n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1147-1158 Available online at http://jurnal. id/dedikasi ISSN 2548-8848 (Onlin. Universitas Abulyatama Jurnal Dedikasi Pendidikan PERSEPSI INTERNAL SUPPORT DAN BUILDING COMMUNITY KEPEMIMPINAN MELAYANI GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Philia Chr. Octavianus1*. Yakobus Beda Kleden2. Soleman Baun3. Nuriswan Soinbala4 1,2,3,4 Prodi Kepemimpinan Kristen. Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan Kristen. Institut Agama Kristen Negeri Kupang. Kota Kupang. Kode Pos 85147. Indonesia. *Email korespondensi : philiaocta18@gmail. Diterima April 2025. Disetujui Juni 2025. Dipublikasi 31 Juli 2025 Abstract: This study was conducted to assess the ability of Christian religious education teachers to establish a school culture that is conducive to growth and service, as well as community development both inside and outside the school. The study aims to measure students' perceptions of internal support and community building by Christian religious education teachers at SMAK Hoineno. North Mollo District. South Central Timor Regency. The method used is quantitative analysis focusing on the validity and reliability of measurement instruments through rating scales. The results show that students feel that Christian religious education teachers often provide support in developing their potential, building a school culture, and delivering good service, including motivation and assistance in helping students achieve success. However, students also assess that there are some areas needing improvement, such as listening carefully and upholding ethical principles. The average student perception of internal support falls into the often occurring category . 05%), while community building inside and outside the school is rated at 68. This study emphasizes the importance of teachers as servant leaders in creating a positive learning environment and building an inclusive community. Keywords : Internal Support. Building Community. Perception. Student. Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk menilai kemampuan guru PAK dalam membentuk budaya sekolah yang kondusif untuk pertumbuhan dan pelayanan serta pembangunan komunitas baik di dalam maupun di luar Penelitian ini bertujuan untuk mengukur persepsi siswa terhadap dukungan internal dan pembentukan komunitas oleh guru Pendidikan Agama Kristen di SMAK Hoineno. Kecamatan Mollo Utara. Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan mengedepankan validitas dan reliabilitas alat ukur melalui skala penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa merasa bahwa guru Pendidikan Agama Kristen sering memberikan dukungan dalam pengembangan potensi, membangun budaya sekolah, dan memberikan pelayanan yang baik, termasuk memberikan motivasi dan membantu siswa mencapai keberhasilan. Meskipun demikian, siswa juga menilai terdapat beberapa area yang perlu perbaikan, seperti dalam mendengarkan dengan seksama dan menjaga prinsip etika. Rata-rata persepsi siswa mengenai dukungan internal berada pada kategori sering terjadi . ,05%), sementara pembentukan komunitas di dalam dan luar sekolah adalah 68,4%. Penelitian ini menekankan pentingnya peran guru sebagai pemimpin yang melayani dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan membangun komunitas yang inklusif. Kata kunci : Internal Support. Building Community, persepsi, siswa Persepsi Internal Support Dan Building Community. (Octavianus. Kleden. Baun, & Soinbala, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1147-1158 http://jurnal. id/index. php/dedikasi PENDAHULUAN Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, seorang guru perlu memiliki kemampuan untuk mengarahkan siswa-siswi ke arah pemahaman dan eksplorasi ilmu pengetahuan yang terus berkembang. Seorang pendidik memiliki tanggung jawab besar sebagai fasilitator dalam mencapai tujuan pendidikan secara efisien bagi siswa-siswi. Untuk itu, diperlukan kepribadian yang matang dan penguasaan yang kuat terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemampuan untuk merangsang minat siswa-siswi dan terus mengembangkan diri secara profesional juga menjadi hal yang sangat penting. Guru pendidikan agama Kristen merupakan pendidik . yang tidak dapat diabaikan perannya dalam sistem pendidikan nasional. Penting bagi guru agama kristen sebagai pendidik untuk menjalankan tugasnya secara efektif, selain itu dituntut untuk mampu melakukan berbagai peran serta memiliki spiritualitas tinggi yang terlihat melalui perkataan, sikap dan perilaku yang dapat diteladani dituntut untuk mampu melakukan berbagai peran serta memiliki spiritualitas tinggi yang terlihat melalui perkataan, sikap dan perilaku yang dapat (Delipiter Lase, 2. Kehadiran mereka di sekolah menjadi semakin penting karena mereka tidak hanya bertanggung jawab atas penyampaian pengetahuan Kristen, tetapi juga harus mampu membentuk karakter positif siswa. Tujuannya adalah agar siswa dapat mengembangkan spiritualitas dan karakter yang kuat, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat secara luas Di samping itu, penting bagi guru agama kristen untuk menjadi sumber inspirasi dan contoh yang baik bagi para siswa. Hal ini bertujuan agar siswa dapat menginternalisasi nilai-nilai kebenaran yang terdapat dalam Alkitab yang diajarkan oleh guru. Peran penting seorang guru dapat disamakan dengan peran seorang pemimpin yang dengan rela membimbing, mengarahkan, dan memberi teladan (Nababan, 2. KAJIAN PUSTAKA Dalam setiap proses pembelajaran, guru bukan hanya sekedar menyampaikan ilmu tetapi juga menanamkan nilai, membangun karakter dan menuntun siswa menuju kedewasaan dan kemandirian. Pandangan kristen tentang pemimpin didasarkan pada berbagai ayat dalam Alkitab salah satunya Pelayanan dan Kepemimpinan yang Bersifat Pelayanan: Yesus memberikan contoh yang kuat tentang kepemimpinan yang bersifat pelayanan. Markus 10:45. Yesus berkata, "Sebab Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang (Santoso & susanto, 2. Pemimpin Kristen diharapkan menjadi teladan bagi yang dipimpin, seperti yang diungkapkan dalam 1 Petrus 5:3, "Janganlah kamu menjadi gembala yang memaksa jemaatmu, tetapi menjadi teladan bagi kawanan domba ituAy. Dengan demikian, ajaran Kristen memberikan landasan bagi pemimpin untuk mengabdi dengan penuh kasih, kebijaksanaan, keadilan, dan integritas, serta menjadi teladan bagi yang dipimpin. Kepemimpinan seorang guru mempengaruhi kinerja guru yang berdampak pada kepuasan dan motivasi Kepemimpinan yang melayani menekankan pada pemimpin yang memprioritaskan kepentingan siswa- ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1147-1158 siswanya, yang pada gilirannya meningkatkan kinerja dan kualitas sumber daya manusia (Yulianti, 2. Dalam konteks pendidikan, pemimpin yang mengadopsi gaya ini akan lebih berfokus pada kepentingan siswa-siswanya dibandingkan kepentingan pribadi maupun institusional. Dengan menumbuhkan empati, mendengarkan secara aktif dan memberdayakan siswa maka kepemimpinan yang melayani mampu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pembelajaran dan pengembangan karakter yang tidak hanya berdampak pada kinerja akademik siswa tapi turut berkontribusi dalam membentuk kualitas sumber daya manusia yang unggul. Tangguh dan berintegritas dimasa depan. Kepemimpinan melayani yang tinggi dari pendidikan agama kristen akan mendorong guru untuk bekerja dengan lebih giat dan semangat (Sitohang et al, 2. Pendekatan ini memberikan dampak positif terhadap para guru karena mereka merasa dihargai, didukung, dan dimampukan secara professional dan spiritual. Akibatnya guru terdorong untuk bekerja dengan giat, semangat dan dedikasi tinggi dalam melaksanakan tugas mendidik yang dibangun dari iman dan kasih sebagai motivasi untuk terus Sebaliknya dengan gaya kepemimpinan melayani yang rendah guru akan kesulitan dalam bekerja, kurang semangat, dan mudah menyerah (Suryadi et al. , 2. Ketika tidak ada kepedulian, dukungan dan komitmen dalam melayani guru merasa cenderung tidak dihargai dan kehilangan arah dalam menjalankan tugasnya sehingga guru rentan dalam mengalami kelelahan emosional, kehilangan motivasi serta mudah menyerah dalam menghadapi tantangan, untuk itu perlu penilaian persepsi siswa tentang dukungan internal dan membangun komunitas dalam gaya kepemimpinan melayani guru agama kristen. Persepsi sering dikaitkan dengan kepuasan yang jika dikaitkan dengan konteks ini maka kesan siswa terhadap bentuk pelayanan sebagai pemimpin yang memiliki internal support dan building communication (SeAou et al. , 2. Ketika guru agama Kristen menunjukan internal support . ukungan nyata dalam institus. dan berperan aktif dalam building community . embangun hubungan yang kuat dan harmoni. dilingkungan sekolah maka kesan yang tertanam di benak siswa-siswi akan cenderung positif. Kepemimpinan yang melayani guru agama kepada siswa bukan hanya sekedar akademik namun keterbukaan, perhatian dan kepedulian dalam membina komunitas sekolah yang pada akhirnya berkontribusi terhadap rasa puas, nyaman dan semangat belajar yang lebih tinggi dikalangan siswa. Dengan demikian kepuasan merupakan bentuk pengukuran persepsi siswa terhadap kepemimpinan pelayanan guru agama Kristen (Tarmiji et al. , 2. Kepemimpinan guru PAK yang visioner, teladan dan transformasional sangat penting dalam membangun karakter dan motivasi belajar siswa. Guru PAK diharapkan mampu menjadi pemimpin yang hadir secara aktif dalam proses pembelajaran dan kehidupan siswa, memberikan pengaruh positif melalui pengajaran dan keteladanan (Sianipar, 2. Siswa tidak hanya belajar dari materi yang diajarkan tetapi juga dari kehidupan guru itu sendiri karena guru PAK yang hadir secara aktif dalam proses pembelajaran dan kehidupan siswa menjadi sumber pengaruh yang membangun, menghadirkan kehangatan dan komitmen dalam mendampingi siswa menghadapi dinamika kehidupan. Selain itu, kepemimpinan yang efektif juga bisa diukur dalam bentuk Persepsi Internal Support Dan Building Community. (Octavianus. Kleden. Baun, & Soinbala, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1147-1158 http://jurnal. id/index. php/dedikasi kemampuan mengelola kelas dengan baik, menanamkan disiplin, memberikan dorongan internal kepada siswa agar termotivasi belajar dan berperilaku positif. (Pdt. Sunggul Pasaribu, 2. Guru PAK berperan sebagai motivator yang membangkitkan semangat belajar dan perasaan mampu dalam diri siswa. Kalimat-kalimat motivasi dan dorongan positif dapat meningkatkan antusiasme dan persepsi positif siswa terhadap pembelajaran (Gaungu, 2. Guru PAK yang berjiwa pemimpin dapat mengatasi masalah seperti kurang motivasi, ketidakdisiplinan dan perilaku negative siswa (Pdt. Sunggul Pasaribu, 2. Selain itu, guru PAK perlu dukungan internal dari lingkungan sekitar seperti pemahaman mendalam tentang ajaran Yesus kristus sebagai dasar etika profesi dan juga profesionalisme dalam mengajar dan membimbing Namun masih ditemukan kurangnya pembinaan dan pelatihan yang memadai, keterbatasan metode pembelajaran yang aktif, kurangnya kolaborasi dengan gereja dan komunitas Kristen. Persepsi guru PAK terhadap amanat agung Yesus Kristus sebagai pedoman moral dan etika professional mendorong mereka untuk berkomitmen dalam membentuk karakter siswa secara menyeluruh meskipun masih diperlukan peningkatan dalam integrasi nilai-nilai Kristen secara konsisten di sekolah (Waruwu, 2. Peran guru PAK dalam membentuk persepsi siswa bisa nampak dalam aspek spiritual, karakter maupun psikologis yaitu berperan sebagai model perilaku yang positif melalui sikap, keteladanan dan kasih dalam keseharian menjadi contoh konkret bagi siswa (Sitepu, 2. Melalui pengamatan dan peniruan maka siswa membangun persepsi positif tentang nilai-nilai Kristen dan menginternalisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, keteladanan guru dalam hal kejujuran, kasih dan integritas sangat diapresiasi oleh siswa, hal ini sejalan dengan penelitian yang menunjukan bahwa mayoritas siswa yang memiliki persepsi yang baik terhadap keteladanan guru PAK terkhususnya dalam hal kasih dan kejujuran (A. & Mary, 2. Selain itu guru agama juga diharapkan mampu menjadi motivator dan innovator, serta mampu mengorganisir potensi komunitas sekolah secara efektif untuk mendukung pengalaman ajaran agama (Satariyah & Nandar, 2. Dalam konteks kristiani. Guru PAK memancarkan semangat, harapan dan dorongan moral yang mampu menggerakan siswa dan warga sekolah untuk hidup sesuai nilai-nilai kristiani. Guru agama juga memprioritaskan pertumbuhan dan kesejahteraan anggota komunitas serta menjadi teladan dalam pelayanan dan cinta kasih (Praseno & Supriyadi, 2. Keteladanan dalam pelayanan dan cinta kasih juga menjadi ciri khas kepemimpinan guru PAK yang tidak hanya berbicara tentang nilai tetapi menghadirkan secara nyata dalam tindakan sehingga guru PAK menjadi agen transformasi yang menjadikan komunitas sekolah sebagai tempat pertumbuhan iman yang hidup dan bermakna. Berdasarkan hasil pra-riset dan wawancara pengamatan dengan kepala sekolah SMAK Hoineno di Kecamatan Mollo Utara. Kabupaten Timor Tengah Selatan, setiap guru agama dibekali dengan mengikut sertakan pada pelatihan pembentukan karakter dan mendorong guru PAK untuk membangun interaksi edukatif dengan siswa, memberikan tanggung jawab kepada guru dan siswa melalui ekstrakulikuler untuk ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1147-1158 mengembangkan minat dan bakat siswa melalui talenta yang dimilikinya. Ada beberapa jenis ekstrakulikuler yang sudah dilakukan oleh guru agama yaitu melibatkan siswa dalam pelayanan digereja . aduan suara dan perlombaan yang lain seperti natoni dan tarian daera. , kelompok pemuridan atau Persekutuan doa, serta memampukan guru PAK untuk menerapkan nilai- nilai kekristenan pada siswa sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk memberikan motivasi dan juga dorongan untuk anak-anak mereka agar dapat membentuk karakter sesuai dengan ajaran Alkitab. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif menggunakan survey (Syahrizal & Jailani, 2. untuk mengukur Persepsi Internal Support dan Building Community terhadap kepemimpinan guru Pendidikan agama Kristen. Teknik pengumpulan data menggunakan instrument berupa angket. Subjek penelitian terdiri dari siswasiswi kelas 10 sampai kelas 12. Tahap persiapan terdiri dari proses penyusunan alat ukur dan meminta data kasar pada kepala sekolah dan guru yang ada di SMAK Hoineno Kabupaten Timor Tengah Selatan. Kecamatan Fatumnasi. Proses penyusunan alat ukur diawali dengan mensortir alat ukur yang akan digunakan. Penelitian mengukur persepsi gaya kepemimpinan guru Pendidikan agama Kristen menggunakan Excecutive servant leadership scale (ESLS) yang di cetuskan oleh (Reed et al. , 2. , diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan konteks dilapangan. Langkah berikutnya data yang telah dikumpulkan dianalisa validitas dan reliabilitas. Kemudian menentukan jawaban responden yaitu menggunakan rating scale dan menentukan norma kelompok dan norma ideal (Pardjono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas dan Reliabilitas Berikut hasil pengujian validitas dengan menggunakan perbandingan dengan nilai rhitung dan rtabel. Jika nilai rhitung > rtabel = valid, jika nilai rhitung Crtabel = tidak valid (Asmita & Fitriani, 2. Nilai rtabel dengan signifikansi 5% pada distribusi nilai rtabel statistik maka diperoleh nilai rtabel sebesar 0,334. Tabel 1. Hasil uji validitas internal support dan building community Butir yang valid dengan nilai rhitung > rtabel = valid Butir yang tidak valid jika nilai rhitung Crtabel = tidak valid 6,7,15, 25, 29, 48 31, 37, 41, 47 2, 8, 20, 30, 36, 46 3, 17, 21, 28, 34 Pengujian validitas internal support pernyataan guru menolak kompromi prinsip etika, mendengarkan orang lain, memberikan kebebasan kepada siswa untuk menangani situasi sulit menurut yang terbaik untuk mereka, konsisten gali potensi terbaik yang dimiliki siswa tidak valid mengukur persepsi guru dalam kepemimpinan Begitupun dengan tindakan guru yang efektif memikirkan masalah secara kompleks, miliki kepekaan sesuatu yang tidak beres dalam lingkup sekolah, menghimbau siswa memegang komitmen dalam lingkungan sekolah, membangun kesepakatan diantara siswa, dan guru menggunakan waktu untuk konseling dengan siswa Persepsi Internal Support Dan Building Community. (Octavianus. Kleden. Baun, & Soinbala, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1147-1158 http://jurnal. id/index. php/dedikasi tidak valid mengukur building community pada SMAK Hoineno kecamatan Fatumnasi Kabupaten Timor Tengah Selatan. Tabel 2. Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov Aspek Internal Support Status > 0. Building Community Signifikansi kolmogorov-smirnovA untuk skor internal support dan building community adalah > 0. artinya tidak ada perbedaan sebaran data dengan kurva normal. Dapat diambil kesimpulan sebaran data normal, subjek yang diambil memiliki karakteristik siswa dalam mengukur internal support dan building community kepemimpinan guru PAK SMAK Hoineno Kec. Mollo Utara Kab. TTS sehingga analisis berikutnya akan dilakukan uji statistik parametrik. Menentukan skor jawaban responden Berdasarkan score jawaban yang diberikan oleh siswa, hal pertama yang dilakukan adalah menentukan banyaknya jawaban pada tiap pernyataan yang diberikan. Score ideal digunakan untuk menghitung jumlah score ideal dari seluruh item dengan menggunakan rumus (Harpe, 2. Tabel 3. Skor idela internal support dan building community 4x37 = 148 Selalu terjadi Sering terjadi 3x37 = 111 Kadang-kadang 2x37 = 74 Jarang Terjadi 1x37 = 37 Tidak Pernah Terjadi 5x37 = 185 Dari 37 responden dilakukan penjumlahan dalam menjawab pernyataan berdasarkan skala dari pembagian kuesioner masing-masing faktor di dapatkan hasil sebagai berikut : Tabel 4. Perhitungan rating scale aspek Internal Support butir 6 Skala Jawaban Skala Jawaban Hasil Selalu terjadi Sering terjadi Kadang-kadang Jarang Terjadi Tidak Pernah Terjadi Dari hasil diatas dapat dijumlahkan total hasilnya 110 16 15 6 3= 150. 150 Merupakan skor akhir dan sudah dapat dimasukan kedalam rating scale yang sudah ditentukan diatas. Tabel berikut adalah rekapitulasi jumlah jawaban responden berdasarkan skala dan hasil skor dari semua pernyataan. ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1147-1158 Tabel 5. Jumlah responden menjawab nilai skala dan hasil skor Butir Tidak Pernah Terjadi 1 Internal Support KadangSering Terjadi 4 Jarang Terjadi 2 Building Community Selalu Terjadi 5 SKOR Selanjutnya dilakukan penghitungan dengan merata-ratakan seluruh nilai internal support dan building community, kemudian menentukan rating-scalenya. Tabel 6. Nilai rata-rata internal support dan building community Internal Support Building Community Rata-rata Rata-rata Dalam perhitungan nilai presentase adalah sebagai berikut Internal Support : . ,6:. X100% = 70,05% Building Community :. ,6:. X100% = 68,4% Penilaian dari nilai rata-rata Internal support dan Building community, berada pada posisi sering terjadi sehingga disimpulkan guru Pendidikan Agama Kristen di SMAK Hoineno Kec. Mollo Utara Kab. TTS secara Persepsi Internal Support Dan Building Community. (Octavianus. Kleden. Baun, & Soinbala, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1147-1158 http://jurnal. id/index. php/dedikasi garis besar membantu para siswa mengembangkan potensi penuh yang dapat mendorong terbentuknya budaya sekolah yang kondusif untuk pertumbuhan dan pelayanan dan membangun komunitas didalam sekolah maupun diluar sekolah dengan menghargai perbedaan individu. Tabel 7. Norma Kelompok internal support dan building community Internal Support Building Community Tabel 8. Norma Ideal Berikut adalah rumus mencari norma ideal dengan menetapkan standar nilai tertinggi, nilai terendah dan jumlah butir untuk menemukan batas-batas(Agung, 2. Tabel 9. Norma Kelompok dan Norma Ideal Internal Support Internal Support Norma Kelompok Norma Ideal Sangat tinggi Sedang Sangat tinggi Sedang Sedang Rendah Tinggi Rendah Tinggi Rendah Sedang Sangat Rendah Sedang Tinggi Sangat Rendah Sedang Tinggi Rendah Sangat tinggi Sedang Norma kelompok internal support berada pada kategori sedang, tinggi dan sangat tinggi. Norma ideal berada pada kategori sangat rendah, rendah dan sedang. Hal ini menjelaskan bahwa total 150 pada norma kelompok termasuk dalam kategori sangat tinggi, sedangkan pada norma ideal masuk dalam kategori sedang yang ditentukan oleh posisi relatifnya dalam populasi. Meskipun total persepsi internal support siswa terhadap ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1147-1158 kepemimpinan guru PAK sedang pada norma ideal namun nilai tersebut terlihat sangat tinggi jika dipopulasi siswa SMAK Hoineno Kec. Mollo Utara Kab. TTS yang kebanyakan orang-orang ternyta lebih rendah nilainya Tabel 10 Norma Kelompok dan Norma Ideal Building Community Building Community Norma Kelompok Norma Ideal Tinggi Rendah Tinggi Rendah Tinggi Rendah Sedang Rendah Tinggi Rendah Tinggi Rendah Tinggi Rendah Tinggi Rendah Tinggi Rendah Tinggi Rendah Sangat Tinggi Sedang Norma kelompok Building community berada pada kategori sedang, tinggi dan sangat tinggi. Norma ideal berada pada kategori rendah dan sedang. Hal ini menjelaskan bahwa total 113 pada norma kelompok termasuk dalam kategori tinggi, sedangkan pada norma ideal masuk dalam kategori rendah yang ditentukan oleh posisi relatifnya dalam populasi. Meskipun total persepsi building community siswa terhadap kepemimpinan guru PAK rendah pada norma ideal namun nilai tersebut terlihat tinggi jika dipopulasi siswa SMAK Hoineno Kec. Mollo Utara Kab. TTS yang kebanyakan orang-orang ternyata lebih rendah nilainya dari 113 KESIMPULAN Penelitian persepsi internal support kepemimpinan guru Pendidikan agama Kristen pada siswa SMAK Hoineno Kec. Mollo Utara Kab. TTS yaitu persepsi membantu siswa mengembangkan potensi dan mendorong terbentuknya budaya sekolah yang kondusif untuk pertumbuhan pelayanan menggunakan rating scale dengan penilaian guru memberikan semangat ketika semangat siswa menurun tanpa dipaksa, guru membantu siswa mencapai keberhasilan dan guru memiliki pemahanan bahwa siswa harus mendapat mengalaman dan keterampilan baru berada pada tingkatan sering terjadi. Namun siswa menilai guru Pendidikan agama Kristen tidak berkompromi dengan prinsip-prinsip etika untuk mencapai kepuasan diri dan kurang begitu baik dalam mendengarkan dengan seksama berada pada kategori kadang-kadang. Nilai rata-rata sebesar 129,1 dengan kategori sering terjadi dan persentase sebesar 70% maka disimpulkan siswa menilai guru Pendidikan agama Kristen sering membantu siswa mengembangkan potensi dan mendorong terbentuknya budaya sekolah yang kondusif untuk pertumbuhan pelayanan baik itu dalam bentuk pemberian semangat, membantu mencapai keberhasilan, menumbuhkan potensi kepemimpinan, perlakuan yang bermartabat dan terhormat, mengambil keputusan yang berdampak positif, menolak kompromi dengan prinsip-prinsip etika, mendengarkan, memberikan kesempatan menangani masalah, menggali potensi terbaik siswa dan mendapatkan pengalaman baru untuk keterampilan baru. Pada pengukuran norma kelompok penilaian guru memberikan semangat Ketika Persepsi Internal Support Dan Building Community. (Octavianus. Kleden. Baun, & Soinbala, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1147-1158 http://jurnal. id/index. php/dedikasi semangat siswa menurun tanpa dipaksa dan guru membantu siswa mencapai keberhasilan berada pada kategori sangat tinggi namun pada pengukuran norma ideal berada pada kategori sedang. Hal ini menunjukan adanya perbedaan sudut pandang dan pemahaman siswa SMAK Hoineno Kec. Mollo Utara Kab. TTS dengan pemahaman pernyataan penilaian guru memberikan semangat Ketika semangat siswa menurun tanpa dipaksa dan guru membantu siswa mencapai keberhasilan. Siswa menganggap guru PAK sebagai sosok yang tidak hanya mengajar materi agama tetapi juga sebagai teladan yang membimbing secara moral dan spiritual. Guru PAK yang mengajar dengan kasih dan memberikan teguran dengan kasih dianggap mampu membentuk karakter siswa dengan baik (A. & Mary, 2. Selain itu persepsi siswa terhadap guru PAK sangat dipengaruhi oleh bagaimana guru tersebut menanamkan nilai-nilai kristiani dalam kehidupan sehari-hari siswa bukan hanya secara teori tetapi juga melalui keteladanan yang nyata (Nitano & Octavianus, 2. Penelitian persepsi Building community kepemimpinan guru Pendidikan agama Kristen pada siswa SMAK Hoineno Kec. Mollo Utara Kab. TTS yaitu persepsi membangun komunitas didalam sekolah maaupun diluar sekolah menggunakan rating scale dengan penilaian guru menghargai keragaman dan perbedaan individu dalam sekolah berada pada kategori selalu terjadi, namun penilaian mengambil Keputusan mempertimbangkan efek pada siswa, memikirkan masalah yang kompleks, terbuka dalam informasi apapun, memiliki kepekaan akan hal yang tidak beres dalam lingkup sekolah, menumbuhkan semangat kerjasama, menghimbau memegang komitmen, membangun kesepakatan dengan siswa akan sesuatu yang penting, memecahkan masalah dengan ide kreatif, konseling dengan siswa dan memiliki konsep masa depan siswa berada pada kategori sering terjadi dengan nilai rata-rata sebesar 126,6 dan persentase sebesar 68,4% berada pada kategori sering terjadi. Maka disimpulkan siswa menilai guru Pendidikan agama Kristen sering membangun komunitas didalam sekolah maaupun diluar sekolah. Pada pengukuran norma kelompok penilaian guru menghargai keragaman dan perbedaan individu dalam sekolah berada pada kategori sangat tinggi namun pengukuran norma ideal berada pada kategori sedang. Hal ini menunjukan adanya perbedaan sudut pandang dan pemahaman siswa SMAK Hoineno Kec. Mollo Utara Kab. TTS dengan pemahaman pernyataan penilaian guru membangun komunitas didalam sekolah maaupun diluar sekolah. Seorang guru agama baik itu Kristen. Islam maupun Katolik tidak hanya bertugas mengajar materi keagamaan tetapi juga menjadi pemimpin yang membangun komunitas sekolah. Dalam konteks Pendidikan yang holistik, guru agama berperan sebagai pemimpin spiritual yang membangun komunitas sekolah berlandaskan nilai-nilai iman. Guru agama berperan sebagai innovator, motivator, fasilitator, pembimbing, dan konselor yang mendorong pembudayaan nilai-nilai agama dalam kehidupan sekolah sehari-hari (Satariyah & Nandar, 2. Melalui pendekatan yang menyentuh aspek hati dan relasi antarpersonal, guru agama menghidupkan suasana sekolah yang menumbuhkan kasih, penghormatan, tanggung jawab serta keterbukaan dan tidak hanya mengajarkan nilai-nilai moral tapi juga menghadirkan secara nyata dalam Tindakan sehari-hari dilingkungan sekolah. Penelitian pada sekolah katolik di kota Madiun menunjukan bahwa kepemimpinan guru agama diwujudkan melalui berbagai kegiatan seperti mengadakan acara kekeluargaan, menjaga relasi dan ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1147-1158 komunikasi antar anggota lingkungan serta menciptakan budaya saling percaya dan menghormati (Thoyibhi. DAFTAR PUSTAKA