Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1416-1431 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Perilaku Generasi Millenial dalam Pengambilan Keputusan Berinvestasi di Pasar Modal Adhi Satria Hanindyto. Indrawati Yuhertiana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur Surabaya. Indonesia adhisatria@gmail. com, indrawatiyuhertiana@gmail. ABSTRACT The Millennial Generation has a very fundamental role in the investment sector, where its existence is able to play a role in strengthening capital market stability in the new era. However, the financial behavior . ehavior financia. of the millennial generation as individual investors in terms of overconfidence, financial knowledge . inancial literac. and herding behavior is considered influential in making investment decisions in the capital market. The population in this study is 2,076 investors in the Surabaya Beginner Stock Investor Community (ISP) in 2023. The sampling technique used a non-probability sampling approach with the slovin formula and obtained a total sample of 100 research samples. Data collection was carried out using a questionnaire distributed to the Surabaya Beginner Stock Investor Community (ISP). Hypothesis testing used the Patial Least Square (PLS) analysis tool, with Smart PLS Version 3 The results showed that there was a significant influence between overconfidence and financial literacy behavior on investment decision making, and it was found that there was no effect of herding behavior on investment decision making. These findings indicate that investors in the context of the beginner stock investor community in Surabaya tend to be more independent in making decisions and are not affected by collective actions that may be irrational. Keywords: overconfidence behavior, financial literacy, herding behavior, investment ABSTRAK Generasi Milenial memiliki peran sangat fundamental di sektor investasi, di mana keberadaannya mampu mengambil peran dalam memperkuat stabilitas pasar modal dalam tatanan era baru. Namun perilaku keuangan . ehaviour financia. generasi milenial sebagai investor individu dalam hal kepercayaan diri berlebihan . , pengetahuan keuangan . inancial literac. dan herding behaviour dinilai berpengaruh tehadap pengambilan keputusan investasi di pasar modal. Populasi dalam penelitian ini yaitu 076 investor yang ada di Komunitas Investor Saham Pemula (ISP) Surabaya pada Teknik sampling menggunakan pendekatan non probability sampling dengan rumus Slovin dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 100 sampel penelitian. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada Komunitas Investor Saham Pemula (ISP) Surabaya. Pengujian hipotesis menggunakan alat analisis Patial Least Square (PLS), dengan software Smart PLS Versi 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan antara perilaku overconfidence dan financial literacy terhadap pengambilan keputusan investasi, dan ditemukan tidak adanya pengaruh herding behaviour terhadap 1416 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1416-1431 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. pengambilan keputusan investasi. Temuan ini menunjukkan bahwa investor dalam konteks komunitas investor saham pemula di Surabaya cenderung lebih independen dalam pengambilan keputusan dan tidak terpengaruh oleh tindakan kolektif yang mungkin tidak Kata Kunci: perilaku overconfidence, financial literacy, herding behaviour, keputusan PENDAHULUAN Ajzen . dalam Tornikoski dan Maalaoui . mengungkapkan sebuah teori bernama Theory of Planned Behavior . eori tindakan yang beralasa. , teori ini didasarkan pada asumsi bahwa manusia adalah makhluk yang rasional dan menggunakan informasi-informasi yang mungkin baginya secara sistematis. Theory of Planned Behavior dikembangkan untuk memprediksi perilaku-perilaku yang sepenuhnya tidak di bawah kendali individu. Dalam teori ini penentu terpenting perilaku seseorang adalah intensi untuk berperilaku. Penentu intensi individu untuk menampilkan suatu perilaku adalah sikap untuk menampilkan perilaku tersebut, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku. Perilaku tersebut juga tercermin pada Komunitas Investor Saham Pemula (ISP) Kota Surabaya. Komunitas yang berdiri sejak 2015 ini sering membagikan informasi mengenai berita atau informasi tentang investasi saham terkini. Para influencer saham ini memberikan rekomendasi saham setiap pagi sebelum pasar modal buka. ISP Surabaya juga sering mengadakan pertemuan bersama para Mereka menghadirkan narasumber analis saham dari sekuritas, pejabat Bursa Efek Indonesia (BEI), dan anggota ISP yang telah memiliki pengalaman di dunia investasi saham. ISP Surabaya juga sempat terlibat dalam sekolah pasar modal (SPM) online yang diadakan BEI. Di sekolah singkat yang mengajarkan serba-serbi pasar modal tersebut. ISP Surabaya berbagi informasi dengan para peserta (Ginanjar. Menurut teori perilaku keuangan, investor individu berada di bawah pengaruh berbagai proses subyektif sambil memperhitungkan risiko dalam keputusan investasi (Mahwan & Herawati, 2. Hal ini berakibat pada pertimbangan aspek persepsi subyektif yang bervariasi dalam perhitungan risiko dimana konsep risiko yang dirasakan dikembangkan. Risiko yang dirasakan berada di bawah pengaruh faktor demografi dan sosio ekonomi seperti usia, jenis kelamin, latar belakang pendidikan, faktor emosional seperti takut, koheren dan faktor psikologis seperti prasangka, kontradiksi kognitif, dan terlalu percaya diri . Menurut Abdin dkk. fenomena overconfidence merupakan kecenderungan pengambil keputusan tanpa disadari untuk memberi bobot penilaian yang berlebihan pada pengetahuan dan akurasi informasi yang dimiliki serta mengabaikan informasi publik yang tersedia. Aspek lain yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan investasi adalah financial literacy. Penelitian yang dilakukan oleh Mahwan dan Herawati 1417 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1416-1431 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. menemukan bahwa pengetahuan keuangan . inancial literac. memainkan peran yang signifikan pada perilaku manajemen keuangan individu secara Hasil penelitiannya adalah Financial Literacy berpengaruh signifikan dalam pengambilan keputusan investasi. Semakin baik tingkat financial literacy yang dimiliki oleh individu maka semakin baik juga keputusan investasinya. Financial literacy dapat menjadi penghalang bagi tindakan yang tidak rasional dalam keputusan investasi. Selain perilaku overconfidence dan pengetahuan keuangan . inancial literac. pengambilan keputusan investasi dipengaruhi oleh herding behavior. Herding Behaviour cenderung diidentifikasi sebagai perilaku investor di mana investor meniru yang lain investor dalam mengambil keputusan investasi. Perilaku herding terjadi karena adanya sesuatu yang dapat membuat investor mengikuti investor lain dalam mengambil keputusan. Seorang investor yang berkelakuan menggiring akan cenderung berkelompok dalam mengambil keputusan dengan keyakinan itu berperilaku menggiring membantu investor dalam memperoleh informasi yang berguna dan terpercaya. Kondisi pasar yang tidak efisien ditunjukkan dari seringnya harga pasar dari beberapa saham terlalu tinggi . atau terlalu rendah . dari yang seharusnya sehingga investor dapat memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh abnormal kembali. Perilaku investor herding dalam pengambilan keputusan investasi dapat dilihat dari volume perdagangan sahamnya. Milenial terkadang membuat keputusan investasi yang tidak rasional dan sering kali tidak berdasarkan teori keuangan. Bias kognitif adalah proses berpikir yang tidak didasarkan pada pertimbangan rasional dan tidak dilengkapi dengan alasan yang masuk akal. Hasilnya, di sana akan menjadi penyimpangan, penyimpangan penilaian, atau yang sering disebut irasional (Adielyani & Mawardi. Fenomena overconfidence dalam mempengaruhi keputusan investasi dapat dilihat dari Ketika harga saham turun, investor yang merasa sering memiliki pengetahuan dan intuisi abaikan batasan risiko yang bisa mereka tanggung. Begitu pula ketika harga saham naik maka investor yang overconfident akan beranggapan bahwa harga saham akan terus naik (Hardianto & Lubis, 2. Generasi Milenial menjadi salah satu penentu arah masa depan bangsa. Kehadirannya memiliki peran sangat fundamental di semua sektor. Salah satunya di sektor investasi, di mana keberadaannya mampu mengambil peran dalam memperkuat stabilitas pasar modal dalam tatanan kehidupan baru. Generasi muda milenial yang diasumsikan banyak orang memiliki sifat boros dengan gemar belanja online, traveling, nongkrong di cafe dan wisata kuliner ternyata saat ini telah memikirkan investasi. Melihat latar belakang di atas, penulis ingin membuktikan bahwa perilaku keuangan . inancial behaviou. investor individu dalam hal kepercayaan diri berlebihan . , pengetahuan keuangan . iteracy financia. dan herding behaviour berpengaruh terhadap pengambilan keputusan investasi oleh generasi millenial di pasar modal. 1418 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1416-1431 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. METODE PENELITIAN Rancangan atau Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan format deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari kuesioner yang di sebarkan kepada responden. Penelitian ini juga menggunakan data sekunder yang diperoleh dari buku, artikel dan jurnal yang berguna sebagai penunjang dalam proses penelitian. Variabel indenpenden dalam penelitian ini yakni Perilaku Overconfidence (X. Financial Literacy (X. , dan Herding Behaviour (X. Sedangkan variabel dependen atau variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel independen. Variabel dependen pada penelitian ini adalah pengambilan keputusan investasi saham (Y). Model kerangka penelitian ini adalah sebagai berikut : Overconfidence Pengambilan Keputusan Financial Financial Literacy Herding Behaviour Gambar 1. Model Kerangka Penelitian Jenis dan Sumber Data Dalam penelitian ini jenis data menggunakan data primer dan Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden. Menurut Sugiyono . kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pernyataan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini cukup banyak yaitu 2. 076 yang terdaftar di Komunitas Investor Saham Pemula (ISP) Surabaya pada waktu tahun 2023, pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode nonprobability sampling dengan menggunakan rumus Slovin. Sehingga sampel yang didapat yaitu 100 sampel. Metode Analisis Data Penelitian ini menggunakan program pengolahan data analisis regresi parsial (Partial Least Squar. untuk menguji hipotesis yang diajukan. Hubungan antar variabel dalam penelitian ini akan dianalisis menggunakan software SMART PLS versi 1419 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1416-1431 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. PLS memiliki dua model analisis, yaitu inner model dan outer model. Outer model terdiri atas pengujian Convergent Validity. Discriminant Validity, dan Composite Reliability, sedangkan Inner model merupakan pengujian model goodness of fit dan uji hipotesis menggunakan bootstrap. KAJIAN LITERATUR Behavioral Finance Perilaku keuangan adalah aplikasi psikologi untuk pengambilan keputusan keuangan dan pasar keuangan. Perilaku keuangan juga merupakan transformasi paradigma keuangan dengan kerangka berdasarkan psikologis. Menurut Statman . yang dikutip oleh Lesidou . , behavior finance adalah penggabungan antara ilmu psikologi dan keuangan, karena sebetulnya psikologi tidak pernah terpisahkan dari ilmu keuangan. Dapat disimpulkan bahwa behavioral finance adalah ilmu yang mempelajari bagaimana manusia mengambil tindakan pada proses pengambilan keputusan investasi sebagai respons dan informasi yang telah Theory of Planned Behavior Teori ini menjelaskan bahwa perspektif kepercayaan yang mampu mempengaruhi seseorang untuk melaksanakan tingkah laku yang spesifik. Perspektif kepercayaan dilaksanakan melalui penggabungan beraneka ragam karakteristik, kualitas dan atribut atas informasi tertentu yang kemudian membentuk kehendak dalam bertingkah laku. Seseorang yang memiliki sikap yang positif pada investasi saham, mendapat dukungan dari orang di sekitarnya dan adanya persepsi kemudahan karena tidak ada hambatan untuk berinvestasi saham maka niat seseorang untuk berinvestasi saham akan semakin tinggi (Tornikoski & Maalaoui. Pengambilan Keputusan Investasi Pengambilan keputusan investasi sangat penting untuk mendapatkan return yang optimal dan menghindari kerugian. Keputusan investasi adalah tindakan yang akan menghasilkan utilitas atau manfaat tertinggi yang diharapkan (Bahrun dkk. Dewi dkk. , 2. Karakteristik investor bervariasi dalam membuat keputusan Proses keputusan investasi merupakan proses keputusan yang going . Keputusan investasi terdiri dari pengalaman investasi, jumlah investasi, kepemilikan produk keuangan, stock trend predictability, jangka waktu investasi, preferensi risiko dan return, pilihan investasi, loss investment, dan gain investment (Violeta & Linawati, 2. Overconfidence Overconfidence adalah perasaan percaya diri secara berlebihan. Overconfidence akan membuat investor menjadi overestimate terhadap pengetahuan yang dimiliki oleh investor itu sendiri, dan underestimate terhadap prediksi yang dilakukan karena investor melebih-lebihkan kemampuan yang dimiliki (Sari & 1420 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1416-1431 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Damingun, 2. Jika terjadi suatu risiko saat berinvestasi, investor cenderung dipengaruhi dalam pengambilan keputusan, mereka menghadapi beberapa objektivitas, emosi dan faktor psikologis lainnya. Overconfidence juga akan mempengaruhi investor dalam berperilaku mengambil risiko, dimana investor yang rasional berusaha untuk memaksimalkan keuntungan sementara memperkecil jumlah dari risiko yang diambil. Financial Literacy Financial Literacy merupakan sebuah aktivitas atau rangkaian proses untuk meningkatkan pengetahuan, keyakinan, serta keterampilan masyarakat dengan tujuan agar masyarakat mampu mengelola keuangan dengan baik (Otoritas Jasa Keuangan, 2017 dalam Ferdi dkk. , 2. Literasi keuangan terbukti menjadi penentu penting, karena terkait dengan serangkaian keputusan keuangan yang lebih luas, seperti partisipasi pasar modal, diversifikasi portofolio dan kemampuan untuk menghindari hutang ekstrem (Utami & Sitanggang, 2. Penelitian Chen & Volpe . dalam Afriani dan Yanti . mengukur financial literacy menggunakan indikator yaitu basic financial concept, saving and borrowing, insurance dan Herding Behaviour Herding mengacu pada situasi dimana orang-orang rasional mulai berperilaku irasional dengan meniru penilaian orang lain saat membuat keputusan. Ada banyak alasan untuk perilaku herding yang ditunjukkan di antara berbagai jenis Investor individu cenderung mencerminkan perilaku kelompok karena mereka mengikuti keputusan dari kelompok besar. Investor yang tergolong ke dalam perilaku herding memiliki maksud yang jelas untuk mengabaikan informasi pribadi mereka dan meniru perilaku investor lain yang mengarahkan mereka untuk melakukan trading ke arah yang sama, hal ini disebabkan investor ragu-ragu membuat keputusan investasi saham dan memutuskan untuk mengikuti investor lain (Anwar dkk. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Convergent Validity Convergent validity dengan melihat tabel outer loadings. Batas loading factor sebesar 0, 5. Jika nilai loading factor > 0,5 maka convergent validity terpenuhi, jika nilai loading factor < 0, 5 maka konstruk harus di drop dari analisis (Hair dkk. , 2019: Hasil pengujian yang didapatkan bahwa semua proksi indikator dari masingmasing variabel Perilaku Overconfidence (X. Financial Literacy (X. Herding Behaviour (X. dan Pengambilan Keputusan Investasi (Y) telah memiliki nilai outer loading factor lebih besar dari 0. 5 sehingga diasumsikan layak untuk dijadikan indikator yang dapat merefleksikan masing-masing variabel yang bersesuaian. 1421 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1416-1431 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Hasil Uji Discriminant Validity Discriminant validity dilakukan untuk memastikan bahwa setiap konsep dari masing-masing variabel laten berbeda dengan variabel lainnya (Hair dkk. , 2019: 114. Discriminant validity dapat diukur dengan membandingkan nilai square root Average Variance Extracted (AVE) setiap konstruk dengan korelasi antar konstruk lainnya dalam model. Nilai AVE harus lebih besar dari 0. 50 atau memiliki nilai p-value lebih kecil dari taraf signifikansi 5% (Hair dkk. , 2019: 114-. Hasil pengukuran discriminant validity dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel berikut: Tabel 1. Hasil Perhitungan Nilai AVE Variabel AVE Overconfidence (X. Financial Literacy (X. Herding Behaviour (X. Pengambilan Keputusan Investasi (Y) Sumber: Data Olahan Smart PLS 3. Berdasarkan hasil pada Tabel 1, seluruh variabel telah memiliki nilai discriminant validity di atas 0. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel adalah valid dan dapat memberikan keyakinan. Setelah variabel telah dinyatakan valid, maka dilakukan pengujian realibilitas terhadap seluruh variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil Uji Composite Reliability Uji reliabilitas diperlukan untuk mengukur stabilitas dan konsistensi dari suatu instrumen dalam mengukur suatu konsep atau variabel. Kriteria reliabilitas juga dapat dilihat dari nilai reliabilitas suatu konstruk. Pada penelitian ini, reliabilitas dapat diukur dengan melihat nilai composite reliability. Untuk menentukan reliabel atau tidaknya sebuah alat ukur dilakukan melalui koefisien reliabilitas. Koefisien reliabilitas harus lebih besar dari 0. 70 (Hair dkk. , 2019: 111-. Hasil pengukuran composite reliability dapat dilihat pada Tabel berikut: Tabel 2. Hasil Perhitungan Nilai Composite Reliability Variabel Composite Reliability Overconfidence (X. Financial Literacy (X. Herding Behaviour (X. Pengambilan Keputusan Investasi (Y) Sumber: Data Olahan Smart PLS 3. 1422 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1416-1431 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Berdasarkan Tabel 2, seluruh variabel memiliki nilai composite reliability lebih besar dari 0. Gambar 2. Model Hasil Pengujian Hasil Uji Goodness of Fit R Square (R. R Square (R. sering disebut dengan koefisien determinasi, adalah mengukur kesesuaian model . oodness of fi. dari persamaan regresi, yaitu memberikan proporsi atau persentase variasi total dalam variabel terikat yang dijelaskan oleh variabel bebas. Nilai R2 terletak antara 0 Ae 1, dan kecocokan model dikatakan lebih baik kalau R2 semakin mendekati 1 (Hair dkk. , 2019: 114-. Berdasarkan nilai R2 tersebut, suatu model dapat diklasifikasikan sebagai kuat (O 0,. , menengah (O 0,. dan lemah (O 0,. Berikut merupakan hasil nilai R2: Tabel 3. Hasil Perhitungan Nilai R Square (R. Variabel R Square Overconfidence (X. Financial Literacy (X. Herding Behaviour (X. Pengambilan Keputusan Investasi (Y) Sumber: Data Olahan Smart PLS 3. Berdasarkan Tabel 3, perhitungan nilai R2 dapat dilihat bahwa nilai R2 Pengambilan Keputusan Investasi (Y) sebesar 0. 513, yang berarti bahwa Overconfidence (X. Financial Literacy (X. dan Herding Behaviour (X. , mampu dijelaskan variabel Pengambilan Keputusan Investasi (Y) sebesar 51,3 %. Sementara sisanya sebesar 48,7% dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian. 1423 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1416-1431 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Hasil Uji Hipotesis Nilai estimasi koefisien jalur antara konstruk harus memiliki nilai yang Signifikansi hubungan dapat diperoleh dengan prosedur Bootstrapping atau Jacknifing. Nilai yang dihasilkan berupa nilai t-hitung yang kemudian dibandingkan dengan t-tabel. Apabila nilai t-hitung > t-tabel . pada taraf signifikansi ( = 5%) maka nilai estimasi koefisien jalur tersebut signifikan (Hair , 2019: . Penelitian ini memiliki tiga hipotesis pengujian. Adapun hasil masing-masing pengujian tersaji pada tabel berikut ini: Tabel 4. Hasil Perhitungan Bootstrapping Original Sample Standard Sample Mean Deviation Statistics Values H1 0. H2 0. H3 0. Sumber: Data Olahan Smart PLS 3. PEMBAHASAN Pengaruh Perilaku Overconfidence terhadap Pengambilan Keputusan Investasi Saham di Komunitas Investor Saham Pemula (ISP) Surabaya Berdasarkan hasil pengujian pada Tabel 4, pengaruh Perilaku Overconfidence terhadap Pengambilan Keputusan Investasi Saham yang menunjukkan hasil nilai koefisien . tandardized coefficien. positif sebesar 0. 227, t-Statistik sebesar 3. t-tabel . , dan P Values 0. 001 < 0. 05 maka Hipotesis H1 diterima. Dalam konteks Komunitas Investor Saham Pemula (ISP) Surabaya, penjelasan mengenai pengaruh perilaku overconfidence terhadap pengambilan keputusan investasi saham memiliki relevansi yang signifikan. Sebagai komunitas investor pemula, anggota ISP mungkin belum memiliki pengalaman dan pengetahuan yang mendalam dalam investasi saham, sehingga rentan terhadap bias-bias kognitif seperti Selain itu, penjelasan ini dapat membantu anggota ISP memahami pentingnya pendekatan investasi yang lebih objektif dan berdasarkan analisis fundamental. Mereka dapat mengenali bahwa keputusan investasi yang berlebihan didasarkan pada overconfidence bisa mengakibatkan trading yang terlalu sering, peningkatan risiko yang tidak seimbang, dan diversifikasi yang kurang optimal. Lebih lanjut, penjelasan ini juga dapat memotivasi anggota ISP untuk terus meningkatkan literasi dan pengetahuan mereka dalam investasi saham. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang perilaku dan bias-bias kognitif seperti overconfidence, anggota ISP dapat menghindari jebakan-jebakan psikologis yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan investasi mereka. Mereka dapat mengambil pendekatan yang lebih rasional dan berdasarkan informasi yang akurat. 1424 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1416-1431 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Dalam rangka mendukung anggota ISP, komunitas dapat menyediakan edukasi dan pelatihan yang fokus pada pemahaman tentang perilaku investor dan pengaruhnya terhadap pengambilan keputusan investasi. Diskusi dan pertukaran pengalaman antar anggota juga dapat membantu dalam menghadapi tantangan overconfidence dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendekatan yang lebih objektif dan disiplin dalam investasi saham. Studi empiris telah mendukung hubungan positif antara overconfidence dan pengambilan keputusan investasi saham yang lebih agresif, seperti peningkatan trading aktif, risiko yang lebih tinggi, dan diversifikasi yang kurang optimal. Contohnya, penelitian oleh Cueva dkk. menemukan bahwa investor pria lebih cenderung mengalami overconfidence dibandingkan investor wanita, yang berdampak pada perilaku investasi yang lebih berisiko. Kemudian, penelitian oleh Candraningrat dan Sakir . juga menemukan bahwa investor yang terlalu percaya diri cenderung melakukan trading yang berlebihan dan menghasilkan kinerja investasi yang lebih rendah. Hal ini disebabkan oleh keyakinan berlebihan mereka dalam kemampuan diri sendiri untuk mengalahkan pasar dan memprediksi pergerakan saham. Selain itu, penelitian oleh Paule-Vianez dkk. menunjukkan bahwa investor dengan tingkat overconfidence yang tinggi cenderung mengabaikan informasi yang bertentangan dengan keyakinan mereka sendiri, sehingga membuat keputusan investasi yang tidak rasional. Mereka cenderung mengambil risiko yang lebih tinggi, mengandalkan lebih pada intuisi daripada analisis yang rasional, dan mengabaikan tanda-tanda peringatan tentang potensi kerugian. Pengaruh Financial Literacy terhadap Pengambilan Keputusan Investasi Saham di Komunitas Investor Saham Pemula (ISP) Surabaya Berdasarkan hasil pengujian pada Tabel 4, pengaruh Financial Literacy terhadap Pengambilan Keputusan Investasi Saham yang menunjukkan hasil nilai koefisien . tandardized coefficien. positif sebesar 0. 630, t-Statistik sebesar 7. t-tabel . , dan P Values 0. 000 < 0. 05 maka Hipotesis H2 diterima. Dalam konteks Komunitas Investor Saham Pemula (ISP) Surabaya, penjelasan mengenai pengaruh literasi keuangan terhadap pengambilan keputusan investasi saham memiliki relevansi yang penting. Sebagai anggota ISP, memiliki tingkat literasi keuangan yang baik dapat memberikan manfaat signifikan dalam mengambil keputusan investasi yang lebih informasional dan rasional. Penjelasan ini memperkuat kesadaran anggota ISP tentang pentingnya pemahaman yang baik tentang konsep dasar keuangan, seperti pemahaman tentang laporan keuangan, indikator keuangan, evaluasi risiko, dan instrumen investasi. Dengan pemahaman ini, anggota ISP dapat secara lebih efektif menganalisis kinerja perusahaan, mengevaluasi risiko investasi, dan memahami implikasi dari keputusan investasi yang diambil. Selain itu, literasi keuangan yang baik juga membantu anggota ISP dalam memahami produk investasi yang tersedia, termasuk risiko dan potensi 1425 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1416-1431 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. pengembalian yang terkait dengan investasi saham. Dengan pengetahuan yang memadai, mereka dapat membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi dan mengelola risiko dengan lebih baik. Penjelasan ini mendorong anggota ISP untuk meningkatkan pemahaman mereka melalui pendidikan dan pelatihan dalam literasi keuangan, termasuk mengakses sumber daya informasi yang dapat membantu mereka dalam pengambilan keputusan investasi. Studi oleh Niu dkk. menyoroti pentingnya literasi keuangan dalam mengurangi perilaku spekulatif dan meningkatkan pengambilan keputusan investasi yang lebih disiplin di kalangan investor saham. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa investor dengan tingkat literasi keuangan yang lebih tinggi memiliki kecenderungan yang lebih rendah untuk terjebak dalam perilaku spekulatif dan lebih mungkin membuat keputusan investasi yang lebih rasional. Studi lain yang signifikan dilakukan oleh Masdupi dkk. yang meneliti literasi keuangan dan perilaku investasi dengan menggunakan data dari National Financial Capability Study di Amerika Serikat. Studi tersebut menemukan bahwa individu dengan skor literasi keuangan yang lebih tinggi lebih cenderung berpartisipasi di pasar saham dan menunjukkan perilaku investasi yang lebih baik, seperti melakukan diversifikasi portofolio investasi dan mencari saran profesional. Sebuah tinjauan literatur yang komprehensif oleh Andarsari dan Ningtyas . mengevaluasi beberapa studi tentang dampak literasi keuangan terhadap perilaku peserta pasar keuangan. Tinjauan tersebut menyimpulkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif terhadap pengambilan keputusan investasi, yang mengarah pada diversifikasi portofolio yang lebih baik, manajemen risiko yang lebih baik, dan kinerja investasi yang lebih baik secara keseluruhan. Pengaruh Herding Behaviour terhadap Pengambilan Keputusan Investasi Saham di Komunitas Investor Saham Pemula (ISP) Surabaya Berdasarkan hasil pengujian pada Tabel 4, pengaruh Herding Behaviour terhadap Pengambilan Keputusan Investasi Saham yang menunjukkan hasil nilai koefisien . tandardized coefficien. positif sebesar 0. 068, t-Statistik sebesar 0. t-tabel . , dan P Values 0. 437 > 0. 05 maka Hipotesis H3 tidak diterima. Dalam konteks Komunitas Investor Saham Pemula (ISP) Surabaya, penjelasan mengenai pengaruh herding behavior tidak berpengaruh signifikan, dapat disimpulkan bahwa anggota komunitas investor memiliki pemahaman yang baik tentang konsep keuangan dan mampu membuat keputusan investasi yang lebih rasional dan independen, sehingga mereka tidak mudah terpengaruh dalam pembuatan keputusan investasi. Anggota komunitas investor yang memiliki tingkat literasi keuangan yang tinggi cenderung memiliki pengetahuan yang lebih mendalam tentang pasar modal, analisis fundamental dan teknikal, serta risiko investasi. Mereka mampu melakukan penelitian yang teliti, menganalisis laporan keuangan perusahaan, mengidentifikasi peluang investasi yang menguntungkan, dan mengevaluasi risiko secara objektif. Dengan pemahaman yang kuat tentang konsep-konsep tersebut, anggota komunitas 1426 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1416-1431 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. dapat membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi dan berdasarkan analisis yang mendalam. Di sisi lain, dalam konteks komunitas investor saham pemula, anggota komunitas yang memiliki tingkat literasi keuangan yang tinggi mampu memahami konsep-konsep yang mendasari investasi saham, seperti risiko dan pengembalian, analisis fundamental dan teknikal, dan strategi diversifikasi portofolio. Mereka juga terbiasa menggunakan alat dan informasi keuangan, seperti laporan keuangan perusahaan dan berita pasar, untuk menginformasikan keputusan investasi mereka. Tingkat literasi keuangan yang tinggi memberikan anggota komunitas dengan landasan pengetahuan yang kuat untuk membuat keputusan investasi yang berdasarkan pemahaman yang lebih mendalam. Namun, penelitian oleh Chaouachi . menjelaskan bahwa meskipun literasi keuangan memberikan pemahaman dan pengetahuan yang diperlukan, herding behavior, yaitu kecenderungan individu untuk mengikuti arus mayoritas dalam pengambilan keputusan investasi, tidak terbukti berpengaruh signifikan dalam penelitian tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa anggota komunitas investor saham pemula di ISP Surabaya memiliki tingkat independensi dalam pengambilan keputusan investasi mereka. Mereka tidak terlalu dipengaruhi oleh tindakan kolektif atau opini mayoritas dalam komunitas. Penjelasan terkait hasil ini dapat dikaitkan dengan beberapa faktor. Pertama, tingkat literasi keuangan yang tinggi dapat memberikan kepercayaan diri kepada anggota komunitas untuk mengandalkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam membuat keputusan investasi yang informasional. Mereka cenderung lebih fokus pada analisis objektif dan pertimbangan rasional berdasarkan fakta dan data yang tersedia. Kedua, kemungkinan adanya komunikasi dan diskusi yang terbuka dalam komunitas ISP Surabaya dapat memungkinkan anggota komunitas saling membagikan pengetahuan dan pengalaman mereka, sehingga mengurangi kebutuhan untuk mengikuti opini mayoritas. Ketiga, anggota komunitas mungkin telah menyadari pentingnya diversifikasi portofolio dan pengambilan keputusan yang mandiri sebagai strategi yang lebih baik dalam jangka panjang. Oleh karena itu, mereka lebih cenderung mengabaikan herding behavior yang mungkin hanya mengikuti tren dan bersifat spekulatif. Salah satu studi yang relevan adalah penelitian yang dilakukan oleh Bogdan . Mereka menganalisis data harga saham di pasar modal di negara-negara berkembang dan maju di Eropa, hasil penelitian tersebut menemukan bahwa perilaku herding hanya terjadi pada tingkat investasi yang rendah dan tidak berdampak signifikan terhadap kinerja portofolio investor. Temuan ini menunjukkan bahwa keputusan investasi yang didasarkan pada herding behavior tidak memberikan keuntungan yang signifikan atau keunggulan kompetitif bagi investor. Studi lain yang dilakukan oleh Ramadhansyah dkk. memeriksa perilaku herding di pasar saham Indonesia. Malaysia dan Singapura. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa herding behavior tidak mempengaruhi kinerja investasi secara signifikan. Lebih lanjut, penelitian oleh Choi dan Yoon . yang mengkaji 1427 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1416-1431 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. pasar saham Korea juga menemukan bahwa herding behavior tidak berdampak signifikan terhadap tingkat keuntungan investor. Hasil penelitian tersebut memberikan analisis yang komprehensif terhadap herding behaviour di pasar saham Korea dan menjelaskan bahwa sentimen pribadi investor adalah hal yang lebih berpengaruh terhadap pengambilan keputusan investasi dibandingkan dengan model herding behaviour. KESIMPULAN Kesimpulan Penelitian menunjukkan bahwa perilaku overconfidence berpengaruh positif signifikan terhadap pengambilan keputusan investasi saham. Perilaku overconfidence terkait dengan keyakinan yang berlebihan terhadap kemampuan diri sendiri, sehingga investor cenderung mengabaikan risiko dan mengambil keputusan berdasarkan ekspektasi yang terlalu optimis. Selanjutnya, financial literacy atau literasi keuangan terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap pengambilan keputusan investasi saham. Literasi keuangan mencakup pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan dalam bidang keuangan dan investasi. Investor yang memiliki tingkat literasi keuangan yang tinggi cenderung lebih mampu menganalisis informasi keuangan, memahami risiko dan peluang investasi, serta membuat keputusan investasi yang lebih rasional. Namun, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa herding behavior tidak berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan investasi saham. Herding behavior merujuk pada kecenderungan investor untuk meniru tindakan atau keputusan yang diambil oleh mayoritas pasar atau kelompok investor. Temuan ini menunjukkan bahwa investor dalam konteks komunitas investor saham pemula di Surabaya cenderung lebih independen dalam pengambilan keputusan dan tidak terpengaruh oleh tindakan kolektif yang mungkin tidak rasional. Implikasi Penelitian Implikasi teoritis pertama dari temuan ini adalah pentingnya memahami dan mengatasi bias overconfidence dalam pengambilan keputusan investasi. Investor perlu mengembangkan kesadaran diri yang lebih baik terhadap batasan pengetahuan dan kemampuan mereka sendiri, serta melakukan evaluasi yang lebih obyektif terhadap risiko dan potensi keuntungan investasi. Pentingnya pendidikan dan pelatihan dalam meningkatkan literasi keuangan investor. Program-program pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang konsep keuangan, strategi investasi, dan manajemen risiko dapat memberikan dampak positif pada pengambilan keputusan investasi yang lebih baik. Secara praktis, temuan ini memiliki implikasi yang penting bagi para investor dan pihak-pihak terkait. Investor perlu meningkatkan literasi keuangan mereka melalui pendidikan dan pelatihan, sehingga mereka dapat membuat keputusan investasi yang lebih informan dan bijaksana. Pihak-pihak terkait, seperti lembaga keuangan, regulator, dan komunitas investor, dapat berperan dalam menyediakan 1428 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1416-1431 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. informasi yang akurat, bimbingan, dan sumber daya pendukung untuk meningkatkan literasi keuangan dan kesadaran akan risiko investasi. Selain itu, pemahaman bahwa herding behavior tidak signifikan dalam konteks komunitas investor saham pemula dapat mengingatkan para investor untuk tetap berpegang pada strategi dan analisis individu mereka, daripada terpengaruh oleh keputusan kolektif yang mungkin tidak didasarkan pada pertimbangan yang rasional. DAFTAR PUSTAKA