ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Nomor 1 April 2024 Halaman 34-40 DOI : https://doi. org/10. 31294/abditeknika. ISSN 2775-1694 Integrasi Autonomous Learning dalam Pembelajaran Berbasis Digital di SMK YAPIM Siak Hulu Khulaifiyah1*. Nunuk Suryanti2. Arimuliani Ahmad3 1,2,3 Universitas Islam Riau Jl. Kaharuddin Nst No. Simpang Tiga. Pekanbaru. Indonesia email korespondensi: khulaifiyah@edu. Submit: 09-01-2024 | Revisi : 26-02-2024 | Terima : 04-04-2024 Abstrak Kegiatan ini dilatar belakangi oleh pentingnya Autonomous Learning dalam pengajaran untuk menciptakan athmosphere belajar yang kondusif dimanapun siswa/I belajar, yang mengharuskan peneliti mengusulkan solusi dari permasalahan kekhawatiran para guru akan pengaruh media digital yang dipergunakan selama pembelajaran. Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian belajar (Autonomous Learnin. agar pembelajaran yang dilakukan secara digitalisasi di dalam maupun di luar kelas dapat terwujud. Penelitian ini dilaksanakan oleh siswa kelas XI TKJ (Teknik Komputer Jaringa. sebanyak 15 orang siswa. Penelitian ini menggunakan metode yang dipilih dalam melakukan pendampingan siswa SMK (Sekolah Menengah Kejurua. YAPIM (Yayasan Perguruan Indonesia Membangun Tarun. Siak Hulu yaitu mentoring dan consulting. Tim pengabdian membagi kegiatan kedalam 2 sesi, yang pertama tim PkM melakukan sesi wawancara terhadap beberapa siswa untuk menceritakan kegiatan belajar sehari-harinya, kemudian sesi kedua Tim PkM memberikan survey kepada siswa dalam bentuk Google Form yang berisi tentang pertanyaan-pertanyaan terkait sikap dari kemandirian belajar siswa. Kegiatan penyampaian Pengukuran kemandirian belajar pada penelitian ini berdasarkan pada faktor internal . ari dalam dir. siswa yaitu percaya diri, disiplin, motivasi, inisiatif dan tanggung jawab. Pengisisan survey terdiri dari 25 pertanyaan dengan rentang pilihan dari rentang 1 s/d 10. Dari hasil penelitian melalui sesi wawancara dan survey. Tim PkM memperoleh hasil dari siswa Kelas XI SMK Yapim Siak Hulu bahwa kemandirian belajar siswa cukup tinggi. Dari hasil survey, sebagian besar siswa memiliki prosentase yang cukup tinggi yaitu berada pada level menengah keatas dengan rentang 5 s/d 10. Kata Kunci: Integrasi . Autonomous Learning. Berbasis Digital Abstract The implementation of this service is motivated by the importance of autonomous learning in teaching to create a conducive learning atmosphere wherever students learn, which requires researchers to propose solutions to the problem of teachers' concerns about the influence of digital media used during learning. This assistance aims to increase learning independence (Autonomous Learnin. so that digitized learning inside and outside the classroom can be realized. This activity was carried out directly by XI TKJ class students as many as 15 students. This PKM activity uses the method chosen in assisting students of SMK Yapim Siak Hulu, namely mentoring and The service team divided the activity into 2 sessions, the first PkM team conducted an interview session with several students to tell about their daily learning activities, then the second session of the PkM Team gave a survey to students in the form of a Google Form containing questions related to the attitude of student learning The activity of delivering learning independence measurements in this study is based on internal factors . rom withi. students, namely self-confidence, discipline, motivation, initiative and responsibility. From the results of the research through interview sessions and surveys, the PkM Team obtained results from Class XI students of SMK Yapim Siak Hulu that students' learning independence was quite high. From the survey results, most students have a fairly high percentage, which is at the upper middle level with a range of 5 to 10. Keywords: Integrated, kemandirian belajar, digital based. Pendahuluan Artikel Kemandirian belajar adalah sikap mengarah pada kesadaran belajar sendiri dan segala keputusan, pertimbangan yang berhubungan dengan kegiatan belajar diusahakan sendiri sehingga bertanggung jawab sepenuhnya dalam proses belajar. Ciri-ciri kemandirian belajar dapat dilihat This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Nomor 1 April 2024 dari bagaimanan siswa . merencanakan dan memilih kegiatan belajar sendiri. mengambil inisiatif dan memacu diri untuk belajar secara terus menerus. memiliki tanggung jawab dalam belajar. siswa belajar secara kritis, logis, dan penuh keterbukaan dan bagaimana . siswa belajar dengan penuh percaya diri. Pada penelitian ini, pengukuran kemandirian belajar didasarkan pada faktor internal siswa: percaya diri, disiplin, inisiatif, motivasi, dan tanggung jawab. Rasa percaya diri juga dapat didefinisikan sebagai keyakinan seseorang terhadap semua kelebihan yang dimilikinya, yang membuatnya merasa mampu mencapai berbagai tujuan hidupnya. Menurut (Puspitarini, 2. menyatakan bahwa percaya diri merupakan kondisi psikologis yang memegang peranan dalam menjalani kehidupan, tanpa percaya diri seseorang akan menjadi menjadi pasif, diam tidak bergerak dan berpikir negatif akan dirinya sendiri. Disiplin siswa dapat dilihat dari tingkah laku yang muncul selama proses pembelajaran. Inisiatif adalah kemampuan untuk menggunakan data atau informasi yang tersedia untuk menemukan berbagai pilihan jawaban untuk masalah, dengan penekanannya pada kuantitas, ketepatgunaan, dan keragaman pilihan. Menurut (Purbiyanto & Rustiana, 2. Disiplin belajar merupakan unsur yang sangat penting bagi keberhasilan prestasi akademik siswa hal ini dikarenakan disiplin belajar itu sendiri yakni serangkaian perilaku seseorang yang menunjukkan ketaatan dan kepatuhan terhadap peraturan, tata tertib norma kehidupan yang berlaku karena didorong adanya kesadaran dari dalam dirinya untuk melaksanakan tujuan belajar yang diinginkan. Anak-anak yang berpartisipasi dalam kegiatan belajar secara mandiri menunjukkan bahwa mereka aktif, inisiatif, dan ketekunan dalam menyelesaikan tugas. mereka menguasai strategi belajar yang tepat. memiliki tanggung jawab, mampu mengontrol perilaku dan kognisinya, dan memiliki keyakinan diri (SaAodiyah. Untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa, perspektif dan perilaku tanggung jawab sangat penting. Perilaku dan sikap bertanggung jawab yang lebih mapan akan dibangun melalui pembiasaan dan latihan aspek moral dan keagamaan sejak kecil. (Rochmah, 2. Kemudian. Seseorang yang memiliki motivasi yang tinggi adalah seseorang yang selalu melakukan sesuatu yang lebih baik dan efisien dibanding sebelumnya dalam wujud tanggung jawab terhadap tugas sebagai seorang peserta didik. Namun, pendampingan ini juga tidak mengesampingkan potensi jasmani dan rohani, seperti tubuh yang sehat dan kuat, lingkungan hidup dan sumber daya alam, sosial ekonomi, keamanan dan ketertiban yang mandiri, kondisi dan suasana yang harmonis dalam dinamika positif dan negatif, termasuk tatanan budaya, dan Sejalan dengan pendapat (Muawanah & Muhid, 2. terdapatnya motivasi belajar wajib diusahakan terdapat pada siswa tersebut, serta apabila terdapat rintangan dapat diupayakan untuk diminimalkan. Sehingga hasil belajar yang diinginkan dapat dicapai secara optimal. Kemandirian belajar dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Menurut Retnowati . terdapat dua faktor yang dapat berpengaruh dengan tingkat kemandirian belajar. Pertama, faktor internal yakni faktor dari diri siswa yang mempengaruhi kemandirian belajar, antara lain: kecerdasan emosional, jenis kelamin dan usia. Kedua, hal-hal yang datang dari luar kita, seperti teman, keluarga, dan lingkungan kita. Dalam penelitiannya. Hermawati menunjukkan bahwa lingkungan keluarga dan kemandirian belajar siswa memengaruhi hasil belajar siswa. Untuk lingkungan keluarga terbukti bahwa dari nilai thitung yaitu 10,411> ttabel 1. 989, sedangkan untuk kemandirian belajar terbukti bahwa dari nilai thitung 3,422 > ttabel 1,989. maka dapat disimpulkan terbukti bahwa memang ada pengaruh yang signifikan dari lingkungan keluarga dan kemandirian belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa. Lebih lanjut. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Yulianti et al. di wilayah Jakarta Selatan, misalnya, kemandirian belajar siswa di Indonesia tergolong kurang baik, dengan rata-rata 53, 54 %. Kecerdasan emosional adalah bagian faktor internal yang berpengaruh terhadap kemandirian belajar. Menurut Suciati . menyatakan kecerdasan emosional mampu mempengaruhi tingkat kemandirian belajar siswa sehingga prestasi belajarnya meningkat. Ini mendukung temuan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memengaruhi kemandirian belajar. jika kecerdasan emosional meningkat, tingkat kemandirian belajar juga meningkat, tetapi jika kecerdasan emosional menurun, tingkat kemandirian belajar juga Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan emosinya untuk melakukan aktivitas yang menghasilkan hasil terbaik. Siswa yang memiliki kecerdasan emosional yang baik mungkin lebih mudah menangani masalah dan kesulitan belajar. Sejalan dengan pendapat Prasetiya B. menyatakan hasil penelitian terdahulu membuktikan kecerdasan emosional memberikan dampak kepada siswa untuk menambah semangat tinggi dalam aktivitas belajar dan dapat membantunya ketika akan memasuki dunia kerja. Akibatnya, kecerdasan emosional memiliki kemampuan untuk mempengaruhi semangat belajar siswa dan keyakinan diri mereka, sehingga sangat penting untuk membangun kemandirian belajar siswa. Tujuan pendampingan integrasi kemandirian belajar di era digital saat ini adalah Beberapa pihak, termasuk pemangku kebijakan, guru, dan komite sekolah, akan memperoleh pencerahan dari kegiatan ini. Diharapkan hasil pendampingan ini dapat digunakan sebagai dasar untuk membuat kebijakan yang menangani masalah kemandirian belajar di sekolah vokasi seperti SMK Yapim. Pendampingan ini akan mendorong guru dan siswa SMK Yapim untuk mengembangkan strategi aktivitas belajar yang lebih baik untuk siswa mereka, sehingga mereka dapat meningkatkan tingkat kemandirian belajar mereka. Sementara itu, bagi siswa, pendampingan ini akan mendorong http://jurnal. id/index. php/abditeknika ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Nomor 1 April 2024 siswa/I SMK Yapim untuk lebih memahami pentingnya teman sebaya, kecerdasan emosional, dan kemandirian belajar untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Metode Metode yang dipilih dalam melakukan pendampingan siswa SMK di SMK Yapim adalah mentoring dan Mentoring merupakan praktik yang dilakukan dalam memberikan nasehat kepada orang yang belum mempunyai pengalaman agar mendapatkan kompetensi yang dibutuhkan. Dari kegiatan mentoring ini akan terjadi konsultasi diantara mentor dengan menteesecara lebih detail. Konsultan disini merupakan ahli atau praktisi dalam autonomous learning. Sedangkan menteenya adalah siswa/I SMK Yapim Siak Hulu. Prosedur pendampingan terdiri dari tiga tahap, yaitu: Perencanaan. Dalam kegiatan perencanaan yang telah dilakukan dengan cara diskusi dengan Kepala sekolah SMK Yapim Bapak Sumardi. Pd. , terkait autonomous learning yang telah berjalan beserta proses pembelajarannya. Sehubungan dengan waktu pelaksanaan dan jumlah jam per minggu setiap pendampingan juga sarana dan prasarana yang dibutuhkan ketika pendampingan berlangsung juga telah disetujui oleh pihak sekolah. Pelaksanaan. Pelaksanaan dilakukan setelah jadwal sudah disusun bersama. Mentor berasal dari akademisi yakni institusi Universitas Islam Riau, tepatnya Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Monitoring dan Evaluasi. Monev dilakukan 2 kali, satu bulan sekali dan akhir periode pendampingan. Monev yang dilakukan pada akhir bulan mengevaluasi terkait dengan apakah program pendampingan sudah susuai dengan perencanaan dan tujuan diharapkan. Sedangkan monev pada akhir pendampingan melihat sejauh mana Perilaku autonomous learning telah dilaksanakan oleh Siswa/I SMK Yapim. Hasil dan Pembahasan Kegiatan pendampingan integrasi autonomous learning oleh tim PKM terlaksana dengan lancar dan tanpa kendala di ruang kelas XI TKJ SMK Yapim yang berjumlah 15 orang dalam satu kelas. Kegiatan dimulai dengan penyampaian berupa pembukaan dari tim pengabdian dan dilanjutkan dengan pemaparan materi serta arahan dari tim pengabdian. Tim pengabdian membuka dengan perkenalan terhadap masing masing peserta didik. Untuk kegiatan pertama, tim memulai dengan memberikan beberapa video singkat untuk ditonton serta bisa memberikan respon atas video tersebut. Video yang diperlihatkan seperti AuA day in my lifeAy yang sedang menjadi trend di aplikasi social media seperti Tiktok pada saat ini. Konten video AuA day in my lifeAy yang menunjukkan kegiatan keseharian siswa SMA yang dijelaskan secara singkat dan padat. Beberapa video yang ditampilkan memperlihatkan perbedaan aktivitas masing-masing siswa. Video ini menyajikan reaksi-reaksi yang menyita perhatian para siswa TKJ XI. Jenis konten ini sangat familiar bagi siswa, sehingga pembelajarannya menarik bagi Setelah menayangkan video pendek. Tim memberikan kesempatan kepada beberapa siswa untuk berdiskusi dan bercerita tentang aktivitasnya sehari-hari, dengan tujuan mendapatkan jawaban dari cerita masingmasing siswa tentang cara mereka belajar. Para siswa sangat antusias dan bercerita tentang keseharian mereka sebagai siswa SMA. Seperti pada gambar 1, siswa diminta untuk maju kesepan kelas menceritakan kegiatan Kemudian, 3 siswa yang menceritakan kegiatannya, berusaha menceritakan dengan detail, singkat dan padat. Meskipun siswa menggunakan bahasa yang sederhana, mereka mampu berbicara dengan berani dan jujur tentang aktivitasnya. Dari cerita beberapa siswa ini terdapat perbedaan antara masing masing siswa. Seperti siswa 1, ia menceritakan bagaimana kesehariannya dari pagi sampai malam. Siswa ini menceritakan sekilas tentang cara ia belajar yaitu. dia mewajibkan dirinya untuk belajar di waktu pagi sebelum berangkat ke sekolah, pelajaran yang ia pelajari tidak hanya semata-mata karna tugas pekerjaan rumah tetapi murni dengan keinginannya untuk belajar mandiri atau belajar tambahan sebelum memasuki pelajaran di kelas. Ia mengatur waktunya selama 30 menit untuk belajar sendiri. Seperti membuka buku terkait mapel tentang TKJ atau mencari bahan untuk belajar sendiri dari sumber lain seperti melalui smartphone yang bisa ia gunakan untuk belajar. Siswa 2 menceritakan sekilas tentang cara belajar mandirinya seperti. ia menguangkapkan bahwa ia hanya belajar jika ada PR yang diberikan oleh guru, dan melakukan kegiatan belajar diluar sekolah dengan mempelajari mata pelajaran favoritnya saja. Untuk sumber ketika dia mencari jawaban dalam mengerjakan PR ialah melalui buku catatan dan langsung mencari di internet. Sedangkan untuk siswa 3, ia memberikan penjelasan dengan menceritakan kesehariannya yaitu rutin bermain game dan kegiatan belajarnya hanya ia lakukan di sekolah. Berdasarkan hasil survey yang diberikan kepada siswa kelas XI TKJ sebanyak 15 siswa. Terdapat 5 indikator dengan 30 pertanyaan dengan rentang 1-10. Pengukuran kemandirian belajar pada penelitian ini berdasarkan pada faktor internal . ari dalam dir. siswa yaitu percaya diri, disiplin, motivasi, inisiatif dan tanggung Seperti pada gambar dibawah ini, siswa diminta untuk mengisi survey secara online melalui link yang sudah dibagikan kepada masing-masing siswa kelas XI TKJ. http://jurnal. id/index. php/abditeknika ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Nomor 1 April 2024 Gambar 1. Interview siswa dalam menceritakan kegiatan sehari-harinya. Gambar 2. Pengisian survey oleh siswa Dalam hal ini, percaya diri siswa dapat dilihat pada tingkah laku siswa yang muncul selama proses kegiatan pembelajaran berlangsung. Percaya diri siswa pada proses pembelajaran mata pelajaran dapat diamati berdasarkan beberapa pernyataan yang diajukan. Dari hasil survey terdapat persentase disetiap point pertanyaan. Pertama, tingkat kepercayaan diri siswa kelas XI TKJ seperti dalam mengikuti kegiatan presentasi di depan kelas sebanyak sekitar 50% dari jumlah siswa dikelas menyatakan bahwa mereka percaya diri terhadap kegiatan tersebut, lalu mereka menyatakan cukup tenang ketika berbicara didalam kelas. Seperti pada grafik dibawah ini. Gambar 3 menunjukkan bahwa respon siswa terhadap pernyataan tentang keikutsertaan dalam mengajukan pertanyaan dan berpendapat, sebagian besar siwa dengan lebih dari 50% menyatakan bahwa tingkat kepercayaan diri mereka dalam berpendapat atau mengajukan pertanyaan cukup tinggi karena prosentase dari hasil survey menunjukkan lebih dari 50% siswa memilih rentang 5 s/d 10. Walaupun masih ada sebagian kecil mereka atau siswa yang menyatakan bahwa mereka masih belum berani atau percaya diri dalam presentasi atau mengajukan pendapat didalam kelas. Pada indikator disiplin terdapat 5 pernyataan tentang pengukuran kemandirian belajar siswa yaitu bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Seperti tampilan pada grafik di gambar 4. http://jurnal. id/index. php/abditeknika ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Nomor 1 April 2024 Gambar 3. Grafik indikator percaya diri pada pernyataan tentang mengikuti kegiatan presentasi di depan kelas Gambar 4. Grafik indikator disiplin pada pernyataan tentang bertanggung jawab atas tugas yang diberikan Berdasarkan gambar 4, dapat dilihat bahwa angka pada rentang 5 sampai dengan 10 yang berarti tingkat kedisplinan siswa kelas XI TKJ SMK Yapim dalam mengumpulkan tugas sangat tinggi. Komitmen mereka dalam mengerjakan tugas serta mengatasi kesulitan pada diri mereka sendiri sangat tinggi. Selanjutnya, tingkat inisiatif siswa kelas tersebut cukup tinggi karna sebgaian besar mereka memilih angka dengan rentang 5 s/s 10 dimana angka tersebut menunjukkan bahwa siswa inisiatif dalam proses pembelajaran seperti 55,7% siswa memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Kemudian, sebanyak 14 siswa mengungkapkan bahwa mereka memiliki keterampilan berfikir luwes dan lancar, orisinil dan berani mengambil Gambar 5. Grafik indikator inisiatif pada pernyataan tentang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi http://jurnal. id/index. php/abditeknika ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Nomor 1 April 2024 Selanjutnya, pada indikator tanggung jawab terdapat 7 pernyataan yang diberikan oleh tim PkM kepada siswa, yaitu tentang memiliki komitmen yang tinggi terhadap tugas atau pekerjaannya. Dapat dilihat dari grafik dibawah ini. Gambar 6. Grafik indikator tanggung jawab pada pernyataan tentang komitmen yang tinggi terhadap tugas dan Dari data yang diperoleh, hampir seluruh siswa 15 siswa menyatakan bahwa mereka memiliki tanggung jawab yang tinggi terhadap tugas dan pekerjaannya. Dan berorientasi ke masa depan, mau belajar dari kegagalan mereka serta yakin pada dirinya sendiri. Kemudian. Indikator yang digunakan untuk mengamati siswa dengan motivasi tinggi diantaranya, dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memberikan respon yang baik terhadap beberapa pernyataan seperti. siswa termotivasi dalam mengatasi kesulitan atau permasalahan dalam dirinya sendiri, memerlukan umpan balik untuk melihat keberhasilan, menyukai dan melihat tantangan secara seimbang. Gambar 7. Grafik indikator motivasi pada pernyataan tentang Semangat dan antusias saat proses pembelajaran Dari gambar 7 dapat dijelaskan bahwa sebagian besar siswa yaitu sekitar lebih dari 80% siswa menyatakan bahwa mereka memiliki tingkat motivasi dalam kemandirian belajar sangat tinggi. Karna data menunjukkan sebagian besar mereka menjawab masing-masing pernyataan berada pada rentang 5 s/d 10. Tetapi pada pernyataan terhadap semangat dan antusias dalam proses pembelajaran, sebagian mereka menyatakan bahwa mereka tingkat motivasi mereka masih pada level menengah karenakan ada beberapa kesulitan yang mereka dapatkan. Kesimpulan Kemandirian belajar dipengaruhi oleh faktor internal siswa itu sendiri yang terdiri dari lima aspek yaitu disiplin, percaya diri, motivasi, inisiatif, dan tanggung jawab. Keseluruhan aspek dalam penelitian ini dapat dilihat selama berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Terdapat respon positif dari pernyataan siswa melalui survey yang diberikan oleh Tim PkM, dari masing-masing indikator diperoleh hasil dengan persantese yang cukup tinggi yaitu berada pada level menengah keatas dengan rentang 5 s/d 10. http://jurnal. id/index. php/abditeknika ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Nomor 1 April 2024 Penghargaan Kegiatan pengabdian ini sepenuhnya di danai oleh Lembaga DPPM Universitas Islam Riau. Referensi