MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Penguatan Ekonomi dan Pembelajaran Unggul Lembaga Pendidikan Islam Guntur Cahyono Universitas Islam Negeri Salatiga gunturcy@uinsalatiga. Qi Mangku Bahjatulloh Universitas Islam Negeri Salatiga bahjatulloh@gmail. Abstract: This study explains how Islamic educational institutions build school quality through superior learning. School quality has various aspects, one of which is through strengthening the school economy. Schools are not only about the education system, curriculum or HR management that needs attention is from the financial side. Therefore, school financial management is needed. Financial management is an activity carried out to determine the running of school education activities. The study was conducted at SDIT Muhammadiyah Al Kautsar Kartasura Sukoharjo, as a school that has good financial management. The school has the ability to provide adequate learning facilities so that school quality can be realized. The Graduate Competency Standards of SDIT Muhammadiyah Al-Kautsar can be seen from the 6 pillars that have been programmed, namely successful Islam and worship, successful character, successful academics and national exams, successful competitions/achievements, successful literacy, successful tahfidz. This study uses a qualitative research approach, this approach obtains data by conducting observations, interviews and documentation. Keywords: strengthening the economy, schools, superior learning, school quality. Abstrak: Penelitian ini menjelaskan bagaimana lembaga pendidikan Islam membangun mutu sekolah melalui pembelajaran unggul. Mutu sekolah memiliki berbagai macam aspek salah satunya melalui penguatan ekonomi sekolah. Sekolah bukan hanya mengenai sistem pendidikan, kurikulum atau manajemen SDM yang perlu mendapat perhatian adalah dari sisi keuangannya. Maka diperlukan manajemen keuangan sekolah. Manajemen keuangan adalah suatu aktivitas yang dilakukan untuk menentukan berjalannya kegiatan pendidikan sekolah. Penelitian dilaksanakan di SDIT Muhammadiyah Al Kautsar Kartasura Sukoharjo, sebagai sekolah yang memiliki manajerial keuangan yang baik. Sekolah memiliki kemampuan untuk memberikan fasiltas belajar yang memadai sehingga mutu sekolah bisa terwujud. Adapun Standar Kompentensi Lulusan SDIT Muhammadiyah Al-Kautsar dapat dilihat dari 6 pilar yang sudah diprogramkan yaitu sukses keislaman dan ibadah, sukses karakter, sukses akademik dan ujian nasional, sukses lomba/prestasi, sukses literasi, sukses tahfidz. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, pendekatan ini memperoleh data dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Kata kunci: Penguatan Ekonomi. Sekolah. Pembelajaran Unggul. Mutu Sekolah. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. PENDAHULUAN Muhammadiyah sebagai organisasi berbasis Islam telah berusia lebih dari satu abad. Sebagai ormas Islam. Muhammadiyah telah memiliki amal usaha yang begitu banyak. Bagian dari amal usaha yang dimiliki Muhammadiyah adalah sekolah/madrasah maupun pesantren. Sekolah inilah yang menyebabkan Muhammadiyah dikenal sebagai ormas yang konsen terhadap Menurut laporan buku berjudul Profil 1 Abad Muhammadiyah saat ini Muhammadiyah memiliki lembaga pendidikan sebanyak 1176 pendidikan tingkat SD, 1188 tingkat SMP, 515 tingkat SMA, dan 278 tingkat SMK. Jumlah sekolah yang tidak sedikit ini memerlukan cara pandang dan model pengelolaan yang baik serta manajemen pembiayaan yang tepat. Pada konteks yang lebih luas sekolah sebagai bagian investasi jangka panjang karena pendidikan menjadi syarat sebagai pertumbuhan dibidang yang lain. 2 Maka sekolah Muhammadiyah diberbagai tingkatan dikerjakan melalui manajemen yang baik dengan harapan tercipta suasana belajar yang baik dengan pembelajaran Menurut Burger dkk, komponen ekonomi dan kemampuan manajerial perlu dioptimalkan pada lembaga sekolah karena menjadi hal yang sangat penting. 3 Sekolah bukan hanya mengenai sistem pendidikan saja yang harus mendapat perhatian dan pembenahan, ada sistem lain yang memang berhubungan dan perlu mendapatkan sorotan yang sama. Bukan dari kurikulum atau SDM nya, namun dari sisi keuangannya. Harus ada pengaturan yang tepat mengenai manajemen keuangan sekolah, karena bila timbul kesalahan malah akan menimbulkan hal-hal sensitif, apalagi berhubungan dengan masalah keuangan. Menururt Jabar . pendidikan yang bermutu dianggap sebagai bagian yang dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang. 4 Pada sebuah kajian serta pengalaman bahwa pendidikan memiliki banyak kemanfaatan bagi kehidupan. Asumsi ini yang dianggap bahwa pendidikan bagian dari investasi pada proses pembangunan. Pendidikan sebagai investasi telah berkembang begitu masif dan sangat diyakini setiap bangsa dan negara bahwa sektor pendidikan sebagai syarat awal perkembangan serta pertumbuhan sektor-sektor yang lain. Konsep investasi Leny Marlina,AyKajian Terhadap Sekolah MuhammadiyahAy. Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. TaAoBid : Palembang 17. No. , 103-124. Apriyanti Widiyanti. AuPeran Ekonomi dalam Pendidikan dan Pendidikan dalam Pembangunan EkonomiAy. Cakrawala 17, no. , 207-215. Burger,dkk. AuDisturbingly Weak: The Current State of Financial Management Education in Library and Information Science CurriculaAy. Journal of Education for Library and Information Science 56. No. , 13Ae16. Abdul Jabar. Pencapaian Keunggulan Sekolah di Kota Bandung (Disertasi tidak diterbitkan. Universitas Pendidikan Indonesia, 2. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. sumber daya manusia dalam menunjang pertumbuhan ekonomi telah digagas sejak Smith. Thunen dan para pemikir klasik di akhir abad 18. Gagasan akan pentingnya investasi pengetahuan dan keterampilan manusia harus ditekankan untuk menunjang kualitas hidup Sekolah sebagai bagian dari investasi pengetahuan dan keterampilan harus dikoelola dengan baik khususnya masalah keuangan sebagai penunjang penguatan ekonomi. Pengelolaan keuangan sekolah memiliki implikasi pada proses pengadaan sarana serta terciptanya pembelajaran unggul. 5 Dengan demikian penguatan ekonomi melalui unit-unit usaha sekolah serta sumbangan tidak mengikat adalah menjadi faktor pendukung agar sekolah mampu berkembang dari segi fasilitas dan proses pembelajaran. Konsep penguatan ekonomi saat ini masih dibatasi pada unit usaha masyarakat. Penguatan ekonomi sekolah bisa dilaksanakan jika manajemen sekolah dikerjakan dengan baik. Manajemen yang baik adalah manajemen yang dilakukan oleh kepala sekolah dengan mengintegrasikan beberapa aspek mulai dari keuangan, peningkatan kinerja guru, ketersediaan fasilitas mengajar dan pada akhirnya tercipta pembelajaran unggul sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai. 7 Disebut unggul atau bermutu dalam sebuah pendidikan adalah output yang dihasilkan melebihi dari harapan dari pengguna manfaat yaitu peserta didik atau Untuk mewujudkan lembaga pendidikan yang berkualitas, perlu adanya pengelolaan secara menyeluruh dan profesional terhadap sumberdaya yang ada dalam lembaga pendidikan. Salah satu sumber daya yang perlu dikelola dengan baik dalam lembaga pendidikan adalah masalah keuangan. Dalam konteks ini keuangan merupakan sumber daya yang sangat diperlukan sekolah Islam sebagai alat untuk kelengkapan berbagai sarana dan prasarana pembelajaran di Dengan menguatnya kondisi ekonomi sekolah dengan prinsip manajemen pendidikan sekolah mampu bersaing dalam prestasi. Melalui kekuatan ekonomi, sekolah bisa melakukan perencanaan kegiatan dengan sebaik-baiknya. Pusvitasari. , dan M. Sukur. AuManajemen Keuangan Sekolah dalam Pemenuhan Sarana Prasarana Pendidikan (Studi kasus di SD Muhammadiyah 1 Krian. Sidoarj. Ay. Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 4. No. ,94-106. Budi Utomo,AyPenguatan Ekonomi Lokal Menuju Kemandirian Daerah (Studi Kasus Kota Palemban. Ay. Jurnal Swarnabhumi 2. No. , 45-50. Nur, dkk. AuManajemen Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan pada SDN Dayah Guci Kabupaten PidieAy. Jurnal Administrasi Pendidikan 4. No. , 93-103. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Selebihnya melalui pengelolaan pembiayaan tersebut, maka diharapkan untuk meningkatkan kesejahteraan guru, layanan dan pelaksanaan program supervisi. Kelengkapan sarana dan prasarana pembelajaran. Karena hal ini akan berimplikasi pada kemudahan para guru dalam mengajar, dan berimbas pada semangat para siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah. Oleh karena itu, kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di sekolah harus mengetahui dan mampu mengelola keuangan sekolah/Madrasah dengan baik dan benar, bertanggungjawab, transparan kepada masyarakat dan pemerintah. Proses inilah proses pembelajaran unggul akan berlangsung. Sekolah dengan pembelajaran unggul menurut Hasan paling sedikit ada 3 aspek yang penuhi yaitu input yang memadai, proses dengan kurikulum yang terintegrasi dengan kemampuan guru serta fasilitas belajar dan output yang tidak sekedar hasil nilai tetapi juga output yang mampu bersaing di duni luar. 8 Sekolah unggul bisa dicapai hanya dengan memadukan motivasi, komitmen, kepekaan sosial, disiplin serta kemampuan fisik yang baik. Muhammadiyah dengan berbagai amal usaha sekolah memiliki aspek-aspek yang telah Aspek-aspek ini memberikan wacana bahwa sekolah Muhammadiyah dijalankan dengan baik serta profesional. Profesionalisme ini mengarah pada system pengelolaan keuangan sekolah untuk memperkuat ekonomi sekolah. Secara essensial, setiap unit kerja selalu berhubungan dengan persoalan keuangan, demikian pula di lembaga pendidikan, baik berbasis umum maupun Islam. Soal-soal yang menyangkut keuangan di sekolah Islam pada garis besarnya berkisar pada: uang sumbangan pembinaan pendidikan (SPP), uang kesejahteraan personel dan gaji serta keuangan yang berhubungan langsung dengan penyelenggaraan sekolah Islam seperti perbaikan sarana dan Peningkatan kualitas pendidikan bukanlah tugas yang ringan karena tidak hanya berkaitan dengan permasalahan teknis saja, tetapi mencakup berbagai persoalan yang sangat rumit dan kompleks, baik yang berkaitan dengan perencanaan, pendanaan, maupun efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan sistem persekolahan, peningkatan kualitas pendidikan juga menuntut Manajemen Pendidikan yang lebih baik. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Balitbang Dikbud menunjukkan bahwa manajemen sekolah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan. Muhammad Nur Hasan,AuUpaya Menjadikan Madrasah sebagai Lembaga Pendidikan UnggulAy. Wahana Akademika 2, no. , 75-88 MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Proses pembelajaran unggul merupakan proses yang terintegrasi antara akhlak atau karakter dan pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi. 9 Teknologi informasi saat ini menempati tempat utama dalam proses belajar unggul karena teknologi informasi menjadi bagian proses belajar multimedia yang saat ini dirasakan paling efektif untuk memecahkan pola pembelajaran yang begitu rumit serta akses informasi yang dimiliki sangat luas dan menjangkau seluruh dunia. Lahirnya sekolah Muhammadiyah menjadi sekolah unggul diberbagai daerah memberikan wawasan yang menarik untuk diteliti karena Muhammadiyah memberikan kemampuan untuk selalu menghasilkan sekolah yang berkualitas dengan menciptkan ruang pendidikan karakter serta pembelajaran unggul dengan salah satu landasan melalui penguatan ekonomi sekolah. Dimana sekolah Muhammadiyah memiliki landasan berfikir yaitu menuju kemandirian sekolah Muhammadiyah, baik hal itu dari segi kebijakan, leadership, budaya kerja serta konsep jejaring sekolah. Sekolah Muhammadiyah mengambil bagian sebagai pusat belajar dan pendidikan karakter, terus berupaya memberikan layanan pendidikan yang terbaik. Proses pembelajaran yang terus menerus berinovasi untuk menyesuaikan pola belajar dan model belajar di abad 21. Sekolah Muhammadiyah yang berkembang diberbagai wilayah akan memberikan dampak signifikan terhadap pendidik di Indonesia. Fenomena sekolah Muhammadiyah pada era tahun 1990an banyak ditinggalkan masyarakat, karakteristik sekolah Muhammadiyah dalam film AuLaskar PelangiAy di tahun 1980an mendorong Muhammadiyah untuk berbenah dengan berbagai Pendapat Ali. Muhammadiyah besar bukan terletak jumlah dari jamaAoah, tetapi Muhammadiyah besar karena amal usaha yang dikembangkan. 12 Amal usaha inilah menjadi bagian dari perwujudan keimanan seseorang dengan diwujudkan dalam nilai dan peran sosial. Semangat amal usaha yang dilakukan oleh cabang dan ranting Muhammadiyah untuk mewujudkan sekolah yang unggul dan kuat adalah bukti eksistensi keberadaan organisasi. Abdul Jabar. AuPencapaian Keunggulan Sekolah di Kota BandungAy, (Disertasi tidak diterbitkan. Universitas Pendidikan Indonesia, 2. Asmara & Desta. AuPendidikan Berbasis Teknologi: Permasalahan dan Tantangannya,AyProsiding Seminar Nasional Pendidikan Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang. , 26-38. Joko Susilo. AuStrategi Membangun Sekolah Muhammadiyah yang BerkemandirianAy. Prosiding Seminar Kedua Pendidikan Berkemajuan dan Menggebirakan. Mataram. , 569-576. Mohammad Ali. AuMenabur Benih Sekolah Unggul di MuhammadiyahAy, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Eksistensi persyarikatan inilah yang bisa membangkitkan proses beramal kepada masyarakat Penguatan Ekonomi Sekolah Muhammadiyah Teori tentang penguatan ekonomi sebatas pada kajian di masyarakat. Bahkan penelitian menyebutkan dalam dunia pendidikan mampu menumbuhkan penguatan ekonomi masyarakat yang kemudian disebut sebagai human capital. 13 Namun pemahaman tentang penguatan ekonomi sekolah perlu dikontruksi pada sebuah teori khusus. Penguatan ekonomi adalah pengembangan faktor-faktor ekonomi dalam sebuah lembaga atau masyarakat yang dilakukan secara terukur. Menurut Graha . penguatan ekonomi adalah pemberdayaan pada bidang Institusi yang baik akan menentukan keberlanjutan suatu program, karena dalam lembaga mengatur hubungan/interaksi antara satu sama lain sebagai kekuatan dari jaringan bersama yang ada dalam suatu organisasi. Keberlanjutan suatu institusi karena setiap orang yang terlibat didalamnya saling menghormati dan mematuhi norma-norma yang ada. Aturan, lambat laun akan menimbulkan rasa saling percaya antara satu sama lain, dalam lembaga ini adalah disebut modal sosial. Pada prosesnya, sekolah berbudaya unggul membutuhkan manajemen sebagai usaha sekolah dalam penguatan ekonomi. Manajemen adalah bagian terpenting dari syarat lembaga dalam menjalankan fungsinya, maka dalam konteks kelembagaan harus mempunyai sistem manajemen tertentu dalam mencapai tujuannya. Manajemen kelembagaan sekolah harus memiliki serangkaian teori yang perlu diuji dan dikembangkan dalam praktek manajerial pada lingkungan sekolah. 16 Peningkatan mutu kelembagaan sekolah mampu menjadi sekolah unggul atau sekolah yang efektif. Proses pengembangan sekolah unggul dibutuhkan pengelolaan keuangan yang baik. Sebagaimana dikatakan. Keuangan merupakan komponen yang penting dalam lembaga Ilham Ozturk,AuThe Role of Education In Economic Development: A Theoretical PerspectiveAy. Journal of Rural Development and Administration xi, no. 1, . , 39-47. Graha. AuPengembangan Masyarakat Pembangunan Melalui Pendampingan Sosial Dalam Konsep Pemberdayaan di Bidang EkonomiAy. Jurnal Ekonomi MODERNISASI . , 122-123. Maryam Sangadji AuRural Community Economic Strengthening Model Based on Village-Owned Enterprises in Central Maluku Regency,AyMedia Trend 16, no. 2, . , 303-312. Sulistiyorini. AuManajemen Pendidikan IslamAy. (Surabaya: eIKAF,2. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. 17 Manajemen keuangan pendidikan memberikan atensi yang besar akan pentingnya tata kelola keuangan pendidikan dalam peningkatan program sekolah, pelaksanaan guru dalam kegiatan belajar mengajar, pelaksanaan akademis peserta didik. Manajemen keuangan sekolah sangat penting dalam hubungannya dengan pelaksanaan kegiatan sekolah. Manajemen keuangan harus ditangani secara serius, sistematis, dan penuh tanggung jawab untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, karena manajemen keuangan yang efisien akan memastikan adanya keuntungan bagi lembaga pendidikan. 19Sebuah lembaga pendidikan yang bagus, tentunya memiliki pengelolaan keuangan yang bagus pula guna mencapai target yang telah ditetapkan bersama. Dalam rangka menciptakan sebuah lembaga pendidikan yang efektif dan efisien melalui pengelolaan keuangan, maka sarana dan prasarana pendidikan yang memadai juga memiliki peran penting dalam mewujudkan tujuan dari pendidikan tersebut. Untuk membantu dalam masalah pembayaran operasional sekolah, pemerintah memberikan dana yang disebut dengan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). 21 BOS diberikan pengelolaan sarana prasarana. Sarana dan prasarana pendidikan perlu dikelola dengan baik serta merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari manajemen pendidikan. 22 Penelitian Adillah menunjukkan bahwa. untuk mendapatkan dana guna memenuhi berbagai kebutuhannya, sekolah harus kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan peluang yang ada, baik terhadap wali murid, komite sekolah maupun terhadap pemerintah. 23 Dalam pengelolaannya, menurut Zahruddin & Suhandi sekolah perlu melibatkan stakeholders, baik internal maupun eksternal untuk mengawal sistem keuangan yang ada. Burger, dkk. AuDisturbingly Weak: The Current State of Financial Management Education in Library and Information Science CurriculaAy. Journal of Education for Library and Information Science 56. No. , 13Ae16. Akhmad Said. AuKepemimpinan Kepala Sekolah dalam Melestarikan Budaya Mutu Sekolah,Ay Jurnal Evaluasi 2. No. , 257Ae273. Husain Banu Keynathulla, dkk. , "Determinants of Financial Adequacy: Evidence from Malaysian Tamil SchoolsAy. MOJEM: Malaysian Online Journal of Educational Management 6. No. : 87-106. Centerwall. , & Nolin. J,AuUsing an Infrastructure Perspective to Conceptualise The Visibility of School Libraries in SwedenAy. Information Research 24, no. , 1Ae30. Subkhi Widyatmoko. AuPengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah di SDN Kemasan I Surakarta,Ay Manajemen Pendidikan 12, no. 153Ae 160. Latifah, dkk. AuPeran Manajemen Keuangan dalam Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan di MTs Negeri 2 Pringsewu Kecamatan BanyumasAy. Jurnal Manajamen Pendidikan Islam 2. No. , 9Ae14. Ghazali Adillah,AuManajemen Keuangan Sekolah. Manajer PendidikanAy. Jurnal Ilmiah Manajemen Pendidikan Pascasarjana 10. No. , 343Ae346. Zahruddin. Arifin, & A. Suhandi. AuImplementasi Penyususnan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja SekolahAy. Jurnal Administarsi Pendidikan 26. No. 1, . , 45Ae56. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Pengelolaan keuangan menurut Tandililing diperlukan transparansi dan akuntabilitas keuangan sekolah, karena sangat berpengaruh terhadap motivasi mengajar guru. 25 Begitu juga dengan Anam yang menyatakan dalam penelitiannya bahwa: sumber keuangan sekolah yang didapatkan dari masyarakat harus dikelola dengan baik dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, agar supaya kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan terus meningkat. Manajemen keuangan sekolah dalam pemenuhan sarana prasarana pendidikan dapat dilakukan dengan beberapa langkah yakni sebagai berikut. Perencanaan Anggaran (Budgetin. Sekolah. Perencanaan keuangan sekolah dalam pemenuhan sarana prasarana pendidikan dapat digambarkan sebagai berikut:27 Identifikasi Sumber Dana Evaluasi Sarana dan Prasarana Perencanaan pengadaan sarana dan prasarana Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Impelementasi Pengadaan Gambar 1. Perencanaan Keuangan Sekolah dalam Pemenuhan Sarana Prasarana Pada penyelenggaraan pendidikan, sumber dana merupakan potensi yang sangat menentukan bagi berjalan tidaknya suatu lembaga pendidikan. 28 Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem pengelolaan keuangan yang tepat guna. Penganggaran sebagai bagian awal dari kegiatan manajemen keuangan merupakan satu langkah perencanaan dan juga sebagai instrumen perencanaan yang fundamental. 29 Anggaran merupakan keseluruhan rincian biaya mengenai Juliana Tandililing,AyPengaruh Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Sekolah terhadap Motivasi Mengajar Guru di Kabupaten KeeromAy. Jurnal Kajian Ekonomi & Keuangan Daerah 4. No. , 38Ae57. Khorul Anam. AuManajemen Keuangan Madrasah yang Bersumber dari MasyarakatAy. At-Turats 13. No. , 56Ae75. Arum dkk. Interview. Krian. Sidoarjo. Jawa Timur . Heni Suhartini,AuPengaruh Pelaksanaan Kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah terhadap Manajemen Sekolah dalam Mewujudkan Efektifitas Penggunaan Anggaran Dana Sekolah,Ay Khazanah Akademia 1. No. , 71Ae81. Nanang Fattah. AuPersepsi Kepala Sekolah. Guru. Dewan Sekolah Dan Orang Tua Terhadap Pelaksanaan MBS SD di Kota BandungAy. Jurnal Administrasi Pendidikan 1. No. , 22-30. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. pendapatan dan belanja sekolah yang umumnya disusun rutin setiap tahun oleh lembaga dengan melibatkan pihak-pihak terkait, sebagai alat perencanaan maupun pengendalian. Penyusunan anggaran merupakan gambaran setiap kegiatan yang direncanakan sekolah agar dapat menentukan satuan biaya di setiap kegiatan sehingga membantu dalam mengarahkan lembaga pendidikan pada pelaksanaan kegiatan-kegiatannya. Adapun fungsi anggaran diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu. Pertama, alat penafsir, yaitu memperkirakan besarnya pengeluaran dan pendapatan sehingga mengetahui kebutuhan dana yang dibutuhkan dalam realisasi kegiatan di lembaga pendidikan. Kedua, alat kewenangan, yaitu memberi kewenangan terkait dana yang dikeluarkan untuk membiayai kegiatan sesuai perencanaan anggaran. Ketiga, alat efisiensi, yaitu mengetahui kegiatan pendidikan yang dilaksanakan sesuai perencanaan anggaran secara efisien. Perencanaan dipahami sebagai serangkaian kegiatan dengan menetapkan tujuan yang diprioritaskan dengan menjabarkannya secara operasional yang dapat diukur, melakukan analisa alternatif untuk tercapainya tujuan dengan analisis cost effectiveness, dan untuk mencapai sasaran dengan melakukan rekomendasi alternatif. 32 Penyusunan rencana anggaran ini merupakan perencanaan sumber dana untuk kegiatan pendidikan dan tercapainya tujuan pendidikan di lembaga sekolah. Adapun dalam penyusunan anggaran pendidikan tentu memperhatikan sumber keuangan yang ada di sekolah, yang terdiri dari. emerintah pusat dan pemerintah daera. orang tua peserta didik. Perencanaan keuangan sekolah mengacu pada konsep penyelenggaraan pendidikan sekolah secara utuh. Pelayanan di lembaga pendidikan di antaranya. teknik layanan edukatif dalam proses kegiatan belajar mengajar baik secara teori maupun praktik dan penilaian hasil belajar, . layanan yang menunjang operasional kegiatan ekstrakurikuler dan intrakurikuler, . pemeliharaan dan pemanfaatan buku pelajaran, alat pendidikan, alat pelajaran, laboratorium, perpustakaan dan peralatan praktik serta bahan praktik dan keterampilan, . pengadaan dan perawatan sarana penunjang seperti sarana administrasi, gedung sekolah, ruang kelas, fasilitas sekolah dan lingkungan. penyediaan daya dan jasa, . perjalanan dinas kepala madrasah dan Zahruddin. Arifin, & A. Suhandi. AyImplementasi Penyususnan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah,Ay Jurnal Administarsi Pendidikan 26. No. , 45Ae56. Masditou,AyManajemen Pembiayaan Pendidikan Menuju Pendidikan yang Bermutu,AyJurnal Ansiru PAI 1. No. , 119Ae145. Masditou. Siti Sanisah,AyKebijakan Pengelolaan Anggaran Pendidikan di Kabupaten Lombok TengahAy. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis 3. No. , 101Ae118. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. guru, . pemberdayaan komite madrasah, kegiatan sosial, dan layanan kemasyarakatan . kegiatan lomba yang diikuti peserta didik atau guru, . keperluan layanan sekolah yang habis pakai seperti surat kabar, . honorarium pendidik dan tenaga kependidikan, asuransi kesehatan, transportasi, dan lain-lain. Proses anggaran ini diperlukan proses transparansi dan akuntabilitas dengan serapan anggaran yang optimal serta terukur, sehingga setiap alokasi dana dapat dipertanggungjawabkan secara jelas dan efektif. 35 Penyerapan anggaran merupakan dana yang dikeluarkan harus berdasarkan kebutuhan sesuai dengan perencanaan secara efektif dan efisien. 36 Transparansi akan berjalan baik dibutuhkan pembukuan yang tepat. 37 Apabila pengalokasian anggaran efisien, maka keterbatasan sumber dana yang dimiliki sekolah dapat dioptimalkan untuk mendanai kegiatan stategis. Pembukuan keuangan sekolah akan memudahkan pengadministrasian, pembuatan laporan berhubungan dengan sarana prasarana pendidikan dan pencatatan barang perlengkapan yang dimiliki sekolah agar terkontrol dan terawasi secara rinci sehingga memudahkan untuk kebutuhan seperti pelaporan sarana prasarana pendidikan. Akuntabilitas merupakan kemampuan dalam memberikan informasi, penjelasan, pertanggungjawaban kinerja kepada pihak-pihak yang bekepentingan . Akuntabilitas merupakan kondisi seseorang yang dinilai oleh orang lain karena kualitas performansinya dalam menyelesaikan tugas untuk mencapai tujuan yang menjadi tanggung Lebih lanjut akuntabilitas dapat dilihat dari sudut pandang pengendalian tindakan Akuntabilitas Khirul Anam,AuManajemen Keuangan Madrasah yang Bersumber dari MasyarakatAy. At-Turats 13. No. , 56Ae75. Nurul Fajar & Muhammad Arfan, "Analisis Penyerapan Anggaran Pada Satuan Kerja Perangkat Aceh," Jurnal Telaah dan Riset Akuntansi 10. No. : 95-102. Dadan Ramadhani & Indi Zaenur Nisa. AuPengaruh Perencanaan Anggaran,Kualitas Sumber Daya Manusia dan Pelaksanaan AnggaranAy. Jurnal Riset Akuntansi 10, no. , 134Ae148. Ruhmaini, dkk. AuAnalisis Serapan Anggaran Belanja Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah,Ay Jurnal Perspektif Ekonomi Darussalam 4. No. , 31Ae43. Nur Komariah,AyKonsep Manajemen Keuangan PendidikanAy. Jurnal Al Afkar 6, no 1 . , 67Ae93. Nanang Fattah,AyLandasan Manajemen PendidikanAy, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2. Nor Mubin. AuIntegritas dan Akuntabilitas dalam Pengelolaan Keuangan Sekolah/MadrasahAy. At-Taqwa 14. No. , 80Ae92. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. dipertanggungjawabkan41 dengan tiga pilar utama, yaitu transparansi, standar kinerja dan pelayanan prima. Pengembangan Pembelajaran Unggul Teori mengenai pembelajaran unggul akan dikaitkan dengan istilah sekolah unggul. Sekolah yang unggul didalamnya terdapat model atau metode pembelajaran unggul dengan menyiapkan komponen pembelajaran yang melibatkan seluruh aspek pembelajaran. Aspek ini saling berkaitan dengan merencanakan aspek mutu luaran dengan inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru. 44 Maka guru akan melakukan perencaan yang baik dan sekolah akan mempersiapkan falitias pembelajaran untuk menciptkan pembelajaran unggul. Pembelajaran bermutu yang selanjutnya disebut pembelajaran unggul memadukan pembelajaran terintegrasi dengan berbagai macam kompetisi seperti olympiade, pengembangan kebahasaan, penguatan keagamaan, kelas dengan fasilitas memadai, pemanfaatan media IT dan full day school. 45 Dalam teori belajar mengajar pembelajaran unggul adalah pembelajaran dengan metode yang inovatif dan variatif. Semakin kaya model pembelajaran maka pembelajaran dikatakan unggul karena menyesuaikan dengan materi pembelajaran serta kondisi 46 Sekolah pun dituntut untuk melakukan inovasi dan pembaharuan diri, baik secara kelembagaan maupun dari sisi mutu output-nya47dengan dukungan masyarakat. Pada prosesnya sekolah unggul memiliki karakteristika yang meliputi input dengan seleksi dengan mempertimbangkan proses, kemampuan guru dengan kompetensi yang dimiliki dimana proses pembelajaran menetapkan tahapan proses pembelajaran dari perencanaan sampai dengan evaluasi. Pembelajaran dari guru professional disesuaikan dengan kebutuhan siswa Molchanova,dkk. AuEducation and Financial Inclusion. An Empirical Study in Students of Higher EducationAy. European Journal of Contemporary Education 8. No. , 810Ae818. Lilik Huriyah. Manajemen Keuangan: Optimalisasi Pengelolaan Keuangan di Lembaga Penddikan Islam. Surabaya: UINSA Pers Suwardi dkk. Sekolah dan Madrasah Unggul. Karanganyar: CV Pupa Media Suresmi. AuImplikasi Pengelolaan Pembelajaran Bermutu Pada Kelas UnggulanAy. TADBIR: Jurnal Studi Manajemen Pendidikan 4. No, 2 . , 271-280. Ibid. Ahdar Djamaludin. & Wardana. AuBelajar dan Pembelajaran 4 Pilar Peningkatan Kompetensi PedagogisAy, (Parepare: Kaaffah Learning Centre, 2. Muhammad. AuKonsep Pengembangan Madrasah Unggul KreatifAy, 4. , 2009 Maimun, dkk. Madrasah Unggulan Lembaga Pendidikan Alternatif di Era KompetitifAy, (Malang: UIN Maliki Press, 2010. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. sehingga pembelajaran berjalan fleksibel. Sekolah unggul akan memperhatikan pula mengenai fasilitas, kurikulum, metode, jaringan sekolah dan ekstra kurikuler. Sekolah unggul harus menghasilkan lulusan yang unggul. Keunggulan lulusan tidak hanya ditentukan oleh nilai ujian yang tinggi. Indikasi lulusan yang unggul ini baru dapat diketahui setelah yang bersangkutan memasuki dunia kerja dan terlibat aktif dalam kehidupan Kemampuan lulusan yang dihasilkan dirasa unggul, bila mereka telah mampu mengembangkan potensi intelektual, potensi emosional, dan potensi spiritualnya di mana mereka METODE Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian kualitatif adalah pendekatan interpretatif, yang mencoba untuk mendapatkan wawasan tentang makna dan perilaku spesifik yang dialami dalam fenomena sosial tertentu melalui pengalaman subjektif dari para peserta. Peneliti menempatkan penekanan adalah gagasan tentang keunikan dan individualitas dari 52 Teknik pengumpulan data ini merupakan sebuah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan dilakukan oleh dua belah pihak, yaitu pewawancara (Interviviewe. yang akan mengajukan beberapa macam pertanyaan dan terwawancara (Intetviewe. yang memberikan jawaban atas pertanyaanpertanyaan. 53 Wawancara merupakan salah satu teknik yang digunakan dalam proses pengumpulan data. Pada penelitian ini peneliti memperoleh data dengan melakukan observasi dengan mengamati apa saja yang terjadi pada objek penelitian. 55 Dokumentasi dimana Gottschalk menyatakan bahwa dokumentasi merupakan setiap proses pembuktian yang didasarkan atas jenis sumber apapun baik yang bersifat tulisan, lisan, gambaran atau arkeologis. 56 Melakukan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) untuk memperoleh informasi keinginan, kebutuhan, sudut Asmaun Sahlan. AuMewujudkan Budaya Religius di SekolahAy, (Malang: UIN-MALIKI Press, 2. Cahya Suryana. Mutu dan keunggulan pendidikan, dalam http://csuryana. 29 April 2012. Cathryne Palmer & Amanda Bolestron. AuA brief introduction to qualitative research,Ay Canadian Journal of Medical Radiation Technology 37. No. , 16-19. Nima Shakouri. AuQualitative Research: Incredulity toward MetanarrativenessAy. Journal of Education and Human Development 3, no 2 . , 671-680. Lexy Johanes Moleong. AuMetodologi Penelitian KualitatifAy, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2. Fadhallah. Wawancara, (Jakarta:UNJ Press, 2. Umrati & Hengki Wijaya. AuAnalisis Data KualitatifAy, (Sulawesi Selatan: Sekolah Tinggi Theologia Jaffray, 2. Natalina Nilamasari. AuMemahami Studi Dokumen dalam Penelitian KualitatifAy. Jurnal Wacana 13. No. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. pandang, kepercayaan dan pengalaman peserta tentang suatu topik, dengan pengarahan dari seorang fasilitator atau moderator. 57 Tujuan FGD adalah untuk mengeksplorasi masalah yang spesifik, yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Teknik ini digunakan dengan tujuan untuk menghindari pemaknaan yang salah dari peneliti terhadap masalah yang diteliti. FGD digunakan untuk menarik kesimpulan terhadap makna-makna intersubjektif yang sulit diberi makna sendiri oleh peneliti karena dihalangi oleh dorongan subjektif peneliti. HASIL DAN PEMBAHASAN Penguatan Ekonomi Sekolah Anggaran sekolah menjadi alat yang digunakan dalam menjalankan kegiatan sekolah. Pelaksanaan pendidikan cukup bergantung pada komponen keuangan. Institusi pendidikan bisa menjalankan pendidikan dengan baik jika kondisi keuangannya stabil. Secara garis besar, manajemen keuangan sekolah adalah kegiatan pengelolaan keuangan sekolah. Kegiatan tersebut meliputi: perencanaan anggaran, pengorganisasian, pembukuan, pelaksanaan atau pembelanjaan, pengawasan dan terakhir pertanggungjawaban. Manajemen keuangan perlu diterapkan oleh institusi pendidikan agar pemanfaatan dana sekolah bisa lebih efektif dan efisien. Penggunaan keuangan sekolah bisa lebih transparan dan akuntabilitas nya terjamin. Anggaran bisa digunakan dengan semestinya dan penyalahgunaan anggaran bisa diminimalisir. Supaya bisa menjalankan manajemen keuangan sekolah yang baik, membutuhkan SDM yang berpengetahuan dan Kepala sekolah adalah sosok sentral dalam hal ini. SDIT Muhammadiyah Al Kautsar mengelola keuangan dengan berbagai sumber seperti iuran orang tua berupa SPP, dana BOS, serta infak tidak mengikat. Dana ini tidak termasuk infak tidak mengikat yang diperoleh sekolah saat pengumpulan dana dari pihak-pihak tertentu baik swasta dan pemerintah daerah ataupun kementerian untuk peruntukan pembangunan gedung dan fasilitas sekolah. Pembangunan fisik sekolah meliputi pembangunan ruang kelas, pembuatan fasilitas laboratorium dan oleh raga. Dari anggaran yang tersedia SDIT Muhammadiyah Al Kautsar 70% dari 95% pemasukan SPP digunakan untuk belanja pegawai dan program kegiatan BPH 30% dari 95% pemasukan SPP. Belanja pegawai meliputi gaji bulanan dan tunjangan selain itu guru memperoleh gaji tambahan jika sudah menjadi guru professional berupa tunjangan profesi dari pemerintah daerah dan juga dana BOS dengan kriteria tertentu. Astridiya & Lusi Kristiana. AuTeknik Focus Group Discussion Dalam Penelitian KualitatifAy. E-jurnal Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan 16. No. , 117-127. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Kepala sekolah memimpin secara langsung proses anggaran yang diawasi oleh Majelis Dikdasmen PC Muhammadiyah Kecamatan Kartasura melalui lebaga Badan Pengurus Harian Sekolah serta komite sekolah. Dimana BPH dan komite berperan untuk menyeimbangkan kebutuhan tertentu yang tidak mampu dilakukan sendiri oleh kepala sekolah seperti pembangunan gedung dan fasilitas dengan dana besar lainnya. Selain itu sponsor kegiatan juga menjadi bagian pengelolaan keuangan dimana pada setiap even kegiatan sekolah bekerjasama dengan produk atau penerbitan misalnya kerjasama dengan penerbit buku atau produk makanan. Proses Pengembangan Pembelajaran Unggul Pengembangan sekolah dimulai dari program Kepala Sekolah SDIT Muhammadiyah Al-Kautsar meliputi enam pilar yaitu: Program tertib ibadah. Program Tahfidz. BTQ. Program prestasi akademik dan non akademik, program bahasa dan Program Circular School: Bank Sampah, kolam ikan. Al-Kautsar Garden. Melalui pilar yang telah dirumuskan banyak prestasi yang bisa diperoleh sekolah diantaranya adalah prestasi dari berbagai bidang. Adapaun prestasi yang diraih 2019-2022 ada 169 medali dari berbagai even lomba. SDIT Muhammadiyah Al Kautsar sebagai sekolah swasta membangun branding untuk pengembangan sekolah. Sekolah akan menjadi kuat jika dibangun melalui pembelajaran unggul. Pembelajaran unggul adalah proses awal untuk membentuk siswa berkarakter serta berprestasi akademik maupun akademik. Faktor ekonomi menjadi salah satu pendukung bagi proses pembelajaran unggul dengan instrumen sumber belajar yang memenuhi syarat dan lengkap. Penguatan ekonomi sekolah bisa dilakukan dengan berbagai macam. Sebagai sekolah swasta harus semakin kreatif dalam memenuhi kebutuhan sekolah, karena kebutuhan sekolah tidak bisa sepenuhnya oleh anggaran pemerintah. Sumber dana sekolah berasal dari berbagai sumber terutama dari iuran wali murid dengan nominal sesuai dengan kemampuan masing-masing. Biaya operasional penyelenggaran sekolah mulai dari gaji guru dan perlengkapan sekolah serta kegiatan siswa berasal dari iuran wali murid mulai dari uang bulanan (SPP), uang makan siswa, uang kegiatan yang dibayarkan setiap bulan serta infak yang tidak mengikat seperti pembangunan gedung sekolah serta fasilitas lain seperti laborarium, perpusatakaan, kendaraan operasinal dan fasilitas pelengkap lainnya. Ada beberapa perubahan pola manajemen dan implementasi manajemen yang berbeda dengan kepala sekolah sebelumnya. Strategi Manejemen MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. di SDIT Muhammadiyah Al-Kautsar yaitu membentuk tim Kepimpinan sekolah sebagai team work dengan konsep kepimpinana Colective Cologial (Kepimpinan secara kolekti. Kepala sekolah menugaskan empat guru senior sebagai tim pemikir dan tim pengembang sekolah. Tim ini bertugas memikirkan ide-ide kreatif demi kemajuan sekolah dengan dikurangi jam mengajarnya. Untuk mendapatkan ide-ide dalam memajukan sekolah, tim ini melakukan kajian-kajian ke sekolah-sekolah yang di pandang maju dan dikenal sebagai sekolah unggul. Ide muncul di tahun 2015 dan langsung diimplementasikan melalui branding sekolah dengan motto AuThe School of ChamphionAy. Promosi sekolah dengan skala luas di Solo dan sekitarnya, dalam rangka lebih mengenalkan sekolah kepada wali murid di TK sekitar Kecamatan Kartasura menjelang PPDB Sekolah. Strategi yang dilakukan oleh tim manajemen dan marketing SDIT Muhammadiyah Al-Kautsar. Perluasan Promosi sekolah dengan skala luas di Solo Raya. Penerapan pembelajaran unggul sekolah melakukan perencanaan optimalisasi tenaga pendidik meliputi jadwal mengajar, pembagian wali kelas sesuai dengan keahlian guru. Pembuatan Autim suksesAy kelas enam, dan membuat detail Indikator Standar Kompetensi Lulusan. Pada program keislaman membuat tim yang terdiri dari tim ibadah, tahfidz, kebiasaan akhlaq Islami di sekolah. Pada level guru membuat perencanaan program peningkatan SDM guru di SDIT Muhammadiyah Al-Kautsar melalui kegiatan seminar, pelatihan guru, baitul arqam guru. Perencanaan kegiatan-kegiatan kesiswan yang mewadahi bakat, minat serta prestasi semua siswa. Implementasi strategi yang dilakukan meliputi program 6 bulan dapat membaca alQuran di kelas satu, program lulus dengan hafal di dua Juz . uz 29 dan . Untuk mewadahi bakat minat dan prestasi siswa, sekolah merancang 26 kegiatan ekstrakurikuler. Pada prestasi akademik dibentuk tim pengajar kelas enam, dengan target prestasi ujian akhir baik level kecamatan maupun kabupaten. Pada skala lebih luas sekolah membentuk program student exchange baik skala internasional dan nasional. Merancang kegiatan-kegiatan outdoor siswa seperti: outingclass, outbond, perkemahan kepanduan Hizbul Wathan, tahfidz camp. Rincian program kesiswaan dalam rangka peningkatkan mutu kompetensi siswa dan membuat indikator Kompetensi Sekolah di SDIT Muhamadiyah al-Kautsar diwujudkan dalam beberapa aspek baik proses menajemen sekolah maupun proses pembelajaran unggul. Adapun perencanaan program Waka Kesiswaan di SDIT Muhammadiyah Al-Kautsar meliputi masa orientasi siswa yang disebut Masta . asa taAoaru. , menyusun petunjuk pelaksanaan dan petunjuk MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. teknis penerimaan siswa baru, pelaksanaan bimbingan konseling oleh guru BK, pembinaan keimanan, pembinanaan budi pekerti, pembinaan kebangsaan bela negara, pembinaan akademik, seni serta olah raga, pembinaan kreatifitas, serta ekstra kurikuler. Proses ini berjalan dengan menyiapkan sarana berupan gedung 5 lantai sebagai strategi building image di masyarakat, melengkapi fasilitas ibadah berupa masjid dua lantai, 4 gedung serba guna, pembanguanan meeting room, fasilitas olah raga. AC setiap kelas. TV LED 55 inch di setiap kelas dan lain-lain. CCTV di semua kelas dan lingkungan sekolah, internet sekolah di semua gedung, ruang Tata usaha ber-AC dan nyaman, kursi warna-warni di kelas satu dan dua, asuransi kecelakaan. Secara sosial sekolah mengadakan hubungan dengan wali siswa, melalui Pembentukan Paguyuban orang tua Murid SDIT Muhammadiyah Al-Kautsar sebagai wadah komunikasi dan menampung aspirasi wali murid siswa. Dengan demikian terbentukalah suasana belajar yang baik. Pada proses belajar sekolah memperhatikan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) satuan pendidikan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencangkup pengetahuan, ketrampilan dan sikap, yang digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. SKL meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. SKL pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Berdasar standarisasi kompetensi lulusan dengan kriteria tertentu yang telah ditetapkan Pemerintah, sekolah/madrasah sebagai sub sistem pendidikan nasional memiliki tanggung jawab menyiapkan lapisan terdidik yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki akhlak mulia, mandiri dan profesional yang mampu memberikan sumbangan penting bagi masyarakat Indonesia dalam memasuki era digital dan memperhatikan hak asasi manusia (HAM). masyarakat, dan ketentuan Pemerintah. Pola belajar selanjutnya disusun Standar Kompetensi Lulusan SDIT Muhammadiyah alKautsar tertuang dalam program enam pilar SDIT Muhammadiyah Al Kutsar yaitu sukses keislaman dan ibadah, sukses karakter, sukses akademik dan ujian nasioanal, sukses lomba/ prestasi, sukses literasi dan sukses tahfidz. Masing-masing dari program 6 pilar Kesuksesan penyusunan rencana kerja dan operasional di pimpin oleh koordinator yang kompeten di MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Pemenuhan standar kompetensi Lulusan di SDIT Muhammadiyah Al-Kautsar dititikberatkan pada lima belas langkah, yaitu: . Melakukan evaluasi diri sekolah (EDS) dan penyusunan program kerja sekolah. Penguatan visi, misi, dan tujuan pendidikan. Penguatan kepemimpinan dan teamwork. Peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, . Peningkatan mutu input peserta didik. Pengembangan kurikulum dan . Pengembangan kultur sekolah. Pengembangan sarana dan prasarana . Sharing, inovasi dan modifikasi progam sekolah maju. Pengembangan pengabdian kepada masyarakat. Kerjasama pendidikan dan pertukaran pelajar. Mobilisasi sumber dana pendidikan. Pengembangan sistem informasi manajemen (SIM). Monitoring dan evaluasi. Pengembangan kerjasa dengan orang tua murid dalam organisasi POM SDIT Muhammadiyah Al-Kautsar. Lima belas langkah ini pada prakteknya berjalan melebur dalam implementasi strategi peningkatan mutu pendidikan yang sudah tertulis pada bagian implementasi strategi peningkatn mutu pendidikan di SDIT Muhammadiyah Al Kautsar. Seluruh aktivitas 15 langkah ini juga telah tertuang dalam laporan akreditasi dalam Standar Pemenehan Kompetensi Lulusan. Evaluasi yang dilakukan di SDIT Muhammadiyah Al-Kautsar dilakukan dengan melakukan supervisi/ pengawasan langsung, rapat evaluasi kepala sekolah, rapat evaluasi pimpinan, koordinator bersama kepala seskolah dan monitoring kenerja guru dalam mengajar. Proses yang telah dilakukan sekolah dalam penguatan ekonomi SDIT Muhammadiyah terdiri dari berbagai sumber keuangan sekolah. Pihak sekolah memiliki kemampuan untuk mendapatkan dana dari beberapa sumber, diantaranya: Pemerintah Dana pendidikan dari pemerintah bersumber dari pemerintah pusat melalui APBN maupun pemerintah daerah melalui APBD. Contoh pendanaan nonpersonalia untuk sekolah dari pemerintah yaitu program BOS. Orangtua/Wali Penghimpun biaya pendidikan (SPP) dari orang tua atau wali siswa. Dana SPP ini terbilang cukup mahal disbanding dengan sekolah swasta disekitarnya. Masyarakat Sekolah juga juga memperoleh pendanaan dari masyarakat umum yang bukan termasuk orang tua atau wali siswa. Contohnya seperti bantuan dari lembaga keuangan, sponsorship MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. dari perusahaan, donasi dari lembaga sosial, dan donasi dari alumni. Ini yang disebut dana tidak mengikat Dana swadaya Sekolah juga memperoleh dana dari usaha mandiri sekolah. Beberapa contoh usaha mandiri sekolah yang bisa menghasilkan dana seperti kantin yang dikelola sekolah secara mandiri, koperasi sekolah, pengadaan buku paket dan seragam sekolah. Sumber lain Sumber lain biasanya berbentuk hibah dan dana talangan dari lembaga lain yang bisa dimanfaatkan sekolah dengan nominal yang cukup besar. Sumber dana di SDIT Muhammadiyah Al Kaustar sebagi proses penguatan ekonomi menjadi target penting. Dalam penyelenggaraan pendidikan, sumber dana merupakan potensi yang sangat menentukan bagi berjalan tidaknya suatu lembaga pendidikan. 58 Alokasi dana yang dikelola sekolah mencapai lebih dari 4 milyar setiap tahun belum termasuk anggaran tambahan lain menjadikan kekuatan sekolah dalam penyelenggaraan sekolah. Pada proses penguatan ekonomi SDIT Muhammadiyah Al Kautsar menerapkan aloksai pembiayaan yang terencana melalui dokumen RAPBS sehingga anggaran sekolah memperhatikan fungsi anggaran. Adapun fungsi anggaran pendidikan menurut Fattah . sebagai berikut:59 Perencanaan, fungsi ini bisa membantu unit kerja mengetahui arah kebijakan yang akan dilaksanakan ke depannya sesuai dengan ketersediaan anggaran Pengendalian, fungsi dapat menghindari pengeluaran yang berlebihan . serta dapat menghindari penggunaan anggaran yang tidak proporsional, yakni tidak tepat guna, tidak efisien dan tidak efektif sebagaimana mestinya dapat merugikan proses layanan Alat koordinasi dan komunikasi, dokumen anggaran yang komprehensif bias mendeteksi dan mengkoordinir tugas apa saja yang harus dijalankan oleh unit-unit kerja atau bagianbagian lainnya. Sehingga tidak ada tupoksi yang ganda atau tidak ada urusan yang tidak terdistribusi dengan baik ke semua lini dalam organisasi Heni Suhartini. AuPengaruh Pelaksanaan Kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah terhadap Manajemen Sekolah dalam Mewujudkan Efektifitas Penggunaan Anggaran Dana SekolahAy. Khazanah Akademia. , 71Ae81. Nanang Fattah,AuPersepsi Kepala Sekolah. Guru. Dewan Sekolah Dan Orang Tua Terhadap Pelaksanaan MBS SD di Kota BandungAy. Jurnal Administrasi Pendidikan 1. No. , 22-30. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Alat penilaian kinerja, bisa dijadikan barometer setiap unit apakah sudah bekerja sesuai target dan sasaran kerja atau tidak. Hal ini disebabkan dalam penyusunan rencana kerja telah disesuaikan dengan anggaran yang dibutuhkan, sehingga efektif atau tidaknya pelaksanaan program terlihat dari penyerapan atau belanja anggaran atau pemanfaatan anggaran dalam menuntaskan kegiatan/program. Alat efisien atau motivasi, anggaran pendidikan dapat menantang hal- hal yang realistis . asuk aka. untuk dikerjakan secara efisien. Suatu anggaran hendaknya tidak terlalu tinggi sehingga sulit untuk dibiayai atau dibelanjakan, akan tetapi juga jangan terlalu rendah sehingga sulit dilaksanakan. Dengan demikian ketepatan anggaran bisa menjadi motivasi bagi pegawai untuk bekerja karena didukung dengan anggaran yang memadai . Prinsip pengelolaan keuangan di SDIT Muhammadiyah jika dilihat dari skema dan proses pengelolaannya sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 pasal 48 dalam pengelolaan keuangan berprinsip pada: Transparansi Transparan berarti adanya keterbukaan. Prinsip ini dikerjakan dengan proses penganggaran dan penggunaan anggaran yang jelas sesuai peruntukan serta kekuatan sekolah dalam proses pengalokasian. Kegiatan yang diselenggarakan didasarkan rencana anggaran yang ditentukan setiap awal tahun anggaran sekolah. Sumber dana yang diperoleh jelas dan terbuka karena terjadinya control oleh pengurus harian. Jumlah dan rincian penggunaan serta dan pertanggungjawabannya berlangsung jelas sehingga bisa memudahkan pihakpihak yang berkepentingan untuk mengetahuinya. Transparansi keuangan sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan dukungan orangtua, masyarakat dan pemerintah dalam penyelenggaraan seluruh program pendidikan di sekolah. Disamping itu transparansi dapat menciptakan kepercayaan timbal balik antara pemerintah, masyarakat, orang tua siswa dan warga sekolah melalui penyediaan informasi dan menjamin kemudahan di dalam memperoleh informasi yang akurat dan memadai. Beberapa informasi keuangan yang bebas diketahui oleh semua warga sekolah dan orang tua siswa misalnya Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS). Biaya pendidikan dirinci untuk disampaikan kepada orang tua dan pihak lain sehingga ini menambah kepercayaan orang tua siswa terhadap sekolah. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Akuntabilitas Melalui proses transparansi anggaran SDIT Muhammadiyah Al Kautsar mengelola keuangan dengan prinsip akuntabel. Akuntabilitas adalah kondisi seseorang yang dinilai oleh orang lain karena kualitas performansinya dalam menyelesaikan tugas untuk mencapai tujuan yang menjadi tanggung jawabnya. Akuntabilitas keuangan di sekolah dengan menggunakan uang sekolah yang bisa dipertanggungjawabkan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Berdasarkan perencanaan yang telah ditetapkan dan peraturan yang berlaku maka pihak sekolah membelanjakan uang secara bertanggung Kepala sekolah mertanggungjawaban keuangan kepada Yayasan, orang tua, masyarakat dan pemerintah. Proses ini berlangsung dengan tiga pilar utama yaitu: . Para penyelenggara mampu menerima masukan dan mengikutsertakan stakeholder dalam mengelola sekolah, . Proses kinerja para penyelenggara sekolah baik kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan bisa diukur sesuai dengan tugas, fungsi dan wewenangnya, . Setiap warga sekolah mmenjada kondusifitas lembaga serta melakukan pelayanan dengan prosesdur yang mudah, biaya yang sesuai dan pelayanan yang cepat Efektivitas Efektif merupakan pencapaian tujuan organisasi yang sudah direncanakan. Garner mendefinisikan efektivitas lebih dalam lagi, karena sebenarnya efektivitas tidak berhenti sampai tujuan tercapai tetapi sampai pada kualitatif hasil yang dikaitkan dengan pencapaian visi lembaga. Effectiveness Aucharacterized by qualitative outcomesAy. Efektivitas lebih menekankan pada kualitatif outcomes. Perencaan kegiatan di SDIT Muhammadiyah Al Kautsar terukur dan jelas. Manajemen keuangan memenuhi prinsip efektivitas kalau kegiatan yang dilakukan dapat mengatur keuangan untuk membiayai aktivitas dalam rangka mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan dan kualitatif outcomes-nya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Efisiensi Efisiensi berkaitan dengan kuantitas hasil suatu kegiatan. Efficiency Aucharacterized by quantitative outputsAy. 61 Efisiensi adalah perbandingan yang terbaik antara masukan . dan keluaran . atau antara daya dan hasil. Daya yang dimaksud meliputi tenaga. Bryan Andrew Garner. AuBlackAos Law Dictionary Eeighth EditionAy, (USA: West Publishing Co, 2. Ibid. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. pikiran, waktu, biaya. Pola kepala sekolah beserta pengurus selalu membangun kinerja dengan efisien sesuai dengan kebutuhan dan keuangan lembaga. Sehingga setiap anggaran bisa dimanfaatkan secara maksimal. Proses kerja di atas berimplikasi terhadap penyelenggaran pembelajaran sekolah dengan banyak prestasi yang diperoleh oleh siswa. Pengembangan pembelajaran unggul yang dilakuaka oleh guru telah menciptakan sekolah memiliki prestasi unggul. Prestasi sekolah diawali dengan manajemen yang baik oleh lembaga sekolah, sehingga siswa bisa belajar dengan baik serta fasilitas yang memadai. Tersedianya berbagai fasilitas sekolah mempengaruhi input, proses dan outcome siswa. Pembelajaran unggul di SDIT Muhammadiyah Al Kautsar dengan membuat strategi yang menjadi acuan atau pedoman dalam pengembangan pembelajaran unggul sekolah. Bentuk pembelajaran unggul sekolah dimulai dari pengembangan mutu yang diterapkan di SDIT Muhammadiyah Al-Kautsar yaitu melalui manajemen Kepemimpinan Sekolah. Manajemen merupakan bagian terpenting dari syarat sebuah lembaga dalam menjalankan fungsi dan tujuannya, maka dalam konteks kelembagaan harus memiliki sistem manajemen yang baik dan terarah dalam mencapai tujuannya. Begitu pun dengan manajemen kepemimpinan di lembaga Kesadaran untuk meningkatkan mutu kelembagaan sekolah Muhammadiyah mampu menjadi sekolah yang unggul atau sekolah yang efektif. Pemilihan model manajemen kepemimpinan yang tepat dapat memberikan dampak yang sangat signifikan dalam perkembangan sekolah kedepannya. Model manajemen kepemimpinan yang digunakan di SDIT Muhammadiyah Al-Kautsar ialah konsep kepimpinan Collective Cologial (Kepemimpinan secara kolekti. Konsep kepemimpinan seperti ini dilakukan dengan cara team work dimana kepala sekolah menunjuk empat guru senior untuk membersamai kepala sekolah sebagai tim pemikir dan tim pengembang Tim ini bertugas memikirkan ide-ide kreatif demi kemajuan sekolah dengan melakukan beberapa study banding ke sekolah-sekolah yang dipandang maju dan dikenal sebagai sekolah Beberapa hal yang dilakukan pada saat itu ialah untuk tujuan mengenalkan sekolah, diantaranya yakni membuat branding sekolah dengan membuat motto dan slogan sekolah sebagai AuThe School of ChamphionAy. promosi sekolah dengan skala luas di Solo Raya. pembentukan tim manajamen menuju sekolah bermutu dan unggul. perencanaan optimalisasi MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. tenaga pendidik. serta perencanaan kegiatan-kegiatan kesiswaan yang mewadahi bakat, minat serta prestasi semua siswa. perencanaan pengadaan fasilitas layanan sarana dan prasarana dalam kegiatan belajar mengajar dan layanan administrasi. mengadakan hubungan dengan wali siswa melalui pembentukan orang tua murid sebagai wadah komunikasi dan menampung aspirasi wali murid siswa. membentuk tim manajemen dengan memberikan tambahan tupoksi kepada tim pengembang sekolah sebagai wakil kepala sekolah dalam rangka membantu tugas kepala sekolah dan mengkoordinir, memenuhi Standar Nasional Pendidikan. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) satuan pendidikan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencangkup pengetahuan, ketrampilan dan sikap, yang digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. SKL meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. SKL pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Maka dari itu, standar nasional yang ditetapkan oleh SDIT Muhammadiyah AlKautsar menetapkan Standar Kompetensi Lulusan berdasarkan kebutuhan sekolah dan masyarakat dan ketentuan Pemerintah dimana hal ini merupakan jawaban dari permasalahan yang dimiliki oleh sekolah unggul. Standar Kompentensi Lulusan SDIT Muhammadiyah Al-Kautsar dapat dilihat dari 6 pilar yang sudah diprogramkan yaitu sukses keislaman dan ibadah, sukses karakter, sukses akademik dan ujian nasional, sukses lomba/prestasi, sukses literasi, sukses tahfidz. Pemrograman 6 pilar ini mengacu pada Permekdikbud No. 20 tahun 2016 tentang SKL. Evaluasi ialah salah satu bagian dari output dalam manajemen kelembagaan sekolah dimana evaluasi bertujuan untuk melaporkan serta memperbaiki segala program yang sudah dijalankan selama kurun waktu Bentuk evaluasi yang dilakukan di SDIT Muhammadiyah Al Kautsar adalah dengan melakukan supervisi/pengawasan langsung oleh kepala sekolah meliputi perencanaan input, proses, serta output dalam kurun waktu yang sudah ditentukan oleh pihak pengawas atau kesepakatan pada awal perencanaan. setelah itu pengadaan rapat evaluasi kepala sekolah sejalan dengan rapat evaluasi pimpinan, koordinator bersama kepala sekolah berkenaan dengan program yang dilakukan selama dua semester. kemudia melakukan monitoring kinerja guru dalam mengajar melalui supervisi pendidikan, hal ini bertujuan untuk menilai kinerja guru apakah memenuhi Standar Nasional Kependidikan atau belum. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. KESIMPULAN Penguatan ekonomi sekolah yang dilakukan SDIT Muhammadiyah Al-Kautsar yaitu antara lain menggunakan manajemen kelembagaan sekolah sekolah yang baik dan sistematis. Konsep kepemimpinan yang dilakukan yaitu dengan cara team work dimana kepala sekolah menunjuk empat guru senior untuk membersamai kepala sekolah sebagai tim pemikir dan tim pengembang sekolah. Tim ini bertugas memikirkan ide-ide kreatif demi kemajuan sekolah dengan melakukan beberapa study banding ke sekolah-sekolah yang dipandang maju dan dikenal sebagai sekolah favorit. Penetapan standar nasional oleh SDIT Muhammadiyah Al Kautsar dengan Standar Kompetensi Lulusan berdasarkan kebutuhan sekolah dan masyarakat dan ketentuan dari pemerintah dimana hal ini merupakan jawaban dari permasalahan yang dimiliki oleh sekolah unggul. Standar Kompentensi Lulusan SDIT Muhammadiyah Al-Kautsar dapat dilihat dari 6 pilar yang sudah diprogramkan yaitu sukses keislaman dan ibadah, sukses karakter, sukses akademik dan ujian nasional, sukses lomba/prestasi, sukses literasi, sukses tahfidz. DAFTAR PUSTAKA