Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 03 No. 01 (December 2. 01 Ae 13 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) e-ISSN 2775-4006 https://ejurnal. id/index. php/juteolog p-ISSN 2774-9355 https://doi. org/10. 52489/juteolog. Konsep Komsel Three Party Sebagai Implementasi Gaya Hidup Kelompok Sel Menurut Kisah Para Rasul 2:46-47 Paulus Kunto Baskoro Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Yogyakarta, paulusbaskoro1177@gmail. Recommended Citation Turabian 8th edition . ull not. Paulus Kunto Baskoro. AuKonsep Komsel Three Party Sebagai Implementasi Gaya Hidup Kelompok Sel Menurut Kisah Para Rasul 2:46-47. Ay Jurnal Teologi (JUTEOLOG) 3, no. (December 2. : 1. December https://ejurnal. id/index. php/juteolog/article/view/103. American Psychological Association 7th edition (Baskoro, 2023, p. Received: 02 August 2022 Accepted: 24 October 2022 Published: 22 December 2022 This Article is brought to you for free and open access by Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta. It has been accepted for inclusion in Christian Perspectives in Education by an authorized editor of Jurnal Teologi (JUTEOLOG). For more information, please contact juniorichson1995@gmail. Paulus Kunto Baskoro Abstract Church growth is an important part of church history. One the important pillars in church growth is the cell group. The early church became a serious church in working on cell group principles as in Acts 2:46-47. The Covid-19 pandemic has made changes and shifts in the arrangement of cell groups. Before Covid 19 cell groups coulds be held in large numbers, but when the Covid 19 pandemis hit the world, cell groups could not be held in meetings with many people. The researcher is giving an explanation about the concept of cell group with the name of three party which is a simple implementation according to the principle of cell group Acts 2:46-47, especially in the present. This writing uses a descriptive literature The goal is that trough writing, namely: First, every believer understands the important principle in church growth through cell groups according to Acts 2:46. Second, every believer understands one of the newer models of effective cell grouping principles Third, every believer can implement the comsel three party concept, so that the local church experiences significant congregational growth. Keywords: Three Party. Cell Group. Lifestyle. Growth. Church Abstrak Pertumbuhan gereja menjadi bagian penting dalam sejarah gereja. Salah satu pilar penting dalam pertumbuhan gereja adalah kelompok sel. Gereja mula-mula menjadi gereja yang serius dalam mengerjakan prinsip-prinsip kelompok sel seperti dalam Kisah Para Rasul 2:4647. Pandemi Covid 19 membuat tatanan kelompok sel terjadi perubahan dan pergeseran. Sebelum Covid 19 kelompok sel bisa dilaksanakan dengan jumlah yang banyak, namun ketika pandemic Covid 19 melanda dunia, kelompok sel tidak bisa dilaksanakan dalam pertemuan dengan banyak orang. Peneliti sedang memberikan sebuah pemaparan tentang konsep kelompok sel dengan nama three party yang merupakan implementasi sederhana sesuai dengan prinsip kelompok sel dalam Kisah Para Rasul 2:46-47, khususnya dalam masa Penulisan ini menggunakan metode deskriptif literatur. Tujuannya supaya lewat penulisan yaitu Pertama, setiap orang percaya mengerti prinsip penting dalam pertumbuhan gereja melewat kelompok sel menurut Kisah Para Rasul 2:46. Kedua, setiap orang percaya mengerti tentang salah satu model baru dalam prinsip kelompok sel yang efektif zaman Ketiga, setiap orang percaya dapat melaksanakan konsep komsel three party, sehingga gereja lokal mengalami pertumbuhan jemaat yang signifikan. Kata Kunci: Three Party. Kelompok Sel. Gaya Hidup. Pertumbuhan. Gereja. PENDAHULUAN Pandemi Covid 19, mengubah segala tatanan kehidupan, keluarga, ekonomi, bahkan kegerakan gereja Tuhan (Roesmijati, 2. Terutama gereja Tuhan, dari model ibadah yang selalu berjumpa di Gedung gereja, menjadi on line dan mengharuskan orang sering tinggal di rumah. Hal ini membuat banyak gereja tidak siap menghadapi, sehingga tidak dipungkiri beberapa gereja mengalami penyesuaian-penyesuaian yang tidak mudah. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Paulus Kunto Baskoro Baik dalam hal media, pelayanan dan juga dalam pertumbuhan jemaat. Sangat terlihat, beberapa jemaat sudah tidak kembali ke gereja dan bahkan sampai saat ini, pandemic sudah berlalu, jemaat-jemaat yang tidak ke gereja, menjadi nyaman untuk tidak kembali Hal ini menyebabkan kesedihan secara khusus. Beberapa yang dahulunya semangat melayani, ketika pandemic datang dan diharuskan sering tinggal di rumah, merasa nyaman dan ketika ibadah sudah dimulai, sudah tidak lagi melayani. Semangat yang dahulu terjaga bisa menjadi kendor, karena hal-hal pandemic Covid-19 bahkan cenderung individualistic (Baskoro, 2. Penulis memperhatikan bahwa gereja yang tetap kuat dalam masa-masa sulit sekalipun adalah gereja yang berfokus kepada prinsip komunitas sel. Sebab dalam sebuah komunitas sel ada kekuatan kekeluargaan untuk saling terikat satu sama lain dan bertumbuh bersama dan terus semangat dalam ibadah (Baskoro & Santo, 2. Komunitas sel merupakan bagian penting dalam pertumbuhan gereja. Sejak masa gereja mula-mula dalam Kisah Para Rasul, komunitas sel yang dibangun menjadi pondasi penting pertumbuhan gereja dan kekuatan sebuah penggembalaan (Widjaja et al. , 2. Meskipun ada banyak tantangan dan persoalan, namun gereja mula-mula memiliki keterkaitan yang keterikatan yang kuat satu dengan yang lainnya. Komunitas sel bukan sekedar program, namun komunitas sel adalah prinsip penting dalam gereja yang bertumbuh kuat dalam penggembalaan (Bising, 2. Gereja bukan saja besar jumlah jemaat, namun juga kuat dalam membangun jemaatnya. Gereja yang kuat dalam membangun jemaatnya, akan menjadi gereja yang menghasilkan banyak pelayan dan pemimpin-pemimpin baru. Covid-19 haruslah menjadi sebuah perhatian khusus, dimana gereja tidak bisa tinggal diam dan berserah dengan kondisi. Bahkan kecenderungan terjadi konsep idealis dan fokus kepada diri sendiri (Baskoro, 2. Gereja harus terus bergerak, khusus dalam komsel dan lewat penulisan ini, konsep three party menjadi sangat cocok bagi era sekarang, sebab kelompok kecil yang lebih produktif. Setiap komunitas diharapkan memiliki dampak dan pengaruh terhadap pertumbuhan gereja, dengan mengembangkan pola komsel dengan sistem Three Party sebagai pondasi kekuatan yang pernah dikupas oleh penulis sendiri dalam artikel jurnal yang berjudul Pentingnya Komunitas Sel dalam Pertumbuhan Gereja: Sebuah Permodelan dalam Kisah Para Rasul (Baskoro & Arifianto. Setiap pertumbuhan hanya terjadi oleh karena anugerah Tuhan, namun anugerah tersebut hanya diberikan bagi orang-orang yang setia dalam melakukan tindakan yang Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Paulus Kunto Baskoro berkenan dihadapan-Nya (Ristiono et al. , 2. Gereja sebagai organisasi dan organisme haruslah memperhatikan dan membantu pertumbuhan komsel Three Party sebagai kekuatan gereja. METODE Penelitian ini menggunakan metode deskriptif literatur, sebagai metode yang dipakai untuk menggambar atau memaparkan hasil berdasarkan kajian pustaka dalam penulisan mempelajari tentang Konsep Three Party Sebagai Implementasi Gaya Hidup Kelompok Sel Menurut Kisah Para Rasul 2:46-47 (Sarosa, 2. Dengan di dukung fakta sejarah dengan penelitian studi literatur atau studi pustaka untuk memperkokoh sebuah pemahaman tentang konsep iman. Pembahasan secara teologis dari nas Kisah Para Rasul 2:46-47 dengan prinsip penggalian prinsip-prinsip kelompok sel yang akan diimplementasikan bagi jemaat masa kini, sehingga gereja mengalami pertumbuhan yang efektif. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Kolompok Sel Menurut Kisah Para Rasul 2:46-47 Pengertian Kelompok Sel adalah berasal dari kata AuKelompokAy dan AuSelAy Kelompok sel merupakan salah satu kunci pertumbuhan jemaat Tuhan yang sangat efektif. Kelompok menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kumpulan orang dalam kelompok tertentu, usia tertentu dan hobby tertentu (W. Poerwandarminta, 1976, p. Sedangkan sel adalah bagian terkecil dari makhluk hidup yang terus membelah (W. Poerwandarminta, 1. Jadi kelompok sel adalah kelompok tertentu yang berkumpul untuk terus bermultiplikasi. Memahami kelompok sel adalah kelompok yang ada dalam gereja lokal, dengan sebuah kekuatan penuh dalam penggembalaan, pendewasaan dan multiplikasi komsel baru, karena ada jiwa-jiwa yang bertobat, menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Menurut Marry Go . 4, p. komsel adalah bagian terpenting dalam seluruh esistensi gereja Tuhan. Berbicara komsel sebenarnya sudah ada embrionya sejak zaman Musa mendapatkan nasihat dari Yitro untuk memerintah Israel dengan sistem kelompok pemimpin-pemimpin Musa menyelesaikan masalah di bangsa Israel (Kel. 18:1-. (Lie & Kusuma, 2. Ada masalah kecil yang harus ditangani oleh pemimpin yang dipercaya oleh Musa, namun ada masalah-masalah besar yang harus ditangani oleh Musa. Sehingga pemerintahan Musa lebih efektif dan maksimal. Kemudian dimasa Perjanjian Baru, gereja mula-mula Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Paulus Kunto Baskoro memberikan pola yang terbaik untuk menjaga jemaat dalam jumlah besar tetap bertumbuh imannya, kuat imannya dan selalu setia dalam Tuhan, yaitu, selain beribadah di Bait Suci, mereka juga berkumpul tiap-tiap hari di rumah-rumah dengan sukacita sambil memecahkan roti dan berdoa bersama, serta memuji Tuhan. Konsep Three Party Sebagai Gaya Hidup Kelompok Sel Menurut Kisah Para Rasul 2:46-47 Membangun gaya hidup komsel sangat menyenangkan sebab ini merupakan prinsip penting yang ada dalam Kisah Para Rasul 2:46-47 pada masa gereja mula-mula. Gereja mula-mula sadar bahwa tidak mungkin akan terjadi sebuah pengembalaan dalam skala besar, sebab pasti tidak efektif. Itu sebabnya mereka membangun sebuah kelompok-kelompok kecil untuk saling membangun dan mendewasakan kerohanian mereka (Maki et al. , 2. Ini yang menjadi dasar Pelaksanaan komsel Three Party. Komunitas kecil atau komunitas sel adalah esensinya, sedangkan Three Party adalah caranya atau modelnya dalam pelaksanaan komsel. Namun cara yang digunakan tetap Alkitabiah dan dapat terukur, sehingga membawa dampak yang besar bagi pertumbuhan gereja Tuhan dan jemaat yang digembalakan menjadi dewasa dan pembawa jiwa bagi Kristus. Pengertian Komsel Three Party Komsel menjadi esensi penting dalam pertumbuhan gereja. Ini menjadi salah satu pilar penting gereja Tuhan. Komsel berasal dari dua kata, yaitu kelompok dan sel. Kelompok adalah kumpulan atau himpunan (Budiono, 2005, p. Sel adalah bagian terkecil dari tubuh manusia yang memiliki kehidupan dan sanggup bermultiplikasi dengan pesat (Budiono, 2. Lewat tulisan ini, penulis memaparkan sebuah bentuk Komsel yang terbaru yaitu komsel Three Party yang menjawab sebuah prinsip perkembangan gereja di masa pandemic Covid 19 dan bisa menjadi acuan penting bagi pelaksanaan komsel yang lebih efektif bagi gereja lokal. Nama Komsel Three Party diambil untuk memberikan sebuah pemahaman bahwa komsel adalah suatu agenda kegiatan yang menyenangkan. Three artinya tiga. Party artinya pesta. Jadi komsel Three Party adalah sebuah komsel yang tidak menegangkan dan membuat suasana lebih indah serta membangun sebuah kekeluargaan yang erat. Komsel harus pada titik membangun keluarga (Tari, 2. Jadi kelompok sel yang saat ini penulis maksud adalah Komsel Three Party adalah kelompok orang percaya yang terdiri dari 3 orang atau 3 pasangan keluarga secara terstruktur dengan memiliki gaya hidup Kristus untuk saling membangun Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Paulus Kunto Baskoro hubungan antar anggota sebagai bagian anggota keluarga Allah, bertumbuh menjadi dewasa rohani dalam kebenaran Firman Tuhan, antusias menjangkau jiwa baru bagi Kristus dan terus memiliki semangat bermultiplikasi (Sihite, 2. Mengapa disebut sebagai kelompok sel sebab dalam kebenaran Alkitab. Tuhan Yesus menyatakan gereja adalah tubuh Kristus dan Kristus adalah kepala . Kor 12:. (Manda, 2. Di dalam gereja lokal di bagi menjadi beberapa komsel Three Party yaitu komsel Three Party keluarga dan generasi muda yang sangat berperan dan berpengaruh. Jemaat menjadi lebih efektif dalam sharring dan juga berbagi kehidupan. Komsel Three Party dengan jumlah anggota yang tidak banyak membuat lebih maksimal dalam segala hal. Tidak membutuhkan tempat yang besar, tidak membutuhkan hidangan makanan yang kelompoknya, bisa bersama bertumbuh dengan maksimal dalam sharring dan pelayanan bahkan dengan penuh semangat membawa jiwa baru bagi Kristus, kemudian bermultiplikasi kembali. Dasar Konsep Komsel Three Party Dasar yang kuat pelaksanaan komsel Three Party berdasarkan konsep teologis yang nyatakan dalam konsep Trinitas, yaitu Allah Bapa. Allah Anak. Allah Roh Kudus, yang menurut Hardi Budiyana . , juga menjadi acuan sebuah hubungan dalam keluarga, terutama dalam konteks ini keluarga dalam komsel Three Party Kemudian ada juga konsep Abraham. Ishak. Yakub, ada juga konsep Musa. Harun. Yosua yang selalu menjadi fokus kepemimpinan di masa Israel keluar dari Mesir sampai masuk tanah Kanaan. Serta konsep Sadrakh. Mesakh dan Abednego yang merupakan bagian penting dalam kehidupan masa Daniel ketika di pembuangan. Bahkan dalam pelayanan Tuhan Yesus sendiri selain bersama 12 murid. Yesus juga secara khusus memuridkan Petrus. Yakobus. Yohanes. Pelayanan Rasul Paulus selama mendirikan jemaat. Rasul Paulus tidak pernah sendirian dan selalu mengajak seperti Barnabas. Silas dan sering dalam kelompok bertiga-tiga. Jadi berdasarkan beberapa prinsip konsep teologis diatas, maka penulis memberikan pemaparan penting tentang sebuah komsel Three Party. Sebab dengan adanya komsel di gereja lokal, seharusnya membawa sebuah perubahan yang signifikan dan membawa rasa kekeluargaan yang kuat dalam gereja. Keunggulan Komsel Three Party Pertama, kekeluargaan, pemuridan dan penjangkauan jiwa sangat efektif. Kedua, membangun gaya hidup kerajaan Allah yang lebih efektif, untuk saling mengenal lebih dalam Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Paulus Kunto Baskoro serta memperhatikan setiap anggota komsel, sehingga kekeluargaan lebih cepat terbangun (Perangin Angin et al. , 2. Apalagi di masa-masa pandemic Covid 19 seperti ini, rasa kekeluargaan cenderung turun. Namun dengan gerakan komsel Three Party, dimana komunitas tetap terbangun, meskipun jumlah tidak banyak akan membawa dampak besar. Ketiga, sharring Firman Tuhan dan kehidupan yang lebih efektif dan interaksi lebih maksimal, karena jumlah anggota komsel yang tidak banyak. Keempat, setiap anggota komsel akan lebih cepat bertumbuh dewasa dalam kerohanian. Kelima, semua anggota komsel terlibat aktif dalam pelayanan dalam komsel. Keenam, memunculkan pemimpinpemimpin yang baru dalam kegerakan komsel, sebab dalam konteks ini pemuridan berjalan sangat efektif (Baskoro et al. , 2. Ketujuh, komsel lebih fleksibel dari sisi waktu dan tempat yang digunakan. Kedelapan, seluruh jemaat akan bisa terjangkau dalam pemuridan. Kesembilan, keterlibatan seluruh anggota komsel dalam penuaian jiwa-jiwa baru yang lebih Kesepuluh, pelaporan adminitrasi komsel yang lebih efisien dan sederhana. Implementasi Konsep Komsel Three Party Sebagai Gaya Hidup Kelompok Sel Menurut Kisah Para Rasul 2:46-47 Bagi Jemaat Masa Kini Seperti zaman gereja mula-mula yang menjadi komunitas kecil menjadi bagian penting pertumbuhan gereja, kiranya gereja Tuhan masa sekarang juga menjadikan komsel sebagai bagian penting dalam gereja. Komsel bukan program namun komsel adalah hal esensi yang harus ada dalam gereja. Seperti makan, bukan mau atau tidak mau, namun supaya sehat harus makan. Apalagi fokus komsel sudah tertuang dalam Kisah Para Rasul 2:46-47 yang menjadi acuan penting pelaksanaan komsel, terkhusus dalam pembahasan ini adalah Komsel dengan model Three Party. Beberapa hal penting yang sangat membawa dampak besar bagi gereja Tuhan dengan Pelaksanaan komsel Three Party adalah sebagai Membangun Semangat Jemaat untuk Berkomunitas dalam Keluarga Kristus Proses pembelajaran mengenal lebih intim. Pertumbuhan rohani jemaat menjadi sentral dalam pelayanan Komsel Three Party. Semangat jemaat harus terus dibangun. Sebab jemaat yang semangat akan membuat gereja juga semangat. Jemaat yang berkomunitas akan membawa jemaat antusias dalam membangun keluarga. Kehidupan berjemaat harus dibangun dalam sebuah suasana kekeluargaan. Sebab tidak bisa dipungkiri, dengan jemaat bertambah besar, maka biasanya kekeluargaan akan menjadi Namun dalam kelompok Komsel Three Party, meskipun jemaat menjadi besar. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Paulus Kunto Baskoro maka kekeluargaan akan tetap terjaga dan bersama memikirkan pertumbuhan gereja Tuhan. Komsel Three Party dengan jumlah yang tidak banyak, akan membangun semangat jemaat hidup saling memperhatikan sebagai keluarga anggota tubuh Kristus dan pemuridan terjadi secara efektif (Nelly & Yanti, 2. Pada bagian ini sedang fokus dibahas bahwa komsel Three Party akan menjadi sangat efektif sebab dengan jumlah yang tidak terlalu banyak, maka kekeluargaan untuk saling mengenal dan memperhatikan akan sangat efektif dengan mengaplikasikan kasih yang tulus kepada setiap anggota. Ketika ada hal-hal yang harus diselesaikan juga akan lebih mudah dan efesien (Barry, 2. Kekeluargaan yang terbangun sangat baik, akan memberikan semangat bagi setiap anggota untuk selalu rindu berjumpa dan membangun persekutuan yang indah dalam Kristus. Keefektifan komsel Three Party dengan jumlah yang tidak terlalu banyak akan membawa komunitas makin memahami dengan cepat dan memberikan perhatian lebih serta membangun sebuah hidup keluarga dalam Kristus yang sangat menyenangkan (Parihala, 2. Bahkan bisa membawa banyak jiwa datang kepada Yesus. Kekuatan Membawa Jemaat Makin Efektif Bertumbuh Dewasa Pertumbuhan atau kedewasaan menjadi kunci penting setiap orang percaya. Memang jemaat bisa bertumbuh dan dewasa juga dalam konteks kehadirannya di Ibadah Raya. Namun akan sangat penting maksimal, ketika jemaat tergabung dalam sebuah komunitas sel untuk mengalami pertumbuhan rohani dan menjadi dewasa dalam Kristus. Gereja mula-mula sangat konsisten dengan penuh semangat setiap hari berkumpul di Bait Suci dan juga rumah-rumah. Bukan berarti anggota jemaat mula-mula tidak ada pekerjaan atau tugas keluarga, namun jemaat mula-mula sangat rindu untuk sering bertemu karena kasih Kristus yang mengikatnya. Sehingga jemaat mula-mula menjadi jemaat yang cepat mengalami pertumbuhan dalam Kristus dan menjadi pribadi yang dewasa (Marlin, 2. Sebab membawa jemaat makin dewasa dalam juga tugas gereja. Salah satu ciri kedewasaan jemaat mula-mula adalah kesungguhan dalam mengikut Yesus dan berani bayar harga berkorban demi Yesus baik secara finansial bahkan hidupnya. Komsel Three Party dengan jumlah anggota yang tidak banyak, akan membawa anggotanya bertumbuh dewasa. Kedewasaan rohani tidak bisa instant, namun butuh sebuah proses yang efektif dalam perjalanan hidupnya. Keefektifan kedewasaan rohani seseorang dipengaruhi juga dari lingkungan atau tempat bertumbuh. Jika kelompok kecil atau Three Party tempat bertumbuhnya baik, maka kedewasaan rohaninya juga akan maksimal. Jemaat Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Paulus Kunto Baskoro yang tergabung dalam Three Party akan lebih cepat dewasa rohani, sebab dalam sebuah komsel Three Party akan selalu ada agenda kegiatan rohani yang membuat setiap anggota harus belajar dan bertumbuh dalam Tuhan. Seperti, pimpin doa, pimpin pujian dan juga sharring kebenaran Firman Tuhan. Proses pembelajaran inilah yang akan membuat setiap anggota Three Party akan lebih cepat dewasa rohani. Kelompok yang tidak banyak akan membawa mereka terus belajar dan membawa diri makin maksimal dalam pendewasaan Multiplikasi Kepemimpinan Kepemimpinan Tuhan. Kepemimpinan menjadi salah dasar penting kegerakan gereja Tuhan dan warisan yang terbaik bagi pemimpin-pemimpin gereja. Kepemimpinan bukan sekedar struktur, namun fungsi yang berkelanjutan untuk membawa sebuah organisasi atau gereja Tuhan dalam hal ini untuk makin lebih maju dan maksimal. Kepemimpinan dihasilkan dalam sebuah pemuridan (Untung et al. , 2. Pemuridan yang paling ideal adalah dengan prinsip komunitas sel. Sebab pemuridan ini akan langsung dirasakan oleh gereja lokal dan gereja lokal akan merasakan hasilnya. Dari pemuridan yang dilakukan akan menghasilkan pemimpin-pemimpin baru. Pemimpin-pemimpin baru yang muncul akan menjadi kekuatan dalam penggembalaan jemaat. Gereja mula-mula berdampak besar dan membuat bermunculan pemimpinpemimpin baru dari sebuah persekutuan kelompok kecil. Komsel Three Party juga sangat efektif dalam memultiplikasi pemimpin Kristen, sehingga gereja lokal makin efektif dalam sebuah pelayanan. Komsel ini bisa memunculkan pemimpin-pemimpin baru, sebab dengan sedikitnya anggota akan makin mempermudah setiap pemimpin sebelumnya untuk mengkader pemimpin selanjutnya dalam kelompok tersebut dan lebih intensif dalam pendampingan. Komitmen Bersama untuk Membawa Jiwa Baru Bagi Kristus Bagian yang terpenting selanjutnya dalam komsel Three Party adalah bertambahnya jiwa-jiwa baru dalam sebuah gereja lokal. Seperti di masa gereja mula-mula, banyak sekali jiwa yang bertobat, karena komunitas sel yang sangat efektif dalam penggembalaan (Frederik, 2. Setiap orang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk membawa jiwa-jiwa kepada Tuhan dan percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara Sehingga Kisah Para Rasul mencatat banyak sekali jiwa yang bertobat dan setiap hari Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Paulus Kunto Baskoro Tuhan menambahkan jiwa baru. Dengan komsel-komsel Three Party yang dibangun maka akan terjadi multiplikai komsel baru, karena ada jiwa yang bertobat. Sehingga gereja lokal mengalami pertumbuhan yang signifikan. Hal ini menjadi sebuah prinsip penting dalam penginjilan yang tertuang dalam Kisah Para Rasul (Sugiono, 2. Komsel Three Party membawa jemaat kepada sebuah pemahaman jiwa yang misioner untuk senantiasa membawa jiwa-jiwa kepada Tuhan. REKOMENDASI PENGEMBANGAN PENELITIAN Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada gereja-gereja dan lembaga pendidikan Kristen tentang komunitas sel. Peneliti berhadap kiranya penelitian ini juga menjadi bahan rujukan oleh para peneliti yang sedang dan akan meneliti tentang komunitas Penelitian ini dapat dikembangkan dengan melihat seberapa besar pengaruh komunitas sel terhadap pertumbuhan gereja secara kualitas atau kuantitas. KESIMPULAN Pertumbuhan gereja yang sangat efektif adalah gereja yang senantiasa menjadi komsel bagian terpenting. Gereja mula-mula dalam Kisah Para Rasul 2:46-47 merupakan pola yang sangat efektif untuk bisa ditiru bagi gereja jemaat masa kini dalam pelaksanaan komunitas sel. Komsel bukanlah sekedar program, namun bagian penting dalam sebuah penggembalaan, pemuridan, pendewasaan dan multiplikasi kepemimpinan. Pada bagian pembahasan ini, penulis memfokuskan cara lain membangun sebuah komsel yang efektif dalam masa pandemic Covid 19 bahkan bisa diterapkan dalam masa apapun. Sebab sangat efektif dan memberi dampak besar bagi pertumbuhan gereja lokal. Komsel tersebut, yaitu komsel Three Party. Komsel Three Party adalah kelompok orang percaya yang terdiri dari 3 orang atau 3 pasangan keluarga secara terstruktur dengan memiliki gaya hidup Kristus untuk saling membangun hubungan antar anggota sebagai bagian anggota keluarga Allah, bertumbuh menjadi dewasa rohani dalam kebenaran Firman Tuhan, antusias menjangkau jiwa baru bagi Kristus dan terus memiliki semangat bermultiplikasi. Dasar yang dibangun dalam konsep Komsel Three Party adalah konsep teologis dari Allah Trinitas, juga cara Tuhan Yesus memuridkan ketiga murid-Nya yaitu Petrus. Yakobus dan Yohanes, selain dari 12 murid lainnya. Keunggulan dari komsel Three Party ini adalah penggembalaan yang lebih efektif dan efesien, karena jumlah anggota tidak banyak, namun kelompok bisa berkembang banyak. Pendewasaan rohani jemaat juga lebih maksimal. Serta multiplikasi pemimpin dan penambahan jiwa makin cepat. Implementasi Komsel Three Party berdasarkan Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 3 No. 1 December 2022 Paulus Kunto Baskoro Kisah Para Rasul 2:46-47 yang menjadi gaya hidup gereja jemaat masa kini yaitu Pertama, membangun semangat jemaat untuk berkomunitas dalam keluarga Kristus. Kedua, kekuatan membawa jemaat makin efektif bertumbuh dewasa. Ketiga, multiplikasi kepemimpinan. Keempat, komitmen bersama untuk membawa jiwa baru bagi Kristus. BIODATA Paulus Kunto Baskoro adalah seorang penulis dari Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia. Pada tulisannya ia sering menekankan makna teologis dari setiap topik-topik yang diangkatnya. Dia juga adalah sosok yang terbuka, suka berkolaborasi dengan penulis-penulis di luar lembag lembaga pendidikan yang menaunginya. Paulus Kunto Baskoro Surel : paulusbaskoro1177@gmail. REFERENSI