Yang Efektif Bagi Anak Firman Tuhan dalam Alkitab bukanlah cerita fiktif atau cerita dongeng akan tetapi cerita atau berita yang benar-benar ditulis oleh orang-orang yang diurapi oleh Tuhan dan orangorang yang benar-benar mengalami penyertaan Tuhan, orang-orang yang mengalami kuasa Tuhan dan orangAeorang yang mengalami hidup bersama Tuhan. 17 Jadi. Firman Tuhan dalam Alkitab adalah sutau kebenaran mutlak yang masuk akal atau logis, sehingga tidak dapat dibantah oleh siapapun juga bahkan tidak dapat ditambah atau dikurangi. Dalam penyampaian firman Tuhan apalagi kepada anak, seorang pengajar harus bisa menyesuaikan dengan segala kondisi yang ada di lapangan. Seorang pengajar harus bisa juga menciptakan sebuah kondisi yang nyaman yang membuat anak-anak tidak cepat bosan, contonya: penggunaan cerita, lagu, permainan, dan aktivitas interaktif untuk menarik perhatian dan meningkatkan partisipasi anak. Pemanfaatan visual dan media audio visual untuk membantu anak memahami konsep dan pesan Firman Tuhan. Dalam menyampaikan firman Tuhan kepada anak harus juga jelas, singkat, dan penuh semangat untuk membangkitkan minat dan imajinasi anak. Semua usaha yang dilakukan dalam pengajaran kepada anak ini adalah usaha untuk mendapatkan sebuah pembelajaran yang efektif. Hadi Siswoyo mengatakan bahwa untuk memperoloeh pembelajaran yang efektif, dia berpendapat bahwa pembelajaran haruslah berfokus pada bagaimana menciptakan pengalaman-pengalaman sehingga Aukegiatan belajarAy muncul secara natural dan melalui tahapan-tahapan yang pasti. Mary Go Setiawani. PEMBARUAN MENGAJAR (Bandung: YAYASAN KALAM HIDUP, n. Memahami Firman Tuhan dalam Pendekatan Logika et al. AuMemahami Firman Tuhan Dalam Pendekatan Logika: Refleksi Praktis Menggali Makna Firman Tuhan,Ay Jurnal Tumou Tou 9, no. http://ejournal-iakn-manado. id/index. php/tumoutou/index. Hadi Siswoyo. AuSekolah Minggu Sebagai Sarana Dalam Membentuk Iman,Ay SANCTUM DOMINE: Jurnal teologi 7, no. : 121Ae134. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Cerita-cerita dalam Alkitab memiliki berbagai alur dan keunikan masing-masing jadi pada saat akan disampaikan kepada anak-anak yang memiliki kemampuan rendah dalam memahaminya, maka storytelling adalah jawaban. Putu Ayub mengatakan Istilah storytelling berasal dari dua kata yaitu story . dan tell . merupakan salah satu model pembelajaran dengan menyampaikan cerita kepada para pendengar yang dapat mengembangkan imajinasi dan tidak meng pengajari. 19 Penggunaan storytelling dalam penyampaian firman kepada anak merupakan hal yang sangat tepat. Mengingat anak memiliki kebutuhan yang pastinya akan mudah bosan dan mengingat apa yang dia lihat, ini akan membantu anak dalam pemaknaan akan firman Tuhan itu. Seorang anak akan lebih dapat menerima pengajaran jika dia dalam posisi didengarkan juga. Pada prinsipnya dalam memahami Firman Tuhan dalam Alkitab dengan pendekatan Logika itu sangat penting, karena isi Firman Tuhan membutuhkan pemikiran atau penalaran yang cerdas sehingga mendapatkan pemahaman yang mengandung kebenaran karena di gali, dikaji berdasarkan tulisan-tulisan, fakta sejarah, dan lain lain yang dapat mendukung kesaksian dari Firman Tuhan itu. 20 Namun dalam anak yang pada dasarnya masih memiliki logika dibawah dari orang dewasa, maka harus adanya sebuah metode untuk menatasi ini yaitu dengan menceritakan bagaiamana cerita Alkitab itu berlangsung. Kebutuhan dari pendengar firman Tuhan harus dijawab dengan baik untuk memberikan suatu respon yang baik pula kepada pewarta firman. Maka Homili disini memberikan sebuah prinsip agar dalam penyampaian firman Tuhan kepada anak Sekolah Minggu dapat berhasil dengan cara yang sederhana dan jelas untuk dapat dimengenal oleh anak-anak. Pengajar Yang Mengerti Kebutuhan Anak Sekolah Minggu Kebutuhan pengajar dalam ibadah Sekolah Minggu merupakan faktor penting dalam pendidikan Kristen yang efektif. Mungkin dari semua orang dalam Gereja, ia mempunyai lebih banyak kesempatan untuk menyalurkan kehidupan Kristus dan kehidupannya sendiri kepada orang-orang. Umumnya, ia mempunyai hubungan terdekat dengan murid dalam pengalaman gerejawi murid. pengajar Sekolah Minggu yang seharusnya menjadi Auorang tua keduaAy bagi anak-anak. Pengajar Sekolah Minggu yang baik harus dapat memahami dan mengenal perkembangan jiwa anak-anak yang dididiknya karena masing-masing anak memiliki ciri khas yang bersifat umum dalam usia, baik dalam pertumbuhan jasmani, mental, keadaan emosi dan pergaulan serta pertumbuhan rohani. Kualitas dan keteladanan pengajar Sekolah Minggu dalam menyampaikan Firman Tuhan. Pengajar- pengajar sekolah minggu menpunyai hak yang besar dalam pembentukan Iman, pengharapan, kasih firman, pengertian, doktrin, dan pimpinan Roh Kudus dalam diri anak-anak itu. 21 Pengajar Agama Kristen atau pengajar sekolah minggu I Putu Ayub Darmawan and Kiki Priskila. AuPenerapan Storytelling Dalam Menceritakan Kisah Alkitab Pada Anak Sekolah Minggu,Ay Kurios 6, no. : 35. Firman Tuhan dalam Pendekatan Logika et al. AuMemahami Firman Tuhan Dalam Pendekatan Logika: Refleksi Praktis Menggali Makna Firman Tuhan. Ay Yuli Ferianti. AuPentingnya Etika Kristen Dalam Pendidikan Agama Kristen Terhadap Anak Sekolah Minggu Sebagai Dasar Pembentukan Karakter,Ay Inculco Journal of Christian Education 1, no. : 81Ae94. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. memiliki kebutuhanpenting dalam mendidik, menuntun, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih serta mengajarkan nilai-nilai spiritual berdasarkan Alkitab bagi Mengembangkan sikap positif, watak, nilai moral, dan mampu mengembangkan potensi para didik menuju kedewasaan rohani yang beriman kepada Tuhan oleh karena kasih, refleksi terhadap pelayanan kita masing-masing. Seorang pengajar dan anak saling berbagi perasaan, pergumulan, pikiran dan pendapat masing-masing, sedemikian sehingga pengajar dapat memahami "dunia" anak dan pergumulan pengajar Sekolah Minggu. 22 Kemudian karena hubungan pengajar dengan anak sudah cukup baik maka dalam menyampaikan berita Injil dalam "bahasa anak" dan sesuai dengan "dunia" dan pergumulan anak-anak tersebut akan menjadi lebih efektif. Pengenalan anak kepada Allah dan firman Tuhan didapatkan melalui pengajaran yang ada di Sekolah Minggu dan juga dari kedua orang tuanya. Namun kebutuhan pengajar sangat berpengaruh dalam perkembangan dan pemahaman anak kepada Allah. Pengajar dapat memberi gambaran yang benar mengenai Allah, karena itu mengajar Firman Tuhan kepada anak memiliki tanggung jawab yang besar. Anak adalah anugerah dari Allah bagi setiap orang tua, dan orang tua harus mendidik sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan sehingga anak-anak akan memiliki bekal hidup yang kekal untuk menjalani hari-hari di kemudian hari. Hidup sebagai pengajar Sekolah Minggu merupakan sebuah kesempatan yang sangat Pengajar Sekolah Minggu memiliki tanggungjawab bagaimana gereja di masa depan yang dihuni oleh anak-anak Sekolah Minggu saat ini. Mengajar adalah sebuah karunia yang Tuhan telah nyatakan kepada manusia (Roma . yang telah Tuhan katakan untuk membangun kerajaan Allah. 23 Maka seorang pengajar sekolah Minggu sudah mempunyai karunia untuk mengajar anak-anak, seperti yang Tuhan katakan. Oleh sebab itu sebagai orang yang telah diberikan karunia itu, layaklah untuk terus mengajar dengan memahami kebutuhan anak. Penggunaan Media Oleh Pengajar Untuk Kebutuhan Anak Pentingnya media dalam pengajaran kepada anak Sekolah Minggu dapat menjadi perhatian dalam penulisan jurnal ini, karena media saat ini yang sudah banyak membatu dalam berbagai bidang. Berbagai macam media dapat menjadi sebuah acuan untuk menceritakan firman Tuhan kepada anak-anak dengan tujuan agar anak Sekolah Minggu dapat melihat bagaimana kira-kira situasi dan kondisi pada saat itu dengan latar belakang cerita Alkitab yang akan diceritakan. Media gambar merupakan salah satu contoh yang bisa dipakai dalam hal ini. Media gambar adalah media yang hanya dapat dilihat langsung dan ditangkap dengan menggunakan indra penglihatan yang memiliki unsur garis, bentuk, warna, dan menampilkan keterkaitan isi materi yang ingin disampaikan dengan kenyataan. 24 Maka dalam hal ini sebagai Ibid. Richard L. Dresselhaus. PENGINJILAN Di Sekolah Minggu, ed. Gandum Mas (Malang: Gospel Publishing House, 1. Rinawati Sinaga. AuPengaruh Penggunaan Media Gambar Terhadap Motivasi Belajar Pendidikan Agama Kristen Siswa Kelas IV SD Negeri 030296 Parbakalan Kabupaten Dairi Tahun Pembelajaran 2022 / 2023Ay 1, no. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. seorang pengajar, harus mempersiapkan segala sesuatu yang akan dia pakai dalam penyampaian cerita firman Tuhan sesuai dengan materi pembelajaran. Media gambar yang dipakai oleh seorang pengajar juga harus sesuai dengan tingkat berfikir anak Sekolah Minggu agar dapatsambil mendengar cerita ikut juga membayangkan cerita itu berdasarkan gambar. Seorang pengajar bisa juga memberikan sebuah stimulan kepada anak dengan cara bertanya di awal kepada anak, cerita apa yang bisa dimengenal dari gambar yang ada di depan. Seiring berjalannya pembelajaran, pengajar mengarahkan perhatian anak-anak kepada gambar sambil menjelaskan tentang cerita Alkitab. Melalui media gambar akan membantu anak-anak akan terbantu memahami cerita yang ada di Alkitab. Media audio visual juga dapat menjadi sorotan. Media audio visual adalah penyampaian pesan melalui verbal dan juga non-verbal. Komunikasi verbal yaitu secara lisan atau tulisan sedangkan non-verbal adalah gumam atau musik dan lain-lain. Pengajaran kepada anak Sekolah Minggu menggunakan media ini akan sangat membantu, karena mengingat anakanak jaman sekarang tidak bisa lepas dari lingkungan teknologi, baik itu gadget dan juga Pengajaran kepada Sekolah Mingu memiliki kelebihan pada saat mengajar yang akan lebih bervariasi dan menarik sehingga seseorang tidak mudah bosan dan pengajar tidak kehabisan tenaga untuk bercerita tetapi bisa dibantu melalui alat media tersebut. 25 Firman yang akan disampaikan melaui media ini bisa dijadikan sebagai pengantar kepada metode cerita dalam pembelajaran. Pengajaran yang dilakukan melalui metode audio visual sangat menarik bagi anak-anak karena dalam media ini gambar dan suara dapat dipahami oleh para murid yang akan membantu anak Sekolah Minggu untuk mendapatkan gambaran tentang cerita firman Tuhan. Penggunaan media ini dapat digunakan pada awal pembelajaran untuk memulai cerita dan juga dapat digunakan di akhir pembelajaran untuk memberikan kesimpulan melalui sebuah audio video. Kreativitas dari seorang pengajar atau pengajar juga menjadi perhatian karena dalam pemilihan yang akan ditampilkan juga harus sesuai dengan usia dari anak-anak yang akan diajarkan. Lagi-lagi kebutuhanseorang pengajar atau pengajar mengambil kebutuhanpenting karena pengajar adalah perantara firman Tuhan kepada anak dengan berbagai media dan metode yang dipakai. Dengan kata lain bahwa hadirnya media adalah sebagai bantuan bagi pengajar dan juga kepada anak-anak Sekolah Minggu. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan yang sudah dibuat, bahwa pengajaran yang diberikan kepada Anak Sekolah Minggu adalah sebuah modal bagi anak untuk mempersiapkan dirinya di masa depan sebagai tiang gereja. Kualitas anak dalam hal pertumbuhan secara rohani harus diperhatikan oleh gereja karena pada usia ini, mereka dalam masa labil dan menjadi awal langkah mereka menjadi pengikut Kristus. Kebutuhan anak yang dalam hal penyampaian yang Hani Martha Puji Setiawati. Steaven Octavianus, and Dwi Novita Sari. AuPenggunaan Media Audio Visual Dalam Pengajaran Sekolah Minggu Di Gereja Kemah Tabernakel. Bumiayu. Salatiga,Ay Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan 8, no. : 59Ae70. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. sederhana, namun memiliki makna yang mendasar sangat dibutuhkan oleh anak. Bantuanbantuan dari alat bantu merupakan sarana yang dapat dilakukan dalam memenuhi kebutuhan anak yang lebih mengandalkan visual. Dalam praktiknya, seorang pengajar harus bisa menjadi seorang teladan dan panutan bagi anak yang diajarnya. REKOMENDASI Melalui penelitian yang telah dituangkan dalam pembahasan jurnal ini, bisa membantu para guru sekolah minggu dalam memahami setiap metode-metode pengajaran yang digunakan dengan semaksimal mungkin sehingga dengan hal tersebut dapat menjawab atau memenuhi setiap kebutuhan dari anak-anak serta pertumbuhan iman mereka yang matang. Homilika menjadi suatu hal yang penting dalam mendukung dan memperkaya kompetensi serta spiritual para guru sekolah minggu. Oleh sebab itu para guru sekolah minggu perlu memahami betulbetul tujuan dari homilitika ini. Karena homilitika bisa berdampak positif bagi kualitas pendidikan atau pengetahuan akan Firman Tuhan yang diberikan bagi anak-anak. Penulis hendak merekomendasikan penelitian selanjutnya itu berpusat kepada keluarga. Jadi dalam penelitian ini, seorang penulis diharapkan bisa memberikan jawaban bahwa iman seorang anak itu dipengaruhi dari pola asuh yang diberikan orang tua kepada anak-anak. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. DAFTAR PUSTAKA